bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

17th October 2008

Kista dan masalah kualitas sperma, sedang bayi tabung – Lisa

Berikut ini adalah pengalaman Lisa yg sedang mengikuti program bayi tabung. Terima kasih Lisa atas sharingnya…

Aku dah nikah 5 thn lbh dan puji Tuhan aku waktu itu pernikahan 1 bln aku sudah hamil dan dikaruniai anak laki2, wkt itu kondisiku gak bagus ada kista 5cm di indung telurku.

Setelah anakku yg pertama umur 4 thn aku masih juga belum hamil padahal aku gak pernah jaga pakai kb ataupun yg lainnya cuma blm dikasih saja. Terus aku cek up dokter dibilang ada kista sebesar 2cm di indung telurku dan kualitas sperma suami juga gak bagus gerak lurus cepatnya nol, gerak lambat 30% sedangkan sisanya diam di tempat dan gerak di tempat.

Waktu itu aku ke dr Singapore disuruh laparoscopy tp bila setelah dilaparoscopy blm juga hamil maka harus dilakukan bayi tabung. Dr pengalamanku dulu waktu kistaku 5 cm itu menghilang dgn sendirinya waktu aku mengandung anak pertama. Jd aku lbh memilih bayi tabung aja toh masalah juga ada pd suami.

Oh ya jadwal mensku teratur dan bagus kok tidak pernah sakit perut makanya dokter heran biasanya kalo ada kista itu sakit wkt mens tp aku tidak. Jd akhirnya aku ke dr Aucky di Surabaya utk ikut program bayi tabung soalnya aku pikir drpd aku laparoscopy toh aku buang uang 15 jt blm tentu berhasil juga jd akhirnya aku lgs aja bayi tabung.

Saat ini aku lagi persiapan suntik 12 kali dengan superfact untuk kecilkan kistanya entar dilihat setelah mens lagi apakah kistanya mengecil atau bgm. Kata dr entar kalo setelah mens hr ketiga baru dimulai suntikan 5 kali dulu untuk perbesar sel telur. Kalo setelah 5 kali suntikan itu blm juga cukup sel telur yg mau diambil maka dilanjutkan lagi 3 kali suntikan dst sampe ada cukup sel telor. Aku baru memulai suntikan superfact yg pertama jd masih blm tahu apa2 masih awam tp dr bilang entar mau dilakukan icsi krn sperma suami kaga bagus.

Menurutku sih ikutan bayi tabung lbh enak soalnya kita byrnya dikit2 gt gak kayak operasi khan hrs lgs bayar lunas. Jd lumayanlah masih bisa bernapas dikit2. Jd ini dulu sharingku nanti kalo ada perkembangan lagi aku share disini lah.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (17 votes, average: 2.94 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Kista, Sperma bermasalah | 42 Comments


8th October 2008

Stress dan alergi sperma – Vitri

Berikut ini adalah pengalaman Vitri dalam berobat menangani ketidaksuburan. Terima kasih Vitri atas sharingnya.

Hi temen2 semuanya. salam kenal yah. Sebenarnya udah lama pengen nimbrung, baru sekarang deh keturutan.

Aku dah merit 2 tahun, pertama2 berobat ke rs hermina, disuruh cek hormon prolaktin, lh, fsh, cek sperma suami. Hasilnya aku dibilang stress, kebanyakan mikir, krn hormon prolaktinku 25. kata dokter klo pengen hamil hormon prolaktin harus dibwh 20. trus aku dikasih obat parlodel 2,5mg 2×1/2 n glucophage 500mg 2×1/2. tapi aku cuman turun sedikit 25.

Oya sebelumnya aku fisioterapi dulu 10 hari, dgn sebelumnya disuntik gentamerk, krn katanya aku ada infeksi.

Kembali ke prolaktin tadi, terus terang aku orgnya gampang banget stress, smua aku pikirin. Nah dari situ aku dinasehati sama dokterku spy gak gampang stress. N akhirnya aku coba nurutin nasehat dokter, setelah 1 bln aku disuruh cek hormon prolaktin lg, ternyata hormonku dah turun d 11. Alhamdulillah, aku seneng bgt, ternyata stres itu gak baik buat calon ibu hamil.

Trus selama 6 bln aku terus berobat, dikasih penyubur, dll, tp blum berhasil hamil. Akhirnya aku pengen ganti dokter. Aku sekarang lg berobat di klinik yasmin, RSCM dg dokter Muharam, SPOG (K). Disana aku disuruh cek TORCH-ACA,HSG,N SATU LAGI cek ASA (KIBRIK 1 – 4) sdg suami cek analisa sperma
lengkap.

Setelah menunggu 1 minggu semua hasilnya bagus, hanya aku ada IgG Rubella, yah gpp lah asal bukan IgM ya. Dan satu lagi ternyata aku alergi sperma, aku dibilang punya Antibody antisperma yg cukup tinggi. Semua sperma suamiku yg masuk ketubuhku dibasmi sama antibodiku sendiri, hiks sedih bgt..tp ternyata aku gak sendiri. Banyak kasus kyak aku, meskipun ilmu ini baru thn 2001 ditemukan di indonesia, tp aku bersyukur ditemukan penyebab knapa aku blum hamil.

Oya aku sekarang lg terapi PLI (paternal leukocyte immunization). Aku disuntik sel darah putih suami. Aku baru suntk 1 kali. Krn ASA ku tinggi diperkirakan aku suntik 7 kali. Tergantung apa aku nurutin semua pantangan makananan apa gak? Aku sekarang berharap ASA ku normal sehingga bs hamil.

Kata dokter andrologiku, tiap org ASA nya beda makin tinggi makin lama terapinya. Tp ada yg udah berhasil hamil setlah 3 kali terapi PLI, mgkn dia ASAnya gak tinggi kali ya…Oya indikasi PLI itu untuk keguguran berulang, janin tdk berkembang, atau penolakan janin yg berada ditubuh isteri sendiri. Sedih yaa..

Buat teman2 smua tetap semangat n smoga usaha kalian cpt membuahkan hasil.
Smoga informasi ini berguna yaa.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (22 votes, average: 3.41 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Antibody, Pengetahuan, Persiapan | 189 Comments


4th October 2008

Punya satu tuba, insem atau IVF – Susi

Berikut ini adalah sharing pengalaman Susi, mohon saran dan dukungan pembaca… terima kasih Susi atas sharingnya.

Saya termasuk salah satu pembaca setia website bayi-tabung.com ini dan saya mengucapkan selamat kepada semua ibu-ibu yang telah berhasil termasuk yenni yang sudah membuat website ini yang sangat bermanfaat sekali terutama buat pasutri yang masih mendambakan keturunan termasuk saya ini.

Saya menikah sudah 4 tahun lebih dan sudah 2x laparoskopi, yang pertama di RS bunda dan yang kedua di salah satu RS disingapura. LO pertama karena adanya endometriosis dan adenomiosis, namun sayang, dokter yang melakukan LO pertama mengambil kista yang berada di ovarium kanan saya secara “lebih” sehingga ovarium kanan saya tidak sempurna. Ini terlihat ketika saya USG di sin dan makin jelas pas LO kedua lalu.

Setelah 1,5 thn lebih dari LO yang pertama saya blm hamil juga, saya penasaran, apalagi dokter saya sangat menyakinkan kalau saya bisa segera hamil, namun kemujuran blm memihak kepada saya, akhirnya saya memutuskan untuk periksa di RS di singapura. Sesungguhnya sejak perkawinan menginjak usia 2 thn saya blm hamil, saya ingin sekali memeriksakannya ke sin, tapi baru tahun ini terlaksana, itupun setelah saya konsultasi kebeberapa DSOG di jkt.

Saya melakukan serangkaian tes yang dilakukan dalam 1 hari dan hasilnya bisa keluar dihari yang sama, karna sblmnya saya e-mail ke nurse dan dokternya bahwa untuk konsultasi pertama ini saya hanya bisa stay 1 hari di sin. Begitu sampai di RS, saya langsung menjalani serangkaian tes termasuk suami, diantaranya HSG, dan blood test, sperma suami juga dicek. Alangkah kagetnya saya begitu dokter di sin bilang kalau hasil hsg saya menunjukan tuba kiri saya tersumbat dan hasil sperma suami asthenozoospermia.

Dokter memutuskan saya untuk laparoskopi (padahal dari awal saya sudah bilang kalao saya tidak ingin LO lagi, saya masih inget rasa sakitnya), dan dengan kondisi sperma suami dan telur saya yang sedikit (FSH saya sangat tinggi) maka saya harus IVF juga !! Bayangkan, dunia serasa runtuh, untungnya saya tidak pingsan mendengar apa yang dikatakan dokter di sin.

Akhirnya saya menjalani laparoskopi di sin dan hasilnya tuba kiri saya diangkat karena hydosalpinx dan ovarium kanan saya terlihat tidak sebesar yg sebelah kanan, endometriosis saya juga sudah dibersihkan. Namun dokter tetap menyarankan saya untuk segera IVF mengingat telur saya yang tinggal sedikit, lagi2 hormon fsh saya masih ketinggian.

Sepulang dari LO di sin, saya masih belum tahu mau IVF dimana, karna kalau di RS tempat saya LO di sin mahal sekali, saya masih kepikiran untuk insem dulu sblm IVF dan untuk IVF saya ingin dengan Dr Aucky.

Adakah teman teman yang punya pengalaman hydrosalpinx dan hanya punya satu tuba bisa hamil dengan insem, atau ivf satu2nya jalan, mohon sharingnya, terimakasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 3.93 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Endometriosis, Kista, Sperma bermasalah, Tuba fallopi bermasalah | 80 Comments


3rd October 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Hermalia

Berikut ini adalah pengalaman keberhasilan bayi tabung Hermalia, terima kasih Hermalia atas sharingnya.

Lewat program bayi tabung akhirnya saya bisa hamil dan mendapatkan momongan kembar 3 lagi ( 2 Cowo 1 cewe ), yang saat ini masih berusia 2 bulan.

Saya dan suami memutuskan mengikuti program bayi tabung setelah 6 tahun menikah, sebelumnya saya telah berobat ke banyak dokter dan jawabannya masih mengambang, tapi pada tahun 2005 saya berobat ke Dokter Enud di Klinik Yasmin – RSCM dan dari Dr. Enud kami tau bahwa penyebab saya tidak kunjung hamil karena ke 2 saluran saya buntu ( ke 2 Tuba Non Patent ), saran dari Dr. Enud hanya melalui bayi tabung saya bisa hamil, sedih sekali rasanya. Tapi saat itu saya tidak mau mengikuti program bayi tabung karena yang saya tau program tersebut sangat kecil tingkat keberhasilannya, akhirnya saya hanya pasrah dan berdoa saja.

Pada awal bulan juli 2007 saya baca majalah dan disitu ada berita tentang Dokter Ivan di Bunda International Clinic – Morula, membahas mengenai hal – hal yang menyebabkan kesulitan mempunyai momongan, akhirnya tgl 7 juli 2007 saya dan suami konsultasi ke Dr. Ivan dan ternyata saya terkena endometriosis parah dan disarankan mengikuti program bayi tabung saja.

Tapi menurut dokter sebelum ikut program tsb saya harus operasi LAPARASCOPY karena takut infeksi tersebut menggangu program bayi tabung dan tidak berhasil. Akhirnya tgl 12 Juli 2007 saya di operasi dan stlh di operasi ternyata saluran yang kanan dibuang karena sudah rusak sekali dan yang kiri bisa dibuka tapi lemah dan dokter menyarankan untuk tidak langsung ke program bayi tabung tapi coba inseminasi dulu, saya coba inseminasi 2 kali dan tidak berhasil.

Akhirnya Oktober 2007 saya langsung ikut program bayi tabung dan awal Desember 2007 saya dinyatakan hamil kembar 3, tanggal 15 Juli 2008 saya melahirkan bayi kembar 3 dengan ukuran masing masing 2.3 kg – 2.2 kg – 1.8 kg.

Selama ikut program bayi tabung saya sangat senang karena ternyata tidak serumit dan serepot yang saya dengar tapi amat simpel, tim dokter disana sangat membantu dan Dr. Ivan itu amat sangat mengerti pasien dan baik banget, saya tidak merasakan sakit pada waktu ambil sel telur, transfer embrio dan setelah melahirkan dengan caesar pun saya masih oke, malahan pada saat pulang dari rumah sakit saya seperti tidak terlihat habis melahirkan dan sehat banget.

Dokter Ivan itu memang oke banget, memang program bayi tabung itu mahal banget dari sejak ketemu Dr. Ivan sampai saya melahirkan biaya yang saya keluarkan kurang lebih 150 jt. Semoga cerita saya ini bisa jadi inspirasi buat pasangan yang mau ikut program bayi tabung.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (38 votes, average: 3.34 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Biaya, Endometriosis, Tuba fallopi bermasalah | 90 Comments


1st October 2008

Selamat Idul Fitri

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1429H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Pengumuman | 0 Comments


27th September 2008

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Yuika

Berikut ini adalah pengalaman keberhasilan bayi tabung Yuika, terima kasih Yuika atas sharingnya.

Hello semua…
Mau sedikit sharing nih. Sy proses bayi tabung kira2 2-3 tahun yg lalu di RS Bunda (dg dr Taufik). Waktu proses Fresh cycle, didapat 16 sel telur, yang jadi ada 9 embrio, dimasukkan 3, sisanya 5 (ada 1 yang tidak berkembang). Fresh cycle berkembang tapi salah letak (kehamilan ektopik).. Wah.. sedih sedikit sih pas taunya saat usia 6 minggu dan atas saran dr Bambang Karsono baiknya langsung LO aja, takut malah tubanya pecah (ektopiknya di tuba kiri). Kenapa bisa ektopik ini mungkin berkaitan dengan sedikit perlekatan dan PID berulang yang ada pada diri saya.

Sebenarnya sy mmg masih belum terlalu disarankan bayi tabung, waktu itu. Saya ada PID berulang dg gangguan pada tuba (masih paten tapi dengan penekanan) dan suami sy oligoastenoteratospermia. Umur waktu BT baru 29 th (usia perkawinan 5 tahun), sudah 2 kali inseminasi, gagal. Dokter Bowo yang menyarankan BT dengan dasar melihat kualitas sperma yang mungkin untuk insem juga sulit (dan justru mumpung masih muda). Untung saya ada penyandang dana sehingga bisa mencoba proses yang cukup mahal ini.

Selang 3 bulan kemudian (dari fresh cycle), proses FET (kembali dimasukkan 3), tapi gagal. Setelah itu… sy tidak langsung proses tapi mutung dulu sampe 2 tahun… Lama ya… saya cuek aja tuh. Sedikit ada takut dengan penurunan kualitas embrio (yang tinggal 2). Tapi sy penasaran dan menunggu kesiapan mental saya.

Selama 2 tahun, saya berkali2 terkena infeksi (keputihan, anyang2 an, dll) jadi penasaran sy konsultasi dengan urologi. Ternyata tdk ada apa2 di sana (di bagian sal kemih). Jangan2 ini karena sewaktu kuliah dulu sy sering menahan kencing… Ya, sudahlah ternyata tidak ketauan juga, tapi saya puas karena sudah tau penyebabnya tidak diketahui. Selain mencari tau, saya juga usahakan terus senam (supaya peredaran darah lancar). Baru deh sy ke Bunda lagi minta FET.

Kedua embrio sy bukan kualitas yang terbaik… dan pada proses thawing hanya 1 yang berkembang. Satu hal yang selalu saya ingat dari kata2 dr Agustin, konsultan/pendamping selama proses bayi tabung di Bunda. Walaupun hanya ada kans 1%, masih lebih baik daripada 0%. Saat penyuntikan Pregnil, perawat yang menyuntik juga memberi motivasi (proses FET 2 tahun yang lalu ada yang berhasil, katanya). Entah itu motivasi atau menambah ketar-ketir… aduh kok kemungkinan berhasilnya kecil sekali… Tapi dalam pikiran sy jadikan itu motivasi.

Dan… prosesnya tidak terlalu sy pikirkan. Disuruh USG, minum pil ini, itu… disuruh suntik (yg saya heran Pregnil kok siang, biasanya kan jam 8 malam), saya tdk ambil pusing. Bahkan saat proses FET, tadinya saya mau jalan sendiri (tdk ada yang mengantar termasuk suami), sy tdk sedih (akhirnya diantar oleh mertua sy sih…). Tapi hal2 yang terdengar stresful di saat2 lain waktu itu sama sekali sy tidak ambil pusing.

Saat pemeriksaan HCG datang, biasanya saya penasaran dengan hasil tes urin yang seharusnya bisa langsung tau, sy tidak terlalu menanyakannya. Setelah ambil darah dan urin, langsung aja pulang dan hasilnya baru sy tanya keesokan harinya. Ternyata positif… Wah, kaget juga… tapi belum senang, masih biasa saja. Ternyata yang dijalankan demikian itu, sekarang saya sudah hamil 32 minggu (tidak bed rest selama proses aktivitas jalan terus).. Akhirnya sy berkesimpulan, tidak stres itu sangat mendukung.

Saat ini mulai agak deg2 an juga dengan bagaimana nanti apakah lahir hidup, tanpa penyulit, tanpa kelainan ini itu… Pikiran itu ada sih, tapi sy pasrahkan dan selalu minta doa dengan setiap orang yang mengometari kehamilan sy… Dan dalam kesempatan ini, saya juga mohon doanya supaya kelahiran nanti berjalan lancar. Amin

Jadi… teman2…jangan patah semangat ya… dan jangan stres (atau terlalu dipikirkan). Prosesnya memang harus dijalanin saja dan hasilnya lebih baik kita serahkan pada Yang Di Atas. Semoga yang terbaik untuk kita…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.09 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Kehamilan ektopik, Sperma bermasalah, Tuba fallopi bermasalah | 28 Comments


  • Recent Comments

  • tari: Asalamualaikum, mb diesy, saya mau nanya mb gimana pengobatan...
  • ferra peach: Hai semua, hai mba hanny. Salam kenal, Wah ilmu baru ni...
  • asih: slmt ya bun… penantian & pengorbanan panjang berbuah...
  • asih: slmt ya bun, mdh2 dede bayi dan bunda sehat ya, mdh2 menular sm...
  • Ivana: Mba Wenny, selamat ya.. Semoga semua lancar sampai persalinan...
  • Claria Natasha: Hi semuanya.. @pienk : sel telur kita terbuang sebanyak...
  • Vita: Maaf mbak sampe lupa selamat ya atas kehamilannya..semoga kami...
  • Ency: @vita iy pas haid hari ke 2 usg lalu dkasih tau pantanganny oleh...