Terato dan PCO – Tsa

Dear all,
saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman dan kebahagian yang kami rasakan. Saya menikah dengan suami hampir 2,5th sampai akhirnya kami dianugrahi putri cantik. Saat awal 6 bulan menikah kami mencoba visit ke obgyn untuk cek apakah kondisi saya dan suami normal, kenapa sudah 6 bulan belum hamil juga? dan hasilnya saya dinyatakan PCO. Merasa belum yakin saya coba datangi 2 obgyn lainnya dan mereka mengatakan hal yang sama saya PCO.

Akhirnya di usia 1 tahun pernikahan saya ditreatment untuk minum obat pembesar sel telur di hari kedua haid dan dipantau pertumbuhan sel telurnya. Puji Tuhan banyak sel telur yang besar dan obgyn kami optimis akan berhasil hamil. namun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan, saya tidak berhasil hamil dan obgyn tersebut menyarankan agar suami saya di cek sperma.
Kami ikuti sarannya dan kami cek di Dr. Aucky Surabaya dan dinyatakan suami Terato. dokter Aucky cuma bilang chance untuk hamil normal dengan kondisi terato kecil dan beliau bilang silakan datang lagi apabila mau ikut program bayi tabung. Kami tidak langsung menyerah dan kami coba cek lagi di RS. Bunda dengan Dr. Indra Anwar dan hasilnya tetap sama saya PCO dan suami Terato. Dokter Indra katakan silakan mencoba dari inseminasi sebelum bayi tabung. masih belum yakin akhirnya kami coba ke RS. Permata Jogja untuk cek dengan kondisi kami apakah bisa hamil dan dokter bilang bisa dengan bayi tabung. Semua dokter yang kami datangi menyarankan untuk rajin olahraga dan hidup sehat.

Di dalam masa-masa penantian ini membuat kami lebih dekat lagi kepada Tuhan. Kami terus berdoa agar diberi kekuatan, hikmat dan agar kami menikmati masa penantian kami ini sambil kami menerapkan hidup sehat.
Tidak banyak jajan diluar, minum juice 3 diva setiap pagi dan rajin olahraga.
Akhirnya kami merencanakan untuk inseminasi namun sebelum kami inseminasi saya dapati saya hamil. Itu diusia pernikahan kami 2 tahun. kami bahagia sekali Tuhan menjawab doa-doa dan usaha kami. namun di usia kehamilan 12 minggu dikatakan janin kami tidak berkembang. Rasanya hancur sekali…bayi yang kami nantikan harus digugurkan. Saya mulai mempertanyakan “kenapa Tuhan?”
Rasanya ingin marah tapi tidak tahu siapa yang harus saya salahkan. Apakah karena saya PCO atau suami Terato? Lagi-lagi kejadian ini membuat kami lebih dekat kepada Tuhan. Kami mulai pasrah dan berserah kepada Tuhan. Suami menguatkan saya dan selalu berpikiran positif. Dia berkata “Ini berarti kita tidak perlu inseminasi atau bayi tabung” kita bisa mendapatkannya alami walaupun tidak berkembang di usia kehamilan 12 minggu.

Setelah kehilangan itu kami melanjutkan hidup, makin dekat dengan Tuhan dan tetap hidup sehat. Tidak disangka 3 bulan kemudian saya hamil alami lagi dan Puji Tuhan bayi kami sudah lahir kedunia dengan sehat dan sempurna. Putri kami sudah 4 bulan sekarang, Puji Tuhan!

Masa 2,5 tahun penantian ini makin melekatkan hubungan kami dan kami nikmati dengan traveling ke berbagai kota untuk bertemu dokter-dokter. kami juga jadi menerapkan hidup sehat sampai sekarang. jadi kami percaya semua ada maksud Tuhan.

Akhirnya yang ingin saya sampaikan adalah jangan menyerah namun serahkan segala perkaramu kepada Tuhan.

Gbu all

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

One thought on “Terato dan PCO – Tsa

  1. iis

    dear ibu tsa,

    selamat ya mbak atas keberhasilanya.
    saya juga sdh 2x bayi tabung tapi masih gagal, saat ini mau mulai lagi rasanya bayangan gagal 2x masih belum hilang bahkan mau ke dokter saja saya sudah agak malas sekali.
    saat ini saya lagi berpasrah atau lagi putus asa saya nggak ngerti.
    saya mau tanya, hidup sehat seperti apa yang ibu terapkan ya?
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*