Biarpun pakai donor telur usaha saya …… – Flowers

Salam sejahtera,
Ibu2 & Bapak2 seperjuangan untuk sebelumnya saya mohon maaf kalau identitas saya rahasiakan.
Saya tinggal selama 14 thn di IBU KOTA di salah satu negara di EROPAH. Suami saya WNA Eropah. Lama menikah 7 thn. Thn 2005 saya pernah operasi untuk angkat Endometrios di rahim sebelah kiri. 1 thn saya dilarang hamil biar jahitan bekas operasi sembuh benar. Sampai thn 2007 buah hati belum datang juga, kami memutuskan bayi tabung dng protocole yg sangat panjang & sangat rinci untuk kami berdua.

Waktu pengecekan ternyata Endometrim saya tumbuh lagi malah di 2 tabung tersumbat semua + sperma suami tidak begitu TANGGUH padahal waktu itu kami BERUMUR 34 thn jadi belum begitu tua.
Prof.dr juga menerangkan bahwa keadaan rahim saya lebih tua dari umur saya, Kami tak tahu kenapa kami punya kelemahan itu, Padahal kami pasangan dg berat badan ideal, rajin berolah raga malah itu Hoby kami. POLA makan juga selalu kami perhatikan rata2 Organic Food, Kami tidak perokok & peminum, Siklus haid saya teratur dari dulu, tapi entahlah…. Prof.dr bilang itu penyakit Misteri semua orang bisa terkena tak pandang bulu.

Saya tak perlu menjelaskan seluruh protokol bayi tabung secara rinci karena, pil2 & obat2 suntik semuanya HAMPIR = yang di Indonesia & juga di negara lainnya, hanya waktu pertama kali program bayi tabung, kami harus tanda tangan surat persetujuan untuk segala macam a/l : ambil darah yg akan digunakan untuk segala macam test vaksin imunisasi juga DNA yg hasilnya 2 bln kemudian, harus konsultasi dg Psikiatri juga psikolog di tambah pengobatan alternatif saya a/l: Akupuntur, Homeopathy, Jamu/Madu, Pijit…Peramal… dls….semua saya lakukan.

3 kali saya bayi tabung dng cara yg canggih & maksimal dari thn 2007 sampai thn 2009 sampai lemari obat2an saya penuh dg obat2 untuk bayi tabung. Setiap program bayi tabung Prof. dr kasih resep obat untuk 4 bln inseminasi jadi saya ambil berpak-pak obat2 itu di apotek. Sayangnya semua bayi tabung saya gagal total biarpun dosis obat2an tinggi, saya hanya bisa menghasilkan 1/ 3 telur dan semuanya tak bertahan hidup = tak sempat di buahi sperma suami. Sedih hati saya tiap kali gagal saya hanya menangis & meratap (suami saya menangis secara sembunyi di kamar mandi).
Tapi kami tak patah niat karena kalau masih memungkinkan kami mau coba lagi, untungnya semua program bayi tabung ini ditanggung oleh ASKES kami jadi semuanya GRATIS 100% .
Tapi apa daya pihak Prof.dr2 di RS itu memutuskan kami tak BERHAK bayi tabung lagi karena lihat SITKON telur saya jadi kami disarankan untuk DONOR TELUR (DT).

Kesal & sedih hati saya saking kesalnya obat2an sisa bayi tabung saya buang ke tempat sampah (tapi saya benar2 MENYESAL setelah obat2 itu jauh ) saya pikir bisa kasih orang yg senasib dg saya untuk amal apalagi banyak obat2 yg tersisa tapi masih baru & belum saya buka, saya tahu harga obat2an itu berjuta2.
Waktu itu saya putus asa & kesal sekali karena untuk ikut DT di negara ini kami harus menunggu 3 s/d 5 thn karena banyak peminta tapi tak banyak pendonor kecuali kalau kami bawa donor sendiri (syaratnya seorang ibu berumur di bawah 36 thn & sudah beranak) maka program DT saya langsung di laksanakan.
Saya meminta adik & ponakan saya di DESA (semuanya masih muda, berkeluarga & punya anak) kalau mereka bersedia jadi donor tentunya mereka saya bawa ke Eropa. Sayangnya setelah saya jelaskan apa itu inseminasi dari awal sampai akhir (DT protokolnya sama dg bayi tabung cuma berakhir sampai OPU), mereka ketakutan apalagi untuk OPU pake anestesi segala mereka tak mau biarpun saya kasih imbalan.
Tak ada pilihan lain saya cari2 di internet kalau ada wanita yg bersedia jadi DT, tentunya saya kasih imbalan meskipun di negara ini imbalan dilarang & bisa di hukum penjara/denda tapi saya tak perduli. Saya cari dulu di negara ini kalau tak ketemu, kami bertekad DT di negara lain. Informasi RS2 & klinik2 fertilitas di negara2 Eropah & lainnya saya catat & simpan.

Untungnya saya menemukan 2 ibu yg bersedia jadi donor, Saya sebut saja ibu A & ibu S.
* Ibu A berumur 28 thn & sudah punya 3 anak, tinggal di kota L sebelah utara (300 km dari kota saya) tapi dia masih menyusui anak terakhirnya, jadi saya harus nunggu sampai dia selesai masa menyusuinya.
Ibu A ini tak mau IMBALAN SEPESERPUN dia bercerita dulu dia pernah keguguran saat usia kehamilannya baru 4 bln, Sejak kejadian itu DIA berjanji dg TUHANNYA bahwa kalau dia beruntung hamil lagi & punya anak dia mau jadi pendonor telur untuk menolong orang2 seperti saya. Saya jadi terharu membaca @nya.
* Ibu S berumur 19 thn, punya anak 1 & lagi hamil 7 bln dia tinggal di kota SM sebelah selatan (150 km dari kota saya) & saya juga harus nunggu sampai dia melahirkan. Dia meminta imbalan tapi tak perduli berapa saja katanya. Saya juga tidak perduli yg penting siapa yg pertama siap jadi donor itu yg saya pilih.

Hampir 1 thn saya tunggu, saya selalu rajin minta kabar dari ibu2 itu, kami malah sempat tukeran foto & kartu pos. Tapi akhirnya Ibu S mengundurkan diri karena dia mengalami pendarahan banyak waktu dia melahirkan & dokter ginekolognya menganjurkan dia untuk membatalkan jadi DT karena banyak resikonya, jadi harapan saya hanya ibu A.
Akhirnya Bulan Februari 2010 Ibu A siap untuk program DT untuk saya, tapi dia tak mau di kota saya alasanya karena dia punya 3 anak yg masih BALITA jadi repot untuk perjalanan PP 300 km.
Tak ada solusi lain saya & suami pindah program DT di RS di kota L, semua program baik kami & ibu A semuanya GRATIS hanya ongkos kereta api PP bayar sendiri tapi nanti dikembalikan oleh ASKES kami. Ibu A mulai melakukan test dari A sampai Z di RS di kotanya & selesai +- 6 bln kemudian. Waktu OPU ibu A menghasilkan 30 telur yg semuanya sangat bagus.

Dan menurut UU di negara ini TELURNYA BUKAN UNTUK SAYA tapi untuk pasangan2 lain yg bermasalah = saya, Tapi juga yg RASnya = ibu A yg bermata hijau kelabu & berambut pirang. Setiap pasangan hanya berhak 5 telur untuk dicampur dg sperma suaminya masing2, (identitas pasangan2 itu & identitas ibu A sangat DIRAHASIAKAN oleh pihak RS, jadi mereka tidak bakalan saling kenal). Sebagai gantinya karena saya bawa pendonor (ibu A) program DT kami di nomer satukan malah kami berhak ikut 2x DT (tanpa harus bawa pendonor lagi) kalau programme DT yg pertama kami gagal.

Hanya sayangnya di kota L ini belum ada dlm daftar pendonor yg RASnya seperti saya (RAS ASIA) semua identitas pendonor untuk saya ini di RAHASIAKAN oleh pihak RS, mereka hanya menjelaskan saja. Saya sudah menduga sebelumnya karena saya tahu di kota L ini, rata2 penduduknya berkulit sangat putih dg bintik2 coklat di kulitnya, bermata biru, hijau, kelabu & coklat terang dg rambut asli yg berwarna kuning emas atau pirang. Sedangkan saya bermata sipit dg kulit sawo matang & suami saya berkulit putih biasa bermata coklat terang & berambut pirang.
Prof.dr kasih 2 pilihan kepada saya, solusi pertama : tunggu, mungkin kalau beruntung ada pendonor RAS ASIA mungkin 1s/d 5thn tunggu atau mungkin tidak ada sama sekali, Solusi ke 2 : menerima pendonor yg RASnya seperti SUAMI saya (jadi kalau saya beruntung hamil & melahirkan, anak saya berwajah 100% Eropah). Saya kecewa sekali mendengarnya tapi karena saya pingin punya anak dari rahim sendiri saya tak mau tunggu lagi, solusi ke2 saya terima. Kamipun mulai siapkan dokumen2 yg di minta oleh UU negara ini untuk protokol DT, a/l : kami harus bikin surat perjanjian yg isinya macam2, disaksikan & di tanda tangani oleh NOTARIS, konsultasi dg psykolog & test DNA lagi.
Cuma enaknya hanya Pihak pendonor yang harus inseminasi total & komplet, Sedangkan inseminasi saya (sebagai pihak penerima Embrio) hanya sedikit,Cuma 21 hari sesudah haid harus suntik Enantone 1x, terus 2 minggu kemudian folice acid, Provames, Progesterone (tiap hari sampai usia hamil 3 bln).

Bln Mei lalu kami ke kota L untuk ET, sehari sebelumnya saya harus minum Xanak & Spasfon. Waktu tunggu giliran di ruang tunggu itu, saya perhatikan ada 9 PASANGAN yg istri / suaminya RASnya mirip dg suami saya, MUNGKIN untuk giliran ET seperti kami dg pendonor yg sama. Di ruang tunggu itu semuanya berwajah beku / sedih seperti kami, tak ada keinginan untuk menyapa/ngobrol.
Dari 5 telur pendonor yg di campur dg sperma suami saya, hanya 3 yg jadi (1 Blastocyst). Yg di masukan ke rahim saya hanya SATU, saya hanya BERHAK SATU-SATU menuruti peraturan RS di sini, Penyebabnya ukuran tinggi badan (menurut ukuran negara ini saya termasuk pendek, jadi berbahaya & beresiko tinggi kalau kembar). Yg 2 embrio lainnya di simpan di RS di kota L tidak bisa di TRANSFER ke kota saya.

Kembali ke kota saya, 2 minggu kemudian saya cek darah & positif hamil, herannya Perasaan kami biasa2 aja, bahagia sih tapi dlm hati kecil kami menduga enggak bakalan bertahan, kami memutuskan untuk tidak membicarakan kehamilan dlm rumah. Malah sudah bertahun2 kami menghindari dari segala perkumpulan & pergaulan baik dari pihak suami juga dari pihakku.
Karena tiap kali ada undangan atau acara2 di KEDUTAAN pertanyaan orang2 selalu seputar kehidupan pribadi kami :….berapa lama menikah ?…..punya anak berapa ?…..dsl…Jadi kami merasa sedih & enggak enak sendiri.
Untungnya selama masa hamil itu saya tak pernah punya rasa muntah2, pening, lelah, dls….semua oke2 aja seperti saya tak hamil saja, saya pikir mungkin karena obat2an yg saya konsumsi tiap hari. Kegiatan sehari2 saya lakukan seperti biasa cuma olah raga saya stop. Satu bln setelah ET saya echographic, embrio saya baik2 aja, detakan jantungnya juga lancar kami terharu melihatnya biarpun hanya sebesar udang.
Waktu konsultasi lagi dg dr Gynekolog di dekat rumah saya, dia kasih surat perintah untuk echographic kalau usia kehamilan mencapai 12 minggu untuk melihat apakah organ tubuh, tulang & Syaraf bayi sudah membentuk, Katanya penting untuk test TRISOMY 21, test itu untuk mengetahui apakah jabang bayi kami cacat mental & fisiknya atau enggak. Nanti terserah kami kalau bayi itu mau terus disimpan atau digugurkan.

Tgl 12 Juli saya ecographic 12 minggu kehamilan untuk test TRISOMY 21 itu & dugaan saya jadi kenyataan, jabang bayi saya sudah tak bergerak lagi, tapi saya masih penasaraan 3 hari kemudian saya echo ulang, lagi2 hasilnya IDEM. Gynekolog menyarankan saya untuk menyetop semua obat2 yg saya konsumsi untuk memperlancar proses keguguran.

Kami tak bisa menjelaskan emosi sedih kami tapi kami tak kapok2 biarpun jatuh bangun & jatuh lagi yg jelas kami tetap berusaha selama masih ada kemungkinan. Kami merencanakan ET ke2 bln November ini.
Sekarang umur kami sudah 38 thn & sebenarnya saya sendiri sudah MUAK juga LELAH dg segala teknologie canggih yg membuai harapan tapi blm tentu nyata, tapi apa daya hasrat untuk punya anak melebihi segalanya maklum saya manusia biasa.
Memang kami beruntung semuanya GRATIS tapi masalah sedih & perasaan tak bisa diganti dg UANG.
Saya sering membandingkan dg 3 orang teman2 main kecil (sekelas waktu SD) yg tinggal di desa, mereka jg tak dikaruniai anak tapi mereka tak SE STRES saya, karena mereka tak pernah tahu apa itu Bayi Tabung, Donor Telur, Surrogate Mother, Donor Sperma….dls

Nyatanya biarpun teknologi canggih kalau TUHAN belum menentukan tak ada yg mampu menandingi kehendaknya. Kami hanya BERDOA & BERDOA hanya itu yg bikin hati kami sedikit tentram. Kami turut merasakan perasaan Ibu2 & Bapak2 yg situasinya = kami, kami tak bisa memberi saran hanya jangan henti berdoa dari semua kegagalan mungkin ada rahasia untuk kabahagiaan mendatang.
Kalau semuanya tak memungkin lagi kami merencanakan untuk adopsi, Biarpun persyaratan untuk adopsi LEGAL bagi saya WNI & suami saya WNA EROPAH ternyata EXTRA RUMIT dari DT tapi kami akan mencobanya.
Salam Sejahtera Selalu.

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...Loading...

Pertolongan Allah SWT begitu dekat, dgn multipel endometrioma ovarium kanan dan kiri – Didien

Assalamualikum Wr.Wb

Sy mw sharing tentang pengalaman ivf yg pernah sy jalani. Smoga sharing sy bs bermanfaat unt teman2 yg ingin menjalani ivf. Sy dan suami sdh menikah selma 1th. sblm menikah sy sdh tau kl sy py kista di ovarium kanan sy. tp sy tdk sangka stlh 1,5 th sy biarkan sja semakin parah kondisi sy. Hal ini pertama kali sy ketahui setelah sy memeriksakan diri di Prof. Samsul Hadi Sp.OG (K) di klinik fertilitas Graha Amerta Sby. Betapa kagetnya sy kl ternyata kl kiste coklat berukuran kecil2 telah menyebar di ovarium kanan kiri sy kl tdk slh ada 8 kista coklat berukuran kecil2 pd ovarium kanan kiri, kl dr menyebutnya multipel endometrioma. prof menjelaskan kl ada 2 pilihan yg berat unt sy, yakni :

  1. laparoskopi, dgn resiko jaringan ovarium sebagian terangkat, kemungkinan susah unt hamil krn dgn sisa ovarium yg kecil akan mempersusah perkenbangan sel telur
  2. ivf, dgn resiko belum jelas apakah sel telur bisa berkembang atau tdk krn byknya kiste coklat di ovarium kanan dan kiri

Jd ini dilema untuk sy krn peluang 50% : 50%.

Setelah sy diskusikan dg suami dan org tua, kami ambil peluang ke 2 yakni ivf. dgn doa n harapan yg besar kami mencoba ikhtiar ini.
ini adalah serangkaian dari proses ivf long protokol yg sy jalani :

23 mei usg trans vaginal pd mens hr ke 3

27 mei mens hr k 5 mulai minum pil kb yasmin slama 21 hr

12 juni hr ke 21 stlh mens mulai inj superfak slama 21 hr

23 juni usg trans vaginal pada mens hr ke 3
mulai inj gonal 150 iu selama 5 hr

27 juni usg trans vaginal
inj gonal 225 iu dan inj luveris 1 vial selama 5hr

02 juli inj ovudrel/ pecah telor jm 10 mlm

04 juli opu+laparoskopi
ini adalah serangkaian yg paling dramastis dlm proses ivf yg sy jalani. stlh sy diprsiapkan unt puasa n persiapan lainnya. dokter memulai opu di kamar operasi jm.10 pagi, sy sdh tdk sadar lg krn bius. ternyata setelah dokter mencoba pengambilan sel telur lewat bawah yg tersedot di jarum adalah kiste coklat sy akhirnya dg pertimbangan waktu dokter meminta persetujuan suami unt dilakukan laparoskopi unt pengambilan sel telur lwt atas/perut. jd sy dipindahkan ke kamar opersi laparoskopi n dilakukan bius general krn membutuhkan wkt lama. setelah dilakukan laparoskopi syukur alhamdulilah ada 4 sel telur yg bisa di panen. skitar jm.2 siang sy dipindahkan ke ruang pulih sadar, dan jm 5 sore sy br sadar. dan mengetahui tentang kronologis yg tjd dg diri sy. jm 6 sore sy sdh diperbolehkan plg

7 juli dilakukan et
syukur alhamdulilah sdh bs dilakukan embrio transfer, ada 4 embrio yg ditransfer dirahim sy. stelah itu sy dilarang turun dr tmpt tidur selama 6 jam n bak pun di pampers. setelah itu sy dibolehkan plg dg membawa obat cygest 400m pervagina/rectal (1hr 1x) dan obat suntikan pregnil 1000 (disuntikan dirumah dgn memanggil perawat/bidan)

09 juli dilakukan inj pregnil 1000

11 juli dilakukan inj pregnil 1000

19 juli darah 3cc dikirim ke graha amerta unt priksa lab

Tgl 19 juli jm 13.00
Prof samsul hadi memberi tahukan per tlp bahwa sy positif hamil dg hasil beta hcg 337 dan progesteron agak rendah 54. advise prof samsul obatnya dinaikkan jd cygest 400 x 3 dlm 1hr, dan diresepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1 hr 1x), byk istirahat dan tdk blh byk aktivitas.

Tgl 8 agustus
Sy kontrol untuk dilakukan usg transvaginal. syukur alhamdulilah sdh terbentuk kantong kehamilan tp janinya blm terlihat. sy diresepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1hr 1x) dan obat cygestnya turun jd cygest 200 x 2 dlm 1hr

Tgl 22 agustus
Dilakukan usg trans vaginal. syukur alhamdulilah janin sdh terlihat dan detak jantungnyapun sdh terdengar, usia kelamilan sy 8-9 mg. sy di resepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1hr 1x) dan obat cygestnya diturunkan jd cygest 400 x 1 sehari. pemberian cygest 400 x 1 bs diberikan sampai usia kehamilan 36 mg sebagai obat penguat n penunjang kehamilan. setelah itu sy minta pendapat unt melakukan perjlnan jauh kira2 3 jam unt plg krn asli sy tdk berdomisili di sby. dr mmperbolehkan tp dg syarat hati2 tduran di dlm mobil dan setelah smpai dtmpat tujuan priksakan lg ke dokter spesialis kandungan ditempat sy.

Selama proses ivf di graha amerta sby dg prof samsul hadi sy habis biaya 50jt.
Maaf y teman2 kl sharing sy terlalu panjang, sy py saran untuk teman2 yg akan mengikuti ivf, yakni :

  1. Kl bs pilihlah klinik fertilitas yg memiliki fasilitas laparoskopi jd kl ada kedaruratan spt yg sy alami bs langsung diambil tindakan. krn setau sy di sby ada bbrapa klinik fertilitas di sby tdk memiliki fasulitas laparoskopi.
  2. Untuk teman2 yg tidak berdomisili di kota klinik fertilitas sebaiknya tinggal dirumah saudara atau cari kos2an yg dekat dg rs tempat program. Spt sy,sy tinggal dirumah saudara sy di sby
  3. Baik sblm maupun sesudah ivf makanlah makan yg sehat tanpa ada msg/penyedap
  4. Setelah et sy byk istirahat di rumah dan tdk byk kgiatan sm skali, sy pun sdh mengundurkan diri dr tempat sy kerja
  5. Stlh et sy byk konsumsi makanan yg mengandung protein tinggi misal dlm sehari sy konsumsi telur kampung rebus 5bj, pagi dan sore minum susu kedelai
  6. Yg terpenting minta doa restu org tua n suami. hindarkan stress n pikiran buruk. byk doa n pasrah sm Allah SWT

Demikian shering dr sy,semoga bermanfaat unt teman2. kita sama2 berdoa smoga Allah SWT memberikan yg terbaik untuk kita smua. AMIN

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading...Loading...

Jika gagal apakah harus bayar lagi? – Titut

Saya br menikah satu stengah tahun. Ingin tahu tentang bayi tabung.

Td saya baca ada peluang gagal dr setiap program bayi tabung. Jika embrio sudah ditanam tp kemudian beta hcg rendah (dikatakan gagal) apakah biaya untuk program penanaman embrio berikutnya juga sebesar yg pertama?

Program bayi tabung kedua apakah masih menggunakan tabungan embrio yg ada? Atau bagaimana? Apakah biaya 39jt-an itu biaya hingga berhasil?? Mohon bantuannya..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...Loading...

Mungkinkah bisa hamil alami setelah disuntik Tapros? – Vioretta

Hi moms, and moms to be……

Saya Vioretta, umur 31 tahun dan suami 33 tahun. Kami sudah menikah hampir 5 tahun. Sebelumnya saya didiagnosa hidrosalphing. Lalu bulan April 2011 saya menjalani Laparoskopi untuk memperbaiki hidrosalping saya. Tapi ternyata setelah LO baru diketahui bahwa yang membuat saluran tuba tersumbat adalah Endometriosis. Dokter mengangkat saluran tuba saya sebelah kanan. Jadi sekarang hanya tersisa 1 buah saluran tuba.

Bulan Juli 2011 saya kembali kontrol untuk mengetahui apakah masih ada sumbatan pada saluran tuba saya. Dokter memutuskan untuk melakukan SonoUSG. Diketahui masih ada endometriosis yang tersisa pada saluran tuba saya. Dan di awal bulan Agustus ini saya disuntik Tapros. Rencana 4 kali disuntik.

Moms and Moms to be…. Kira-kira adakah efek dari suntik Tapros? Apakah ada kemungkinan hamil setelah suntik tapros yang pertama?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading...Loading...

Berhasil bayi tabung dengan masalah endometriosis dan suami OAT – Anggun

Assalamualaikum, salam kenal semua.

Sy berusia 32thn, suami 31thn sudah menikah 3thn. Mendambakan keturunan tp krn tempat tugas kami di daerah jd belum bs optimal berusaha selama 3thn tsb, hanya pijat, jamu, alternatif lain. Hingga akhirnya bulan februari 2011 kami ke Dr. Aucky Siloam Sby niatnya cm periksa aja knp gak hamil2, suami menjalani tes darah termasuk hormon dan sperma, hasilnya OAT, dan langsung disuruh bayi tabung, krn blm siap dana, kami baru program Mei 2011.

Dari bulan februari-mei sy bersyukur ketemu dgn bayi-tabung.com, dari sini sy banyak dpt saran, info, persiapan utk menghadapi BT, setidaknya sy berpikir sy harus paham apa yg akan sy jalani, bgmpun kondisinya proses bayi tabung yg dikerjai kita sang istri, kl suami mah apapun kondisinya cm berperan 1x aja..hehehe…

Berikut ini prosesnya:

  1. Haid hr ke2 tes darah lengkap dan usg tran V, biaya Rp. 1.931.500,- malam konsul utk liat hsl tes td pg Rp.120.000,-
  2. Beli obat buat suami berupa Lycoxy dan Q10 Rp. 290.500,-
  3. Haid hr ke 3, suntik gonal F 1,5ampul selama 3hr, Rp. 900.000,- x 3hr = Rp. 2.700.000,-
  4. Haid hr ke 6, Tes estradiol Rp. 180.000,-
  5. Malamnya lanjut suntik gonal F dosis tetap 1,5 ampul selama 2hr, Rp. 900.000,- x 2hr = Rp. 1.800.000,-
  6. Haid hr ke 8 tes estradiol dan usg tran V utk liat ukuran telur, 355rb.
  7. Suntik gonal F dan CTT slma 2hr, Rp. 2.400.000,-
  8. Haid hr ke 10 tes estradiol dan usg tran V utk liat ukuran telur, 355rb.
  9. Suntik gonal F dan CTT slma 2hr, Rp. 2.400.000,-
  10. Haid hr ke 12 tes estradiol dan usg tran V utk liat ukuran telur, 355rb.
  11. Injeksi pecah telur + konsul, Rp. 520.000,-
  12. OPU + ET metode ICSI, 16jt, hasilnya diambil 13telur, awalnya jd 8embrio sampai hr kelima jd 5embrio aja yg terbaik. Ditanam 3, simpan 2. Biaya simpan embrio Rp. 3jt.
  13. Injeksi penguat 2x, @Rp. 180.000,-
  14. Tes penentuan BHCG Rp.180.000,- dan tes progesteron, Rp. 320.000,-. Alhamdulillah hasilnya positif BHCG 150, progesteron >80, sekarang sudah umur 13minggu:-)

Total biaya dari awal datang sampai positip sekitar
Rp. 33.147.000,- belum termasuk biaya kos, makan juga transport ya:-) Sy kos di Sumbawa 15, harga masing2 kamar berbeda, ada yg masakin dan nyuciin baju jd kita gak perlu bingung.

Ok, mohon maaf jika gak pandai nulis..semoga bs bermanfaat buat teman2 semua, tks atas doa, saran dan semangat selama ini, keep fight ,keep pray, keep smile ya, wassalam. Anggun

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading...Loading...