Tips beli obat murah dan baik
Tidak terbayangkan berapa banyak obat atau vitamin yang telah saya beli selama lebih dari 8 tahun mengatasi masalah kesuburan untuk punya anak. Dari yang mahal seperti Gonal-F sampai yang termurah Folic Acid, hampir semua jenis obat-obatan fertilitas pernah saya beli… Puregon, Metrodin HP, Provera, Progynova, Primolut, Oradexon, Parlodel, Serophene, Lynoral, Pregnyl, Profasi, Profertyl, Lucrin, Progesterone, Mycrogynon …dst.
Ada beberapa pengalaman yang menarik selama beli membeli obat-obatan ini yang mungkin berguna bagi yang ingin beli obat dengan harga lebih murah dan baik.
Seperti kita ketahui harga obat di apotik tidak bisa kita tawar dan tidak ada harga standar yang kita ketahui. Coba kita lihat apakah Anda pernah diberi kwitansi lengkap dengan data obat dan harganya? Kalau kita habis makan di restoran daftar tagihan lengkap … nasi Rp 3000, soto Rp 10000, gado-gado Rp 6000 dst… aduh jadi lapar nih. Nah kalau beli obat, biasanya totalnya saja. Boleh Anda share kan ke kita-kita kalau ketemu apotik yang setelah beli obat, daftar harga obat yang dibeli diberikan ke kita alias dibawa pulang.
Biasanya apotik ini obatnya murah dan berani dibandingkan harga obatnya dengan apotik lainnya.
Tips beli obat berdasarkan pengalaman saya:
- Catat nama obat, apotik dan harga jual obat. Bisa tanya ke kasir kalau tidak diberi printout harganya.
Pada awalnya saya selalu membeli obat di satu tempat, yaitu di apotik di rumah sakit atau klinik tempat saya berobat. Maklum mau cari mudahnya saja, terutama kalau selesai berobatnya malam dan obat sudah harus diminum segera.
- Kalau ada waktu coba sekali-sekali beli di apotik lain, seperti apotik dekat rumah. Jangan terpaku di satu tempat saja.
Saya terkejut waktu melihat harga obat yang saya beli di apotik dekat rumah ternyata lebih murah, lumayankan kalau uang selisihnya bisa untuk beli bakso… aduh semakin lapar nih.
- Beli obat keras (obat resep dokter) di apotik resmi. Ada toko obat biasa yang jual obat resep dokter, memang mereka jual lebih murah tapi kualitas obat tidak dijamin.
Kita sering dengar kabar beredarnya obat palsu, jahat sekali ya orang yg membuat atau yg mengedarkan obat palsu… sudah keluar duit banyak, penyakit tidak sembuh dan bisa semakin parah. Hati-hati beli obat… health is priceless.
- Catat nomor telpon apotik. Telpon mereka sebelum beli obat, obat-obatan berkaitan dengan infertilitas jarang dijual di apotik biasa.
Pernah sekali saya yakin kalau obat yang akan saya beli ada, ternyata apotik dekat rumah kehabisan stok. Mau balik ke apotik dirumah sakit jauh, mau beli besok tidak bisa obat harus saya minum segera. Hari sudah malam, akhirnya suami keliling cari apotik yang jual obat itu… 5 apotik pertama yang dikunjungi ternyata tidak ada stoknya (alasan klasik, mungkin mereka tidak jual obat tsb). Akhirnya ketemu satu apotik yang jual, agak jauh dari rumah dan buka 24 jam!
- Coba kenalan dengan sales-sales pabrik obat, mereka tahu banyak tentang obat.
Berapa lama Anda rata-rata duduk di ruang tunggu sebelum dipanggil masuk ruang dokter? berjam-jam! betul sekali, apalagi kalau dokternya top banyak pasien. Selama menunggu mungkin Anda pernah memperhatikan beberapa orang bawa tas dokumen, setelah kami berkenalan ternyata mereka salesman obat atau nama kerennya medical representative.
Pernah sekali kami ketemu salesman dari perusahaan yang buat Gonal F, pas waktu itu mau beli Gonal F. Kami keluhkan harganya yang sangat mahal… dan ternyata si bapak itu baik hati dan mereferensikan kami ke salah satu apotik yang menurut dia paling murah. Dan ternyata memang benar…lebih murah banyak, apotiknya jauh dari rumah tapi mereka terima order lewat telpon dan dapat diantar pula!
- Cek harga obat di Internet.
Sudah bukan rahasia lagi Internet menyimpan buanyaaak sekali informasi. Coba cari website apotik online, Anda bisa lihat harga dan informasi obat online anytime. Bandingkan dengan harga di apotik.
- Pakai obat generik.
Minta sama dokter untuk meresepkan obat generik (kalau ada jenis generiknya). Khasiat obat generik sama walaupun kualitas mungkin tidak sebaik yang aslinya, dan harganya jauh lebih murah.


(5 votes, average: 3.60 out of 5)
posted on September 12th, 2007 at 8:16 am
posted on September 13th, 2007 at 2:20 pm
posted on September 13th, 2007 at 8:28 pm
posted on September 13th, 2007 at 9:37 pm
posted on September 14th, 2007 at 6:12 pm
posted on December 10th, 2007 at 11:31 am
posted on October 13th, 2009 at 11:33 pm
posted on March 4th, 2010 at 5:18 pm
posted on March 5th, 2010 at 9:46 am
posted on March 5th, 2010 at 7:24 pm
posted on April 9th, 2010 at 1:42 pm
posted on May 19th, 2010 at 11:48 pm
posted on June 17th, 2010 at 1:39 pm