Category Archives: Masalah kehamilan

Ivf pertama gagal – Novia

Dear all..Salam kenal semua. Sy dan suami sudah menikah selama 10 tahun. Dan sampai saat ini kami blm dkaruniai anak. Sy sdh dua kali hamil. Yg pertama hamil anggur dan yg kdua sy kguguran krn BO. November tahun lalu sy dan suami memutuskan utk ikhtiar mencoba bayi tabung di RS PMC, Pekanbaru dg dr. ihsan Suheimi, SPog. Sy Opu dbulan Nov 2017. Dokter menyarankan sy utk ivf long protocol krn hormon sy tdk seimbang.

Tgl 16 Feb kemaren sy ET. Dan hari ini hrsnya jdwal sy terima raport setelah 2 pekan pasca ET. Tapi ternyata Allah blm menakdirkan sy utk hamil. Bangun tidur, haid sy datang. Sy msh mcoba mhibur diri kalo ini hanya flek krn implantasi embrio drahim. Tapi makin lama darah yg keluar makin banyak. Pupus sdh harapan sy. Hari ini dunia terasa runtuh. But life must go on…

Oia sy msh ada sisa 1 embrio lg. Yang ingin sy tanyakan bgmn peluang bayi tabung dg 1 embrio? Jujur sy takut gagal lagi. Karena sudah banyak biaya yg kami kluarkan,, belum lagi program bayi tabung ini membuat kondisi hati seperti roller coaster.
Mohon masukannya..apa saja yg perlu sy lakukan agar ivf sy yg kdua bhasil. Makanan apa saja yg hrs sy hindari. Berapa jeda waktu ivf 1 ke ivf ke 2?
Alhamdulillah ktemu web ini jd sy ga ngerasa sendiri.
Thanks utk infonya..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...

Dia mengganti masa duka saya dengan kebahagiaan – Rara

Hai moms dan teman2 seperjuangan,
Sudah lama saya menjadi silent reader situs ini. Dan akhirnya kali ini saya ingin membagikan cerita saya berjuang dengan bayi tabung, semoga menginspirasi dan memberikan semangat kepada ibu ibu pejuang bayi tabung dimanapun berada.

Nama saya Rara. Usia saya 33 thn. Sudah menikah dr sejak 26 thn. Jadi saya kosong selama 5 thn. Permasalahan terdapat pada saluran tuba falopi saya yg non patent di sebelah kanan. Sementara di saluran tuba sebelah kiri jg salurannya kurang lancar. Saya dan suami berkomitmen setelah di thn ke 3 kami on off berkonsultasi dg obgyn, di thn ke 5 kami harus seriusi. Langkah pertama adalah saya resign dr pekerjaan. Saya dulu adalah pasien dr. Ivan Sini di Morula IVF dan hampir memulai proses inseminasi sampai akhirnya saya diajak oleh teman untuk ikut seminar bayi tabung yg diadakan oleh klinik Daya Medika bersama dr. Budi Wiweko. Setelah mengikuti seminar dan tergiur dengan harga yg cukup melegakan dibanding di RS sebelumnya, saya dan suami memutuskan untuk langsung program di Daya Medika.

Setelah berkonsultasi dg beberapa obgyn yg bertugas disana (beda hari beda obgyn), kami melakukan inseminasi. Namun gagal.
Setelah berkonsultasi lg, kami memutuskan untuk langsung bayi tabung saja instead of mencoba coba inseminasi ulang.

Kami memulai pd bulan Juni 2015. Tgl 10 Juni pd waktu haid hari ke dua.
Setelah melewati proses 8 kali visit dokter dan review perkembangan telur2 saya, tentu saja jg setelah melewati drama perkembangan telur yg kadang bagus kadang tidak, rangkaian suntikan2 dan obat2 hormon yg harus dikonsumsi, saya sudah bisa melakukan OPU (ovum pick up) pd tanggal 26 Juni 2015.
OPU dilakukan oleh dr. Budi Wiweko. Masuk ruang tindakan jam 6 pagi pas. Jam 7 saya sadar dr bius total dan diberi tau ada 20 telur yg diambil. 10 dr kanan dan 10 dr kiri. Fiuhh lega.

3 hari setelahnya saya harus melakukan ET (embrio transfer). Tepatnya pada tgl 29 Juni 2015.
Sedihnya, mendapati kenyataan dr 20 telur hanya disaring 13 yg bagus. Dan setelah dibuahi sperma, hanya tinggal tersisa 3! Iya 3!!
3 pun tidak ada yg blastocyst. 2 kualitasnya good dan 1 medio. Jd saya tidak mempunyai cadangan untuk dibekukan. Rasanya hancur saat itu. Jika gagal maka kami harus memulai proses ini dr awal lg.
But the show must go on. Saya coba untuk menata hati. Breath in breath out. Relax. Dan sayapun memasuki ruangan utk ET. Kali ini tindakan dilakukan oleh dr. Shanty Olivia.
Disitu saya melihat sendiri melalui layar tv, 3 embrio dimasukkan ke rahim saya. Mereka menyerupai titik2 kecil putih berpendar pendar seperti cahaya.
Sayapun menyapa mereka lirih “Pegangan yang kuat didalam ya nak…” sambil meneteskan air mata. Sungguh sangat emosional sekali momen itu. Saya dipasangkan kateter dan ditinggal selama kurang lebih 1 jam diruangan itu dengan posisi kaki yg blm berubah dr sejak ET td. Terlentang keatas dg posisi hip yg lbh tinggi dr kepala saya.
Setelah 1 jam saya kembali keruang istirahat dan sudah gak tahan minta dicopot kateter. Bahkan setelah dicopot saya langsung jalan ke kamar mandi utk pipis walopun gak keluar jg. Tapi memang rasanya gak nyaman sekali pasca dilepas kateter.

Here we go, 2 WW.
Saya mostly baring dikasur dan hanya bangun untuk ke kamar mandi.
Untuk suntikan pregnyl tiap 2 hari sekali kami panggil bidan deket rumah utk bantu suntikin dirumah. Krn ini suntik dipantat tidak bisa dilakukan sendiri oleh suami seperti ketika suntik gonal,cetrotaid ataupun pergoveris diperut.
Ternyata selama 2WW saya terkena OHSS dg keluhan perut membesar, sesak napas dan nyeri di ulu hati. Jalan harus membungkuk dan tidur harus posisi setengah duduk.
Di hari ke 10 setelah ET saya beranikan utk pergi menemui dr. Budi Wiweko tapi di klinik Yasmin RSCM yg lbh dkt dengan rumah saya. Beliau praktek disini tiap hari. Menurut beliau OHSS saya masih ringan. Namun suntikan pregnyl distop.
Oya di hari ke 8,9 dan 10 tiap tengah malam saya terbangun krn perut sakit sekali seperti haid tapi menurut saya ini 2x lipat lbh sakit. Durasi sekitar 10 menit. Di hari ke 9 dan 10 pagi ada lendir di celana saya berwarna coklat keruh dan baunya seperti darah.

Hari ke 14 terima raport dan puji Tuhan bhcg saya cukup tinggi 308,71. Saya dan suami tak kuasa menahan airmata bahagia waktu itu. Luar biasa rasanya. Bahkan suster2 di Daya Medika menduga ini pasti kembar. Kami kembali menemui dokter dikehamilan minggu 6 pagi hari dan dikonfirmasi bahwa sudah terlihat di usg saya positif hamil namun cuma 1. It’s okaaay. Praise The Lord for that. 1 pun sudah sangat bahagia.

Tapi ternyata kebahagiaan kami msh teruji dengan adanya pendarahan disiang harinya setelah pulang dr klinik tadi pagi. Pukul 2 siang waktu itu dg panik luar biasa saya telp suami utk pulang. Sambil berpikir kerumah sakit mana sebaiknya kami pergi. Mengingat pendarahan yg terus keluar. Mau ke daya medika kok jauh sekali dr rumah saya, kelapa gading ke kedoya. Mau ke RSCM jg msh cukup jauh pikir kami. Akhirnya saya coba telp klinik teratai di RS Gading Pluit dan ternyata yg sedang praktek saat ini dr. Indra Anwar dan sudah pasien terakhir. Tapi sungguh baik beliau mau menunggu sampai saya datang. 10 menit kami tiba dan langsung diperiksa. Di usg transv dan detak jantung bayi kami masih ada. Fiuuuhhhhhhhhh… Puji Tuhaan.. Lega sekali rasanya sampai saya menangis.
Beliau menyarankan untuk opname dan bedrest total. Total dlm artian BAK dan BAB dilakukan diatas kasur. Seminggu saya dirawat sampai akhirnya boleh pulang.

Bedrest berlanjut dirumah. Saya masih tetap BAK dan BAB diatas kasur.
Sampai akhirnya pada kehamilan minggu 10 terulang lg terjadi pendarahan. Dan kali ini jauh lebih banyak. Jam 2 siang sampai 7 malam saya sudah mengganti pembalut 2x dan sangat penuh. Dunia rasanya runtuh. Hati saya hancur berkeping2. Saya hanya bisa menangis dan menangis. Saya kembali opname dan pulang lagi msh melanjutkan bedrest total sampai total 6,5 bulan kehamilan saya, saking takutnya terjadi pendarahan kembali.
Total lamanya bleeding ini adalah sampai kehamilan minggu 16 atau 4 bulan. Jadi saya hamil tapi seperti tdk hamil krn seperti sedang menstruasi, pakai pembalut sampai kehamilan 4 bulan. Sungguh masa masa kelam bagi saya. Tiada hari tanpa air mata. Setiap hari hanya berharap segera esok pagi dan pendarahan berhenti ketika bangun.

Tapi Tuhan menggantikan masa masa sulit itu dengan kebahagiaan diakhir mada kehamilan saya. Pada trimester ke3 kehamilan saya sungguh tdk merasakan pegal2 yg berarti. Rasanya nyaman sekali. Saya bahagia bisa kembali berjalan, keluar rumah bahkan pergi ke mall! Hahaha
Pertama kali keluar rumah, kami merayakan anniversary ke 6thn pernikahan kami dg menginap di hotel. Sungguh perayaan yg tak terlupakan bagi kami.

Anyway, beruntung kami bertemu dgn dr. Indra Anwar. Kami akhirnya melanjutkan proses kontrol dan konsultasi sampai melahirkan dengan beliau. Beliau sungguh sabar. Menjelaskan dg detail dan sejelas2nya setiap pertanyaan kami. Tidak pernah terburu2. Dan sangat realistis. Bahkan beliau mengatakan saya bisa melahirkan secara normal. Walaupun diawal proses bayi tabung di daya medika dl saya sudah diberitahu untuk caesar, demikian pula ketika bertanya dg suster2 di llinik yasmin RSCM, mereka semua mengatakan hampir 100% kehamilan bayi tabung melahirkan melalui c section.

Dan tibalah saat melahirkan. Tgl 18 Maret 2016, dikehamilan minggu ke 40. Jam 3 dini hari saya mulai merasakan kontraksi yg berulang secara teratur. Jam 6 pagi saya cek ada flek merah dicelana saya. Jam stgh 7 kami berangkat ke rumah sakit ( RS Gading Pluit), dan jam 8.20 putri kami tercinta lahir kedunia dengan sehat secara persalinan normal. Sungguh sangat sangat cepat prosesnya. Tuhan baik. Dia mengganti masa masa duka saya dengan kebahagiaan yg luar biasa.
Kini anak kami sudah 3 bulan dan sehat.

Sungguh saya ingin menginspirasi teman2 seperjuangan semua untuk terus berusaha, tetap yakin, semangat dan berdoa.
Semoga sharing saya ini bermanfaat.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

Cuman 2 hari aku bahagia – Diandhee

Haiii slm kenal smwnya.. Bagi yg berhasil hamil aq ucapin slamat y, bwt yg blm smgttttt smw pst indah pd wktnya.. Aamiinnn..
Aq mau cerita ne ttg program bayi tabungku.. Aq dr palembang, n aq program bayi tabungnya utk ET dijakarta, dipalembang aq cm utk pengobatan dr mulai haid hr pertama n hr k 11 aq ke jkt bwt ET d daya medika jakarta. Bayi tabung yg pertama bln des 2015 lalu, aq kebetulan OHSS embrio yg d dpt ada 13, di ET 2 embrio, tp hsl b-hcgnya cm 0,1. Sediiihhhh bgt rasanya.. Tp krn simpanan embrioku msh ada 11 aq FET lg d bulan april 2016 lalu.. Tgl 31 april aq tes b-hcg n progesteron, alhamdulillah 4,5th menikah akhrnya bayi tabungku berhasil, hsl b-hcgku 104,9 tp progesteron aq hanya 10 katanya si rendah tp itu biasa tjd bagi org yg FET jd kata dokterku d palembang bs d xtra joss kan dg crinone, duphaston, proginova.. Hehee..

Tp sygnya cm 2hr aq bahagia krn kehamilan pertamaku, krn 2 hr kemudian aq pendarahan skitar 1 sendok teh d, hehe.. Lgsg d rawat inap, smpt berhenti drahnya, tp bsknya alias hr k3 stlh b-hcg 104,9 itu d tes b-hcg lg hsilnya sdh turun jd 36,5.. Aq lgsg nangis sejadi2nya alhasil perutku kenceng bnr, bsknya flek lg.. 2 hr d rawat inap aq putusin bwt bedrest d rmh ja, tp bru blk dr RS lgsg pendarahan lg, bsknya flek, bsknya pendarahan lg, trs bsknya flek lg dst.. Dan akhrnya aq haid.. Hrsnya aq kontrol lg k dokter, tp mengingat dokter blg kl usia kandungan bru 1bln blm ad kantongnya n g prlu d kuret kl gagal lg yah jd aq g k dokter lg krn menurutku percuma krn udah haid jg..

Smp skrg aq msh bertanya2 knp bs pendarahan, apa memang hsl b-hcg n progesteron yg rendah itu mmbuat janinku lemah, ato krn aq g terlalu bedrest total.. Wallahu’alam.. Aq cm bs pasrah wl msh suka galau.. Hehe..
Bwt yg lg promil smgt y qt.. Smoga slanjutnya qt ba naek kls.. Aamiinn..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Saat itu saya benar2 menikmati masa kehamilan – Emily

Haii…. temans semua 🙂
Saya newbie nich, slm ini cm pasif reader aja. Saya mau bagi pengalaman sm bunda semua. Saya br aja gagal pada program positif bayi tabung saya yang ke 2 melalui thawing cycle (1 embrio good, 1 moderate). Hasil TP positif, tp Bhcg rendah <50. Dktr tetap kasih obat penguat ( injeksi pregnyl, progynova, cygest, ultragestan, ascardia, folavit). Tapi sayangggg…. 🙂 Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, hasil akhirnya Tuhan lah yg punya kuasa, yg tau mana yg terbaik untuk umatnya. Setelah 1 minggu dinyatakan positif hari ini, saat menulis ini, saya mens. Sedih pasti iya. Tapi saya sudah siap dengan kesedihan ini krn saat dinyatakan positif saya tidak merasakan gejala hamil, dan setelah tahu hasil Bhcg rendah saya sudah gelisah dan takut jangan2 ini cuma kehamilan kimia/ chemical pregnant. Bayi tabung saya yg pertama berhasil, tapi sayang anak saya meninggal dlm kandungan saat memasuki usia kehamilan 6 bln. My baby boy. Dari awal hamil saya sering flek, dan sesekali kontraksi. Selama hamil saya dirawat 3x karna itu. Saya flek dan kontraksi dari setelah ET sampai hamil 4 bln. Dr hamil 4 bln itu saya sudah tidak pernah flek atau pun kontraksi lagi. Senangnya hati saya saat itu. Saya sudah PD kl bayi yg saya kandung InshaaAllah akan terlahir dengan sehat dan normal. Saat itu saya benar2 menikmati masa kehamilan saya. Kehamilan pertama saya, anak pertama saya, anak yang selama ini saya impikan, anak yang selalu saya rindukan di setiap mimpi indah saya, anak yang selalu saya sebut di setiap doa2 saya, anak pertama saya. Tapi lagi2 Tuhan berkata lain. Saat USG terakhir, dokter bilang kalau denyut jantung anak saya sudah tidak ada lagi. Dunia rasanya kiamat saya itu. Saya benar2 tidak terima, tapi pd akhirnya saya sadar. Munkin itu yang terbaik buat saya, suami, dan kelg besar kami. Apakah saya menyerah? Yang jelas untuk saat ini saya dan suami sudah sepakat kalo kami akan STOP SEMENTARA dari obat2an medis, ataupun herbal. Saat ini saya ingin memulihkan kondisi badan saya dulu. Mau olahraga teratur untuk ngurangin berat badan saya yang sudah naik 7 kg dr awal program2 dl. Olahraga jg bermanfaat untuk mendetoksifikasi semua efek2 obat dari dlm tubuh. Maklum…, selama program tubuh kita diBOM sama obat2an hormonal. Karna saya seorang muslim, dlm wktu dekat saya dan suami berencana melaksanakan ibadah umrah. Mau meminta dan memohon lagi sama Allah, memohon untuk dikasih yang terbaik. Apapun agama kita, berdoalah terhadap agama dan kepercayaan kita masing2. Yakin lah dengan kekuatan doa. Bagi teman yang sudah berhasil, saya ucapkan selamat y dan mohon doakan smg menular kpd saya dan teman2 lainya yg bulum memiliki anak. Buat teman2 yg masih berusaha SEMANGAATTTT YA 🙂 tp INGAT beri kesempatan tubuh untuk beristirahat dr obat2an dan tindakan medis. Berilah waktu selang beberapa bulan. Selamat berjuang y teman2 🙂

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Positif hamil dan masih terus berjuang – Nadia

Halo semua,
ikutan share cerita ya. Setelah 2x keguguran, aku dan suami memutuskan untuk ikut program hamil di BIC, setelah cek HSG, Tuba aku non paten kiri dan kanan dan akhirnya mutusin utk bayi tabung, di BIC kami di handle sama Dr. Caroline. Setelah suntik gonal 11 hari, akhirnya kita opu, dapet hanya 5 telur dan hanya 1 yang berhasil jadi good quality embrio, 1 moderate, 1 very poor. Kita ET hari ke 3, ditransfer 2 embrio. Dan gak punya cadangan untuk difreeze. Berharap banget yang 2 ini ada yang berhasil.

Setelah 2 minggu, cek hcg pertama Alhamdulillaah positif dgn nilai hcg 152, dokter nganjurin tes ACA, ternyata ddimernya 1900-an, alhasil harus suntik lovenox setiap hari. Hcg ke-2 hasilnya bagus: 1968, tapi hasil usg minggu ke 5 kehamilan masih baru kelihatan kantungnya aja. Kita disuruh cekup seminggu sekali untuk memantau perkembangan kehamilan ini.
Minggu ke 6 dicek, masih belum kelihatan janinnya. Kantung kehamilan sudah berkembang, dokter masih nyuruh kita bersabar, dan nunggu sampai minggu ke tujuh.

Hari ini (minggu ke 7) saya baru cek lagi…. Dengan sedihnya… Janin belum terlihat juga, kantung kehamilan sudah besar tapi janin masih gak kelihatan. Dokter dengan sangat hati2 ngasih tau kemungkinan terburuk, yaitu BO. Lemes rasanya…. Pasti disini pada ngerasain ya perjuangan bay tabung itu gak gampang scr fisik dan emosi. Dokter nyuruh dateng lagi minggu depan untuk penentuan, ngeliat klo beneran gak ada perkembangan, harus dikeluarin. Deep down aku masih berharap, janinku tumbuh… Dan menyapa kita minggu depan. Mohon doanya yaaa 🙂

Untuk yang lain, semangat Berjuang. Ikhtiar harus maksimal walaupun yang nentuin Allah swt. Yakin aja…mapapun yang terjadi pasti yang terbaik buat kita ( semangatin diri sendiri juga. Hehehe

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Wanita hamil yg memiliki golongan darah A rhesus negatif – Diana

Dear all,
Saya diana, umur 24 tahun , menikah tahun 2011 saya ingin berbagi pengalaman.
Saya operasi ket tgl 18 nov 2014 dan tgl 30 sept 2015.. sekarang saluran tuba saya kedua nya sudah di angkat… sedih sekali mngetahui kenyataan kalau saya tidak bisa hamil lagi.. bersyukur saya masih di karunia anak perempuan tahun 2012… saya rencana mau melakukan progam bayi tabung tapi yg jadi masalah saya memiliki golongan darah A rhesus negatif apa mungkin bisa hamil lagi walau melakukan program bayi tabung? Soalnya saya membaca bayak pengalaman wanita hamil yg memiliki golongan darah rhesus negatif akan berdampak pada kesehatan janin.. apa teman2 semua pernah mengalami hal seperti saya? Atau pernah mendengar kasus seperti ini?

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...