bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

3rd October 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Hermalia

Berikut ini adalah pengalaman keberhasilan bayi tabung Hermalia, terima kasih Hermalia atas sharingnya.

Lewat program bayi tabung akhirnya saya bisa hamil dan mendapatkan momongan kembar 3 lagi ( 2 Cowo 1 cewe ), yang saat ini masih berusia 2 bulan.

Saya dan suami memutuskan mengikuti program bayi tabung setelah 6 tahun menikah, sebelumnya saya telah berobat ke banyak dokter dan jawabannya masih mengambang, tapi pada tahun 2005 saya berobat ke Dokter Enud di Klinik Yasmin – RSCM dan dari Dr. Enud kami tau bahwa penyebab saya tidak kunjung hamil karena ke 2 saluran saya buntu ( ke 2 Tuba Non Patent ), saran dari Dr. Enud hanya melalui bayi tabung saya bisa hamil, sedih sekali rasanya. Tapi saat itu saya tidak mau mengikuti program bayi tabung karena yang saya tau program tersebut sangat kecil tingkat keberhasilannya, akhirnya saya hanya pasrah dan berdoa saja.

Pada awal bulan juli 2007 saya baca majalah dan disitu ada berita tentang Dokter Ivan di Bunda International Clinic – Morula, membahas mengenai hal – hal yang menyebabkan kesulitan mempunyai momongan, akhirnya tgl 7 juli 2007 saya dan suami konsultasi ke Dr. Ivan dan ternyata saya terkena endometriosis parah dan disarankan mengikuti program bayi tabung saja.

Tapi menurut dokter sebelum ikut program tsb saya harus operasi LAPARASCOPY karena takut infeksi tersebut menggangu program bayi tabung dan tidak berhasil. Akhirnya tgl 12 Juli 2007 saya di operasi dan stlh di operasi ternyata saluran yang kanan dibuang karena sudah rusak sekali dan yang kiri bisa dibuka tapi lemah dan dokter menyarankan untuk tidak langsung ke program bayi tabung tapi coba inseminasi dulu, saya coba inseminasi 2 kali dan tidak berhasil.

Akhirnya Oktober 2007 saya langsung ikut program bayi tabung dan awal Desember 2007 saya dinyatakan hamil kembar 3, tanggal 15 Juli 2008 saya melahirkan bayi kembar 3 dengan ukuran masing masing 2.3 kg – 2.2 kg – 1.8 kg.

Selama ikut program bayi tabung saya sangat senang karena ternyata tidak serumit dan serepot yang saya dengar tapi amat simpel, tim dokter disana sangat membantu dan Dr. Ivan itu amat sangat mengerti pasien dan baik banget, saya tidak merasakan sakit pada waktu ambil sel telur, transfer embrio dan setelah melahirkan dengan caesar pun saya masih oke, malahan pada saat pulang dari rumah sakit saya seperti tidak terlihat habis melahirkan dan sehat banget.

Dokter Ivan itu memang oke banget, memang program bayi tabung itu mahal banget dari sejak ketemu Dr. Ivan sampai saya melahirkan biaya yang saya keluarkan kurang lebih 150 jt. Semoga cerita saya ini bisa jadi inspirasi buat pasangan yang mau ikut program bayi tabung.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (38 votes, average: 3.34 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Biaya, Endometriosis, Tuba fallopi bermasalah | 90 Comments


1st October 2008

Selamat Idul Fitri

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1429H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Pengumuman | 0 Comments


27th September 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Yuika

Berikut ini adalah pengalaman keberhasilan bayi tabung Yuika, terima kasih Yuika atas sharingnya.

Hello semua…
Mau sedikit sharing nih. Sy proses bayi tabung kira2 2-3 tahun yg lalu di RS Bunda (dg dr Taufik). Waktu proses Fresh cycle, didapat 16 sel telur, yang jadi ada 9 embrio, dimasukkan 3, sisanya 5 (ada 1 yang tidak berkembang). Fresh cycle berkembang tapi salah letak (kehamilan ektopik).. Wah.. sedih sedikit sih pas taunya saat usia 6 minggu dan atas saran dr Bambang Karsono baiknya langsung LO aja, takut malah tubanya pecah (ektopiknya di tuba kiri). Kenapa bisa ektopik ini mungkin berkaitan dengan sedikit perlekatan dan PID berulang yang ada pada diri saya.

Sebenarnya sy mmg masih belum terlalu disarankan bayi tabung, waktu itu. Saya ada PID berulang dg gangguan pada tuba (masih paten tapi dengan penekanan) dan suami sy oligoastenoteratospermia. Umur waktu BT baru 29 th (usia perkawinan 5 tahun), sudah 2 kali inseminasi, gagal. Dokter Bowo yang menyarankan BT dengan dasar melihat kualitas sperma yang mungkin untuk insem juga sulit (dan justru mumpung masih muda). Untung saya ada penyandang dana sehingga bisa mencoba proses yang cukup mahal ini.

Selang 3 bulan kemudian (dari fresh cycle), proses FET (kembali dimasukkan 3), tapi gagal. Setelah itu… sy tidak langsung proses tapi mutung dulu sampe 2 tahun… Lama ya… saya cuek aja tuh. Sedikit ada takut dengan penurunan kualitas embrio (yang tinggal 2). Tapi sy penasaran dan menunggu kesiapan mental saya.

Selama 2 tahun, saya berkali2 terkena infeksi (keputihan, anyang2 an, dll) jadi penasaran sy konsultasi dengan urologi. Ternyata tdk ada apa2 di sana (di bagian sal kemih). Jangan2 ini karena sewaktu kuliah dulu sy sering menahan kencing… Ya, sudahlah ternyata tidak ketauan juga, tapi saya puas karena sudah tau penyebabnya tidak diketahui. Selain mencari tau, saya juga usahakan terus senam (supaya peredaran darah lancar). Baru deh sy ke Bunda lagi minta FET.

Kedua embrio sy bukan kualitas yang terbaik… dan pada proses thawing hanya 1 yang berkembang. Satu hal yang selalu saya ingat dari kata2 dr Agustin, konsultan/pendamping selama proses bayi tabung di Bunda. Walaupun hanya ada kans 1%, masih lebih baik daripada 0%. Saat penyuntikan Pregnil, perawat yang menyuntik juga memberi motivasi (proses FET 2 tahun yang lalu ada yang berhasil, katanya). Entah itu motivasi atau menambah ketar-ketir… aduh kok kemungkinan berhasilnya kecil sekali… Tapi dalam pikiran sy jadikan itu motivasi.

Dan… prosesnya tidak terlalu sy pikirkan. Disuruh USG, minum pil ini, itu… disuruh suntik (yg saya heran Pregnil kok siang, biasanya kan jam 8 malam), saya tdk ambil pusing. Bahkan saat proses FET, tadinya saya mau jalan sendiri (tdk ada yang mengantar termasuk suami), sy tdk sedih (akhirnya diantar oleh mertua sy sih…). Tapi hal2 yang terdengar stresful di saat2 lain waktu itu sama sekali sy tidak ambil pusing.

Saat pemeriksaan HCG datang, biasanya saya penasaran dengan hasil tes urin yang seharusnya bisa langsung tau, sy tidak terlalu menanyakannya. Setelah ambil darah dan urin, langsung aja pulang dan hasilnya baru sy tanya keesokan harinya. Ternyata positif… Wah, kaget juga… tapi belum senang, masih biasa saja. Ternyata yang dijalankan demikian itu, sekarang saya sudah hamil 32 minggu (tidak bed rest selama proses aktivitas jalan terus).. Akhirnya sy berkesimpulan, tidak stres itu sangat mendukung.

Saat ini mulai agak deg2 an juga dengan bagaimana nanti apakah lahir hidup, tanpa penyulit, tanpa kelainan ini itu… Pikiran itu ada sih, tapi sy pasrahkan dan selalu minta doa dengan setiap orang yang mengometari kehamilan sy… Dan dalam kesempatan ini, saya juga mohon doanya supaya kelahiran nanti berjalan lancar. Amin

Jadi… teman2…jangan patah semangat ya… dan jangan stres (atau terlalu dipikirkan). Prosesnya memang harus dijalanin saja dan hasilnya lebih baik kita serahkan pada Yang Di Atas. Semoga yang terbaik untuk kita…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.09 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Kehamilan ektopik, Sperma bermasalah, Tuba fallopi bermasalah | 28 Comments


23rd September 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Yulie

Berikut ini adalah pengalaman keberhasilan bayi tabung Yulie. Terima kasih Yulie atas sharingnya.

Halo, salam kenal nama saya Yulie… saya mau sharing pengalaman program bayi tabung. Saya berusia 29 thn… telah menikah 4 thn.

7 bln setelah menikah saya terdeteksi menderita endometriosis… padahal jadwal haid teratur dan tidak pernah terlambat. Kemudian saya melakukan laparoscopy di Thomson medical centre di Singapore dengan Dr. W. C. Cheng. Setelah laparoscopy Dr. Cheng mengatakan tidak ada masalah kesuburan pada saya dan bisa hamil secara normal… tetapi setelah menunggu 1 thn saya belum hamil juga.

Kemudian kami konsultasi dengan Dr. Karel di RS. Bunda… hasilnya kami suami istri tidak bermasalah. Setelah mencoba +- 6bln dan tidak berhasil hamil kami pun menghentikan konsultasi dengan Dr. Karel dan beristirahat beberapa bulan.

Kemudian kami ke Prof. Dr. Enud yg praktek di MMC… kami kemudian mengadakan tes hormon, hsg dll… dari hasil tes dr mengatakan kondisi sel telur saya tidak bisa pecah dan alergi sperma suami. Kami jd bingung karena pemeriksaan sebelumnya menyatakan kami berdua tidak bermasalah pada kesuburan.

Kemudian saya melakukan inseminasi di Pav. Yasmin di RSCM 2 kali tp tidak berhasil hamil jg… dan dr menyarankan untuk melakukan inseminasi yg ke 3x. Tp kami tidak mau melakukan inseminasi lagi… dan kami pun tidak lg ke dr. enud.

Beberapa bulan kemudian sewaktu membeli obat di Mangga2 square, pemilik toko obat tersebut merekomendasikan sinse yg ahli dalam masalah infertilitas yg praktek di Jl. Kartini Raya. Kami pun mencoba ke shinse tersebut. Menurut shinse tsb sperma suami bermasalah… waktu pengobatan dikatakan minimal 2-3 bln kalo masalah kesuburan ada pada istri dan 6 bln jika suami… dan kami pun diberi ramuan untuk digodok kemudian diminum suami istri dan disarankan banyak memakan daging kelinci… dan banyak pantangan makanan jg. Sungguh sulit mengikuti perobatan dengan shinse ini karena banyak sekali pantangan makanannya termasuk tauge (bingung kan, biasanya disarankan banyak mkn tauge, ini malah dilarang). Setelah 6 bln belum jg berhasil kami pun menghentikan pengobatan.

Kemudian kami ke Penang untuk berkonsultasi program IVF dengan Dr. Ng Peng Wa. Berhubung harus stay di penang dlm waktu yang lama dan dr. Ng yg galak kami pun tidak jadi mengikuti program IVF di penang.

Setelah mendapat informasi bahwa di Medan jg ada program IVF yaitu di Halim Fertility centre, kami akhirnya memutuskan untuk menjalankan program IVF di medan selain biaya yg lebih terjangkau.., akomodasi jg lebih mudah.

Sebelum menjalankan program, dr Binarwan mengatakan ada endometrosios tapi berukuran kecil kemudian dr melakukan penyedotan. Kemudian saya diberi pil KB (Diane 35) untuk dikomsumsi selama 21 hari… setelah 21 hari saya mulai melakukan penyuntikan suprefact dan Puregon…

Sewaktu OPU jumlah sel telur yg di pick up sebanyak 14bh… dan yang ditransfer 3bh… jd msh ada sisa embrio yg difreezing sebanyak 9 bh… tp menurut embriologist kualitas embrio kurang bagus. Kami jd khawatir akankah program ini berhasil mengigat kualitas embrio yg tidak bagus…

At last hari yang ditentukan untuk tes BHCG telah tiba… dan hasil tes tsb adalah 2014… setelah di usg ada 2 janin yg menempel di rahim… kami gembira sekali… dan sekarang saya sudah memasuki usia kehamilan 3 bln.

Demikianlah sharing pengalaman dari saya..semoga dapat menambah semangat untuk yang berniat melakukan program IVF…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Endometriosis | 102 Comments


20th September 2008

Salam dari Therez

Hi all, salam kenal! Sy Therez, 33 th, 5 th nikah, anak masih ‘indent’, belum ‘ready stock’ (hehe, kok kayak mobil..). Biarin ah, biar tetap optimis..

Sy punya endometriosis stadium 2. Itu ketahuan setelah berkali2 ganti dokter (sampai udah punya list panjaaang deh). Stl 3 bln terapi tapros, sy insem di Yasmin RSCM tp belum berhasil.

Abis itu sy nyoba2 pijit refleksi di sinshe. Stl 6 bln blm ada hasil, (sebel banget, udah sakitnya minta ampun..) akhirnya sy ke dr taufik di BIC. Dari USG+ HSG trnyata endometr-nya udah jadi kista di ovarium kiri 3 cm, n ada perlengketan di ovari kanan. Suamiku juga ada pergerakan sperma lemah.

Akhirnya sama dr Taufik dianjurin bayi tabung. Aku masih ragu2 kapan mulai bayi tabung. Alasannya banyak, mungkin karena kebanyakan baca http://www.endometriosis.com. Tapi itu lah kejelekan sy, kebanyakan baca jadi kebanyakan ragunya juga. Alhasil sering pindah2 dokter and sering lupa sama ‘chief of the doctors’ yang ada di atas…

Jadi kali ini saya udah niat gak mau pindah2 dokter lagi sampai dokternya nyerah dengan kecerewetan saya.. hehe..

Anyway, sy baca website ini udah lama, ikutan nangis n ketawa bareng temen2 di sini, tapi baru skrg berani ikutan nimbrung..
Buat semua moms and moms-to-be (Mb Yenni, mulia, felice, dian, dll yg gak kesebut), congrats all.. I’m so happy for u all.. N buat semua yang masih usaha di sini, salut n smangat buat semua.. (especially buat mb Merry n Cynthia.. U’re my super hero girls..keep fighting!)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Endometriosis, Kista | 304 Comments


7th September 2008

Berhasil hamil dgn pengobatan alternatif – pengalaman Jq

Berikut ini adalah pengalaman berhasil hamil Jq dengan pengobatan alternatif. Terima kasih Jq atas sharingnya…

Read your story… sewaktu kita sudah menikah 2 tahun, kita akhirnya kedokter Ivan yang di RS. Bunda ahli di Bayi tabung. Setelah melakukan cek sana sini, di confirm that it will be very hard and thin chance for us to conceive naturally dan di sarankan untuk mengikuti program bayi tabung. Somehow we were excited tapi couldn’t find the right time karena suami travel kerjaan terus. I think God wills differently.

Aku akhirnya di perkenalkan ke sinsei yang di Kota. Namanya Toko Obat Mutiara. Pada awal tahun pernikahan, sudah ada beberapa2 tante yang mengusulkan ke sana biar bisa cepet punya momongan… tapi I ignore dengan pikiran, “tenang aja deh… masih ada waktu”. Now then we are desperate and ready tapi baby never comes. So met few of my friends yg punya history susah punya anak dan disarankan coba aja chek ke sinsei Hendra di toko obat mutiara. Sinsei ini terkenal dengan kepintarannya meracik ‘herbs’ yang bisa meningkatkan hormon kita dan suami. Akhirnya aku ikutin saran dan ke sana.

Diperiksa dan aku dikasih akar2an untuk di rebus dan minum dan kaldu ayam dan macam2 dan pil jamu yang harus aku konsumsi begitu juga dengan suami. Puji Tuhan, dengan ketulusan doa Tuhan akhirnya mengijinkan aku hamil pada bulan pertama setelah minum jamu2 tersebut…. Banyak cerita temen2 yang sudah 9 tahun/5 tahun/3 tahun sudah mencoba punya anak dan keguguran beberapa kali karena tidak berhasilnya proses IVF ke sinsei itu dan akhirnya berhasil juga.

Jadi saya sarankan ke sinsei aja dulu…lagian karena itu akar2an bagus dan sehat untuk di konsumsi. Kadang2 vonis dari western medical has to be balance out with eastern medical juga kali ya… (unless sperm suami benar2 nil) well at least me and my husband Thank God that His timing is always perfect. We were thankful that we didn’t take up the IVF advise last year. So hope this will be helpful ya…

Btw, FYI, Sinsei Hendra (Toko Obat Mutiara) buka cabang di ITC Permata Hijau. Tepatnya di mana saya engga pasti tapi dia di sana hanya pagi sampe jam 11 ato 12 gitu. Terus sorenya dia di Gedung Gloria berlokasi di Kota. Rame… jadi harus telepon dulu untuk cek.

All the best ya…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (29 votes, average: 2.24 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Pengobatan alternatif | 67 Comments


  • Recent Comments

  • miel: Hi all salam semuanya,sbelumnya sy mngucapkan : Selamat Hari Raya...
  • Dinna: Salam kenal mbak mona Saya dinna, post iui di mmc juga tp sama...
  • Dinna: Mbak ayu, saya dinna dari palembang jg. Saya post inseminasi di...
  • Sarah: Salam kenal semua Saya jg bulan mei kmrn program bt di bic sama...
  • ny. jhoni: Dear dr. Dicky.. Suami saya berusia 38 tahun dan menderita...
  • windy: Salam kenal semuanya.. nama saya ibu windi. Saya dari papua,...
  • erni: Hi mba marina…..dan temen2 smua yg ada disini…. Salam...
  • dr. Dicky Moch Rizal, MKes, Spesialis Andrologi: Dear mumuy… Cara...