bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

24th September 2009

Sharing pengalaman dan curhat mo ikut bayi tabung – Widy

Hai semua…salam kenal, saya Widy dari Banjarmasin. saya mo sharring pengalaman dan curhat saya yg mo ikut bayi tabung.

Saya menikah th 2005, jadi sudah 4th kami menikah dan belum diberi momongan, 6bln setelah menikah saya telat 2mg-an, test pack negatif, tapi setelah beberapa hari keluar gumpalan darah dan nyeri hebat… cek ke dokter ( dr. Pribakti ) katanya sih ga pa2x.. n ga tau juga apa krn itu ga perlu kuret, katanya toh da keluar sendiri…

Saya ganti dokter sampai 3x, karena keinginan untuk hamil sudah menggebu (walau memang itu tergantung kehendak Allah SWT) dan saya pikir cari ahli yg lebih memuaskan saja… sampai akhirnya saya ke dr. Iwan Dharma Putra, dokter satu2xnya yg tahu ttg kehamilan dan penyakit kandungan (bukan promosi tapi dia katanya dokter ahli yg baru datang ke banjarmasin 2007-an), akhirnya pindah ke dia walau ngantrinya bisa sampai jam 1 malam dari jam 5 sore..

Saya di diagnosis endometriosis, bulan mei 2008 di operasi besar (laparastomi) kata dokternya sih klo laparoskopi kurang ‘yakin’ hasilnya dan tidak diketahui dg baik apakah tubafalopi buntu apa tidak (dan ternyata hasil saya dua2nya buntu…saya nangis sejadi2xnya…kok saya diberi ‘cobaan’ macam ini….), dan 3bln di beri suntikan tapros untuk menetralkan penyakitnya… setelah itu saya tetap konsultasi dan terapi.

Akhirnya saya di tawari untuk inseminasi, katanya sih gambling…mungkin saja dari saluran yg buntu itu spermanya bisa terus ‘laju’ larinya… tapi tdk tahu ya…kok rasanya ada saja kendalanya…saat kita sudah siap, obat suntiknya tidak ada…saat obatnya ada, dokternya ke jawa…yach…sempat terpikir mungkin ini bukan jalan kami…

Bulan Januari 2009 saya ‘ngambek’ tidak mau terapi… capek rasanya… ada kalanya saya ‘protes’ sama yang di atas, tp suami membesarkan hati saya… justru kami harus lebih ‘dekat’ karena ini semua adalah ‘jalan’ yang harus kami lalui…yakin dan percaya bahwa Allah SWT tahu mana yg terbaik buat hambanya… akhirnya, kami memutuskan untuk ikut program bayi tabung.

Kami cari2x info dan ‘ijin’ dokter kami… akhirnya kami cari info yg kira2x RS mana yg selain biaya program BT-nya yg terjangkau, juga menghitung biaya tranportasi dan biaya hidup kami. Berhubung saya orang Surabaya, pilihan ada di RS Siloam dan RS Graha Amerta, kebetulan dokter iwan memberikan ‘pandangan’ tentang masing2x RS tersebut dan dokter2xnya dan saya juga sebelum terbang ke sby juga kirim2x email ke RS tersebut untuk tanya2x, walau yg nge-respon cuma RS Siloam saja.

Bulan Maret 2009 ketemu dr. Aucky membuat kami jadi ilfil (ilang feeling) habisnya, beliau tdk bisa komunikasi dg baik, kesannya terburu2x, untung susternya baik2x.. iya sih memang banyak banget yg antri, tp dengan kondisi kami yg ingin ‘diperhatikan’ dan berdiskusi jd gatot alias gagal total, kami cerita langsung dia bilang langsung aja ikut BT, harganya sekitar 60-65jt persiklus… tp tergantung kondisi pasien, katanya saat itu.

Kami jg cek ke RS Graha Amerta dan di tunjuk langsung ke prof. dr. Samsul Hadi, dengan beliau saya (wkt itu suami tdk ikut krn harus balik bjm) bisa mengerti tahap2xan proses BT itu seperti apa, di jelaskan dg gambar dan skema, orangnya tegas tapi lumayan lucu dan menyenangkan jd saya ngerti (walau ada yg lupa) dan tentunya lebih ‘respect’ , walau susternya banyak yg galak… dan kata beliau biayanya sekitar 65-70jt, akhirnya saya pulang ke bjm dg membawa berita kebaikan dan kekurangan 2 RS tsb yg akan dibuat pertimbangan kami…

Bulan Agustus 2009 kami Insya Allah sudah siap (materi dan mental), namun kata prof, biaya BT tersebut hanya perkiraan saja bisa jauh lebih murah bahkan ada yg lebih mahal tergantung pasiennya…yach…moga2x dana yg kami siapkan tidak melebihi ‘target’ saja, ada rasa kekhawatiran tp kami…Bismillah saja…

Sempat kami cerita2x sesama pasien, ada yg hbs ‘cuma’ 26 jt dg kondisi dia PCO, ada jg yd 40jt.. tapi menurut prof Samsul, dimudurkan saja karena setelah cek darah dan riwayat endometriosis saya, sarannya saya pakai Long Protokol saja dan berhubung memasuki bulan ramadhan dan lebaran, takutnya jadwal kacau krn kondisi yg tidak mendukung…ya sudah, klo sesuatu yg dipaksakan kan hasilnya tidak baik, pasrah saja lah…terserah apa kata dokter, yg penting saya harus jaga ‘kondisi’ emosi saya karena katanya ini juga berpengaruh untuk program BT-nya..

Sekarang saya mens harike 4, mulai besok sya di beri resep pil KB dulu (yasmin) selama 1bln (untuk netralin) selama 21 hari, baru setelah itu (katanya) saya mens dan sudah bisa mulai program BT, jd sekitar 2mg lagi saya harus terbang ke Sby.

Jadi teman2x…mohon doanya ya krn saya bln Okt akan mulai program ini, walau banyak ‘cerita’ di forum ini yg membuat saya deg2x tapi akhirnya saya cm bs bilang…. pasrah saja sama apa yg sdh jadi kehendak Allah SWT, semoga nanti bs lancar…Amien…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 3.23 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Biaya, Endometriosis, Surabaya, Tempat program bayi tabung, Tuba fallopi bermasalah | 44 Comments


23rd September 2009

Antibody tinggi bisa ikut program inseminasi atau tidak – Emmylia

Dear allz,

Please bantuannya dong ….

Antibody saya tinggi (di posisi tabel ke-3) & untuk pemeriksaan lab yang lain dari hari ke 7 sampai hari ke 22 semua bagus termasuk sperma suami. Pernah saya & suami minta insem tapi menurut dokter tidak perlu karena apabila antibodynya turun maka saya akan hamil dengan sendirinya.

Sudah setengah tahun ini saya tidak ke dokter untuk periksa lagi setelah PLI yang pertama (dengan 3x suntikan)sehingga tidak tahu lagi diposisi tabel manakah antibody saya.

Apakah teman-teman ada yang punya pengalaman atau pernah tahu atau mendengar dengan posisi antibody yang tinggi bisa ikut program inseminasi atau tidak?

Thanks untuk bantuannya ya … semoga kita bisa saling menguatkan satu sama lain … GBU.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Antibody, Inseminasi | 31 Comments


20th September 2009

Selamat Idul Fitri

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1430H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Pengumuman | 2 Comments


15th September 2009

2 kali mencoba belum berhasil, berniat ingin mengadopsi anak – Dianee

Salam kenal untuk semua! Ingin bergabung untuk berbagi pengalaman… Saya menikah th.2000. Karena kasus azoosperma, kami memutuskan BT th.2005 di Surabaya (dr. Aucky Hinting). Akhir cerita, kami belum ditakdirkan Tuhan untuk hamil! kenapa saya bilang gini, krn scr medis kualitas sperma setelah mll OPU banyak & bagus, gt jg telurku bagus, embrio jg grade I semua (4 embrio yang ditanam).

Selanjutnya kami pantang menyerah mencoba lg, BT di Yogya (Klinik Permata Hati) awal 2009. dari 4embrio yang terjadi. Pada penanaman pertama belum berhasil hasil. Pada penanaman kedua, Alhamdulillah Berhasil hamil! Pada minggu ke6 dinyatakan kantung kehamilan sdh terbentuk. Namun pada minggu ke 9 embrio tdk berkembang dgn baik. Pada saat ini kami masih mencoba untuk berfikir positif dan terus berdoa mendpt keajaiban smg janin bs berkembang. namun ternyata minggu ke 10 saya keguguran! Sedih…kecewa…Nyesek bgt deh! Persis H-1 sebelum puasa Ramadan.

Tapi Alhamdulillah, insya Allah bulan Ramadhan ini menjadi bulan ‘obat’ bagi kami berdua…semoga luka ini terobati seiring Ramadan ini… Saat ini kami sedang membuat rencana baru. Karena sudah 2kali mencoba dan belum berhasil, kami berniat ingin mengadopsi anak. Kami sedang ‘hunting’, syukur kalo ada bayi yatim yang bisa diasuh… Toh semua yang ada di dunia ini hanya titipan Tuhan…yang sewaktu-waktu harus siap untuk kembali kepada Yang Maha Memiliki.

Dalam hidup ini yang terpenting adalah ‘ikhtiar’, meski rupiah yang sdh dikeluarkan ckp besar, insya Allah bernilai pahala di mata Allah SWT. Untuk teman-teman yang akan memulai program BT! meski klise, tapi yang benar2 dibutuhkan adalah ketenangan hati dan kepasrahan diri kpd Tuhan yang luar biasa. Jangan sekalipun kita protes dengan apa yang telah ditentukan Tuhan. Dan ikhtiar tidak akan sia-sia di mata Tuhan. Tuhan yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, meski terkadang itu menyakitkan menurut mata awam kita.

Setidaknya cinta kami berdua semakin kuat, kami menjadi pribadi yang saling menyemangati, penuh kasih dan saling menyejukkan hati. Say ‘I love U’ every morning, and keep ’smile’ everytime… Mencoba melihat permasalahan hidup tidak hanya dari 1 sisi. Cobalah kita melihat setiap hal dari berbagai sudut. Sehingga pada saat keinginan kita belum terwujud, kita tetap kuat, tidak berputus asa!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Adopsi anak, Sperma bermasalah, Yogyakarta | 75 Comments


14th September 2009

Endometriosis berat, belum juga haid setelah minum obat haid – Cici Wahyuni

Salam kenal sebelumnya buat semua karena ini kali pertama saya gabung di blog ini.

Saya baru 4 bulan yang lalu (13 Mei 2009) menjalani laparoskopi untuk masalah endometriosis saya (sudah tingkat berat dengan diameter +/- 6 cm dikiri dan +/-8cm dikanan). Pasca laparoskopi, saya disuntik tapros 2x dan disuruh menunggu 6 minggu sampai saya haid. Namun setelah lewat 6 minggu, saya juga belum haid. Kemudian saya diberi obat untuk seminggu agar haid, namun sudah hampir 2,5 minggu saya belum juga haid.

Saya sudah menikah 1,5 tahun dan ingin bisa segera hamil, mengingat penghalang saya untuk hamil yaitu endometriosis sudah dilakukan operasi. Mungkin ada sharing dari teman2 yang memiliki permasalahan yang sama dengan saya. Terima kasih sebelumnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 2.82 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Endometriosis | 25 Comments


14th September 2009

Azoospermia BT berhasil, OPU 64 telur OHSS – Vivi dan Teguh

Saya ingin berbagi pengalaman kami selama menjalani bayi tabung. Saat ini istri saya (vivi) tengah hamil hampir satu bulan dan diperkirakan akan kembar tapi kepastianya baru akan diketahu hari senin (14/09/09). Kami sudah menikah selama 8 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih bayi tabung. Masalah terutama kesulitan kami untuk memiliki bayi adalah putusnya saluran sperma saya hingga saya menderita azzospermia sekitar 2 tahun yang lalu tanpa sebab yang jelas. Kami mencoba memperbaiki kondisi tersebut dengan operasi penyambungan kembali di RSCM tahun 2008 yang lalu tapi gagal.

Setelah bulat hati, dan mempersiapkan mental dan tentu saja keuangan. Kami mencari RS yang kami anggap terbaik untuk proses bayi tabung kami dan tentu saja di Indonesia, bukan saja karena alasan nasionalisme :) tapi kami banyak bertanya pada dokter sebelumnya, angka keberhasilan bayi tabung banyak di tentukan oleh faktor kenyamanan bagi calon pasangan, keterampilan dan pengalaman dokter saat embryo transfer, baru teknologi. Disisi lain, saya tidak tega meninggalkan istri sendiri di LN untuk mengikuti keseluruhan bayi tabung ada perasaan agak kurang bertanggung jawab :).

Pilihan kami awalnya adalah Harapan Kita, Yasmin RSCM, Morulla Bunda, dan Gading Pluit Kelapa Gading. Harapan kita kemudian kami coret karna jaraknya cukup jauh, kami di kawasn perbatasan jaktim dan pusat (pramuka), Yasmin kemudian kami coret juga karena pelayanan administrasinya sangat berbelit dan tidak ramah. Pilihan kami akhirnya jatuh ke gading pluit setelah kami menerima perlakuan yang sangat buruk di RS bunda. Walaupun awalnya istri saya sangat enjoy konsultasi dengan dokter Taufik Jamaan disana. Saat kami berkunjung ke Bunda untk menanyakan prosedur bay tabung, kebetulan kami memakai sepeda motor karena hari sangat macet, dan bercelana pendek saja.Kami disuruh menunggu selama 1 jam tanpa informasi apapun sampai akhirnya saya “meledak” baru administrasinya datang, dan melayani kami. Setelah mendapat perhitungan biaya secara lisan, kami minta agar keseluruhan biaya dan proses yang harus dilalaui di emal atau di fax ke alamat kantor saya. Selama 1 bulan kami menunggu tidak ada lagi informasi apapun yang kami terima. Satu faktor penting sudah hilang , kenyamanan.

Akhirnya kami ke gading pluit setalah kami mengirim email, dan mereka merspon dengan cepat, kami di undang mengikuti seminar bayi tabung di RS itu , gratis dan dapat makan siang, dan boleh bertanya apapun sampai semua pertanyaan kita tuntas. Akhirnya kami memutuskan disana, melihat teknologi mereka merupakan teknologi terbaru dengan dokter berpengalaman dari Harapan kita. Dokter yang menangani kami adalah dokter Irsyal.

Awalnya kami harus mengikuti test kesehatan, secara keseluruhan termasuk HIV. Karena sperma saya dengan jalur normal susah di ambl maka dilakukan prosedur operasi Tessa, dimana sperma di ambil langsung di buah zakar saya , Thanks God kami dapat 17 Straw. Sperma selanjutnya dibekukan.

Kemudian Istri saya mulai memakai obat yang disuntikan setiap hari, selama 2 minggu, sayangnya pas sel telurnya sudah bagus, herpes kulit istri saya kambuh dan terpaksa proses dihentikan sementara sampai dokter menganggap tidak kambuh lagi.
Setelah berobat, selama hampir 1,5 bulan akhirnya kami mulai lagi dan istri saya menjalani rutinitas menyuntikan kembali obat penyubur (saya lupa) selama 2 mingguan lebih sampai akhirnya sel telurnya dinyatakan laik panen.Vivi mungkin memecahkan rekord nasional untuk telur yang dihasilkan (64 telur) dengan kualitas telur terbaik 12, dan menjadi 6 embrio. Sayangnya istri saya mengalami kasus OHSS (over stimulasi), kasus yang sebetulnya sangat langka tapi dia mengalaminya dan harus di rawat selama seminggu di RS, itu pun harus dengan penyedotan karna OHSS menyebakan berat Vivi naik 6 kg dalam waktu 2 hari akibat cairan sel telurnya berkembang terus. Untuk yang akan bayi tabung meski harus siap-siap tapi tidak usah terlalu khawatir kasus ini peluangnya sangat kecil, walaupun kalau terjadi biaya menginap, dan penyedotan cairan sel telur hampir sama besarnya dengan biaya OPU dan tranfer embrio.

Karena OHSS tersebut embrio kami terpaksa dibekukan dan baru 2 bulan berikutnya (14 Agustus 2009), embrio tersebut di cairkan sebanyak 4, satu meninggal dan 3 terhitung sangat baik. Sedih juga rasanya mengetahui satu embrio meninggal, walaupun belum bernyawa tapi rasanya salah satu anak kami sudah meninggal. 3 embrio kemudian di masukan ke rahim istri saya, oleh Dokter Irsyal. dan kami harus menunggu dua minggu untuk mengetahu hasilnya.

Masa dua minggu merupakan masa yang paling sulit bagi kami, bahkan keteganganya jauh lebih besar dari proses-proses sebelumnya termasuk OHSS sekalipun. ingin rasanya melakukan test kehamilan setiap hari tapi menurut dokter kemungkinannya sangat besar menghasilkan kehamilan palsu (false pregnancy) karena sebelum ET, Vivi di suntik Pregnyl dan minum progynova, yang kemungkinan akan mempengaruhi hasil test sendiri sebelum 2 minggu.
Tapi nyatanya kami tidak tahan juga, hari ke 1 saya membeli sebox direct test (alat test yang lebih sensistif dari sensitive) dan melakukan test hampir setangah hari sekali :), hasilnya 2 garis!!! alias haamil. Senang sekaligus agak kurang percaya, kami konsisten mengecek kehamilan setiap hari hingga hari ke 14, dan hasilnya juga konsisten 2 garis!!! tiba di hari ke 14 kami periksa beta HCG di gading pluit, hasilnya adalah 1900/HCG, pasti hamil dan kemungkinan besar kemar karena sebulan sebelumnya ada pasien yang berhasil bayi tabung di Gading Pluit dan oleh dokter Irsyal , kembar 3 dan kadar HCG nya hanya 1300.

Kini Vivi tengah mual hebat-hebatnya, tapi berdasarkan pengalaman bibi dan kakaknya yang pernah hamil kembar, memang kehamilan kembar jauh lebih “menyiksa” dalam trimester pertama di bandingkan kehamilan tunggal. Antara khawatir dan bahagia kini bercampur aduk. Vivi kini harus meminum progynova setiap hary, progesterone vaginal setiap malam (cycrone) dan suntikan pregnyl setiap minggu.
Kini kami menunggu tanggal 14 September 2009 untuk memastikan kesehatan janin kami dan berapa kembar yang kami punya :)

Demikian pengalamn kami, dengan segala kerumitan yang kami alami, total biaya yang kami habiskan mencapai 108 juta rupiah termasuk operasi Tesaa, pembekuan dan penyimpanan dan pencairan kembali sperma dan Embrio, OPU dan ET, obat-obatan, biaya perawatan dan penyedotan OHSS.Sungguh rasanya tak sia-sia semua pengorbanan hampir setengah tahun penuh yang kami jalani. Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi yang akan melakukan bayi tabung.

Salam
Vivi dan Teguh
Jakarta

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (22 votes, average: 2.73 out of 5)
Loading ... Loading ...

posted in Berhasil hamil, Biaya, Jakarta, OHSS, Sperma bermasalah, Tempat program bayi tabung | 30 Comments


  • Recent Comments

  • Chamomile: Seneng baca cerita PG Mommy, bikin aku semangat…...
  • dewing: iya yuni,, aku belom mulai lg tunggu mens baru kesana.. kamu...
  • yuni: @dewing..Iya di lam wah ee dgn DR.Ng, makasih ya infonya, kmrn...
  • dewing: @mba Yuni salam kenal ! ohya kamu rencana dgn dokter mana di...
  • hestiwani: hai mbak Harni, bagaimana program BT nya?
  • silvie: @ cherry yg tanah ya… rencana manusia tidak sama dg...
  • Chrissy: @Rose: gmn hasilnya sdh keluar say? Moga2 positif ya,jgn...
  • lina: Buat para bunda semuanya Tuhan memberi bukan pada wktu yang cepat...
  • Search

  • Polls

    • Menurut Anda, keberhasilan bayi tabung terutama disebabkan oleh: (pilih max dua)

      View Results

      Loading ... Loading ...