bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

22nd March 2008

Efek merokok terhadap bayi tabung

Sudah bukan rahasia lagi, hasil penelitian para ahli menunjukkan merokok itu tidak baik bagi kesehatan. Dan ini juga ternyata ada kaitannya dengan tingkat kesuburan wanita serta keberhasilan proses bayi tabung. Informasi ini banyak diberitakan di internet, search saja di web/internet dengan keywords “IVF smoke”.

Ada penelitian yang menyatakan tingkat kesuksesan sampai melahirkan dalam proses bayi tabung bagi perokok ternyata 28% lebih rendah dari bukan perokok. Efeknya mirip dengan kalau kita berumur sekitar 10 tahun lebih tua, kalau kita merokok dan sekarang berumur 35 thn berarti tingkat keberhasilan bayi tabung seperti kalau sudah berumur 45 thn.

Tingkat keguguran waktu hamil bagi perokok hampir 25% lebih tinggi dari yang bukan perokok.

Ada juga yang bilang tingkat kehamilan bayi tabung bagi perokok 2 kali lebih kecil dari yang bukan perokok.

Ternyata suami perokok juga memperkecil keberhasilan bayi tabung, mungkin berkaitan dengan kualitas sperma yang akan mempengaruhi tingkat kualitas embrio akhirnya.

Dst…dst… waduh semuanya menyatakan merokok tidak baik buat bayi tabung. Untung saya dan suami saya tidak merokok meskipun ayah saya & ayah suami perokok berat …

Tidak ada cara lain kalau mau tingkat keberhasilan bayi tabung lebih besar… berhentilah merokok… kalau tidak bisa atau susah banget ya kurangilah merokok… kalau tidak bisa juga wah repot juga ya… Secara matematis kalau mau chance berhasil lebih tinggi ya waktu embrio transfer embrio yang dimasukkan lebih banyak terus diimbangi dengan makan makanan bergizi atau bervitamin supaya bisa mengimbangi efek jelek merokok.

Saya sarankan konsultasi sama dokter untuk pastinya… keterangan diatas hanya pendapat saya loh.

Berhenti merokok merupakan jalan terbaik…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 3.36 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Pengetahuan, Penyebab, Tingkat keberhasilan | 1 Comment


16th March 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Tika

Berikut ini adalah pengalaman Tika dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Tika atas sharingnya…

Setelah 5 tahun menikah akhirnya aku hamil. Rasanya bahagia sekali setelah tes darahku di nyatakan positif meskipun perjalanan masih panjang.

Usaha kita untuk mendapatkan anak kita mulai 4 tahun yang lalu di sini di German, setelah setahun menikah belum ada tanda tanda kehamilan. Karena dari hasil pemeriksaan kita dinyatakan tidak ada masalah yang mendasar, santai aja aku menghadapi itu. Cuma dari sel telurku kanan-kiri perkembangannya agak lambat dan kecil ukurannya.

Dokter kandunganku di sini ngasih aku obat hormon untuk membesarkan ukuran telurku dari clomifen sampai Menegon Hp. Setelah besar aku disuntik subur ovitrell dalam waktu paling lambat 36 jam kita harus berhubungan, bayangin berhubungan dgn suami harus di jam… hmmmmmm paling parahnya kalau kita lagi sewotan. Itulah demi usaha untuk mendapatkan anak. Semua itu berlangsung selama dua tahun dan selama itu aku juga harus ngukur suhu badanku setiap pagi hari.

2 tahun nggak ada hasil dengan hormon terapi aku mulai bertanya-tanya dan sedih, kalau memang tidak ada masalah yang mendasar kenapa aku belum bisa hamil, pertanyaan itu selalu menghantui aku.

Aku dikirim sama dokterku ke klinik infertilitas. Di sana aku disaranin menjalankan insem dulu, kujalanin insem ini selama 3X… hasilnya nihil. Obatnya juga hampir sama waktu aku sama dokter kandungan, cuma dosisnya agak di tambah. Sejak itu aku sedih sekali, kadang aku bertanya apa aku nggak bisa punya anak pada akhirnya karena dari alasan kedokteran meskipun sudah terapi hormon nggak ada jawaban logikanya mengapa aku nggak bisa punya anak. Tapi di hati kecilku mengatakan jangan menyerah karena Allah itu ada di samping kita.

Juni 2007 kita mulai bayi tabung yang pertama. Sebelumnya aku dikasih kertas planning namanya stimulation plan short protokol. Di situ dicatat kapan dan obat apa yang dikasih ke aku. Hari ketiga mens Puregon 150 setiap hari selama 11 hari, besoknya disuntik ovitrell, 2 hari setelah itu OPU. Dari OPU itu didapatkan 15 telur, pertama-tama seneng karena pikiranku nanti bisa di bekukan dan tidak harus dikasih hormon dosis tinggi lagi. Besoknya kita harus telpon ke labornya, dari 15 telur cuma 2 yang bisa dibuai dengan cara IVF… hmmmm sedih rasanya. Tapi ku hibur diriku sendiri dengan berpikiran mending dari pada nggak ada sama sekali.

Setelah ET (embrio transfer) kedua embrio tadi aku dikasih hormon Progesteron yang berupa pil dimasukkan di vagina 3×2 sehari. Dan estradiol yang berupa gel ditaruh di lengan seperti hand body 1x sehari. 12 hari setelah ET aku mens, sedih dan hancur rasanya… pada waktu itu kita di Australia.

Kembali dari Australia aku nggak langsung melakukan bayi tabung yang ke dua. Aku ke dokter kandunganku minta dilaporoskopi karena aku pingin cari penyebab kenapa nggak ada hasil selama ini. Dokterku nggak terlalu setuju sebenarnya dengan semua itu, karena menurut dia bayi tabung itu memotong jalan dan dari hasil pemeriksaanku dari dia nggak ada masalah yang mendasar. Dasar keras kepala dan untuk kepuasanku ngotot sekali aku, akhirnya aku dikirim untuk Laporoskopi, hasilnya pun nggak ada masalah serius yang menghalangiku untuk hamil. Aku tambah sedih karena mencari alasan lewat ilmu kedokteran tidak menemukan, selain ukuran telurku yang kecil.

Tapi aku yakin dan optimis waktu itu dan aku kembalikan kepada Allah… bahwa dia bisa mengubah dan menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Selama kita masih mau berusaha. Berdoa dan usaha kulakukan terus. Untungnya suamiku sangat sabar dan selalu di sisiku apapun yang terjadi… terima kasihku pada Allah.

Januari 2008 kita mulai bayi tabung kita yang ke dua kali di klinik yang sama, aku memilih klinik yang sama karena dia tahu track dan recordku. Kali ini aku dikasih stimulation plan long protokol namanya. Hari ke 21 mens dikasih synarel disemprotkan ke hidung pagi dan malam. Hari ke 5 mens berikutnya aku dikasih menegon Hp suntikan tiap hari, synarel juga berjalan terus.

Seminggu setelah itu dilihat perkembangan telurku masih lambat, dosisnya ditambahin. Seminggu setelah itu di USG lagi hasilnya agak bagus namun belum cukup besar untuk di OPU. Akhirnya OPUnya dilakukan 22 hari setelah mens, dan didapatkan 14 telur. Dari 14 telur itu 7 yang bagus, dan dari 7 itu 5 yang bisa dibuahi kali ini melalui ICSI. Dari lima itu yang di ET 2 dan dibekukan 3.

ET dilakukan pada tgl 28 feb 2008. Setelah ET obat dan dosisnya sama seperti bayi tabung pertama kali, progesteron 3×2 sehari, estradiol berupa gel yang ditaruh di lengan seperti hand body 1x sehari. Setelah ET aku nggak ada istirahat di rumah sakit jadi setelah dokter memasukkan embrionya, aku langsung turun dari kursi itu dan ke toilet karena sebelum ET aku nggak boleh ke toilet. Bayangin Februari cuaca di sini di bawah 0 derajat celcius hmmmmmmm dingin sekali dan perjalanan ke klinik itu membutuhkan waktu satu jam dari rumah kita… meskipun sebenarnya aku sangat menyesalkan apa ynag kulakukan itu, tapi apa boleh buat dari pada kencing di celana.

14 hari setelah ET tgl 13 Februari aku harus ke sana tes darah, kali ini aku berangkat sendiri tanpa suami. Pertama aku nggak mau kalau hasilnya negatif dia mengalami langsung, meskipun dia pingin sekali ikut… karena waktu itu aku pesimis sekali, nggak ada tanda tanda yang menyolok di badanku malahan 3 hari setelah ET badanku kembali berangsur normal dan 2 hari sblm tes darah aku sempat ngerasain mau mens gitu.

Jam 9 pagi aku sudah di klinik itu dan diambil darahku… ternyata hasilnya nggak bisa langsung, dan nunggu sampai jam 5 sore nanti di telpon ke rumah… hmmmmm lama sekali nunggu yang satu ini, selama waktu nunggu itu deg deg an dan gemetar sekali. Harapan untuk hamil di hati kecilku masih ada meskipun sempat pesimis.

Akhirnya waktu datang juga jam 5 sore suamiku uda di rumah (yang tadinya pingin aku hindarkan) dan dapet telpon dari rumah sakit… hasilnya tanpa disangka POSITIF !!

Aku nggak bisa berkata apa apa, suamiku di depanku… mengetahui hasilnya positif dia berkaca-kaca dan memeluk aku… nangis terharu dan bahagia kita. Aku bersujud dan berterima kasih kepada Allah akhirnya usaha dan doa kita selama ini dikabulkan olehNya.

Itulah cerita ku teman teman semoga ini untuk nambah semangat dan pengalaman teman-teman yang mau dan masih program bayi tabung. Kalau ada pertanyaan mengenai bayi tabung dengan senang hati akan ku jawab.

So untuk teman-teman yang masih berusaha… jangan sampai putus asa, optimis dan selalu usaha selagi kita masih bisa… supaya nanti tidak menyesal, percaya selalu bahwa pada akhirnya hari yang ditunggu itu akan datang! Karena Allah itu maha pengasih dan penyayang!!

Tidak lupa ku ucapkan terima kasih banyak ke mbak Yenni dan teman-teman di sini yang telah mendoakan dan mendukung aku !!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Proses | 44 Comments


11th March 2008

Pengalaman bayi tabung keluarga Mery

Berikut ini adalah pengalaman Mery dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Mery atas sharingnya…

Hi salam kenal!! Selamat buat Yenni dan temen lainnya yang uda berhasil hamil. Saya juga sedang menjalani program bayi tabung ke 2 kalinya setelah yang pertama gagal karena miscarriage. Saya tidak thaw cycle karena pada fresh cycle embrio cuma 4 dan semua uda embrio transfer (ET).

Sekarang saya masih harus suntik tapros selama 3 bln sebelum program bayi tabung. Kata dokter dari hasil USG saya masih ada endo jadi harus suntik tapros dulu supaya jaringan endo tidak mempengaruhi perkembangan sel telur kelak. Teman2 ada yang seperti saya harus suntik tapros dulu? Biaya yang harus saya keluarkan semakin banyak karena sekali suntik tapros 1,3 jt. Belum lagi efek samping yang harus saya alami. Sebelumnya saya memang sudah pernah suntik tapros selama 6 bln terkait penyembuhan after operation endometriosis 2 tahun lalu.

Saya penderita endo stage IV dgn kista ovarium kiri & kanan dgn diameter 6 dan 8 cm. Sesudah operasi dan penyembuhan dgn suntik tapros selama 6 bln saya masih harus menerima kenyataan kedua tube saya blocked dan hydrosalphinx (bengkak berisi cairan yang dapat mengakibatkan keguguran jika hamil). Akhirnya saya operasi lagi kedua kali utk pengangkatan kedua tuba.

Karena tidak ada cara lain lagi untuk bisa hamil maka saya ikut program bayi tabung di Penang, Malaysia dgn Dr. Ng PW di RS. Lam Wah. Di kota tempat saya tinggal, Medan banyak yang mengalami infertilitas memilih ke Dr. Ng di Penang, mungkin selain dekat, biaya dan akomodasi juga tidak terlalu mahal.

Feb 2007 saya proram bayi tabung pertama kalinya. Sebelumnya operasi pengangkatan tuba saya juga dilakukan oleh Dr. Ng. Prosedur bayi tabung hampir sama dengan temen2 yang share disini. Test darah dan hormon, suami cek sperma. Suntik suprefact 0,10 selama 3 minggu dilanjutkan suntik gonal F 450 + suprefact 0,10 selama 14 hr.

Oh ya perkembangan sel telur saya termasuk lambat dan sedikit. Saya sempat stress karenanya. Kata dokter ovarium kanan saya tidak begitu maksimal lagi akibat endometriosis. Penyuntikan saya lakukan sendiri tiap hari 2 inchi dari pusar.
Sesudah 14 hari gonal F saya diberi ovidrel 250 mg utk pematangan telur. 2 hari kemudian OPU, saya dibius setengah sadar jadi tidak merasa sakit.

Sel telur yang dapat 9, yang jadi embrio hanya 4. 3 hari kemudian saya ET, prosesnya cuma 15 menit tapi cukup menderita karena harus menahan pipis selama proses ET.
Sesudah istirahat 30 menit saya baru diperbolehkan pulang, tapi sebelumnya saya diberi suntik penguat rahim pada hari itu dan 4 hari kemudian. Saya juga diberi obat progesteron namanya cyclogest yang dmasukkan ke vagina 2 kali sehari.

Sesudah ET saya lebih banyak beristirahat, tidak melalukan banyak aktivitas yang berat. Seperti Yenni bilang tidak harus bedrest total juga. Soalnya banyak temen2 saya yang bilang sesudah ET harus stay di bed termasuk makan dan buang air. Setelah saya mengalami keguguran banyak yang mengatakan karena saya tidak mematuhi aturan tersebut adalah penyebabnya. Padahal setelah bertanya pada dokter dan membaca sharing disini saya yakin bukan itu penyebabnya.

14 hari sesudah ET saya test darah dan dinyatakan hamil. Bahagia sekali rasanya mendengar kabar tsb setelah married 7 thn. Tapi sayang 2 minggu kemudian saya keguguran. Rasanya spt kiamat deh. Awalnya ada flek sedikit, karena saya panik flek semakin banyak dan perut semakin nyeri. Meskipun disuntik penguat rahim janin saya tidak dapat dipertahankan.

Saya lebih yakin faktor psikis yang menyebabkan keguguran saya. Selama di Penang saya tinggal seorang diri di kamar apartemen yang saya sewa. So bayangkan sendiri deh gimana boring dan stressnya ditambah lagi kekuatiran, negative thinking, takut tidak berhasil. Hal2 seperti itu amat berpengaruh pada kondisi janin. Pokoknya kalo mau bayi tabung ga boleh stress, always positive thinking deh.

Tgl 16 feb kemarin saya uda suntik tapros yang pertama. Saya masih harus suntik 2 kali lagi. Saya masih bingung dengan prosedur yang harus saya jalani nanti. Oh ya program ivf kali ini saya tidak di Penang lagi tp di Medan.

Ok deh buat temen2 yang belum berhasil, kita sama2 berjuang ya.. tetap semangat ya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Endometriosis, Kista, Proses, Tuba fallopi bermasalah | 414 Comments


6th March 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Felice

Berikut ini adalah pengalaman Felice dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Felice atas sharingnya…

… saya ngak ada flek nih, pagi ini udah periksa urin dan darah. Hasil urin sih positif tapi katanya belum pasti harus tunggu hasil tes darah dulu. Mudah2an ajalah positif soalnya udah panas dingin tunggin hasilnya, baru dapat hasil tes urin aja udah hampir mau nangis… udah 6 tahun berjuang untuk mendapatkan keturunan.

Bagi teman2 yg mau tanya2 soal proses bayi tabung… saya dengan senang hati mau berbagi pengalamannya. Saya sih program bayi tabung di Morula dengan dokter Ivan.

… akhirnya hasilnya udah keluar dan positif dan menurut dokter Agustin kemungkinan bisa kembar… syukurlah… akhirnya setelah sekian lama Tuhan mengabulkan juga doa kami. Perasaannya campur aduk antara senang dan terharu, semoga bisa menular juga ke teman-teman semua agar programnya bisa berhasil juga.

Proses BT di Morulla, pertama2 sih tes darah dulu (hormon, HIV, Rubella, dll). Hari ke 5 setelah mens mulai minum microgynon, terus hari ke 21 mulai semprot synarel tiap pagi dan malam (jamnya harus tepat jam 8), udah itu seminggu sebelum mens di papsmear dulu.

Mulai suntik I gonal F 225 unit hari ke 14 sesudah semprot synarel, dosis dan jumlah suntikan tergantung kondisi hormon dan umur kita… kalo saya sih suntik sebanyak 11 kali. Sempat stress juga setelah suntikan ke 5 ternyata baru ada 2 telur yg besar yg lainnya kecil2, tapi setelah suntikan ke 10 udah ada 4 telur yg besar2.

Akhirnya diputuskan dokter untuk dilakukan OPU 2 hari lagi setelah suntikan ke 11… 36 jam sebelum OPU, kita suntik Ovidrel di pantat (suntikan ini yg paling sakit dan nyeri, kalo suntik gonal F di perut sih ngak sakit dan saya suntik sendiri karena suami ngak tega suntiknya…he..he..) pas hari dilakukan OPU ternyata telurnya dapat 9, tapi yg matang cuma 7.

Besoknya dikabari bahwa yg terbuahi cuma ada 4 (yg menjadi embrio). Sempat sedih juga karena menurut dokter pada saat ET, ada 3 embrio yang akan dimasukkan berarti tinggal 1 aja yang bisa dibekukan… kalo program pertama gagal, langsung terbayang deh kalo gagal berarti harus mulai lagi dari awal… (tapi ternyata pertama kali langsung berhasil), terus kalo memang sperma suami ngak terlalu baguslebih baik kita minta ICSI aja karena ngak ada tambahan biaya apapun.

Saran saya sih setelah embryo transfer kita harus benar2 rileks dan istirahat… pengalaman saya, istirahat di rumah ngak mengerjakan apa2 selama 10 hari. Udah itu pas ET biasanya dokter bilangnya cukup istirahat 30 menit di ranjang operasi, tapi saya tiduran sampai 1 jam di ranjang operasi. Perjalanan pulang di mobil juga saya tiduran sampai rumah.

Terus selama istirahat itu saya sama sekali ngak makan makanan pedas, teh, maupun kopi, tapi banyak makan ikan salmon dan telur setengah matang, susu cair (pokoknya yg banyak proteinnya).

Oh ya… habis ET kita akan dikasih obat Duphaston, asam folat dan Crinone untuk penguat. Kalo bisa dicek obatnya, soalnya waktu konsultansi dulu dikasih tau akan dikasih obat duphaston sebanyak 30 biji untuk dimakan sampai 2 minggu, habisnya pas periksa kehamilan di hari ke 16 sesudah ET, tapi waktu pulang diperiksa ternyata dikasih untuk 1 minggu aja sama dr Agustin. Akhirnya saya cek lagi ke dr Ivan… dan dikasih resep tambahan lagi. Pokoknya kita juga harus banyak tanya.

3 hari sesudah ET, periksa lagi estradiolnya… pas didapat hasil sorenya disuruh datang lagi ke BIC untuk suntik HCG 1500 untuk penguat dan obat tetap dimakan seperti biasa sampai tiba waktunya tes darah.

Buat teman2 semua… yang paling penting jangan lupa doanya harus kenceng… dan pasrah… dan tetap berusaha…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 2.43 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Obat, Proses | 40 Comments


8th February 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Dian

Berikut ini adalah pengalaman Dian dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Dian atas sharingnya…

Sktr awal Jan 2006 saya pernah ke dr. Charles Lim di mount e. Orangnya informatif, komunikatif & detail bgt neranginnya, sy jg dikasih informasi tertulis dlm bhs Indonesia tentang fertilitas dan bayi tabung berikut dng schedule2 nya yg gampang bgt dimengerti.
Dari dia jg saya akhirnya dpt kepastian kalo saya hrs bayi tabung kalo mau hamil karena gak memenuhi syarat utk hamil normal ataupun inseminasi.

Butuh waktu 1,5 thn buat saya utk nerima kenyataan plus nyiapin mental utk proses bayi tabung ini.
Tp saya gak nerusin program ke dr. Lim karena sy malas kalo hrs stay berminggu2 di Sin tanpa mengerjakan apa2 sementara saya mau tetap kerja spt biasa dan gak pakai cuti selama ikut program.
Akhirnya sy pilih dr. Ivan Sini di rs.bunda yg juga sgt informatif, care & ramah. Saya benar2 santai dan pasrah waktu jalanin program ini dan skrg saya sdg hamil 4 bln.

Sebenernya wkt pertama ke dr. Ivan niatnya cuma mo cari 2nd opinion aja dulu, tapi ternyata suggest dari dr. Ivan sama aja sama dr. Lim hrs BT ya udh saya langsung counseling sama dr.Agustin, emang sih pertama counseling agak2 kurang jelas & waktu saya kasih contoh schedule utk program BT yg dari dr. Lim dan minta yg kayak gitu juga, dr. Agustin gak punya. Tp gak masalah karena dr. Agustin jg kooperatif, saya cuma ketemu dia sekali stlh itu semua by phone dan sms. Utk schedule program trus hasil2 lab, dia yg telp saya, kalo ada pertanyaan saya telp atau sms dia pasti dia reply.

Awal program sy minum microgynon kira2 1 bln dilanjutin dng Synarel, semprotan melalui hidung utk hormon 2x sehari selama 3 minggu, utk suntik Gonal-F yg di perut sy 10 hr suntik dan suami saya sendiri yg menyuntikan tiap pagi di rumah. 2hr sblm OPU baru suntik Ovidrel yg rasanya periiihh bgt.
Ada 9 telur yg diambil saat OPU dan yg jadi embrio cuma 6. Yg ditransfer 3 embrio dan 1 yg berhasil. 2minggu stlh ET sy tes darah, sorenya dr. Agustin telp dan sy dinyatakan hamil. Duuh…sy gak bisa ngomong cuma bisa nangis, yg sy tunggu2 selama 6 thn nikah, akhirnya dijawab. Dan thank’s to God, cukup jalanin 1st cycle sy langsung hamil. Baru 2 minggu kemudian sy ketemu lg dng dr.Ivan.

Selama program BT sy gak ngurangin kegiatan, gak cuti, semua aktivitas spt biasa cuma saat OPU & ET sy gak ke kantor. Malahan pd waktu masa suntik Gonal-F pas liburan lebaran, jd sy sempat travelling, dng nenteng2 suntikan ke pesawat pastinya. Baru stlh ET sy ngurangin aktivitas fisik, spt naik turun tangga, gak fitness, sy jg gak minum kopi teh spt anjuran dokter sampai hamil 2bln karena mengandung caffein. Tp 3hr menjelang tes darah sy keluar flek selama 3 hr berturut2 dan selalu siang hari pas di kantor, sy pikir itu awal mens karena blm tes darah, jd dokter mengharuskan saya bed rest seminggu di rumah. Ternyata stlh ketauan hamil, kata dokter itu proses penempelan embrio memang agak luka kyknya. Tp stlh itu gak ada apa2 lg.

Pokoknya selama program ini saya dan suami benar2 santai, memang kita gak mau terbebani dng perasaan “harus hamil” soalnya takut kalo gak berhasil malah jadi down bgt, jd semua kita serahkan ke kehendak Tuhan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 1.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Proses | 53 Comments


31st January 2008

Asuransi bayi tabung

Masih ingat di kepala pengalamanku yang satu ini… kira-kira terjadi pada awal tahun lalu saat mulai bayi tabung pertama di KKH Singapore. “Kamu mau melahirkan di Singapore atau di Indonesia?” tanya suster klinik bayi tabung. Bingung juga kenapa si suster menanyakan hal ini, mau melahirkan dimana? Boro-boro mikir melahirkan … proses bayi tabungnya aja baru mulai.

Setelah berpikir sebentar, mau di Indonesia atau Singapore ya? Kalau di Indonesia enak banyak yang bisa menemani.. semua keluargaku ada disana. Tapi ada satu family member yang terpenting yang mungkin tidak bisa temani… suamiku. Maklumlah suami sudah pindah kerja di Singapura jadi kemana dia pergi ya saya buntuti.

Lalu saya jawab aja “kemungkinan besar di Singapore suster, emangnya kenapa?’ Sambil tersenyum dia jelaskan, ‘kalau mau melahirkan di Singapore harus bayar asuransi sesuai dengan peraturan sini’. Setelah dijelaskan panjang lebar barulah saya ngerti maksudnya.

Seperti yang diketahui kalau ikut program bayi tabung kemungkinan besar kita bisa dapat kembar 2 atau lebih… dibandingkan dengan kehamilan normal. Nah data statistik menunjukkan kalau kehamilan kembar itu chance prematur dan masuk ruang ICU lumayan besar. Terus karena biaya ICU di Singapore mahal dan banyak yang langsung bangkrut setelah melahirkan bayi prematur maka keluarlah peraturan yang ikut bayi tabung di Singapore dan akan melahirkan di Singapore harus ikut asuransi bayi tabung.

Dalam formulir asuransi tertulis biaya atau premi yang harus dibayar. Bayarnya sekali saja, jumlah tergantung banyaknya embrio yang ditransfer, satu embrio SGD50, dua embrio SGD105, tiga embrio SGD698, empat embrio SGD1958. Semakin banyak jumlah embrio yang ditransfer semakin besar jumlah premi yang harus dibayar mengingat resikonya yang semakin besar pula. Karena peraturannya begitu dan sepertinya akan membantu nantinya, ya akhirnya saya ikut asuransi bayi tabung.

Waktu itu ada 2 embrio yang ditransfer jadi asuransinya SGD105… karena program bayi tabungnya gagal ya melayanglah preminya.

Saat program bayi tabung yang terakhir ada 3 embrio yang ditransfer. Sebenarnya agak kaget juga waktu suster bilang harus bayar asuransi sebesar SGD711… pertama karena saya dah lupa kalau ada asuransi yang harus diikuti, kedua beda preminya lumayan jauh dengan premi dua embrio, ketiga premi dah naik sedikit karena pajak naik dari 5% jadi 7%… dan pas waktu itu sehabis suster tanya ‘mau berapa embrio yang dimasukkan, karena thaw cycle change lebih kecil tiga embrio lebih baik tapi karena umur belum 35thn 2 embrio juga ga masalah’. Setelah mempertimbangkan sana-sini akhirnya saya putuskan 3 embrio… terus datanglah tuh premi asuransi yang lumayan mahal.

Ada sesuatu yang menurut saya agak aneh… bayarnya harus pakai cek, ga terima cash, credit card atau debit card. Cek harus ditulis atas nama si perusahaan asuransi. Cek boleh dikirim nanti selama belum embrio transfer.

Berapa keuntungan yang ditanggung asuransi? hahaha dah ga sabar ya… Benefitnya asuransi bisa nanggung biaya rawat inap SGD300/hari/bayi untuk level 3 (saya kurang begitu tahu apa itu level 3), SGD100/hari/bayi untuk level 2, dengan total claim maksimum SGD54000/bayi atau umur bayi dah 180 hari.

Boleh juga ya asuransi ini karena sangat membantu mengurangi beban biaya apabila terjadi komplikasi melahirkan nantinya, betul tidak?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (23 votes, average: 3.30 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Asuransi, Biaya, Pengalaman di klinik/rumah sakit, Persiapan | 7 Comments


  • Recent Comments

  • Claria Natasha: Hi semuanya.. @pienk : sel telur kita terbuang sebanyak...
  • Vita: Maaf mbak sampe lupa selamat ya atas kehamilannya..semoga kami...
  • Ency: @vita iy pas haid hari ke 2 usg lalu dkasih tau pantanganny oleh...
  • Mrs Tee: Hallo saya mau sharing and nanya2 aja Tanggal 17 april saya dan...
  • Hanny: @ Lela : hi lela, salam kenal jg, email saya...
  • anna: SAYA JUGA SAMA SETELAH 8 KALI SUNTIK TIDAK ADA PERKEMBANGAN, HIKS
  • Chika: Mba Wenny selamat ya, turut berbahagia. Semoga kehamilan lancar,...
  • Vita: Mbak, kalo saran dr yg ga boleh makan kacang2an itu pas mbak...