Category Archives: Tuba fallopi bermasalah

Permasalahan di salura/tuba fallopi

Pengalaman bayi tabung setelah kedua saluran tuba di angkat – Ferda

Mohon maaf jika ceritanya akan panjang.
Perkenalkan nama saya Ferda saat ini usia saya 27 tahun dan suami 40 tahun.
saya tinggal di kota bandung saya ingin berbagi pengalaman mengikuti ivf atau bayi tabung.
saya mengikuti program bayi tabung di tahun ke 7 pernikahan saya ( th 2018 )
pada th 2014 di th ke 3 pernikahan, saya KET atau hamil diluar kandungan tepatnya di saluran tuba sebelah kanan kemudian saya di laparotomi dan di angkat saluran tuba kanan.
th 2015 saya kembali memeriksakan diri kemudian dokter bilang saya ada kista 4.6cm di indung telur kanan dan disarankan operasi untuk di angkat kistanya serta saya melakukan pemeriksaan hsg untuk melihat keadaan saluran tuba kiri. singkatnya hasil hsg saluran tuba kiri saya hidrosalping dan saya kemudian operasi laparotomi lagi angkat kista serta di bersihkan hidrosalping kiri nya . dokter blg kemungkinan bs hamil setelah di bersihkan.
sampai 2017 blm hamil jg . akhirnya saya dan suami memutuskan untuk ikut program bayi tabung. dan saya ke dokter Tono Djuwantono di RS.Limijati bandung.
dokter blg tuba kiri saya harus di angkat saya ikuti saja saran dokter dr pada saya KET lg katanya . akhirnya november 2017 saya operasi laparoskopi angkat tuba kiri saya fikir untuk apa jg di pertahankan jika memang sudah tidak berfungsi dg baik dan jg hidrosalping saya itu akan mengganggu program bayi tabung jika tidak di buang kata dokter bs kemungkinan gagal bayi tabungnya.
tibalah jadwal saya bayi tabung dibulan april dg dokter tono dan saya memilih long protokol ( sebelumnya di jelaskan sama dokter tono bedanya short dan long protokol pada program bayi tabung ).

mens tgl 10 april 2018
Tanggal 30 April ( hari ke 21 mens ) jam 9 pagi suntikan pertama nama obat Buserellin dosis 0.5cc . setiap hari di jam yg sama obat dan dosis sama sampai tgl 19 mei .
tgl 20 mei dimulai suntikan Fsh 150iu dan buserellin 0.2cc ( saya mens di mei tgl 14 mei ) pada saat suntik fsh dosis buserellim nya diturunkan jd ada 2 suntikan mulai tgl 20 ini s.d tgl 31 di jam yg sama jam 9 pagi.
tgl 31 saya suntik ovidrel ( pemecah telur )jam 8 malam.
tgl 1 juni bebas dr suntikan2 dan persiapan diri istirahat untuk jadwal opu ( ovum pick up )
tgl 2 juni opu pukul 08.20 pagi hasilnya di dapatkan 21 telur.
saat plg di resepkan obat :
1. utrogestan 2×400 ( yg di masukan lewat miss v )
2.utrogestan 2×100 ( obat oral )
3.progynova 3x2mg ( obat oral )

saya di jadwalkan Embrio transfer tgl 7 juni hari ke 5 after opu .
pagi datang jam 7 ketemu embriologis dan di jelaskan dr 21 telur yg jd embrio 16 dan pada hari ke 5 embrio tersebut di dapatkan 6 embrio kualitas blastocyst excellent sisanya di buang.
saat embrio transfer prosedur sama seperti yg lain persiapan minum yg banyak dan tahan pipis. saat ET dokter mentransfer 3 embrio saya ke rahim pukul 08.00.
3 embiro lainnya di bekukan.
setelah embrio transfer saya tidak boleh bangun selama 1 jam
setelah 1 jam boleh pipis di pispot kemudian saya di bawa ke ruangan rawat inap saya tidak boleh bangun sampai 6 jam pipis hrs di pispot .
saya di rawat selama 1 hr besoknya dah plg jam 11 siang.
di resepkan obat :
1. utrogestan 2x400mg ( via miss v )
2. utrogestan 2x100mg ( oral )
3. progynova 3x2mg ( oral )
4. caberlin 1×0.2mg ( oral )
5. proluton depot 1 ampul tiap 4hr suntik di pantat.
tibalah saat2 menunggu hasil yg sudah di jadwalkan tgl 18 juni cek darah bhcg.
hasil cek darah bhcg saya 347,15 Alhamdulillah dinyatakan positif hamil dan di jadwalkan usg tgl 2 juli.
pd tgl 2 juli di usg ada 1 janin dan jantungnya sudah berdetak kemudian setiap 2 minggu sekali saya kontrol.
penjelasan dokter saat ini usia kandungan saya sudah memasuki usia 16 minggu 3 hr. Alhamdulillah semua baik2 saja di minggu ke 17 ( tgl 10 september ) saya akan kontrol lg.
itu pengalaman saya mengikuti bayi tabung. sekiranya ada teman2 yg ingin bertanya dg senang hati saya akan memberi informasi mengenai bayi tabung di RS. tempat saya program. saat saya program pun ada kendala ohss dan bolak balik rs karena drop tidak saya ceritakan detail panjang soalnya hehe.
terima kasih atas waktunya mohon doanya kehamilan saya lancar sampai melahirkan.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.67 out of 5)
Loading...

Berhasil Hamil setelah 8 Tahun Menunggu melalui IVF – Reiza

Saya menjalani program IVF pertama kali 2 tahun yang lalu. Di Morula IVF Bunda. Awalnya saya dan suami mengikuti program IVF karena setelah menjalani LO, dokter memberitahu kami kalo kami tidak bisa memiliki anak secara alami diakibatkan kedua tuba saya sudah Non-Patent.

IVF Pertama saya mengikuti program short protocol, setelah hari ke 2 Mens, saya dan suami langsung setuju mengikuti program IVF setelah sebelumnya melakukan screening saya dan suami.

Setelah drama suntik menyuntik (waktu itu kami putuskan untuk melakukan suntik sendiri di rumah dibanding bolak-balik rumah dan RS yang memakan waktu dan tenaga. Akibatnya karena gak biasa suntik, perut banyak biru-biru.

Tiba saatnya pengambilan telur / OPU. Kala itu saya mendapatkan 11 Telur dan 10 Oocyte. Puji Tuhan, saya dan suami merasa lega bisa mendapatkan telur sebanyak itu meskipun 1 indung telur saya sudah diangkat.

Dari 10 Oocyte setelah dilakukan metode ICSI tibalah saatnya bertemu dengan embriologist. Dari hasil ICSI ternyata embrio yang dihasilkan cm menghasilkan 2 embrio : 1 Good & 1 Moderate yang bisa di ET. 🙁

Dan saat D3 ET (hari ke 3) langsung kami putuskan memasukan 2 embrio tersebut. Saya dan suami sempat menangis bersama saat melihat 2 titik kecil dimasukan kedalam rahim. Disaat itulah dimulailnya 2 minggu yang penuh perjuangan.

Singkat cerita setelah 2WW, saat pengambilan rapor. Suster mengabarkan bahwa hasil BHCG saya dibawah 1 alias tidak berhasil. KECEWA? Sudah pasti! saya dan suami langsung mematikan HP Kami dan kami putuskan langsung pergi keluar kota beberapa hari untuk menenangkan diri.

Setelah IVF Pertama saya memutuskan untuk menunda dulu memikirkan soal kehamilan. Kami enjoy saat-saat berdua, makan enak dan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi.

Baru di awal tahun ini suami saya memberikan pertanyaan kepada saya : Kita mulai lagi yuk IVF. Mengingat umur saya sudah 31 dan Suami 34 kami putuskan mencoba lagi IVF yang ke2 dengan ekpektasi minimum.

Hari ke 2 Mens saya kembali datang ke Morula IVF Bunda, dengan Dr Arie Polim. Namun kunjungan pertama belum berjodoh karena ternyata hormon saya cukup tinggi dan belum bisa mengikuti program.

Selama 1 bulan saya mulai memperbaiki pola hidup, minum juice dan makan sehat. Suami jg memulai pola hidup sehat, dan minum vitamin untuk kesehatan sperma (Starfer) yang diresepkan oleh Dr Arie.

Tibalah hari ke 2 Mens bulan berikutnya dan saya dan suami sudah memenuhi syarat untuk melakukan program IVF kami ke 2.

Diprogram kali ini kami memutuskan untuk suntik di rumah sakit via Suster. (pengalaman suntik sendiri jadi biru-biru) hehehe.
Dimulailah suntik gabungan Gonal dan pregoferis selama 8x dengan drama mengantri suntik tiap 2 hari sekali.

Tibalah saatnya untuk OPU, didapati kali ini hanya 11 telur (sama dengan IVF Pertama) tetapi hanya 8 yang oocyte. (tetap bersyukur meskipun agak kuatir jumlah oocyte semakin sedikit).

Setelah OPU, saat paling mendebarkan adalah menunggu SMS dari suster untuk appoinment dengan embriologist mengenai keberadaan Embrio kami setelah menjalani proses IMSI untuk bisa di ET.

Tibalah saat bertemu dengan embriologist kami. Dari 8 yang oocyte yang bertahan hanya 3 telur dengan (puji Tuhan) kualitasnya good. Embriologist kami menyarankan untuk menunggu hingga D5 (sampai fase blastosyst) karena minimum 3 embrio good untuk bisa mencapai fase tersebut. Meskipun embriologist menyarankan D5 ET tapi kualitas embrio bisa juga turun dari Good bisa jadi poor.

Kami memutuskan untuk D5 ET setelah pengalaman kami di iVF Pertama. Nothing to lose kami pikir. Dr Arie pun sudah menyetujui untuk D5 Embrio Transfer.

D5 kami bertemu dengan embriologist dan puji Tuhan embriologist kami bilang kalo embrio kami berkembang ketahap blastocyst dengan kualitas 1 Excellent (expand blastocyst) dan 2 good (Blastocyt).

Karena D5 kami cukup bagus kualitasnya, Dr Arie memutuskan hanya memasukan 1 embrio D5 Excellent (katanya sih kalo kembar resikonya lebih besar). Yah kami nurut aja kata dokter, karena kehamilan tunggal pun kami sudah sangat bersyukur mengingat penantian kami sudah cukup lama.

ET D5 sekali lagi kami berdoa supaya embrio tersebut bisa menempel sempurna. Jujur, ada perasaan trauma karena kegagalan IVF pertama. Kami pasrah saja dan menjalani 2WW dengan lebih santai. (Makan telur sewajarnya dan berusaha gak stress meskipun 2 minggu terasa lama)

Sempat di hari ke 12 pada masa 2WW sempet terjadi flek berwarna coklat di tissue setelah buang air kecil. Namun kami gak mau GE ER mengingat IVF Pertama juga ada flek pink dan kami keburu GE ER kalo itu implantasi embrio.

Tibalah akhir dari 2WW. Malam sebelum cek darah untuk tes BHCG, malam-malam suami iseng untuk tes kehamilan urin. Hasilnya?? NEGATIVE. Alhasil kita berdua gak bisa tidur dan jadi kepikiran.

Bangun pagi dengan perasaan super cape karena gak bisa tidur nyenyak, kami langsung menuju Morula untuk cek darah BHCG. Setelah itu kami pulang sambil menunggu SMS dari suster. Jujur kami pasrah. Kalopun gak jadi ya sudah kita mulai lagi dari awal. Karena masih ada 2 D5 Embrio GOOD kami yang di freeze

Jam 12 siang, suster kok gak sms, saya sempat ketiduran. Suami aja yang masih nonton di sofa. Sampai jam stg 2 belum dikabari, suami inisiatif SMS suster. Dan jam 2 Suster SMS mengabari selamat Pak. Suami saya sempet bertanya, selamat kenapa sus? Suster akhirya mengirimkan hasil BHCG saya yang Puji Tuhan diatas 200 yang artinya saya HAMIL. Suami langsung nangis terharu dan membangunkan saya yang sudah pulas. Sayapun sempet berpikir wah suami nangis, GAGAL Lagi nih. Tetapi setelah sepenuhnya sadar, baru saya menyedari kalo saya beneran hamil. PUJI TUHAN

Sekarang usia kandungan saya sudah mencapai 8 minggu dan baru kemarin kami cek detak jantung si dede. Puji Tuhan semua sesuai harapan, dan kami terus berdoa dan tetap menjaga kehamilan ini dengan sukacita. 

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

My IVF Story At LGLH Penang with Dr. Devindran – Jenny

Saya menikah pada akhir tahun 2013, 1,5 tahun pertama saya dan suami menunda mempunyai momongan. Jadi saya mulai cek kesuburan dan tes hormon kehamilan, HSG pada pertengahan tahun 2015. Dari hasil tes hormon dan HSG semuanya ok, cuman pas awal cek sel telur saya banyak yang kecil2 sehingga menstruasi berikutnya di kasih obat untuk memaksimalkan sel telur (maksimal boleh 3 kali menstruasi) kemudian setiap hari ke 12 ke dokter utk melihat ukuran sel telurnya. Sampai bulan akhir 2015, saya belum hamil dan harus rehat untuk obat tersebut. Pada saat rehat, ada teman yang menginformasikan pengobatan sin she.

Awal tahun 2016. saya dan suami juga mencoba minum ramuan sinshe kira2 2 bulan (dengan banyak pantangan yang tidak boleh di makan). Selama 2 bulan kira-kira 2 siklus menstruasi saya juga belum hamil maka saya putuskan untuk berhenti pada akhir Maret 2016, ternyata pada siklus ke 3 yng tidak minum obat sin she saya hamil untuk pertama kalinya perasaannya sangat senang sekali. 1 minggu telat menstruasi konsultasi ke dokter tetapi yang terlihat hanya ketebalan rahim, jadi di suruh balik 2 ato 3 minggu berikutnya. Pada saat konsultasi kedua, saat Dr. Handi Suryana bilang rahimnya kosong coba di transvaginal supaya lebih jelas. Hasilnya, janinnya ada di saluran tuba falopi yang kiri jadi harus digugurkan walaupun Dr. Handi S. membuat surat referensi ke Dr. Azen Salim utk USG 4 dimensi supaya lebih jelas dan hasilnya sama harus segera di gugurkan karena saya belum merasakan sakit dan baru sedikit pendarahan dan takutnya pecah saluran tuba falopinya sehingga membahayakan nyawa saya. Sore itu juga, saya ke Dr. Handi S. untuk digugurkan pakai obat terlebih dahulu, tetapi dia juga berpesan selama 1 minggu setelah suntik, jika tiba2 merasakan sakit perut yang hebat langsung ke UGD RS terdekat. Jika tidak ada apa2, minggu depan tes BHCGnya untuk melihat penurunannya.
Tetapi, 2 hari kemudian, saluran tuba falopinya pecah dan harus dioperasi. Pemulihan operasi 3 bulan, kemudian tes HSG lagi untuk melihat saluran tuba falopi yang kanan. Hasil HSG saluran tuba falopi yang kanan tersumbat juga. Dr. Handi menyarankan tiup rahim 3 kali siklus, hasilnya sih bagus semua tekanannya masuk dan tidak ada yang keluar kemudian saya dan suami minta HSG lagi hasilnya sama yg saluran tuba falopi yang kanan masih tersumbat sehingga jalan satu-satunya adalah IVF (bayi tabung).

Pada April 13, 2017, saya dan suami memutuskan untuk IVF di Penang dengan Dr. Devindran. Menurut informasi yang saya baca diinternet, sebaiknya konsultasi ke Dr. Devindran beberapa hari sebelum menstruasi jadi jika hasilnya semua ok bisa langsung mulai progam IVF-nya. Dengan membawa hasil HSG, kemudian saya melakukan tes darah dan suami analisis sperma sorenya sudah ada hasil dan dapat dilakukan suntikan Menopur 300iu. Jadi menstruasi saya datang ke cepat dari jadwalnya sehingga sebelum ke Dr. Devindran paginya saya mulai menstruasi sehingga pas sore hasilny keluar dan siklus saya terhitung pendek 26 hari, maka menstruasi hari pertama langsung mulai suntik Menopur dan makan putih telur 5-6 butir per hari. April 18, 2017 di suruh balik untuk memeriksa ukuran sel telurnya. Kemudian 2 hari lagi balik untuk diperiksa lagi, hasilnya sudah cukup besar dan di tambah 1 suntikan menahan supaya sel telurnya tidak pecah.

April 22, 2017, pengambilan OPU total yang diambil 6 sel telur dan pemakaian obat Utrogestan 100ml 3 kali sehari 2 butir. April 24, 2017, dari ke 6 sel telur yang dibuahi yang berhasil 4 embrio kemudian di transfer 2 embrio dan sisanya di simpan. ET nya tidak berasa sakit cuman nahan pipisnya yang berasa hehe.. Bed restnya cuman 2 hari sisanya dapat beraktifitas seperti biasa, tetapi saya bed rest sampai hari ke 4. Selanjutnya saya beraktifitas seperti biasa cuman tidak melakukan hal-hal yang capek cuman jalan-jalan dan nongkrong di mall. Dari hari pertama ET saya tidak merasakan apa – apa (maksudnya sakit perut bawah or kram, sedikit flek, dll). Justru saya ada sedikit fleknya di pagi hari sehari sebelum tes BHCG, sempat pesimis akan gagal IVF-nya.

Mei 6, 2017 hari yang ditunggu untuk tes BHCGnya. Setelah ambil darah nunggu hasil 2 jam dan bertemu Dr. Devindran, hasilnya saya positif hamil dengan hasil tes BHCGnya 51.1 mIU/mL. kemudian di suntik penguat janin karena hari itu juga saya balik ke Jakarta. Mei 18, 2017 saya balik konsultasi dengan Dr. Devindran tetapi paginya sebelum ke RS saya sempat ada flek-flek, sempat panik juga sesampai di RS setelah ambil no antrian langsung info suster Dr, Devindran. Menunggu giliran antrian dengan kecemsan yang sangat tinggi, setelah dokter USG, dia bilang terlihat 1 kantong janinnya dalam janin, fleknya kemungkinan kandungannya lemah karena kemarin naik pesawat jadi di suruh bed rest dan di suntik penguat janin dan 2 hari balik untuk konsultasi.
Mei 20, 2017 saya kembali ke Dr. Devindran, menurut dia ntar akan ada lagi flek-flek sedikit jadi jangan panik. Seminggu ke depan wajib bed rest dan pemakaian obatnya dan vitamin D dan kalsiumnya dilanjutkan sampai akhir trisemester pertama serta pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan di Jakarta dengan Dr. Handi Suryana. Saat ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 30, selama trisemester pertama saya hanya merasakan sedikit perasaan eneg-eneg tidak sampai muntah. Saya sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya juga. Semoga membantu dan tetap semangat ^^

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Setiap program slalu merasa ada harapan baru – Eta

Hai semua salam kenal, saya Eta 29 thn sudah menikah 7 thn jalan 8 thn sudah sering sekali baca group ini namun belum berani cerita karena sampai saat ini saya msh belum berhasil, permasalahan tuba kanan non paten pd thn 2013 sudah pernah di laparoskopi tp thn ini di cek tuba kanan tetap non paten , dan sperma suami yang kurang bagus.

Terakhir kemarin program di RSIA Grand Family Pluit, ET di tgl 27 Juli 2016, seharusnya hari ini tes pack karena di RSIA grand family hanya dianjurkan test pack dan tidak perlu cek darah, karena hari ini kami belum beli test pack maka saya udh test pack di jam 9 pas udh di kantor hasilnya negatif ;( sedih tp mau coba tes pack bsk pagi krn di bungkus test packnya sebaiknya menggunakan urine pagi.

Sudah pernah beberapa kali program, yang pertama kali adalah thn 2013 inseminasi di BIC namun gagal, 2014 lanjut BT dengan dr taufik gagal, lalu ada sisa embrio FET dan gagal lagi sempat BHcg mencapai 23.3 namun sorenya flek dan akhirnya menstruasi, BT berikutnya adalah thn 2015 di daya Medika gagal lagi sempat trauma karene sempet kene OHSS sedih bgt perut kembung sakit dan ngga bisa tidur berakhir dgn kegagalan , pertengahan 2015 ke RSIA grand family karena ada program yang telurnya dimatangkan di luar protokolnya lebih pendek namun ternyata gagal juga dengan program tsb, dan ini adalah program yang kesekian kalinya.

Setiap program slalu merasa ada harapan baru dr Tuhan walopun sudah sering kali gagal, senang sekali mendengar banyak yang berhasil juga di group ini, tetep semangat ya smua buat para ibu2 pejuang, smoga kita smua diberi kesabaran, Tuhan memberikan indah pada waktuNYA, God Bless

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

Dia mengganti masa duka saya dengan kebahagiaan – Rara

Hai moms dan teman2 seperjuangan,
Sudah lama saya menjadi silent reader situs ini. Dan akhirnya kali ini saya ingin membagikan cerita saya berjuang dengan bayi tabung, semoga menginspirasi dan memberikan semangat kepada ibu ibu pejuang bayi tabung dimanapun berada.

Nama saya Rara. Usia saya 33 thn. Sudah menikah dr sejak 26 thn. Jadi saya kosong selama 5 thn. Permasalahan terdapat pada saluran tuba falopi saya yg non patent di sebelah kanan. Sementara di saluran tuba sebelah kiri jg salurannya kurang lancar. Saya dan suami berkomitmen setelah di thn ke 3 kami on off berkonsultasi dg obgyn, di thn ke 5 kami harus seriusi. Langkah pertama adalah saya resign dr pekerjaan. Saya dulu adalah pasien dr. Ivan Sini di Morula IVF dan hampir memulai proses inseminasi sampai akhirnya saya diajak oleh teman untuk ikut seminar bayi tabung yg diadakan oleh klinik Daya Medika bersama dr. Budi Wiweko. Setelah mengikuti seminar dan tergiur dengan harga yg cukup melegakan dibanding di RS sebelumnya, saya dan suami memutuskan untuk langsung program di Daya Medika.

Setelah berkonsultasi dg beberapa obgyn yg bertugas disana (beda hari beda obgyn), kami melakukan inseminasi. Namun gagal.
Setelah berkonsultasi lg, kami memutuskan untuk langsung bayi tabung saja instead of mencoba coba inseminasi ulang.

Kami memulai pd bulan Juni 2015. Tgl 10 Juni pd waktu haid hari ke dua.
Setelah melewati proses 8 kali visit dokter dan review perkembangan telur2 saya, tentu saja jg setelah melewati drama perkembangan telur yg kadang bagus kadang tidak, rangkaian suntikan2 dan obat2 hormon yg harus dikonsumsi, saya sudah bisa melakukan OPU (ovum pick up) pd tanggal 26 Juni 2015.
OPU dilakukan oleh dr. Budi Wiweko. Masuk ruang tindakan jam 6 pagi pas. Jam 7 saya sadar dr bius total dan diberi tau ada 20 telur yg diambil. 10 dr kanan dan 10 dr kiri. Fiuhh lega.

3 hari setelahnya saya harus melakukan ET (embrio transfer). Tepatnya pada tgl 29 Juni 2015.
Sedihnya, mendapati kenyataan dr 20 telur hanya disaring 13 yg bagus. Dan setelah dibuahi sperma, hanya tinggal tersisa 3! Iya 3!!
3 pun tidak ada yg blastocyst. 2 kualitasnya good dan 1 medio. Jd saya tidak mempunyai cadangan untuk dibekukan. Rasanya hancur saat itu. Jika gagal maka kami harus memulai proses ini dr awal lg.
But the show must go on. Saya coba untuk menata hati. Breath in breath out. Relax. Dan sayapun memasuki ruangan utk ET. Kali ini tindakan dilakukan oleh dr. Shanty Olivia.
Disitu saya melihat sendiri melalui layar tv, 3 embrio dimasukkan ke rahim saya. Mereka menyerupai titik2 kecil putih berpendar pendar seperti cahaya.
Sayapun menyapa mereka lirih “Pegangan yang kuat didalam ya nak…” sambil meneteskan air mata. Sungguh sangat emosional sekali momen itu. Saya dipasangkan kateter dan ditinggal selama kurang lebih 1 jam diruangan itu dengan posisi kaki yg blm berubah dr sejak ET td. Terlentang keatas dg posisi hip yg lbh tinggi dr kepala saya.
Setelah 1 jam saya kembali keruang istirahat dan sudah gak tahan minta dicopot kateter. Bahkan setelah dicopot saya langsung jalan ke kamar mandi utk pipis walopun gak keluar jg. Tapi memang rasanya gak nyaman sekali pasca dilepas kateter.

Here we go, 2 WW.
Saya mostly baring dikasur dan hanya bangun untuk ke kamar mandi.
Untuk suntikan pregnyl tiap 2 hari sekali kami panggil bidan deket rumah utk bantu suntikin dirumah. Krn ini suntik dipantat tidak bisa dilakukan sendiri oleh suami seperti ketika suntik gonal,cetrotaid ataupun pergoveris diperut.
Ternyata selama 2WW saya terkena OHSS dg keluhan perut membesar, sesak napas dan nyeri di ulu hati. Jalan harus membungkuk dan tidur harus posisi setengah duduk.
Di hari ke 10 setelah ET saya beranikan utk pergi menemui dr. Budi Wiweko tapi di klinik Yasmin RSCM yg lbh dkt dengan rumah saya. Beliau praktek disini tiap hari. Menurut beliau OHSS saya masih ringan. Namun suntikan pregnyl distop.
Oya di hari ke 8,9 dan 10 tiap tengah malam saya terbangun krn perut sakit sekali seperti haid tapi menurut saya ini 2x lipat lbh sakit. Durasi sekitar 10 menit. Di hari ke 9 dan 10 pagi ada lendir di celana saya berwarna coklat keruh dan baunya seperti darah.

Hari ke 14 terima raport dan puji Tuhan bhcg saya cukup tinggi 308,71. Saya dan suami tak kuasa menahan airmata bahagia waktu itu. Luar biasa rasanya. Bahkan suster2 di Daya Medika menduga ini pasti kembar. Kami kembali menemui dokter dikehamilan minggu 6 pagi hari dan dikonfirmasi bahwa sudah terlihat di usg saya positif hamil namun cuma 1. It’s okaaay. Praise The Lord for that. 1 pun sudah sangat bahagia.

Tapi ternyata kebahagiaan kami msh teruji dengan adanya pendarahan disiang harinya setelah pulang dr klinik tadi pagi. Pukul 2 siang waktu itu dg panik luar biasa saya telp suami utk pulang. Sambil berpikir kerumah sakit mana sebaiknya kami pergi. Mengingat pendarahan yg terus keluar. Mau ke daya medika kok jauh sekali dr rumah saya, kelapa gading ke kedoya. Mau ke RSCM jg msh cukup jauh pikir kami. Akhirnya saya coba telp klinik teratai di RS Gading Pluit dan ternyata yg sedang praktek saat ini dr. Indra Anwar dan sudah pasien terakhir. Tapi sungguh baik beliau mau menunggu sampai saya datang. 10 menit kami tiba dan langsung diperiksa. Di usg transv dan detak jantung bayi kami masih ada. Fiuuuhhhhhhhhh… Puji Tuhaan.. Lega sekali rasanya sampai saya menangis.
Beliau menyarankan untuk opname dan bedrest total. Total dlm artian BAK dan BAB dilakukan diatas kasur. Seminggu saya dirawat sampai akhirnya boleh pulang.

Bedrest berlanjut dirumah. Saya masih tetap BAK dan BAB diatas kasur.
Sampai akhirnya pada kehamilan minggu 10 terulang lg terjadi pendarahan. Dan kali ini jauh lebih banyak. Jam 2 siang sampai 7 malam saya sudah mengganti pembalut 2x dan sangat penuh. Dunia rasanya runtuh. Hati saya hancur berkeping2. Saya hanya bisa menangis dan menangis. Saya kembali opname dan pulang lagi msh melanjutkan bedrest total sampai total 6,5 bulan kehamilan saya, saking takutnya terjadi pendarahan kembali.
Total lamanya bleeding ini adalah sampai kehamilan minggu 16 atau 4 bulan. Jadi saya hamil tapi seperti tdk hamil krn seperti sedang menstruasi, pakai pembalut sampai kehamilan 4 bulan. Sungguh masa masa kelam bagi saya. Tiada hari tanpa air mata. Setiap hari hanya berharap segera esok pagi dan pendarahan berhenti ketika bangun.

Tapi Tuhan menggantikan masa masa sulit itu dengan kebahagiaan diakhir mada kehamilan saya. Pada trimester ke3 kehamilan saya sungguh tdk merasakan pegal2 yg berarti. Rasanya nyaman sekali. Saya bahagia bisa kembali berjalan, keluar rumah bahkan pergi ke mall! Hahaha
Pertama kali keluar rumah, kami merayakan anniversary ke 6thn pernikahan kami dg menginap di hotel. Sungguh perayaan yg tak terlupakan bagi kami.

Anyway, beruntung kami bertemu dgn dr. Indra Anwar. Kami akhirnya melanjutkan proses kontrol dan konsultasi sampai melahirkan dengan beliau. Beliau sungguh sabar. Menjelaskan dg detail dan sejelas2nya setiap pertanyaan kami. Tidak pernah terburu2. Dan sangat realistis. Bahkan beliau mengatakan saya bisa melahirkan secara normal. Walaupun diawal proses bayi tabung di daya medika dl saya sudah diberitahu untuk caesar, demikian pula ketika bertanya dg suster2 di llinik yasmin RSCM, mereka semua mengatakan hampir 100% kehamilan bayi tabung melahirkan melalui c section.

Dan tibalah saat melahirkan. Tgl 18 Maret 2016, dikehamilan minggu ke 40. Jam 3 dini hari saya mulai merasakan kontraksi yg berulang secara teratur. Jam 6 pagi saya cek ada flek merah dicelana saya. Jam stgh 7 kami berangkat ke rumah sakit ( RS Gading Pluit), dan jam 8.20 putri kami tercinta lahir kedunia dengan sehat secara persalinan normal. Sungguh sangat sangat cepat prosesnya. Tuhan baik. Dia mengganti masa masa duka saya dengan kebahagiaan yg luar biasa.
Kini anak kami sudah 3 bulan dan sehat.

Sungguh saya ingin menginspirasi teman2 seperjuangan semua untuk terus berusaha, tetap yakin, semangat dan berdoa.
Semoga sharing saya ini bermanfaat.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

Laparoscopy untuk persiapan bayi tabung – Vivi

Salam hangat, dengan website ini kita bisa berbagi pengalaman. Kali ini saya mau berbagi pengalaman laparoscopy. Saya sudah pernah mengikuti program bayi tabung pada Nov 2015 di BIC dengan dokter senior disana tetapi gagal dan tidak ada embrio yang bisa disimpan….hikkkss. Dokter menduga sel telur kecil, kualitasnya tidak bagus dan sperma pun juga astheno zoospermia. Oleh karena itu kami disarankan laparoscopy (Lo.) untuk mengetahui hambatan, Lo dilakukan pada tanggal 2 Feb 2016 dengan biaya yang cukup besar sekitar 31jt. Hasil dari Lo yaitu tuba kanan paten (di test dengan memasukkan cairan tapi cairan tsb tidak keluar) sedangkan yang kiri bagus, endometriosis ringan (endometriosis dibakar), indung telur dilubangi supaya dapat memperbaiki kualitas sel terus serta mengurangi hormone yang tinggi (saya lupa nama hormonnya, sepertinya progesterone). Pasca Lo perutnya sedikit sakit dan tidak nyaman karena ada bekas jahitan benang di tiga titik dan dikasih obat asam folat, anti oxydan, fertilovit plus 35 untuk diminum. Saya dan suami berusaha untuk hamil secara alami karena banyak pengalaman yang saya baca bisa berhasil hamil.

Tanggal 19 Feb saya haid dan masih terasa kram sakit, biasanya setiap haid juga saya mengalami kram sakit dan maaf darah yang keluar benar2 fresh merah dan banyak. Hari ke-12 periksa ke dokter dengan transvaginal, telur masih kecil dan yg paling besar berukuran 10mm dan tidak tumbuh. Normalnya pada masa subur itu sekitar 17-18mm. Olahraga tetap saya lakukan seminggu 3x, makan telur kampong, buah dan susu putih. Hehehe Apa ada resep dan tips dari teman2 untuk memperbaiki telur dan kualitasnya? Rasanya sedih dan kecewa, pada masa ini kami masih berharap untuk bisa hamil dan berserah kepada Tuhan. Apakah teman2 ada yang punya pengalaman seperti saya?

Wahh membayangkan tangan kaki bayi yang mungil, baju2 yang kecil lucu dan wangi bayi rasanya senang sekali, kebahagian seorang ibu yang tak ternilai.

Dengan pertimbangan usia kami yang cukup jauh dan sudah berumur (hmm sekitar 20th) mungkin kami akan mengikuti program bayi tabung lagi bulan depan. Tetapi sekarang ada keraguan dan pertimbangan, dokter yang menangani kami di BIC rasanya tidak benar2 fokus mungkin karena banyak pasien. Oh yaa program bayi tabung yang gagal pada waktu itu pasca ET tidak dikasih suntik penguat (kalau crinone tetap dipakai), apa ini salah satu penyebab gagal? Apakah teman2 ada pengalaman pasca ET dikasih suntik penguat embrio?

Sekarang saya jadi berpikiran, kalau keadaan telur saya seperti ini dan hanya dikasih obat asam folat dan fertilovit apakah benar2 bisa memperbaiki sel telur jika kami mengikuti program bayi tabung lagi. Hikkss worry and I’m not ready for failed again. Apakah kami harus cari klinik bayi tabung di tempat lain? Teman2 ada yang punya pengalaman bayi tabung di RS. Family Pluit? Kami sadar bahwa segalanya Tuhan yang berikan, kami tetap berusaha dan berdoa untuk mendapatkan seorang bayi.

Terima kasih.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...