Beberapa tips berobat di Lam Wah Ee Hospital Penang – Lia

Hi, teman-teman. Setelah sekian lama mencari informasi dan mengalami semuanya secara langsung, ingin rasanya berbagi informasi kepada teman-teman. Disini saya mau berbagi trik-trik simple yang bisa membuat perjalanan berobat kita lebih nyaman. Kebetulan informasi ini hanya untuk berobat di Lam Wah Ee Hospital Pulau Penang. Tapi mungkin kiatnya bisa disesuaikan dengan kota tempat berobat lainnya.

1. Uang

Untuk informasi, Penang sama saja dengan Jakarta atau Medan atau kota lainnya. Meski kriminal disini tidak terlalu tinggi, tapi ada saja terjadi. Syukurnya, saya tidak pernah mengalami kejadian buruk disini. Tetapi dari pemilik rumah saya dianjurkan untuk tetap berhati-hati dengan uang.
Untuk teman-teman yang membayar biaya perobatan dengan uang tunai, ada baiknya melakukan deposit di rumah sakit. Kalau pada hitungan akhir uang kita berlebih, nantinya akan dikembalikan pada hari terakhir perobatan. Sedang bila uang kita kurang pasti akan mereka katakana dengan laporan lengkap pengeluarannya.
Untuk teman-teman yang membayar biaya pengobatan dengan kartu kredit, ada baiknya kartu kredit dan kartu berobat di pisahkan dompetnya supaya hanya dibawa saat berobat. Untuk perjalanan lainnya cukup membawa dompet lain yang hanya berisi uang sekedarnya.

2. Passport

Disini kita juga tidak dianjurkan untuk membawa passport kemana pun kita pergi. Mungkin bisa bawa kartu identitas Indonesia saja mana tahu diperlukan. Karena kalau sampai kehilangan passport, urusannya bisa panjang.

3. Booking Tiket pesawat

Berdasarkan pengalaman, sulit sekali untuk kita memastikan tiket pulang yang pasti. Tidak jarang dokter meminta kita kembali keesokan harinya atau dua hari kemudian. Bila tiket kita Airasia, biasanya akan hangus dan harus membeli tiket baru. Yang kadang harganya bisa dua atau tiga kali lipat dari harga tiket sebelumnya.
Untuk teman-teman yang berangkat dari Jakarta tidak akan kesulitan bila hanya berangkat dengan tiket berangkat saja (one way ticket). Dan bisa membeli tiket pulang di penang saat sudah pasti tanggal pulangnya.
Sedang teman-teman yang berangkat dari Medan biasanya akan dipersulit karena “dipaksa” punya tiket pulang. Saya pernah berkeras di Polonia Medan karena memang tidak pasti tanggal pulangnya dan akhirnya diijinkan terbang dengan menunjukkan bukti-bukti yang ada.
Tapi bila ingin lebih mudah, Wings Air dan Sriwijaya Airline bisa jadi pilihan lainnya. Untuk Sriwijaya, kita bisa open tanggal pulang. Sedang untuk Wings dari Lion Air, kita akan dikenakan denda yang besarnya berbeda-beda. Semakin cepat kita melapor untuk mengundur atau mempercepat tanggal keberangkatan kita, dendanya akan semakin kecil pula.
Untuk penggantian tanggal tiket, teman-teman bisa meminta bantuan customer service rumah sakit. Akan dibantu dengan senang hati dan tidak dikenakan biaya apa pun. Denda perubahan tiket kita bayar di airport sebelum check in. Bila memina bantuan jasa orang di penginapan atau lainnya, biasanya kita dikenakan biaya sampai RM50 hanya untuk mengganti tiket. Tidak termsuk denda dari perusahaan penerbangan.

4. Register Patient

Register sangat menentukan urutan pasien bertemu dengan dokter. Register pasien dimulai sekitar jam 6:30 pagi setiap hari. Tapi jangan kaget bila beberapa orang biasanya sudah antri sejak pukul 6 pagi. Meski nomor sudah keluar mulai 6:30, counter baru buka sekitar jam 7 pagi. Disana anda diminta member nomor register yang anda dapat tadi dan kartu berobat. Kemudian anda bisa kembali jam 9:30 untuk bersiap bertemu dokter. Biasanya nurse akan memanggil nama kita untuk member nomor giliran bertemu dr. Ng.
Ada baiknya untuk register pagi karena semakin pagi kita mendaftar, semakin cepat kita selesai. Dan biasanya mood dokter juga masih sangat baik. Saya pernah register nomor 4 di pagi hari dan dapat giliran no 4 di dr Ng. artinya tiga orang di depan saya tadi pagi semua pasien dr Ng!! ada juga pasien yang daftar jam 8 pagi, dapat nomor 18.
Meski menurut jadwal dr Ng mulai buka praktek jam 10 pagi,itu jarang sekali terjadi. Karena banyak prosedur lain yang juga harus dilakukannya pagi hari. Seperti ada yang mau opu atau et. Informasi, dr Ng hanya menerima pasien baru hari Senin, Rabu dan Kamis. Sedang hari lainnya hanya untu operasi atau pasien yang khusus diminta datang hari itu.
Jadi ada baiknya datang sehari sebelum jadwal atau rencana berobat. Pilihan lain, anda juga bisa bertanya dengan pemilik tempat anda menginap untuk membantu register pagi hari. Ada beberapa orang yang bisa melakukannya. Ada yang meminta imbalan, ada yang menganggap itu sebagai service. Sebaiknya dibicarakan untuk menghindari salah paham.
Atau, anggap saja sebagai olah raga pagi sambil “mampir”register di rumah sakit.

5. Penginapan

Masalah penginapan merupakan masalah yang sangat penting dalam proses bayi tabung. Kenyamanan dan kebersihan tempat tinggal sangat penting. Banyak orang mengeluh tinggal di sekitar Lam Wah Ee Hospital karena jorok. Tapi, itu artinya mereka hanya pergi ke satu tempat dan kebetulan tempat itu jorok.
Ada banyak pilihan tinggal di sekitar rumah sakit Lam Wah Ee. Yang umumnya dikenal adalah kompleks Mewah Court. Ada 5 bangunan di kompleks tersebut dan masing-masing 29 lantai (kalau saya tidak salah).dan setiap lantai terdiri dari 8 apartment. Jadi bayangkan berapa banyak apartment di kompleks mewah court. Saya sendiri pernah tinggal di 3 apartment berbeda disana. Ada yang “sedikit” berantakan sampai yang baru renovasi total bak hotel bintang. Kelebihan tinggal disini, paling dekat dengan rumah sakit.

Ada puluhan orang yang mensewakan apartment disini. Saya sendiri hanya tahu beberapa seperti Lina +60 1460 22688, Yana +60 1645 28010, Linawati +60 1643 60425, amei +60 1640 44254. Umumnya mereka punya lebih dari satu apartment sewaan. Untuk teman-teman yang muslim dan khawatir dengan situasi penginapan, bisa langsung menuju warung Aceh yang akan siap membantu teman-teman. Mereka juga memiliki banyak pilihan. Jadi jangan segan untuk tetap mengecek kondisi kamar dan fasilitas sebelum memutuskan.

Rumah petak juga bisa jadi pilihan untuk teman-teman yang kurang suka dengan gedung tinggi. Umumnya hanya dua lantai. Anda bisa minta di lantai dasar atau di tingkat dua. Hanya saja bila teman-teman tinggal di lantai dua harus menggunakan tangga yang tidak dianjurkan untuk pasien bt. Jarak rumah petak dengan rumah sakit hamper sama dengen mewah court.Yana, pemilik apartmen mewah court juga punya satu rumah petak.

Plihan lainnya, Kompleks Taman Medan Penaga yang terdiri dari beberapa blok dan hanya terdiri dari delapan lantai. Dibandingkan dengan Mewah Court, kompleks apartment ini sedikit lebih jauh dari rumah sakit. Kurang lebih 5-7 min jalan kaki. Kelebihannya, apartment ini sangat dekat dengan pajak pagi dan pajak sore. Dan lebih banyak pilihan bus untuk kemudahan anda bepergian. Saya sendiri lebih senang tinggal di kompleks ini. Lina +60 1460 22688 punya dua apartmen disini dan satu diantaranya dia khususkan untuk pasien bayi tabung. Ada beberapa pemilik apartment lainnya di Medan Penaga.
Gurney Park merupakan pilihan lain yang bisa teman-teman coba. Kelebihannya, terletak persis di sebelah Gurney Mall, dibelakang G Hotel. Jadi teman-teman tidak mungkin bisa bosan untuk shoping atau hanya sekedar window shoping. Kekurangannya, tempatnya jauh dari Lam Wah Ee Hospital. Meski demikian, pemilik apartmen biasanya siap sedia mengantar bila dibutuhkan. Atau santai menggunakan bus umum yang menuju LWEH. Disini, anda bisa menghubungi Mr Lee +60 1255 26333 atau +60 1649 20666
Harga kamar bervariasi, mulai RM30-60. Tergantung fasilitas dan lokasi. Biasanya mereka memberi discount untuk pasient bayi tabung karena umumnya akan tinggal lebih lama dari pasien lainnya. Sebaiknya dibicarakan dan ada deal lebih dahulu sebelum tinggal.

Saran saya, jangan sungkan bertanya dengan teman-teman sesama pasien bagaimana tempat tinggalnya dan apa saja fasilitasnya. Bagaimana karakter pemilik rumahnya juga penting karena biasanya kita butuh banyak bantuan dikemudian hari. Tidak ada salahnya mengunjungi dan melihat apartment yang ditawarkan sebelum deal dengan harga yang menggiurkan. Karena biasanya penyesalan yang ada. Selain nama-nama diatas, teman-teman juga bisa bertanya dengan sesame pasien lainnya di ruang tunggu. Selain mencari teman senasib, bisa tukar informasi penginapan.
Selain itu teman-teman juga akan bertemu dengan beberapa orang di ruang tunggu rumah sakit yang biasanya memberi kartu nama dan menawarkan penginapannya. Tidak ada salahnya untuk sekedar mengecek dan membuat perbandingan. Disini, kita tidak pernah terikat. Dan pembayaran dilakukan saat kita akan keluar jadi kalau ternyata keadaan tidak sesuai janji, teman-teman bisa saja mencari penginapan lain keesokan harinya!

6. Manfaatkan Fasilitas

Biasanya setiap pemilik apartment memiliki banyak relasi dengan fasilitas lainnya seperti membeli kartu telepon, isi pulsa, pesan taxi, tukar uang dan lainnya. Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada tetapi sebaiknya jangan langsung tergiur dengan semua angka yang mereka berikan. Untuk kartu telepon, kelebihan kartu mereka biasanya sudah teregister jadi bisa langsung dipakai, mungkin satu dua ringgit lebih mahal dari bandrol.
Untuk teman-teman yang mau nomor benar-benar baru, bisa langsung ke toko DIGi atau Maxis di toko eaton diseberang rumah sakit. Untuk DIGI ada kode untuk best Indonesia supaya biaya bicara kita jadi jauh lebih murah ke Indonesia dan untuk local sedikit lebih mahal. Ada baiknya manfaatkan sms untuk local.
Untuk penukaran uang, money changer di rumah sakit Lam Wah Ee terbilang tinggi nilainya. Bahkan kadang lebih tinggi dari tukaran uang di Medan atau airport. Sambil berobat tidak ada salahnya untuk sekedar cek pasaran tukar uang kalau mau tukar di tempat lain.

Meski umumnya masyarakat disini menggunakan taxi, tidak rugi mencoba menggunakan bus umum di Penang. Selain lebih murah, bus di Penang terbilang sangat nyaman. Dari Lam Wah Ee Hospital ke pusat kota (KOMTAR) hanya dikenai biaya RM1.40. dari Lam Wah Ee Hospital ke Gurney hanya RM 2 per orang.
Selain Jetty, KOMTAR merupakan terminal bus di Penang. Teman-teman bisa menemukan bus tujuan kemana saja dari KOMTAR.
Fasilitas lainnya yang bisa teman-teman manfaatkan adalah antar jemput rumah sakit- airport. Caranya simple sekali dan bisa menghemat lumayan. Kalau dihitung-hitung saya sudah menghemat beberapa ratus ringgit dengan fasilitas ini.
Untuk teman-teman yang mau datang ke Penang dan butuh jemputan di Bayan Lepas Penang ke LWEH, bisa menghubungi bapak Gunawan Gannies di 081 361 684 903. Biasanya teman-teman diminta sms nama, jadwal penerbangan, berapa orang, bertemu dr siapa.
Customer Service rumah sakit biasanya bisa membantu bila kita punya masalah. Jangan segan bertanya. Mulai dari peta, alamat, nomor bus atau apa pun. Kalau mereka tidak bisa membantu paling tidak mereka bisa member informasi kemana kita harus pergi untuk mendapat bantuan.

7. Nikmati Suasana

Sebelum tekapar di tempat tidur, tidak ada salahnya untuk menikmati suasana dan keindahan alam Penang. Supaya tidak strees! Buat teman-teman yang senang berbelanja, ada tiga pilihan yang bisa dikunjungi, Gurney Mall , KOMTAR, dan Queensbay Mall.
Gurney Mall merupakan tempat belanja yang paling terkenal di Penang. Selain lokasinya yang stategis, dikelilingi dengan banyak penginapan. Hamper semua brand terkenal ada di mall ini. Tapi, jika teman-teman mau mencoba mengunjungi Queensbay Mall, temapat ini jauh lebih besar dan lebih lengkap dari Gurney Mall. Bila teman-teman tinggal di daerah LWEH, Queensbay dan Gurney tidak jauh beda jarak tempuhnya, hanya saja berlainan arah (bahkan cukup menggunakan bus yang sama!).
Di KOMTAR, teman-teman bisa memilh belanja di beberapa mall yang ada disana. Di Peringin Mall (seperti Mangga Dua Jakarta), teman-teman bisa menemukan outlet store yang harganya jauh disbanding harga toko. Jadi pandai kita melihat-lihat sign yang dipajang. Sedang di 1 Avanue mall, tokonya lebih “elite” dan disana juga ada Carrefour. Selain Carrefour, teman-teman juga bisa mengunjungi GAMA di kawasan KOMTAR yang dikenal dengan harga sedikit lebih murah.

Kalau ternyata teman-teman bukan pencinta dunia mall, ada banyak pilihan kunjungan wisata di Pulau Penang yang bisa teman-teman kunjungi. Dapatkan brosur peta penang di bagian informasi rumah sakit. Mulai dari puluhan pilihan museum sampai dengan wisata alam.
Saya dan suami sempat pergi ke Teluk Bahang, pintu masuk Penang National Park. Malah sempat menyewa boat ke Pantai kerachut (menghindari jalalan kaki dan lelah). Disana kami mengunjungi tempat membiakan penyu hijau dan berbasah-basah di Tasik Meromiktik (Meromiktik lake) yang konon hanya ada dua di dunia. Di Australia dan penang. Di danau ini air laut dan air tawar bertemu dan tak pernah berbaur. Jadi di atas airnya selalu sejuk (tawar) dan di bawah hangat (laut). Danau hanya muncur dari bulan Mei sampai Oktober dan akan kering selama enam bulan. Hebat kan?! Perahu yang kami sewa juga sempat berhenti di peternakan ikan di tengah laut untuk melihat beberapa jenis ikan. Dan ikan buntal merupakan favorit suami saya!

Tidak perlu menghabiskan uang terlalu banyak, cari informasi bus ke tempat tujuan. Hamper semua tempat dapat kita raih dengan kendaraan umum disini. Bila ingin janjian dengan beberapa teman juga lebih baik, karena harga sewa boat sama dan bisa menampung sampai delapan orang. Kemarin saya bayar RM 2 ke dari Gurney ke teluk bahang dan pulangnya diminta RM 3.40 dari Teluk Bahang ke KOMTAR. Untuk sewa boat pulang pergi dan pemandu wisata, kami dikenai RM200. Bila hanya ingin ke Monkey Beach biayanya akan jauh lebih murah karena perjalanannya juga tidak sejauh Pantai karuchut.

Tidak tertarik ke Teluk Bahang? Cukup hentikan bus di Batu Feringgi yang terkenal dengan pantainya yang indah. Jangan bandungkan dengan pantai di depan Gurney Mall! Di Batu Feringgi pulaterletak semua penginapan terkenal seperti Hard Rock Café dan Hotel. Atau hamua sekedar bersantai di pantai yang bersih nan indah.
Bagaimana? Ternyata berobat tidak selalu harus menegangkan. Nikmati suasana hanya saja jangan sampai terlalu lelah. Tidak perlu mengunjungi semua tempat, cukup hanya merasa sedikit relax dan nyenyak tidur di malam hari. Jangan sampai merasa terperangkap di kamar kontrakan.

Selamat berjuang untuk memiliki keturunan sambil terus menikmati hidup. Calon anak kita di dalam kandungan pun pasti senang kalau ibunya senang. Fighting!(lia)

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.20 out of 5)
Loading...Loading...

Bayi tabung pertama – Lia

Hi teman-teman. Nama saya Lia. Setelah setahun menyusun rencana, akhirnya saya bisa melakukan bayi tabung. Untuk hasilnya masih belum tahu karena masih ada sepuluh hari lagi baru saya akan melakukan pemeriksaan darah(bhcg).

Masalah fertility sudah saya sadari dari beberapa tahun yang lalu. Tapi karena kurangnya pengetahuan dan informasi, saya baru “terbuka” untuk melakukan bayi tabung sejak setahun yang lalu. Sebenarnya, sejak membuka web ini (thanks, bayi-tabung.com). Ternyata bayi tabung tidak semahal yang saya bayangkan dulu. Hampir semua artikel saya baca, mulai yang proses, berhasil sampai yang gagal.

Dari semua artikel, kesimpulannya ada 4 kota yang bisa jadi pilihan saya, Surabaya, Jakarta, Medan dan Penang. Akhirnya saya pilih Penang. Selain tingkat keberhasilannya relative tinggi, dekat dengan Medan, kota asal saya. Karena umumnya keluarga saya tinggal di Medan. Saya pun mulai mengumpulkan informasi lebih banyak dari teman-teman atau temannya teman yang pernah bayi tabung di Penang, tepatnya di Lam Wah Ee Hospital dengan dokter Ng Peng Wah. Sampai saya punya “mentor” segala! (thanks kak Karina di North Carolina!)

Setelah beberapa email dengan asisten dokter Ng (miss Low), akhirnya Desember 2010 lalu saya pertama kali bertemu dengan dr Ng Peng Wah. Orangnya tidak sedingin yang saya bayangkan dari artikel-artike yang saya baca sebelumnya. Tapi memang dia bukan orang suka berbicara banyak. Intinya, kita harus percaya dengan keputusannya. Kalau saya biasanya tetap tidak tahan untuk diam dan suka bertanya, “bagus, dok?” atau “bagaimana, dok?” dia akan menjawab sekedarnya. Kalau butuh penjelasan detail, bisa langsung masuk ke ruang konsultasi, Miss Low Bin Kee dengan senang hati pasti membantu.

Karena mens saya memang tidak teratur, saya memang harus mengkonsumsi profera (untuk datang bulan) supaya tepat saat bertemu doker nanti Hari ke2 mens. Tapi apa boleh buat, mens yang sudah saya hitung sangat rapih ternyata datang terlambat! Saya dan kakak harus memperpanjang tinggal di Penang karena harus bertemu dokter lagi dua hari kemudian. Dan tiket Airasia pun hangus!

Setelah pemeriksaan darah keluar, akhirnya dokter menganjurkan saya bayi tabung, seperti yang saya rencanakan. Kebetulan saya sudah dua kali iui/insem dan gagal. Karena pco dan mens saya tidak datang kalau saya tidak makan obat (bahkan pernah lebih dari 6 bln!). Saya jelaskan kalau saya biasa konsumsi profera. Tapi dr Ng menganjurkan obat lain yang sedikit lebih ringan, Neosteorin. Dan karena saya bilang kalau saya butuh waktu untuk memutuskan kapan mulai program, dr memberi saya stok obat untuk 6 bulan. Yang harganya kurang dari RM20. (saya lupa pastinya) Pertengahan Agustus 2011 lalu akhirnya program saya dimulai. Thanks to Gege yang program Agustus tahun lalu jadi paling tidak ada gambaran lama dan prosesnya.

24 Agustus saya mulai suntik suprefac 40iu selama dua minggu. Karena memang rencana untuk suntik sendiri, saya bawa semua obat ke medan dan kembali ke Penang dua minggu kemudian.

8 September saya kembali bertemu dengan dr.Ng. setelah diperiksa, saya harus memperpanjang suprefac dua hari lagi dengan dosis 15iu. Baru kemudian 10 September mulai suntik Puregon 175iu dan suprefac 15iu. dengan membawa instruksi untuk lima hari, saya pulang lagi ke medan.

15 September. Dari begitu banyak telur yang ada (PCO) hanya ada 3 telur yang membesar. Tapi dr Ng bilang, itu masih normal. Suntikan dilanjutkan untuk dua hari kedepan. Kali ini saya tidak bisa balik ke Medan lagi karena dokter minta periksa setiap dua hari. Disini saya salah perhitungan dengan bookingan apartment yang akhirnya bisa terselesaikan juga.

17 September, terlihat 7 telur yang bergerak membesar. Kali ini dr Ng terlihat kecewa. Katanya ini kurang bagus. Saya panic! Pulang ke rumah saya cerita dengan kaka yang punya apartement. Dia nganjurin saya belanja kepiting bertelur dan dibuat sup. Katanya bisa membantu. Disaat seperti ini, apa pun yang katanya membantu pasti kita lakukan. Karena yang saya tangkap, intinya kita butuh asupan protein tinggi. Di pasar, saya bukan hanya beli kepiting yang sudah dijamin ada telurnya (kata yang jual dan terbukti!) tapi juga kebetulan melihat telur ikan. Saya beli. Dirumah saya buat sop ala kadarnya.(kebetulan saya kurang pandai masak).

Mungkin karena sop kepiting dan telur ikan mungkin juga karena reaksi badan, yang pasti saat diperiksa pada 19 September, ada lebih dari sepuluh telur yang berkembang. Ukurannya bervariasi. Kali ini dr bilang sudah cukup bagus tapi jangan terlalu di dipaksa. Karena saya pco, dokter harus take it easy sama telurnya. Ada teman (kak erna!) yang mulai start suprefac di hari yang sama (24 Agustus) sudah siap panen (opu) pada 22 September tapi saya masih tetap suntik. Hanya saja Puregon diturunkan jadi 150iu sedang suprefac tetap 15iu.

21 September, dr Ng memutuskan saya opu tanggal 26 Sep. Puregon dihentikan karena takut kebanyakan telur yang berkembang, hanya suprefac untuk satu hari. Hari itu memang dokter sedikit panic,telur saya yang berkembang dalam dua hari terakhir ini terlalu banyak. Dr. Ng malah sempat mengatakan kalau kondisi saya tidak memungkinkan setelah opu, et akan ditunda sebulan kemudian karena besar kemungkinan saya tidak akan kuat. Lemas rasanya. Hanya dalam hati, saya yakinkan diri kalau saya PASTI bisa!
24 September, ovadrell. 25, santai.

26 the big day! Sempat panic karena nurse d bagian ivf center sempat cari-cari suami. Katanya butuh sample baru. Yang dikasih kurang bagus! Wah, suami tambah pusing, mana bisa keluar lagi. Tapi akhirnya suster bilang gak masalah lah kita proses aja sample yang ada. Sempat lemas juga. Tapi karena dia bilang jangan khawatir ya sudah lah.

Meski dibius, saya merasa dengar nurse di ruangan opu sebut 18. Tapi menurut Mis Low, ada 11 telur yang layak dibuahi. Dan kami harus menghubungi ivf centre keesokan harinya untuk memastikan kapan et dilakukan. Senangnya ketika mereka pastikan 29 September jam 10 pagi akan dilakukan ET.

29 September, embrio transfer (et). Dari 11 telur, hanya 5 yang berhasil jadi embrio yang menurut dr Ng kulitasnya sangat bagus. Ada 3 embrio yang ditanam ke rahim dan 2 dengan grade A dibekukan. Rencana, 12 Oktober nanti saya periksa darah untuk terima raport. Lulus atau tidak. Tiap hari saya berdoa supaya usaha ini diberkatiNya. Tapi kita kan cuma bisa berusaha, yang menentukan tetap Yang Diatas. Saya bawa santai saja, berpasrah. Teman-teman, bantu doanya juga ya supaya usaha kita berhasil. Hari ini ada kak Uli sedang ke rumah sakit untuk terima raport. Kak Erna tanggal 6 Oktober. Dan beberapa teman lainnya seperjuangan di ruang tunggu!:D

Meski tulisan ini sedikit telalu panjang, banyak sekali yang masih ingin saya sampaikan untuk teman-teman yang berencana bayi tabung di Penang. Kalau bayi-tabung.com, bersedia saya akan kirim beberapa artikel lagi.

Untuk informasi, biaya yang saya keluarkan untuk berobat RM 9453.70 atau sekitar RP 27.415.730,- dengan kurs RM1=RP2.900. (saat ini kurs Rp 2.800an). untuk penginapan, pukul rata aja RM45 permalam, saya disini hampir satu bulan(29 hari) RM1.305 (Rp 3.784.500,-). Hitungan ini tidak bisa dipastikan sama untuk setiap orang karena jumlah obat dan hari pemakaian tidak sama. Tetapi paling tidak teman-teman yang berencana untuk melakukan bayi tabung bisa memiliki gambaran. Semoga pengalaman saya ini bisa membantu semua. Terima kasih sudah membacanya 😀 (lia)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.75 out of 5)
Loading...Loading...

Pernah KET ingin coba bayi tabung – Susan

Hai, aku mau ikutan sharing ya…
Namaku susan, umur menjelang 30 dan usia pernikahan hampir 3 th. 8 bulan pernikahan aku mengalami flek2, tapi ga sebanyak haid, akhirnya aku cek ke dr. Dr bilang hormonku ga stabil, jadi dikasih obat terapi hormon. Sebulan makan obat penghenti haid, malah ada kista di ovarium. Sesudah itu program hamil menggunakan profertil pada haid hari ke-3 selama 5 hari. Kira2 terapi 6 bulan dinyatakan gagal, harus ulang.

Aku berhenti karena lelah, 4 bulan kemudian aku sakit perut di kanan bawah. Opname di rs dan dinyatakan ada kista, dr menyarankan untuk operasi tapi saya ga mau.
Akhirnya terapi pakai obat supaya kistanya hilang. Bulan berikutnya aku hsg untuk mencek saluran tuba karena kista sudah mengecil, jadi boleh program hamil. 5 hari setelah hsg, saya muntah2 dan sakit perut, langsung masuk ugd dan dr menyatakan aku KET, saat itu juga operasi. Tuba kananku diangkat karena sudah pecah & pendarahan. Tapi ovarium kanan masih dipertahankan.

Selesai operasi, aku masih kontrol selama 3 bulan dan hsg juga, dr bilang aku masih bisa hamil alami.
Setelah 3 bulan itu aku berhenti ke dr, istirahat selama 6 bulan. Aku kembali lagi ke dr, kali ini ke dr spesialis fertilitas, dan dinyatakan aku ga mungkin hamil alami, persentasenya cuma 8%. Dr bilang tuba kiri yang tersisa pun kondisinya ga bagus, fimbrae-nya udah gundul malah. Saran dr, laparoskopi untuk melihat tuba secara pasti, kemudian ikut bayi tabung. Aku pindah ke dr lain yang masih mau coba tanpa bayi tabung. Aku ditiup alias dihydro, dr bilang hasilnya bagus karena obatnya masuk semua tanpa tersisa. 3 bulan aku program hamil masih belum berhasil sampai akhirnya ada kista udah 7 cm di ovarium kiri.

Setelah sebulan makan obat, aku coba cari alternatif lain ke dr di penang. Dr menyarankan aku untuk bayi tabung karena masalah tuba.
Yang saya bingungkan sekarang, kalau mau bayi tabung, lebih baik di mana? Pilihanku di penang dengan dr Ng, atau di surabay dengan dr Aucky? Aku tinggal di bandung, mengingat perjalanan bandung-penang atau bandung-surabaya sama aja.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

PCO berhasil hamil dengan bayi tabung – Yens

Hi semuanya….saya ingin share kesuksesan saya mengikuti bayi tabung,
dari remaja haid saya tidak teratur, 3 bulan sekali bahkan terkadang setahun hanya haid 2 kali, saya tidak pernah menghiraukan semasa remaja, karena membayangkan ke dokter kandungan dan usg transvaginal membuat saya takut.
lalu sampai akhirnya saya menikah 3 tahun belum juga hamil, mulailah saya ke dokter, kata dokter telur saya banyak tetapi kecil kecil ukurannya itu yang membuat haid saya tidak teratur.

Saya pernah hamil dengan obat penyubur yang diberikan dokter tetapi blighted ovum dan akhirnya harus dikuret, kemudian saya ikut bayi tabung di siloam dengan dr aucky,
disuntik puregon dengan dosis 100 selama 9hari, kemudian opu mendapatkan 8 oosit yang kemudian yang jadi setelah dibuahi ada 6, 5 hari setelah opu saya et dengan 3 embrio : 2 excellent blastosit dan 1 good blastosit, kemudian disuntik pregnyl 2 kali dan saya sempat Terkena ohss selama 5 hari setelah disuntik pregnyl yang kedua. Kata dokter kebanyakan yang mengalami ohss setelah et akan hamil, dan ternyata dugaan dokter benar saya hamil setelah pemeriksaan bHcg saya sebesar 1000, saya dan suami sangat senang sekali, dan kata dokter ada kemungkinan janin kembar.

Saat ini saya sedang menanti nantikan usg pertama tanggal 24 nanti, yang saya rasakan sekarang ini tidak mual dan tidak pusing dan tidak muntah….
adakah yang pernah mengalami hamil seperti saya tidak mual dan pusing? Ada yang sedang menunggu usg pertama sama seperti saya? kalau ada bagi pengalaman dong….
makaci…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...Loading...

Biarpun pakai donor telur usaha saya …… – Flowers

Salam sejahtera,
Ibu2 & Bapak2 seperjuangan untuk sebelumnya saya mohon maaf kalau identitas saya rahasiakan.
Saya tinggal selama 14 thn di IBU KOTA di salah satu negara di EROPAH. Suami saya WNA Eropah. Lama menikah 7 thn. Thn 2005 saya pernah operasi untuk angkat Endometrios di rahim sebelah kiri. 1 thn saya dilarang hamil biar jahitan bekas operasi sembuh benar. Sampai thn 2007 buah hati belum datang juga, kami memutuskan bayi tabung dng protocole yg sangat panjang & sangat rinci untuk kami berdua.

Waktu pengecekan ternyata Endometrim saya tumbuh lagi malah di 2 tabung tersumbat semua + sperma suami tidak begitu TANGGUH padahal waktu itu kami BERUMUR 34 thn jadi belum begitu tua.
Prof.dr juga menerangkan bahwa keadaan rahim saya lebih tua dari umur saya, Kami tak tahu kenapa kami punya kelemahan itu, Padahal kami pasangan dg berat badan ideal, rajin berolah raga malah itu Hoby kami. POLA makan juga selalu kami perhatikan rata2 Organic Food, Kami tidak perokok & peminum, Siklus haid saya teratur dari dulu, tapi entahlah…. Prof.dr bilang itu penyakit Misteri semua orang bisa terkena tak pandang bulu.

Saya tak perlu menjelaskan seluruh protokol bayi tabung secara rinci karena, pil2 & obat2 suntik semuanya HAMPIR = yang di Indonesia & juga di negara lainnya, hanya waktu pertama kali program bayi tabung, kami harus tanda tangan surat persetujuan untuk segala macam a/l : ambil darah yg akan digunakan untuk segala macam test vaksin imunisasi juga DNA yg hasilnya 2 bln kemudian, harus konsultasi dg Psikiatri juga psikolog di tambah pengobatan alternatif saya a/l: Akupuntur, Homeopathy, Jamu/Madu, Pijit…Peramal… dls….semua saya lakukan.

3 kali saya bayi tabung dng cara yg canggih & maksimal dari thn 2007 sampai thn 2009 sampai lemari obat2an saya penuh dg obat2 untuk bayi tabung. Setiap program bayi tabung Prof. dr kasih resep obat untuk 4 bln inseminasi jadi saya ambil berpak-pak obat2 itu di apotek. Sayangnya semua bayi tabung saya gagal total biarpun dosis obat2an tinggi, saya hanya bisa menghasilkan 1/ 3 telur dan semuanya tak bertahan hidup = tak sempat di buahi sperma suami. Sedih hati saya tiap kali gagal saya hanya menangis & meratap (suami saya menangis secara sembunyi di kamar mandi).
Tapi kami tak patah niat karena kalau masih memungkinkan kami mau coba lagi, untungnya semua program bayi tabung ini ditanggung oleh ASKES kami jadi semuanya GRATIS 100% .
Tapi apa daya pihak Prof.dr2 di RS itu memutuskan kami tak BERHAK bayi tabung lagi karena lihat SITKON telur saya jadi kami disarankan untuk DONOR TELUR (DT).

Kesal & sedih hati saya saking kesalnya obat2an sisa bayi tabung saya buang ke tempat sampah (tapi saya benar2 MENYESAL setelah obat2 itu jauh ) saya pikir bisa kasih orang yg senasib dg saya untuk amal apalagi banyak obat2 yg tersisa tapi masih baru & belum saya buka, saya tahu harga obat2an itu berjuta2.
Waktu itu saya putus asa & kesal sekali karena untuk ikut DT di negara ini kami harus menunggu 3 s/d 5 thn karena banyak peminta tapi tak banyak pendonor kecuali kalau kami bawa donor sendiri (syaratnya seorang ibu berumur di bawah 36 thn & sudah beranak) maka program DT saya langsung di laksanakan.
Saya meminta adik & ponakan saya di DESA (semuanya masih muda, berkeluarga & punya anak) kalau mereka bersedia jadi donor tentunya mereka saya bawa ke Eropa. Sayangnya setelah saya jelaskan apa itu inseminasi dari awal sampai akhir (DT protokolnya sama dg bayi tabung cuma berakhir sampai OPU), mereka ketakutan apalagi untuk OPU pake anestesi segala mereka tak mau biarpun saya kasih imbalan.
Tak ada pilihan lain saya cari2 di internet kalau ada wanita yg bersedia jadi DT, tentunya saya kasih imbalan meskipun di negara ini imbalan dilarang & bisa di hukum penjara/denda tapi saya tak perduli. Saya cari dulu di negara ini kalau tak ketemu, kami bertekad DT di negara lain. Informasi RS2 & klinik2 fertilitas di negara2 Eropah & lainnya saya catat & simpan.

Untungnya saya menemukan 2 ibu yg bersedia jadi donor, Saya sebut saja ibu A & ibu S.
* Ibu A berumur 28 thn & sudah punya 3 anak, tinggal di kota L sebelah utara (300 km dari kota saya) tapi dia masih menyusui anak terakhirnya, jadi saya harus nunggu sampai dia selesai masa menyusuinya.
Ibu A ini tak mau IMBALAN SEPESERPUN dia bercerita dulu dia pernah keguguran saat usia kehamilannya baru 4 bln, Sejak kejadian itu DIA berjanji dg TUHANNYA bahwa kalau dia beruntung hamil lagi & punya anak dia mau jadi pendonor telur untuk menolong orang2 seperti saya. Saya jadi terharu membaca @nya.
* Ibu S berumur 19 thn, punya anak 1 & lagi hamil 7 bln dia tinggal di kota SM sebelah selatan (150 km dari kota saya) & saya juga harus nunggu sampai dia melahirkan. Dia meminta imbalan tapi tak perduli berapa saja katanya. Saya juga tidak perduli yg penting siapa yg pertama siap jadi donor itu yg saya pilih.

Hampir 1 thn saya tunggu, saya selalu rajin minta kabar dari ibu2 itu, kami malah sempat tukeran foto & kartu pos. Tapi akhirnya Ibu S mengundurkan diri karena dia mengalami pendarahan banyak waktu dia melahirkan & dokter ginekolognya menganjurkan dia untuk membatalkan jadi DT karena banyak resikonya, jadi harapan saya hanya ibu A.
Akhirnya Bulan Februari 2010 Ibu A siap untuk program DT untuk saya, tapi dia tak mau di kota saya alasanya karena dia punya 3 anak yg masih BALITA jadi repot untuk perjalanan PP 300 km.
Tak ada solusi lain saya & suami pindah program DT di RS di kota L, semua program baik kami & ibu A semuanya GRATIS hanya ongkos kereta api PP bayar sendiri tapi nanti dikembalikan oleh ASKES kami. Ibu A mulai melakukan test dari A sampai Z di RS di kotanya & selesai +- 6 bln kemudian. Waktu OPU ibu A menghasilkan 30 telur yg semuanya sangat bagus.

Dan menurut UU di negara ini TELURNYA BUKAN UNTUK SAYA tapi untuk pasangan2 lain yg bermasalah = saya, Tapi juga yg RASnya = ibu A yg bermata hijau kelabu & berambut pirang. Setiap pasangan hanya berhak 5 telur untuk dicampur dg sperma suaminya masing2, (identitas pasangan2 itu & identitas ibu A sangat DIRAHASIAKAN oleh pihak RS, jadi mereka tidak bakalan saling kenal). Sebagai gantinya karena saya bawa pendonor (ibu A) program DT kami di nomer satukan malah kami berhak ikut 2x DT (tanpa harus bawa pendonor lagi) kalau programme DT yg pertama kami gagal.

Hanya sayangnya di kota L ini belum ada dlm daftar pendonor yg RASnya seperti saya (RAS ASIA) semua identitas pendonor untuk saya ini di RAHASIAKAN oleh pihak RS, mereka hanya menjelaskan saja. Saya sudah menduga sebelumnya karena saya tahu di kota L ini, rata2 penduduknya berkulit sangat putih dg bintik2 coklat di kulitnya, bermata biru, hijau, kelabu & coklat terang dg rambut asli yg berwarna kuning emas atau pirang. Sedangkan saya bermata sipit dg kulit sawo matang & suami saya berkulit putih biasa bermata coklat terang & berambut pirang.
Prof.dr kasih 2 pilihan kepada saya, solusi pertama : tunggu, mungkin kalau beruntung ada pendonor RAS ASIA mungkin 1s/d 5thn tunggu atau mungkin tidak ada sama sekali, Solusi ke 2 : menerima pendonor yg RASnya seperti SUAMI saya (jadi kalau saya beruntung hamil & melahirkan, anak saya berwajah 100% Eropah). Saya kecewa sekali mendengarnya tapi karena saya pingin punya anak dari rahim sendiri saya tak mau tunggu lagi, solusi ke2 saya terima. Kamipun mulai siapkan dokumen2 yg di minta oleh UU negara ini untuk protokol DT, a/l : kami harus bikin surat perjanjian yg isinya macam2, disaksikan & di tanda tangani oleh NOTARIS, konsultasi dg psykolog & test DNA lagi.
Cuma enaknya hanya Pihak pendonor yang harus inseminasi total & komplet, Sedangkan inseminasi saya (sebagai pihak penerima Embrio) hanya sedikit,Cuma 21 hari sesudah haid harus suntik Enantone 1x, terus 2 minggu kemudian folice acid, Provames, Progesterone (tiap hari sampai usia hamil 3 bln).

Bln Mei lalu kami ke kota L untuk ET, sehari sebelumnya saya harus minum Xanak & Spasfon. Waktu tunggu giliran di ruang tunggu itu, saya perhatikan ada 9 PASANGAN yg istri / suaminya RASnya mirip dg suami saya, MUNGKIN untuk giliran ET seperti kami dg pendonor yg sama. Di ruang tunggu itu semuanya berwajah beku / sedih seperti kami, tak ada keinginan untuk menyapa/ngobrol.
Dari 5 telur pendonor yg di campur dg sperma suami saya, hanya 3 yg jadi (1 Blastocyst). Yg di masukan ke rahim saya hanya SATU, saya hanya BERHAK SATU-SATU menuruti peraturan RS di sini, Penyebabnya ukuran tinggi badan (menurut ukuran negara ini saya termasuk pendek, jadi berbahaya & beresiko tinggi kalau kembar). Yg 2 embrio lainnya di simpan di RS di kota L tidak bisa di TRANSFER ke kota saya.

Kembali ke kota saya, 2 minggu kemudian saya cek darah & positif hamil, herannya Perasaan kami biasa2 aja, bahagia sih tapi dlm hati kecil kami menduga enggak bakalan bertahan, kami memutuskan untuk tidak membicarakan kehamilan dlm rumah. Malah sudah bertahun2 kami menghindari dari segala perkumpulan & pergaulan baik dari pihak suami juga dari pihakku.
Karena tiap kali ada undangan atau acara2 di KEDUTAAN pertanyaan orang2 selalu seputar kehidupan pribadi kami :….berapa lama menikah ?…..punya anak berapa ?…..dsl…Jadi kami merasa sedih & enggak enak sendiri.
Untungnya selama masa hamil itu saya tak pernah punya rasa muntah2, pening, lelah, dls….semua oke2 aja seperti saya tak hamil saja, saya pikir mungkin karena obat2an yg saya konsumsi tiap hari. Kegiatan sehari2 saya lakukan seperti biasa cuma olah raga saya stop. Satu bln setelah ET saya echographic, embrio saya baik2 aja, detakan jantungnya juga lancar kami terharu melihatnya biarpun hanya sebesar udang.
Waktu konsultasi lagi dg dr Gynekolog di dekat rumah saya, dia kasih surat perintah untuk echographic kalau usia kehamilan mencapai 12 minggu untuk melihat apakah organ tubuh, tulang & Syaraf bayi sudah membentuk, Katanya penting untuk test TRISOMY 21, test itu untuk mengetahui apakah jabang bayi kami cacat mental & fisiknya atau enggak. Nanti terserah kami kalau bayi itu mau terus disimpan atau digugurkan.

Tgl 12 Juli saya ecographic 12 minggu kehamilan untuk test TRISOMY 21 itu & dugaan saya jadi kenyataan, jabang bayi saya sudah tak bergerak lagi, tapi saya masih penasaraan 3 hari kemudian saya echo ulang, lagi2 hasilnya IDEM. Gynekolog menyarankan saya untuk menyetop semua obat2 yg saya konsumsi untuk memperlancar proses keguguran.

Kami tak bisa menjelaskan emosi sedih kami tapi kami tak kapok2 biarpun jatuh bangun & jatuh lagi yg jelas kami tetap berusaha selama masih ada kemungkinan. Kami merencanakan ET ke2 bln November ini.
Sekarang umur kami sudah 38 thn & sebenarnya saya sendiri sudah MUAK juga LELAH dg segala teknologie canggih yg membuai harapan tapi blm tentu nyata, tapi apa daya hasrat untuk punya anak melebihi segalanya maklum saya manusia biasa.
Memang kami beruntung semuanya GRATIS tapi masalah sedih & perasaan tak bisa diganti dg UANG.
Saya sering membandingkan dg 3 orang teman2 main kecil (sekelas waktu SD) yg tinggal di desa, mereka jg tak dikaruniai anak tapi mereka tak SE STRES saya, karena mereka tak pernah tahu apa itu Bayi Tabung, Donor Telur, Surrogate Mother, Donor Sperma….dls

Nyatanya biarpun teknologi canggih kalau TUHAN belum menentukan tak ada yg mampu menandingi kehendaknya. Kami hanya BERDOA & BERDOA hanya itu yg bikin hati kami sedikit tentram. Kami turut merasakan perasaan Ibu2 & Bapak2 yg situasinya = kami, kami tak bisa memberi saran hanya jangan henti berdoa dari semua kegagalan mungkin ada rahasia untuk kabahagiaan mendatang.
Kalau semuanya tak memungkin lagi kami merencanakan untuk adopsi, Biarpun persyaratan untuk adopsi LEGAL bagi saya WNI & suami saya WNA EROPAH ternyata EXTRA RUMIT dari DT tapi kami akan mencobanya.
Salam Sejahtera Selalu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...Loading...