Perjuangan terakhirku – Yenni
Sudah lama saya ngga nimbrung di website bayi tabung ini. Iya nih dah banyak kejadian yg saya alami dan ngga sempat saya share-kan ke teman2. Berikut ini adalah pengalaman ‘perjuangan akhir’ saya yg ngga akan terlupakan seumur hidup dan semoga dapat memberi semangat kepada Anda yg ingin punya momongan.
Ngga seperti biasanya pinggang saya pegal2 sebelum tidur, maklum perut besar hamil tua jadi beban bawaan tubuh lebih berat… saya pikir mungkin inilah penyebabnya. Saya paksa saja tidur, tapi baru mau tidur nyenyak eh keburu bangun lagi terasa ada yang aneh seperti ada yang pecah dalam perut,… saya langsung bangun untuk ke wc tapi ternyata setelah saya cek sudah ada cairan yg keluar … menetes-netes agak kental bening makin lama makin banyak. Tidak salah lagi… pasti air ketuban!
Langsung saya bangunin suamiku, seperti orang kebingungan dia mondar-mandir menyiapkan segala-galanya…kaya gosokan
Untung sehari sebelumnya saya sudah beli pembalut wanita paling tebal, saya sumpal deh dengan pembalut ini supaya ngga basahin celanaku. Setelah siap saya dan suami langsung berangkat ke rumah sakit (KKH).
Kami sampai di rumah sakit sekitar jam 2 pagi, setelah mengurus administrasi saya langsung disuruh masuk ke kamar bersalin, perasaan takut gugup was-was ga sabar wah semuanya jadi satu. Baru tuh yg namanya kontraksi hamil saya alami mulai terasa waktu sampai di rumah sakit… ternyata ga enak seperti rasa mau mens tapi lebih sakit
dan repotnya datang setiap 5 menit sekali. Wah lemas deh waktu dokter jaga ngasih tau bahwa saya baru bukaan 2… masih jauh dari 10! Dan karena air ketuban saya udah pecah, saya disuruh baring aja di ranjang!
Tangan kiri diinfus, perut ditempeli alat pendeteksi kontraksi dan pendengar detak jantung bayi yg suaranya bisa terdengar di loudspeaker sebelah kanan saya. Satu kontraksi ke kontraksi lainnya saya jalani dengan sangat tidak enak. Awalnya perawat jaga nawarin saya obat penahan sakit… gas penenang, epidural …semua saya tolak takut ada efek sampingnya dan lagipula rasa sakitnya masih bisa saya tahan.
Setelah dua jam berbaring rasa sakit kontraksinya semakin menjadi2… akhirnya luluh deh pertahananku langsung aku minta gas penenang. Setiap kontraksi mau datang langsung saya pakai masker yg ada selang saluran gasnya. Memang rasa sakit berkurang tapi tidak hilang sama sekali, lumayan lah… kepala seperti melayang2, mabuk dan ngantuk setelah pakai gas itu. Yang namanya kontraksi hamil itu sangat-sangat tidak enak, makin lama makin sakit… setelah sekitar dua jam berikutnya kekuatanku jebol lagi akhirnya aku minta epidural.
Agak aneh cara dokter ngasih epidural. Saya harus berbaring menyamping di ranjang lalu membungkuk seperti udang, terus semacam selang kecil dimasukkan ke tulang belakang bagian bawah. Setelah selesai saya berbaring lagi, jadi epidural ini diberi semacam infus gitu… obat sedikit demi sedikit dimasukkan melalui selang didorong oleh alat suntik yg diatur oleh alat otomatis. Wah memang ampuh epidural ini … rasa sakit hilang. Akhirnya saya bisa istirahat dan kontraksinya tetap jalan. Tapi jangan salah, banyak yang bilang ada efek sampingnya kalau dah selesai katanya bisa sakit pinggang. Ya pokoknya aku yg penting ga sakit dulu… Setelah dikasih epidural saya bisa tidur, rasa kontraksi masih terasa tapi tidak sakit. Badan bagian pinggang kebawah kebal rasa… numb.
Waktu jam 8 pagi bukaan masih sekitar 6cm. Dokter Kelly yg nangani IVFku datang sekitar jam 10an, dia memang lagi praktek pagi itu. Lama sekali rasanya di kamar bersalin, saya melihat suamiku masih menemaniku disamping dari awal matanya terlihat capai dan ngantuk ngga tidur dari awal. Ternyata sampai jam 10 bukaannya belum sampai 10 masih sekitar 8… iya lama sekali nih sampai obat epiduralnya ditambah.
Baru sekitar jam 12 siangnya saya mulai disuruh push… push… push… tahukan maksudnya? Saya bingung cari kata yg tepat … ayo… dorong… dorong… lucu ya? Waktu itu ada bidan ngasih tahu bagaimana nge-push-nya, anggap aja seperti mau buang air besar tapi keras dan besar susah keluar. Push nya pada saat kontraksi yg kuat, obat epidural diturunkan sedikit speed injeksinya supaya saya bisa merasakan sakit kontraksinya. Push… push… push ga tahu udah berapa kali ngeden saya lakukan, terus si dokter Kelly datang ngecek segalanya, semuanya ok, jadi terus push… push …dan push lagi. Jangan dikira push ini enak ya… sakitnya minta ampun deh, saya sampai berkeringat2 padahal ruangan bersalinnya dingin sekali.
Sampai jam 14:00 si bayi ternyata ngga keluar2 juga, sudah dua jam lebih aku push… aduh habis tenagaku. Selama proses push ini, bidan dan suamiku yg menemani, dokter Kelly balik praktek lagi karena terlalu lama menemaniku dan dia banyak pasiennya, kalau bayi dah kelihatan mau keluar baru panggil dia. Push terus aku pantang mundur… jam dua lebih si dokter nengok aku lagi melihat perkembangannya. Dia bilang sudah terasa kepala bayinya dan sudah bisa terlihat rambutnya… dia suruh saya push terus. Setelah coba beberapa kali push dokter memasukkan tangannya untuk merasakan posisi kepala bayi. Diputar sana putar sini… aduh ga enaknya. Trus dibilang… posisi bayi miring ke samping. Sama bidan dia coba pegang2 perutku… mungkin mencoba memutar bayi keposisi yg baik. Push… push… lagi, dari posisi tiduran, nyamping semua dah aku coba. Ga keluar2 juga tuh baby… betah benar dia diperutku.
Detak jantung baby masih bagus dan belum stress katanya, tapi kalau tidak ada perkembangan terpaksa harus di caesar (c-section) supaya bayi tidak terlalu lama di saluran. Sedih rasanya saya sudah capai sekali, menghadapi kontraksi dari jam 2 pagi sampe jam 3 sore dan tidak bisa makan lagi …masa harus caesar juga… saya tetap bertahan push… push… push lagi. Dokter akhirnya bilang kalau sampai jam 4 ga ada perkembangan harus di caesar, tanpa menyerah saya coba lagi push… push… push. Keringat bercucuran kemana-mana, suami yang tetap setia menemani dari awal memberi semangat.
Jam 4 dokter datang lagi, setelah melihat situasi dan mengecek dokumentasi akhirnya dia bilang saya harus di caesar. Sedih rasanya… tapi demi sang bayi ok lah aku jalani, apalagi rasa sakitnya makin menjadi-jadi karena efek epiduralnya makin berkurang. Setelah kami setuju langsung perawat siap2in semuanya dan dokter keluar lagi.
Sekitar jam setengah 5 saya dibawa ke ruang operasi. Suamiku tidak bisa masuk jadi saya sendirian…cemas dan tegang perasaanku. Di dalam ruang operasi ternyata dokter Kelly yang akan operasi caesar. Setelah dibius separuh badan ke bawah, saya pun dioperasi…Selama proses operasi ini, badan saya gemetar hebat… bukannya kedinginan tapi karena efek obat bius.
Jam 17:15 terdengar sayup-sayup suara tangisan bayi… apakah ini bayiku??? Saya masih setengah sadar… beberapa saat kemudian dokter memperlihatkan sesosok bayi yang masih berlepotan darah dengan berat 3,325kg panjang 47cm … langsung air mataku keluar terharu. ‘Selamat ya anda melahirkan bayi perempuan yg sehat…” kata dokter sambil menaruh baby disampingku… hilanglah semua sakit yang saya alami dari pengobatan infertilitas, program bayi tabung sampai proses melahirkan ini. Benarlah yg namanya ’semua itu indah pada waktunya’ … saya akhirnya punya bayi!!! Dan kami menamakannya Cheryl lahir tgl 4 Juni.
Untung ada yang namanya program bayi tabung, cita-cita kami telah tercapai setelah 10 tahun berusaha … akhirnya saya bisa punya baby! Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan YME atas berkat dan jalan yg telah diberikan. Terima kasih kepada teman2 di website ini yang telah memberi dukungan dan bantuan doanya… don’t ever give up!!!


(21 votes, average: 3.52 out of 5)
posted on August 24th, 2008 at 8:37 pm
posted on August 24th, 2008 at 9:32 pm
posted on August 25th, 2008 at 12:38 am
posted on August 25th, 2008 at 10:27 am
posted on August 25th, 2008 at 10:44 am
posted on August 25th, 2008 at 12:58 pm
posted on August 25th, 2008 at 2:06 pm
posted on August 25th, 2008 at 3:28 pm
posted on August 25th, 2008 at 3:56 pm
posted on August 25th, 2008 at 4:37 pm
posted on August 25th, 2008 at 4:52 pm
posted on August 25th, 2008 at 9:26 pm
posted on August 26th, 2008 at 10:50 am
posted on August 26th, 2008 at 10:28 pm
posted on August 27th, 2008 at 10:07 pm
posted on August 30th, 2008 at 7:03 pm
posted on September 1st, 2008 at 9:19 am
posted on September 1st, 2008 at 3:30 pm
posted on September 2nd, 2008 at 12:27 pm
posted on September 2nd, 2008 at 9:47 pm
posted on September 3rd, 2008 at 7:18 am
posted on September 6th, 2008 at 11:37 am
posted on September 9th, 2008 at 7:55 pm
posted on September 10th, 2008 at 3:23 pm
posted on September 10th, 2008 at 9:04 pm
posted on September 13th, 2008 at 8:22 pm
posted on September 29th, 2008 at 10:18 am
posted on October 2nd, 2008 at 10:16 am
posted on November 3rd, 2008 at 4:42 pm
posted on December 12th, 2008 at 9:33 pm
posted on January 15th, 2009 at 2:40 pm
posted on January 17th, 2009 at 6:38 am
posted on January 17th, 2009 at 2:24 pm
posted on January 20th, 2009 at 1:58 am
posted on February 4th, 2009 at 3:29 pm
posted on February 27th, 2009 at 1:21 pm
posted on March 1st, 2009 at 2:52 pm
posted on March 25th, 2009 at 8:42 pm
posted on March 25th, 2009 at 9:09 pm
posted on March 26th, 2009 at 10:50 am
posted on March 26th, 2009 at 10:56 am
posted on March 26th, 2009 at 9:39 pm
posted on March 27th, 2009 at 4:32 pm
posted on March 27th, 2009 at 10:18 pm
posted on March 29th, 2009 at 9:26 pm
posted on March 30th, 2009 at 9:42 am
posted on December 1st, 2009 at 10:29 am
posted on December 4th, 2009 at 6:50 am
posted on December 6th, 2009 at 9:31 pm