Tuba non patent menjadi terbuka tapi slow spilled – Intan

Dear all, nama saya Intan – 39 tahun. Saya ikut IVF 2007 & 2010. Alasan ikut IVF adalah tersumbatnya tuba falopi kanan, sedangkan tuba kiri diangkat karena KET. Saya sudah mencoba berbagai cara utk membuka tuba tersumbat, mulai dari operasi, accupressure sampai akupuntur tp kelihatannya belum berhasil.

Terakhir saya accupressure ke Sinshe Sukimin, nah di sana saya diurut di kaki sakiiit sekali dan sinshe bilang walau tersumbat tp kelihatannya msh ada harapan. Selang bbrp bulan sakit mulai hilang, ktnya sumbatan “mulai longgar”. Tetapi krn kesibukan kerja saya tidak sempat lagi meneruskan accupressure.

Singkat cerita saya akhirnya memutuskan utk ikut IVF lagi, tp dr bilang hrs laporoskopi dulu utk melihat ada problem apa di rahim saya. Saya menjalani laporoskopi Jan lalu, dan ternyata ada endometriosis ringan (stadium 2) yg kemudian dibakar/dieksisi oleh dr. Yang saya cukup shock, hasil laporoscopy menunjukkan tuba falopi saya terbuka tapi “slow spilled”, kt dr waktu di’test’ cairannya masuk tetapi lambat. Mendengar ini sempat saya heran krn selama ini tuba kanan saya selalu non patent apabila di HSG.

Skrg wlpun saya tetap berencana akan ikut IVF lagi krn usia, saya ingin tanya apakah ada teman2 yang memiliki pengalaman sama dengan saya, yaitu tuba yang non patent menjadi patent? saya cuma bisa menduga ini hasil accupressure yg saya jalani dgn sinshe sukimin. Cuma kesimpulan “slow spilled” membuat saya ragu untuk menempuh jalan selain IVF, misalnya IUI. Apakah ada teman2 yang tuba falopinya juga slow spilled tp bisa hamil natural atau tanpa IVF? moho masukan ya.. terimakasih sebelumnya

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Ada yg pernah ke sana Tropicana Medical Center di KL – Michelle

Saya Michelle. Saya pernah posting ttg ikut program bayi tabung di BIC dgn dr. Taufik Jama’an, dimana kemudian saya mendapatkan seorang bayi perempuan yg sekarang usianya sudah 17 bulan. Saya berencana untuk mengambil program bayi tabung di BIC lagi. Akan tetapi krn 2 anak saya sdh perempuan, saya bermaksud mencoba untuk memilih jenis kelamin embrio yg akan ditanam.

Oleh dr. Taufik saya ditawarkan untuk melakukannya di klinik Tropicana Medical Clinic di Dhamansara, Kuala Lumpur. Dari situs webnya, saya melihat bahwa klinik ini baru saja memiliki fasilitas untuk melakukan PGD (kalau gak salah Pre-Pregnancy Genetic Detection), yg berguna untuk mendeteksi kelainan genetis dari embryo yg akan ditanam dlm proses bayi tabung. Kebetulan sejarah kehamilan saya bisa diterima untuk melakukan PGD (usia mendekati 40 tahun, sejarah keguguran/blank ovum lebih dari sekali).

Saya ingin tahu apakah ada yg pernah melakukan terapi di TMC. Bagaimana dengan akomodasi yg tersedia di sana, dokter yg direkomendasikan dan info-info lainnya. Terima kasih sebelumnya!

Michelle

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Azoospermia, varikokel dan spermatokel – Sandra

Halo teman – teman seperjuangan 😀

Saya ingin sharing pengalaman saya dan suami, sekaligus ingin bertanya juga.
Kondisi yang kami alami yaitu suami azoospermia, varikokel grade 3 (kiri) grade 1 (kanan) serta spermatokel (kiri). Kmrn pada tgl. 17 jan sudah dilakukan operasi varikokel (sekaligus pembuangan kistanya) dan TESE.

Tadinya kami berencana langsung masuk ke program bayi tabung setelah operasi ini selesai (FYI kami mrpkn pasien BIC). Namun setelah operasi kemarin, dr spesialis urologinya, dr.Ponco menyarankan utk melihat perkembangan dr ops. Varikokel nya dl, krn ada peluang sumbatan penyebab Azoo nya bisa terbuka, peluangnya sekitar 40%. Oleh karena itu, bayi tabung nya dipending dl, selama 3 bln. Oiya, hormon suami saya dalam range normal smuanya. KMrn dari ops. TESEnya jg sperma sudah difreezing.

Pertanyaan saya ke forum, apakah ada yang berhasil mengalami peningkatan sperma setelah diops.varikokelnya? Dan apakah ada saran utk konsumsi utk meningkatkan sperma?

Pertanyaan kedua, kmtn itu saya tdk lgsg diberi tau jumlah sperma yg didapat utk difreezing. Ktnya setelah 1 minggu br diberi tau. Apakah memang spt itu prosedurnya? Krn saya berpikir, klo tdk tau brp jmlhnya, bagaimana lab menentukan jumlah yg hrs difreez?

Sekian pengalaman dari saya dan suami teman2..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Duka dan suka ikut program kehamilan di Belanda – Evelyne

Tanggal 17 januari 2012, Saya ikuti saran dari dokter salah satu rumah sakit di rotterdam. saya konsultasi dengan dokter di rumah sakit erasmus. Saya begitu kaget karena semua di mulai di awal kembali. Karena dokter dari rumah sakit maastad yang merujuk kami ke rumah sakit besar erasmus, rotterdam. Terpaksa kami harus menjalani wawancara kembali, scho kembali dan 2 minggu lagi baru di lihat hasil rapat para dokter untuk memutuskan apakah kami berhak atau tidak.

Saya berumur 34 tahun sedangkan suami berumur 74 tahun, mungkin mailers pasti tertawa membaca umur suami yang sudah Tua usia. Tapi kami berdua masih semangat untuk bisa memperoleh buah hati. Sedihnya, si dokter justru mengatakan “suami ibu sudah tidak muda lagi?” pikir saya…masalah mati dan hidup itu hanya Tuhan yang punya otoritas.saya tetap tersenyum menanggapi pertanyaan-pertanyaan mereka. Yang ada di dalam hati saya “apakah salah jika saya menginginkan seorang anak?” sempat sedih sekali mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut. kalau saya bisa hamil alami saya bersyukur sekali. Tapi tetap kami harus berusaha, berharap dan Tuhan yang menjadikan semuanya. Berharap keajaiban itu datang kepada kami berdua 🙁

Yang paling menyedihkan adalah ketika kami tahu bahwa dokter yang merujuk kami tidak mengirimkan berkas-berkas lama saya dan suami ke rumah sakit yang di rujuk.

Saya selalu baca tulisan-tulisan mailist di sini. semuanya cukup menguatkan saya untuk terus bersabar dan berharap.
tanggal 31/1/2012 kami ingin mendengarkan berita apakah program bayi tabung bisa di lanjutkan atau tidak bisa.

salam, evelyne

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Ada yang pernah mengunjungi Singapore Fertility & IVF Centre di Penang? – Angela

Dear all…
Saya angela, sudah 8 tahun belum pernah hamil. Terakhir saya di laparaskopi oleh dr. Tono Bandung dan dr menyatakan bahwa saluran telur saya sudah rusak dua2nya, jadi jalan satu2nya saya harus bayi tabung.
Liburan tahun baru kmrn sy ke Penang, kebetulan saya menginap di hotel Berjaya, Pulau Tikus.. Di seberang hotel, ada Adventist Hospital, banyak orang Indonesia berobat di sana, karena kebetulan suami saya juga mencoba berobat untuk sakit maag nya.

Di sebelah Adventist Hospital, ada klinik namanya Singapore Fertility & IVF Centre ( Pusat Pakar Wanita & Kesuburan & IVF ). Saya coba check up ke sana, sambil membawa hasil laparaskopi dari dr. Tono. Di klinik ini ada 2 dr yg praktek, yaitu dr. KHAW SOO BENG dan dr. ONG MAY LIAN yg ternyata adalah suami istri. Saya bertanya tentang program bayi tabung, karna harga yg tercantum di brosur, total 8000 RM ( 24 jt rp ). Dr menjelaskan kepada saya proses 8000 RM itu dari proses penyuntikan pertama sampai penanaman embrio. dr. khaw soo beng ini beliau juga praktek di Adventist hospital, tetapi untuk proses bayi tabung, dia kerjakan di klinik nya yg berada di sebelah Adventist hospital bersama istrinya. Beliau bilang, klinik ini sudah berdiri 12 tahun, sehngga pengalaman tidak usah diragukan lagi. Tapi hanya menggunakan fresh embrio, jadi tidak ada embrio yg dibekukan.

Apakah teman2 ada yg pernah kesini ? atau tahu tentang klinik ini ? Terima kasih atas perhatian nya

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...