Category Archives: Penyebab

Penyebab ketidak suburan

Bayi tabung dg donor telur – Ucci

Hai salam kenal, sy Ucci umur 37 tahun, menikah umur 34, skrg sy punya problem tdk dapat haid beberapa bulan terakhir, sudah ke beberapa dr kandungan, dan sudah coba usaha tuk program bayi tabung di srby dg dr aucky namun tdk ditemukan telur setelah proses injeksi memperbanyak telur.

Kmdian sy berusaha ke klinik yasmin, lagi2 dr bilang sy tidak mungkin bisa hamil meskipun ikut program krn telur sy kecil dan tdk berkembang, rasanya sulit sekali menerima kenyataan ini, teman2 yg punya problem sma dg sy, tlg dong kasih saran apa selanjutnya yg mesti sy usahakan lagi, sy sangat ingin hamil dan melahirkan anak dr rahim sy sendiri.. Terima kasih… ditunggu infonnya.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung untuk bentuk rahim abnormal – Uut Utami

Usiaku 36 th, suami juga 36 th. Tahun ini pernikahan kami sudah menginjak tahun ke-12. Awal pernikahan saya langsung hamil, tetapi pada minggu ke-8 terjadi keguguran sehingga harus dikuret. Hasil USG ada myom dan kista. Selang sebulan saya menjalani operasi kista dan endometriosis, sedangkan myomnya ternyata tidak ada. Saya juga suntik tapros 3 kali untuk mengeringkan endometrosis agar tidak numbuh lagi.

Dua tahun berjalan saya tidak juga hamil. Saya kembali periksa di dokter yang berbeda, hasil HSG ternyata kedua tubaku buntu, hidrosalpink dan rahim berbentuk tanduk. Saya kemudian menjalani tiup 3 kali, sakit memang tapi motoku “semua akan berlalu”. Cek HSG lagi, tubanya nggak mbuka juga dan dokter menyarankan bayi tabung.

Karena suami belum setuju akhirnya kami berobat alternatif mulai dari jamu dan pijat kampung, produk madu dan lebah, herbal untuk TORCH, herbal cina yang mahal dan bikin gemuk (bahkan vertigo), herbal dari timur tengah yang mahal juga dan masih banyak lainnya, semua NIHIL. Akhirnya kutemukan blog ini saya tertarik untuk sengat lebah. Terapi sekitar 15 Kali, aku HSG ulang dan kondisinya tetap sama. Mungkin pengobatan alternatif tidak sesuai untuk kasusku.

Tiga bulan yang lalu aku ke dokter lagi, niatannya bayi tabung. Tes FSHku 6,05 kata dokter bagus, tapi stlh melihat riwayatku aku harus laparoscopy dulu. Tgl 12 feb kemarin operasinya, Hasilnya perlengketan berat di organ perutku, ovarium kiri dan tubanya melekat di usus besar, karena beresiko jadi dibiarkan saja, sedangkan ovarium kanan dan tubanya bisa di bebaskan. tuba kanan menjadi paten tapi fungsi menangkap telurnya diragukan jadi ya tetap disarankan bayi tabung.

Saya optimis untuk menjalani bayi tabung bulan depan, cuma ada sedikit pertanyaan untuk bentuk rahim saya. Setelah saya baca di google untuk rahim bertanduk, nidasi (penempelan embrio agak sulit) dan ada kemungkinan keguguran karena posisi penempelan janin di tempat yang sedikit pembuluh darahnya. Apakah dokter punya kiat khusus untuk menaruh embrio di bagian rahim yang baik? Janin juga susah berkembang karena ruang rahim yang sempit. Bagaimana nanti kalau yang ditanam 2 atau 3 embrio? Tolong dong sharing untuk ibu2 yang punya masalah yang sama denganku. Kalau ada yang pernah operasi koreksi bentuk rahim atau berhasil bayi tabung dengan bentuk rahim yang abnormal, pengalamannya pasti sangat berguna bagiku. Masalahnya saya barusan laparoscopy dan bulan depan mulai program bayi tabung. Saya mohon saran dari teman2 semua. Saya tunggu….

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Menangani miom & kista tanpa harus mengangkat rahim – Ummi

Assalamualaikum
Salam kenal utk smua, aq br buka blog ini & baca smua pengalaman tman2 dsini. Aq berusia 34th domisili di mataram NTB. Th 2006 aq melahirkan seorang putri dgn operasi krn plasenta previa.

Saat ini rupanya dokter menemukan adanya miom sekitar 9cm & kista dg ukuran msh sgt kecil. tapi tidak bisa diambil krn menempel pd rahim pdhl aq dlm keadaan hamil -+1,5 bln. Tgl 20 feb’11 aq mengalami flek & akhirnya pendarahan & sakit yg lumayan hebat. 21 feb aq di usg janin dlm keadaan msh baik, dokter pun memberi obat penguat janin & suntikan. 22 feb aq ttp mengalami pendarahan & hsl usg terakhir keadaan janin sdh berubah. Akhirnya diambil tindakan kuret. Sedih jg tp mgk ini yg terbaik..

Fokus aq & suami saat ini adalah penyembuhan miom & kista dlm rahimku..
Tman2,apakah ada yg pernah mengalami sperti aq? Mohon info ato mgk ada yg bs memberi solusi buat aq. Terutama ttg RS/dokter yg khusus menangani miom & kista tanpa harus mengangkat rahim.. Trmksh sblmnya, aq tgg sgala infonya. Wassalam

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Indung telur, tidak ada sel telur yg dihasilkan – Athif

Salam kenal buat semua, buat mb ima selamat ya.. sy mau bertny mngkin ada yg bisa sharing.

Thn 2001 sy menjalani operasi kista di indung telur, sehingga ke 2 indung telurnya di potong sebagian. di th 2005 sy melakukan HSG, hslnya sy mengalami hidrosalping dituba kiri dan perlengketan di kanan. dan kemudian dokter menyarankan sy utk melakukan operasi utk memperbaiki ke2 tuba tsb. stlh operasi sy menjalani IB 2x namun gagal.

Kira2 di thn 2006 sy mengalami mens yg tdk teratur. dan dithn 2008 sy hny mens 3 x selama 1 thn. selama sy berobat ke dokter sy selalu diberi obat agar bisa mens. terakhir sy menjalani pemeriksaan hormon. ternyt mnrt dokter indung telur sy yg sdh berukuran kecil tsb sdh tdk bereaksi lg dgn “makanan” yg dihasilkan oleh otak, sehingga tdk ada sel telur yg dihasilkan dan hormon progesteron sy sangat rendah yg menyebabkan sy tdk menstruasi. di sisi lain ada hormon yg sehrsnya di”makan” oleh indung telur tsb melebihi org biasanya sampai 200 kali.

Sy bertny mngkin ada teman2 yg mengalami hal yg sama, bgmn caranya atau adakah obtnya biar sy bs mens lg..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Proses ET bisa hampir sejam – Evi

Haiiii galls… i’m so happy to find thiz site…. nama ku Evi Tobing salam kenal ya.. usia 37 thn.. (tapi saya tetap merasa semangat seperti usia 25 tahun.. 🙂 biar ga stress) sudah hampir 10 thn menikah.. total udah menjalani 2x inseminasi dan 2x IVF tahun 2005 di sgp dan gagal trus tahun lalu bulan Juni sama dr Ivan BIC sempat positif tapi 3 hari kemudian keluar lagi.. lalu frozen embryo yg tersisa dimasukan kembali dan gagal.
Tanggal 7 kemarin baru saja laparascopy lagi (yg ke dua) dan dikatakan semua baik.. dan dr Ivan minta mulai lewat inseminasi dulu period selanjutnya.
Waktu di spore saya juga dikatakan PCOS dan diberi obat metformin dan hampir setahun saya minum…thn lalu dr Ivan saya tdk PCOS..

Tapi memang sejak tahun 2005 saya aga mendingan juga olahraganya…cukup teratur kecuali setahun belakangan ini…
Saat ini kesulitan dokter adalah pada saat ET .. krn bentuk saluran rahim saya yg berkelok-kelok.. sehingga proses ET yang seharusnya hanya 15 menit bisa hampir sejam.. dan itu pun dalam kondisi di bius.. biasanya tdk perlu bius.

Pantauan trakhir…indung telur mengecil, faktor usia dan jumlah telur pun menurun…tapi keep positive thought always in mind… 🙂

Membaca semua post.. ternyata sepasrah apapun kita menjalani program ini tetep sama raanya pada saat trima raport… deg2an nya luar biasa… dan sebentar2 harus liat celana dalam kita.. 🙂

Semoga doa dan impian keluarga2 yang mendambakan keturunan diijinkan Tuhan untuk menjadi kenyataan…karana buat saya..being pregnant is GOD will…
Saya pun berharap program saya selanjutnya berhasil sd melahirkan dengan kondisi sehat Ibu dan Anak…dan bapaknya juga.. 🙂

sukses buat kita semuaa…. 🙂

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Apakah dengan ASA tinggi bisa bayi tabung – Asti

Hai Moms,

Aku Asti, tinggal di sebuah kota di Riau. Sudah lama sekali menjadi pembaca setia bayi-tabung.com namun baru kali ini berniat untuk sharing ke teman-teman semua.

Umurku sekarang 31 tahun dan suamiku 32 tahun. Kami sudah menikah 3 tahun dan aku belum pernah merasakan yang namanya Hamil, meskipun aku dan suami selalu tinggal di kota yang sama dan tidak pernah pisah.

Selama 2 tahun terakhir, aku telah konsultasi dengan obgyn RS di kota tempat tinggal kami dan juga dengan dr. Oetamar Sjamsuddin di Kinik Sam Marie Jakarta (terpaksa bolak balik Jakarta – Riau hampir tiap bulan). Aku sudah melakukan tes darah untuk uji FSH / LH / Prolactin / Progesterone/ ACA/ TORCH, dan semuanya bagus menurut Dokter. Pertumbuhan telurku katanya bagus. Siklus menstruasi ku juga normal, memang agak panjang sih sekitar 32-33 hari, tapi konsisten tiap bulannya. Kadang sering ngerasa sakit kalau hari pertama (hanya 4 jam pertama), tapi menurutku itu masih wajar. Aku juga sudah pernah HSG test tahun 2008, dan hasilnya bagus kedua tuba faloppi ku tidak tertutup. Tapi kata dokter rahim ku retroflection, yang menurut dr. Oetamar itu tidak masalah.

Ketika pertama kali periksa di Sam Marie, Dr. Oetamar menyarankan untuk melakukan tes Kibbrick, untuk mengetahui apakah aku punya masalah dengan Antisperm Antibody (ASA). Dan pada saat itu, kami tahu kalau ASA ku sangat tinggi 1:32788. Kemudian kami dirujuk untuk menemui dr. Indra G. Mansur untuk menyembuhkan masalahku. Aku sudah suntik 6x PLI dan pada masa treatment PLI itu, kami diminta untuk berhubungan menggunakan Kondom, karena dikhawatirkan akan memperlambat turunnya Antibodi ku. Dan aku juga menjauhi makanan yang menjadi pantanganku seperti seafood, ayam, tahu, tempe, teh, kopi, tomat, dll. Semua itu dengan alasan untuk mempercepat penurunan ASA. Alhamdulillah ASA-nya turun menjadi 1:256, dan menurut dokter aku sudah siap Hamil.

Pada saat yang bersamaan, suamiku juga diperiksa sperma-nya, hasilnya cukup baik, namun perlu ditingkatkan jumlah serta kualitasnya supaya semakin banyak jumlah sperma yang bisa bergerak cepat dan lurus. Suamiku juga didiagnosa ada vericocle stadium I, tapi tidak perlu operasi. Dr. Indra hanya memberikan banyak obat (dan mahal-mahal), hehehe. Alhamdulillah setelah minum obat, banyak sekali peningkatannya. Kualitasnya BAIK dan siap membuahi telurku.

Setelah ASA-ku turun, aku mulai program hamil. Yaitu memantau pertumbuhan folikelku untuk mengetahui masa suburku. Aku dikasih obat seperti profertil, ovestin dsb untuk menstimulasi pertumbuhan telurku, dan di hari ke-12 sd 18 mens, aku cek USG dan transvagina untuk memonitor pertumbuhan telurku. Folikelku kadang hanya 1 buah yang tumbuh sangat besar sekitar 20 – 25 mm, menurut dokter ini sih cukup baik. Bahkan pernah juga ada yang besar sekali sampai 30 mm dan belum pecah-pecah, akhirnya sama dokter dikasih suntikan Ovidrel, besokannya periksa eh belum pecah lagi, terus mau dijadwalkan suntik ovidrel lagi, tapi pas dicek akhirnya dia pecah juga. Kenapa ya bisa begitu? Apakah telur terlalu besar itu juga gak bagus? Dan kenapa pecahnya lama ya?

Sampai sekitar beberapa bulan aku terus ikut program hamil dengan memonitor perkembangan telurku dan masa ovulasi, namun belum hamil juga. Akhirnya kami memutuskan untuk INSEMINASI di Sam Marie dengan dr. Oetamar, dan inseminasi pertama ku gagal, aku mens seperti biasa, tepat 14 hari setelah aku insem.

Setelah kami mencoba 6 bulan dari ASA-ku turun untuk program kehamilan normal dan sekali inseminasi, aku belum hamil juga. Memang sih sempat aku terlambat 2 minggu (dan ini jarang sekali), dan ketika mens yang keluar banyak sekali, dan darah berwarna coklat gelap. Dr. Indra biilang mungkin sudah terjadi pembuahan, namun embrio-nya tidak nempel di rahim. Dan dia menyarankan aku untuk Kibbrick test lagi karena sudah 6 bulan takutnya ASA-nya naik lagi. Dan benar ternyata ASA-ku jadi 1:2048, akhirnya aku suntik PLI 3x lagi dan infus Gammaras (sumpah nih infus mahal banget). Setelah treatment kedua ini ternyata ASA-ku masih cukup tinggi 1:1024, dr. Indra sampai bingung, jarang2 yang kayak gini, udah PLI 3x dan infus Gammaras ternyata gak ada peningkatan yg berarti. Akhirnya karena kami sudah pasrah, kita tetap nekat INSEMINASI yang kedua sama dr. Oetamar juga. Dan lagi-lagi, insemnya GAGAL.

Sekarang aku berhenti treatment ASA, karena sudah hopeless. Kadang-kadang ke obgyn ku di kota kami untuk cek perkembangan telur untuk tau masa ovulasi, kami masih ingin aku hamil normal.

Aku lagi berpikir apakah aku perlu Laparoscopy untuk mengetahui apakah aku ada masalah kista, or miom, dsb. Karena kakak ku sebelumnya pernah punya kista besar, dan harus dioperasi, dan Alhamdulillah dia sudah punya anak sekarang setelah dioperasi dan kosong 3 thn. Tapi menurut obgyn-ku hasil dari USG normal-normal saja, tidak ada indikasi kista or myom, dan akupun tidak pernah mengeluh sakit kalau lagi mens, jadi kemungkinan endometriosis kecil. Tapi apakah memang dari USG bisa ketauan ada kista apa ngga? Terus kalau nggak salah banyak perempuan yang tidak pernah sakit mens-nya ternyata ada kista?

Sekarang kami lagi bingung harus apa lagi. Kemarin kami coba ke RS Bunda (klinik Morulla) untuk konsul dengan Dr. Taufik Jamaan, kami berencana mau ganti dokter. Dan menurut dr. Taufik ternyata dia tidak menganut tentang ASA. Memang teori Antisperma Antibody ini gak semua dokter percaya, ada yang percaya ada yang tidak. Nah dr taufik ini salah satu yang tidak percaya. Kami menceritakan kondisi kami, dan dia menyarankan jika mau langsung bayi tabung juga boleh. Tapi kalau masih mau nyoba Inseminasi dengan dia, juga disarankan. Nah aku bingung nih, apakah aku normal dulu, insem dulu, atau langsung bayi tabung ya sama dr taufik? Kalaupun mau bayi tabung kayaknya tahun depan, karena cutiku udah habis tahun ini, hehehe. Ada yang punya pengalaman bayi tabung dengan dr taufik? Kalau dr ivan gimana ya?

Apakah dengan ASA yang tinggi aku masih bisa bayi tabung ya?

Ohya, kemarin aku sempat telat 2 minggu, makanya aku periksa sama dr. taufik, katanya hormonku terganggu, dan aku diminta minum Cyclo Proginova. Aku cek diinternet itu sih untuk mengatur hormon ya, ada yang pernah punya pengalaman minum obat ini? Kalau sudah minum ini kita tidak akan hamil di siklus bulan itu ya? Aku malah disuruh datang konsul di hari ke-3 mens siklus bulan berikutnya.

Oke deh moms and moms wanna be, makasih ya sudah membaca curhatan dan masalahku, semoga bisa memberikan input, masukan dan semangat buatku. Yang pastinya aku senang karena ternyata banyak perempuan-perempuan yang berjuang dan punya semangat untuk punya anak yang bisa menjadi inspirasi buat aku.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.60 out of 5)
Loading...