Berhasil Hamil setelah 8 Tahun Menunggu melalui IVF – Reiza

Saya menjalani program IVF pertama kali 2 tahun yang lalu. Di Morula IVF Bunda. Awalnya saya dan suami mengikuti program IVF karena setelah menjalani LO, dokter memberitahu kami kalo kami tidak bisa memiliki anak secara alami diakibatkan kedua tuba saya sudah Non-Patent.

IVF Pertama saya mengikuti program short protocol, setelah hari ke 2 Mens, saya dan suami langsung setuju mengikuti program IVF setelah sebelumnya melakukan screening saya dan suami.

Setelah drama suntik menyuntik (waktu itu kami putuskan untuk melakukan suntik sendiri di rumah dibanding bolak-balik rumah dan RS yang memakan waktu dan tenaga. Akibatnya karena gak biasa suntik, perut banyak biru-biru.

Tiba saatnya pengambilan telur / OPU. Kala itu saya mendapatkan 11 Telur dan 10 Oocyte. Puji Tuhan, saya dan suami merasa lega bisa mendapatkan telur sebanyak itu meskipun 1 indung telur saya sudah diangkat.

Dari 10 Oocyte setelah dilakukan metode ICSI tibalah saatnya bertemu dengan embriologist. Dari hasil ICSI ternyata embrio yang dihasilkan cm menghasilkan 2 embrio : 1 Good & 1 Moderate yang bisa di ET. 🙁

Dan saat D3 ET (hari ke 3) langsung kami putuskan memasukan 2 embrio tersebut. Saya dan suami sempat menangis bersama saat melihat 2 titik kecil dimasukan kedalam rahim. Disaat itulah dimulailnya 2 minggu yang penuh perjuangan.

Singkat cerita setelah 2WW, saat pengambilan rapor. Suster mengabarkan bahwa hasil BHCG saya dibawah 1 alias tidak berhasil. KECEWA? Sudah pasti! saya dan suami langsung mematikan HP Kami dan kami putuskan langsung pergi keluar kota beberapa hari untuk menenangkan diri.

Setelah IVF Pertama saya memutuskan untuk menunda dulu memikirkan soal kehamilan. Kami enjoy saat-saat berdua, makan enak dan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi.

Baru di awal tahun ini suami saya memberikan pertanyaan kepada saya : Kita mulai lagi yuk IVF. Mengingat umur saya sudah 31 dan Suami 34 kami putuskan mencoba lagi IVF yang ke2 dengan ekpektasi minimum.

Hari ke 2 Mens saya kembali datang ke Morula IVF Bunda, dengan Dr Arie Polim. Namun kunjungan pertama belum berjodoh karena ternyata hormon saya cukup tinggi dan belum bisa mengikuti program.

Selama 1 bulan saya mulai memperbaiki pola hidup, minum juice dan makan sehat. Suami jg memulai pola hidup sehat, dan minum vitamin untuk kesehatan sperma (Starfer) yang diresepkan oleh Dr Arie.

Tibalah hari ke 2 Mens bulan berikutnya dan saya dan suami sudah memenuhi syarat untuk melakukan program IVF kami ke 2.

Diprogram kali ini kami memutuskan untuk suntik di rumah sakit via Suster. (pengalaman suntik sendiri jadi biru-biru) hehehe.
Dimulailah suntik gabungan Gonal dan pregoferis selama 8x dengan drama mengantri suntik tiap 2 hari sekali.

Tibalah saatnya untuk OPU, didapati kali ini hanya 11 telur (sama dengan IVF Pertama) tetapi hanya 8 yang oocyte. (tetap bersyukur meskipun agak kuatir jumlah oocyte semakin sedikit).

Setelah OPU, saat paling mendebarkan adalah menunggu SMS dari suster untuk appoinment dengan embriologist mengenai keberadaan Embrio kami setelah menjalani proses IMSI untuk bisa di ET.

Tibalah saat bertemu dengan embriologist kami. Dari 8 yang oocyte yang bertahan hanya 3 telur dengan (puji Tuhan) kualitasnya good. Embriologist kami menyarankan untuk menunggu hingga D5 (sampai fase blastosyst) karena minimum 3 embrio good untuk bisa mencapai fase tersebut. Meskipun embriologist menyarankan D5 ET tapi kualitas embrio bisa juga turun dari Good bisa jadi poor.

Kami memutuskan untuk D5 ET setelah pengalaman kami di iVF Pertama. Nothing to lose kami pikir. Dr Arie pun sudah menyetujui untuk D5 Embrio Transfer.

D5 kami bertemu dengan embriologist dan puji Tuhan embriologist kami bilang kalo embrio kami berkembang ketahap blastocyst dengan kualitas 1 Excellent (expand blastocyst) dan 2 good (Blastocyt).

Karena D5 kami cukup bagus kualitasnya, Dr Arie memutuskan hanya memasukan 1 embrio D5 Excellent (katanya sih kalo kembar resikonya lebih besar). Yah kami nurut aja kata dokter, karena kehamilan tunggal pun kami sudah sangat bersyukur mengingat penantian kami sudah cukup lama.

ET D5 sekali lagi kami berdoa supaya embrio tersebut bisa menempel sempurna. Jujur, ada perasaan trauma karena kegagalan IVF pertama. Kami pasrah saja dan menjalani 2WW dengan lebih santai. (Makan telur sewajarnya dan berusaha gak stress meskipun 2 minggu terasa lama)

Sempat di hari ke 12 pada masa 2WW sempet terjadi flek berwarna coklat di tissue setelah buang air kecil. Namun kami gak mau GE ER mengingat IVF Pertama juga ada flek pink dan kami keburu GE ER kalo itu implantasi embrio.

Tibalah akhir dari 2WW. Malam sebelum cek darah untuk tes BHCG, malam-malam suami iseng untuk tes kehamilan urin. Hasilnya?? NEGATIVE. Alhasil kita berdua gak bisa tidur dan jadi kepikiran.

Bangun pagi dengan perasaan super cape karena gak bisa tidur nyenyak, kami langsung menuju Morula untuk cek darah BHCG. Setelah itu kami pulang sambil menunggu SMS dari suster. Jujur kami pasrah. Kalopun gak jadi ya sudah kita mulai lagi dari awal. Karena masih ada 2 D5 Embrio GOOD kami yang di freeze

Jam 12 siang, suster kok gak sms, saya sempat ketiduran. Suami aja yang masih nonton di sofa. Sampai jam stg 2 belum dikabari, suami inisiatif SMS suster. Dan jam 2 Suster SMS mengabari selamat Pak. Suami saya sempet bertanya, selamat kenapa sus? Suster akhirya mengirimkan hasil BHCG saya yang Puji Tuhan diatas 200 yang artinya saya HAMIL. Suami langsung nangis terharu dan membangunkan saya yang sudah pulas. Sayapun sempet berpikir wah suami nangis, GAGAL Lagi nih. Tetapi setelah sepenuhnya sadar, baru saya menyedari kalo saya beneran hamil. PUJI TUHAN

Sekarang usia kandungan saya sudah mencapai 8 minggu dan baru kemarin kami cek detak jantung si dede. Puji Tuhan semua sesuai harapan, dan kami terus berdoa dan tetap menjaga kehamilan ini dengan sukacita. 

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

Ivf pertama gagal – Novia

Dear all..Salam kenal semua. Sy dan suami sudah menikah selama 10 tahun. Dan sampai saat ini kami blm dkaruniai anak. Sy sdh dua kali hamil. Yg pertama hamil anggur dan yg kdua sy kguguran krn BO. November tahun lalu sy dan suami memutuskan utk ikhtiar mencoba bayi tabung di RS PMC, Pekanbaru dg dr. ihsan Suheimi, SPog. Sy Opu dbulan Nov 2017. Dokter menyarankan sy utk ivf long protocol krn hormon sy tdk seimbang.

Tgl 16 Feb kemaren sy ET. Dan hari ini hrsnya jdwal sy terima raport setelah 2 pekan pasca ET. Tapi ternyata Allah blm menakdirkan sy utk hamil. Bangun tidur, haid sy datang. Sy msh mcoba mhibur diri kalo ini hanya flek krn implantasi embrio drahim. Tapi makin lama darah yg keluar makin banyak. Pupus sdh harapan sy. Hari ini dunia terasa runtuh. But life must go on…

Oia sy msh ada sisa 1 embrio lg. Yang ingin sy tanyakan bgmn peluang bayi tabung dg 1 embrio? Jujur sy takut gagal lagi. Karena sudah banyak biaya yg kami kluarkan,, belum lagi program bayi tabung ini membuat kondisi hati seperti roller coaster.
Mohon masukannya..apa saja yg perlu sy lakukan agar ivf sy yg kdua bhasil. Makanan apa saja yg hrs sy hindari. Berapa jeda waktu ivf 1 ke ivf ke 2?
Alhamdulillah ktemu web ini jd sy ga ngerasa sendiri.
Thanks utk infonya..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...

My IVF Story At LGLH Penang with Dr. Devindran – Jenny

Saya menikah pada akhir tahun 2013, 1,5 tahun pertama saya dan suami menunda mempunyai momongan. Jadi saya mulai cek kesuburan dan tes hormon kehamilan, HSG pada pertengahan tahun 2015. Dari hasil tes hormon dan HSG semuanya ok, cuman pas awal cek sel telur saya banyak yang kecil2 sehingga menstruasi berikutnya di kasih obat untuk memaksimalkan sel telur (maksimal boleh 3 kali menstruasi) kemudian setiap hari ke 12 ke dokter utk melihat ukuran sel telurnya. Sampai bulan akhir 2015, saya belum hamil dan harus rehat untuk obat tersebut. Pada saat rehat, ada teman yang menginformasikan pengobatan sin she.

Awal tahun 2016. saya dan suami juga mencoba minum ramuan sinshe kira2 2 bulan (dengan banyak pantangan yang tidak boleh di makan). Selama 2 bulan kira-kira 2 siklus menstruasi saya juga belum hamil maka saya putuskan untuk berhenti pada akhir Maret 2016, ternyata pada siklus ke 3 yng tidak minum obat sin she saya hamil untuk pertama kalinya perasaannya sangat senang sekali. 1 minggu telat menstruasi konsultasi ke dokter tetapi yang terlihat hanya ketebalan rahim, jadi di suruh balik 2 ato 3 minggu berikutnya. Pada saat konsultasi kedua, saat Dr. Handi Suryana bilang rahimnya kosong coba di transvaginal supaya lebih jelas. Hasilnya, janinnya ada di saluran tuba falopi yang kiri jadi harus digugurkan walaupun Dr. Handi S. membuat surat referensi ke Dr. Azen Salim utk USG 4 dimensi supaya lebih jelas dan hasilnya sama harus segera di gugurkan karena saya belum merasakan sakit dan baru sedikit pendarahan dan takutnya pecah saluran tuba falopinya sehingga membahayakan nyawa saya. Sore itu juga, saya ke Dr. Handi S. untuk digugurkan pakai obat terlebih dahulu, tetapi dia juga berpesan selama 1 minggu setelah suntik, jika tiba2 merasakan sakit perut yang hebat langsung ke UGD RS terdekat. Jika tidak ada apa2, minggu depan tes BHCGnya untuk melihat penurunannya.
Tetapi, 2 hari kemudian, saluran tuba falopinya pecah dan harus dioperasi. Pemulihan operasi 3 bulan, kemudian tes HSG lagi untuk melihat saluran tuba falopi yang kanan. Hasil HSG saluran tuba falopi yang kanan tersumbat juga. Dr. Handi menyarankan tiup rahim 3 kali siklus, hasilnya sih bagus semua tekanannya masuk dan tidak ada yang keluar kemudian saya dan suami minta HSG lagi hasilnya sama yg saluran tuba falopi yang kanan masih tersumbat sehingga jalan satu-satunya adalah IVF (bayi tabung).

Pada April 13, 2017, saya dan suami memutuskan untuk IVF di Penang dengan Dr. Devindran. Menurut informasi yang saya baca diinternet, sebaiknya konsultasi ke Dr. Devindran beberapa hari sebelum menstruasi jadi jika hasilnya semua ok bisa langsung mulai progam IVF-nya. Dengan membawa hasil HSG, kemudian saya melakukan tes darah dan suami analisis sperma sorenya sudah ada hasil dan dapat dilakukan suntikan Menopur 300iu. Jadi menstruasi saya datang ke cepat dari jadwalnya sehingga sebelum ke Dr. Devindran paginya saya mulai menstruasi sehingga pas sore hasilny keluar dan siklus saya terhitung pendek 26 hari, maka menstruasi hari pertama langsung mulai suntik Menopur dan makan putih telur 5-6 butir per hari. April 18, 2017 di suruh balik untuk memeriksa ukuran sel telurnya. Kemudian 2 hari lagi balik untuk diperiksa lagi, hasilnya sudah cukup besar dan di tambah 1 suntikan menahan supaya sel telurnya tidak pecah.

April 22, 2017, pengambilan OPU total yang diambil 6 sel telur dan pemakaian obat Utrogestan 100ml 3 kali sehari 2 butir. April 24, 2017, dari ke 6 sel telur yang dibuahi yang berhasil 4 embrio kemudian di transfer 2 embrio dan sisanya di simpan. ET nya tidak berasa sakit cuman nahan pipisnya yang berasa hehe.. Bed restnya cuman 2 hari sisanya dapat beraktifitas seperti biasa, tetapi saya bed rest sampai hari ke 4. Selanjutnya saya beraktifitas seperti biasa cuman tidak melakukan hal-hal yang capek cuman jalan-jalan dan nongkrong di mall. Dari hari pertama ET saya tidak merasakan apa – apa (maksudnya sakit perut bawah or kram, sedikit flek, dll). Justru saya ada sedikit fleknya di pagi hari sehari sebelum tes BHCG, sempat pesimis akan gagal IVF-nya.

Mei 6, 2017 hari yang ditunggu untuk tes BHCGnya. Setelah ambil darah nunggu hasil 2 jam dan bertemu Dr. Devindran, hasilnya saya positif hamil dengan hasil tes BHCGnya 51.1 mIU/mL. kemudian di suntik penguat janin karena hari itu juga saya balik ke Jakarta. Mei 18, 2017 saya balik konsultasi dengan Dr. Devindran tetapi paginya sebelum ke RS saya sempat ada flek-flek, sempat panik juga sesampai di RS setelah ambil no antrian langsung info suster Dr, Devindran. Menunggu giliran antrian dengan kecemsan yang sangat tinggi, setelah dokter USG, dia bilang terlihat 1 kantong janinnya dalam janin, fleknya kemungkinan kandungannya lemah karena kemarin naik pesawat jadi di suruh bed rest dan di suntik penguat janin dan 2 hari balik untuk konsultasi.
Mei 20, 2017 saya kembali ke Dr. Devindran, menurut dia ntar akan ada lagi flek-flek sedikit jadi jangan panik. Seminggu ke depan wajib bed rest dan pemakaian obatnya dan vitamin D dan kalsiumnya dilanjutkan sampai akhir trisemester pertama serta pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan di Jakarta dengan Dr. Handi Suryana. Saat ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 30, selama trisemester pertama saya hanya merasakan sedikit perasaan eneg-eneg tidak sampai muntah. Saya sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya juga. Semoga membantu dan tetap semangat ^^

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Ivf ke 2 berhasil – Hapsari

Haiii..

Sudah lama jadi silent reader disini hehhe kemarin-kemarin janji dalam hati kalo program bayi tabung ke-2 ini berhasil mau sharing disiniii…

Saya dan suami sudah 6 tahun menikah dan belum di karuniai anak,,tidak mudah perjalanan kami untuk mendapatkan keturunan sudah kami tempuh baik secara medis ataupun secara alternative tapi semuanya masih gagal..Ivf pertama saya dilakukan di rs loh guan lye,penang dengan Dr.Devindran pada tahun 2015 dan hasilnya negative:(( saya sempat terkena OHSS setelah OPU dilaksanakan tp ET tetap dilaksanakan karena saya baru tau kalo kena OHSS setelah kodisi nya semakin parah..

Saya pulang ke jakarta dengan hasil negative dan airmata yg tidak berhenti menangis karena sudah berharap banyak akan berhasil pada program bayi tabung,..rasa trauma untuk memulai lagi tentu ada,mental saya benar benar droop sehingga setiap mendengar bayi tabung saya seperti ketakutan hehehehe

Ketika saya masih larut dalam sedih,suami berusaha menghibur hati saya,,dia berkata “kita coba normal dl yah setelah ivf ini,kalo smp bulan mei 2016 kamu belum berhasil hamil juga,coba yuk kita adopsi anak” kata katanya sungguh menenangkan batin saya yang sedang hancur…

Seiring berjalan waktu..seperti orang orang tua bilang bahwa ucapan adalah doa itu adalah benar..rencana untuk mengadopsi anak benar terjadi pada bulan mei 2016 dimana saya mendapatkan info bahwa ada ibu tidak mampu mau menyerahkan anaknya untuk di adopsi..dan mungkin memang anak tersebut berjodoh dengan kami maka anak ini telah bersama kami selama 1 tahun 5 bulan dan menjadi anak penghilang sedih dan luka saya,cerianya memberi kami semangat untuk terus berjuang memperoleh keturunan dari rahim saya sendiri..

Pada september 2017 disaat saya benar benar siap memtal melakukan program bayi tabung lagi maka saya dan suami memutuskan mengikuti program bayi tabung di jakarta yaitu tepatnya di Klinik morula di BIC,jakarta dengan dokter irham suhaemi..

Kenapa ga sama dokter ivan??bunda kan identik sm Dr.ivan..pengen bgt sih cuma liat antrian nya ngga d..suami ga suka yg terlalu antri atas rekomendasi teman makan saya putuskan dengan dokter irham,dengan membawa file file kami terdahulu kami konsultasi dengan dr irham..dan karena saya dtg pada mens hari ke-2 maka saya bisa langsung di cek kondisi telur saya Dan screening test suami dan istri..hasil akan di peroleh besok dan akan di kabari oleh suster coordinator pasien apakah bisa lanjut untuk mulai suntik stimulasi telur..

Esoknya mendapat WA dr suster dahlia bahwa hasil lab oke dan saya bisa lsg untuk memulai suntikan..dosis yg di berikan puregon 150,dosis pertama diberikan secara perlahan karena saya cerita pernah punya pengalaman OHSS

kegiatan suntik memyuntik berlangsung selama kurang lebih 2 minggu..dan setelah dirasa cukup makan tindakan OPU dilaksanakan..pada saat Opu di dapat 16 telur dan yang berhasil menjadi embrio sebanyak 4 dengan kualitas 2 good dan 2 moderate di hari ke 3 setelah OPU,maka tindakan ET dilaksanakan pada hari ke-3 setelah Opu, embrio yg di masukan 2 buah yaitu kualitas good dan moderate.

Setelah tindakan ET dilaksanakan pd tgl 26 september 2017 maka 14 hari kedepan akan menjadi masa 2ww saya sampai dengan tanggal bagi raport tanggal 9 oktober 2017..selama masa 2ww saya tidak bedrest total,saya tetap melakukan aktivitas sholat serta bab dan bak kekamar mandi cuma ga ngelakuin apa apa memang jd maen maen sm anak saya dan mewarnai buku anti stress he3

4 hari sebelum penerimaan raport saya terkena OHSS dan terpaksa harus menginap di rumah sakit selama 2 hari,,tp OHSS kali ini membawa berkah hehe mungkin memang kepingin dr si adek bayi yah ketemu sama yg namanya dokter ivan sini nah jodoh banget pas di rawat pas dokter irham cuti jd dokter penggantinya dokter ivan hahah ga perlu antri tapi beliau yg dtg ke ruangan saya wkwkwk

Tanggal 9 yg di nanti nanti datang juga jam 6 pagi saya sudah ambil darah untuk cek bhcg saya di lab rs bunda,supaya hasil diterima lsg oleh dokter irham 4 jam kemudian…dan hasil yg dinanti tiba pukul 11 saya dan suami sudah ada di BIC mengambil hasil lab dan mendapatkan hasil BHCG saya di angka 130.30 dan dokter menyatakan saya positif hamil 4 minggu…tanggal 23 oktober ini akan menjadi Usg pertama kali untuk melihat kantung janin dan sekaligus hari ulang tahun saya..

Tuhan memang tidak pernah tidur,akan memberi disaat dan waktu yang paling tepat mungkin yg special di hidup saya yaitu tepat di hari ulang tahun saya nanti saya akan memdengarkan detak jatung dr bayi yg sudah kami nantikan selama 6 tahun lamanya…

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading...

Berhasil bayi tabung pertama dokter Aucky RS Siloam – Wiwik

Awal mula memutuskan ikut program bayi tabung
Perkenalkan nama saya wiwik, usia saya 33 tahun. Saya sudah menikah sejak 2007 dan baru tahun ini (2016) diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk bisa hamil dengan bantuan program bayi tabung dengan Dr.Aucky RS Siloam Surabaya pada bulan Mei 2016.
Sebelumnya sejak tahun kedua pernikahan saya sudah mulai kontrol untuk mencari informasi apakah ada masalah dengan kandungan saya, hampir semua dokter (di cilegon, bandung dan Jakarta) yang saya datangi dan dari beberapa tes yang saya lakukan bersama suami dinyatakan tidak ada masalah dengan rahim saya, produksi sel telur kecil namun masih bisa kembali normal setelah dibantu dengan obat hormone, sperma suami kurang speednya namun bisa kembali normal setelah diberi vitamin, namun belum hamil juga hingga tahun pernikahan ke 5.

Ditahun 2012-2013 saya menjalani 3 kali program inseminasi di Klinik Morula Menteng Jakarta, 2 kali dengan Dr.Taufik dan sekali dengan Dr.Ivan, namun belum berhasil dan ketika kami tanyakan apa penyebabkan jawabannya selalu sama : unexplained caused. Dan selalu di akhir program dirujuk untuk bayi tabung. Terus terang kami masih berharap untuk bisa hamil alami, dan kami juga berpikir inseminasi saja gagal, dan gak ketahuan juga masalahnya dimana, gimana kl bayi tabung nanti ya jangan2 gagal juga.

Tahun 2014 saya pindah haluan berobat ke dokter cina di daerah pluit muara karang, metodenya menggunakan suhu tubuh, fertitest dan obat ramuan cina, disana kami akan dipandu dengan jadwal2 masa subur, kapan harus mulai pake fertitest dan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan dll, setiap hari kami laporkan hasil ukur suhu dan hasil fertitest via bbm. Setelah menjalani 5 bulan program, mens saya jadi lebih teratur 29-30 hari (sebelumnya 25-35 hari), sempat telat 10 hari tapi blm hamil juga. Kami berhenti ikut program karena ritme kerja saya yang meningkat sehingga agak sulit menepati jadwal2nya.

Tahun 2015 kami putuskan untuk menjalani program bayi tabung di kota kelahiran kami Surabaya tercinta, atas hasil browsing dan rekomendasi sodara dan teman2 kami langsung datang ke Dr.Aucky Hinting (dokter yang menangani bayi tabung inul daratista dan sangat terkenal di sby) di bulan maret, dokternya irit komunikasi, mungkin karena pasiennya sangat banyak, singkatnya setelah membaca beberapa hasil tes kami terdahulu, beliau langsung menyarankan bayi tabung dan memberi surat pengantar untuk tes persiapan program di hari ke 3-4 mens dan diberi estimasi biaya sekitar 40-50juta tergantung kondisi nanti.
Karena tidak mendapat penjelasan yang cukup, besoknya kita coba cari second opinion ke Dr.Samsulhadi (di sby terkenal juga dengan keberhasilan bayi tabungnya, praktek di ngagel jaya dan graham amerta).
Dokternya sangat kominikatif dan sabar menjawab semua pertanyaan kami, beliau mulai menjelaskan :
Kenapa semua dokter menyarankan kami utuk langsung program bayi tabung, karena :
Kami tidak ada riwayat kelainan dan rahim sehat, tapi 3 kali inseminasi gagal, salah satu kemungkinan adalah ada masalah di tuba falopi, yang mana hanya bisa dilihat melalui operasi laparoskopi yang memakan waktu dan biayanya 10 juta (jika tidak ada tindakan lanjutan), jika hasilnya ditemukan ada masalah, ada dua jalan :
A. masalah yang bisa diperbaiki saat itu juga, perkiraan biaya tambah 10 juta. Setelah masalah selesai butuh waktu untuk pemulihan dan treatment sampai akhirnya bisa hamil alami atau inseminasi lagi.
B. masalah yang tidak bisa diperbaiki, tidak ada jalan lain kecuali bayi tabung
Jika tidak ditemukan masalah akan butuh waktu untuk observasi dan treatment untuk hamil alami atau pake bantuan inseminasi lagi yang prosentase keberhasilannya kecil dan makan waktu lagi, maksimal 3 kali inseminasi lg blm berhasil juga, ujung-ujungnya ya pilihan terakhir bayi tabung.
Sedangkan Program bayi tabung tidak membutuhkan organ tuba falopi karena proses tersebut digantikan dengan bantuan manusia, mengingat usia kami sudah diatas 30 thn, that’s why dokter biasanya langsung by pass menyarankan bayi tabung, karena lebih hemat waktu dan biaya. Kalo di tempat Dr.Samsul beliau menjelaskan kisaran biaya bayi tabung 50 jt
Dari penjelasan panjang lebar tersebut maka kami menetapkan hati untuk bertekad melaksanakan bayi tabung. Berhubung estimasi biaya batab di Dr.Aucky lebih murah dibandingkan di Dr.Samsul hehehe maka kami memutuskan untuk bayi tabung di Dr.Aucky.

Proses Program bayi tabung
30 April 2015 : datanglah yang ditunggu tunggu yaitu mens… hahaha baru kali ini kita nunggu-nunggu mens cepet datang, biasanya berharap dia gak datang.. hehehe segera telpon ke Dr.Aucky (yang angkat susternya sih biasanya) untuk buat janji ketemu tanggal 2 Mei’15 (hari kedua mens).
2 Mei 2015 : jam 8 pagi datang ke Siloam (pintu masuk Siloam belok kanan mentok, belok kiri dikit di kanan jalan ada pintu bertuliskan Dr.Aucky hinting, disitulah tempat prakteknya). Datang langsung lapor ke suster sambil bawa pengantar cek darah dll yang pernah Dr.Aucky kasih pas kedatangan pertama kita Maret lalu, kemudian tunggu dipanggil.

Gak lama nama suami kita dipanggil dan kita langsung diminta test darah ke lab siloam, nanti diantar kok sama susternya. Saya dan suami diambil darah (tanpa puasa) – kira2 diambil 4 tabung kecil gitu.
Setelah ambil darah balik lg ke suster dr.aucky, nunggu giliran USG dan ambil sperma suami. Akhirnya USG sekitar jam 10, ambil sperma sekitar jam 11.00, jam 14.00 hasil tes lab sdh keluar, lanjut konsul dengn Dr.Hamdani (Tim Dr.Aucky juga), disuruh ttd surat pernyataan untuk ikut program batab dan dikasih resep vitamin untuk suami plus obat suntik untuk saya untuk s.d tgl 6 mei. Pasien bisa pilih mau disuntikkan suster tiap hari atau mau suntik sendiri tapi diajari dulu sama susternya sampai kita bisa suntikkan sendiri. Waktu itu saya pilih suntik sendiri karna saya kerja dan malas bolak-balik ke RS. Suntiknya di perut di bawah pusar agak samping kanan atau kiri bergantian tiap hari.
Hari ini total biaya sekitar 13 juta. Oh ya untuk di Dr.aucky bayarnya di susternya, kita gak bisa pake kartu kredit hanya bisa transfer dan cash (tapi boleh bayar mundur smp kedatangan selanjutnya heheheh). kl untuk test lab bayarnya di kasir lab bisa cash/kredit

7 Mei 2015 : balik ke Siloam pagi jam 08.00, istri tes darah lengkap + USG terus pulang dulu, jam 18.00 balik lagi untuk konsul Dr.Aucky, hasilnya hormone saya kurang bagus, telur belum berkembang sehingga harus ditambah dosis untuk obat suntinya + obat suntik anti pecah telor dan tunggu 3 hari lagi (suntiknya jadi tiap hari kanan kiiri oke, maknyuss). sedih tapi tetap semangat. Total biaya hari ini sekitar 11 juta.

11 Mei 2015 : pagi jam 08.00 ke siloam untuk ambil darah istri (tapi kali ini ambil darah denagn suster dr.aucky, bukan di lab) plus antri USG, hasilnya berkembang 5 telor, 1 saja yang besar, yang 4 kecil2 dan rahim bersih. Alhamdulillah Hasil tes darah menunjukkan hormone sudah sesuai yang diharapkan dan siap untuk diambil telornya tanggal 13 mei nanti. Istri diberi obat suntik pecah telor di pantat (suster yang suntikin). Total Biaya hari ini sekitar 1,5 juta.

12 Mei 2015 : Puasa makan minum mulai jam 23.00 untuk persiapan OPU (Ovum Pick Up) besok. Hari ini bebas suntik, lumayan…

13 Mei 2015 : Jam 07.00 stand by di Siloam, daftar dulu ke lobby depan, bilang aja mau OPU, nanti kita dikasih gelang rumah sakit. Kemudian tunggu giliran di ruang Dr.Aucky, lapor dulu ke susternya kl sdh daftar di lobby. Jam 07.30 mulailah proses OPU, kita masuk ke ruangan khusus, ganti pake baju RS yang semriwing, baring di kasur dikasih infuse dan obat pengurang rasa sakit yang dimasukkin dari dubur, rasanya bikin mules gak ketulungan tapi cuma sekitar 3 menitan terus ilang. Kalo disini OPU kita gak dibius jadi rasanya aduhai banget, kayak disuntik tapi didalam perut. Sebenernya kita bisa liat semua prosesnya lewat monitor USG, tapi karena saya sudah bingung kesakitan sendiri, jadi saja lebih banyak pejamkan mata untuk nahan sakit sambil banyak berdoa. Untung prosesnya gak lama sekitar 10 menitan. Alhamdulillah hasilnya ada 7 telor yang diambil. Setelah OPU kita disuruh berbaring dulu sampai infusenya habis dan sampai kondisi kita sudah mulai stabil (tidak pusing dan tidak mual) baru boleh langsung pulang. Biasanya pas kita lg proses OPU, suami kita diambil sperma, dan akan dipanggil oleh suster untuk menyelesaikan biaya paket proses bayi tabung (tindakan dan obat mulai OPU s.d ET ). Biayanya 16,5jt-19 jt, tergantung kondisi sperma katanya. Waktu itu saya kena biaya yang 19 jt (bisa cash/transfer/ nyicil sampai jadwal ET hehehe).
Untuk jadwal kapan kita melakukan ET akan diberitahu by phone tgl 15 Mei (estimasi jadwal ET 16-18 Mei), atau bisa telpon ke tempat Dr.Aucky sekitar jam 12.00, karena jadwal ET tergantung dari kesiapan embrio kita. Untuk selama masa menunggu sebenarnya dokter tidak memberikan saran2 khusus, tapi waktu itu saya putuskan untuk libur kerja dan bedrest dirumah.

15 Mei 2015 : karna gak sabar jam 10.30 saya sudah telpon ke Siloam untuk Tanya Jadwal ET, dan jadwalnya adalah tanggal 18 Mei jam 6.30 harus da sampai Siloam (tanpa harus puasa malam sebelumnya) dan bawa air putih min 600ml, saat itu usia embrio saya sdh 5 hari dan saya pernah di kasih info oleh ibu yang lagi program batab kedua (kenalan pas nunggu jadwal priksa), kl ditanam dihari ke 5 itu janin sdh matang, kemungkinan berhasil tingggi, tapi biasanya tidak ada simpanan, oh ya katanya lagi ada baiknya kta bawa cadangan pakaian ganti dan handuk kecil (untuk jaga2 kl baju dan rambut basah kena pipis karena kita harus bedrest sekitas 6 jam gak boleh turun kasur dan pake pampers).

17 Mei 2015 : tragedy terjadi, saya kena diare parah, seharian bisa smp 15 kali, akhirnya malam harinya saya ke UGD RS terdekat, Cuma dikasih obat ringan karna saya bilang kl mau tanam embrio besoknya, sambil terus berdoa biar mampet dan tidak menganggu jadwal besok, sempet lemes dan sedih .. takut besok gak mampet terus gimana dong sia2 lah kl bsk gak jadi ditanam.. dan ternyata sampai jam 2 malam saya masih diare… sabaaarrr..

18 Mei 2015 : baru bisa tidur jam 2 pagi jam 4 bangun lagi dan ternyata masih diare, tapi saya tetep nekat untuk datang ke siloam dan menjalankan ET. Jam 6.45 sampai siloam, daftar ke kasir lobby bilang aja mau ET, setelah dikasih gelang terus tunggu di ruang tunggu Dr.Aucky, jam 07.00 suster bagian pendaftaran sdh dtg, lgs saya lapor kl saya diare, kata susternya proses ET hanya sekitar 10-15 menit kl saya bisa nahan maka lanjut, saya bilang saya bisa tahan. Dan Alhamdulillah hasrat diare saya benar2 hilang seketika, Allah masih memberi saya kesempatan untuk melanjutkan progam batab ini. Jam &.30 saya mulai habiskan minuman saya yang 600ml dan jam 8.15 saya dipanggil untuk masuk ruang operasi. Seperti waktu OPU, saya ganti pake baju RS dan nunggu giliran di dalam sambil dijelaskan bahwa karena sperma suami yang bagus hanya 6, maka dari 7 telor yang diambil hanya 6 yang diinjeksi sperma, dan dari 6, hanya 3 yang sudah siap untuk ditanam, yang 3 lagi ditunggu sampai besok, jika tumbuh akan disimpan, dan jika mati akan dibuang dan artinya saya gak punya simpanan frozen embrio, its okey bismillah semoga dari 3 yang ditanam minimal salah satu bisa jadi rejeki saya amminn. Setelah tiba giliran kita baring di bed khusus lalu dimulailah proses ET, dipasang alat tensi dan USG perut, tidak sesakit waktu OPU, saya sedikit nyeri waktu memasukkan alatnya, dari layar USG kita ditunjukkan embrio kita masuk ke rahim, dan tampaklah titik2 putih sebanyak 3 biji berkedip-kedip di dekat dinding rahim, subhanallah, itulah bakal janin kita kata dokternya. Nempel yang cantik di rahim bunda ya nak ammmiinn..

Setelah proses ET, kita dipakekan pampers dan dipindah ke bed untuk di bawa ke kamar RS, dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki selama kurang lebih 6 jam berarti jam 8.30-14.30. Suami dan ibu mertua setia menungguku. Selama 6 jam kita disarankan untuk tidak turun dari bed dan tidak banyak gerak kecuali terpaksa jika sampai 2 jam gak bisa pipis, kl bisa ya biarkan di pampers saja, awalnya agak susah tapi pipis yang kedua Alhamdulillah lancer dan buanyak banget hehehe.. Oh ya untuk kamar kita gak boleh menginap, hanya maksimal smp 8 jam atau sampai diperbolehkan pulang, dan dipilihkan dari RS, ada yang sekamar 3 orang ada yang 5 orang tapi semua khusus pasien kandungan. Saya kebetulan dpt jatah yang sekamar 5 orang biayanya sama 190rb dapat makan siang untuk pasien aja. Resep obat tiap orang berbeda disesuaikan dengan kondisinya, wktu itu saya dpt obat penguat dengan suntik di pantat 2 jam setelah ET, tapi teman sebelah kamar dpt obat yang dimasukkan vagina dan dilakukan di rumah setelah pulang nanti. Saya sempet miring ke kiri 2 kali karna punggung saya sakit banget nahan dengan posisi seperti itu, tapi tetep semangat…
Oh ya teman sekamar saya ada yang gak bisa pipis sampai 2 jam dan akhirnya turun dari bed, bahkan sampai 3 kali turun, suster sdh mengingatkan tapi karna perutnya sakit jadi ya dia turun, sampai saya pulang pun dia belum bisa pipis, kasihan juga. Oh ya teman saya ini belum berhasil program batabnya, jadi saya sarankan sebisa mungkin jangan turun, walaupun kata dokter itu tidak berhubungan langsung dengan kegagalan, tapi ada baiknya kita berusaha untuk yang terbaik jika memungkinkan.

Jam 15.00 tet saya suruh suami saya panggil suster untuk menanyakan apakah sdh boleh pulang karna punggung saya sakit buanget.. ternyata boleh, suster lalu dating menyuruh saya untuk bangun perlahan, dr posiisi tidur, miring dulu, duduk, kl gak pusing baru berdiri.. Alhamdulillah saya gak pusing sama sekali (da ketutup sama rasa sakit punggung kayaknya heheh) saya lalu ganti baju di kamar mandi dalam kamar sementara suami saya disarankan oleh teman sebelah untuk pinjam kursi roda untuk saya, supaya tidak terlalu banyak gerak jalan. Untu biaya kamar bayarnya di lobby depan 190rb dan bayar biaya suntik penguat (prgenyl) 150rb + by registrasi 30rb di suster dr.aucky (semua sdh diurus suami saya sebelum kita pulang ), jd total biaya hr ini 270rb.
Oh ya waktu itu saya minta dibuatkan surrat istirahat sampai dengan tanggal pengumuman hasil batab 10 hari kedepan ( dr 18-28 mei). Sebenarnya selama 10 hari itu dokter hanya menyarankan untuk mengurangi aktivitas fisik, tidak melakukan perjalanan jauh dan tidak naik turun tangga, namun saya putuskan untuk bedrest total di rumah. Saya cuma bangun dari kasur untuk pipis, mandi dan makan, selebihnya banyak diatas kasur.
Untuk jadwal selanjutnya adalah suntik penguat di tanggal 21 dan 24 Juni di tempat Dr.Aucky jam 08.00 biaya per suntik 180rb.

Tanggal 19 mei saya telpon Siloam untuk menanyakan nasib 3 embrio saya yang tersisa, ternyata belum rejeki ketiganya mati sehingga saya tidak punya simpanan frozen embrio.. sedih tapi pasrah.
Oh ya untuk keluhan selama 10 hari itu yang saya rasakan hanya keputihan dan berasa seperti nyeri mau haid (sempet bikin sedih dan gerogi takut gagal dan mens) selain itu perut kembung sepanjang waktu, saya laporkan ke suster untuk keputihan dan nyeri seperti mau haids itu adalah gejala normal (selama keputihannya tidak berbau dan nyeri haid tidak berlanjut keluar flek) dan untuk perut kembung beberapa orang bereaksi seperti itu terhadap obat penguat yang diberikan, selama tidak menimbulkan sesak nafas tidak berbahaya, dan biasanya itu salah satu tanda bahwa embrio berhasil menempel ke rahim..ammiinn…

28 Mei 2015 : hari pengumuman, pagi jam 7.30 kita cek darah di suster dr.Aucky, setelah itu bisa puoang dulu kareena konsultasi dokter br bisa dilakukan jam 18.00 dan untuk hasil tes darah bisa ditanyakan via telfon sekitar jam 12.00. Karena gak tahan pengen tau jam 11.30 saya sdh telpon ke siloam, dan hasilnya bHCG : 217,92, progesterone >80, kata suster itu artinya hamil, Alhamdulillah,,, Jam 18.00 ketemu dengan dr.Aucky dan dengan singkat beliau bilang selamat anda hamil, tapi harus tetep dijaga, dan diberi pengantar untuk tes virus tanggal 11 Juni 2015, serta USG pertama tanggal 17 Juni 2015. selama itu saya diberi obat penguat untuk diminum (utrogestron 100gr) dan vitamin (promavit) diminum 2 kali sehari. Prut masih kondisi kembung, dan kata dokter kl tidak sesak nafas dinikmati saja aseeekk.. Besoknya saya sdh mulai kerja seperti biasa, hanya bawa makanan sendiri di rumah dan bawa masker kemana-mana dan sebisa mungkin saya menghindari keramain dan asap rokok. Oh ya, hari ini total biaya sekitar 1,2 juta,-

11 Juni 2015 : jam 08.00 langsung ke Lab RS siloam untuk ambil darah (tanpa puasa malam sebelumnya), setelah itu boleh langsung pulang, hasilnya akan langsung dijelaskan oleh dr.aucky waktu jadwal USG tanggal 17 nanti. Biayanya sekitar 2,3jt,- langsung bayar di kasir Lab.

17 Juni 2015 : hari pertama USG sdh gak sabar, jam 08.00 sdh sampai Siloam, daftar ke suster, eh ternyata dokternya ada tamu jadi jam 10.00 baru USG, kali ini USGnya dari perut (Alhamdulillah gak lagi merasakan nyeri USG transvaginal) sebelum USG kita disuruh minum yang banyak dan tahan pipis. Alhamdulillah hasilnya 1 telor menempel dan berkembang sehat dan sdh terlihat bakal janin kata dokternya (walaupun yang saya lihat cuma bulatan hitam keputihan dengan titik hitam ditengahnya hehehe).. Alhamdulillah Ya Allah

Note : Realisasi Total Biaya Bayi Tabung sekitar 50jt (belum termasuk biaya persalinan dan cek kehamilan)

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.75 out of 5)
Loading...

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami – Alisya

Bagi calon ayah-bunda yang ingin atau sedang menjalani proses bayi tabung, saya ingin berbagi pengalaman keberhasilan kami.
Saya melakukan upaya bayi tabung pada tahun 2014 di Surabaya dibantu oleh dr Aucky Ginting beserta timnya. Kami memperoleh bayi kembar, dua laki2 alhamdulillah.
Kondisi media saya saat itu adalah PCOS dan gerak sperma suami yang kurang bagus (lebih banyak yang lambat).

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami adalah:

1. Memilih dokter dan rumah sakit yang sreg di hati. Ini krusial sekali karena rasa percaya kepada tim dokter akan berpengaruh pada kenyamanan hati saat menjalani proses IVF yang naik turun seperti roller coaster, bahkan kadang bungee jumping. Kalau sejak awal sudah tidak sreg dengan tim dokter, selanjutnya bakalan tidak nyaman menjalani prosedur ivf. Ini saya alami sendiri. Sebelumnya kami pernah ditangani tim dokter yang kurang sreg di hati untuk inseminasi, dan gagal. Lalu saat bertemu tim dokter yang sekarang, rasanya hati lebih lapang dan tenang menjalani proses berliku IVF, dan alhamdulillah berhasil.

2. Persiapan fisik. Saya rutin melakukan yoga sebulan sebelum menjalani prosedur IVF. Selain merasa lebih bugar, yoga juga membantu menambah ketenangan batin.

3. Persiapan pikiran. Saya beruntung menemukan hypnofertility dari bidankita. Saya dengarkan cd nya sehari-hari dan kira2 sebulan sebelum IVF dan saat IVF, saya semakin intens mendengarkan hypnofertility. Sehari bisa dua kali.

4. Ketenangan pikiran juga berasal dari mata dan telinga. Sebelum dan saat menjalani IVF saya sangat selektif dengan acara TV yang ada di rumah sekaligus bacaan saya. Dua acara yang saya banned total adalah acara berita (karena lebih banyak bad news dan kriminal nya), sinetron lokal dan mancanegara (selain, maaf, banyak yang ga bermutu juga back sound nya bikin tegang). Ibu saya sampai mengalah tidak nonton drama india kesayangannya hihihi. Begitu pula bacaan. Saya stop membaca koran, kanal berita, bahkan FB saya deactivated juga. Yang saya tonton sehari2 adalah tayangan yang menghibur seperti Upin Ipin hehehe dan membaca komik lucu2 seperti Shinchan dan Hai Miiko haha.

5. Saya juga mencoba akupunktur, kira2 sebulan sebelum IVF.

6. Saat menjalani prosedur IVF, saya memilih untuk berlangganan katering sehat, dan minum banyak2 air putih HANGAT.

7. Saat dan sampai dengan 2 minggu sesudah proses embryo transfer, saya hampir setiap saat memakai kaos kaki untuk menjaga agar kaki saya tidak dingin. Kalau telapak kaki kita hangat, uterus juga hangat, yang akan membuat embrio merasa betah. Katanya begitu…

8. Pada hari ketiga seelah embryo transfer, saya memakan nanas. Bisa dibaca disini ya… http://withgreatexpectation.com/ivf/three-days-post-transfer-plus-whats-the-deal-with-pineapple/

9. Dan tentunya banyak2 berdoa dan minta doa pada orang2 terdekat. Juga minta2 maaf pada orang2 di sekitar siapa tahu pernah saya sakiti tanpa sengaja atau sengaja.

10. Ini agak ekstrim sih…tapi bagi saya yang gampang terpengaruh sepertinya membantu. Saya sebisa mungkin menghindari obrolan tentang ivf dengan sesama pasien ivf. Bukan apa2, tapi karena itu tadi, saya orangnya gampang kepikiran haha…kalau nanti tahu telur orang lebih banyak dari saya, saya down. Atau kalau tahu riwayat prang yang sebelumnya pernah gagal, pasti akan kebawa pikirian juga sama saya. Jadi mendingan saya sibukkan diri dengan buku atau hp saat antri menunggu giliran di RS untuk menghindari perbincangan yang mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Mudah2an sharing ini ada manfaatnya. Semoga berhasil ya. Semangattt!!

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.60 out of 5)
Loading...