bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

13th March 2011

Mengadopsi anak – Retna

Salam kenal, siapapun anda semoga perkenalan ini bisa sedikit membesarkan hati anda. Saya adalah seorang wanita usia 44 th, suami 48 th. Kami menikah th 1996. Memang sangat sulit menerima sebuah kenyataan yang sebenarnya tidak kita harapkan. Berbagai upaya untuk mendapatkan anak sudah kami lakukan sejak tahun-tahun pertama menikah baik secara medis maupun secara alternatif mengingat usia kami menikah sudah cukup tua, namun tak ada yang berhasil juga, Inseminasi sudah kami lakukan sebanyak 4 kali dan tak berhasil. Bayi tabung memang tak kami lakukan karena kondisi keuangan yang tak memungkinkan bagi keluarga dengan penghasilan pas seperti kami.

Sudah capek secara psikis untuk memikirkan keinginan punya anak dari melahirkan sendiri karena harapan tak kunjung muncul. Duka yang amat dalam sebagai seorang wanita yang tak dapat melahirkan anak, itu yang kupikirkan dahulu, dan itu berlangsung sangat lama, namun kemudian aku bangkit, aku bicara pada diriku sendiri aku yang harus menolong diriku sendiri. Aku kemudian pasrah dan berniat mengadopsi anak.

Upaya ini memang sempat gagal 2 kali karena kedahuluan orang lain. Tapi akhirnya aku dapat juga. Memang banyak keraguan ketika akan mengadopsi baik mengenai biayanya, apa yang akan terjadi di kelak kemudian hari dan lain sebagainya, namun semua aku pasrahkan kepada yang membuat hidupku yaitu Alloh SWT. Kepasrahan hati kita kepada Alloh SWT memang sangat mendukung hidup kita.

Akhirnya di tahun ke-12 pernikahan kami mendapatkan sebuah keluarga yang sangat kelebihan anak. Anak ke 7 yang akan dilahirkan namun mereka tak mampu membiayai. Aku ditawari dan akhirnya aku ambil keputusan walau saat itu bayi belum lahir. Segala persiapan kami lakukan sampai kami akhirnya dapat menggendongnya. Kontak batin dengan bayi yang akan dilahirkan terutama dengan doa sangat membantu kedekatan bayi dengan kita saat kita pertama kali menggendongnya setelah bayi itu dilahirkan.

Sekarang bayi itu sudah berumur 2 tahun lebih 7 bulan. Usia yang sangat sibuk bagi orang tua dalam merawat bayi seusia itu, namun kami sangat bahagia. Betapa tidak, di depan tetangga dan teman-temannya dia selalu pamerkan dengan kata-kata yang belum bisa terucap sempurna bahwa aku adalah ibunya dan suamiku adalah bapaknya: “nih…ibukku, nih…bapakku”. Sungguh luar biasa kehidupan setelah punya buah hati, tak ada bedanya sepertinya dengan melahirkan anak kecuali hanya tidak menjalani proses persalinan saja.

Sungguh di luar dugaan, banyak kemiripan fisik anak itu denganku baik alis, rambut, kulit, mata bentuk tubuh dan semuanya, mirip aku, ibunya… (Kata ibuku, anak itu mirip denganku saat aku masih kecil dan aku juga masih punya foto ketika kelas 1 SD, kucocokkan dan ternyata memang mirip semuanya). Dan yang sangat menakjubkan juga, golongan darahnya sama persis dengan suamiku yang dia banggakan sebagai bapaknya.

Alloh memang sangat sempurna dalam menciptakan setiap makhluk-Nya. Hanya kita yang punya kekurangan sebagai wanita yang tak bisa melahirkan sebaiknya selalu berprasangka yang baik kepada Pencipta kita bahwa Alloh akan selalu memberikan yang terbaik bagi makhluknya. Harapan kita dahulu yang tidak tercapai mungkin belum dikabulkannya karena belum saatnya atau memang di balik semuanya itu ada sesuatu yang kita tak mengetahui dan Alloh saja yang mengetahui bahwa itu ada hikmahnya bagi kita.

Sekarang, setiap malam aku bisa memeluk anak itu, tidur di pelukanku, indah sekali …dan kulihat dia selalu damai ketika kupeluk, kadang-kadang tiba-tiba dia menciumku saat aku sudah tertidur…Aku lihat ketika dia tidur dan kubandingkan ketika pertama kali aku menggendongnya…anakku sudah bertambah besar… Kalau memang anda sudah siap mengadopsi anak, sebaiknya memang sejak bayi sehingga anak tersebut langsung dekat dengan kita. Semoga sharing ini bisa bermanfaat.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.60 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Adopsi anak | 44 Comments


12th March 2011

Bayi tabung untuk bentuk rahim abnormal – Uut Utami

Usiaku 36 th, suami juga 36 th. Tahun ini pernikahan kami sudah menginjak tahun ke-12. Awal pernikahan saya langsung hamil, tetapi pada minggu ke-8 terjadi keguguran sehingga harus dikuret. Hasil USG ada myom dan kista. Selang sebulan saya menjalani operasi kista dan endometriosis, sedangkan myomnya ternyata tidak ada. Saya juga suntik tapros 3 kali untuk mengeringkan endometrosis agar tidak numbuh lagi.

Dua tahun berjalan saya tidak juga hamil. Saya kembali periksa di dokter yang berbeda, hasil HSG ternyata kedua tubaku buntu, hidrosalpink dan rahim berbentuk tanduk. Saya kemudian menjalani tiup 3 kali, sakit memang tapi motoku “semua akan berlalu”. Cek HSG lagi, tubanya nggak mbuka juga dan dokter menyarankan bayi tabung.

Karena suami belum setuju akhirnya kami berobat alternatif mulai dari jamu dan pijat kampung, produk madu dan lebah, herbal untuk TORCH, herbal cina yang mahal dan bikin gemuk (bahkan vertigo), herbal dari timur tengah yang mahal juga dan masih banyak lainnya, semua NIHIL. Akhirnya kutemukan blog ini saya tertarik untuk sengat lebah. Terapi sekitar 15 Kali, aku HSG ulang dan kondisinya tetap sama. Mungkin pengobatan alternatif tidak sesuai untuk kasusku.

Tiga bulan yang lalu aku ke dokter lagi, niatannya bayi tabung. Tes FSHku 6,05 kata dokter bagus, tapi stlh melihat riwayatku aku harus laparoscopy dulu. Tgl 12 feb kemarin operasinya, Hasilnya perlengketan berat di organ perutku, ovarium kiri dan tubanya melekat di usus besar, karena beresiko jadi dibiarkan saja, sedangkan ovarium kanan dan tubanya bisa di bebaskan. tuba kanan menjadi paten tapi fungsi menangkap telurnya diragukan jadi ya tetap disarankan bayi tabung.

Saya optimis untuk menjalani bayi tabung bulan depan, cuma ada sedikit pertanyaan untuk bentuk rahim saya. Setelah saya baca di google untuk rahim bertanduk, nidasi (penempelan embrio agak sulit) dan ada kemungkinan keguguran karena posisi penempelan janin di tempat yang sedikit pembuluh darahnya. Apakah dokter punya kiat khusus untuk menaruh embrio di bagian rahim yang baik? Janin juga susah berkembang karena ruang rahim yang sempit. Bagaimana nanti kalau yang ditanam 2 atau 3 embrio? Tolong dong sharing untuk ibu2 yang punya masalah yang sama denganku. Kalau ada yang pernah operasi koreksi bentuk rahim atau berhasil bayi tabung dengan bentuk rahim yang abnormal, pengalamannya pasti sangat berguna bagiku. Masalahnya saya barusan laparoscopy dan bulan depan mulai program bayi tabung. Saya mohon saran dari teman2 semua. Saya tunggu….

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Endometriosis, Kista, Pengobatan alternatif, Penyebab, Tuba fallopi bermasalah | 28 Comments


11th March 2011

Kistaku ada di tuba – Angie H

Hai semua…Mau tanya dong…

Aku nikah udah 1 tahun 4 bulan, dan belum hamil. Aku awalnya cek ke Prof Nugroho Kampono.. dibilang baik2 aja dan tidak ada kista atau apapun di area ovarium dan kandungan. Semuanya bersih, tapi katanya ada hormon progesteron rendah. Jadilah aku disuruh minum femara dan dipten. 4 bulan kemudian aku tak ada hasil, jadi aku stop ke prof itu.

Akhirnya, coba lagi ke dokter Oetamar Syamsudin di Sam Marie, dia akhirnya nemuin kista di area kanan, tapi area kiriku bersih.. gak apa -apa. Di sini, semuanya diperiksa, termasuk suami. Dan ternyata, suami juga punya masalah yaitu ada varises di bola sebelah kanan, jadi geraknya lambat.

Setelah dilakukan tes juga, ternyata ada antibody aku yang nolak suami, tapi kata dr Otamar tak perlu khawatir karena kadarnya rendah, bisa dibantu pengobatan dengan PLI. Tapi ternyata, kistaku di area kanan makin membesar dan perlu LO.

Karena takut, aku nyari 2nd opinion ke dr Wachyu Hadiseputra…dia bilang emang ada kista di area kanan (tapi letaknya di mana masih rancu), dan ada PCO kanan kiri. Lalu dia minta aku dateng ke dr Bambang Karsono, setelah usg dalem, dia bilang kistaku ada di tuba  puji (Tuhan jinak tapinya), hidrosalpinx, sehingga musti d LO ( jalan satu2nya di LO).

Setelah dapet hasilnya dari dr Bambang, aku balik lagi ke dokter wahyu, dan dia bacain hasil dari dr Bambang. dr Wahyu bilang kemungkinan ada infeksi, kemungkinan terburuknya aku harus diangkat tubanya kalo ada nanahnya (meski ovarium kanan sehat) tapi sedemikian rupa dia upayakan untuk dipertahankan dengan catatan kalau isinya hanya darah. Mau nangiiss bgt rasanya….

Ada yang bisa share ga ya ttg hal ini? bisa ada kemungkinan ga sih kalo cuman disedot aja cairannya? Atau kalo mau dipotong ya bisa ada kemungkinan sambung lagi ga? Karena dari yang aku pernah baca, ada kasus yang bisa dipotong aja daerah yang bermasalah tapi nanti disambung lagi, mengingat ovarium kanan itu sehat.
Bisa ada kemungkinan untuk hamil ga ya dengan keadaanku seperti ini? Minum vitamin apa yang bisa membantu keadaan ini? Makanan yang perlu dihindari?
Aku olahraganya, jogging, jalan cepet sama bernang. Masih bisa ngelakuin aktivitas inikah? atau sama sekali dihindari sebaiknya?

Help! Thx yaa…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Kista | 4 Comments


9th March 2011

IVM sel telur dibesarkan di luar rahim, cari dokter di Jakarta – Widy

Dear all…

Sdh lama sy tdk ikutan nimbrung lg disini…dl sy pernah posting sktr bln agstus yg renc mau ikut bayi tabung di RS Graha Amerta sby, tp berhubung sel telur sy ga berkembang2 akhirnya dihentikan, wkt itu jg penanganannya krng cepat gt n obat2annya dibri 1x gonal F.

Maret 2010 sy bayi tabung di Siloam, dr. Aucky lngsung ksh gonal F 3ampul dan hasilnya sy opu 7 dan jad cm 3 yg semuanya ditanam pas ET, namun bayi tabungnya belum berhasil (hiks…hiks…) Pdhal saat itu kami tinggal di banjarmasin jd bayangkan aja kita yg mondar-mandir.

Oh ya…pra bayi tabung di Graha Amerta habis 23jtan dan bayi tabung di siloam 40jtan blm trmasuk transport ya…

Skrng sy tinggal di jakarta, dengar2 ada sistem bayi tabung yg memakai IVM bukan IVF jd kira2 penjelasannya adl…biasanya kita suntik gonal F agar telur besar ya..dg program IVM sel telur di ‘besar’kan di luar rahim…jd mengurangi sakitnya (dan bosan) klo disuntik di perut tiap hr dan meminimalis dampak kembung dan perut besar…yah spt itulah kira2…sy jg tdk terlalu jelas, sy baca2 di web nya Dr. Prima yg praktek di RSI Muhamadiyah taman puring dan Brawijaya women n children.

Bila ada tmn2 yg tahu ttg atau sdh pernah ke Dr. Prima di info donk…kpn hari sy tanya2 ke Brawijaya, pernah tangani Program bayi tabung ga, jawabnya kok ‘iya, pernah ada’ lha?!?, ga menyakinkan…klo siloam kan da pasti ada wong tiap hr sekitar 10orang lebih ET kok…klo jwabannya brawijaya spt itu kan jd ragu…klo di RSI Muhamadiyah kayaknya ragu juga, bkn knp2 tp kok tempatnya (menurut saya) krng ‘menyakinkan’ gitu buat bayi tabung pdhl Dr. Prima menyarankan disitu…

Friend…bantu info donk…secara sy orang baru di jkt (stay @ depok) yg blm tahu RS.n dokter yg bagus…klo aq baca2 kebanyakan di Morula dan Harkit ya? Jauh ya…ada info lain?

TQ

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Jakarta, Proses, Tempat program bayi tabung | 28 Comments


8th March 2011

Bahagianya, setelah 9 tahun menanti … – Erni Rizal

Akhirnya tepat tgl 26 November 2010 lalu, saya dinyatakan positif hamil dengan usia kehamilan 4 minggu. Sujud syukur dan rasa tak percaya itu menghinggapi saya dan suami. Kami saling berpandangan tak percaya, berpelukan .. sekalipun kami masih terduduk di lab Prodia- Rs Bunda. Tak perduli banyak yang menyaksikan, namun kebahagiaan itu rasanya benar benar milik kami berdua.

Saya sudah menikah selama 9 tahun (2010) dengan usia 35 tahun, begitupun suami. Kami sudah mencoba berkonsultasi dengan beberapa dokter sebelumnya. Namun belum juga membuahkan hasil. Hingga tahun 2009 awal, kami pun melakukan insem di Siloam Kebun Jeruk sebanyak 3x, pun keberuntungan belum menyertai kami ketika itu. Perasaan sedih, kecewa, bosan rasanya berkecamuk. Hingga .. akhirnya saya dan suami berniat untuk mencoba program bayi tabung. Setelah banyak mencari informasi, kami memutuskan untuk mengikuti nya di Rs Bunda dengan dr. Ivan.

Setelah melalui konsultasi pertama, dilakukan transvaginal untuk pemeriksaan kondisi rahim, saya dijadwalkan untuk pemeriksaan darah di tgl 18.10.2010. Lalu tgl 21.10.2010 saya mulai melakukan semprot hidung Synnarel yang berguna untuk menahan sel sel telur yang kelak berkembang untuk “tidak pecah” sendiri sendiri, melainkan berbarengan. Penggunaannya dilakukan 2x sehari. Bila pagi dimulai pukul 08.00-maka malam dilakukan pukul 20.00.

Tepat di tgl 31.10.2010, saya mulai dilakukan penyuntikan f gonal 225 iu sebanyak 8x sampai tgl 8.11.2010. Selama itu saya tetap melakukan pemeriksaan darah dan juga USG dengan dr Ivan untuk mengetahui perkembangan telur dan jumlahnya.

*8.11.2010 Semprot hidung Synnarel dihentikan, dan pukul 20.00 malam, saya disuntik ovidrel untuk pemecahan telur. Tgl 9.11.2010 Saya dijadwalkan untuk istirahat dirumah dan pukul 24.00 mulai puasa utuk persiapan OPU esok hariya.

10.11.2010 Kami tiba di Rs Bunda pukul 08.00 untuk pengambilan set telur. Awalnya didapat 11 telur. Namun yang akhirnya berkembang dengan baik setelah dilakukan ICSI sebanyak 5 telur saja. 3 ditanam sementara 2 embrio lagi di bekukan.

13.11.2010 jadwal untuk Embrio Transfer. Prosesinya diharuskan untuk meminum air putih 1 botol sedang (600ml). Dan selama itu, saya musti menahan pipis sampai prosesi ET berlangsung. Suami dipersilahkan menemani, dan kami pun bisa melihat prosesinya melalui layar screen tv. Dr Ivan menerangkan mana kantung kemih yang penuh oleh air seni, mana pipet pengantar embrionya. Gak lama sih .. cuman karena harus menahan pipis, rasanya jadi lama. Setelah beristirahat selama beberapa jam, akhirnya kami diperbolehkan pulang, dan beristirahat di rumah. Dr Agustine (assisten Dr Ivan) menyarankan untuk rajin mengkonsumsi kc hijau, susu kedelei, putih telur dan ikan (tuna, salmon, kakap, gindara-pilih salah satu), karena proteinnya tinggi.

Selain itu, saya juga mengkonsumsi brokoli (direbus tidak terlalu lama-dan digado), wortel (direbus dan digado) dan tomat yang dicampur gula putih, lalu digado, seperti cemilan kala santai. Hingga kami diminta kembali datang untuk melakukan pemeriksaan urine dan darah tgl 26.11.2010.

Setelah penantian panjang, beristirahat dirumah, mencoba berfikir positif, gak boleh bosan, melakukan hal hal yang ringan, yang disukai, akhirnya tgl 26.11.2010 dilakukan pengecekan di Prodia Bunda Menteng. Alhamdulillah … akhirnya dinyatakan positif dengan Bhcg 2831. “kemungkinan triplet. Bu” demikian sms Dr Agustine mengabarkan. Waaaaa …. haru, bahagia, sujud syukur itu kami tumpahkan dalam doa dan syukur kepada Tuhan. Betapa kami tak sanggup berkata kata, selain mengabarkan berita gembira ini kepada orang tua.

Rasanya semua duka, itu sirna. Kini usia kehamilanku akan memasuki 19 minggu. Alhamdulillah perkembangannya baik dan sehat. Mual mualnya juga sudah mulai berkurang, dan nafsu makan kian membaik. Bila ada yang ingin melihat hasil USG nya bisa mampir ke link http://ernirizal.multiply.com/journal.

Buat teman teman yang masih berjuang menantikan kehadiran calon buah hati, tetap semangat ya … Mudah mudahan pengalaman saya bisa banyak berguna sebagai masukan dan semangat baru untuk tetap berusaha.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Berhasil hamil, Jakarta, Obat, Proses | 60 Comments


3rd March 2011

Semuanya memang kembali kepadaNYA – Dewi

Salam kenal….
hallo teman teman semua,,, saya mau berbagi pengalaman aja.. saya sudah menikah selama 2 th 6 bln, sempat hamil dari bayi tabung pertama tapi Tuhan berkehendak lain, usia kehamilan ku hanya sampai 7 bulan saja, dan anak ku meninggal di dalam kandungan dan harus segera dilahirkan, Puji Tuhan saya sudah pernah merasakan bagaimana rasanya mules dan lahiran normal (hehe, walaupun si calon baby telah meninggal), sedih banget pastinya…..

Selang beberapa bulan saya mencoba bayi tabung yg ke 2 dan yang ke 3 (*hasilnya sama2 negative), tanpa pikir panjang lagi karna kami sudah sangat mendambakan kehadiran malaikat kecil di rumah jadi saya mulai bayi tabung lagi yg ke 4 (*long protocol), cobaan itu datang lagi, pada saat OPU, telur ku tidak bisa diangkat tanpa sebab yg pasti……. (*hancur rasanya pada saat itu….), rasa cape dan putus asa mulai timbul…., sampai2 untuk buka website ini bagiku berat sekali…. T_T
tapi seiring berjalan nya waktu, saya sudah mulai sadar dan bangkit kalau semuanya memang kembali kepada-NYA atas waktu yang telah DIA tentukan, buat teman2 jangan putus asa ya…., kita sama2 berusaha dan berdoa….

Keep Fight, Chaiyoo and GBU

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Masalah kehamilan, Sperma bermasalah | 25 Comments


  • Recent Comments

  • Devina Alvania: Yuni yg cantik alias makcik pimbem.. Tetap semangat dan...
  • Yuni: Iya nih Ciplug menghilang rupanya nulis di sini toh? Hihii Jd...
  • Devina Alvania: Selvy a.k.a. Cipluggggggg Hihi km post ini ga blg2.. Ak...
  • Devina Alvania: Selvy a.k.a. Cipluggggggg Hihi km post ini ga blg2.. Ak...
  • Devina Alvania: Selvy a.k.a. Cipluggggggg Hihi km post ini ga blg2.. Ak...
  • yanti: Mlm semuanya perknlkn sy yanti dr medan. Sy sdh merit msk 6thn....
  • setya: Halo laisya saya juga buntu yg kanan krn infeksi cm dokter kok...
  • itha: @hi arini apa kabarnya…sdh jalan brp week kamu.. @lee, apa...
  • Search

  • Polls

    • Menurut Anda, keberhasilan bayi tabung terutama disebabkan oleh: (pilih max dua)

      View Results

      Loading ... Loading ...