bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

8th February 2013

Estradiol rendah – Sashy

Umur saya 25 tahun , saya menikah pada maret 2011 dan dalam jangka waktu satu tahun saya hamil diluar kandungan sebanyak dua kali dan keduanya menyebabkan saya harus operasi pengangkatan saluran telur (tuba falopi) kanan dan kiri. Harapan untuk hamil normal sudah pasti tidak ada lagi dan itu membuat saya down, sampai saya pernah menyuruh suami untuk menikah lagi.

Akhirnya tahun ini saya mencoba program bayi tabung di salah satu rumah sakit swasta di Denpasar, proses bayi tabung pun dimulai. Setelah beberapa kali suntik Gonal F dan menopur , hasil test estradiol saya dibawah harapan, estradiol saya hanya 596 dari yang seharusnya 2000. Akhirnya dokter menaikkan dosis suntikan saya menjadi 3 Amp Gonal F dan 2 amp Menopur. Saya jadi agak cemas knapa tingkat estradiol saya naiknya tidak begitu banyak setelah beberapa kali suntikan, apakah ini mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung ? bagi teman2 yang pernah mengalami masalah yang sama , apakah ada solusi untuk meningkatkan estradiol ? apakah ada makanan yg bisa membantu ? Mohon infonya . Terimakasih

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Denpasar, Kehamilan ektopik, Tuba fallopi bermasalah | 42 Comments


7th February 2013

Tanda tanda setelah embrio transfer – Ms.Tan

Hi all, ibu ibu semua yang sedang galau mengenai masalah keturunan, saya salah satunya, cerita dikit ya :

Married status : 8 years
Problem : Pcos
Done : iui 6 kali, laparascopy,

2012- october kami berdasarkan keyakinan dari agama kami,saya dan suami saya melaju ke dokter LC CHENG di thomson medical centre singapore mengenai masalah kami, setelah ditelusuri selama 1 jam ; well I think you should go for baby tube alias bayi tabung, tampa berpikir panjang kami pun setuju,

Mulai la saya di tgl 11-12-2012 untuk penyuntikan gonal f selama 8 hari, karena saya pcos, maka terjadilah OHSS (over stimulasi) alhasil dihari ke 13 dokter berhasil mengeluarkan 29 telur (hasil yg sangat menakjubkan, apabila > dari 30 maka saya harus ikut thawn cycle instead of fresh cycle) puji tuhan, setelah sehari difertilisasi, 20 telur yg bisa dikawinkan, dan hari 3 hasilnya keluar – 17 embrio , dan 2 embrio dimasukan kedalam rahim saya, 15 di freeze,

Mulailah perjalanan terpanjang dalam hidup saya 2WW is relly killing me

D1-pulang dengan hati senang – prut kembung
D2-kembung juga
D3-agak berkurang-karena diharuskan makan putih telur 10 biji per hari
D4-sedkit capek- ga tau apa karena kepengen capek,
D5-kayaknya beneren capek neh
D6-K0, relly capek sekali
D7-cramp
D8-stil cramping
D9-suntik penguat, neh sudah tidak cramp, dan tidak capek
D10-semangat 45
D11-sama semangatnya
D12- nah tunggu saya rasakan besok baru saya post ya semuanya

Saya belum tau berhasil apa ga bayi tabungku, cuma saya mau sharing aja kepada ibu ibu yg lagi ikut ataupun yg mau ikut bayi tabung, biar kita semua ga bingung, ga worried, ga menebak2, memang semua ga bisa dipastiin sebelum hari 14 , paling tidak kita bisa saling berbagi pengalaman kita

Nah semuanya kita yg berjodoh disini, we must think positiv,saling mendukung, karena 2ww ??? saya tau sangatlah merisaukan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in OHSS, PCO, Proses, Singapore | 18 Comments


2nd February 2013

Perjuangan keberhasilan bayi tabung saya – Lisa

Pertama-tama saya mau mengucapkan banyak terima kasih buat semua anggota milis bayi-tabung.com, terutama yang sudah membagi pengalaman nya, sehingga kita disini yang akan mengikuti program bayi tabung punya informasi and tips-tips mengenai bayi tabung. Saya sudah ikut milis ini sekitar 3 tahunan, sebagai pembaca setia.

Saat ini, saya mau membagi keberhasilan pengalaman bayi tabung saya, semoga dapat memberi informasi buat teman2 senasib dan menambah semangat untuk tetap berjuang dan selalu memiliki harapan J

Saya menikah umur 28 tahun 3 bulan, dan suami ku 10 tahun lebih tua dari saya. Jadi, ketika sudah menikah, kita sudah sangat pengen sekali punya baby. Setelah 6 bulan pernikahan, kita muali mengunjungi dokter kandungan biar cepat hamil.

Saya, ketika masih belum married, haid emang tidak teratur. Bisa haid sekali dalam 3 bulan atau sekali enam bulan, dan saya tidak terlalu peduli ya ketika belum married, malah senang-senang saja karena jarang ngerasa sakit buat haid paling-paling 2 atau 4 kali setahun, agak2 bodoh ya hehehe……….

Tapi setelah married, and check ke dokter, barulah saya tahu bahwa masalah tidak teratur haid disebut PCO, dan mengganggu proses kehamilan. Baru deh mulai pusing.

Kita mulai intense ktemu dokter kandungan. Hampir semua dokter yang dibilang orang bagus kita kunjungin, coba sengat lebah juga beberapa kali, tapi tetap kehamilan normal tidak terjadi. Sampai setelah 3 tahun berobat kesana-sini, salah satu dokter bilang ke kita, bahwa jalan kita satu-satunya adalah bayi tabung. Kayak disambar petir dengar nya, sampe dirumah baru deh nangis bombai.

Masalah saya memang cukup kompleks: PCO (haid tidak teratur), tuba kiri tersumbat total, tuba kanan tersumbat parsial, dan sperma suami geraknya lambat/malas sehingga tidak bisa melalui tuba yang masih tersumbat partial.

Sekitar bulan Maret 2012, kita mulai akupuntur dengan Dr. Loona di cikarang, karena kita mau coba program bayi tabung. Menurut pengalaman teman2 dimilis ini akupuntur bisa membantu keberhasilan program bayi tabung. Pertama-tama kita cukup intense bisa 2 kali seminggu, tapi setelah beberapa bulan hanya sekali seminggu, karena kecapean and agak sakit juga ya ditusuk jarum. Setelah 3 bulan akupuntur telur-terlur saya sama saja tidak ada perubahan yaitu banyak yang kecil-kecil dan susah untuk di stimulasi jadi besar, padahal udah minum obat herbal dari Dr. Loona.

Saya juga mulai hidup sehat. Olah raga (treadmill di rumah ketika ada waktu luang), dan makan JUS ALPUKAT tiap hari, karena saya baca di Kompas, alpukat sangat bagus buat program bayi tabung, yaitu dapat meningkatkan keberhasilan bayi tabung sampai 4 kali lebih besar. So, buat teman-teman yang mau ikut program bayi tabung, ngak ada salahnya untuk coba makan Jus alpukat pakai madu untuk meningkatkan keberhasilan program. Saya juga rajin makan ikan salmon rebus.

Sekitar bulan Juni 2012, kita dapat informasi dari Dr. Loona bahwa RS. Loh Guan Lye di Penang ada program discount untuk bayi tabung, yaitu totalnya sekitar RM 14,000 -16,000. Sebelumnya kita rencananya mau program bayi tabung di Jakarta atau Siloam Surabaya.

Tgl. 27 July 2012, kita ke Penang ke RS. Loh Guan Lye. Customer service nya cukup bagus ya, kita langsung disambut dengan ramah dan sudah didaftarkan. Tapi kebetulan dokternya ada operasi dan kita baru bisa ktemu sore hari. Akhirnya sekitar jam 12 siang kita ke apartment dulu, dan balik ke rumah sakit lagi sore nya sekitar jam 4 sore.

Kita ktemu dengan Dr. Devindran (India), tapi bisa bahasa melayu juga. Setelah di check, dokternya bilang saya harus laparoskopi untuk bisa memperbesar telornya. Karena saya sudah banyak membaca website ini, maka saya banyak pertanyaan ke dokternya. Dan saya bilang bahwa kalau laparoskopi itu banyak efek sampingnya. Ada pernah say abaca di web ini akibat laparoskopi malah telornya jadi habis dan rusak. Dokternya agak emosional dikit sehh pas saya banyak tanya mungkin dikirain sok pintar gitu ya, padahal kan kita takut terjadi apa-apa sama kita.

Besoknya kita disuruh lagi datang untuk mikir-mikir dulu malamnya. Akhirnya setelah diskusi dengan suami, kita tidak mau laparoskopi, dan dokternya bilang kalau tidak laparoskopi kemungkinan keberhasilan bayi tabung kecil. Bisa hiperstimulus kalau langsung program atau telurnya tidak berkembang. Akhirnya kita bilang, kita mau pikir2 dulu di Jakarta. Dokternya kasih obat pengatur haid buat 1 bulan dan juga zinc untuk suamiku. Dan kita disuruh balik lagi ketika haid pertama atau haid hari kedua.

Setelah di Jakarta, kita mikir2 dan sambil berdoa. Akhirnya kita putuskan mau cari second opinion. Saya telp RS. Siloam Surabaya untuk membuat janji, dan ketika haid, saya dan suami terbang ke Surabaya sekitar bulan Agustus 2012. Rencananya mau langsung program ketika lebaraan biar tidak terlalu banyak cuti. Tapi setelah ketemu Dr. Aucky, ternyata hasil tes darah saya setelah haid belum bagus. Jadi harus ada 1 cycle lagi untuk bisa program. Jadi saya dikasih obat pengatur haid lagi.

Bulan September 2012, saya haid lagi dan saya langsung terbang ke Surabaya hari kedua tidak ditemanin suami lagi. Pagi-paginya check darah, dan sorenya ktemu Dr. Aucky. Setelah dilihat hasilnya, ternyata saya sudah bisa ikut program di September 2012. Saya dikasih obat oleh Dr. Aucky sekitar 4 hari buat dibawa ke Jakarta, karena saya masih belum urus cuti dikantor.

Oh ya siangnya setelah check darah, saya cari kost-kost an sekitar rumah sakit. Dan saya memutuskan di Jalan Sumbawa No. 1 karena ada si mba nya yang bisa buat masak dan beres2. Harganya sehh agak mahal sekitar 200,000/hari, tapi cukup nyaman menurut saya.

Setelah di Jakarta, saya suntik sendiri obatnya (FUREGON), karena suami tidak berani. Setelah obat FUREGON nya habis, saya dan suami berangkat ke Surabaya. Ketika kita tanya dokternya apakah suami ku juga harus tetap tinggal di Surabaya selama proses, dokternya bilang tidak perlu. Suami dibutuhkan nanti pas pengambilan sel telur (OPU), dan butuh sperma suami untuk pembuahan. Jadi hari minggu nya suami ku pulang ke Jakarta.

Setelah 7 kali suntik (kita 2 kali ke rumah sakit setiap hari, yaitu pagi hari untuk check darah dan USG, dan sorenya suntik sama suster dan konsultasi ke dokter setiap tiga hari), ternyata sel telurku masih bandel tidak mau besar. Akhirnya dokter menambah dosis obatnya dari 1 ampul/ perhari menjadi 1,5 ampul/hari selama 4 hari. Ternyata sama saja telor ku masih kecil-kecil tapi banyak. Kayaknya dokter Hendro yang USG nya udah bingung kok bisa kecil2 ya telor saya, dan ngak mau gede-gede.

Sampai di kost an nangis-nangis deh pas nelp suami, karena kemungkinan ngak bisa program bayi tabung berhubung sel telornya ngak mau besar padahal udah di suntik FUREGON. Akhirnya Dr. Aucky menurunkan kembali dosis obat nya menjadi 1 ampul /hari selama 3 hari. Thanks to Dr. Aucky yang selalu kasih semangat and optimis ketika kita merasa galau.

Setelah suntik sekitar 14 hari, thanks God, ternyata telor saya akhirnya bisa besar-besar dan bisa di OPU. Setelah suntik pecah telor, hari selasa, 11 September 2012 saya OPU dan dapat telor 15 biji. Dokter Hendro nya bilang sambil bercanda telor saya banyak nya 1 kg hahahaha………….. akhirnya setelah dag-dig-dug………. Saya tidak akan punya sel telor yang ukuran nya mencukupi untuk program bayi tabung, ternyata Tuhan begitu baik memberi banyak sel telor kepada saya. Padahal hampir semua dokter bilang bahwa sel telor saya itu susah banget di stimulus.

Tgl. 15 September saya dapat kabar bahwa dari 15 sel telor ku, 6 dibuahi dengan grade Excellent. Oh ya suami ku jadinya ICSI karena spermanya kurang bagus.

Tgl. 16 September 2012, saya ET dan tidak ditemanin suami karena saya pikir Cuma tanam doang. Ternyata lebih bagus kalau ada suami pas OPU dan ET untuk kasih semangat. Pas ET, susahnya itu nahan pipis nya. Saya akhirnya turun dari tempat tidur untuk pipis setelah 4 jam karena ngak bisa pipis di pampers. Tapi saya jalannya pelan-pelan ke toilet sambil berdoa dalam hati, semoga tidak terjadi apa-apa.

Selama menunggu raport hasil bayi tabung, saya sudah dag-dig-dug di kost an akan hasilnya, dan bolak-balik telp suami. Dan syukur di kost an ada teman2 yang bisa diajak sharing dan ngobrol2 untuk menghilangkan kejenuhan.

Perubahan yang saya alami setelah ET yaitu payudara agak kencang dan sakit (kayak mau haid), tidur ngak nyenyak, sering pipis. Oh ya setelah ET pernah suntik penguat sekali.

Akhirnya tgl. 28 September hari yang dinantikan dan menegangkan. Suami, aku suruh datang ke Surabaya, karena ngak kuat nanti klo hasilnya negative. Malamnya karena ngak sabar saya suruh suami beli test pack, dan saya test, ternyata ada 2 garis. Antara percaya dan tidak percaya. Suamiku bilang, mungkin tespack nya salah, karena hasilnya kan baru besok. Pagi-paginya saya ngak sabar juga nunggu ke rumah sakit, akhirnya saya test pack, dan hasilnya tetap 2 garis. Sekitar jam 8 kita ke rumah sakit untuk check darah, dan sorenya baru dapat hasilnya. Karena suami ku sibuk telp ke kantornya, akhirnya saya telp sendiri ke rumah sakit, dan susternya bilang positif…….. oh my GOD………….. antara percaya dan tidak percaya…………. Saya nangis bahagia and infoin ke suami.

Sorenya kita ktemu Dr. Aucky dan hasil test darahku 476. Kata dokternya kemungkinan kehamilan ganda. Oh ya saya tanam 3 telor. Sorenya kita pulang ke Jakarta naik pesawat, dan saya dikasih dokternya obat penguat CRINONE selama 1 bulan, dimasukkan dari vagina bentuknya kayak pensil warna putih.

Setelah 1 bulan kita check ke Rumah Sakit HGW. Ternyata ada 3 detak jantung. 1 kantong ada 2 detak jantung, dan 1 kantong lagi ada 1 detak jantung. Pulang dari rumah sakit, saya dan suami dag-dig-dug lagi takutnya yang 1 kantong 2 detak jantungnya nantinya kembar siam, dll. Biasalah kadang ada pikiran negative muncul ya. Saya dikasih dokternya dufaston (penguat kandungan) dan vitamin.

Kehamilan minggu ke-7 saya pendarahan, karena kaget sama petir dan habis beres-beres rumah. Sialnya hari minggu pula. Saya telp ke RS. HGW, dimana saya USG untuk pertama kalinya, dan rencananya mau lahiran disana karena dekat dari rumah.

Sampai disana jam 15.30 sore, dan Dr. AMD yang menangani saya katanya sudah pulang 10 menit yang lalu. Saya tanya apakah ada dokter yang available? Susternya telp ke Dr. AMD, dan disuruh untuk cari dokter lain siapa tahu ada yang available. Ternyata semua dokter tidak ada yang available. Jadi susternya telp dokter Dr. AMD lagi, dan Dr. AMD bilang akan datang setelah magrib sekitar jam 6 sore karena bapaknya lagi operasi.

Selama menunggu saya terus keluar darah banyak, dan tidak ada tindakan apapun dari rumah sakitnya. Saya sudah mulai lemas, bingung gimana kondisi saya apakah saya akan meninggal, dan gimana kondisi bayi saya. This was the hopeless time in my life. Saya hanya bisa nangis dan telp mama saya minta di didoain.

Suami ku sudah bolak-balik nanyain susternya untuk pastiin apakah dokternya akan datang? Dan susternya bilang pasti akan datang. Ditunggu sampai jam 6 sore ternyata dokternya belum datang juga, dan kita berusaha berpikiran positif. Setelah jam 7 malam, susternya datang ke kamar saya (saya hanya tidur saja di tempat tidur rumah sakit tanpa ada tindakan dari rumah sakit), kata susternya: MOHON MAAF BU, Dr. AMD TIDAK BISA DATANG, KARENA ADA PASIEN NYA YANG HARUS OPERASI. JADI TERSERAH IBU, MAU PULANG KERUMAH ATAU DIRUMAH SAKIT, NANTI SEKITAR JAM 9 MALAM KEMUNGKINAN ADA DOKTER PENGGANTI. Bak disambar petir, saya dan suami mendengarnya. Saya langsung naik pitam dengar kabar dari susternya. Gila ya saya disuruh nunggu 5 jam tanpa tindakan apa-apa dengan harapan dokternya akan muncul batang hidungnya, tapi dengan enteng bilang ngak bisa datang. Mau pulang atau tetap di rumah sakit. Emang ini ngak nyawa apa ???????????? Saya keluar darah terus sampai lemas, dan tindakan rumah sakit besar seperti ini ????????? Akhirnya kita kalang kabut nyari dokter kandungan yang available. Setelah telp beberapa rumah sakit di Bekasi, thanks God, RS. Bella ada dokter yang dalam perjalanan ke rumah sakit. Mungkin sekitar jam 8 malam nyampe RS. Bella.

Saya sms Dr. AMD dengan marah, agar lebih berdedikasi sama pasien nya, karena ini menyangkut nyawa, dan jangan berjanji kalau tidak bisa datang, sehingga pasien bisa cari rumah sakit lain. Dan besoknya sms saya dijawab Dr. AMD, katanya karena bapaknya sakitlah dan saya sudah disuruh tunggu sampai jam 9 malam untuk dokter pengganti. Coba, apa kita percaya lagi????????????? Kita disuruh nunggu sampai mati kali ya tuh sama Dokter ????????

Jadi saya TIDAK REKOMEN deh UNTUK RS. HGW, apalagi Dr. AMD.

Sepanjang perjalanan dari Hermina ke RS. Bella, saya dan suami sudah nangis Bombai. Berbagai macam pikiran negative muncul dikepala. Sampai-sampai kita salah keluar tol saking panik nya.

Setelah sampai di RS. Bella, turun dari mobil saya seperti tidak menginjakkan kaki ke lantai. Untung dokternya sudah sampai. Kita langsung masuk ke ruangan dokternya, dan di check tekanan darah, ternyata tekanan darah saya 76/80, kata dokternya, tekanan darah saya ini rendah makanya saya seperti tidak menginjak lantai dan lemas.

Dokter suruh saya USG, dan saya dan suami sudah hopeless aja. Yang penting saya selamat, itulah yang ada dipikiran saya dan suami. Suami juga tidak berani lihat ke layar USG, padahal biasanya suamiku yang paling bersemangat.

Sampai dokternya bilang, masih ada 2 detak jantung pak. Deg……………….. suami ku langsung lari ke tempat USG untuk melihat, dan saya juga ngerasa nyawaku balik lagi ke tubuh. 2 detak jantung calon bayiku berdetak sangat kencang. Kata dokternya karena bayinya kaget. Jadi yang pendarahan itu ternyata yang 1 kantung isi 2 janin, dan 1 calon bayi ku berkorban untuk 2 saudaranya lagi. Saya percaya calon bayiku sudah kembali ke sisi Tuhan, dan sekarang bahagia disana.

Akhirnya saya di opname di rumah sakit Bella 3 hari, dan dipasang infus. Setelah 1 jam infusnya masuk, saya mulai bertenaga kembali. Thanks to God for giving us the way out.

Setelah sehat , kita memutuskan control ke rumah sakit yang memang menangani bayi tabung. Kita takut kejadian yang sama terulang. Apalagi untuk hamil saja harus butuh perjuangan berat selama 4 tahun.

Akhirnya kita memilih BIC (Bunda International Clinic) di Menteng, dengan Dr. Ivan untuk kontrol kehamilan.

Sekarang puji Tuhan, saya sudah masuk kehamilan 5 bulan, dan akhir bulan January ini mau USG 4 dimensi untuk mengetahui ada atau tidak kelainan bayi nya, dan juga untuk mengetahui jenis kelamin bayiku. Mohon doa nya ya teman2 supaya bayi kembarku sehat dan berkembang sempurna sampai melahirkan.

Oh ya selama program bayi tabung,saya tetap rajin minum jus alpukat sampai kehamilan 1 bulan. Akhir2 ini agak eneg makan ikan salmon dan jus alpukat, mungkin krn udah keseringan makan jus alpukat ya. Jadi saya ganti ke buah lain. Tapi Jus Alpukat mengandung banyak asam folat loh teman-teman, dan ngak bikin gemuk kok seperti streotip selama ini.

Biaya program bayi Tabung saya di Surabaya dari awal sampai akhir sekitar Rp. 38 juta rupiah.

Demikianlah pengalaman keberhasilan bayi tabung saya yang panjang ini. Semoga teman2 yang berjuang, cepat terkabul ya doa dan harapan nya………. GBU all……..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, PCO, Pengalaman di klinik/rumah sakit, Sperma bermasalah, Surabaya, Tuba fallopi bermasalah | 75 Comments


28th January 2013

Suami azoos, berhasil hamil – Pepy

Halo smua, sy dl bbrp x mengajukan pertanyaan d forum bayi tabung ini, sejak awal mengetahui suami azoos, sy banyak cr tau hal yg berhub. dgn itu,dan akhirny kami memutuskan utk ikut program bayi tabung. Meskipun kami baru 2 tahun menikah, tp karena sudah mengetahui penyebab sy tdk bs hamil dan usia sy sudah 30 thn, kptsn ini pun kami ambil, meskipun ada pihak keluarga yg krg setuju krn menganggap kami terlalu terburu2, tp ini keptsn kami berdua sbg suami istri, dan kami berprinsip,selagi msh ada wktu dan jg dana, knp mesti mengulur wktu lg.

Singkat cerita, sy dan suami ikut program bayi tabung di Medan, dengan dr.Binarwan Halim, suami dibiopsi, krn sperma memang tidak bs didapat dr proses masturbasi. Hasil biopsi menemukan banyk sperma td tdk bergerak (no motil), tp dokter meyakinkn bhwa sperma spt itu msh bs dipakai. Kemudian,sy menjalani proses long protokol, mulai dr suprefact, gonal f, opu kmdian ET dengan 5 embrio ditransfer. Puji Tuhan, dari 5 embrio tsb, satu embrio menempel dengan kuat di rahim sy, dan skrg sy sdg hamil. 13 minggu.

Demikian pengalaman sy, sy ingin berbagi dgn tmn2 yg mungkin punya permasalahan spt kmi. Tks

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Medan, Sperma bermasalah | 14 Comments


19th January 2013

Berhasil hamil setelah laparoskopi – Fay

Okay, postingan kali ini aku dedikasikan buat perempuan yang pengen hamil, tapi takut untuk mencari pengobatan, en lebih milih pasrah.

Jadi gini, 1 tahun setelah nikah dan belum juga dikaruniai keturunan, aku mulai USG. Suami mulai analisa sperma. Sama-sama dicek, apa yang salah, apa ada kelainan. Hasilnya : aku ada kista endometriosis dengan ukuran ±4 cm. Letaknya di atas rahim, dekat dengan tuba/ saluran telur. Suami, udah dianalisa sperma, dengan hasil : Teratozoospermia, yang artinya bentuk sperma sebagian besar abnormal. Pada tahap ini, kami sama-sama kecewa. Karena kalo aja hanya salah satu dari kami yang bermasalah, tentu lebih sedikit yang diperbaiki. Tapi karena ini kami berdua..yah, harus sama-sama mulai pengobatan.

Aku disuntik Entrolin 3x dalam 3 bulan. Sakit, dan aku emang gak suka disuntik. Suami minum Aprovit 1 bulan. Seiring waktu berjalan, aku tetap kesakitan saat haid, haid tetap tidak teratur, dan tetap tidak ada tanda kehamilan. Aku diterapi dengan Profertil tiap bulan, diminum di hari 3-5 haid. Suami mulai mengkonsumsi Provigor, dan Becom zet. Ini saran aku sendiri, karena setelah cari tahu sperma akan baik bila diberikan antioksidan, dan zinc. Bulan September 2011, suami analisa sperma lagi, dan Alhamdulillah sperma normal. Aku seneng banget. Berarti ini PR tinggal di ngurusin aku aja. Makin optimis.

Oktober 2011, gak disangka-sangka aku sangat kesakitan waktu haid. Sangat sakit sampai aku keringat dingin, dan obat penghilang nyeri yang paling tinggi pun gak mempan. Akhirnya aku out of nowhere bilang ama mama, kalo aku mau dioperasi. Setelah diUSG, besar kista 4cm, terlalu beresiko untuk operasi besar/laparotomi. Setelah berunding, akhirnya 2 hari kemudian aku berangkat ke Medan, untuk selanjutnya dilaparoskopi operatif di RS Stella Maris.

Selesai laparoskopi (LO), bulan November aku haid, udah gak sakit lagi. Desember haid lagi, lebih cepat dari jadwal, en tetap gak sakit. Januari 2012, aku telat haid 2 minggu. Setelah di USG, Alhamdulillah aku hamil 5 minggu. So, usaha kami, doa kami, didengarkan Allah.

Nah, itulah. Kita yang harus berusaha, gak boleh pasrah, coba segala kemungkinan. Pengobatan zaman sekarang sudah sangat canggih. Kita bukan lagi ‘generasi pasrah’ yang hanya berpangku tangan nunggu rezeki jatuh dari langit. Kita generasi jemput bola, jemput rezeki itu dengan usaha maksimal. Aku sudah bikin timeline dengan suami, kalo 3 bulan setelah LO aku gak hamil, kami akan langsung switch ke Inseminasi. Kalo sampai umur 28th aku juga belum hamil, kami akan bayi tabung. See, we have to plan it all. Walaupun nantinya Allah yang menentukan.

Sakit? Emang, sakit banget. Suntik 3x, itu sakit. Hidrotubasi, sakit banget, aku sampai perdarahan karena terlalu stres. Pasca LO, lebih sakit lagi, gak bisa jalan, tidur harus miring. Tapi semua itu terbayar dengan melihat si calon baby di USG, sekarang besarnya masih 1cm, umurnya masih 7 minggu.

Tiap minggu aku USG, just to make sure the baby is still there.  :)
Sekarang si baby udah 3bulan. Baik budi banget, sukanya ketawa, cepet pinter, jarang sakit juga. Worth to wait sampai 2 Tahun deh.

So, take ur time. Rencanakan uangnya. Rencanakan waktu untuk fokus berobat. Seperti yang udah berulang-ulang kali aku bilang di sini, usaha itu porsi kita, selanjutnya terserah Allah. Kalau ada yang mau tanya-tanya, ya boleh. Aku seneng banget kalo cerita sukses ini bisa jadi semangat buat yang lain.
Sakit, takut, marah, ngerasa hidup gak adil, ngerasa dunia seakan menghakimi, nangis berguling-guling saat tau temen yang baru nikah udah hamil, aku udah pernah ngerasa semua. Aku bisa aja milih untuk jadi depresi, down. Tapi aku milih buat usaha terus, usahaaa terus, usaha-doa, usaha-doa, sampai membuahkan hasil kayak sekarang.

Jangan tunda cari pengobatan. Rezeki pasti ada aja. Percaya deh. :D
GOOD LUCK!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Kista, Medan, Sperma bermasalah | 11 Comments


11th January 2013

Telur dan sperma sedikit – Lisa

Hi all, saya sudah menikah 4,5 tahun.. Tahun lalu saya sempat ikut program bayi tabung dgn dr. ivan di BIC.. Sudah sampai tahap OPU, telur yg didapati hanya satu, ditunggu sekitar 2harian ternyata telurnya tdk terjadi pembuahan… Sehingga saya tidak bisa dilakukan ET.. Sperma suami saya termasuk oligo extrim.. Sdgkan stlh disuntik dgn gonal telur saya hanya ada 2, pada saat OPU ternyata yg matang hanya satu tadi..T.T sedih banget…

Januari ini saya ingin mencoba program lagi di penang dgn dr.devindran.. Pas usg, dia lgs pesimis, dia bilang persediaan telur saya sangat sedikit, bahkan dia mengatakan indung telur saya yg sebelah kiri seperti tidak memproduksi lagi, dia menganjurkan saya utk laparakopi utk memastikan.. Saya down banget.. Browsing2 diinternet ternyata yg laparaskopi karena kasus ada kista atau miom atau kasus tuba tersumbat.. Akhirnya saya menyatakan ragu utk operasi.. Dr.devindran tdk memaksakan, tapi beliau bilang jalan satu2nya adalah egg donor.. Saya menanyakan apakah saya tidak bisa bayi tabung hanya dgn satu indung telur yg sebelah kanan saja? Dokter bilang kemgknan keberhasilannya sangat kecil, hanya menghabiskan biaya saja.. :(

Down sekali saya mendengar perkataan dr. devindran.. Saya brgkt ke penang dgn semangat dan harapan yg baru, saya pulang dgn tangisan.. Saya usianya 29tahun, suami 31 tahun.. Haid saya lancar, tdk pernah terlambat.. Mengapa telur saya sedikit, dan seperti org mau menapause?? T.T

Adakah diantara teman2 yang mengalami hal yg sama dengan saya? Mgkn bisa berbagi.. Atau adakah yg berhasil dgn cara alami dgn kndsi sprt saya ini? Atau adakah yg berhasil bayi tabung? Karena saya benar2 merasa sendiri.. No one understand what i feel now.. :( thanks

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Indung telur, PCO, Sperma bermasalah | 18 Comments