Hamil lagi setelah melahirkan dengan program bayi tabung – Kusmawati

Hai, Salam kenal, saya ingin sharing disini dan memberi semangat kepada teman-teman yang belum dikarunia anak.

Sebelum punya anak sendiri, kami menikah sudah 13 tahun dari tahun 1996, dalam kurun waktu tersebut saya sudah pernah hamil 2 kali, yang pertama dinyatakan tidak berkembang dan harus dikuret. Hamil kedua diluar kandungan, karena adanya perlengketan di saluran indung telur saya yang kanan, yang mengharuskan saluran tersebut dipotong karena janin membesar disaluran tersebut, dan saya terus-terusan pendarahan. Setelah itupun saluran satunya lagi yang sebelumnya dinyatakan sehat juga mengalami perlengketan sehingga tidak ada harapan untuk hamil alami.

Sebelum memutuskan untuk melakukan proses bayi tabung, saya sering membaca pengalaman teman-teman di situs ini, sambil mengumpulkan semangat, mental, dan biaya tentunya. Setelah membaca pengalaman teman-teman yang pernah ikut program di Surabaya, saya tertarik untuk kesana, karena biayanya lebih murah dari di Jakarta.

Di Bulan Juli. pertama kali saya ke RS. Siloam Surabaya dan bertemu dengan Dr. Aucky Hitting. Setelah pemeriksaan, saya diberikan obat suprefak untuk disuntikkan sampai haid berikutnya, harganya tidak sampai 2jt. Karena rumah dan pekerjaan saya di Jakarta maka saya langsung pulang berbekal obat tersebut. Setiap hari saya menyuntik sendiri obat tersebut ke perut saya sampai haid berikutnya.

Bulan Agustus pada saat haid pertama saya kembali ke Surabaya untuk diperiksa kembali, hasilnya saya bisa langsung masuk ke program dan diberikan obat Gonal F, 1 X suntik 4 ampul, satu ampulnya waktu itu 500rb, jadi sekali suntik 2jt, kalo tidak salah 9-10 kali suntik. Alhamdullillah pada saat pengambilan telur berhasil diambil 8, setelah ditunggu sekitar 3 hari, embrio yang bagus ada 4 sisanya tidak bagus.4 Embrio tersebut di tanam dirahim saya.

Proses penanamannya tidak terlalu sakit dibandingkan pada saat pengambilan telur (walaupun sudah dibius lokal). Tapi setelah penanaman itu, saya diharuskan berbaring tidak bergerak selama beberapa jam. Perut saya sampai sakit menahan pipis karena saya tidak bisa pipis ditempat tidur, walaupun sudah disuruh suster. Setelah itu saya menginap semalam dirumah sakit, besoknya pulang ketempat menginap. Oh iya biaya dari mulai pengambilan telur sampai penanaman 13,5jt (pake ICSI).

3 hari kemudian saya kembali lagi kerumah sakit untuk diberikan obat penguat, dan sorenya saya langsung pulang ke Jakarta dengan Kereta Api (takut kalo naik pesawat program bisa gagal). Setelah 2 minggu kemudian saya test darah dan dinyatakan positif, walaupun sebelumnya sempat nangis karena sebelum test darah, keluar darah agak banyak, dan saya pikir keluar lagi.

Alhamdulillah kehamilan saya lancar sampai melahirkan anak perempuan berat 3,8 kg panjang 52 cm dengan caesar karena posisinya miring. Total biaya untuk mengikuti program sekitar 40 jt belum termasuk ongkos PP Jakarta-Surabaya.

Pengalaman saya selama mengikuti program ini berusaha sesantai mungkin dan selalu yakin bahwa saya akan berhasil sambil terus Sholat Hajat meminta kepada Allah agar program ini berhasil. Dan untuk teman-teman saya harapkan untuk selalu berfikiran positif dan yakin apapun yg kita dapatkan itu pasti sudah direncanakan oleh Allah. Dan dukungan suami jg sangat penting, walaupun saya sendiri didukung dengan tidak terlalu bersemangat oleh suami saya, malah terkesan memaksa dia datang ke surabaya untuk pengambilan sperma.

Jgn putus asa, ingatlah keputusan untuk mengikuti program bayi tabung ini penting untuk suami istri, tapi untuk para istri semangatlah ini lebih penting untuk anda sendiri bahwa anda akan menjadi seorang ibu. Jadi jangan kecil hati kalo suami anda cuek, tetap semangatlah. Sekarang saya hamil lagi sudah masuk usia 3 bulan (si Kakak sekarang 1 tahun), hamil alami. Sungguh anugerah dari Allah, semoga teman-teman diberi kesabaran yang lebih besar dari saya, dan memetik hasil yang manis juga. Sabar dan semangat ya.

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 3.65 out of 5)
Loading...

2 kali inseminasi tapi masih gagal – Monica

Dear all, halo semua, saya mau sharing pengalaman ya..

Saya sudah 1 tahun 8 bulan menikah, tapi sampai sekarang belum pernah hamil. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk ikut inseminasi bulan maret kemaren. Semua proses berjalan dengan baik dan lancar, sebelumnya saya sudah USG transvaginal dan diketahui semua baik, dari bentuk rahim hingga jumlah sel telur yang pada saat itu 3 kanan dan 2 kiri; dengan ukuran 2.5 cm-2.7 cm. Pada hari H, sperma suami yang pada awalnya (sebelum proses) yang bermutu baik hanya sekitar 20% saja, setelah di proses menjadi 100% bagus semua (grade A).

Satu minggu sesudahnya, dokter menyuruh untuk test hormon progesteron, pada saat itu, hormon progesteron ku 66, yang menurut dokter berarti terjadi pembuahan. Dan tinggal menunggu apakah hasil pembuahan menempel atau tidak.. Waktu itu saya diberi obat duphastone, aspillets, cygest, dan folavit, serta suntik ovutrig dengan dosis 1/3 sekali suntik.

Sayangnya, 1 minggu kemudian, ketika test progesteron lagi, hasilnya drop menjadi 7. (seharusnya menurut dokter diatas 20), tapi dokter juga bilang untung-untungan, dan saya disarankan untuk banyak istirahat…
Namun apa mau dikata, 8 hari kemudian saya mens… dan mens kali itu berbeda dengan mens biasanya, karena darah nya dan mengental serta tidak sebanyak biasanya. Kata dokter itu biasa untuk pembuahan yang tidak menempel..

Setelahnya, oleh dokter disarankan untuk mengulang, karena ternyata, ada kesalahan informasi dari suster tempat aku insem. Ketika pulang dari RS, aku dikasi viagra, yang menurut suster harus diminum 2 jam sebelum berhubungan, dan ternyata menurut dokter seharusnya begitu sampai rumah, viagra itu harus langsung diminum karena menguatkan kandungan..
Berdasarkan itu, akhinrya bulan berikutnya kami pun mengulang dengan 100% keyakinan dan setelah diberi informasi langsung oleh dokter nya..

Proses kedua berjalan lancar (sel telur bagus semua dan sperma sesudah diolah menjadi 98% bagus), dan kami pun sudah melakukan semua informasi dari dokter dengan baik.
Seminggu setelah insem kedua, test progesteron lagi, dan akhirnya jumlahnya 80, sempat kepikiran bahwa hasilnya berikutnya akan drop, tapi diyakinkan oleh suami dan keluarga bahwa semua akan baik2 saja. oh ya, obat yang diberikan juga sama, hanya saja suntikan diganti dengan pregnyl (yang katanya lebih bagus). Seminggu kemudian test progesteron lagi hasilnya drop, tapi masih OK kata dokter, yaitu 16. Dokter menyarankan untuk banyak2 istirahat, dan sudah saya lakukan.

Seminggu kemudian, (belum mens) oleh dokter disuruh untuk test urine kehamilan, ternyata hasilnya negatif, tapi dokter meyakinkan bahwa untuk kehamilan pertama yang ibunya hormon nya rendah, biasanya memang selalu negatif. Total terlambat mens sudah 10 hari.. Namun 2 hari kemudian, diawali flek-flek menstruasiku keluar….Sedihnya aku, ngga bisa diungkapkan kata-kata….

Teman-teman sharing donk, gimana sih untuk menjaga hasil pembuahan itu biar ngga lepas…? karena 2 kali insem, kegagalan ku disebabkan oleh hal yang sama…. Thank you semua, good luck buat usahanya 🙂

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.38 out of 5)
Loading...

Micro bypass saluran sperma, Azoospermia – Hecktor

Hai rekan rekan mohon informasi dan pendapat.

Perkenalkan nama saya Hecktor, dan kami sangat mendambakan kehadiran seorang bayi. saya kebetulan azoospermia (0 sperma). sebelumnya kita sudah cari tau informasi mengenai bayi tabung, tetapi kami masih mencari solusi yang lain nya.

Awal tahun kami cek ke singapore dan consultasi dengan Dr Peter Lim di gleaneagles hostpital di napier road (Apa dari rekan rekan ada yang pernah konsultasi dengan Dr Peter Lim ini ?), dari hasil konsultasi dengan Dr Peter Lim, dia menyatakan bahwa ada penyumbatan saluran dan harus di lakukan bypass dengan microsurgery.

Tetapi dengan operasi ini yang biaya nya mahal yaitu S$18.000 (Rp 120 juta), di dalam operasi micro bypass ini dia melakukan Biopsi testis dan juga vasography (untuk mencari saluran yang tersumbat), bila di temukan saluran yang tersumbat maka langsung di operasi microbypas ini. dan untuk biopsi dan vasography (tanpa operasi micro surgery) nya sendiri juga mahal sekali harganya sudah hampir sama dengan bayi tabung di indonesia.

Mohon pencerahaan nya dari rekan rekan semua

  • apakah dari rekan rekan ada yang pernah melakukan Biopsi testis dan juga vasography.
  • apakah ada biposi dan vasography di indonesia ini, saya cari cari di internet susah sekali mendapatkan nya.
  • apakah dengan Mesa/Pesa ini bisa mendapatkan sperma dan mengetahui saluran yang tersumbat nya.
  • adakah dokter di indonesia yang tau untuk Biopsi testis dan vasography ini?

mohon yah rekan rekan semua atas advise nya

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 2.14 out of 5)
Loading...

Gejala yang dirasa setelah ET sampai tes urine positif – Christina

Hallo teman-2 semua.

Boleh cerita dong teman-teman yang berhasil dengan bayi tabung nya, apa yang kalian rasakan setelah ET sampai 2 minggu kemudian tes urine kalian positif.
Aku sdh hari ke-6 setelah ET. Badan/perut biasa saja, payudara sedikit sakit spt kalo mau mens. Jadi tidak ada yg beda.
Apakah kalian yg sdh berhsl juga begitu?

Thx sebelumnya ya….

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Proses bayi tabung di Lam Wah EE Hospital Penang – Nico dan Fitri

Salam kenal dan salam hangat dari saya Nico (40) thn dan Fitri (39) thn menikah selama 10 tahun dan belum mendapat momongan, saya sangat berterima kasih buat bayi-tabung.com yang telah memberikan begitu banyak pengetahuan seputar bayi tabung.

Sekarang kami berdua sedang menjalani program bayi tabung di Lam Wah Ee Hospital Penang dengan Dr. Ng Peng Wah, boleh share ya… kami telah berkonsultasi dengan pihak Lam Wah Ee (HLWE) terutama soal proses dan biayanya, dan kepastian buayanya antara 10.000 – 12.000 MYR, setelah bertanya2 ke beberapa teman yang pernah kesana dan kami berdua berangkat bulan Maret 2010 kemarin, pada hari Senin kami berangkat ke HLWE jam 6 pagi (antri dan di sana masih gelap lho…) lalu kami dapat no. antrian 2, dan baru ke R. praktek Dr. Ng Peng Wah yang baru buka Pk. 10.00,-

Setelah konsultasi dengan perawatnya, saya ditanya keluhannya, dan saya bilang kalau mau ikut program IVF, lalu saya diminta test sperma dan swip up (hasilnya 2 jam) dengan biaya 89 MYR semula saya sudah siap bila dinyatakan tidak baik dan harus PESA, ternyata setelah hasilnya keluar dan konsultasi dengan Dr. Ng Peng wah, saya hanya mengalami Oligozoosperma (kualitas kurang banyak dan not swim up), lalu istri saya di periksa dengan intra USG dan dinyatakan tidak ada gangguan.

Mulailah program IVF tersebut dengan diberikan resep untuk menebus obat (yang ternyata Suprefact) dengan harga 800 an MYR, dan diberikan pengantar untuk test darah di Indonesia pada saat hari ke 3 menstruasi, kemarin kami telah cek darah di Prodia dan hasilnya kami kirim via email ke HLWE lalu kami kontak Dr. Eng Peng Wah.

Setelah dihitung-hitung dari hasil tersebut, kami mulai suntik nanti pada tanggal 27 April 2010 ini suprefactnya 40 ml setiap malam sebelum tidur, dan pada saat menstruasi 1 pada masa suntik kami diminta menghubungi pihak HLWE kembali untuk menentukan kapan istri saya berangkat ke Penang untuk diobservasi lebih lanjut pada tahap pematangan sel telur, pada saat pengambilan dan ICHI baru saya menyusul berangkat kesana…..

Sampai disini dulu ya sharenya, bila kami telah melalui tahap berikutnya kami akan updated supaya teman2 yang lain juga bisa mengikutinya…. saling doakan supaya berhasil ya….. Salam Sejahtera selalu, syaloomm

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.88 out of 5)
Loading...

Kadar estradiol rendah – Christina

Dear All

Perkenalkan nama saya Christina, 36 th, sudah 3 tahun menikah. Saat ini saya sedang menjalani program BT yang kedua. BT yang pertama gagal, embrio tidak mau menempel, sehari sebelum tanggal cek urine saya mengalami perut mules.

Pada BT pertama, saya diberi buserelin dan Gonal F.Hasilnya cukup bagus dengan 9 telur yang diambil, 5 bisa menjadi embrio. Pd program kedua ini Gonal F diganti dengan Puregon. Menurut penjelasan Puregon dosisnya lebih tinggi dari Gonal F. Pada saat disuntikkan ke perut juga lebih perih.

Yang ingin saya tanyakan kepada teman semua, ada yang punya pengalaman setelah 4-6 kali suntik (baik Gonal F ataupun Puregon) ada yang mengalami Estradiol masih kecil (bisa dibilang respon kita dengan obat tersebut kecil)?
Apakah dengan kadar estradiol yang rendah memastikan bahwa kualitas telur kita jelek? Dan tentunya program BT tidak akan berhasil.

Mungkin teman-teman bisa memberikan masukan atau sharing pengalaman. Karena setelah tes darah hari senin lalu saya terus kepikiran program saya akan gagal lagi.
Terima kasih sebelumnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...