Tips menyimpan data medis

Saya sudah berganti-ganti dokter sebanyak 6 kali dengan total pengalaman berobat selama 7 tahun lebih dari tahun 2000 sampai tahun 2007 ini. Bisa dibayangkan berapa kali saya ke dokter dan berapa banyak obat yang telah saya minum. Malah saya pernah berkonsultasi ke dokter lewat email.

Awal-awalnya setiap kali ganti dokter atau konsultasi dengan dokter lain saya harus menjelaskan semua permasalahan dan data medis saya, tapi sekarang saya tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar. Bayangkan kalau sudah 7 tahun berobat bagaimana cara jelaskannya, otak kan sudah mulai pikun banyak yang lupa dan bibir bisa ‘doer’ menceritakan semuanya.

Sesuai dengan anjuran suami, akhirnya saya mencatat data medis saya di file komputer. Dari nama dokter, data obat yang diberikan, hasil diagnosa, tindakan, tanggal mens, hasil lab dsb semua saya catat di Excel file yang formatnya seperti yang saya share ini (data yang ada di file hanya contoh)… tinggal di print dan di bawa ke dokter bila diperlukan.

Banyak keuntungannya menggunakan file ini:

  • Penjelasan ke dokter lebih baik dan teliti dibandingkan kalau hanya lewat obrolan.
  • Tindakan dokter bisa lebih tepat, data medis ini sangat berguna buat dokter untuk ferensi.
  • Kita tidak perlu panjang lebar bicara tentang riwat medis kita, singkat saja … hemat energy…
  • Mau konsultasi jarak jauh dengan dokter di luar daerah atau luar negeri? Tidak masalah tinggal kirim saja file ini.
  • Kita tahu betul sejarah medis kita, anak cucu kita juga bisa lihat… betapa susahnya mendapatkan keturunan.

Berikut ini adalah komentar-komentar dokter yang pernah saya terima:

  • “Wah lengkap sekali data ini, sangat berguna buat saya.”
  • “Tunggu ya saya lihat dulu” … ada kali si dokter baca selama satu atau dua menit. “Wah ngga benar dikasih obat ini terlalu banyak, tidak baik…” lanjutnya.
  • “Kalau di lihat dari data medis ini tidak salah lagi ikut bayi tabung saja…”
  • “Baru kali ini saya dapat print-out data medis begini… rajin ya kamu.”
  • “Saya simpan ya filenya ntar saya pelajari, sekarang periksa dulu yuk…” memang ga mantap kalau ke dokter tidak diperiksa…
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*