Yakin dengan proses bayi tabung – Femi

Hai, Salam Kenal.
Saya senang baca sharing teman2 disini yang sangat memotivasi. Terima kasih atas sharing2nya ya.
Sekarang sy 36 thn dan suami 45 thn. Kami pertama kali melakukan bayi tabung tahun 2011 dengan dr. Budi Wiweko di Yasmin Kencana. Sperma suami bagus tidak ada masalah, masalah ada pada sy dimana tuba falopii mampet 2-2nya akibat infeksi TB rahim. Setelah TB diobati selama 1 tahun dan dinyatakan sembuh, masalah lain yg muncul adalah rahim saya terlalu tipis dan tidak merespon obat2 hormonal yg diresepkan untuk menebalkan endometrium. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan transplantasi amnion untuk merangsang endometrium menebal. Amnion tersebut diperoleh dari Ibu yg baru melahirkan dan sudah melalu proses screening. Setelah amnion dipasang dan dibantu obat2 hormon, kami dinyatakan siap untuk bayi tabung.

Pada waktu OPU diperoleh 11 sel telur dan yang berhasil menjadi embrio ada 7 tetapi hanya 2 yang ditanam mempertimbangkan rahim sy yang tipis. Alhamdulillah proses bayi tabung fresh cycle berhasil dan saya melahirkan bayi laki2 dengan proses normal via waterbirth. Kami berhasil punya anak setelah 8 tahun menikah. Oya, karena waktu itu di Yasmin tidak disarankan melahirkan normal sementara saya yakin bgt saya bisa melahirkan normal, pada usia kandungan 7 bulan saya pindah ke Bunda dgn dr. Irham. Sebelumnya saya pamit dulu ke dr. Budi kl sy mau melahirkan normal dan pindah dokter.

Setelah anak sy berusia 2 thn, akhir tahun lalu kami memutuskan utk FET walaupun saat itu sy masih blm comfort dgn bgmn hukumnya secara agama mengenai embrio yg di freeze selama 3 thn krn sy pernah baca ada jg negara yg melarang frozen embrio (cmiiw, maaf kl salah ya). FET yg pertama dilakukan dgn mentransfer 2 embrio tp belum berhasil. FET lagi dengan 3 embrio tapi belum berhasil jg. Atas kedua kegagalan itu kami tidak melakukan review dgn dokter tetapi sy yakin hal tsb terjadi krn sy gak comfort dengan FET yg menurut sy kelamaan itu??, semesta merespon.

Saat ini sy sedang proses bayi tabung lg di BIC dengan dr. Irham. Tgl 21 Des sdh OPU dengan hasil dari 11 oocyte, ada 10 yg fertilized tp blm tau kualitasnya. Besok pagi tgl 24 Des insya Allah sy akan proses ET.
Semoga Allah memberi kelancaran bagi saya dan teman2 yang sedang proses bayi tabung, ya.

Total biaya yg sudah kami keluarkan:
Biaya program promo 43,500k
tambah obat 14,000k
lab 6,000k
biaya konsul dokter sekitar 4x: 2,000k

suster bilang yg bisa pake harga sesuai promo biasanya kl dibawah 30 thn, untuk yg diatas 30 thn biasanya ada tambahan obat hormon dikarenakan kualitas sel telur sdh menurun.

Demikian share pengalaman sy menjalani bayi tabung.
Dari pengalaman2 itu sy menjadi tambah yakin bahwa selain hanya kuasa Allah yang menentukan, kita jg harus yakin dengan proses yg kita jalani, sabar-termasuk nungguin dokter berjam2, ikhlas, dan merasa beruntung krn gak semua perempuan dikasih kesempatan utk jalanin proses bayi tabung- it’s kinda distribution of wealth, isnt it??

oya, pas OPU yg pertama sy bahkan cuma ijin sebentar dr ktr dan langsung kerja lg walopun jd oon krn pengaruh obat bius msh ada ?. Dan saat fresh cyle yg pertama sy cuma cuti ktr 2 hari dan beraktivitas seperti biasa lg. Baru setelah dinyatakan hamil, sy lebih berhati2.

Semangat ya teman2..

Sy selalu ingat pesen dokter ahli paru2 sy, dr Handoko Gunawan, waktu sy mengungkapkan kekhawatiran gak bs punya anak krn TB rahim: “gak ada yg gak mungkin buat Tuhan, kamu kayak gak punya agama aja!”

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Program Bayi Tabung Untuk Perbedaan Usia Pasangan – Vivi

Salam teman2, saya ingin berbagi pengalaman bayi tabung di BIC. Usia saya saat ini 32th dan suami lebih older 15thn, setelah menanti 3 thn akhirnya kami memutuskan untuk program bayi tabung. Dari hasil test suami ada Asthenozoospermia, sedangkan saya PCO (sel telur kecil) dan kondisi rahim bagus. Dr. Indra Anwar yang membantu kami. Berikut proses yang saya lalui :

  • 7 Nov Hari haid ke-2 screening test dan malamnya suntik pergoveris dosis 150 selama 4 hari.
  • 11 Nov Kontrol dokter, sudah ada 17 sel telur dengan ukuran kecil dan masih harus dilanjutkan dengan pergoveris 4 hari ke depan. Pada hari ke-5 mulai ditambah suntikan centrotide.
  • 15 Nov Kontrol dokter, ada 21 sel telur ukuran cukup besar dan siap panen. Malam hari di suntik pemecah telur superfact 0,3ml
  • 16 Nov Bebas suntikan….bisa jalan2 dan makan enak
  • 17 Nov Proses OPU, 1 jam sebelumnya disuntik dan perut langsung bereaksi seperti mules. 19 sel telur berhasil dipetik. Malam hari setelah OPU mulai pakai Crinone dan seterusnya.
  • 18 Nov Embriologist mengabarkan ada 10 sel telur yang dibuahi dan 7 embrio yang berkembang. Kami pun senang dan berharap semuanya baik.
  • 19 Nov Sesak nafas, pusing dan muntah2, perkiraan saya karena ini dikasih obat Zaldiar yang tidak cocok. Jadi kami memutuskan untuk ke RSIA Bunda dan dirawat untuk di infus + oksigen.
  • 20 Nov Pagi hari keadaan sudah lebih membaik dan info embriologist ada 2 embrio good dan 3 embrio lainnya moderate. Dokter sudah menjadwalkan kami pada hari ini untuk ET. Saran dari embriologist kalau kondisi saya memungkinkan sebaiknya transfer embrio dilakukan hari ini. Kalau menunggu hari minggu untuk blatosis belum tentu kondisi embrio bisa berubah2 bahkan menjadi poor. Tindakan ET dilakukan selama 15menit. Saya bisa melihat titik putih tersebut dilayar USG dan meneteskan air mata karena terharu. 2 embrio dimasukkan ke dalam rahimku. Setelah ET istirahat 1 jam di tempat tidur dan tidak boleh pipis.

2 weeks wait terasa lamaaaa dan setiap hari nya memakan putih telur 2-3 butir, juice alpukat, buah2an dan makan teratur kemudian minum obat. Saya diberi duphaston 2×1, salep oestrogel 2×1, asam folat 2×1. Pada hari ke-5 setelah ET mulai dirasakan nafsu makan bertambah, ingin makan daging sapi, minum susu, pokoknya bentar2 berasa laper dan lelah. Kadang juga sesak nafas, jantung berdetak keras. Perut terasa seperti mau haid dan pinggang pegal. Kalau tidur malam hari rasanya posisi balik kanan/kiri sangat tidak nyaman. Saya sangat senang karena baca pengalaman yang berhasil bayi tabung mengalami kondisi demikian.
Saya juga sempat makan mangga harum manis, pakai beberapa lotion kaki karena kulit kaki bersisik, coklat sesekali. Dan apakah itu tidak dibolehkan?

  • 2 Dec Selama penantian, saya tidak ada flek dan kalau malam tidak pipis. Berhub besok pembagian rapot, jadi saya test dipagi hari. Hasilnya negatif dengan garis yang sangat jelas, saya begitu kecewa dan menangis terus. Suami pun memandangi saya dengan mata berkaca tetapi berusaha menenangkan saya bahwa besok dipastikan dengan periksa darah. Saya pun browsing bahwa ada teman2 pengalaman beda sehari langsung bisa berubah positif. Saya berharap dan tetap berpasrah pada Tuhan.
  • 3 Dec Test darah bHCG & urine, setelah 5 jam dapat kabar bahwa hasil bHCG <1 dan rujukan kalau positif 5. Saya kembali menangis tiada henti sambil bertanya dalam diri. Apa yang salah dengan program bayi tabung? Apakah masalah sperma? Mengapa embrio yang ditanam tidak menempel salah satunya? Boleh dibilang problem kami tidak begitu sebesar teman2 lain yang ada masalah besar dengan reproduksi. Begitu banyaknya pertanyaan dan kami akan menemui dokter untuk mendapatkan penjelasan.

Dukungan suami begitu besar bahkan memanjakan saya selama embrio sudah ditransfer dan kami sudah berdoa setiap malamnya, membisikkan/mengobrol dengan embrio kami supaya sama2 kuat. Saya yang sudah membayangkan menggendong bayi, mencium wangi bayi dan akan berjuang selama kehamilan akan saya lakukan tanpa mengeluh. Namun keberuntungan belum berpihak pada kami.

Kami akan terus berusaha dan 3 bulan ini istirahat dulu untuk memulai program bayi tabung, mempersiapkan fisik, mental, dll.

Pengalaman di BIC dari dokter dan susternya semua baik dan berpengalaman, kami dapat berinteraksi dan menanyakan ke suster koordinator selama proses ini. Teman-teman boleh ada yang share pengalaman dgn Dr. Ivan Sini di BIC? Ketenaran Dr. Ivan meskipun usianya terbilang muda tidak diragukan dan banyak yang berhasil meskipun biaya konsultasi dgn Dr.Ivan terbilang mahal dari dokter lainnya yang ada di BIC. Apakah setiap kontrol dan pada saat ET dilakukan oleh Dr. Ivan? Saya dengar kadang karena begitu padatnya jadwal beliau suka dialihkan dengan asisten Dr. Agustin? Mohon infonya teman2.
Terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung dengan dr. Devindran Muniandy – Ellie

Hingga 4 tahun usia pernikahan, saya dan suami masih santai2 saja. Wara wiri sana sini dan bekerja. Walaupun ada saja yang KEPO bertanya “kok belum hamil2 sih? sengaja ya ditunda?” dan pertanyaan sejenis yang menurut saya seharusnya ditujukan ke Tuhan.

Masuk tahun ke 5, kami memutuskan untuk periksa keadaan masing2. Akhirnya pergilah ke klinik kesuburan di jl. Wijaya. Saya menjalani pemeriksaan lengkap termasuk HSG (tindakan paling tidak nyaman dari semua tindakan yg pernah saya jalani)
Hasil yg didapat, tubafalopi kiri sedikit lebih sempit dibanding yang kanan. Suami juga cek sperma. Dari hasil pemeriksaan, kualitasnya kurang bagus dan jumlahnya sedikit+ada varises di saluran reproduksi. Lalu dilakukanlah operasi pengangkatan varises itu.
Setelah itu kami belum sempat lagi berkunjung ke klinik tersebut untuk pemeriksaan lanjutan karena masalah waktu dan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Kalau boleh jujur, kami kurang nyaman pada antrian yang berjam2, dan ketika bertemu dokter, beliau hanya membacakan hasil pemeriksaan kami dalam waktu tidak sampai 5 menit lalu bertanya: “ada pertanyaan?”
Laaahhhh, ini saja baru dibacakan dan kami sedang mencoba mencerna, langsung di tanya balik begitu ya kami bengong ??

Beberapa bulan kemudian, teman dekat saya memberitahu kalau salah satu teman kami berencana mau program bayi tabung di Penang. Saya langsung tertarik ikut juga. Untungnya suami antusias dan mendukung sekali keinginan saya.

Bulan februari kami konsultasi pertama kali ke Penang. Tepatnya ke dr. DEVINDRAN MUNIANDY di RS Loh Guan Lye Hospital. Baru kali ini kami bertemu dokter dan langsung merasa sreg. Beliau fasih berbahasa melayu (menguntungkan untuk yang kurang menguasai bahasa inggris), memiliki raut wajah yang tenang dan selalu tersenyum. Selama konsultasi, kami tidak ngerasa diburu2. Beliau menerangkan dengan nada yang tenang sehingga kami pun merasa lebih santai. Saya langsung di USG dan kami dirujuk ke lab untuk melakukan pemeriksaan darah dan sperma suami. Sore hari kami balik ke rumah sakit dan langsung dibacakan hasil lab yang Alhamdulillah semua hasilnya bagus (kalau di Indonesia bisa/tidak ya secepat itu?).

Selama jeda waktu itu, saya selalu “keep in touch” by email dengan dr. Devindran. Semua pertanyaan2 saya selalu dijawab langsung oleh beliau. Sebagai pasien, saya merasa diistimewakan. Belum pernah sekalipun bertemu dokter yang mau meluangkan waktu menjawab pertanyaan2 pasien (yang pasti bukan dari saya saja) secara langsung. Yang pernah saya jalani di Jakarta, saya selalu berkomunikasi via asisten dokter.

26 April 2015
Haid hari pertama, saya seorang diri berangkat ke Penang untuk memulai program (program yang dipilih: Short Protokol atau mereka menyebutnya Antagonist Protocol yang dimulai pada haid hari kedua). Suami belum bisa ikut karna tidak bisa ijin kantor terlalu lama dan belum dibutuhkan juga untuk menjalani program. Ketika saya tanya apa yang sebaiknya saya lakukan selama program ini, jawab dr. Devindran: “happy happy and go shopping”
Hihi.. Dokter yang satu ini sangat mengerti wanita pastinya ^o^

Antagonist Protocol (IVF)

27 April 2015
Suntikan pertama dilakukan pada haid hari kedua di daerah perut. Suntikan bertujuan untuk memperbanyak sel telur yang dilakukan setiap pagi sampai hari ke-10. Suster yang mengajari saya menyuntik super duper sabar. Sampai 2 hari berturut2 saya diajari (kebetulan penginapan dengan rumah sakit jaraknya dekat. Jadi setiap jam 9pagi saya ke RS hanya untuk belajar suntik dengan suster Jennifer) baru percaya diri menyuntik sendiri ?

28 April 2015
Saya mulai menyuntik sendiri (jujur, tadinya takut sekali membayangkan akan menyuntik sendiri). Tapi setelah dijalani, ternyata tidak sehoror yang diduga.

2 & 4 Mei 2015
Jadwal USG untuk melihat perkembangan sel telur. Hasil terakhir, terlihat ada 26 sel telur.

6 Mei 2015
Dilakukan Ovum Pick Up (OPU) atau pengambilan sel telur. Saya dibius lokal. Waktu yg sama dilain tempat, suami saya menyerahkan sperma nya ke lab.
Setelah itu, sperma suami di pertemukan dengan sel telur yang diambil tadi ke dalam tabung (IVF) dan ada juga yang di suntikkan ke sel telurnya langsung (ICSI). Lalu jadilah embrio2. Dipilih yang kualitasnya bagus saja.
Dokter menyarankan saya konsumsi putih telur 6-9butir/hari untuk mengurangi pembengkakan pasca OPU.

7&8 Mei 2015
Istirahat

9 Mei 2015
Embrio Transfer (ET). Diruang persiapan akan disuruh minum hingga kantung kemih penuh dan tahan untuk tidak BAK. Setelah tindakan, akan dipindah ke ruang recovery dan masih disuruh tahan untuk tidak BAK selama 1/2 jam ke depan. Setelah itu kita akan disediakan pispot oleh perawat karna saya harus tetap ditempat tidur. Di ruang recovery sekitar 2-3 jam baru boleh pulang.
Dari 26 sel telur yang saya hasilkan, yang berhasil jadi embrio sebanyak 9. Lalu 2 embrio dimasukkan ke rahim saya tanpa anastesi. Prosesnya tidak sakit sama sekali. Hampir sama seperti Pap Smear rasanya.

12 Mei 2015
Saya dan suami kembali ke tanah air

13-20 mei 2015
2 weeks wait (2ww) yang tadinya saya pikir akan terasa lama karna stay di rumah terus, ternyata tidak sama sekali. Entah kenapa seminggu pertama dirumah saya seperti kehilangan kekuatan untuk berktifitas. Sebagian besar waktu saya habiskan dengan tidur. Keadaan seperti ini tergantung kondisi fisik masing2. Jadi tidak semua seperti saya.
Di minggu kedua baru mulai menjelajah dalam rumah.

21 Mei 2015
Hari pembagian raport pun datang. Saya dan suami sudah pasrah. Karna begitu mau memulai program ini pun kami sudah siap untuk kemungkinan terburuk. Dan semua keluarga udah saya ingatkan untuk jangan berharap terlalu banyak (PENTING!)
Masuk ke ruang dr. Devindran setelah pemeriksaan darah di lab, saya berusaha sekali untuk terlihat santai. Padahal jantung serasa mau copot saking deg2annya -__-
Wajah dr. Devindran terlihat sumringah ketika saya masuk ke ruangannya. Lalu menjabat tangan saya sambil berkata:”congratulations! you’re pregnant”
Saya rasanya seperti mau lompat2 saking senangnya ?
Akhirnya saya di USG dan melihat embrio sebesar kacang hijau. Terimakasih ya Allah, terimakasih dr. Devindran, terimakasih keluarga dan tmn2 yang sudah support saya selama proses ini.

Di Jakarta, saya selalu konsultasi dengan dr. Handi Suryana di RS. PIK sesuai rekomendasi dr. Devindran. Sebelumnya saya dan suami berencana mencari dokter kandungan yang di dekat rumah saja. Tapi setelah bertemu dengan dr. Handi, kami langsung merasa sreg seperti yang kami rasakan ke dr. Devindran. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap ke dr. Handi.
Demikian pengalaman IVF kami..

Pesan penting sebelum mulai program bayi tabung:

  • Pasrah!! harus siap gagal. Kalau belum siap, lebih baik jangan bayi tabung dulu. Apalagi kalau masih ada masalah yang memberatkan pikiran.
  • Dan pesan ke keluarga dekat “dont’t expect too much”. Agar kita juga tidak tertekan ketika menjalani program.
  • Biaya memang tidak sedikit. Tapi kalau dibandingkan dengan biaya kami bolak balik ke dokter di Jakarta dan hasilnya tidak jelas, ya lebih murah di Penang. Dan yang penting, lebih memuaskan (buat kami)
  • jalani proses dengan sabar dan lapang dada
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading...

Wanita hamil yg memiliki golongan darah A rhesus negatif – Diana

Dear all,
Saya diana, umur 24 tahun , menikah tahun 2011 saya ingin berbagi pengalaman.
Saya operasi ket tgl 18 nov 2014 dan tgl 30 sept 2015.. sekarang saluran tuba saya kedua nya sudah di angkat… sedih sekali mngetahui kenyataan kalau saya tidak bisa hamil lagi.. bersyukur saya masih di karunia anak perempuan tahun 2012… saya rencana mau melakukan progam bayi tabung tapi yg jadi masalah saya memiliki golongan darah A rhesus negatif apa mungkin bisa hamil lagi walau melakukan program bayi tabung? Soalnya saya membaca bayak pengalaman wanita hamil yg memiliki golongan darah rhesus negatif akan berdampak pada kesehatan janin.. apa teman2 semua pernah mengalami hal seperti saya? Atau pernah mendengar kasus seperti ini?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Keguguran setelah berhasil hamil bayi tabung – Lia

Salam kenal untuk teman2 semua,
Saya ingin berbagi pengalaman mengenai program bayi tabung kami.
Nama saya lia (37) dan andri (39). Kami sudah menikah 7tahun. Sebetulnya dari usia pernihakan kami 6 bulan, kami sudah ke dokter. Namun dokter bilang terlalu dini untuk program, beliau menyarankan untuk alami dulu minimal 1 tahun baru bs kembali lagi untuk program. Setelah setahun kemudian, kami kembali lagi ke dokter namun belum ada hasil.

Tidak terasa usia pernikahan kami memasuki tahun ke 6 tetapi belum nampak tanda2 hamil. Kami memutuskan ke bic atas rekomendasi dari sepupu kami dengan dokter Ivan. Pada bulan desember 2013 kami ke dokter Ivan, Dr. Ivan menyarankan kami untuk inseminasi karena pernikahan yang sudah terlalu lama. Kami setuju. Singkat cerita, proses inseminasi kami gagal. Saya mencoba untuk berlapang dada. Memang tuhan belum memberikan jalannya untuk kami.
Di bulan juni 2015 akhirnya kami memutuskan untuk ikut program IVF di bic lagi, disamping record kami sudah ada disana, kami merasa sudah cocok. Tapi kali ini kami ganti dokter dengan dr. Arie polim. Selanjutnya kami membuat appoitment konsul dengan dr. Arie, Dr arie info untuk memulai program agar saya datang pada menstruasi hari ke 2 dimana harus usg untuk ukuran sel telurnya. Sementara itu, kami dibekali vitamin selama 1bulan.

Tanggal 9 juli saya menstruasi, tanggal 10 juli langsung kami bertemu dengan dr. Arie. Beliau usg sel telur saya, untuk tuba kanan ada 5 telur, untuk tuba kiri ada 3 telur. Lalu mulai malam itu saya suntik hormon sampai 4 hari kedepan.
Tanggal 14 juli saya kembali lagi ke dokter ari untuk usg telur. Ternyata hasilnya di kanan ada 7 telur yang berkembang. Di tuba kiri hanya 4 telur. Itupun mentah tidak mau membesar. Lalu saya diberikan lagi resep suntik smp 4 hari lagi. Oh ya selama suntik saya diminta untuk memperbanyak makan protein. Jadi saya makan putih telur 4-6 butir, susu peptisol, ikan salmon/gindara/ tuna, untuk buah saya mengkomsumsi alpukat, kiwi, pepaya dan madu setiap pagi.
Tiba tanggal 18 juli, balik lagi ke dr. Arie untuk cek ukuran telur. Beliau bilang yg kanan ada 5 yang matang. Yang kiri hanya 4 tp tidak mau matang. Setelah cek darah lagi akhirnya saya bisa lanjut proses opu. Malamnya saya suntik pregnyl untuk suntik pemecah telur.
Tanggal 20 juli. Tibalah Waktunya opu. Hasilnya Alhamdulillah ada 11 telur yg bisa diambil.
Tanggal 25 juli, proses ET. Setelah proses seleksi ada 4 embrio dengan kualitas good. Jadi 2 ditransfer. 2 lagi disimpan. Alhamdulillah.
Tgl 5 agustus, pembagian raport. Hasil tes darah menunjukan saya positif hamil dengan hcg 175. Hari itu jg kami k dokter arie utk suntik penguat. Dan diminta kembali 2 minggu lagi. Alhamdulillah tak henti2nya kami mengucapkan syukur.
Tgl 20 agustus, saya usg utk pertama kali sudah nampak kantung janin dan isinya.
Tgl 3 sept, kami kembali lagi utk usg. Alhamdullah janin sudah membesar uk. 1,5 cm. Dokter menyarankan kami mulai cek kehamilan per bulan, di awal okt.
Tgl 21 sept, ketika bangun tidur dan ke kamar mandi utk pipis, saya kaget ternyata saya flek coklat2 lumayan agak banyak. Saya langsung bedrest dan paginya langsung k dokter arie di rsia pluit. (waktu itu beliau sedang praktek disana). Alhamdulah di usg baby kami baik2 saja dan bergerak gerak. Malah sudah terlihat tangannya melambai2. Saya disuntik penguat kembali. Oh ya dokter menyarankan kami untuk cek kromosom jika setelah 3 bulan. Katanya kehamilan di atas usia 35th suka ada kelainan pd bayinya. Sementara itu saya bedrest seminggu tdk ke kantor.

Senin tgl 28 sept, hari pertama saya masuk kantor kembali. Agak berat rasanya mau ke kantor,tp tetap saya berangkat. Jam 9 dan jam 11 saya merasa mulas. Tetapi hanya sebentar. Saya kira sakit perut biasa. Jam 12 saya makan siang diruangan. Ketika selesai makan, tiba2 ada sesuatu yg keluar dr rahim saya. Langsung saya ke kamar mandi dan ternyata darah mengucur dengan derasnya. Saya panik, langsung saya ke rsia bunda dan hubungi dr. Arie. Tak henti2nya saya istigfar, rasanya saya lemas sekali. Ketika dr arie datang dan di usg. Ternyata darah sudah memenuhi rahim saya. Bayi kami tidak tertolong, sudah tidak ada detak jantungnya.saya menangis terus, dokter memutuskan utk langsung dikuret. Sore itu juga saya langsung kuret. Sedih rasanya kehilangan bayi kami. Sampai saat ini tak terasa airmata ini terus menetes mengingat perjuangan yang kami lalui. Tapi kami sadar semua ini terjadi atas kehendak Allah SWT. Mungkin ini adalah yang terbaik bagi kami. Semoga Allah memberikan kekuatan bagi kami lahir dan batin. Amiin..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Pepaya oh pepaya – Yenny

Hari ini aku hari ke 2 setelah ET natural thawing cycle, dan aku ingin membagikan pengalaman bayi tabung di siloam hospital, surabaya.

Aku berusia 33 th dan sumiku 39 tahun. Kami sudah 6 tahun menikah. Pada awal pernikahan kami memang menunda dulu u/ memiliki momongan krn kami mrs belum siap dalam segi waktu, ekonomi, dan batin. 6 bulan kemudian kami mrs siap dan kami berhenti menggunakan KB alami. Kami tdk pernah menggunakan KB kimiawi. Dan 6 bulan kemudian aku berhasil hamil alami, tetapi sayang disayang, aku abortus spontan pada saat janinku berusia 7 minggu. Hal ini disebabkan terlalu banyak pemeriksaan intravaginal yg kulakukan dan aku melakukan hub suami istri. Mengingat ini pengalaman pertamaku hamil, jadi aku tidak mengerti..

Setelah itu beberapa tahun kemudian aku tetap tidak ada tanda” kehamilan. Sperma suamiku memang agak lemah dan posisi mulut rahimku retro banget, krn aku menderita skoloiosis. 2 tahun kemudian aku mencoba 2x insem, tp gagal jg. Dan tahun ini 5 bulan lalu kami mencoba bayi tabung di siloam,surabaya, dengan ET 2 embryo krn waktu itu aku merasa takut klo 3 embryo dan jadi semua. Aku takut klo jadi kembar 3 dan lahir dgn sangat prematur. Dan untungnya krn itu aku masih punya 2 simpanan embryo.

Bayi tabung ku yg pertama gagal..dan hari ini ET ku dengan natural thawing cycle hari ke 2. Aku cemas hari ini krn aku abis makan pepaya 6 potong dan ternyata setelah itu aku baru tahu klo pepaya menghalagi perlekatan embryo ke dinding rahim..dan aku baru ingat klo pada bayi tabung ku yg pertama, aku minum jus pepaya tiap hari.. Sepertinya inilah penyebab kegagalanku..oya untuk teman” yg sdh ET yg bingung masalah bab n bak, setelah aku cari informasi, tidak masalah, tetap aja bab n bak seperti biasa tidak perlu cemas..aku harap” cemas untuk menantikan 8 hari lagi pembagian raportnya. Aku pasrahkan semua pada Tuhan, krn aku benar” tidak tahu tentang info buah pepaya yg mesti dihindari..semoga positif. Amin

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...