Category Archives: Persiapan

Persiapan sebelum ikut bayi tabung

Makanan sehat selama program bayi tabung – Vivi

Hallo semuanya…mau minta saran dan masukkan dari teman2 yang sudah atau sedang menjalani program bayi tabung, kira-kira kita perlu makan apa aja yah mulai dari suntik hari pertama sampai dengan OPU dan ET? Saya sudah pernah mengikuti batab tahun lalu tetapi gagal karena embrio tidak bagus dan kayaknya tidak mau menempel dan mungkin persiapan fisik tahun lalu boleh dibilang tidak ada. Suami juga ada kendala di spermanya, astheno apa gitu namanya lupa hehe..

Pasca laparoscopy bulan Feb boleh dibilang hasil lumayan bagus, ada endometriosis sedikit dan perlengketan sedikit dalam batas normal dan sudah diatasi. Selama 2 bln itu coba berhub alami tapi belum berhasil mungkin krn sperma suami juga astheno dgn kata lain banyak bergerak di tempat dan byk yg mati.

Belajar dari kegagalan, sekarang rajin browsing sambil check hormon2 kita apa sudah normal atau belum? Kadang kalau di dokter kan kita tidak bisa tanya terlalu banyak. Hormon AMH saya sebelum laparoscopy cukup tinggi sekitar 5 Uml dan LH lebih tinggi sedikit dari FSH. Mudah2an sekarang horman sudah seimbang dan sudah siap menjalani batab lagi. Setelah itu saya mulai mempersiapkan diri dari olahraga rutin, berhubung sekarang tidak kerja, jadi bisa treadmill dan berenang selang seling setiap harinya. Makanan sehari2 paling sayur sop ayam, telur kampung 2 hari sekali, minum madu 2 hari sekali, kacang hijau dan juice alpukat sesekali, mengurangi minuman manis dan dingin. Oh ya kebanyakan sih makan nasi sehari hanya sekali aja, sekaligus program diet dan berhasil turun 2 kg. Yaaa saran dari dokter, kurangi berat badan sedikit padahal berat saya 58 kg, skg sudah 56 kg lumayan lah hehehe. Rencana besok mau mulai suntik lagi, mohon doanya teman2. Oh ya, kalau suntik pergoveris/menour (maap kalau tulisannya salah) biasanya harus dilakukan on time sesuai jam nya? Kalau lewat dari 1 atau 2 jam atau kurang on time apa mempengaruhi? Kadang kalau panggil suster day care ke rmh untuk suntik malam hari, susternya datang suka telat. Kalau suntik sendiri takut juga, takut jarumnya masuk kedaleman atau salah nakar dosisnya?

Pengalaman yang saya baca, disarankan makan putih telur min 6 butir. Ini telur ayam kampung/buras yah? Lalu makan putih telurnya setelah ET atau dalam masa suntik menyuntik ini? Perlu minum susu putih, susu hamil atau susu biasa kayak di supermarket yah? Teman2 yang sudah menjalani batab, pasca ET, makanan sehat apa yang perlu dimakan yah?

Teman2 boleh saling sharing untuk masukannya supaya kita bisa sama2 berhasil mendapatkan baby. Terima kasih semuanya Semangaaaaattt….

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bayi tabung gagal apa langkah selanjutnya – Nana

Hai,
Saya baru saja mengalami gagal bayi tabung, ini bayi tabung pertama saya dan saya masih ada simpanan embryo, cuma karena masih merasa kecewa dan sedih kami memutuskan untuk menunggu dulu,
Saya mohon bantuan sharing teman-teman pada saat gagal bayi tabung apa yang harus dilakukan?
Apa saja tre yang harus diambil?
Lalu sebaiknya mengulang proses bayi tabung lagi atau menunggu?
Apakah ada kasusnya seperti saya? Embryo nya tidka menempel, biasanya karena faktor apa ya?
saya tahu bayi tabung ada kemungkinan gagal cuma rasa nya pada saat harapan itu sirnah sedih sekali
Mohon bantuan sharing teman/teman saat bayi tabung gagal apa langlah selanjutnya,

Terima kasih

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Laparoscopy untuk persiapan bayi tabung – Vivi

Salam hangat, dengan website ini kita bisa berbagi pengalaman. Kali ini saya mau berbagi pengalaman laparoscopy. Saya sudah pernah mengikuti program bayi tabung pada Nov 2015 di BIC dengan dokter senior disana tetapi gagal dan tidak ada embrio yang bisa disimpan….hikkkss. Dokter menduga sel telur kecil, kualitasnya tidak bagus dan sperma pun juga astheno zoospermia. Oleh karena itu kami disarankan laparoscopy (Lo.) untuk mengetahui hambatan, Lo dilakukan pada tanggal 2 Feb 2016 dengan biaya yang cukup besar sekitar 31jt. Hasil dari Lo yaitu tuba kanan paten (di test dengan memasukkan cairan tapi cairan tsb tidak keluar) sedangkan yang kiri bagus, endometriosis ringan (endometriosis dibakar), indung telur dilubangi supaya dapat memperbaiki kualitas sel terus serta mengurangi hormone yang tinggi (saya lupa nama hormonnya, sepertinya progesterone). Pasca Lo perutnya sedikit sakit dan tidak nyaman karena ada bekas jahitan benang di tiga titik dan dikasih obat asam folat, anti oxydan, fertilovit plus 35 untuk diminum. Saya dan suami berusaha untuk hamil secara alami karena banyak pengalaman yang saya baca bisa berhasil hamil.

Tanggal 19 Feb saya haid dan masih terasa kram sakit, biasanya setiap haid juga saya mengalami kram sakit dan maaf darah yang keluar benar2 fresh merah dan banyak. Hari ke-12 periksa ke dokter dengan transvaginal, telur masih kecil dan yg paling besar berukuran 10mm dan tidak tumbuh. Normalnya pada masa subur itu sekitar 17-18mm. Olahraga tetap saya lakukan seminggu 3x, makan telur kampong, buah dan susu putih. Hehehe Apa ada resep dan tips dari teman2 untuk memperbaiki telur dan kualitasnya? Rasanya sedih dan kecewa, pada masa ini kami masih berharap untuk bisa hamil dan berserah kepada Tuhan. Apakah teman2 ada yang punya pengalaman seperti saya?

Wahh membayangkan tangan kaki bayi yang mungil, baju2 yang kecil lucu dan wangi bayi rasanya senang sekali, kebahagian seorang ibu yang tak ternilai.

Dengan pertimbangan usia kami yang cukup jauh dan sudah berumur (hmm sekitar 20th) mungkin kami akan mengikuti program bayi tabung lagi bulan depan. Tetapi sekarang ada keraguan dan pertimbangan, dokter yang menangani kami di BIC rasanya tidak benar2 fokus mungkin karena banyak pasien. Oh yaa program bayi tabung yang gagal pada waktu itu pasca ET tidak dikasih suntik penguat (kalau crinone tetap dipakai), apa ini salah satu penyebab gagal? Apakah teman2 ada pengalaman pasca ET dikasih suntik penguat embrio?

Sekarang saya jadi berpikiran, kalau keadaan telur saya seperti ini dan hanya dikasih obat asam folat dan fertilovit apakah benar2 bisa memperbaiki sel telur jika kami mengikuti program bayi tabung lagi. Hikkss worry and I’m not ready for failed again. Apakah kami harus cari klinik bayi tabung di tempat lain? Teman2 ada yang punya pengalaman bayi tabung di RS. Family Pluit? Kami sadar bahwa segalanya Tuhan yang berikan, kami tetap berusaha dan berdoa untuk mendapatkan seorang bayi.

Terima kasih.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Pepaya oh pepaya – Yenny

Hari ini aku hari ke 2 setelah ET natural thawing cycle, dan aku ingin membagikan pengalaman bayi tabung di siloam hospital, surabaya.

Aku berusia 33 th dan sumiku 39 tahun. Kami sudah 6 tahun menikah. Pada awal pernikahan kami memang menunda dulu u/ memiliki momongan krn kami mrs belum siap dalam segi waktu, ekonomi, dan batin. 6 bulan kemudian kami mrs siap dan kami berhenti menggunakan KB alami. Kami tdk pernah menggunakan KB kimiawi. Dan 6 bulan kemudian aku berhasil hamil alami, tetapi sayang disayang, aku abortus spontan pada saat janinku berusia 7 minggu. Hal ini disebabkan terlalu banyak pemeriksaan intravaginal yg kulakukan dan aku melakukan hub suami istri. Mengingat ini pengalaman pertamaku hamil, jadi aku tidak mengerti..

Setelah itu beberapa tahun kemudian aku tetap tidak ada tanda” kehamilan. Sperma suamiku memang agak lemah dan posisi mulut rahimku retro banget, krn aku menderita skoloiosis. 2 tahun kemudian aku mencoba 2x insem, tp gagal jg. Dan tahun ini 5 bulan lalu kami mencoba bayi tabung di siloam,surabaya, dengan ET 2 embryo krn waktu itu aku merasa takut klo 3 embryo dan jadi semua. Aku takut klo jadi kembar 3 dan lahir dgn sangat prematur. Dan untungnya krn itu aku masih punya 2 simpanan embryo.

Bayi tabung ku yg pertama gagal..dan hari ini ET ku dengan natural thawing cycle hari ke 2. Aku cemas hari ini krn aku abis makan pepaya 6 potong dan ternyata setelah itu aku baru tahu klo pepaya menghalagi perlekatan embryo ke dinding rahim..dan aku baru ingat klo pada bayi tabung ku yg pertama, aku minum jus pepaya tiap hari.. Sepertinya inilah penyebab kegagalanku..oya untuk teman” yg sdh ET yg bingung masalah bab n bak, setelah aku cari informasi, tidak masalah, tetap aja bab n bak seperti biasa tidak perlu cemas..aku harap” cemas untuk menantikan 8 hari lagi pembagian raportnya. Aku pasrahkan semua pada Tuhan, krn aku benar” tidak tahu tentang info buah pepaya yg mesti dihindari..semoga positif. Amin

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...

Ada yg pernah thaw cycle di RS Siloam? – Mercy

Saya Mercy. Ini pengalaman bayi tabungku.
Oktober 2014 Saya mengikuti Program bayi tabung di Siloam Surabaya, sekali bayi tabung langsung berhasil Dan tgl 28/11/2014 Saya dari hasil bHCG Saya positif hami, Puji Tuhan. Seiring berjalan waktu usia kandungan memasuki usia 19W, saya mengalami pecah ketuban dini dan Saya langsung ke RS Putri, 3 hari di RS pendarahan tdk berkurang dan saya mengalami kontraksi pembukaan pertama akhirnya Saya melahirkan secara normal bayiku meninggal. Kemungkinan mulut rahim saya tdk kompeten dimana bayi semakin besar tdk dapat menahan beban

Saat ini saya sedang mempersiapkan thaw cycle dengan 8 embrio dibulan September. Apakah ada ibu2 yg punya pengalaman ikut thaw cycle di RS Siloam, bisa berbagi pengalamannya dengan saya.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 1.33 out of 5)
Loading...

Pengalaman bayi tabung di LWE Hospital – Selvy

Hallo, teman2 seperjuangan saya mau berbagi pengalaman saya melakukan bayi tabung di Lam Wah Ee Hospital dengan Dr Ng Peng Wah pada bulan Oktober 2014 kemarin..

Saya sudah menikah 4,5 tahun dengan permasalahan PCOS dan kedua tuba tersumbat, utk suami Puji Tuhan tidak ada masalah dengan spermanya..
Singkat cerita, kami melakukan kontrol pertama kali pada bulan September, dikarenakan Dr Ng tidak melihat sesuatu yang serius, beliau sempat menyarankan inseminasi. Namun karena saya belum pernah melakukan HSG sebelumnya Dr Ng meminta saya untuk HSG sebelum tindakan insem. Namun disini masalah dimulai, hasil HSG menunjukkan sesuatu yang kurang bagus, dimana dinyatakan kedua tuba non paten dan bentuk rahim yang abnormal.

Sore harinya, Dr Ng menawarkan 2 opsi untuk hasil tersebut, apakah laparoskopi (utk melihat tuba dan rahim) tetapi butuh waktu 4 bulan utk program berikutnya atau histeroskopi (hanya bisa melihat rahim) namun bisa langsung program di siklus selanjutnya. Kami berdiskusi bahwa kami tidak keberatan jika harus bayi tabung, maka Dr Ng memutuskan cukup histeroskopi jika ingin langsung bayi tabung dan tindakan dilakukan keesokan harinya.

Proses histeroskopi di LWE dibius total, ketika tersadar sudah sore dan saya bertemu lagi dengan Dr Ng, beliau mengatakan bentuk rahim normal (hati saya senang sekali) juga rahim saya bersih dari miom, polip, dll. Intinya tidak ada masalah dengan rahim saya. Dan Dr Ng meresepkan progynova utk mengatur siklus mens saya sehingga bisa diprogram bulan depan.

Karena mens yang tidak teratur, maka saya mendapat short protocol utk bayi tabung. Awal October (H2 Mens), saya kembali ke Dr Ng, dan beliau meresepkan Gonal F 112,5 iu utk 5 hari kedepan.

Setelah 5 hari, perkembangan sel telur cukup bagus dan cukup banyak karena saya PCOS, sehingga dosis diturunkan menjadi 100 iu utk 3 hari dan Cetrotide (penahan telur supaya tak pecah).

Setelah 3 hari, Dr Ng melakukan USG lagi, beliau mengingatkan akan bahaya OHSS dikarenakan sel telur yang cukup banyak dalam ovarium saya, sehingga terakhir suntik hanya diberikan Gonal 75 iu utk 1 hari + Cetrotide.

Lalu keesokan harinya saya disuntik pregnyl dan lusanya OPU. Proses OPU dibius sehingga tidak terlalu sakit, ketika sore harinya saya bertemu suster, ada berita buruk yang harus saya terima karena suster mengatakan sel telur saya banyak yang kosong. Dari 18 sel telur yang diambil hanya 6 yang ada isinya, 12 kosong. Jujur hati saya sedih sekali, tapi saya bersyukur memiliki suami yang setia mendampingi dan menguatkan saya dalam menjalani proses ini. Ditambah banyak teman2 yang saya jumpai ketika disana yang selalu saling berbagi dan menguatkan.

2 hari setelah opu, saya menjalani proses ET, menurut dokter dari 6 sel telur hanya 2 yang berhasil menjadi embrio dengan kualitas good dikarenakan kondisi sel telur yang kurang baik namun menurut dokter beruntung kondisi sperma suami sangat baik sehingga cukup menolong kualitas embrio. Saat itu saya tidak bertanya berapa sel dsb, karena ketika dokter berbicara pikiran saya melayang kemana-mana

Ketika selesai ET, saya beritahu suami hanya 2 embrio yang ditransfer dan tidak ada cadangan embrio buat kami. Namun lagi2 suami dengan optimis berkata bahwa kami akan punya anak kembar. Saya dikuatkan sekali dengan optimisme beliau..

Setelah pulang kami mencoba menjalani 2 minggu penantian dengan penuh sukacita.. 3 hari pertama setelah ET, perut terasa kembung membuat saya sering bertahak dan maaf k*ntut. Namun setelah 3 hari semua rasa itu hilang, seperti biasa saja, hanya payudara saja sakit seperti mau mens, mungkin ini efek dari cyclogest yang dimasukkan ke vagina sehari 2x…

Sampai saat H8 setelah ET, saat pipis pertama saya menemukan bercak setetes darah segar di tissue, jujur saat itu saya sudah lemas karena membayangkan akan mens. Ditambah keluar bercak2 coklat sampai malam (hanya tampak ketika Ms V dilap tissue). H9 setelah ET, bercak coklat masih berlanjut. Membuat saya makin pesimis dan berpikir bahwa program kami gagal.

Saat itu saya hanya bisa berdoa dan berkata Tuhan kalau memang anak ini milik kami, kuatkan mereka dalam rahimku, namun jika belum milik kami, berikan saya kekuatan untuk menghadapi kegagalan ivf ini. Luar biasa selesai berdoa seperti ada beban yang diangkat dari diri saya. Saya bisa kembali menonton TV, tidur siang, dan makan dengan lahap. Saya menggangap apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan…

Dan mujizat kembali terjadi H10, bercak coklat itu berhenti, tidak ada bercak sedikitpun yang keluar.. Namun kondisi tubuh tetap seperti biasa tidak ada rasa apapun, malah payudara tidak sekencang hari-hari sebelumnya. Namun seperti doa saya, ketika pikiran negatif datang, saya selalu berpikir apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan..

H11 setelah ET, kami memutuskan pergi ke Hatyai (Thailand) untuk memperpanjang ijin tinggal, suatu keputusan yang nekad, hehe karena ternyata jalannya cukup bergejolak ketika di mobil. Namun karena tidak terasa apapun jadi saya tidak merasa seperti habis ET, karena perut dll tidak ada rasa sedikitpun.

H13 kami kembali dari Hatyai dan lagi2 harus melewati jalan yang cukup bergejolak, saya hanya memegang perut saya dan terus berkata yang kuat ya nak…hehe karena saya percaya biar bagaimanapun sudah ada kehidupan dalam rahim saya… Sore hari ketika kembali dari Hatyai, saya tanpa beban melakukan testpack krn buat saya toh cepat atau lambat saya harus menerima kenyataan akan hasilnya besok. Puji Tuhan ketika testpack terlihat 2 garis (pertama kali dalam hidup saya melihat dua garis testpack). Saya langsung berlutut di kamar mandi dan menangis karena begitu bersyukur buat kebaikan Tuhan.

Esok harinya, pagi hari sebelum tes darah saya melakukan testpack lagi, dan Puji Tuhan 2 garis makin jelas, lalu kami tes darah BHCG. Siang hari kami berjumpa dengan Dr Ng, beliau mengatakan saya hamil..dengan BHCG 813, wow angka yang tinggi menurut saya..saat itu saya yakin bahwa iman suami saya digenapi bahwa Tuhan memberi kami anak kembar..

Singkat cerita tanggal 13 November kami melakukan USG pertama dan Dr Ng bilang benar ada 2 kantung janin, dan sudah terlihat detak jantung janin cukup sehat, dan kami bisa lanjut untuk pemeriksaan berikutnya di Indonesia..

Syukur yang tiada henti saya panjatkan kepada Tuhan, karena saya percaya Tuhan yang menjawab dan mengabulkan doa saya, bersyukur saya harus melewati proses bayi tabung ini karena dari sini saya jadi belajar apa itu arti berserah kepada Tuhan, bersyukur diberikan suami dan teman2 seperjuangan serta keluarga yang tak henti2 turut mendoakan keberhasilan saya.
Jadi saya menganggap keberhasilan saya ini, juga berkat doa2 yang tulus dari orang2 yang tulus menyayangi dan mendoakan saya…

Sekarang kandungan saya sudah memasuki 12 minggu, dan saya mau bilang untuk teman2 yang sedang berjuang semua,,tetap semangat..jangan menyerah dan andalkan Tuhan dalam setiap proses, percayakan ke Tuhan apapun hasilnya itu pasti yang terbaik..Jangan pakai logika karena ketika kita menggunakan logika kekhawatiran dan ketakutan yang akan menguasai kita, tapi ketika kita berserah mengangkat tangan disitu Tuhan turun tangan menolong, dan ini yang saya alami…

Tips : seperti yang teman2 sudah sharing, saya berterima kasih buat semua tips yang diberikan di website ini, dan saya mengikuti tips2 tersebut..
Saat suntik2, saya mengkonsumsi, putih telur ayam kampung 6-8 butir/hari, ikan salmon, alpukat (tidak pakai apapun), kiwi, jeruk, pepaya, sayuran hijau. Dan juga saya sempatkan berolahraga 2 hari sekali entah itu berenang, treadmill, jalan sore kurleb 30 menit – 1 jam..
Saya juga mengikuti akupuntur di Perubatan China sebelah LWE hospital mulai suntik2 sampai 1 hari sebelum ET..

Setelah ET : saya makan sayuran, salmon tetap, telur tapi tidak sebanyak saat suntik, dan mulai dimodifikasi seperti didadar, diceplok,dll.. Kacang hijau, susu kedelai, intinya saya makan apa yang saya suka supaya happy 🙂

Demikian sharing dari saya, semoga berguna dan bisa menguatkan untuk teman2 semua..God bless you all..

1Petrus 5 : 7 : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading...