Berhasil hamil alami anak kedua setelah anak pertama hasil bayi tabung – Asti

Ini adalah postingan saya yang kesekian kalinya setelah saya berhasil hamil dan melahirkan anak hasil program bayi tabung di TMC Damansara Kualalumpur tahun 2013 lalu setelah menunggu 6th (saya pernah share disini juga).

Saya hendak berbagi kabar bahagia bahwa Alhamdulilah saya sekarang sedang hamil 4 bulan anak kedua. Dan kehamilan ini semua terjadi secara alami tanpa program medis apapun. Kami sangat surprise dan mengucapkan syukur yang tak terkira karena tidak kami sangka2 saya bisa hamil alami. Padahal anak pertama kami hasil bayi tabung baru berumur 22 bulan.
Sebenarnya rencana awalnya saya tahun ini akan mencoba program bayi tabung lg untuk anak ke-2, mengingat umur yg sudah lewat 35thn. Dan juga menunggu anak 2th, selepas ASI supaya bisa fokus dengan program bayi tabung ke2. Namun Alhamdulilah ternyata sudah dikasih lebih dulu secara alami. Sekedar informasi, saya menjalankan bayi tabung pertama dan langsung berhasil, waktu itu memutuskan bayi tabung karena saya ada endometrosis ringan dan sudah pernah di laparoskopi dengan dr Wahyu di rs. Bunda Jkt. Namun setelah laparoskopi ternyata tidak kunjung hamil juga. Sebelum laparoskopi saya pernah treatment PLI jg karena diduga alergi sperma sehingga nilai ASA saya tinggi.

Semoga sharing saya bisa menambah semangat para calon mommy lain untuk ttp berusaha mendapatkan buah hati. Terimakasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bayi Tabungku Yang Gagal – Yofita

Yah…sesuai judul program bayi tabungku gagal 🙁

Tergiur iklan bayi tabung murah di media social, aku mengikuti program bayi tabung di Daya Medika – Kedoya, promo 30jt an tapi nyatanya total biaya yang saya keluarkan 60jt an dg alas an usia sehingga dosis suntikan yang saya butuhkan lebih besar.

Saya mulai bayi tabung tgl 8 Mei 2015, usia aku dan suami sama 42th, yah betul, bisa dibilang sangat terlambat tapi kita masih berharap.
Proses bayi tabung disini sangat cepat, bahkan untuk program bayi tabung yang merupakan program yang luar biasa bagi kita yang sangat mengharapkan anak, seperti tidak ada komunikasi atau kedekatan pasien dan dokter seperti yang sering saya baca di milis ini.

Datang di kondultasi pertama kali, langsung dapat resep untuk mulai prosesnya, konsultasi hanya sekitar lima menit.
Tiap datang dua hari sekali pun dokter nya sll ganti dg alas an mereka itu team. Saya merasa tidak ditangani serius dan intens oleh satu dokter.
Bahkan saat saya datang untuk terima rapor pun dokternya bilang gagal dan tidak ngasih tau sebabnya apa ga ngasih advise apapun selain bilang embrio ga nempel di rahim dan silahkan coba lagi 🙁

Kalo inget program yang saya jalani saya jadi kecewa dan menyesal, mungkin saya harus menabung lagi dan mencari RS dan dokter yang banyak di rekomen oleh teman2 di milis ini.
Yah walaupun saya sadar sepenuhnya bahwa anak adalah kuasa Allah.

salam,
Yofita

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...

OHSS – Rini

Hai teman2….aku Rini umur 42,saya program bayi tabung di RSIA FAMILY PLUIT. Saya start awal mei 2015. Tgl 29 juli ini saya baru akan dpt rapor, cuma saya sdh testpack 3x sampai pagi ini dan puji Tuhan hasilnya positif. Saya ET 2X, tgl 13 dan 15, total embrio yg di transfer 4. Yg tgl 15 blastosis yg di trf. Saat OPU ada 16 telur dan 15 yg bagus. Jd embrio 11. Saat tgl 15 juli, sisa embrio yg di simpan ada 3.

Saat ini saya kena OHSS, sakit bangeut, perut spt hamil.3 bln. Dokter sarankan byk makan protein. Dokter bilang jika hamil, ohss ini sembuh kurang lbh 7 minggu. Apa ada yg punya pengalaman spt saya? Dan sembuhnya kpn? Krn dokter bilang jika yg kena OHSS change utk hamil tinggi dan jika mendadak. perut kempes artinya tdk hamil. Semoga tgl 29 dpt raport yg sesuai dgn testpack saya ya dan saya info RSIA family sangat rekomen bgt. Team dokter,suster detail bgt. Disini rahim yg plg disiapkan utk embrio menempel. Walau mmg lama prosesnya tp dari kesiapan rahim,telur,dll sdh dimonitor sjk awal. Semoga Tuhan memberiku kekuatan, kesehatan utk melewati ohss dan babyku sehat. Amin. Gbu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Selamat Idul Fitri 1436H

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1436H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga ketabahan Anda mencari keturunan membuahkan hasil yang membahagiakan hati

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

BhCG menurun stlh dinyatakan positif – Onniek

Halo teman2 semua. Aku mau berbagi cerita pengalaman bayi tabung.

Umurku 31 tahun dan suami 32 tahun dgn usia pernikahan 7 tahun. Saat ini aku mengikuti bayi tabung di BIC dgn dokter nando. Sy memulai program januari 2015 pada waktu itu sy ikut paket, dan mulailah suntik elonva (pembesar telur), cetrotipe dan ovidral (utk pemecah telur). Singkat cerita OPU diperoleh 23 oocyte. Lalu icsi dengan hasil 18 good dan 4 moderat. lalu setelah blastosis terdapat 3 embrio good. Oiya mengikuti bayi tabung ada polip dirahim saya. Dan krn obat2an si polip tambah besar. Alhasil pada waktu OpU skaligus kuretase. Berhubung kuret alhasil siklus haid sy ngacak sampai 4 siklus. Singkat crita 20 juni lalu sy fET.

Dan tibalah tanggal 1 juli sy cek BhCG dan alhamdulilah positif dengan BhCG 131. Sehari kemudian sy kontrol kedokter dan disarankan untuk minggu depan sy cek BhCG lagi. Tibalah ditanggal 8 juli sy tes BhCG dan “tara” shock melihat hasilnya menurun menjadi 84. Sedih krn konsultasi kedokter sgt kecil kemungkinan janin sy berkembang. Hiks hiks hiks. Lalu dokter menyarankan untuk kontrol lagi ditanggal 15 juli.

H2C deg2an banyak berdoa berharap keajaiban itu datang.
Teman bagi pengalaman donk yg BhCG nya menurun stlh dinyatakan positif.
Sblmnya makasih untuk respon & berbagi pengalamannya

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.60 out of 5)
Loading...

Endometriosis Stadium Empat – Kimberly

Hai teman2 saya disini ingin berbagi pengalaman saya,semoga bermanfaat buat teman2.

Saat ini usia saya 28th dan suami usia 30th. pertama2 saya akan menceritakan awal permulaan endometriosis yang sangat menyiksa setiap kali haid itu datang.

Pertama x saya datang haid ketika umur 13th. setelah bbrp bulan haid, ketika bulan keberapa saya lupa, darah mens bukan keluar melalui lubang yang tepat, tetapi melaui (*maaf, anus), dan rasa sakit dibawah perut yang saya rasakan sungguh luar biasa sakitnya. tetapi saya anggap ini merupakan gejala datang mens biasa, ini terjadi hanya 1x saja, setelah itu udah seperti biasa.

Ketika sma saya lagi datang haid, ketika mau BAB, rasa sakit yang saya rasakan lagi ketika feses mau keluar dan ini bukan ambeien, tapi karena adanya perlengketan endometriosis yang sudah mengenai usus besar saya, sehingga saya akan merasakan sakit ketika BAB, dan lagi lagi saya menggangap ini hal yang biasa.

Tahun 2010 saya sedang jalan2 di singapore, dan kebetulan nyokap mau check kandungan di gleneagles hospital dengan Dr Peter Chew, dan saya juga ikut masuk didalam untuk nemenin nyokap. dan saya tanyakan kepada dokter, kenapa setiap kali haid, saya mengalami sakit perut yang sangat sakit sekali sampai tidak bisa berdiri, Dokter langsung memeriksa saya melalui USG, dan disana di temukan endometriosis, dokter menyarankan untuk scan agar lebih detail lagi, dan ditemukan endometriosis kiri dan kanan sebesar 3cm dan sudah termasuk stadium 4, dokter menyarankan untuk segera operasi laparascopy, jika ditunda maka bahaya, karena takut endometriosis ini dapat pecah dan bahaya buat saya.

Akhirnya Nov 2010 saya melakukan laparascopy dengan Dr Peter Chew, Dokter Chew sangat baik skali, saya merasa nyaman untuk konsultasi sama beliau. Operasi hanya memakan waktu 1 jam dan tidak perlu nginap di rumah sakit, Setelah obat bius hilang maka saya sudah diperbolehkan pulang, saya disuntik tapros selama 6 bulan agar virus dapat benar2 mati.

Dokter menyarankan agar saya segera punya anak (NB: pacar saja tidak ada), karena endometriosis saya termasuk yang sudah gawat dan sewaktu2 dapat timbul lagi walau sudah disuntik tapros, dan dengan stadium 4 ini, saya dikatakan akan sulit punya anak.

Tahun 2013 saya menikah, selama 6 bln saya belum juga hamil, saya kembali lagi untuk mengecek ke Dr Peter Chew, ditemukan kembali endometriosis, dan saya laparascopy lagi dengan suntikan 6x tapros, dan setelah bbrp bulan saya belum kunjung hamil dan takut kalau sewaktu2 endometriosis muncul lagi maka saya mencari alternatif lain.

Sebelum saya melakukan operasi laparascopy yang kedua, saya mencoba dengan cara alami dengan dokter memberikan obat untuk agar telor nya besar, 2 minggu pasca minum obat, saya mengalami sakit perut dimana tidak dapat BAB dan BAK, lalu saya ke dokter umum dan dokter umum dijakarta bil bahwa saya kena infeksi kantung kemih dan ambeien dan diberikan bbrp obat, obat sampai habis tapi tidak kunjung sembuh juga, saya lalu ke dokter penyakit dalam, dokter USG dan menyarankan ke dokter kandungan karena ada permasalahan dengan kista saya, besok paginya saya ke dokter kandungan di jakarta di salah satu rumah sakit, setelah USG tranvaginal, dokter langsung mengambil keputusan untuk melakukan operasi dan pengangkatan setengah rahim saya karena kista membesar sehingga menekan usus saya.

Saya tidak mau melakukan operasi, besok paginya saya langsung ke singapore untuk di cek sama Dr Chew, dan dokter mengatakan bahwa saya alergi sama obat sehingga kista membesar, saya dikasi suntikan sehingga kista dapat mengecil dengan sendirinya, besoknya saya udah sembuh dan dapat BAB serta BAK.

Progam untuk mendapatkan anak terus saya lakukan tanpa menyerah, karena saya bekerja dan tidak bisa ambil cuti terus sedangkan ke singapore memakan waktu yang tidak sedikit dan juga dollar singapore naik terus maka saya mencari dokter di jakarta yang lebih dekat. Setelah saya browsing dan baca di web bayi-tabung.com maka saya memutuskan untuk konsultasi sama Dr Ivan di BIC.

Dr Ivan sangat friendly sekali, dan ketika di usg tranvaginal, ditemukan lagi endometriosis. sempat depresi, kenapa ini endo muncul sangat cepat skali. Dokter langsung menyarankan untuk melakukan inseminasi atau bayi tabung.

Saya mencoba untuk inseminasi Jan 2015 dan gagal, lalu Februai 2015 langsung program bayi tabung, dengan suntikan gonal dll, didapatkan 12 sel telur (8 yang akan jadi calon embrio , 1 abnormal dan 3 belum matang). Ketika hari kelima blastocyct hanya terdapat 4 embrio dengan kualitas good.

Februari dilakukan embrio transfer dengan 2 embrio dan setelah 2 minggu bhcg saya 28 dan kemungkinan kelainan kromoson, bayi tabung pertama dengan fresh embrio gagal. Setelah 3 bln ketika mau dilakukan embrio transfer dengan Frozen embrio, saya sempat menanyakan dokter, apa mungkin saya harus laparascopy lagi, agar endometriosis ini tidak akan menganggu ketika embrio di transfer, Dr Ivan mengatakan bahwa beliau cukup yakin dengan 2 frozen embrio karena dapat mencapai blastocyct.

11 Mei 2015 saya melakukan embrio transfer di BIC. dan setelah 2 minggu saya tes darah bhcg 577,42 dan positif hamil. Sekarang telah memasuki usia kurang lebih 10 minggu, semoga janin sehat terus dan dapat berkembang dengan sempurna didalam rahim saya.

Bagi teman2 seperjuangan, jangan mengenal kata lelah karena semua sudah di tentukan oleh Tuhan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...