Foto bayi tabung – Rahsya, Raisya, Raina

Anak Ke-1 kembar ke-1
Nama: Rahsya Rafassya Rizal (Cowok)

Anak Ke-1 kembar ke-2
Nama: Raisya Refania Rizal (Cewek)

Anak Ke-1 kembar ke-3
Nama: Raina Refalina Rizal (Cewek)

TTL: Jakarta, 20 Juni 2011
Rumah sakit: RSIA Bunda Menteng
Dokter: Dr. Ivan Rizal Sini, SPOG
Nama Ayah: Rizal Masri
Nama Ibu: Erni Hardini Duarsa
Lama menikah saat bayi lahir: 9 tahun 11 bulan

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading...

Foto bayi tabung – Kenzie





Nama : Kenzie Quennell Prayata DS

Orang Tua : Lestari Yudiastuti & Edy Saraya
Tanggal Lahir : 26 November 2010, tempat : RS. Putri Surabaya

DSOG : dr. Hendro Pranomo ,DSA : dr. Noor Djatmiko
Dokter bayi tabung : Aucky Hinting Siloam Hospital Surabaya, lama menikah : 4 th.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Berhasil hamil, kedua tuba tersumbat diterapi sengat lebah – Leora

Alhamdulillaah atas kehendak Allah akhirnya saya berhasil hamil alami setelah sebelumnya hasil HSG menyatakan bahwa kedua saluran tuba saya tersumbat. Alhamdulillaah Allah memberi petunjuk bagaimana ikhtiar-ikhtiar yang harus dilakukan lewat website ini, terima kasih banyak untuk admin dan teman-teman yang telah memberikan banyak info mengenai usaha-usaha untuk berhasil hamil.

Saya menikah sekitar 2 tahun yang lalu, saat ini usia saya dan suami 26 tahun. Setahun setelah menikah saya mulai berkunjung ke dokter kandungan ditemani ibu karena suami dinas di luar pulau, pulang seringnya 2 bulan sekali. Setelah dicek dokter, ternyata sel telur saya kurang besar diameternya, dan juga setelah HSG diketahui bahwa kedua saluran tuba saya tersumbat. Klop deh. Dokter kandungan saya lalu merekomendasikan untuk dilakukan diathermi (pemanasan dengan infra merah) dan hidrotubasi (istilahnya ‘peniupan rahim’) untuk mencoba membuka saluran tuba yang tersumbat.

Setelah diathermi sebanyak 10 kunjungan masing-masing selama 30 menit, saya dihidrotubasi. Hasil hidrotubasi ternyata cairan hidrotubasi tidak bisa masuk alias kedua saluran tuba saya sangat lengket alias tersumbat banget nget nget. Dari situ saya mulai browsing di internet tentang bayi tabung, karena satu-satunya cara supaya hamil dengan kondisi kedua tuba tersumbat setau saya hanya bisa dengan bayi tabung.

Lalu saya menemukan info bahwa sebelum berusaha untuk bayi tabung, kita bisa mencoba usaha alternatif dulu, terima kasih untuk Farida yang sudah posting tentang terapi lebah, yang membuat saya dan suami mencoba terapi tersebut. Saya diterapi sengat lebah oleh H. Nana Suryana di Buah Batu, Bandung sebanyak 2 kali kunjungan, sakitnya maknyuss, maklum belum pernah disengat lebah sebelumnya. Kunjungan pertama disengat di 2 tempat, di kanan dan kiri rahim. Kunjungan kedua disengat di 6 tempat, di kanan kiri rahim, di samping lutut, dan di bagian atas tumit.

Malam hari setelah disengat saya meriang, gatal-gatal seluruh badan, menderita banget deh apalagi ga boleh minum obat supaya racun sengat lebahnya bekerja. Tapi alhamdulillaah besoknya sudah membaik. Setelah sengat lebah itu saya konsultasi lagi ke dokter kandungan, dan beliau menyuruh saya untuk HSG ulang di RS MMC, karena di RS ini teknologi HSGnya lebih bagus dari RS lain. Dari hasil HSG yang kedua ini alhamdulillaah diketahui bahwa saluran tuba saya terbuka satu yaitu yang sebelah kiri, yang kanan masih tersumbat. Bersyukur banget alhamdulillaah karena artinya saya masih bisa mengusahakan hamil alami.

Kemudian saya mulai rajin usaha untuk hamil, saya rajin minum susu Anmum esensis, makan sayur dengan porsi lebih banyak dari nasi, suami juga mulai berhenti merokok. Kami juga mencoba untuk pijat alternatif ke Pak Ngadimo di Bogor. Saya dan suami sempat sekali kesana. Ibu saya juga ternyata berusaha dengan cara berdoa dan sedekah ke pembantu-pembantu beliau yang sedang hamil tanpa saya ketahui. Ibu saya bilang kepada mereka untuk tidak perlu khawatir mengenai biaya konsul bidan dan biaya kelahiran karena ibu saya yang akan menanggungnya.

Sekitar sebulan setelah pijat refleksi dan sedekah-sedekah tersebut saya telat 2 minggu. Setelah ditest-pack alhamdulillaah keluar 2 garis merah terang, malam itu juga saya ke dokter kandungan dan setelah USG lewat vagina diketahui kandungan saya sudah berusia 6 minggu.

Saya percaya sedekah ibu saya, doa-doa dari keluarga, teman-teman, dzikir (saya suka dzikir Ya Mushawwir-Maha Pembentuk Rupa, Ya Wahhab-Maha Pemberi Karunia, Ya Rozzaq-Maha Pemberi Rezeki sambil ngelus-ngelus perut saya), doa (Robbi habli minasshaalihin, kemudian Robbi habli milladunka dzurriyatan toyyibatan innaka samii’ud du’aa, juga sambil ngelus-ngelus perut) dibarengi dengan ikhtiar yang ikhlas tanpa menuntut untuk segera hamil yang membuat Allah mempercayai kami untuk memiliki keturunan.

Demikian cerita saya, mudah-mudahan teman-teman yang sedang berusaha untuk hamil tetap semangat, tidak bersedih dengan hasil-hasil tes ini itu yang mengecewakan, tetap ikhlas berdoa dan bersedekah dibarengi dengan ikhtiar. Mohon doanya supaya kehamilan saya yang sekarang berusia 10 minggu diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, kelancaran, dan mudah2an anak kami menjadi anak yang shaleh, aamiin..Terima kasih..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Bingung pilih dr Selva atau dr Ahmad Saifudin mmc melaka – Icha

Dear all..

Sebelumnya sy pernah posting di http://bayi-tabung.com/pengalaman-bayi-tabung-di-melaka-icha/ dan http://bayi-tabung.com/bingung-pilih-ke-penang-ato-melaka-icha/

Saat ini saya sdh menetapkan untuk program di mmc kembali
Tapi sy bingung lagi, menentukan dr selva atau dr ahmad yang menangani bayi tabung ke-2 ini..
Pertimbangannya, kl dr selva ya..sdh tau lah dia bagaimana..
Kl dr ahmad, pertimbangannya berhubung proses ini jg memerlukan campur tangan Tuhan, maka kami mengharapkan beliau doa dulu sebelum menangani program ini..(insyaallah..)

Bingung banget..ada yang punya pengalaman ke dr ahmad di mmc melaka gak?
Share ya..

Thx..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Kapan ya, bisa merasakannya… – Evelyne

Hallo mailers…..

Saya evelyne, usia 34 tahun, saat ini saya bertempat tinggal di Belanda. beda usia suami saya 40 tahun. kami saat ini sedang memasuki program anak. sudah 1 tahun berusaha untuk hamil secara alami tapi belum berhasil juga :(. tepatnya 4 bulan yang lalu saya mengikuti program kehamilan. awalnya sempat menstruasi sampai 10 hari, jadi dokter umum di tempat saya merujuk saya ke rumah sakit bagian Gynecology, Setelah di lakukan segala pemeriksaan, ternyata semuanya bagus ,sampai akhirnya dokter bertanya apakah mau hamil? saya mengatakan saya mau sekali hamil, sudah di coba secara alami tapi tak kunjung hamil. akhirnya si dokter meminta kepada kami berdua untuk periksa bersama.

Hasil dari laboratorium termasuk pemeriksaan darah dan aku kurnag tahu istilahnya…tapi itu untuk mencek apakah ada virus atau apalah….semua hasilnya bagus dan kondisi rahimku pun normal(echo).

Hanya di temukan daging tumbuh di sekitar uterus berukuran 1 cm,aku sempat tanya apakah karena itu hingga saya tidak bisa hamil,lalu dokter mengatakan tidak masalah,karena ukurannya masih kecil. padahal setiap menstruasi saat ini suka nyeri/kram.itu untuk kondisi ku.

Sedangkan suami aku,saat ini berumur 74 tahun. hasil pemeriksaan sperma suami sedikit sekali,istilahnya kersen di bahasa mereka. Suami juga pernah menjalani operasi jantung sehingga harus memakan obat2an seumur hidup.

Akhirnya dokter gynecology,merujuk kami ke rumah sakit besar/pusat propinsi di Rotterdam. tanggal 17 januari ini kami akan bersama-sama bertemu dengan dokter yang akan menangani program kehamilan.

Jujur kami berdua takut sekali, takut gagal…. takut menerima kenyataan yang pahit….

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tuba kanan terkoyak oleh pertumbuhan embrio – Denok

Dear all,

Baru pertama kali ini saya mampir di website ini, dan saya ingin sekali berbagi perasaan :)

Kebetulan pagi ini saya merasa sedih sekali ketika mendengar kabar bahwa temen dekat saya sedang hamil 6 minggu, senang sekaligus sedih.

Saya sudah menikah hampir 7 tahun, sudah pernah hamil 2 kali tetapi tidak ada yang berhasil selamat sampai menjadi janin. Kehamilan pertama saya bertepatan dengan saya diterima kerja, setelah saya istirahat di rumah selama kurang lebih 1 tahun dari pekerjaan sebelumnya. Sengaja resign karena ingin konsentrasi hamil. Alhamdulillah waktu itu saya diberi kesempatan hamil. Namun, karena baru diterima kerja, dan harus melewati wawancara dan segala macam proses recruitment, saya kecapekan. Akhirnya saya flek. Akhirnya saya konsultasi ke dokter dan diberi obat penguat kandungan sampai 2 strip (saya lupa nama obatnya). Namun akhirnya embrio saya jatuh juga.

Selang 6 bulan kemudian saya hamil lagi, tetapi kali ini di saluran indung telur sebelah kanan. Selama 6 minggu saya tidak merasakan gejala kehamilan sama sekali. Hingga pada jam 10 pagi, saya berada di kantor, perut bawah bagian kanan terasa sakit. Awalnya saya kira masuk angin, saya minum hangat dan makan roti. Jam 1 siang tiba-tiba terasa sakit yang teramat sangat, sampai saya tidak bisa bergerak dan hanya keluar air mata.

Dengan tertatih-tatih saya ke RS. Sampai RS, didiagnosa usus buntu dan hanya diberi suntukan anti nyeri dosis tinggi. Disarankan test darah, tetapi harus antri panjang *sementara saya sudah meringkuk menahan sakit yang teramat sangat*. Akhirnya saya memutuskan beralih ke RS lain. Tindakan yang sama diambil, dikasih suntikan anti nyeri dan obat anti nyeri oral. Saya pulang ke rumah, dan besoknya bersiap USG Abdomen. Besoknya hasil USG Abdomen bagus semua, tidak ada masalah dengan perut saya. Malam harinya saya bolak balik RS sampai 3 kali. Kali yang terakhir baru dokter jaga UGD meminta saya test urine, dan dari situ ketahuan saya positif. Saya harus opname, dan semalaman obat anti nyeri tidak berdampak sama sekali, saya tetap kesakitan. Keesokan harinya, saya ditangani SpOg, jam 2 siang operasi pengangkatan tuba kanan karena telah terkoyak oleh pertumbuhan embrio.

Jadi, sekarang saya cuma punya 1 tuba sebelah kiri. Disarankan untuk HSG tapi saya takut sekali, kalau seandainya terjadi infeksi. Akhirnya saya sekarang ikut terapi alternatif dengan bekam.

Semoga saya dan teman-teman yang belum dikaruniai “babies” bisa tetap beriman, sabar dan ikhtiar. Amin…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...