Tuba kanan terkoyak oleh pertumbuhan embrio – Denok

Dear all,

Baru pertama kali ini saya mampir di website ini, dan saya ingin sekali berbagi perasaan :)

Kebetulan pagi ini saya merasa sedih sekali ketika mendengar kabar bahwa temen dekat saya sedang hamil 6 minggu, senang sekaligus sedih.

Saya sudah menikah hampir 7 tahun, sudah pernah hamil 2 kali tetapi tidak ada yang berhasil selamat sampai menjadi janin. Kehamilan pertama saya bertepatan dengan saya diterima kerja, setelah saya istirahat di rumah selama kurang lebih 1 tahun dari pekerjaan sebelumnya. Sengaja resign karena ingin konsentrasi hamil. Alhamdulillah waktu itu saya diberi kesempatan hamil. Namun, karena baru diterima kerja, dan harus melewati wawancara dan segala macam proses recruitment, saya kecapekan. Akhirnya saya flek. Akhirnya saya konsultasi ke dokter dan diberi obat penguat kandungan sampai 2 strip (saya lupa nama obatnya). Namun akhirnya embrio saya jatuh juga.

Selang 6 bulan kemudian saya hamil lagi, tetapi kali ini di saluran indung telur sebelah kanan. Selama 6 minggu saya tidak merasakan gejala kehamilan sama sekali. Hingga pada jam 10 pagi, saya berada di kantor, perut bawah bagian kanan terasa sakit. Awalnya saya kira masuk angin, saya minum hangat dan makan roti. Jam 1 siang tiba-tiba terasa sakit yang teramat sangat, sampai saya tidak bisa bergerak dan hanya keluar air mata.

Dengan tertatih-tatih saya ke RS. Sampai RS, didiagnosa usus buntu dan hanya diberi suntukan anti nyeri dosis tinggi. Disarankan test darah, tetapi harus antri panjang *sementara saya sudah meringkuk menahan sakit yang teramat sangat*. Akhirnya saya memutuskan beralih ke RS lain. Tindakan yang sama diambil, dikasih suntikan anti nyeri dan obat anti nyeri oral. Saya pulang ke rumah, dan besoknya bersiap USG Abdomen. Besoknya hasil USG Abdomen bagus semua, tidak ada masalah dengan perut saya. Malam harinya saya bolak balik RS sampai 3 kali. Kali yang terakhir baru dokter jaga UGD meminta saya test urine, dan dari situ ketahuan saya positif. Saya harus opname, dan semalaman obat anti nyeri tidak berdampak sama sekali, saya tetap kesakitan. Keesokan harinya, saya ditangani SpOg, jam 2 siang operasi pengangkatan tuba kanan karena telah terkoyak oleh pertumbuhan embrio.

Jadi, sekarang saya cuma punya 1 tuba sebelah kiri. Disarankan untuk HSG tapi saya takut sekali, kalau seandainya terjadi infeksi. Akhirnya saya sekarang ikut terapi alternatif dengan bekam.

Semoga saya dan teman-teman yang belum dikaruniai “babies” bisa tetap beriman, sabar dan ikhtiar. Amin…

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

21 embrio menunggu ku di Penang – Lina

Salam kenal teman2 di bayi-tabung.com…
Saya Lina berusia 26thn, dan suami 28thn.. saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman bayi tabung saya…saya mengikuti program bayi tabung di penang dengan dokter NG Peng Hwa di RS Lam Wah EE…saya sudah menikah 5thn, dan belum pernah hamil.

Mulai suntikan superfact 40 tgl 16nov dan terus dilanjutkan sampai tgl 2 des, saya mendapat penambahan suntikan puregon 125. sampai tgl 7 des saat ketemu dokter,dan dokter melihat perkembangan sel telur saya yg bnyk sekali, maka dokter mengurangi dosis suntikan puregon menjadi 100….

Tgl 18 des OPU dan didapat 50 sel telur yg besar2.dan ternyata setelah pengambilan sel telur, perut saya semakin membesar dan merasa sakit dibwh perut juga sesak napas, dokter memutuskan untuk melakukan rawat inap dirumah sakit, 4 hari pertama dirumah sakit adalah saat paling menderita, tidak bisa napas,jd harus dibantu oksigen, tidak bisa makan…bener2 saat kritis…sampai akhirnya dokter mengambil tindakan u/ membolongi perut (sy gak tau istilah medisny) kiri bawah saya…saat dibolongi, cairan hangat lngs keluar dr perut, dan seketika itu juga napas saya menjadi agak lega…selama 3-4 hari perut saya dalam keadaan bolong, dan disambung selang, setiap pagi dan sore cairan dikeluarkan dr perut,total ada sekitar 10 liter cairan dalam waktu 3-4hari.. dan OHSS semakin membaik setelah 6hari mendapat perawatan,dengan bantuan albumin. Dan dokter memutuskan u/ tidak memasukan kembali embrio krn mengigat keadaan saya yg tidak memungkinkan..

Namun di sela2 OHSS yg sangat menyiksa ada kabar gembira yg dapat saya terima, saya mendapat 21 embrio yg siap tanam dan saat ini dibekukan…walau agak sedih krn tidak dpt mengikuti proses penanaman langsung, tetapi agak tenang karena mendapat bnyk sekali frozen embrio….

Saat ini saya sudah kembali ke Jakarta..menunggu 2-3x siklus mens,dan siap2 u/ penanaman embrio…sekaligus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan makan2an sehat, dan hidup sehat, agar saya lebih sehat u/penanaman embrio kelak..
Tips saya u/ penderita OHSS(yg kata ny hanya 1% yg kena u/ program ivy) jgn minum air putih sama sekali, minum lah jus buah, susu, soya, pkkny segala sesuatu yg membantu protein masuk ke tubuh usahakan makan ikan dan telur…krn kata dokter NG, hrs makan makanan berprotein agar dpt membantu membawa air yg ada di perut ke dalam tubuh..
untuk teman2 semua jgn pernah menyerah dan jgn pernah takut u/ melakukan program bayi tabung… tetap semangat dan optimis..karena semua akan indah pada waktu nya… Because God is Good all the time…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Alami atau Inseminasi – Chaca

Hai… Saya mau bertanya. FYI, nikah 1,5 tahun lebih. Dan baru setelah 1 thn belum hamil, saya dan suami periksa. Dan ternyata suami di diagnosa dgn sperma yang tidak bergerak dan bentuk yang kurang sempurna.

Sedangkan di saya, sudah periksa HSG dan ga ada penyumbatan. Tapi ada kista diameter 2,3 cm dan hilang di bulan berikutnya periksa. tapi muncul lagi dibulan berikutnya.

Karena obat-obatan dan sebagainya, sekarang Berat badan naik menjadi 6 Kg.

Posisi saya di Pekanbaru.

Apakah saya akan meneruskan dengan cara yang alami dibantu dengan obat-obatan, ataukah saya harus mencoba Inseminasi Buatan? Karena jujur, saya jadi stress mikirin tiap bulan hamil atau enggak..

Terimakasih

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.60 out of 5)
Loading...

Usia 38 tahun, coba lagi atau tidak ya? – Ina

Halo, salam kenal, senang sekali bisa bergabung di sini. Saya kemarin baru dapat raport merah alias negatif. Sedih sekali, ini memang bayi tabung pertama ku. Kemarin yang dimasukkan ada 2 embrio. Sebenarnya masih punya cadangan, tapi hanya 1 embrio. Dokter menyarankan coba fresh cycle lagi saja. Tapi sekarang usia saya sudah 38 tahun, 6 tahun menikah, masih bingung maju terus pantang mundur atau gimana ya? Ada yang punya pengalaman berhasil bayi tabung se- usia saya tidak?

Oya sekedar informasi, saya kemarin bayi tabung di bangkok karena kebetulan suami bekerja di sini, tempat nya di Jetanin alamat 5 soi chidlom, ploenchit road, tempatnya cukup nyaman, siapa tahu kalau ada yang mau coba bt di sini, cuma mungkin saya nya saja yang memang belum dikasih Tuhan, padahal kemarin sudah berharap kalau berhasil ini kado natal tahun ini.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading...

Amazing, kami berdua berhasil bayi tabung – Cencen

Hai salam kenal, saya berasal dari jakarta, kemarin tgl 3 Des 2011 saya dan teman saya yang bernama meilina, dia berasal dari Padang, sama-sama menjalani proses ET, Setelah sama-sama juga kami menjalani proses dari awal.
Puji Tuhan kami berdua sekarang sudah sama sama positif hamil. Namun aku hamil dari hasil thaw cycle setelah program bayi tabung ku yang pertama di tahun 2010 berhasil hamil juga, tapi keguguran di minggu ke 8, untungnya aku msh ada 3 embryo frozen, dan kmrn ditanam semuanya sedangkan temanku itu dia menjalani fresh cycle atas saranku juga. Kami program di Mahkota Medical Centre, dengan Dr.Selva
Smoga kita berdua bisa selamat sampai melahirkan nanti.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...