Berhasil berkat dukungan keluarga dan tim dokter – Nichole

Dear all, saya ingin membagikan pengalaman saya mengikuti program bayi tabung.
Saya menikah sejak tahun 2008, awalnya kami ingin menunda momongan dulu paling tidak 1 tahun, maklum saya dan suami waktu pacaran lebih sering long distance karena saya bersekolah dan dia bekerja. Setelah 1 tahun, kami mulai lepas pengaman dengan harapan segera hamil, namun kehamilan yang ditunggu tidak segera terwujud.

Hingga akhirnya kami pergi konsultasi dengan beberapa dokter. Oleh dokter I, kami diminta check sperma (untuk suami), dan saya check hormon, dan USG transvaginal saja. Hasilnya, hormon dan rahim saya normal dan bagus, sedangkan sperma suami kurang gesit, pergerakan yang excelent hanya sekitar 25% saja, lebih banyak yang bergerak ditempat dan tidak bergerak sama sekali.

Setelah itu, pengobatan kami fokuskan ke suami saya, mengingat sperma nya kurang dalam kondisi bagus. Oleh dokter, selain diberi obat, suami yang hobby nya naik sepeda, juga untuk sementara dilarang naik sepeda, karena katanya menekan penis dan kantung sperma. Pengobatan berjalan 3 bulan, namun keadaan suami malah menjadi buruk, dalam artian rambut rontok dan napsu makan menurun. Karenannya kami coba check sperma sendiri, dan sayangnya setelah semua “pengorbanan” itu, keadaan sperma suami tidak bertambah baik, alias jalan ditempat.

Setelah itu kami berpindah dokter, oleh dokter, karena semua kondisi rahim dan saluran saya normal, disarankan untuk inseminasi saja. Dan kami pun menurut, sayangnya inseminasi pertama gagal, setelah waktu menstruasi saya mundur sekitar 6 hari, namun memang waktu di test pack hasilnya negatif….
Bulan berikutnya, kami mencoba inseminasi lagi, atas anjuran dokter, dan lagi-lagi gagal. Tak terbayang betapa putus asanya kami, karena dua kali kegagalan yang berturut-turut….

Akhirnya, setelah membaca-baca website bayi-tabung.com ini, kami memutuskan untuk coba-coba kontrol ke Jakarta (kami tinggal di Semarang), oleh dokter yang menangani waktu inseminasi, kami disarankan ke RS. Family Pluit dengan dr. Muchsin. Awalnya saya ingin kontrol ke dr. Ivan juga di RS.Bunda, namun karena jadwal yang mendadak, kami tidak berhasil bikin schedule dengan dr.Ivan.

Kami berangkat ke Jakarta, pas hari mens hari ketiga saya, disitu kami langsung ditangani, saya langsung di test hormon, USG, dll. Sedangkan suami juga di check sperma lengkap. Lagi-lagi permasalahannya ada di sperma suami… ternyata menurut dr.Muchsin, penyebab kegagalan inseminasi dikarenakan setelah proses olahan dan penyaringan sperma, sperma berkualitas suami hanya 500.000-1.000.000 sperma saja, sedangkan syarat untuk inseminasi paling tidak ada 2.000.000 sperma yang bagus. Dalam hati saya, kenapa dokter dan rumah sakit di Semarang tidak mengetahui hal ini, bahkan sampai 2 kali inseminasi, tapi ya sudahlah…..

Disitu dr.Muchsin memberikan alternatif untuk bayi tabung sambil mengobati sperma suami. Kalau kami setuju, bulan berikutnya waktu saya mens hari kedua, harus berangkat ke Jakarta lagi. Akhirnya kami berdua setuju untuk bayi tabung, karena kami berdua memang sudah ingin memiliki momongan.

Bulan Juli 2010 kemarin, tanggal 2 saya dan suami berangkat ke Jakarta, dan disitu dilakukan USG untuk mengetahui jumlah telur awal saya, dan disitu ada 5 telur di kanan dan 5 telur di kiri.. Satu hal yang meyakinkan saya dan percaya kepada dr.Muchsin dan teamnya, adalah waktu dr. Muchsin bilang ” Ibu dan suami tenang saja, berdoa, dan urusan teknisnya serahkan kepada kami” disitu saya benar-benar yakin dan mantap…..

Pas tanggal 2 Juli itu juga, kami diberi penjelasan bahwa kami pakai metode short protocol, dengan biaya awal 53 juta, kelebihan dosis obat akan dikenakan tambahan biaya..

  • Tanggal 3 Juli saya mulai suntik GONAL-F dengan dosis 150 selama 5 hari. (sampai tanggal 7 juli)
  • Tanggal 8 Juli saya sudah tiba di Jakarta lagi, tiba dengan flight pagi, kami langsung menuju rumah sakit, disitu dilakukan USG lagi untuk mengetahui jumlah telur, dan bertambah menjadi 7 telur di kanan dan 8 telur di kiri. Di tanggal 8 ini juga dilakukan sperm freezing. Dosis Gonal F ditambah menjadi 225
  • Tanggal 9 Juli kembali dilakukan USG, telur bertambah lagi (lupa jumlahnya)
    dan dosis gonal F tetap 225
  • Tanggal 10 Juli USG lagi, telur sudah mencapai 18 buah totalnya… perut saya sudah mulai berasa kembung dan rada gedean… Dosis Gonal F ditambah menjadi 300 + suntikan Cetrotide.
  • Tanggal 11 Juli kita ngga USG, karena kebetulan pas hari minggu, jadi skip sehari, lagian melihat ukuran telur yang masih berkisar antara +- 14 an. Suntikan Gonal tetap 300 + suntikan cetrotide. Oya, tanggal 11 ini juga “jadwal” sanggama terakhir hehehe :p
  • Tanggal 12 Juli, USG lagi, telur udah ada 20an, dan ukurannya +- 16. Nah ditanggal 12 ini, suntik Gonal F dosis 300 terakhir, dan suntik cetrotide.
  • Tanggal 13 Juli, suntik cetrotide terakhir. jam 8 malem musti balik ke RS. Family lagi, untuk suntik HCG 10.000IU.
  • Tanggal 14 kita “libur” tapi musti puasa untuk besoknya dilakukan OPU.
  • Tanggal 15 OPU… kita udah dateng sejak jam setengah 7, trus test darah, sama akhirnya disuntik bius. Rasanya tegang banget, apalagi suami ngga boleh masuk, jadi kita saling menguatkan, dan berdoa untuk yang terbaik…
    Sekitar jam 9 selesai OPU, tapi karena masih dalam pengaruh bius, saya jadi seperti orang teler, hehhehehe. Lalu diketahui kalau total telur yang diambil ada 21 buah, dengan 9 telur berukuran 18-20an. Oya di tanggal 15 ini juga suami ambil sperma lagi, untuk disuntikkan ke telur yang sudah diambil..Malamnya, saya diberi obat Crinone (mengandung progesteron yang penting untuk kehamilan)
  • Tanggal 18 adalah hari yang amat menegangkan, karena waktunya ET, kita nungguin dokter sambil deg2 an, karena penasaran banget ada berapa embriyo yang jadi… setelah dokter dateng, kita dipanggil, dokter nya mulai cerita, dari 21 telur yang diambil, 2 telur sudah tidak memenuhi syarat. Jadi sisa 19 telur. Dari 19 telur, 13 dilakukan metode ICSI dan 6 dengan cara konvensional. Dari yang 13 di ICSI, yang jadi tinggal 8, dan yang konvensional cuma jadi 1 (ada 2 telur yang dibuahi dengan 2 sel sperma, jadi dikatakan abnormal). Nah 9 embrio inilah yang di foto, dan ditunjukkan ke kita… dan dari foto, diketahui kalau yang 3 membelah tapi ada defragmentasi, jadi pembelahan tidak rapi. Jadi oleh dokter Muchsin diputuskan untuk “dibuang” saja… Jadi akhirnya kita ada 6 embrio yang berkualitas sangat bagus… 🙂 Untuk wanita seumuran saya (24 tahun) yang dimasukkan hanya 2 embriyo, dan sisanya di freezing.
    Lagi-lagi saya masuk sendirian untuk ET, kata dokter, masuknya embriyo sangat mudah, jadi diharapkan semuanya berakhir dengan bagus.

Hari rabunya, saya balik ke Semarang, sempet khawatir dan was-was karena saya naik pesawat, tapi oleh dokter sudah diyakinkan aman.
Lalu 2 minggu menunggu test (dengan test pack) adalah hari2 yang menegangkan… saya bed rest, melakukan kegiatan yang ringan sekali.

Tiba tanggal 1 Agustus untuk test pack. Dari sejak sabtu malamnya, suami saya sudah tidak sabar untuk ngetest, sampai saya malah jadi tegang karena ngliat suami yang ikutan tegang.. Paginya saya test dengan 2 test pack dengan merk berbeda (suami masih tidur hehe). Awalnya hanya tampak 1 garis, dan lama2 muncul garis kedua, alangkah senangnya saya, karena itu berarti positif… Suami juga tidak terkira gembiranya. Rasanya sudah tidak sabar untuk USG, tapi ole suster astina, disarankan untuk tidak USG dulu, karena janin yang masih terlalu kecil. Dan tanggal 14 agustus ini, akhirnya saya USG, dan sudah tampak kantong kehamilan dan titik di rahim saya.. dan usia kehamilan saya sudah menginjak 6 minggu..

Sungguh pengalaman yang luar biasa, karena benar-benar disinilah ujian sebagai suami istri, tinggal bagaimana kita saling menguatkan dan mendukung.. Buat temen2 yang masih berjuang, Tuhan Memberkati dan Good Luck 🙂 terus berdoa dan berjuang, karena doa tanpa perjuangan juga sia-sia 🙂

love,
Nichole

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Andreuw

Selama ini saya hanya membaca di website bayi-tabung ini dan juga saya lebih banyak tahu mengenai proses bayi tabung lewat sharing pengalaman temen temen di sini.

Saya dan istri saya menikah di akhir tahun 2006 tepatnya bulan Desember, rencananya tidak mau punya momongan selama setahun pernikahan. Setelah 1 tahun kami pun sudah siap untuk memiliki momongan, tetapi selama hampir 1 tahun mencoba, istri saya masih belom hamil juga. Kami juga berusaha berbagai macam cara agar istri saya bisa hamil dari urut urut maupun obat tradisional. Masih tidak berhasil juga dan kami juga sepakat untuk memeriksa dokter.

Pada waktu itu kami pergi ke dokter rumah sakit Elizabeth Hospital di Singapore dan dokter menyarankan saya untuk mengecek sperma dan istri untuk mengecek daerah rahimnya juga. Hasil dari pengecekan, kondisi sperma saya tidak ada masalah diatas rata2 normal dan juga semua system peranakan istri saya juga tidak ada masalah, tidak ada penyumbatan saluran tuba dan masalah lainnya. Kami di sarankan Dr Kowa (dokter yang menanganin kami) untuk melakukan inseminasi dan kami setuju untuk melakukannya.

Proses inseminasi pertama di Singapore ini gagal. Dan setelah beberapa bulan, kami berencana untuk melakukan inseminasi lagi (belom terpikir untuk program bayi tabung), tetapi ada temen saudara saya melakukan program bayi tabung di rumah sakit Mahkota Malacca dengan Dr Selva. Dengan alasan karena pernikahan sudah mau memasuki tahun ke 3 dan juga membaca banyak pengalaman bayi tabung di website ini, saya dan istri sepakat untuk melakukan program bayi tabung.

Kami melakukan kosultasi dengan Dr Selva (dokter yang minim berkomunikasi dan minim senyum juga, mungkin karena pasiennya yang ramai hehehe), dan Dr Selva tidak menyarankan untuk melakukan bayi tabung dulu di karenakan umur Saya 30 dan istri 28 dan juga di antara kami berdua tidak ada masalah dengan organ reproduksi. Dr Selva menyarankan untuk melakukan iseminasi dulu dan alasan dari Dr Selva dengan melakukan inseminasi selain biaya lebih murah dan tidak terlalu menderita di pihak istri itu, dan alasan terpenting dari Dr Selva yaitu ingin mengetahui kondisi hormon istri saya karena ada hubungannya dengan proses bayi tabung kedepan apabila inseminasi gagal.

Istri mulai start program inseminasi dengan penyuntikan seingat saya sih 5 kalu suntikan yang kami bawa pulang ke Indonesia. Sesudah 5 kali suntikan kami berangkat ke Malacca. Setelah pengecekan Dr Selva, dinyatakan telur tidak berkembang semestinya dan mesti di beri suntikan dengan dosis yang lebih tinggi lagi. Di hari berikutnya juga di nyatakan kurang suntikan dan di beri suntikan lagi. Sempat kesal juga sih, karena dengan tambahan suntikan ini berarti biaya bertambah banyak dan di hitung hitung sudah mau mendekatin proses bayi tabung. Sesudah telur di nyatakan bagus dan proses memasukan sperma di lakukan. Dan hasilnya di nyatakan gagal lagi, tapi istri mengalamin mens dengan banyak darah yang kental kental, kemungkinan gugur.

Sesudah kegagalan iseminasi kedua kalinya kami berdua uda sedih banget dan ingin istirahat dulu. Dan dalam 1 tahun semenjak kegagalan inseminasi kedua kali di Malacca. Kami juga berusaha dengan obat dokter tradisional yang ada di Singapore, tetap gagal. Sampai di pertengahan tahun ini tahun 2010, saya dan istri bertekat untuk melakukan bayi tabung.

Kami melakukannya di Malacca dengan Dr Selva lagi karena dia sudah mengetahui kondisi hormone istri saya. Dan proses bayi tabung di lakukan dengan pemberian suntikan yang kata Dr Selva dosisnya di tinggikan karena waktu proses inseminasi perkembangan telur istri saya agak lambat. Di karena membaca pengalaman bayi tabung temen di sini, jadi proses bayi tabung tidak mengejutkan kami hehehe, apabila tidak membaca dulu mungkin bagi orang biasa akan terkejut dengan melakukan suntikan terus menerus sampai dengan waktu pengambilan telurnya.

Dengan dosis obat suntikan yang pas, telur yang berhasil di keluarin ada 19 dan terjadi pembuahan dengan sperma ada 9 yang terdiri dari 3 paling bagus, 3 bagus dan 3 sedang. Proses ET seperti temen temen alami, cepat dan tidak terasa apa apa. Kami di sarankan transfer embrio 2 yang paling bagus aja karena saran dari Dr Selva melihat umur istri saya yg masih tergolong muda dan juga kata Dr Selva karena keluarga saya ada keturunan kembar jadi takut kalu bisa mengandung kembar 3 dan berbahaya. Sesudah ET kami tidak langsung pulang ke Indonesia, kami tinggal di Malacca selama 3 hari dan baru pulang ke Indonesia sesudah itu dengan 6 jam perjalanan. Kami di beritahu sesudah 14 hari embryo transfer ke Dr Selva lagi untuk pengecekan darah untuk mengetahui kehamilan.

Di 14 hari ini sangat membuat saya dan istri gelisa takut kegagalan lagi. Akhirnya hari yang di tunggu tunggu telah sampai, sesudah selama 4 tahun menanti nanti momongan (bagi yang lebih jangan menyerah ya), hasil sesudah 14 hari dinyatakan istri hamil dengan hasil bhcg 1537 dan Dr Selva bilang kemungkinan hamil kembar. Terima kasih saran dan pengalaman temen temen disini, semoga yang lain bisa berusaha sampai dapat momongan ya. Sekarang hamil istri saya uda memasukin hari ke 20 semoga sukses sampai lahir mohon doa temen temen.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Rasanya indah jika aku dapat dipanggil mama – Thevie

Aku menikah sejak tahun 2006, dan hingga sekarang belum di karunia anak, tahun 2007 aku mulai mengadakan pemeriksaan alhasil ada kista tapi belum begitu besar dan akhirnye aku berobat kerumah sakit bunda dan bisa di obatin dengan minum obat selama 1 bulan, setelah itu aku mulai terapi, dengan suntik hormon tapi hingga tahun 2008 ga ada hasil sama sekali apalgi dokter indra menganilasa kalau saluran tuba ku tertutup di sebelah kanan,yg aktif hanya sebelah kiri.

Akhirnya aku pun pindah dokter karena mungkin ga cocok untuk ku. ku lanjtkan terapi ku di dokter nud, dan dokter menganalisa kalau saluran tuba ku tertutup disebelah kanan, dan aku pun bingung mana yg bener.

Aku selama 7 bulan ku ikutin terapi selama 1 minggu di mana aku di vaksin dan di suntik, dan di beri obat hormon alhasil ..hamil tidak malah badan ku bengkak dan dokter menganjurkan aku untuk inseminasi tapi aku berpikir bagaimana aku di inseminasi kalau saluran ku tertutup, akhir nya kuputus kan ku ganti dokter kembali.

Akhirnye ku lanjutkan dengan Dr. Budi yg praktek di pondok indah. dengan dokter budi langsung di analisa dan dia menganalkisa kalau kedua saluran ku tertutup dua dua nya dan harus menjalan kan laparascopi. Sungguh sangat kaget karena selama beberapa tahun analisa dokter ga sama dan dengan dr. budi lha analisa itu masuk akal untuk ku dan aku pun terdiam. Aku bicarakan pada suami ku alhasil suamiku tidak mau menjalankan laparascopi di jakarta.

Akhirnya kita putuskan pergi ke singapur dengan Dr Charles liem. di sana kita di Usg dan mendapat kan surat pengantar untuk Ke siloam hospital di kebun jeruk untuk HSG untuk melihat apakah saluran yg tertutup kedua duanya bsia di buka atau tidak, ternyata tidak bisa di buka dan harus di operasi karena sudah terlalu parah terinfeksi.

Febuari 2009 aku di laparascopi, dokter memberutahukan kalau aku bs hamil mormal tapi hingga sekarang aku belum hamil. dan sekarang pengobatan kita lanjut kan di jerman, karena suami harus pindah ke sini, akhirnye setelah melakukan pengecekan kembali ke dokter di german, mereka menganjurkan ku untuk menjalan kan bayi tabung karena sperma suami ku terlalu lambat untuk masuk kedalam rahim ku.

Dokter di german menjelaskan jika setelah kita melakukan laparascopi dalam jangka waktu 6 bulan belum juga hamil, maka bisa jadi ada sesuatu yg harus di cek kembali, atau lebih bagus langsung di sarankan ke bayi tabung. jadi aku rencana agustus ini akan mulai program bayi tabung.

Semoga aja berhasil, karna satu pun anak aku belum punya. rasanya indah jika aku dapat di panggil mama atau pun ibu dari hasil cinta kami berdua. Tapi semua ku pasrah kan kepada TUHAN YME semoga aja Tuhan mendengarkan doa doa wanita yg ingin menjadi seorang ibu yg berusaha tanpa lelah.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Menghentikan proses BT krn efek hormon masih ada – Endah

Salam kenal semua, seneng banget bisa nemuin web ini jadi tambah pengetahuan. Aku dah nikah 5 thun dan belum jg hamil. sudah terapi sih dari di jkarta dulu macem2 deh pokonya semuanya normal. trs aq pinda ke LN karena suami pindah kerja.

Aq mencoba insem. 2x insem gagagl, trs dgn dokter di sarankan bayi tabung. aq ikutin sarannya u/ikut bayi tabung. proses awalnya pd hari mens ke 20 aq disuntik dgn Pregnyl. diharapkan 2 mmg lg mens, ternyata mens q datang lebih awal 1 mgg kemudian.

Akhirnya aq ke obgyn u/lakukan proses selanjutnya. aq diberi injeksi Gonal F selama 7 hri. kemudian dilakukan tes darah dan ultrasound ternyata hasilnya sel telur q gag berkembang karena estradiol q rendah. akhirnya dgn dokter q di beri Gonal F lagi dengan dosis yg lebih tinggi dari suntikan kemaren selama 3 hari. hari ke 4 aq tes darah dan ultrasound lagi. ternyata hasilnya masih sama dgn yg lalau bener gag da respon….ya ampun rasanya sedih banget.

Akhirnya dokter q memutuskan u/menghentikan proses BT karena efek hormon masih ada dan disuruh dtg lagi 3 bln kemudian. selama 3 bln itu aq gag dapet mens (aq sudah bingung) aq test pack hasilnya negatif. aq pun sempat telpon ke dokte q katanya itu karena ketidak seimbangan hormon.

Akhirnya aq dtg ke dokter q lagi stlh 3 bln, dokter lakuin tes darah dan ultrasound.. hasilnya kadar hormon q masih rendah. dkter q mengatakan bahwa efek Gonal F masih ada di tubuhku. trs aq tanyakan smapai kapan dia bilang tidak tahu, tergantung respon dari tubuhku. dan dia bilang tenang aja ini normal, banyak pasien dia sampai 5 bln mens-nya gag datang.

Untuk teman2 apakah ada yang pernah mengalami hal seperti aq? Mohon share pengalaman yah…..
rasanya pengen pulang ke indo u/minta second opinion.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading...

Foto bayi tabung – Thea

Nama anak : Thea Calista Samiadji
TTL : Surabaya, 27 Maret 2010 (Premature 32 minggu berat lahir 2080 gr)
Nama ayah / ibu : Andrey Samiadji / Daesy Natalisa
Bayi tabung di  Siloam Surabaya dengan Dr. Aucky Hinting
Lahir di RS Mitra Keluarga Surabaya dengan Dr. Robby Budilarto
Lama Menikah 5 tahun

Bagi yang mau konsultasi dengan senang hati berbagi
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.14 out of 5)
Loading...

5x inseminasi gagal, disarankan untuk bayi tabung – Dwi Respati

Hai semua… lam kenal ya…. aku mo cerita tentang pengalamanku ikut inseminasi. aku sudah nikah selama 8 th, dan sampai sekarang belum dikaruniai momongan.

Kita datang ke dokter kandungan setelah 2 th nikah dan belum hamil-2 juga. waktu itu aku kontrol ke hermina depok. dan disarankan ama dr obgyn spy cek lab. dari hasil lab diketahui kalo suami ada mslh di sperma dan dirujuk ke dr andrologi. sewaktu diperiksa andrologi ternyata suami kena varikokel. karena belum terlalu parah, ama androlog diberi obat aja.

Setelah bbrp bulan, oleh androlog kita disarankan untuk inseminasi. kita setuju. dan dilakukanlah insem di hermina sebanyak 2x. tp semuanya gagal. setelah itu kita stop ke dr obgyn dan mencoba pengobatan alternatif di bintaro. tp itu pun ga ada hasilnya, dan kita pun stop.

Baru pada th 2009 kita kembali kontrol ke dr obgyn. waktu itu diputuskan ke dr ivan, sesuai rekomen dr temen. nov 2009 aku kontrol ke bunda depok dan ditangani oleh dr ivan. sewaktu usg v ketahuan kalo di rahimku sebelah kanan ada miom 1.5cm & kista 1 cm. disarankan spy dilakukan laparoskopi-endoskopi untuk bersihin rahim. des 2009 aku menjalani pembersihan rahim dan ternyata ada polip servik juga. wah lengkap deh….

Selesai operasi kita disarankan ama dr ivan untuk mencoba hamil secara alami dulu selama 3 bulan. dan ternyata ga berhasil hamil juga akhirnya kita lanjutkan ke proses insem. kita sudah menjalani proses insem sebanyak 3x di morula menteng, yaitu maret, april dan juni kemaren. ternyata gagal semuanya. sedih banget rasanya. apalagi insem ketiga ini… kalo inget rasanya pingin nangis lagi….

Tadi pagi aku habis kontrol lagi ke dr ivan. dan dia menyarankan supaya bayi tabung. sekarang usiaku sdh 40th. waktu aku tanya chance untuk berhasil berapa persen, dia bilang untuk usia 40 th sekitar 22-25%. klo usia masih 35th kebwh chance nya bisa sampe 50%. tp ga ada salahnya untuk dicoba. kt dr ivan respon sel telur ku cukup bagus. jadi yg harus dipersiapkan adalah mental, fisik dan finance. kata nya di morula BT sekitar 60-70jt tergantung banyaknya obat yg dipakai…. makanya sekarang kita masih mikir-2 untuk BT. kalo misalnya siap untuk BT, kemungkinan setelah lebaran…..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 2.18 out of 5)
Loading...