bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

7th October 2011

Bayi tabung pertama – Lia

Hi teman-teman. Nama saya Lia. Setelah setahun menyusun rencana, akhirnya saya bisa melakukan bayi tabung. Untuk hasilnya masih belum tahu karena masih ada sepuluh hari lagi baru saya akan melakukan pemeriksaan darah(bhcg).

Masalah fertility sudah saya sadari dari beberapa tahun yang lalu. Tapi karena kurangnya pengetahuan dan informasi, saya baru “terbuka” untuk melakukan bayi tabung sejak setahun yang lalu. Sebenarnya, sejak membuka web ini (thanks, bayi-tabung.com). Ternyata bayi tabung tidak semahal yang saya bayangkan dulu. Hampir semua artikel saya baca, mulai yang proses, berhasil sampai yang gagal.

Dari semua artikel, kesimpulannya ada 4 kota yang bisa jadi pilihan saya, Surabaya, Jakarta, Medan dan Penang. Akhirnya saya pilih Penang. Selain tingkat keberhasilannya relative tinggi, dekat dengan Medan, kota asal saya. Karena umumnya keluarga saya tinggal di Medan. Saya pun mulai mengumpulkan informasi lebih banyak dari teman-teman atau temannya teman yang pernah bayi tabung di Penang, tepatnya di Lam Wah Ee Hospital dengan dokter Ng Peng Wah. Sampai saya punya “mentor” segala! (thanks kak Karina di North Carolina!)

Setelah beberapa email dengan asisten dokter Ng (miss Low), akhirnya Desember 2010 lalu saya pertama kali bertemu dengan dr Ng Peng Wah. Orangnya tidak sedingin yang saya bayangkan dari artikel-artike yang saya baca sebelumnya. Tapi memang dia bukan orang suka berbicara banyak. Intinya, kita harus percaya dengan keputusannya. Kalau saya biasanya tetap tidak tahan untuk diam dan suka bertanya, “bagus, dok?” atau “bagaimana, dok?” dia akan menjawab sekedarnya. Kalau butuh penjelasan detail, bisa langsung masuk ke ruang konsultasi, Miss Low Bin Kee dengan senang hati pasti membantu.

Karena mens saya memang tidak teratur, saya memang harus mengkonsumsi profera (untuk datang bulan) supaya tepat saat bertemu doker nanti Hari ke2 mens. Tapi apa boleh buat, mens yang sudah saya hitung sangat rapih ternyata datang terlambat! Saya dan kakak harus memperpanjang tinggal di Penang karena harus bertemu dokter lagi dua hari kemudian. Dan tiket Airasia pun hangus!

Setelah pemeriksaan darah keluar, akhirnya dokter menganjurkan saya bayi tabung, seperti yang saya rencanakan. Kebetulan saya sudah dua kali iui/insem dan gagal. Karena pco dan mens saya tidak datang kalau saya tidak makan obat (bahkan pernah lebih dari 6 bln!). Saya jelaskan kalau saya biasa konsumsi profera. Tapi dr Ng menganjurkan obat lain yang sedikit lebih ringan, Neosteorin. Dan karena saya bilang kalau saya butuh waktu untuk memutuskan kapan mulai program, dr memberi saya stok obat untuk 6 bulan. Yang harganya kurang dari RM20. (saya lupa pastinya) Pertengahan Agustus 2011 lalu akhirnya program saya dimulai. Thanks to Gege yang program Agustus tahun lalu jadi paling tidak ada gambaran lama dan prosesnya.

24 Agustus saya mulai suntik suprefac 40iu selama dua minggu. Karena memang rencana untuk suntik sendiri, saya bawa semua obat ke medan dan kembali ke Penang dua minggu kemudian.

8 September saya kembali bertemu dengan dr.Ng. setelah diperiksa, saya harus memperpanjang suprefac dua hari lagi dengan dosis 15iu. Baru kemudian 10 September mulai suntik Puregon 175iu dan suprefac 15iu. dengan membawa instruksi untuk lima hari, saya pulang lagi ke medan.

15 September. Dari begitu banyak telur yang ada (PCO) hanya ada 3 telur yang membesar. Tapi dr Ng bilang, itu masih normal. Suntikan dilanjutkan untuk dua hari kedepan. Kali ini saya tidak bisa balik ke Medan lagi karena dokter minta periksa setiap dua hari. Disini saya salah perhitungan dengan bookingan apartment yang akhirnya bisa terselesaikan juga.

17 September, terlihat 7 telur yang bergerak membesar. Kali ini dr Ng terlihat kecewa. Katanya ini kurang bagus. Saya panic! Pulang ke rumah saya cerita dengan kaka yang punya apartement. Dia nganjurin saya belanja kepiting bertelur dan dibuat sup. Katanya bisa membantu. Disaat seperti ini, apa pun yang katanya membantu pasti kita lakukan. Karena yang saya tangkap, intinya kita butuh asupan protein tinggi. Di pasar, saya bukan hanya beli kepiting yang sudah dijamin ada telurnya (kata yang jual dan terbukti!) tapi juga kebetulan melihat telur ikan. Saya beli. Dirumah saya buat sop ala kadarnya.(kebetulan saya kurang pandai masak).

Mungkin karena sop kepiting dan telur ikan mungkin juga karena reaksi badan, yang pasti saat diperiksa pada 19 September, ada lebih dari sepuluh telur yang berkembang. Ukurannya bervariasi. Kali ini dr bilang sudah cukup bagus tapi jangan terlalu di dipaksa. Karena saya pco, dokter harus take it easy sama telurnya. Ada teman (kak erna!) yang mulai start suprefac di hari yang sama (24 Agustus) sudah siap panen (opu) pada 22 September tapi saya masih tetap suntik. Hanya saja Puregon diturunkan jadi 150iu sedang suprefac tetap 15iu.

21 September, dr Ng memutuskan saya opu tanggal 26 Sep. Puregon dihentikan karena takut kebanyakan telur yang berkembang, hanya suprefac untuk satu hari. Hari itu memang dokter sedikit panic,telur saya yang berkembang dalam dua hari terakhir ini terlalu banyak. Dr. Ng malah sempat mengatakan kalau kondisi saya tidak memungkinkan setelah opu, et akan ditunda sebulan kemudian karena besar kemungkinan saya tidak akan kuat. Lemas rasanya. Hanya dalam hati, saya yakinkan diri kalau saya PASTI bisa!
24 September, ovadrell. 25, santai.

26 the big day! Sempat panic karena nurse d bagian ivf center sempat cari-cari suami. Katanya butuh sample baru. Yang dikasih kurang bagus! Wah, suami tambah pusing, mana bisa keluar lagi. Tapi akhirnya suster bilang gak masalah lah kita proses aja sample yang ada. Sempat lemas juga. Tapi karena dia bilang jangan khawatir ya sudah lah.

Meski dibius, saya merasa dengar nurse di ruangan opu sebut 18. Tapi menurut Mis Low, ada 11 telur yang layak dibuahi. Dan kami harus menghubungi ivf centre keesokan harinya untuk memastikan kapan et dilakukan. Senangnya ketika mereka pastikan 29 September jam 10 pagi akan dilakukan ET.

29 September, embrio transfer (et). Dari 11 telur, hanya 5 yang berhasil jadi embrio yang menurut dr Ng kulitasnya sangat bagus. Ada 3 embrio yang ditanam ke rahim dan 2 dengan grade A dibekukan. Rencana, 12 Oktober nanti saya periksa darah untuk terima raport. Lulus atau tidak. Tiap hari saya berdoa supaya usaha ini diberkatiNya. Tapi kita kan cuma bisa berusaha, yang menentukan tetap Yang Diatas. Saya bawa santai saja, berpasrah. Teman-teman, bantu doanya juga ya supaya usaha kita berhasil. Hari ini ada kak Uli sedang ke rumah sakit untuk terima raport. Kak Erna tanggal 6 Oktober. Dan beberapa teman lainnya seperjuangan di ruang tunggu!:D

Meski tulisan ini sedikit telalu panjang, banyak sekali yang masih ingin saya sampaikan untuk teman-teman yang berencana bayi tabung di Penang. Kalau bayi-tabung.com, bersedia saya akan kirim beberapa artikel lagi.

Untuk informasi, biaya yang saya keluarkan untuk berobat RM 9453.70 atau sekitar RP 27.415.730,- dengan kurs RM1=RP2.900. (saat ini kurs Rp 2.800an). untuk penginapan, pukul rata aja RM45 permalam, saya disini hampir satu bulan(29 hari) RM1.305 (Rp 3.784.500,-). Hitungan ini tidak bisa dipastikan sama untuk setiap orang karena jumlah obat dan hari pemakaian tidak sama. Tetapi paling tidak teman-teman yang berencana untuk melakukan bayi tabung bisa memiliki gambaran. Semoga pengalaman saya ini bisa membantu semua. Terima kasih sudah membacanya 😀 (lia)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.75 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Malaysia, Obat, PCO, Proses | 43 Comments


17th September 2011

Pernah KET ingin coba bayi tabung – Susan

Hai, aku mau ikutan sharing ya…
Namaku susan, umur menjelang 30 dan usia pernikahan hampir 3 th. 8 bulan pernikahan aku mengalami flek2, tapi ga sebanyak haid, akhirnya aku cek ke dr. Dr bilang hormonku ga stabil, jadi dikasih obat terapi hormon. Sebulan makan obat penghenti haid, malah ada kista di ovarium. Sesudah itu program hamil menggunakan profertil pada haid hari ke-3 selama 5 hari. Kira2 terapi 6 bulan dinyatakan gagal, harus ulang.

Aku berhenti karena lelah, 4 bulan kemudian aku sakit perut di kanan bawah. Opname di rs dan dinyatakan ada kista, dr menyarankan untuk operasi tapi saya ga mau.
Akhirnya terapi pakai obat supaya kistanya hilang. Bulan berikutnya aku hsg untuk mencek saluran tuba karena kista sudah mengecil, jadi boleh program hamil. 5 hari setelah hsg, saya muntah2 dan sakit perut, langsung masuk ugd dan dr menyatakan aku KET, saat itu juga operasi. Tuba kananku diangkat karena sudah pecah & pendarahan. Tapi ovarium kanan masih dipertahankan.

Selesai operasi, aku masih kontrol selama 3 bulan dan hsg juga, dr bilang aku masih bisa hamil alami.
Setelah 3 bulan itu aku berhenti ke dr, istirahat selama 6 bulan. Aku kembali lagi ke dr, kali ini ke dr spesialis fertilitas, dan dinyatakan aku ga mungkin hamil alami, persentasenya cuma 8%. Dr bilang tuba kiri yang tersisa pun kondisinya ga bagus, fimbrae-nya udah gundul malah. Saran dr, laparoskopi untuk melihat tuba secara pasti, kemudian ikut bayi tabung. Aku pindah ke dr lain yang masih mau coba tanpa bayi tabung. Aku ditiup alias dihydro, dr bilang hasilnya bagus karena obatnya masuk semua tanpa tersisa. 3 bulan aku program hamil masih belum berhasil sampai akhirnya ada kista udah 7 cm di ovarium kiri.

Setelah sebulan makan obat, aku coba cari alternatif lain ke dr di penang. Dr menyarankan aku untuk bayi tabung karena masalah tuba.
Yang saya bingungkan sekarang, kalau mau bayi tabung, lebih baik di mana? Pilihanku di penang dengan dr Ng, atau di surabay dengan dr Aucky? Aku tinggal di bandung, mengingat perjalanan bandung-penang atau bandung-surabaya sama aja.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Kehamilan ektopik, Kista, Tuba fallopi bermasalah | 24 Comments


13th September 2011

Foto bayi tabung – Rouf Rofi

Nama anak:
1. Muhammad Rouf Nurul Huda
2. Muhammad Rofi’ Nurul Huda

Nama Ortu: Bapak Sumadi & Ibu Kepi

Tanggal Lahir: 12-Feb-2011, Tempat dan Dokter: Bunda International Clinic (BIC)-Jakarta, Dr. Ivan Rizal Sini Lama menikah: 9th+

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 1.33 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Foto bayi tabung | 35 Comments


11th September 2011

PCO berhasil hamil dengan bayi tabung – Yens

Hi semuanya….saya ingin share kesuksesan saya mengikuti bayi tabung,
dari remaja haid saya tidak teratur, 3 bulan sekali bahkan terkadang setahun hanya haid 2 kali, saya tidak pernah menghiraukan semasa remaja, karena membayangkan ke dokter kandungan dan usg transvaginal membuat saya takut.
lalu sampai akhirnya saya menikah 3 tahun belum juga hamil, mulailah saya ke dokter, kata dokter telur saya banyak tetapi kecil kecil ukurannya itu yang membuat haid saya tidak teratur.

Saya pernah hamil dengan obat penyubur yang diberikan dokter tetapi blighted ovum dan akhirnya harus dikuret, kemudian saya ikut bayi tabung di siloam dengan dr aucky,
disuntik puregon dengan dosis 100 selama 9hari, kemudian opu mendapatkan 8 oosit yang kemudian yang jadi setelah dibuahi ada 6, 5 hari setelah opu saya et dengan 3 embrio : 2 excellent blastosit dan 1 good blastosit, kemudian disuntik pregnyl 2 kali dan saya sempat Terkena ohss selama 5 hari setelah disuntik pregnyl yang kedua. Kata dokter kebanyakan yang mengalami ohss setelah et akan hamil, dan ternyata dugaan dokter benar saya hamil setelah pemeriksaan bHcg saya sebesar 1000, saya dan suami sangat senang sekali, dan kata dokter ada kemungkinan janin kembar.

Saat ini saya sedang menanti nantikan usg pertama tanggal 24 nanti, yang saya rasakan sekarang ini tidak mual dan tidak pusing dan tidak muntah….
adakah yang pernah mengalami hamil seperti saya tidak mual dan pusing? Ada yang sedang menunggu usg pertama sama seperti saya? kalau ada bagi pengalaman dong….
makaci…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Berhasil hamil, OHSS, PCO | 37 Comments


10th September 2011

Biarpun pakai donor telur usaha saya …… – Flowers

Salam sejahtera,
Ibu2 & Bapak2 seperjuangan untuk sebelumnya saya mohon maaf kalau identitas saya rahasiakan.
Saya tinggal selama 14 thn di IBU KOTA di salah satu negara di EROPAH. Suami saya WNA Eropah. Lama menikah 7 thn. Thn 2005 saya pernah operasi untuk angkat Endometrios di rahim sebelah kiri. 1 thn saya dilarang hamil biar jahitan bekas operasi sembuh benar. Sampai thn 2007 buah hati belum datang juga, kami memutuskan bayi tabung dng protocole yg sangat panjang & sangat rinci untuk kami berdua.

Waktu pengecekan ternyata Endometrim saya tumbuh lagi malah di 2 tabung tersumbat semua + sperma suami tidak begitu TANGGUH padahal waktu itu kami BERUMUR 34 thn jadi belum begitu tua.
Prof.dr juga menerangkan bahwa keadaan rahim saya lebih tua dari umur saya, Kami tak tahu kenapa kami punya kelemahan itu, Padahal kami pasangan dg berat badan ideal, rajin berolah raga malah itu Hoby kami. POLA makan juga selalu kami perhatikan rata2 Organic Food, Kami tidak perokok & peminum, Siklus haid saya teratur dari dulu, tapi entahlah…. Prof.dr bilang itu penyakit Misteri semua orang bisa terkena tak pandang bulu.

Saya tak perlu menjelaskan seluruh protokol bayi tabung secara rinci karena, pil2 & obat2 suntik semuanya HAMPIR = yang di Indonesia & juga di negara lainnya, hanya waktu pertama kali program bayi tabung, kami harus tanda tangan surat persetujuan untuk segala macam a/l : ambil darah yg akan digunakan untuk segala macam test vaksin imunisasi juga DNA yg hasilnya 2 bln kemudian, harus konsultasi dg Psikiatri juga psikolog di tambah pengobatan alternatif saya a/l: Akupuntur, Homeopathy, Jamu/Madu, Pijit…Peramal… dls….semua saya lakukan.

3 kali saya bayi tabung dng cara yg canggih & maksimal dari thn 2007 sampai thn 2009 sampai lemari obat2an saya penuh dg obat2 untuk bayi tabung. Setiap program bayi tabung Prof. dr kasih resep obat untuk 4 bln inseminasi jadi saya ambil berpak-pak obat2 itu di apotek. Sayangnya semua bayi tabung saya gagal total biarpun dosis obat2an tinggi, saya hanya bisa menghasilkan 1/ 3 telur dan semuanya tak bertahan hidup = tak sempat di buahi sperma suami. Sedih hati saya tiap kali gagal saya hanya menangis & meratap (suami saya menangis secara sembunyi di kamar mandi).
Tapi kami tak patah niat karena kalau masih memungkinkan kami mau coba lagi, untungnya semua program bayi tabung ini ditanggung oleh ASKES kami jadi semuanya GRATIS 100% .
Tapi apa daya pihak Prof.dr2 di RS itu memutuskan kami tak BERHAK bayi tabung lagi karena lihat SITKON telur saya jadi kami disarankan untuk DONOR TELUR (DT).

Kesal & sedih hati saya saking kesalnya obat2an sisa bayi tabung saya buang ke tempat sampah (tapi saya benar2 MENYESAL setelah obat2 itu jauh ) saya pikir bisa kasih orang yg senasib dg saya untuk amal apalagi banyak obat2 yg tersisa tapi masih baru & belum saya buka, saya tahu harga obat2an itu berjuta2.
Waktu itu saya putus asa & kesal sekali karena untuk ikut DT di negara ini kami harus menunggu 3 s/d 5 thn karena banyak peminta tapi tak banyak pendonor kecuali kalau kami bawa donor sendiri (syaratnya seorang ibu berumur di bawah 36 thn & sudah beranak) maka program DT saya langsung di laksanakan.
Saya meminta adik & ponakan saya di DESA (semuanya masih muda, berkeluarga & punya anak) kalau mereka bersedia jadi donor tentunya mereka saya bawa ke Eropa. Sayangnya setelah saya jelaskan apa itu inseminasi dari awal sampai akhir (DT protokolnya sama dg bayi tabung cuma berakhir sampai OPU), mereka ketakutan apalagi untuk OPU pake anestesi segala mereka tak mau biarpun saya kasih imbalan.
Tak ada pilihan lain saya cari2 di internet kalau ada wanita yg bersedia jadi DT, tentunya saya kasih imbalan meskipun di negara ini imbalan dilarang & bisa di hukum penjara/denda tapi saya tak perduli. Saya cari dulu di negara ini kalau tak ketemu, kami bertekad DT di negara lain. Informasi RS2 & klinik2 fertilitas di negara2 Eropah & lainnya saya catat & simpan.

Untungnya saya menemukan 2 ibu yg bersedia jadi donor, Saya sebut saja ibu A & ibu S.
* Ibu A berumur 28 thn & sudah punya 3 anak, tinggal di kota L sebelah utara (300 km dari kota saya) tapi dia masih menyusui anak terakhirnya, jadi saya harus nunggu sampai dia selesai masa menyusuinya.
Ibu A ini tak mau IMBALAN SEPESERPUN dia bercerita dulu dia pernah keguguran saat usia kehamilannya baru 4 bln, Sejak kejadian itu DIA berjanji dg TUHANNYA bahwa kalau dia beruntung hamil lagi & punya anak dia mau jadi pendonor telur untuk menolong orang2 seperti saya. Saya jadi terharu membaca @nya.
* Ibu S berumur 19 thn, punya anak 1 & lagi hamil 7 bln dia tinggal di kota SM sebelah selatan (150 km dari kota saya) & saya juga harus nunggu sampai dia melahirkan. Dia meminta imbalan tapi tak perduli berapa saja katanya. Saya juga tidak perduli yg penting siapa yg pertama siap jadi donor itu yg saya pilih.

Hampir 1 thn saya tunggu, saya selalu rajin minta kabar dari ibu2 itu, kami malah sempat tukeran foto & kartu pos. Tapi akhirnya Ibu S mengundurkan diri karena dia mengalami pendarahan banyak waktu dia melahirkan & dokter ginekolognya menganjurkan dia untuk membatalkan jadi DT karena banyak resikonya, jadi harapan saya hanya ibu A.
Akhirnya Bulan Februari 2010 Ibu A siap untuk program DT untuk saya, tapi dia tak mau di kota saya alasanya karena dia punya 3 anak yg masih BALITA jadi repot untuk perjalanan PP 300 km.
Tak ada solusi lain saya & suami pindah program DT di RS di kota L, semua program baik kami & ibu A semuanya GRATIS hanya ongkos kereta api PP bayar sendiri tapi nanti dikembalikan oleh ASKES kami. Ibu A mulai melakukan test dari A sampai Z di RS di kotanya & selesai +- 6 bln kemudian. Waktu OPU ibu A menghasilkan 30 telur yg semuanya sangat bagus.

Dan menurut UU di negara ini TELURNYA BUKAN UNTUK SAYA tapi untuk pasangan2 lain yg bermasalah = saya, Tapi juga yg RASnya = ibu A yg bermata hijau kelabu & berambut pirang. Setiap pasangan hanya berhak 5 telur untuk dicampur dg sperma suaminya masing2, (identitas pasangan2 itu & identitas ibu A sangat DIRAHASIAKAN oleh pihak RS, jadi mereka tidak bakalan saling kenal). Sebagai gantinya karena saya bawa pendonor (ibu A) program DT kami di nomer satukan malah kami berhak ikut 2x DT (tanpa harus bawa pendonor lagi) kalau programme DT yg pertama kami gagal.

Hanya sayangnya di kota L ini belum ada dlm daftar pendonor yg RASnya seperti saya (RAS ASIA) semua identitas pendonor untuk saya ini di RAHASIAKAN oleh pihak RS, mereka hanya menjelaskan saja. Saya sudah menduga sebelumnya karena saya tahu di kota L ini, rata2 penduduknya berkulit sangat putih dg bintik2 coklat di kulitnya, bermata biru, hijau, kelabu & coklat terang dg rambut asli yg berwarna kuning emas atau pirang. Sedangkan saya bermata sipit dg kulit sawo matang & suami saya berkulit putih biasa bermata coklat terang & berambut pirang.
Prof.dr kasih 2 pilihan kepada saya, solusi pertama : tunggu, mungkin kalau beruntung ada pendonor RAS ASIA mungkin 1s/d 5thn tunggu atau mungkin tidak ada sama sekali, Solusi ke 2 : menerima pendonor yg RASnya seperti SUAMI saya (jadi kalau saya beruntung hamil & melahirkan, anak saya berwajah 100% Eropah). Saya kecewa sekali mendengarnya tapi karena saya pingin punya anak dari rahim sendiri saya tak mau tunggu lagi, solusi ke2 saya terima. Kamipun mulai siapkan dokumen2 yg di minta oleh UU negara ini untuk protokol DT, a/l : kami harus bikin surat perjanjian yg isinya macam2, disaksikan & di tanda tangani oleh NOTARIS, konsultasi dg psykolog & test DNA lagi.
Cuma enaknya hanya Pihak pendonor yang harus inseminasi total & komplet, Sedangkan inseminasi saya (sebagai pihak penerima Embrio) hanya sedikit,Cuma 21 hari sesudah haid harus suntik Enantone 1x, terus 2 minggu kemudian folice acid, Provames, Progesterone (tiap hari sampai usia hamil 3 bln).

Bln Mei lalu kami ke kota L untuk ET, sehari sebelumnya saya harus minum Xanak & Spasfon. Waktu tunggu giliran di ruang tunggu itu, saya perhatikan ada 9 PASANGAN yg istri / suaminya RASnya mirip dg suami saya, MUNGKIN untuk giliran ET seperti kami dg pendonor yg sama. Di ruang tunggu itu semuanya berwajah beku / sedih seperti kami, tak ada keinginan untuk menyapa/ngobrol.
Dari 5 telur pendonor yg di campur dg sperma suami saya, hanya 3 yg jadi (1 Blastocyst). Yg di masukan ke rahim saya hanya SATU, saya hanya BERHAK SATU-SATU menuruti peraturan RS di sini, Penyebabnya ukuran tinggi badan (menurut ukuran negara ini saya termasuk pendek, jadi berbahaya & beresiko tinggi kalau kembar). Yg 2 embrio lainnya di simpan di RS di kota L tidak bisa di TRANSFER ke kota saya.

Kembali ke kota saya, 2 minggu kemudian saya cek darah & positif hamil, herannya Perasaan kami biasa2 aja, bahagia sih tapi dlm hati kecil kami menduga enggak bakalan bertahan, kami memutuskan untuk tidak membicarakan kehamilan dlm rumah. Malah sudah bertahun2 kami menghindari dari segala perkumpulan & pergaulan baik dari pihak suami juga dari pihakku.
Karena tiap kali ada undangan atau acara2 di KEDUTAAN pertanyaan orang2 selalu seputar kehidupan pribadi kami :….berapa lama menikah ?…..punya anak berapa ?…..dsl…Jadi kami merasa sedih & enggak enak sendiri.
Untungnya selama masa hamil itu saya tak pernah punya rasa muntah2, pening, lelah, dls….semua oke2 aja seperti saya tak hamil saja, saya pikir mungkin karena obat2an yg saya konsumsi tiap hari. Kegiatan sehari2 saya lakukan seperti biasa cuma olah raga saya stop. Satu bln setelah ET saya echographic, embrio saya baik2 aja, detakan jantungnya juga lancar kami terharu melihatnya biarpun hanya sebesar udang.
Waktu konsultasi lagi dg dr Gynekolog di dekat rumah saya, dia kasih surat perintah untuk echographic kalau usia kehamilan mencapai 12 minggu untuk melihat apakah organ tubuh, tulang & Syaraf bayi sudah membentuk, Katanya penting untuk test TRISOMY 21, test itu untuk mengetahui apakah jabang bayi kami cacat mental & fisiknya atau enggak. Nanti terserah kami kalau bayi itu mau terus disimpan atau digugurkan.

Tgl 12 Juli saya ecographic 12 minggu kehamilan untuk test TRISOMY 21 itu & dugaan saya jadi kenyataan, jabang bayi saya sudah tak bergerak lagi, tapi saya masih penasaraan 3 hari kemudian saya echo ulang, lagi2 hasilnya IDEM. Gynekolog menyarankan saya untuk menyetop semua obat2 yg saya konsumsi untuk memperlancar proses keguguran.

Kami tak bisa menjelaskan emosi sedih kami tapi kami tak kapok2 biarpun jatuh bangun & jatuh lagi yg jelas kami tetap berusaha selama masih ada kemungkinan. Kami merencanakan ET ke2 bln November ini.
Sekarang umur kami sudah 38 thn & sebenarnya saya sendiri sudah MUAK juga LELAH dg segala teknologie canggih yg membuai harapan tapi blm tentu nyata, tapi apa daya hasrat untuk punya anak melebihi segalanya maklum saya manusia biasa.
Memang kami beruntung semuanya GRATIS tapi masalah sedih & perasaan tak bisa diganti dg UANG.
Saya sering membandingkan dg 3 orang teman2 main kecil (sekelas waktu SD) yg tinggal di desa, mereka jg tak dikaruniai anak tapi mereka tak SE STRES saya, karena mereka tak pernah tahu apa itu Bayi Tabung, Donor Telur, Surrogate Mother, Donor Sperma….dls

Nyatanya biarpun teknologi canggih kalau TUHAN belum menentukan tak ada yg mampu menandingi kehendaknya. Kami hanya BERDOA & BERDOA hanya itu yg bikin hati kami sedikit tentram. Kami turut merasakan perasaan Ibu2 & Bapak2 yg situasinya = kami, kami tak bisa memberi saran hanya jangan henti berdoa dari semua kegagalan mungkin ada rahasia untuk kabahagiaan mendatang.
Kalau semuanya tak memungkin lagi kami merencanakan untuk adopsi, Biarpun persyaratan untuk adopsi LEGAL bagi saya WNI & suami saya WNA EROPAH ternyata EXTRA RUMIT dari DT tapi kami akan mencobanya.
Salam Sejahtera Selalu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Adopsi anak, Donor, Endometriosis, Pengalaman di klinik/rumah sakit | 108 Comments


8th September 2011

Pertolongan Allah SWT begitu dekat, dgn multipel endometrioma ovarium kanan dan kiri – Didien

Assalamualikum Wr.Wb

Sy mw sharing tentang pengalaman ivf yg pernah sy jalani. Smoga sharing sy bs bermanfaat unt teman2 yg ingin menjalani ivf. Sy dan suami sdh menikah selma 1th. sblm menikah sy sdh tau kl sy py kista di ovarium kanan sy. tp sy tdk sangka stlh 1,5 th sy biarkan sja semakin parah kondisi sy. Hal ini pertama kali sy ketahui setelah sy memeriksakan diri di Prof. Samsul Hadi Sp.OG (K) di klinik fertilitas Graha Amerta Sby. Betapa kagetnya sy kl ternyata kl kiste coklat berukuran kecil2 telah menyebar di ovarium kanan kiri sy kl tdk slh ada 8 kista coklat berukuran kecil2 pd ovarium kanan kiri, kl dr menyebutnya multipel endometrioma. prof menjelaskan kl ada 2 pilihan yg berat unt sy, yakni :

  1. laparoskopi, dgn resiko jaringan ovarium sebagian terangkat, kemungkinan susah unt hamil krn dgn sisa ovarium yg kecil akan mempersusah perkenbangan sel telur
  2. ivf, dgn resiko belum jelas apakah sel telur bisa berkembang atau tdk krn byknya kiste coklat di ovarium kanan dan kiri

Jd ini dilema untuk sy krn peluang 50% : 50%.

Setelah sy diskusikan dg suami dan org tua, kami ambil peluang ke 2 yakni ivf. dgn doa n harapan yg besar kami mencoba ikhtiar ini.
ini adalah serangkaian dari proses ivf long protokol yg sy jalani :

23 mei usg trans vaginal pd mens hr ke 3

27 mei mens hr k 5 mulai minum pil kb yasmin slama 21 hr

12 juni hr ke 21 stlh mens mulai inj superfak slama 21 hr

23 juni usg trans vaginal pada mens hr ke 3
mulai inj gonal 150 iu selama 5 hr

27 juni usg trans vaginal
inj gonal 225 iu dan inj luveris 1 vial selama 5hr

02 juli inj ovudrel/ pecah telor jm 10 mlm

04 juli opu+laparoskopi
ini adalah serangkaian yg paling dramastis dlm proses ivf yg sy jalani. stlh sy diprsiapkan unt puasa n persiapan lainnya. dokter memulai opu di kamar operasi jm.10 pagi, sy sdh tdk sadar lg krn bius. ternyata setelah dokter mencoba pengambilan sel telur lewat bawah yg tersedot di jarum adalah kiste coklat sy akhirnya dg pertimbangan waktu dokter meminta persetujuan suami unt dilakukan laparoskopi unt pengambilan sel telur lwt atas/perut. jd sy dipindahkan ke kamar opersi laparoskopi n dilakukan bius general krn membutuhkan wkt lama. setelah dilakukan laparoskopi syukur alhamdulilah ada 4 sel telur yg bisa di panen. skitar jm.2 siang sy dipindahkan ke ruang pulih sadar, dan jm 5 sore sy br sadar. dan mengetahui tentang kronologis yg tjd dg diri sy. jm 6 sore sy sdh diperbolehkan plg

7 juli dilakukan et
syukur alhamdulilah sdh bs dilakukan embrio transfer, ada 4 embrio yg ditransfer dirahim sy. stelah itu sy dilarang turun dr tmpt tidur selama 6 jam n bak pun di pampers. setelah itu sy dibolehkan plg dg membawa obat cygest 400m pervagina/rectal (1hr 1x) dan obat suntikan pregnil 1000 (disuntikan dirumah dgn memanggil perawat/bidan)

09 juli dilakukan inj pregnil 1000

11 juli dilakukan inj pregnil 1000

19 juli darah 3cc dikirim ke graha amerta unt priksa lab

Tgl 19 juli jm 13.00
Prof samsul hadi memberi tahukan per tlp bahwa sy positif hamil dg hasil beta hcg 337 dan progesteron agak rendah 54. advise prof samsul obatnya dinaikkan jd cygest 400 x 3 dlm 1hr, dan diresepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1 hr 1x), byk istirahat dan tdk blh byk aktivitas.

Tgl 8 agustus
Sy kontrol untuk dilakukan usg transvaginal. syukur alhamdulilah sdh terbentuk kantong kehamilan tp janinya blm terlihat. sy diresepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1hr 1x) dan obat cygestnya turun jd cygest 200 x 2 dlm 1hr

Tgl 22 agustus
Dilakukan usg trans vaginal. syukur alhamdulilah janin sdh terlihat dan detak jantungnyapun sdh terdengar, usia kelamilan sy 8-9 mg. sy di resepkan folafit 1000 mikrogram dan emineton (semuanya 1hr 1x) dan obat cygestnya diturunkan jd cygest 400 x 1 sehari. pemberian cygest 400 x 1 bs diberikan sampai usia kehamilan 36 mg sebagai obat penguat n penunjang kehamilan. setelah itu sy minta pendapat unt melakukan perjlnan jauh kira2 3 jam unt plg krn asli sy tdk berdomisili di sby. dr mmperbolehkan tp dg syarat hati2 tduran di dlm mobil dan setelah smpai dtmpat tujuan priksakan lg ke dokter spesialis kandungan ditempat sy.

Selama proses ivf di graha amerta sby dg prof samsul hadi sy habis biaya 50jt.
Maaf y teman2 kl sharing sy terlalu panjang, sy py saran untuk teman2 yg akan mengikuti ivf, yakni :

  1. Kl bs pilihlah klinik fertilitas yg memiliki fasilitas laparoskopi jd kl ada kedaruratan spt yg sy alami bs langsung diambil tindakan. krn setau sy di sby ada bbrapa klinik fertilitas di sby tdk memiliki fasulitas laparoskopi.
  2. Untuk teman2 yg tidak berdomisili di kota klinik fertilitas sebaiknya tinggal dirumah saudara atau cari kos2an yg dekat dg rs tempat program. Spt sy,sy tinggal dirumah saudara sy di sby
  3. Baik sblm maupun sesudah ivf makanlah makan yg sehat tanpa ada msg/penyedap
  4. Setelah et sy byk istirahat di rumah dan tdk byk kgiatan sm skali, sy pun sdh mengundurkan diri dr tempat sy kerja
  5. Stlh et sy byk konsumsi makanan yg mengandung protein tinggi misal dlm sehari sy konsumsi telur kampung rebus 5bj, pagi dan sore minum susu kedelai
  6. Yg terpenting minta doa restu org tua n suami. hindarkan stress n pikiran buruk. byk doa n pasrah sm Allah SWT

Demikian shering dr sy,semoga bermanfaat unt teman2. kita sama2 berdoa smoga Allah SWT memberikan yg terbaik untuk kita smua. AMIN

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Endometriosis, Kista, Obat, Proses, Surabaya | 74 Comments


  • Recent Comments

  • Tita: Maaf maksud saya mba ennur mohon info2 selanjutnya jg ya.....
  • Tita: Hi saya tita.. maaf ikutan nimbrung.. Mba aura mohon ijin untuk...
  • Tita: Hi mba annisa.. Makasih mau share sama saya.. ini pin saya...
  • Rini: No adilah brp. Biar sy yg add. Coba sms yaa
  • novia: Haii smua..Lo bs pk asuransi gaq? Thnk u…
  • Annisa: Mba…aq juga pernah program d daya medika april...
  • adila: halo mba rini…aku coba hub WA nya kok engga delivered2 yaa...
  • Tita: Hi.. mba yofita.. saya turut prihatin.. sya jg punya rencana untuk...