Sel telur tidak membelah – Angelina

Dear all,

Salam kenal..kami menikah 9 tahun. usia saya 37 th, suami 39 th. ini program bayi tabung yg pertama. sebelumnya sudah pernah inseminasi dan berbagai pengobatan baik kedokteran maupun alternatif. sudah pernah pula menjalani laparoskopi.

Program bayi tabung dilakukan di klinik Teratai RS. Gading Pluit dg dokter Irsal Yan. Start bulan Juli 2011
Saya mendapat long protocol. mendapatkan suntikan buserelin dan gonal F. Hasil stimulasi diperoleh 14 folicel yg siap di OPU. Senin, 25 Juli 2011 dilakukan OPU diperoleh 14 folicle. Setelah diproses folicle yang siap dibuahi sebanyak 9 buah.Metode yang digunakan ICSI.

Satu hari setelah OPU, tepatnya 26 Juli 2011 siang, saya memperoleh kabar dari klinik Teratai dari 9 folicle, yg layak untuk di ICSI ada 7. Setelah ICSI dilakukan terhadap 7 telur ini ternyata tidak satupun dari 7 telur itu mengalami pembelahan.
Kami bingung karena secara kualitas telur dan sperma tidak ada masalah tetapi kok sama sekali tidak terjadi pembelahan pada ketujuh telur yg katanya memenuhi syarat utk ICSI. Jangankan menjadi embrio, membelahpun tidak, sehingga tidak dapat dilakukan ET.

Adakah para sahabat yg punya pengalaman seperti ini. Pls share. Karena pihak lab juga tidak memberikan penjelasan yg memuaskan utk ini.
Trus sampai saat ini kami masih berharap terjadi pembelahan besok artinya lebih 24 jam setelah ICSI, tetapi apakah mungkin setelah lewat 24 jam terjadi pembelahan?
Mnrt pihak RS. step selanjutnya ya ulang lagi proses dari awal..tapi dg kondisi yg seperti sekarang kami masih ragu utk mengulang dari awal.

Thanks utk sharingnya.
Salam…

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading...

18 thoughts on “Sel telur tidak membelah – Angelina

  1. Alvin Liu

    Sama dgn saya Bu, beda hari saja, OPUnya tgl 30 juli dgn Dr.Indra, dapat 15 telur yg di icsi kata em.briolognya Bpk Rahmat ada 11 tapi dapat kabar persis sama kesokan harinya, katanya tdk ada yg jadi pembelahan, logikanya kalau sampai bisa di icsi artinya kualitas sperma sdh yg terpilih bagus begitu pula dengan telur yg dibilang ada 11 yg dijalankam icsi artinya logic thinking bahwa secara telur dan sperma sdh memenuhi syarat utk icsi ( karena sdh mereka lakukan icsi tsb logikanya kalau salah satu jelek mereka inform kalau proses icsi tdk bisa dilakukan ) tapi ternyata dibilang tidak ada yg membelah, saya juga kalau suruh ulang lagi dari awal ya jelas tidak mau dan kebetulan saya org yg menyuplai kertas hampir 70% media cetak koran di indonesia yg rencana akan saya publish semua mengenai pengalaman dengan klinik teratai ini

  2. didie

    smoga para ibu dan bapak dapat slalu memperbarui kondisi dan informasi,sehingga dapat menjadi pertimbangan dan patokan berharga bagi kita yang juga lagi merencanakan program bayi tabung agar tidak salah memilih dan menjatuhkan pilihan.semoga bapak dan ibu bisa segera dikarunia buah hati……..salam bahagia.

  3. angelina

    @Bp. Alvin, iya pak kami sempat drop juga, karena info tentang kegagalan pembelahan sangat minim. apalagi jka sudah dilakukan ICSI dan jumlah telur yang di ICSI relatif banyak.Dalam seminar di Teratai pun yang banyak ditekankan adalah embrio gagal menempel, yg ini sudah diluar kemampuan manusia untuk menjelaskan.
    Kami akhirnya menelpon ke pihak klinik untuk dipertemukan dengan Dokter Irsal dan Bp. Achmad (embriologist)tentang penyebabnya. Karena kami ‘curiga’ ada yang tidak pas saat di laborat. Apalagi ketika melihat hasil akhir sebelum ICSI, makin takjublah kami, karena hasil sperm setelah preparasi adalah 96% motilitas-gerak maju, ini yg digunakan utk ICSI di 7 telur. Artinya secara logika, tidak ada alasan sampai tidak satu pun membelah. Apalagi teknik ICSI memang dirancang untuk meminimalisasi kegagalan pembelahan.
    Dari pertemuan tersebut, jawaban yang kami peroleh intinya pihak RS pun tidak tahu secara pasti penyebabnya (unexplained). Ketika kami tanya utk faktor lab, jawab mereka apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan standar WHO. Dan karena kondisi kami berdua dinyatakan tidak bermasalah, oleh dokter pun tidak diminta untuk cek apa-apa lagi jika akan program BT lagi.
    Solusinya: Coba BT lagi dari awal, bisa jadi ganti protokol atau Gonal F diganti dengan Puregon.Mereka mencontohkan pasien yg gagal membelah di RS. Singapura kemudian berhasil di kesempatan kedua di klinik tsb.
    Buat kami, tentu saja tidak sesimple itu untuk mencoba lagi. Faktor biaya dan kesiapan mental dan tentu saja kejelasan kok bisa sampai gagal total tidak satupun yang membelah dari 7 telur itu yang masih jadi tanda tanya besar.Walaupun kami juga mengembalikan pada kuasaNYA Pak, tapi karena kita bayar untuk BT kan ada campur tangan teknologi yang seharusnya bisa dipertanggungjawabkan.
    Oh ya Pak, saya juga iseng bertanya pada manajer klinik ibu Yenti,kalau memang kasus seperti ini dan kami diminta mencoba lagi, pihak RS tetap mengenakan biaya normal BT, tidak ada pengurangan harga. Salam kami Pak, saling mendoakan perjuangan kita ..keep up date ya..GBU

    @Didie..terima kasih doanya, salam juga

  4. Adi

    @ All, kalau dari pengalaman terdahulu dan cerita dokter2 di klinik IVF lain (tdk usah sebut nama yaa…), biasanya kalau spt itu bukan dari masalah obatnya, tetapi kemungkinan dari masalah media culture.
    Karena jumlah sel telur yg di dapat cukup banyak (7 atau 11) yg layak di ICSI, peran obat hanya sampai situ. sedangkan pembelahan mgkn masalahnya di media culture nya…
    Semoga membantu…

  5. brigitta

    @ adi: boleh tahu ndak maksud dari media culture?thanks
    @angelina n alvin: wah..gimana tuh kliniknya harusnya bisa memberi penjelasan yang memuaskan jika tidak bisa dijelaskan dan harus diulang proses dari awal juga harusnya tidak dikenakan biaya full donk.

  6. angelina

    Pak Adi, thanks sharingnya…
    Wah kalo masalah media culture tentunya agak susah bagi pasien untuk memperoleh penjelasan ya. Karena pastinya pihak lab akan bilang prosedurnya sudah sesuai standar.Berarti faktor lab juga harus diperhatikan ya ketika memutuskan memilih satu klinik bayi tabung…So far kami masih belum memutuskan apapun. Hanya masih merasa jadi pertanyaan sampai saat ini…

  7. krishadi

    @All, Kejadian kegagalan pembuahan sel telur oleh sperma ini saya jg pernah alami tepatnya 2 tahun yg lalu….saat itu kami BT di RS sardjito Yogyakarta dan sampai sekarang pun kami jg tidak mmendapatkan jawaban yang memuaskan. Akhirnya bulan september ini kami program BT di Klinik Morula RS Bunda Jakarta, dan kepada dokter yang menangani kami tekankan bhwa sebelumnya kami pernah gagal dalam proses fertilisasi tsb, akhirnya setelah OPU didapatkan 4 sel telur, dan dari 4 sel telur tsb 2 sel telur berhasil dibuahi dan berkembang menjadi Embrio…intinya masih ada kesempatan untuk kegagalan fertilisasi, jangan patah semangat. menurut dokter yang menangani kami masalah kegagalan terdahulu kemungkinan ada di media culture nya , untuk kasus seperti ini perlu ditambahkan Kalium yang agak banyak di media culturenyaa……

  8. special mom to be

    menurut penjelasan dari dr di klinik saya, ICSI penyutikan sperma ke telur tidak ada jaminan pasti akan membelah krn pemilihan sperma yg di suntikan tetap di tangan embriologis, yg pasti kaca mata seorang manusia yg punya keterbatasan dlm memilih sperma yg bagus. tetapi kl di klinik saya kl spermanya qualitasnya bagus di sarankan tdk ambil ICSI, jd biarkan sperma itu sendiri yg membuahi telurnya

  9. Ryni

    Halo mbak angie…. It just happens to us……patah hati sangat. Dari 5 yg di opu, bisa di icsi cuma 3 dan semuanya dinyatkan abnormal……jadi et tak dilakukan. Menuruku mbak….semua terjadi atas kuasa tuhan……nggak bisa sama sekali di hijung scr matematika……semua indah pada waktunya……yakin…pasti….

  10. Nana

    dear all, salam kenal ya..
    saya baru saja mengalami hal yang sama… USG terakhir sebelum OPU, terdapat 14 folikel. Ternyata setelah OPU tanggal 18 Maret 2012 kemarin, hanya 3 folikel yang berisi sel telur. Dari ketiganya, ada 1 yang abnormal, sehingga hanya ada 2 sel telur saja yang bisa di-ICSI.
    kabar mengecewakan saya terima sehari setelah OPU, karena tidak terjadi pembuahan, embryologistnya bilang, tidak terjadi aktivasi antara sel sperma dan sel telur, sehingga tidak bisa dilanjutkan ke proses ET.

    Saya kecewa dan down sekali, karena kami berharap pada program bayi tabung ini. hikss…

    Saya sempat bertanya adakah kemungkinan saya alergi pada sperma suami? Konsultan fertilitas saya menjawab, TIDAK. Alergi seperti itu mungkin terjadi pada senggama normal.. (artinya sel sperma sudah mati karena cairan vagina).

    Yang saya jalani kan ICSI, artinya sel sperma terbaik yang disuntikkan ke sel telur saya. (tidak terkontaminasi cairan V lagi).
    Sebenarnya saya tidak puas dengan jawaban tersebut.. tapi karena saat itu saya sedang down dan rada tersedu-sedu.. saya tidak berminat mengejar jawaban lebih lanjut.
    Saya disarankan ikut program lagi dari awal setelah cooling down 2-3 siklus haid…

    huaaaa…. sediihhhh bgt rasanya… mengingat kami bukan orang yang kaya.. musti nabung 3 tahun untuk sampai tahap ini… kalau harus nunggu 3 tahun lagi.. keburu tua saya…

  11. angelina

    Dear mbak Nana,
    Turut bersimpati dan saya tahu gimana rasanya. Tapi saya cuma bisa bilang, waktulah yang akhirnya membuat kita yang gagal di usaha terakhir dan tercanggih sebagai manusia akan bisa mendapat keseimbangan. Bukan gak sedih ato melupakan sama sekali, tapi udah bisa seimbang lagi hidup kita udah cukup ;)Sejak gagal itu, saya dan suami dengan sendirinya memutuskan untuk cukup dan tenang dan emang tidak berminat untuk ikut lagi. Bukan kapok, tapi lebih pada mengubah prioritas hidup aja, toh usaha terakhir sebagai manusia sudah pernah kami lakukan. Dan hasilnya kami belum berkesempatan dengan cara itu. Gak boleh disesali karena kita justru berjuang menunjukkan usaha terakhir kita secara medis dan sebagai manusia. Kami juga orang kaya kok mbak di usia pernikahan ke 9 baru bisa BT dan usia saya juga mendekati 38.
    Jadi ayo Mbak Nana..bangkit lagi, jangan kelamaan sedihnya.

    Salam kami mbak….GBU

  12. emy.raya

    Dear Mba Angeline & Mba Nana..slm kenal ya..
    Sy sdh menikah 11 thn, sdh prnah insem tp gagal, kami sdh usaha kemna2 dr medis smp alternatif tp blm jg brhasil. Saat ini sy sdh pny jagoan ganteng (adopsi dr baru lahir), jujur saat ini kami sdg merencanakan batab (itupun tabungan msh kurang..hehehe ..krn sy bkn org yg beruang), tp setelah membaca byk kisah, bukan sy ingin mundur tp lbh tepatnya sy akan mempertimbangkanya lg. Mba Angeline benar dlm hidup kt hrs pny skala prioritas, akhirnya sy mantap utk mengubah skala prioritas sy, yg tadinya “ngoyo” menabung utk bayi tabung , mjd “ikhlas” menerima apapun kehendakNYA krn pst itu yg terbaik utk sy & suami. Tks utk Mba Angelina & Mba Nana sdh mberikan gambaran ttg batab, hingga sy bs mantap menentukan skla prioritas hdp sy. Smoga Allah SWT senantiasa meberi kpd kita2 yg brharap diberi keturunan utk slalu diberi “sabar’ yg panjang & kekuatan..ammiinn..

  13. Angelina

    Dear Mbak Emy..

    Salam kenal kembali…senang bisa saling berbagi dan menjadi berkat buat kita semua. Yuk sama2 menata hidup karena ditengah ketidaksempurnaan dalam kacamata manusia,kami makin merasa disempurnakan dengan berkat2 lain yg tak terhitung:))
    Tetap semangat dan ceria…apalagi sudah diberkati dengan jagoan ganteng…luar biasa itu mbak….
    Salam kami,gbu

  14. emy.raya

    Dear Mba Angelina

    Benar mba, biar di mata manusia & sekiling kt tdk sempurna dlm mengarungi bahtera rumah tangga dgn byk prtanyaan & pandangan yg mengecilkan dgn kondisi kita, tp itu hny mslah waktu, akhirnya prtanyaan & pandangan itu mghilang. Sungguh mba Angelina, jagoan ganteng “Ben 10” sy ini (krn jagoanku penggemar “Ben10”) ini, sungguh luar biasa mnjd pelipur lara & sepi utk sy & suami. Alhamdulillah, lingkungan t4 tinggal sy mberi respon yg positif (walau akhirnya sy & suami brencana utk pndah rumah demi kenyamanan jagoan kami) thdp jagoan kami. Hidup kami lbh brwarna, indah sekali & sempurna dgn kehadirannya, & skrg jagoan kami sdh di TK B dgn byk pola & prmintaannya, trmasuk mnta adik..hehehe
    Percayalah mba Angelina, ternyata dibalik kekurangan kita, ada hikmah & kelebihan yg luar biasa yg Tuhan berikan utk Kita, krn sy percaya Tuhan hny mberikan cobaan pd hambaNya yg kuat, & kt termasuk hambaNya yg kuat..amiinn
    salam utk Mba Angelina & Kel.

  15. yuni

    @mbk nana wktu itu programny di klinik mana? Sy jg mengalami hal yg sama gagal membelah shingga tdk ada ET. Bnr2 diluar perkiraan n memang bikin perasaan campur aduk.sy program di family. Selain sedih krn biayany jg jd putus asa krn ini udh upaya yg paling canggih..gk ada lg yg bisa dilakukan.@mbk emy tetangga n tmn jg ada yg adopsi baru lahir n mreka bahagia sekali. Sy jg jd pengen klo ditawarin. Thx ya utk sharingnya mbk agelina n smuanya.. Smoga Tuhan mendengar setiap kerinduan kita n kegagalan iniiditganti dgn berkat yg melimpah.amin.

  16. febri

    Sya mengalami hal yang sama mbk angeline, disalah satu rs ternama dijakarta milik pemerintah, yang infonya disana rs terbaik utk bataab, dr 13 telur hasill opu tidak ada satupun yang membelah,, dan dokter dan embrilogistnya pun tak dpt menjelaskan, jawabnya hanya unexplained, otomtis saya gagal et, sedih sekali,.. saya disuruh mengulang, tapi saya tidak mau Dirs tersebut… skrang saya sdg coba di penang, saya yakin dr. Indonesia tidaak bodoh2, tetapi saya menuntut ketelitian, saya tidak taau dipenaang berhasil atau tidak, tapi dari segi biaya jauhlebih murah, jd cocok dgn keadaan ekonomi saya sekarang,,

  17. Ck

    Mba febri.. klo boleh tw biaya di penang brp? Trmasuk biaya hidup n ongkos pp indo-malay?

  18. ayu,bali

    Salam kenal,

    Saya juga baru2 ini gagal BT.. dari 18 sel telur mampù dibuahi hanya 3 dan hanya 1 yang berkembang itupun tidak berkembang normal hanya membelah 4 sel yg seharusny dihari ke 3 saat proses et harus membelah 8 sel…dr. dan embriologis mengatakan sek telur saya yang bermasalah krn tingginy hormon LH…perasaan campur aduk..stress saat hrs menghadapi keluarga..apalagi lebih dititik beratkan pada sel telur sy yg bermasalah…saya fikir setelah menjalani beberapa tes lab..semua sudah terkordinir dengan baik..krn hasil laporanny tidak ada masalah..tetapi diakhir baru diketahui masalah hormon…saking shock..sy bahkan tidak ingin menanyakan penyebab semua kegagalan itu…..andai saja lebih dulu membaca post2 dr temen..hikz

Comments are closed.