Rasanya indah jika aku dapat dipanggil mama – Thevie
Aku menikah sejak tahun 2006, dan hingga sekarang belum di karunia anak, tahun 2007 aku mulai mengadakan pemeriksaan alhasil ada kista tapi belum begitu besar dan akhirnye aku berobat kerumah sakit bunda dan bisa di obatin dengan minum obat selama 1 bulan, setelah itu aku mulai terapi, dengan suntik hormon tapi hingga tahun 2008 ga ada hasil sama sekali apalgi dokter indra menganilasa kalau saluran tuba ku tertutup di sebelah kanan,yg aktif hanya sebelah kiri.
Akhirnya aku pun pindah dokter karena mungkin ga cocok untuk ku. ku lanjtkan terapi ku di dokter nud, dan dokter menganalisa kalau saluran tuba ku tertutup disebelah kanan, dan aku pun bingung mana yg bener.
Aku selama 7 bulan ku ikutin terapi selama 1 minggu di mana aku di vaksin dan di suntik, dan di beri obat hormon alhasil ..hamil tidak malah badan ku bengkak dan dokter menganjurkan aku untuk inseminasi tapi aku berpikir bagaimana aku di inseminasi kalau saluran ku tertutup, akhir nya kuputus kan ku ganti dokter kembali.
Akhirnye ku lanjutkan dengan Dr. Budi yg praktek di pondok indah. dengan dokter budi langsung di analisa dan dia menganalkisa kalau kedua saluran ku tertutup dua dua nya dan harus menjalan kan laparascopi. Sungguh sangat kaget karena selama beberapa tahun analisa dokter ga sama dan dengan dr. budi lha analisa itu masuk akal untuk ku dan aku pun terdiam. Aku bicarakan pada suami ku alhasil suamiku tidak mau menjalankan laparascopi di jakarta.
Akhirnya kita putuskan pergi ke singapur dengan Dr Charles liem. di sana kita di Usg dan mendapat kan surat pengantar untuk Ke siloam hospital di kebun jeruk untuk HSG untuk melihat apakah saluran yg tertutup kedua duanya bsia di buka atau tidak, ternyata tidak bisa di buka dan harus di operasi karena sudah terlalu parah terinfeksi.
Febuari 2009 aku di laparascopi, dokter memberutahukan kalau aku bs hamil mormal tapi hingga sekarang aku belum hamil. dan sekarang pengobatan kita lanjut kan di jerman, karena suami harus pindah ke sini, akhirnye setelah melakukan pengecekan kembali ke dokter di german, mereka menganjurkan ku untuk menjalan kan bayi tabung karena sperma suami ku terlalu lambat untuk masuk kedalam rahim ku.
Dokter di german menjelaskan jika setelah kita melakukan laparascopi dalam jangka waktu 6 bulan belum juga hamil, maka bisa jadi ada sesuatu yg harus di cek kembali, atau lebih bagus langsung di sarankan ke bayi tabung. jadi aku rencana agustus ini akan mulai program bayi tabung.
Semoga aja berhasil, karna satu pun anak aku belum punya. rasanya indah jika aku dapat di panggil mama atau pun ibu dari hasil cinta kami berdua. Tapi semua ku pasrah kan kepada TUHAN YME semoga aja Tuhan mendengarkan doa doa wanita yg ingin menjadi seorang ibu yg berusaha tanpa lelah.

(3 votes, average: 4.00 out of 5)
(4.75 out of 5)
posted on July 30th, 2010 at 11:05 pm
posted on July 31st, 2010 at 6:32 am
posted on July 31st, 2010 at 10:10 am
posted on August 1st, 2010 at 10:35 pm
posted on August 3rd, 2010 at 7:29 am
posted on August 4th, 2010 at 4:00 pm
posted on August 5th, 2010 at 2:43 pm
posted on August 8th, 2010 at 7:39 pm
posted on August 10th, 2010 at 8:12 pm
posted on August 15th, 2010 at 10:58 pm
posted on August 31st, 2010 at 7:19 pm
posted on September 6th, 2010 at 6:55 pm
posted on March 19th, 2011 at 8:31 am