Saran dan support moril agar aku dapat tegar dalam menjalani hidup ini – N4n1

Sebelumnya aku minta maaf klo aku salah forum dalam menumpahkan beban yang selama ini aku pikul sendiri sekali lagi aku minta maaf.

Aku seorang permpuan yang telah melakukan kekhilafan dan harus menanggung konsekwensi dari kesalahan yang telah aku lakukan; aku sudah tak tahu harus melakukan apa untuk bisa menebus semua kesalahan, selain memohon ampunanNya. Hari-hari aku lalui dengan terasa teramat berat, bahkan terlampau berat untuk aku lalui seorang diri di kota yang juga asing bagiku.

Aku tak tahu harus mulai darimana untuk menumpahkan rasa derita ini, aku juga tak tahu harus curhat pada siapa, karena kalau aku lakukan curhat pada orang aku kenal, jelas ini hanya akan menambah beban batinku semakin berat.

Bermula dari sekitar setahun yang lalu, saat aku kenal dengan seorang, dari dunia maya dan komunikasi kami terus berlanjut dengan baik, baik melalui internet maupun HP, karena memang jarak kami berjauhan. Dan semakin hari hubungan kami semakin dekat, tak terasa sudah empat bulan kami menjalin perkenalan, dan akhirnya dia mengajak untuk kopi darat (bertemu) karena kebetulan dia ada kerjaan keluar kota yang melewati kota aku tinggal. Aku pun mengiyakan pertemuan itu; dan kami pun bertemu untuk pertama kalinya pada pertengahan 2011; pertemuan itu berlangsung singkat kami hanya ngobrol ngalor-ngidul sambil makan, setelah itu kami berpisah.

Sejak pertemuan itu komunikasi kami semakin inten, sekalipun hanya sekedar menanyakan apakah sudah makan apa belum? Selang sebulan kemudian dia mengajak ketemuan lagi. Pertemuan kali kedua sudah tidak secanggung pertemuan kali pertama; kami lebih bisa berbicara terbuka dan tertawa terbahak-bahak karena lelucon yang dia ceritakan dan setelah itu kamipun berpisah.

Selang dua hari dari pertemuan itu dia menghubungiku via telephone dan menyampaikan isi hatinya, bahwa dia menyukaiku, aku pun terdiam tak bisa berkata-kata; karena sejujurnya dalam hati kecilku aku juga menyukai dia, dan di seberang sana dia terus berkata-kata, bahwa aku tak perlu memberikan jawaban sekarang.

Singkat cerita kamipun menjalin hubungan jarak jauh, dan sampai akhirnya kami melakukan khilafan, dan kini aku hamil, aku coba untuk memberi tahu dia tentang keadaanku, awalnya dia masih memberikan harapan namun sering dengan itu aku semakin sulit komunikasi dengannya hingga akhirnya no hpnya tidak bisa lagi dibubungi dan sialnya aku tak tau pasti dimana alamat dia tinggal. Saat ini usia kandunganku sudah berjalan 4 bulan dan rasanya semakin sulit bagiku untuk bisa menyembunyikannya, hingga akhirnya aku putuskan untuk pergi merantau menyembunyikan kehamilanku dari orang-orang yang aku kenal, dengan harapan di kota lain aku dapat pekerjaan.

Kenyatan memang tak selalu sejajar dengan harapan, sudah sebulan aku di rantau tapi tak satu pekerjaan pun aku peroleh, bekal yang aku bawa sudah mulai menipis, bahkan barang-barang yang aku bawa satu persatu aku jual untuk bertahan hidup. Setiap hari aku berjalan kaki menyusuri jalanan untuk mencari lowongan keperjaan. Sudah 5 kali interview aku lakukan tapi sampai kini belum ada kepastian, dan entah sudah berapa warung yang kusinggahi hanya sekedar minta minum dan menawarkan jasa (tenaga cuci piring) dengan upah sepiring nasi.

Aku sudah tidak tahu lagi apa yang bisa aku lakukan untuk tetap bisa bertahan. Menangis sudah telalu sering sampai rasanya airmata ini habis. Dan setiap ada kesempatan ke warnet dan membuka email aku selalu berharap ada balasan dari lamawan keperjaan yang aku buat. Tapi sepertinya kemujuran itu jauh dariku.

Tak terbayangkan olehku sebelumnya bahwa perjalanan hidupku akan seperti yang ada dalam sinetron-sinetron TV, tapi ini benar terjadi. Hari ini aku baru saja menjual HP, entah nanti aku harus jual apa lagi untuk bisa melanjutkan hidup yang teramat berat ini. Aku juga nggak tau pada siapa aku harus mengadu, mungkin dengan kutulis disini akan sedikit mengurangi beban, atau setidaknya ada saran atau kesempatan yang dapat diberikan padaku.

Aku benar-benar galau dan aku berharap ada pembaca dapat memberikan saran dan support moril agar aku dapat tegar dalam menjalani hidup ini.

n4n1.green@yahoo.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

19 thoughts on “Saran dan support moril agar aku dapat tegar dalam menjalani hidup ini – N4n1

  1. Arini

    Ass wr wb…
    saran saya, anda kembali ke rumah orang tua sambil minta maaf dan mohon ampun sebesar besarnya atas kesalahan yang telah anda lakukan. Dalam kondisi hamil adalah lebih baik ada yang membantu dan menemani anda, walau dengan konsekwensi diatas.

    Kedua, anda laporkan saja laki-laki yang nggak bertanggung jawab ke polisi, atas tindakan / perbuatan yang tidak menyenangkan. Tujuannya jelas, bahwa hal ini adalah tanggung jawab bersama antara anda dan laki-laki tersebut.

    Ketiga, tetap cari kerja untuk biaya hidup anda dan bayi anda kelak.
    Jangan pernah berikan anak anda pada orang lain, sebisa mungkin rawat sendiri. Kenapa demikian, sebagaimana anda tahu bahwa forum ini adalah komunitas pasangan yang sulit memiliki anak. Kami sangat merasakan betapa sulit memperoleh anak yang sangat kami harapakan. Tak terhitung baik biaya, dan emosi yang harus kami lewati hanya untuk mendapat buah hati. Jadi jika anda diberikan anugrah itu, walau kurang diharapkan saat ini maka terimalah dengan rasa suka cita….

    Pesan saya …
    Jangan meratapi nasib, bertindak jauh lebih baik daripada hanya diam saja

    Demikian, semoga membantu

  2. sweet

    Saya setuju dgn yg arini sarankan, cuma sbagai tambahan, sebaiknya mbk segera bertaubat kepada Allah Ta’ala, menyesali segala perbuatannya, tdk akan mengulangi dan berbuat amal soleh..

    Sebaiknya kandungannya dijaga sampai lahiran, mengenai rasa malu dll yg mgkn akan dialamin, itu sdh menjadi konsekuensinya. Dan jgn memberikan anak kandung tsb kepada siapaun yg tdk ada hub saudara, sebaiknya n4n1 banyak2 menuntut ilmu mencari nasihat dari ustajah/ustad yg saleh yg bs memberi nasehat yg bs membantu memberikan support secara moril.

  3. Nita

    Dear mbak nani…
    saya sangat prihatin dgn apa yg mbak jalani sekarang, mungkin saran saya sebaiknya mbak kembali ke keluarga, karena keluarga adalah tempat paling aman n nyaman. apapun nanti reaksi keluarga terhadap mbak, tapi yg perlu diingat mbak tak ada orangtua didunia ini yg tak ingin melindungi dan menyayangi anaknya…begitupun dgn orangtua mbak nani. percayalah keluarga akan menerima mbak nani apa adanya dan berusaha mencari jalan keluar buat mbak nani.
    Saran saya mbak nani pulang dan minta maaf ke orang tua, semoga bisa membantu saran saya…

  4. Pavlova

    Kpd Ibu Nani,
    Semalaman saya merenungkan kisah anda.
    Pulanglah ke rumah orang tua atau sanak saudara anda. Kalau memang anda tidak sanggup menghadapi sendiri segala persoalan anda, anda HARUS meminta tolong.
    Berdirilah tegap, hadapilah hidup dan permasalahan ini.
    Kalau boleh saya berkomentar, saya sangat sedih. Kenapa kami yang sah perkawinan di hadapan agama dan hukum sangat sulit mendapatkan anak. Sedangkan mereka yang berbuat “khilaf dan kesalahan” begitu mudahnya hamil dan mendapatkan anak. Menghakimi anda memang bukan pekerjaan saya, dan saya tidak ada maksud menghakimi anda. Tapi seperti yang anda ketahui, forum ini adalah forum kami yang kesulitan mendapatkan anak, kami yang begitu membutuhkan pertolongan, kami yang begitu jatuh bangun demi mendapatkan buah hati. Kami yang setiap harinya hati serasa tersayat-sayat karena begitu menginginkan satu saja anak. Kami yang bertahun-tahun berjuang dan berperang secara materi, jasmani dan rohani demi mendapatkan anak. Janganlah memanfaatkan keadaan kami yang begini supaya anak anda ada yang adopsi.
    Jujur, kalau saya wanita yang normal, bisa hamil dan melahirkan secara mudah, bisa menjadi seorang ibu layaknya alam ini diciptakan, saya bersimpati atas cerita anda. Tapi saya termasuk wanita yang berjuang habis-habisan demi mendapatkan seorang anak. Dihina karena susah punya anak, lelah hati dan pikiran. Berkejaran dengan jam biologis, berjuang mati-matian juga untuk keutuhan perkawinan, entah….haruskah saya bersimpati?
    Tapi yang jelas, saya ingin memberikan dukungan moril, semangat dan doa untuk anda.
    Bertobatlah! buatlah jalan anda menjadi lurus lagi. Lalui dan hadapilah kehamilan anda. Bersyukurlah anda diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu.
    Berjuanglah demi anak anda dan anda sendiri. Supaya tidak ada penyesalan.
    Maaf kalau semangat dari saya tidak berkenan.
    Salam

  5. fenny

    mba nani

    semua yg ingin diucapkan sudah tertulis jelas diatas

    satu kata

    kembali ke keluarga anda mba nani……………..
    jaga dan rawat bayi dlm kandungan anda. itu anugerah.

    semoga begitu selesai membaca balasan comment teman teman disini. mba nani bisa langsung kembali ke keluarga anda.

  6. Pringgadani

    Buat sdri N4n1 Green

    tidak ada manusia yang sempurna, utusan tuhanpun juga pernah melakukan kesalahan. karenanyaa jangan putus asa tetap semangat menjalani hidup dan trs tingkatkan kualitas hidup.

    saya yakin ada banyak orang syang mengalami kehilafan/ kesalahan serupa –seperti yang anda alami– jadi anda tak perlu merasa sediri dan berkecil hati, krn perasaan itu tidak akan mengantarkan pada solusi dari masalah yang anda hadpi saat ini.

    Semangat!!! dan Optimis bahwa setiap masalah akan ada jalan keluarnya. Semua pilihan ada pada anda. Dan anda bisa menakar semua pilihan itu. dan sudah barang tentu dengan segala konsekwensinya.

    saya bisa merasakan kegalauan dan getirnya hidup yang anda hadapi, karenanya dalam segala keterbatasan saya hanya bisa berdo’a semoga anda diberi kesehatan dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

  7. ElianaWijaya

    Dear Mbak Nani, sy Eliana 27tahun. Menikah hampir 2 tahun, belum dikaruniai anak.

    Saya tidak akan menjudge kpd perbuatan yg pernah Mbak lakukan. Semua sudah terlanjur terjadi.Yang paling penting adalah Mbak BISA MENYADARI kesalahan tsb dan memohon ampunan kpd Tuhan.

    Jangan pernah menyerah, yah Mbak..Teruslah berjuang!!!
    Pokonya, jgn smp lho-ada pikiran Mbak untuk mengaborsi/mengadopsikannya-sepayah apapun kehidupan yg Mbak jalani saat ini.

    Mertua sy yg kini berusia 65 tahun-hingga kini msh sgt2 menyesali keputusan yg telah diperbuatnya atas salah 1 anaknya.Mmg tidak diketahui oleh org lain, namun di dalam hati nurani Anda sendiri akan terus dihantui perasaan bersalah.Maka dari itu-jangan dilakukan..

    Jika mmg terlalu malu kpd keluarga, mgk Mbak bisa minta bantuan kpd kawan atau sahabat Mbak yg mmg bisa dipercaya untuk menjaga rahasia ini sampai waktu Mbak sudah siap untuk meminta ampunan kpd org tua Mbak..

    Mungkin Mbak juga bs meminta tolong kpd yayasan tertentu yg didirikan untuk org2 yg sedang dlm kegelisahan yg sm spt yg Mbak alami di kota tmpt Mbak berada skr-untuk menenangkan, mensupport, dan mungkin memberikan Mbak sedikit keringanan dlm biaya melahirkan dsb..

    Saya sarankan juga untuk Mbak bisa melapor kpd polisi untuk mencari pria yg tdk mau bertanggung jawab tsb.Seandainya memungkinkan, mintalah untuk dinikahi secara sah oleh pria tsb-dan,jika mmg terpaksa, lalu kemudian bercerai.

    Paling tidak, Anda sudah mengantongi surat nikah, agar status anak Anda dikemudian hari jelas.Dan Anda dan buah hati tdk usah hidup dlm rasa hina, minder dan tertekan.Dan biasanya,jika kasus ini smp kepada pengadilan-biasanya kehidupan anak Anda bisa ditanggung sebagian oleh pihak suami.Jadi Mbak Nani tidak akan terlalu berat memikul beban.

    Bukannya apa, yah-namun anak tsb hadir kedunia, khan atas perbuatan berdua-jadi, sudah sepantasnya jika sang ayah juga berkontribusi untuk membiayai kehidupan anak Anda berdua.Moso perbuatan berdua, namun yg tanggung jawab hanya Anda seorg?

    Yah, saya doakan agar Anda dapat jalan yg terbaik deh..

    Semangat, Mbak Nani!!!!

  8. Anindita

    Buat Mbak Nani,

    Saya tahu satu tempat yang cocok untuk mbak Nani saat ini. Banyak orang yang mengalami nasib sama mendapatkan berkat di sana. Tempat untuk berteduh, makanan, pemeriksaan kesehatan, juga ketrampilan / pekerjaan. Namanya tempatnya :

    PONDOK HAYAT

    Jl. Dukuh Kupang VI/6 Surabaya 60256

    TELEPON:
    (+62)31 – 5622851, 5622848

    FAX:
    (+62)31 – 5622851

    E-MAIL :
    hayat@pondokhayat.org (Bhs. Indonesia)

    Dalam hidup manusia seringkali banyak kesalahan yang terjadi. Bagaimana cara kita memberi arti. Itu yang terpenting. Jalan hidup masih ada di depan. Harapan masih ada.
    Saya berharap Mbak Nani bisa ke warnet lagi dan membaca pesan ini.

    We care… God Care…
    God love You
    and waiting for You…

  9. roy

    jika n4ni merasa tidak sanggup dan mau anaknya boleh di adopsi, hbgui saya di 02197796770, semoga saya bisa bantu solusinya. saya tggu…

  10. maudy

    dear mbak n4ni..
    apapun yang akan mbak lakukan, baik kembali ke keluarga maupun melaporkan laki-laki itu ke polisi, saran saya, JAGALAH KEHAMILAN mbak sebaik mungkin.
    Saya adalah seorang ibu, kelak jika anak mbak lahir, mbak akan mengerti bahwa bukan hanya anak yang membutuhkan orangtua, orangtuapun membutuhkan anaknya.
    Jagalah kandungan mbak, sedapat mungkin hadapilah kehamilan mbak dengan bahagia. Anak ini kelak akan menjadi mata dan hati mbak.
    Terus berusaha mencari pekerjaan ya mbak..Semoga Allah akhirnya menunjukkan jalan.

  11. chici

    Dear Nani,
    aku sudah baca ceritamu dulu aku juga punya pengalaman yang sama sepertimu sekarang posisimu dimana aku kebetulan di bali kalau seandainya sekarang posisimu di bali email aku ini alamat emailku get_chi2@yahoo.com mungkin aku bisa bantu kamu…!!! dan mungkin aku juga bisa kasih kerjaan buat kamu supaya kamu tidak terlunta lunta dijalan….

  12. dia

    saya turut prihatin mbak…
    saran saya, istigfar. mohon ampun tanpa henti pada NYA, dan berusaha mencurahkan kepada teman/sahabat. pastilah akan menerima segala kelemahan dan kelebihan kita.
    moga berhasi

  13. patricia wiay

    miris rasanya bilamana kami yg sdh berjuang smp tdk punya apa2 krn dijual dan melakukan tindakan atau therapy alternatif yg bermacam2 utk mendapatkan 1 anak sj ttp mba nani bisa dgn mudah mendapatkan anak…speechless aku jdnya.

  14. Neni Anggreni

    Mungkin Mbak Merasa Hidup ini menyakitkan,, tapi perlu mbak tw bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan manusia menghadapinya. Mohon ampunlah terlebih dahulu kepada Tuhan atas segala kesalahan dan kehilafan yg mbak lakukan. Mbak, pulanglah ke rumah orangtua dan minta maaflah kepada mereka karena mereka pun sangat menghawatirkan mbak… Tak ada orangtua yang benci sama anaknya, pintu maaf dari orangtua pasti terbuka jika mbak benar2 mau berubah dan menyadari kesalahan mbak… Malu, pasti malu mbak tapi jangan dipikirkan mbak karena blum tentu mereka lebih baik dari mbak… Ingat bahwa mbak sedang mengandung, jaga dan rawat bayi yg ada didalam kandungan mbak dan kelak jika bayi itu lahir jangan pernah membuang, menjual atau memberikan anak mbak kepada siapa pun karena anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, dirawat, dan disayangi…

    Mungkin anak mbak yang akan membahagiakan mbak suatu saat nanti…
    Semangat dan tetaplah tersenyum mbak untuk mbak dan anak mbak…

  15. Vira

    @mba patricia wiay :

    miris memang, kami juga habis puluhan juta selama 4 tahun lebih, dan chance kami punya keturunan sekarang kurang dari 1%, sementara mba nani dengan mudah menerima rejeki yang luar biasa ini.

    Dijaga baik2 ya mba nani, mudah2an rejeki yang sangat berharga itu tetap dipertahankan, dibesarkan dengan kasih sayang, saya doakan dibukakan pintu rejeki olehNya agar bisa merawat anaknya kelak dengan sebaik mungkin. Dan semoga kami berdua bisa selalu ikhlas ditengah perjuangan kami apapun hasilnya nanti.

  16. Aida

    Dear Mbak Nani,

    Kalau saya kira2kan skrg usia bayi mbak sudah 1thn 6 bulan. Mbak dimana sekarang? Semoga anak mbak dan bayi balita mbak sehat selalu ya.
    Saya pikir saat ini tindakan apapun yang mbak nani ambil tentu sudah jauh lebih ringan, andai kembali ke orangtua, tinggal di tempat asuhan atau pun bekerja si adik balita sudah bisa diajak ya mbak. tentunya kerjaan tersebut disesuaikan dengan kondisi mbak yang bisa ajak bayi

    Saat ditimpa masalah kadang akal sehat kita sangat tidak berfungsi dengan baik mbak, itulah fungsi dari sahabat, keluarga dan sejajaran org2 yang kita cintai untukmemberikan kita way out. Saat kondisi normal akan mudah sekali untukmencari solusi. Saat ini atau saat dulu pun yang mbak butuhkan bukan penilaian, hukuman atau hujatan. Yang mbak butuhkan adalah menemukan semnagat dan jati diri kembali.

    Almarhum ayah saya pernah berkata : Sudah semestinya seorang manusia dewasa bertanggungjawab atas perbuatan yang dia laukan sendiri. Jadi teruskan hidup ini mbak, tinggalah di pondok seperti yang di bilang oleh Anindita dan besarkan lah anak mbak disana dan bekerjalah disana sesuai aturan yang ada di pondok. Terus lah berkabar kepada orangtua mbak bahwa mbak baik2 saja dan mampu menghadapi semuanya.
    Walau kembali ke orangtua adalah hal yang paling baik dan wajar dilakukan oleh seorang anak tapi sangat tidak baik juga memberikan beban pikiran dan aib keluarga kepada mereka yang sudah tua renta. Dimana disini pun mbak nani tidak menjelaskan kondisi orangtua, jika orangtua sehat pun akan sakit dan terluka, andai orngtua juga sakit akan membuat keadaan semakin parah. Biarlah satu ranting yang patah mbak jangan memperlebar dan memperbanyak daun yang gugur. Tanguungjawab, take n give, hak dan kewajiban itu azas utama dalam kehidupan. Jika laki2 tersebut tak bertanggungjawab, maka mbak tegar lah dan bertanggungjawab lah, serahkan diri ke pondok dan mengabdi. Jika sudah tiba saatnya maka pulanglah ke orangtua dengan kondisi yang lebih baik lagi dan lebih menyenangkan hati mereka.
    Saya juga tidak menyarankan mbak nani melapor ke polisi, karena setahu saya polisi tidak akan memproses hal yang dilakukan suka sama suka, lagi pula mbak tidak punya surat2 yang syah untuk menuntut atau melaporkan laki2 itu ( disini kita harus tau apa yang diterima hukum negara dan apa yang tidak ) karena sejatinya yang bisa dilaporkan adalah yang mempunyai bukti hitam diatas putih. Melapor hanya akan menghabiskan waktu dan energi mbak, gunakan energi itu untuk terus berjuang.

    Ingatlah mbak,,ranting yang patah akan menghasilkan tunas yang lebih sehat dan rimbun asal tanah dan akar tetap subur. Jangan putus asa, kejadian ini hanya akanmembuat mbak lebih taat, lebih soleh, lebih kuat, tegar dan tentu lebih meningkatkanmutu hidup mbak…
    Gak usah terlalu mendengarkan bisik2 tidak sedap dari semua org mereka tidak salah, mbak yang salah.

    Semoga mbak skrg sudah jauh lebih baik dan bahagia ya
    Wanita harus tegar ya mbak…bangun dan bersinarlah kembali
    Kami disini semua juga sekuat tenaga mengembalikan semua kekuatan, fisik dan mental, materi utk mendapatkan momongan yang kami impikan.

    Mari berjuang!!!…semangat ya
    Salam
    Aida

  17. Nana

    Hmmm… semangat mbaak… semoga Allah memberikan kemudahan rezeki melalui anak mbak… saya menikah sudah 3 tahun dan sudah berbagai cara demi mendapatkan keturunan.. tapi.. Tuhan belum berkehendak… so.. jaga baik baik ya mbak.. jangan pernah terbesit untuk memberikannya kepada orang lain..

  18. bee

    Shalom. Selamat siang. Saya hendak memohon bantuan kepada saudara2 yang membaca post saya ini. Saya dan suami sudah menikah hampir 7 tahun, kami belum dikaruniai keturunan. Kami berdomisili di Jakarta. Sebagai informasi, saya berdarah keturunan Jawa-Thailand, dan suami saya Chinese. Kami mohon apabila ada yang memiliki informasi bagi kami untuk dapat mengadopsi seorang bayi, mohon dengan sangat untuk dapat menghubungi saya melalui email arimbi.huhnholz@yahoo.com atau bbm saya 748E00B5.
    Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*