Suami msh berharap sy bs hamil secara alami – Lenny

Hallo semua.., jujur sy jd merinding baca cerita teman2 semua. Ternyata diluar sana msh bnyk kasus yg lbh berat dr yg sy alami.

Sy menikah feb th 2005 tp blm di karuniai momongan. di th ke 2 sy & suami periksa ke dktr kandungan, & ternyata sperma suami sy hnya 2% dr bts normal. jujur saat dktr blng bgt dunia terasa gelap, sedih, campur aduk deh perasaan saat itu.

Sbnrnya sy ingin mencoba insemia buatan, tp suami msh blm mau. dia msh berharap sy bs hamil secara alami. pdhl obat yg dr dktr sprtinya tdk memberi perubahan apa2. mohon saran nya dong dr teman2 sy hrs bgmn? skrng usia sy 26th & suami 33th.

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading...

Berhasil hamil dengan berbagai masalah – Oke

Dear all, salam kenal. Saya sudah menikah lebih dari 5 tahun. Dari tahun pertama sampai tahun ketiga pernikahan saya saya sudah hamil 3 kali dan selalu keguguran di usia kandungan 2 bulan. Setelah lelah mencari penyebabnya, kami pun berhenti. 2 tahun terakhir ini saya tidak kunjung hamil walaupun selalu menghitung masa subur.

Awal Januari 2009 kami mencoba inseminasi di RS Bunda, namun tidak berhasil. Telur saya tidak berkembang. Menurut dr Indra saya memang PCO, jadi telur saya banyak tapi sulit matang sehingga kapanpun bertemu sperma, ya cm lewat aja. sebabnya bisa saja overweight. Walaupun saya protes (he..he..) Karena ada aja teman2 yg lebih gemuk dari saya tapi bisa hamil & berhasil . Tapi memang beberapa tahun sejak kehamilan terakhir saya, saya belum pernah hamil lagi & berat badan saya juga perlahan tapi pasti terus naik.

Setelah gagal insem, walaupun saya enggan membenarkannya 🙂 , saya berniat menurunkan berat badan saya paling tidak 10kg (wow). Akhirnya saya menjadi member sebuah fitness centre dan memakai tenaga personal trainernya agar saya dapat mempergunakan semua alat secara maksimal. Dimulai awal Februari sampai akhur Juli saya berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 14kg. Mau nggak mau saya akui setelah berat badan saya turun, menstruasi saya jg jadi lebih normal dari sebelumnya.

Bulan Agustus beberapa hari sebelum puasa, saya haid & dengan pertimbangan yang cukup berat kami memutuskan memulai program bayi tabung pada bulan Ramadhan, karena takut haid berikutnya tidak lancar.
Saya suntik Gonal sebanyak 9 kali baru telurnya mamanuhi syarat untuk dipanen. OPU tanggal 2 September, saya dapat 17 telur. Dari jumlah tersebut, 9 terbuahi & diambil 5 terbaik dengan grade 3 excellent, 2 good. Dari jumlah tersebut tgl 5 September ET 3 embryo 2 excellent, 1 good dan sisanya di freeze. Setelah ET perut saya memang agak membesar. Tadinya takut OHSS namun alhamdulillah tidak.

Tanggal 18 sangat saya nantikan untuk tahu hamil atau tidak. Ternyata dari test darah, BHCG saya mencapai 567,90. Agak kaget karena lumayan tinggin tp dulu kakak saya jg begitu & dia mengatakan, jangan kaget kalau BHCG seminggu lagi akan mencapai 1000. Seminggu kemudian saya tes BHCG lagi dan hasilnya 10.550. WOW! Saya begitu excited membayangkan kemungkinan kembar tp tetap takut ini OHSS.

Jadwal usg dengan dr Indra baru tanggal 12 Oktober karena beliau ada seminar di luar negeri. Berdasarkan pengalaman kehamilan saya sebelumnya, sebelum 50 hari dari HPHT, saya selalu bleeding & akhirnya keguguran. Atas dasar hal tersebut kami memutuskan untuk usg ke dr Bambang Karsono. Beliau memang terkenal ahli usg. Hal ini saya lalukan karena saya takut, kehamilan baru 7 minggu tapi besarnya perut separti sudah hamil 3,4 bulan. Walau dasarnya sudah gemuk (he..he..).

Alhamdulillah hasil usg saya tidak mengalami OHSS karena tidak terlihat adanya cairan yang berlebihan. Alhamdulillah lagi ternyata janin saya ternyata ada 2 dengan besar yang hampir sama & salah satunya sudah ada detak jantungnya. 4ubhanallah… Namun ternyata pada indung telur saya terdapat kista yang cukup besar dengan diameter 10cm, sehingga dokter menyarankan saya untuk bedrest & diharapkan kista yang timbul karena stimulasi obat itu dapat mengecil dengan sendirinya.

Perlu saya ceritakan juga saya adalah pasien Prof Karmel (ahli darah). Saya terkena ACA + namun masih di level yang rendah karena riwayat keguguran saya maka Prof Karmel menyarankan saya suntik heparin sehari 2 kali sampai melahirkan. Beberapa hari setelahnya malah dosis suntikan harus ditambah jadi 3 kali seharii karena d dimer saya sampai 1000.

Tanggal 4 Oktober saat beristirahat tiba-tiba saya mengalami pendarahan. Yang keluar adalah fresh blood & banyak sekali seperti orang mens. Langsung kami ke RS Bunda, pada saat buang air kecil yang memang sengaja ditampung, ikut keluar semacam gumpalan berwarna merah kehitaman campur putih & ada urat-uratnya. Kami meyakini itu adalah produk konsepsi yang berarti berasal dari salah satu janin kami. Malam itu hasil usg memperlihatkan 1 janin masih berdetak & yang 1 lagi terlihat buram, yang kami perkirakan tinggal kantong kehamilannya saja.

Saya bedrest di rs selama 3 hari disuntik penguat sekali & diinfus Duvadilan. Sebelum pulang saya di usg lagi. Dengan perasaaan iklas kami berharap semoga Allah masih berkenan menitipkan salah satunya. Namun yang saya lihat di monitor usg benar2 membuat saya menangis, karena kami menyaksikan adanya 2 detak jantung yang sangat jelas. Ternyata saya tidak kehilangan salah satunya. Subhanallah. Trimakasih ya Allah.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 2.83 out of 5)
Loading...

Insem, mau coba dapetin anak cowok – Alan

Hallo hallo teman,

Salam kenal ya, aku dan istri rencana mau insem nich. Rencananya sich mau coba dapetin anak cowok, karena anakku dua duanya cewek semua. Maklumlah masih proyek penasaran untuk dapetin cowok. Sharing sharing dong mengenai :

  1. Waktu pengambilan sperma, bisa ngga request sama dokternya untuk hanya sperm kromosom Y aja yang diambil?
  2. Prosentasinya insem buat dapetin anak cowok berapa persen ya? sorry, gue juga baru coba coba insem nich?
  3. Berapa total hari yang dibutuhkan untuk proses awal sampai proses injection sperm ke rahim istri? 2 minggu ? 3 atau lebih dari 4 minggu?
  4. Untuk rumah sakit bagusin yang dimana ya? rs Harapan kita atau rs. Bunda?
  5. Untuk rs. Harapan kita atau rs Bunda, ada referensi mengenai dokter yang terbaik dan berpengalaman? kasih tahu dong.
  6. Sebelum kunjungan dokter pertama kalinya, apakah sebaiknya KB spiral istri dilepas dulu? atau sesudahnya juga boleh (sebelum proses injection sperm ke rahim)?
  7. Estimasi biaya total inseminasi?

Thanks banget ya atas info teman2.
Best Regards,

Alan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.22 out of 5)
Loading...

Karena tumor besar salah satu ovarium diangkat, sedang bayi tabung – Jessy

Hi semua..
Nama saya Jessy, umur 28 tahun.. sudah sejak setahun yang lalu saya mencari informasi tentang bayi tabung di sini dan banyak sekali info dan masukan yang saya dapat, terima kasih untuk bayi-tabung.com. Sekarang saya ingin sharing, berbagi pengalaman, mudah2an bisa membantu teman-teman semua..

Saya sedang menjalani program IVF di Thomson Fertility Centre (TFC), Thomson Medical Hospital, Singapore dengan Dr. L.C. Cheng.
Saya mempunyai masalah dengan tuba falopi yang tersumbat, waktu saya umur 20 tahun, dioperasi untuk tumor ovarium, dokter yang menangani saya juga mengangkat salah satu ovarium saya karena tumor yang besar. Setelah patologi diputuskan untuk kemoterapi karena ditemukan jaringan kanker, selain itu tuba falopi saya juga dipotong karena lengket dengan jaringan tersebut.

Waktu itu saya masih sangat muda, sempat down dan stress, tapi saya bisa tetap positif menjalani pengobatan dan keinginan untuk sembuh yang sangat kuat. Saya berpikir untuk masalah reproduksi nanti saya dipikirkan kalau waktunya tiba. And here I am, saya sudah 2 tahun menikah dan akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menjalani bayi tabung sejak bulan Juni 2009.

Kenapa di singapore? sebenarnya masalah cocok2an.., seperti yang banyak teman-teman disini sudah sharing.. Biaya bayi tabung di Indonesia dan disini hampir sama, tergantung kondisi masing-masing, karena dosis dan banyaknya obat2an yang dipakai sesuai kebutuhan kita masing-masing. Selain itu, saya beruntung karena ada teman yang sedang bekerja di singapore yang memperbolehkan kami tinggal di apartmennya, jadi biaya akomodasi bisa ditekan.

Pertama konsultasi dengan Dr.Chen, beliau melihat semua medical record saya, dan pertama kalinya discan melalui USG transvaginal. Ovarium saya yang tinggal satu dalam kondisi bagus dan rahim saya juga baik. Besoknya saya bisa langsung suntik Gonal F, mereka kasih yang 300iu, karena dengan 1 ovarium, hormon estrogen saya harus dipush lebih besar.. selama 12 hari suntik Gonal F, hari ke-6 ditambah injection centrotide dan rutin discan untuk liat perkembangan telur. Sempat up and down juga, karena telur saya tidak terlalu banyak dan perkembangannya tidak merata, ada yang besar sekali, yang sedang dan yang lain masih kecil, dokter sempat diskusi juga, karena yang besar mungkin akan terlalu matang dan yang kecil ditakutkan tidak akan berkembang. Sedih, tapi saya tetap positif menjalaninya. Folic Acid sudah saya konsumsi tiap hari sejak awal tahun, saya juga menjaga diet saya, makan putih telur untuk sarapan untuk kebutuhan proteinnya dan lain-lain.

Saya menjalani OPU bulan juni akhir, dan waktu itu tidak bisa langsung ditanam (fresh cycle) karena di rahim saya tumbuh polip, dokter berasumsi itu reaksi dari suntik hormon dan obat2an atau it has always been there, karena sejarah saya yang pernah tumor di ovarium ada kemungkinan badan saya memang sensitif. Jadi setelah OPU tidak bisa langsung transfer embrio. saya dikasih obat untuk dapat keluar menstruasi, dan mudah2an polipnya keluar dengan darah mentruasi. Waktu OPU diambil 13 ovum, 11 fertilised dan yang jadi ada 9 embrio. 9 embrio ini dibekukan, ada 3 batch, masing-masing 3 embrio.

Menstruasi datang bulan juli, saya discan dan polip terlihat mengecil, walaupun tidak hilang, sempat ada rencana untuk dioperasi kalau memang tidak hilang. Bulan agustus rencana akan dioperasi ternyata polip lebih kecil lagi, nyaris tdk keliatan.., akhirnya dokter memutuskan langsung program thaw cycle. Akhir agustus saya mulai minum birth control, awal september mulai disuntik Lucrin dan ditambah progynova 14 hari kemudian, obat crinone mulai dikasih 4 hari sebelum embrio transfer. Saya baru saja menjalani embrio transfer akhir bulan september (2 hari yang lalu).

Oh ya, sebelum ET, kami berdiskusi dulu mengenai berapa batch embrio yang akan dithawing, akhirnya dithawing 2 batch (6 embrio), jd kami msh ada 3 embrio sisa untuk another attempt (mudah2an sih another attempt for 2nd child ya). Hari kedua dithawing kami diberitahu dari 6 embrio yang dithawing, hanya ada 1 yang survive.. It was really emotional, karena terus terang saya prepare untuk ditanam 2 (sesuai dengan peraturan disini untuk pasien di bawah 30th), siap kalau ternyata terjadi kehamilan kembar dan rasanya ada perasaan aman kalau ada dua ditanam.. Well, we could end up with nothing, jadi kami sangat bersyukur karena dokter bilang embrionya berkualitas bagus. Hari ET saya juga diberi injection Proluton, yang akan diberi lagi seminggu kemudian.

Memang akhirnya saya harus menjalani long protocol karena kondisi ini. Awal ikut program, sempat berpikir cuma 1 bulan di singapore dan bulan depannya Insya Allah saya sudah hamil, tapi ternyata memang harus lebih bersabar dan pasrah sama kehendak Allah SWT. Memang cape 4 bulan ini bolak-balik untuk periksa, belum biaya yang membengkak. Tapi yang penting jangan putus asa dulu, bersyukur sama yang sudah ada, bersyukur masih dikasih kesempatan untuk menjalani program ini dan saling support dengan pasangan. Sekarang sih waktunya banyak-banyak berdoa, dan istirahat saja. Mudah2an hasilnya positif. Mohon doanya juga ya..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.20 out of 5)
Loading...

Sharing pengalaman dan curhat mo ikut bayi tabung – Widy

Hai semua…salam kenal, saya Widy dari Banjarmasin. saya mo sharring pengalaman dan curhat saya yg mo ikut bayi tabung.

Saya menikah th 2005, jadi sudah 4th kami menikah dan belum diberi momongan, 6bln setelah menikah saya telat 2mg-an, test pack negatif, tapi setelah beberapa hari keluar gumpalan darah dan nyeri hebat… cek ke dokter ( dr. Pribakti ) katanya sih ga pa2x.. n ga tau juga apa krn itu ga perlu kuret, katanya toh da keluar sendiri…

Saya ganti dokter sampai 3x, karena keinginan untuk hamil sudah menggebu (walau memang itu tergantung kehendak Allah SWT) dan saya pikir cari ahli yg lebih memuaskan saja… sampai akhirnya saya ke dr. Iwan Dharma Putra, dokter satu2xnya yg tahu ttg kehamilan dan penyakit kandungan (bukan promosi tapi dia katanya dokter ahli yg baru datang ke banjarmasin 2007-an), akhirnya pindah ke dia walau ngantrinya bisa sampai jam 1 malam dari jam 5 sore..

Saya di diagnosis endometriosis, bulan mei 2008 di operasi besar (laparastomi) kata dokternya sih klo laparoskopi kurang ‘yakin’ hasilnya dan tidak diketahui dg baik apakah tubafalopi buntu apa tidak (dan ternyata hasil saya dua2nya buntu…saya nangis sejadi2xnya…kok saya diberi ‘cobaan’ macam ini….), dan 3bln di beri suntikan tapros untuk menetralkan penyakitnya… setelah itu saya tetap konsultasi dan terapi.

Akhirnya saya di tawari untuk inseminasi, katanya sih gambling…mungkin saja dari saluran yg buntu itu spermanya bisa terus ‘laju’ larinya… tapi tdk tahu ya…kok rasanya ada saja kendalanya…saat kita sudah siap, obat suntiknya tidak ada…saat obatnya ada, dokternya ke jawa…yach…sempat terpikir mungkin ini bukan jalan kami…

Bulan Januari 2009 saya ‘ngambek’ tidak mau terapi… capek rasanya… ada kalanya saya ‘protes’ sama yang di atas, tp suami membesarkan hati saya… justru kami harus lebih ‘dekat’ karena ini semua adalah ‘jalan’ yang harus kami lalui…yakin dan percaya bahwa Allah SWT tahu mana yg terbaik buat hambanya… akhirnya, kami memutuskan untuk ikut program bayi tabung.

Kami cari2x info dan ‘ijin’ dokter kami… akhirnya kami cari info yg kira2x RS mana yg selain biaya program BT-nya yg terjangkau, juga menghitung biaya tranportasi dan biaya hidup kami. Berhubung saya orang Surabaya, pilihan ada di RS Siloam dan RS Graha Amerta, kebetulan dokter iwan memberikan ‘pandangan’ tentang masing2x RS tersebut dan dokter2xnya dan saya juga sebelum terbang ke sby juga kirim2x email ke RS tersebut untuk tanya2x, walau yg nge-respon cuma RS Siloam saja.

Bulan Maret 2009 ketemu dr. Aucky membuat kami jadi ilfil (ilang feeling) habisnya, beliau tdk bisa komunikasi dg baik, kesannya terburu2x, untung susternya baik2x.. iya sih memang banyak banget yg antri, tp dengan kondisi kami yg ingin ‘diperhatikan’ dan berdiskusi jd gatot alias gagal total, kami cerita langsung dia bilang langsung aja ikut BT, harganya sekitar 60-65jt persiklus… tp tergantung kondisi pasien, katanya saat itu.

Kami jg cek ke RS Graha Amerta dan di tunjuk langsung ke prof. dr. Samsul Hadi, dengan beliau saya (wkt itu suami tdk ikut krn harus balik bjm) bisa mengerti tahap2xan proses BT itu seperti apa, di jelaskan dg gambar dan skema, orangnya tegas tapi lumayan lucu dan menyenangkan jd saya ngerti (walau ada yg lupa) dan tentunya lebih ‘respect’ , walau susternya banyak yg galak… dan kata beliau biayanya sekitar 65-70jt, akhirnya saya pulang ke bjm dg membawa berita kebaikan dan kekurangan 2 RS tsb yg akan dibuat pertimbangan kami…

Bulan Agustus 2009 kami Insya Allah sudah siap (materi dan mental), namun kata prof, biaya BT tersebut hanya perkiraan saja bisa jauh lebih murah bahkan ada yg lebih mahal tergantung pasiennya…yach…moga2x dana yg kami siapkan tidak melebihi ‘target’ saja, ada rasa kekhawatiran tp kami…Bismillah saja…

Sempat kami cerita2x sesama pasien, ada yg hbs ‘cuma’ 26 jt dg kondisi dia PCO, ada jg yd 40jt.. tapi menurut prof Samsul, dimudurkan saja karena setelah cek darah dan riwayat endometriosis saya, sarannya saya pakai Long Protokol saja dan berhubung memasuki bulan ramadhan dan lebaran, takutnya jadwal kacau krn kondisi yg tidak mendukung…ya sudah, klo sesuatu yg dipaksakan kan hasilnya tidak baik, pasrah saja lah…terserah apa kata dokter, yg penting saya harus jaga ‘kondisi’ emosi saya karena katanya ini juga berpengaruh untuk program BT-nya..

Sekarang saya mens harike 4, mulai besok sya di beri resep pil KB dulu (yasmin) selama 1bln (untuk netralin) selama 21 hari, baru setelah itu (katanya) saya mens dan sudah bisa mulai program BT, jd sekitar 2mg lagi saya harus terbang ke Sby.

Jadi teman2x…mohon doanya ya krn saya bln Okt akan mulai program ini, walau banyak ‘cerita’ di forum ini yg membuat saya deg2x tapi akhirnya saya cm bs bilang…. pasrah saja sama apa yg sdh jadi kehendak Allah SWT, semoga nanti bs lancar…Amien…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 3.23 out of 5)
Loading...

Antibody tinggi bisa ikut program inseminasi atau tidak – Emmylia

Dear allz,

Please bantuannya dong ….

Antibody saya tinggi (di posisi tabel ke-3) & untuk pemeriksaan lab yang lain dari hari ke 7 sampai hari ke 22 semua bagus termasuk sperma suami. Pernah saya & suami minta insem tapi menurut dokter tidak perlu karena apabila antibodynya turun maka saya akan hamil dengan sendirinya.

Sudah setengah tahun ini saya tidak ke dokter untuk periksa lagi setelah PLI yang pertama (dengan 3x suntikan)sehingga tidak tahu lagi diposisi tabel manakah antibody saya.

Apakah teman-teman ada yang punya pengalaman atau pernah tahu atau mendengar dengan posisi antibody yang tinggi bisa ikut program inseminasi atau tidak?

Thanks untuk bantuannya ya … semoga kita bisa saling menguatkan satu sama lain … GBU.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading...