bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

25th June 2008

Hamil di luar kandungan – Pengalaman Uly

Berikut ini adalah pengalaman hamil Uly. Terima kasih Uly atas sharingnya…

Dear all,

Salam kenal aku mau share aja, saat ini aku baru merencanakan untuk BT. Walaupun umur pernikahanku baru 1 thn tapi umurku sndr sdh 35thn, jadi saat ini sdg berpacu dengan waktu.

Aku sdh sempat hamil 2,5 bln setelah 3 bln menikah, rasanya seneng banget. Tapi ternyata kehamilanku bermasalah, flek melulu. Awalnya kata dokter itu wajar, aku dikasi duphaston dan vit untuk janin. Tgl 28 nov aku kontrol berdua suami, kata dokter dah ada yang keliatan di rahim, dengan hati senang dan penuh syukur kita pulang tapi ternyata tengah malam perutku mules sperti org bakal haid, aku tlp ke RS katanya bedrest aja, besok disuruh dateng kontrol lg. bsk aku datang kata dokter janin ku sdh hancur harus segera di kuret… sedihnya …

Beberapa hari sebelum itu, aku feeling aja mencoba utk daftar ke RSPI dgn Dr. Azen Salim, dapat schedule periksa tgl 18 dec. Jadi setelah kuret aku tetep aja pergi kesana.

Ternyata setelah di usg transvaginal, aku dinyatakan masih positif hamil tapi diluar kandungan, dan aku harus segera dioperasi krn sdh terjadi pendarahan akibat pembesaran janin di saluran telur sebelah kanan. Yang lebih menyedihkan lg saluran telur tersebut harus dipotong karena pembesaran janin sudah melewati batas toleransi .. krn biaya laparoscopy di RSPI sangat mahal, prediksi sekitar 30 jt untuk kmr kelas III, Dr. Azen mau menolong dengan memberikan surat pengantar diagnosa lengkap dan akhirnya aku laparoscopy di RS. Bunda Menteng dengan Prof. Dr. Oetama Marsis.

Terkadang aku dan suami berandai2, seandainya dokter yang pertama melakukan tindakan yang benar dgn melakukan usg transvaginal, krn janin ku tdk jelas terlihat sampai dengan usia 2 bln mgkn saat ini saluran telur kanan ku msh ada. Tp sudahlah semua sdh berlalu, apapun yg terjadi semua atas kehendak TUHAN.

Saat ini aku sedang menjalani therapy diathermy, karena saluran telur kiri ku tersumbat. Stlh ini aku akan kmbl menjalani hydrotubasi, semoga penyumbatan telah terbuka sehingga aku tdk perlu lagi melakukan laparoscopy sebab jika LO dilakukan dan ternyata penyumbatan itu terjadi di ujung pangkal saluran telur maka tdk ada cara lain selain BT tapi jika penyumbatan terjadi di saluran, masih bisa diperbaiki.

Teman2, terus berjuang, jangan patah semangat yah, banyak2 berdoa, kekuatan hanya akan datang dari TUHAN.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Kehamilan ektopik | 20 Comments


10th June 2008

Proses bayi tabung – by Icha

Berikut ini adalah pengalaman dan penjelasan proses bayi tabung oleh Icha. Terima kasih Icha atas sharingnya.

Buat aku ngejalanin proses bayi tabung untuk pertama kalinya ngerasa banyak gak taunya, penasaran dan was-was juga. Maklumlah selain tingkat kegagalan yg cukup tinggi juga biaya yg lumayan mahal. Di klinik tempat aku bt para dokternya bukannya gk mau ngejelasin, cuman untuk dapat gambaran keseluruhan emang butuh waktu, belum lagi kalo tiba2 lupa semua apa aja yg mo ditanyain. Eh baru keinget pas sampe rumah, ato pas baca2 pengalaman dari temen2 di blog ini… So, aku kemaren berinisiatif nanya ke seorang dokter spesialis obsgyn, kebetulan beliau sedang mengambil sub spesialis tentang bayi tabung dan aku cukup puas dengan jawaban beliau. Mudah2an temen2 yg ngalamin kayak aku sedikit terbantu dengan jawaban ini.

Oh iya aku ikutnya di harkit, gk tau kalo di tempat lain mungkin obat2 yg diberikan sedikit beda.. Setelah melalui cek up darah, hsg dll. Akhirnya tim dokter memutuskan kalo kita sebaiknya ikut bt.

Awalnya dilakukan simulasi untuk embrio transfer, diukur rahimnya supaya pada saat dilakukan ET beneran posisinya udah pas, kalaupun ada kesulitan bisa dideteksi dari awal. Syukurlah waktu itu dokternya bilang gak ada masalah. Mulailah penyuntikan suprefact 0,5 cc di bawah pusar selama 14 hari, fungsinya ternyata untuk menekan kerja hipotalamus ( ini suatu bagian di otak yg fungsinya mengatur reproduksi normal kita) sehingga sistem reproduksi kita selanjutnya dapat diatur melalui obat yg disuntikkan berikutnya. Efek sampingnya? kurang lebih seperti orang menopouse seperti sering berkeringat, mudah lelah, sensitif tapi itu bervariasi koq, ada juga yg gak ngerasain apa2 termasuk aku rasanya biasa2 aja.

Kemudian mulailah di suntikkan gonal F selama 14 hari dan selama itu biasanya dipantau terus setiap hari melalui usg dan cek kadar hormon di darah sampai telurnya matang. Setelah dinyatakan matang mulailah pengambilan telur (ovum pick up). Biasanya pasiennya di’tidurkan’. Setelah itu biasanya ditunggu 30 menit sampai sadar dan diperbolehkan pulang dan langsung dilakukan ICSI atau penyuntikan sel sperma ke dalam ovum. Kata beliau gak usah kuatir kalo suami memiliki bentuk sperma yg ‘aneh’ misalnya gak punya ekor karena dengan adanya metode ICSI ini bukan lagi bentuknya yang penting melainkan materi genetik yg ada dalam sperma tersebut, yg dipilih oleh embriologisnya adalah yg paling bagus materi genetiknya. Caranya? yaa..serahin aja pada ahlinya :D

Setelah itu ditunggu selama 72 jam untuk dilihat apakah terjadi pembelahan sel. Yang terbagus adalah yg membelah 8 sel, biasanya yg dimasukkan ke rahim ( embrio transfer ) yg seperti itu. Tapi tergantung juga hasilnya nanti, setelah itu dilakukan embrio transfer. Jika ada beberapa embrio yg jadi hanya 2-3 aja yg dimasukkan, selebihnya dibekukan untuk kemudian dimasukkan kembali jika yg pertama gagal ato suatu saat pengen nambah momongan lagi :) Kata dokternya gak diberi bius, rasanya agak mules, aku sendiri belum sampai tahap itu jadi belon bisa cerita.

Setelah itu kita tunggu sampai 14 hari untuk tahu apakah terjadi kehamilan ato gak, dengan di cek darahnya dan di usg. Selama itu juga diberikan obat2an penunjang agar rahim kita siap menerima embrionya.. Naah aku kelupaan nanya obat apa aja, disuntikkan berapa kali, dimana, dan efeknya apa.. Ada temen2 yg bisa bantu? ntar aku update lagi deh.. setelah embrio transfer sebaiknya istirahat, gak sampe bedrest gk pa-pa tapi sebaiknya ambil cuti, mudah2an sih berhasil ya, smangat!! jangan pernah putus asa!! itu dulu sih infonya, moga2 membantu ya!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.06 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Proses | 125 Comments


23rd May 2008

Pengalaman bayi tabung keluarga Nona

Berikut ini adalah pengalaman Nona dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Nona atas sharingnya…

Umur saya 29 tahun dan tinggal di Queensland, Australia. Saya juga di diagnosis yg namanya si endometriosis 5 tahun yang lalu dan menjalani 2 kali operasi pada tahun 2003 (Laparatomy – seperti operasi caesar) dan 2004 (Laparoscopy) dan dinyatakan tingkat IV dengan jangka waktu 1 tahun kalau mau berkeluarga. Juga dikatakan harus kembali untuk operasi pemotongan sebagian usus besar karna perlengketan dengan peranakan. Sayanya sih udah kapok banget, soalnya 2 kali operasi hasilnya masih tetap sama, lagipula operasi yang ke 3 is a big one, dan hanya 3 dokter yang bisa melakukan operasi tersebut di Australia. So I don’t bother. Lagian saya dan suami belum siap untuk berkeluarga.

Maret lalu (masih 2008) saya menjalani program IVF (bayi tabung) dengan ICSI dan TESA (suntikan untuk penyedotan sperma berkaitan dengan saluran sperma suami udah di ikat – KB laki2 istilah sini, Vasectomy), jadi salah satu cara untuk hamil harus melalui IVF. Dalam proses IVF ini, hanya dilakukan 3 kali tes darah, yg 1 untuk tes HIV, HEP B, Rubella.. dll, yg ke 2 untuk level estradiol seminggu setelah suntikan gonal F dan yg ke 3 tes kehamilan. Hasilnya negatif dengan alasan hormon progesterone saya sangat rendah 17, biasanya kalau hamil, katanya harus mencapai 190 ke atas.

Pada hari ET, prosesnya hanya 15 menit dengan embryo yang berumur 3 hari, di Queensland, wanita yang berumur 35 tahun ke atas hanya diperbolehkan 1 embryo transfer untuk pertama kalinya, kira2 1 menit berbaring, sayanya sudah disuruh pulang dimana rumah kami 3 jam perjalanan dari kliniknya. Saya juga diberikan gel dan tablet progesterone selama 15 hari. Gel dan tablet berhenti pada hari ke 4 sebelum tes kehamilan.

5 hari mens saya terlambat dan berpikir dengan hasil positif. Pada harinya tes kehamilan, mens saya datang dan malamnya mengalami keguguran dengan rasa sakit yang tak tertahankan.

Setelah kegagalan pertama, saya merasa kegagalan ini diutamakan oleh unprofessionalism of the doctor and the nurse. Saya merasa seharusnya mereka melalukan tes darah seminggu setelah ET untuk mengetahui kadar hormon progesterone, tidak pada waktu tes kehamilan dimana semunya telah terlambat. Dan juga si dokter sama sekali tidak memeriksa peranakan sebelum proses IVF dan ET. Selain yang biaya tinggi disini A$8500 fresh cycle, saya merasa kagak percaya diri untuk mencoba kedua kalinya dengan frozen embryo (2 tersisa). Dan juga tidak ada pantangan makanan dalam 2 minggu penantian setelah ET.

Setelah membaca cerita Mulia, Mery dan teman2 lainnya, saya berencana untuk berobat ke Penang, selain harga yang lebih murah, proses yang lebih rumit dan keberhasilan yang sangat tinggi. Mungkin dalam 3 bulan kemudian (Agustus / September) karna kami harus mengosongkan rumah disini untuk disewa kan. Lagian Keluarga dan teman teman semuanya di Medan, jadi bisa mendapat bantuan dari mereka, dimana disini, semuanya harus dikerjakan sendiri.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 2.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Biaya, Endometriosis | 46 Comments


15th April 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Andi

Berikut ini adalah pengalaman keluarga Andi dalam menjalani program bayi tabung. Terima kasih Andi atas sharingnya… 

Hai teman2 salam kenal, saya mau sharing mengenai pengalaman bayi tabung kami. Kami sudah ikut bayi tabung 2 kali, yang pertama gagal karena di usia 5 setengah bulan keguguran dan yang kedua dimulai pada bulan September.

Keputusan saya ikut bayi tabung karena udah keliling di banyak dokter dan tidak berhasil, mulai dari akupuntur, pijat, sampai inseminasi. Kita coba insem di beberapa dokter di Indo dan Singapore… gagal semua.

Setelah beberapa dokter akhirnya ada seorang teman yang kasih tahu untuk periksa HSG ternyata saluran telur istri saya satu buntu dan satunya penyempitan, serta ada PCO yang mana telurnya banyak tetapi tidak bisa besar, jadi minum obat baru telor besar.

Akhirnya kita coba bayi tabung di dr Aucky, embrio yang dimasukkan 4 yang berkembang 3 tetapi semua itu hanya berlalu 5 setengah bulan akhirnya keguguran.

Setelah itu saya coba ke Singapore untuk bayi tabung lagi. Embrio yang dimasukkan 2 yang jadi 1. Sebelum bayi tabung saya ada konsul di beberapa dokter di Singapore, dan semua dokter saranin untuk masukkan 2 embrio aja karena resiko bayi tabung untuk triplex dan kembar adalah besar untuk keguguran. Jadi saya saranin untuk teman2 yang mau ikut bayi tabung ikut di RS yang embrionya bisa disimpan/dibekukan, jadi kalau gagal tidak usah tunggu sampai lama langsung bisa dimasukkan lagi dan biayanya jauh lebih murah daripada mulai dari suntikan gonal f lagi.

Pada saat suntikan gonal F saya sarankan untuk konsul dokter terus pada saat periksa darah apakah ada kemungkinan hyperstimulasi atau tidak. Istri saya pada saat di dr Aucky disuntik gonal F dan ternyata hyperstimulasi, 2 minggu setelah ET perutnya tiba2 membesar kayak orang hamil 4 bulan. Kita sama sekali tidak tahu kalau itu hyperstimulasi karena tidak pernah ada penjelasan mengenai itu sebelumnya, sangking besarnya sampai istri saya mengalami sesak nafas.

Akhirnya saya bawa ke dr Aucky dan dinyatakan hyperstimulasi, akhirnya harus diinfus albumin yang harganya lumayan mahal sampai kurang lebih 1 minggu baru akhirnya normal. Bayi tabung yang ke 2 ini kami lakukan di singapore di rumah sakit ME dengan dokter Charles Lim embrio yang dimasukkan 2 dan yang jadi 1.

Sekarang ini istri saya sedang hamil 7 bulan. Untuk teman2 yang mau bayi tabung di Charles Lim jangan sungkan sungkan untuk menawar biayanya.

Untuk bayi tabung yang di Singapore pada suntikan yang ke 3 sama dokter Charles Lim sudah dikasih tahu bahwa ada kemungkinan besar hyperstimulasi, yang bisa diketahui dari hasil pemeriksaan darah. Jadi setelah ET istri saya langsung disuruh makan putih telor sebanyak 10 telor setiap harinya. Itupun masih harus dibantu dengan infus albumin tetapi hanya 2 hari dan tidak usah masuk RS hanya infus di klinik saja jadi tidak sampe pada perut yang membesar maupun sesak nafas.

Kalau menurut saya sehabis dimasukkan embrio mending tinggal di RS atau klinik tempat dimasukkannya embrio karena chancenya lebih besar daripada setelah masukkan embrio langsung pulang, dan kalau bisa tahan kencing selama 6 jam. Ya beginilah sekilas pengalaman kami dalam ikut bayi tabung. Semoga sharing ini bisa bermanfaat bagi yang lain.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (17 votes, average: 2.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, OHSS, PCO, Tuba fallopi bermasalah | 28 Comments


25th March 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Mulia

Berikut ini adalah pengalaman Mulia dalam menjalani program bayi tabung. Pengalaman sebelumnya dapat dilihat di link ini. Terima kasih Mulia atas sharingnya…

Saya menjalani thaw cycle pada Januari 2008 (setelah fresh cycle gagal karena dua janin tidak berkembang sehingga harus dilakukan kuretase) :

Beberapa hal yang saya lakukan terlebih dahulu 3 bulan sebelum menjalankan thaw cycle adalah makan folic acid 5 mg sehari satu tablet, minum susu segelas setiap hari (yg saya minum sich susu kalsium), akupuntur 2x seminggu, detoks selama 3 hari dan dilanjutkan diet dengan minuman organic.  Hasilnya berat badan jadi turun 9 kg dalam waktu 2 bulan. (Berat badan saya naik hampir 10kg selama menjalankan program fresh cycle awal Juni’07 sampai saya hamil selama 8 minggu, kemudian dikuret dan dilanjutkan makan ayam arak setiap hari sampai 3 minggu.  Wah rasanya badan semuanya berlemak, jadi cepat lelah dan nafas juga gampang sesak) .

Pada tgl 16 Jan’08 (hari ke 12 mens) adalah jadwal pertama saya jumpa dokter untuk USG, lalu dokter memutuskan oke untuk langsung menjalankan penanaman frozen embrio, jadi sore hari saya disuntik ovidrel.
Kemudian tgl 17 Jan’08 sore hari saya dijadwalkan USG lagi untuk dilihat apakah sudah terjadi ovulasi. Akhirnya dokter memutuskan embrio transfer dilakukan pada tgl 20 Jan’08 (hari ke 16 mens).  Intinya proses thaw cycle saya sangat praktis & simple banget…
Padahal sebelumnya saya sudah tanya2 dulu kepada pasien2 lain yang pernah thaw katanya sebelum ET ulang biasanya akan diberikan dulu suntikan selama sebulan & makan obat progynova.  Mungkin seperti yang pernah Yenni bilang kalau treatment tergantung dari kondisi masing2.

Setelah ET, saya juga tidak merasakan sakit bangeeettt seperti ET pada fresh cycle jadinya agak enjoy & badan juga rasanya lebih relax.  Selama menunggu waktu untuk tes darah, setiap hari saya hanya di apartemen aja karena masih ada papa saya yang menemani dan papa saya juga yang pergi2 beli makanan.  Maklum abis ET diusahakan ngak naik turun lift dan ngak pergi kemana2juga.

Tgl 31 Jan’08 saya tes darah dan hasilnya saya positif hamil….. Wuah rasanya senang banget dapat hamil lagi.  Selanjutnya saya hanya dikasih obat hormone Cyclogest 2x sehari dan folic acid 5 mg 2x sehari.

Dua minggu kemudian saya dijadwalkan USG dan terlihat ada satu embrio yang berkembang dan menempel di rahim saya. Satu minggu kemudian saya di USG lagi untuk melihat apakah embrio tetap berkembang baik dan sudah ada jantungnya.  Di usia kehamilan 7 minggu saya sempat mengalami flek2 coklat gitu, trus oleh dokter diberikan suntikan Hormofort 250 mg x 2 ampul. Hal ini sempat membuat saya stress karena saya takut dan trauma dengan kejadian di kehamilan pertama karena janin tidak berkembang, tapi untung ada Mery yang memberikan saya support melalui sms supaya saya tetap positive thinking.  Thanks a lot yach Mer…

Sejak kehamilan minggu ke 6 saya udah merasakan mual & muntah2 tapi bukan morning sickness, melainkan nite sickness karena biasanya jam 1 atau 2 malam hari.
Sampai sekarang saya juga masih mengalami sickness yang mengakibatkan syaraf mata terasa sakit dan mata agak sedikit bengkak (kata dokter kandungan di Jakarta, mungkin tekanan bola mata yang naik karena pengaruh hormon kehamilan).  Suami saya yang sangat khawatir dengan keadaan & kondisi kesehatan saya walaupun dia merasa senang karena saya sudah berhasil hamil kembali.  Saya sendiri punya motivasi untuk program bayi tabung adalah untuk memberikan anak kepada suami saya karena dia adalah seorang yang paling mengerti dan menyayangi saya dengan kondisi saya yg seperti apapun.

Walaupun sekarang kehamilan saya dikatakan dokter dalam keadaan baik, tapi saya merasakan perjalanan masih panjang sampai waktunya melahirkan.  Semoga saya dapat melaluinya dengan baik2 saja.

At last, thanks untuk:

  • Suami saya yang selalu support saya & Papa saya yg sudah menemani saya selama proses ET.
  • Dr.Ng Peng Wah yang memberikan saya harapan baik dgn mengatakan bahwa tidak perlu khawatir karena dia yakin kalau saya dapat hamil lagi.
  • Yenni, yg dgn membuat web bayi-tabung.com sangat bermanfaat untuk sharing pengalaman dgn teman2 yg lain sehingga menambah pengetahuan tentang ivf dan sebagai sarana menambah semangat dalam menjalani program bayi tabung.
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Proses, Thaw cycle | 328 Comments


22nd March 2008

Efek merokok terhadap bayi tabung

Sudah bukan rahasia lagi, hasil penelitian para ahli menunjukkan merokok itu tidak baik bagi kesehatan. Dan ini juga ternyata ada kaitannya dengan tingkat kesuburan wanita serta keberhasilan proses bayi tabung. Informasi ini banyak diberitakan di internet, search saja di web/internet dengan keywords “IVF smoke”.

Ada penelitian yang menyatakan tingkat kesuksesan sampai melahirkan dalam proses bayi tabung bagi perokok ternyata 28% lebih rendah dari bukan perokok. Efeknya mirip dengan kalau kita berumur sekitar 10 tahun lebih tua, kalau kita merokok dan sekarang berumur 35 thn berarti tingkat keberhasilan bayi tabung seperti kalau sudah berumur 45 thn.

Tingkat keguguran waktu hamil bagi perokok hampir 25% lebih tinggi dari yang bukan perokok.

Ada juga yang bilang tingkat kehamilan bayi tabung bagi perokok 2 kali lebih kecil dari yang bukan perokok.

Ternyata suami perokok juga memperkecil keberhasilan bayi tabung, mungkin berkaitan dengan kualitas sperma yang akan mempengaruhi tingkat kualitas embrio akhirnya.

Dst…dst… waduh semuanya menyatakan merokok tidak baik buat bayi tabung. Untung saya dan suami saya tidak merokok meskipun ayah saya & ayah suami perokok berat …

Tidak ada cara lain kalau mau tingkat keberhasilan bayi tabung lebih besar… berhentilah merokok… kalau tidak bisa atau susah banget ya kurangilah merokok… kalau tidak bisa juga wah repot juga ya… Secara matematis kalau mau chance berhasil lebih tinggi ya waktu embrio transfer embrio yang dimasukkan lebih banyak terus diimbangi dengan makan makanan bergizi atau bervitamin supaya bisa mengimbangi efek jelek merokok.

Saya sarankan konsultasi sama dokter untuk pastinya… keterangan diatas hanya pendapat saya loh.

Berhenti merokok merupakan jalan terbaik…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 3.36 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Pengetahuan, Penyebab, Tingkat keberhasilan | 1 Comment


  • Recent Comments

  • uray: Salam kenal jg mba helen… Pas usg krg 1hr lg 8mg, dktr nya...
  • Chika: Selamat mba, saya turut berbahagia.Sudah dua kali ini saya...
  • helen: Salam kenal sis uray… Sis sy mau nanya pada saat sis uray...
  • ferra peach: Dear mba tuti, jgn patah arang mba.. salah satu yg membuat...
  • ferra peach: Dear mba nyiayu, aku hanya ingin sdkt menambahkan, mengenai...
  • rida: Halo sis indira.. congratz ya sdh berhasil alami.. sis mu nanya kl...
  • tuti iskandar: Dear all, Mhn ijin sya invite pin bb nyi ayu boleh ya,...
  • albert: salam kenal mba,, waktu ikut batab fsh suami berapa mba?kemarin...