bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

6th January 2015

Pengapuran pada testis sebabkan azoospermia? – Elisa

Dear all,

Saya ingin bertanya apakah ada yang punya pengalaman pengapuran pada testis?
Suami saya pada tanggal 2 Januari 2015 melakukan SA (sperm analysis) dengan hasil azoospermia (sperma nol). Dokter segera menyarankan untuk tes hormon dan USG testis. Hasil tes hormon normal. Namun hasil USG menunjukkan adanya sedikit varises pada testis kiri dan pengapuran pada kedua testis.

Saya mencoba mencari info mengenai pengapuran testis di internet (sebelum saya konsultasi ke dokter) namun info yang saya dapat sangat minim.
Mohon bantuannya jika ada yang bisa sharing pengalaman serupa.

Terima kasih :)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Sperma bermasalah | 3 Comments


1st January 2015

Selamat Tahun Baru 2015

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Tahun Baru 2015

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Pengumuman | 0 Comments


27th December 2014

Selamat hari Natal

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Hari Natal

Angel

Semoga ketabahan Anda mencari keturunan membuahkan hasil yang membahagiakan hati

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Pengumuman | 0 Comments


24th December 2014

Berhasil hamil alami setelah gagal bayi tabung – Vincentia

Halo, saya disini ingin berbagi tentang pengalaman pribadi saya menjalani program bayi tabung, website ini membantu saya dalam mencari informasi ataupun sebagai teman berdiskusi. Karena itu saya harap sharingan ini dapat berguna bagi teman2 semuanya.

Saya 26 tahun dan sudah menikah selama 1,5 tahun. Karena tidak sabar untuk memiliki momongan, kami ke Dr. Aucky Hinting atas rekomendasi keluarga. Disana saya di USG transvaginal dan suami di cek spermanya. Setelah di USG, Dokter mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan saya, hanya ada sisa darah menstruasi yang tertinggal dan saya diberikan obat KB untuk membersihkannya. Sedangkan untuk suami, jumlah spermanya dinyatakan hanya sekitar 2jt, dimana untuk dinyatakan subur adalah antara 20-30jt. Dokter mengatakan untuk kehamilan normal peluangnya sangat kecil, namun apabila kami Ingin mencoba secara normal, bisa diusahakan dengan cara operasi untuk memperbaiki kualitas dan jumlah sperma, namun dibutuhkan kesabaran dan dokter tidak bisa memastikan jangka waktu untuk mencapai keberhasilan mendapatkan momongan.

Karena tidak mau menunggu dengan ketidakpastian, kami menanyakan apakah ada jalan lain, dan Dr. Aucky menyarankan untuk melakukan proses bayi tabung, sedangkan untuk opsi inseminasi tidak disarankan dikarenakan jumlah sperma suami yang sangat kurang yg berakibat sangat kecilnya tingkat keberhasilan inseminasi. Kami setuju untuk memulai proses bayi tabung bulan selanjutnya, dan sementara menunggu suami diberikan vitamin dan antioksidan dalam bentuk tablet untuk diminum.

Hari ke 2 menstruasi, saya datang lagi ke klinik Dr. Aucky di Siloam Surabaya untuk diambil darah dan USG transvaginal. Setelah memeriksa hasil lab dan USG, dokter memutuskan untuk bayi tabung short protocol, dimulai besok malamnya dengan suntik gonal 1,5 ampul selama 8 hari. Hari ke-6 ada tambahan suntikan karena hormon saya kurang. Dan juga suntikan anti pecah karena ada bbrp telur yg sudah besar, sedangkan sebagian telur yang lainnya masih berukuran kecil. Setelah diberikan suntikan terakhir, saya beristirahat 1 hari di rumah sebelum melakukan proses OPU (pengambilan telur). Dalam proses OPU, ada 10 telur yang diambil, namun pada proses ET 3hari kemudian, dokter menginformasikan hanya 6 yang bisa dibuahi dan hanya 2 yang membelah, 1 dgn kualitas good, dan 1 dengan kualitas biasa. Jadi ada 2 embrio yang ditanam tanpa adanya cadangan. Setelah 5 jam beristirahat di Siloam dengan posisi berbaring dan kaki diangkat lebih tinggi dari kepala, saya pulang ke rumah dibekali crinone yang diaplikasikan setiap hari sebelum tidur.

12 Hari kemudian, pagi jam 7 saya ke Siloam untuk ambil darah test HCG, dan disuruh telp jam 12 siang untuk mengecek hasilnya. Dag-dig-dug sampai jam 12, akhirnya suami saya memberanikan diri untuk telp. Selama dia menelpon, saya perhatikan raut wajahnya dan saya langsung lemas menyadari bahwa hasilnya negatif. Setelah tutup telpon, saya tanya brp HCGnya? Dia bilang 3,5. Langsung kami menangis karena pada wanita hamil, HCG diatas 12. Kami pun saling menguatkan dan dia bilang sore kami harus balik ke Siloam untuk evaluasi. Kebetulan pada hari itu, yang praktek adalah Dr.Hamdani, salah satu team Dr.Aucky yang juga hadir pada saat OPU dan ET. Dr.Hamdani cukup informatif dan sabar dalam menjelaskan kemungkinan penyebab gagalnya proses bayi tabung ini, walaupun sebelumnya diprediksi presentase keberhasilannya mencapai 70% mengingat umur saya masih dibawah 30 tahun. Dokter menyarankan untuk hidup sehat dengan mengurangi makan daging merah dan gorengan, memperbanyak jus buah, makanan dengan protein tinggi, dan tidak lupa olahraga ringan teratur. Tidak disarankan untuk olahraga berat dan mengkonsumsi suplemen apapun karena dapat mempengaruhi kualitas sperma dan hormon. Suami diberikan multivitamin Dan antioksidan dalam bentuk tablet lagi. Pada akhir penjelasannya, dokter mengatakan untuk terus mencoba secara alami karena setelah program ivf, wanita sangat subur akibat suntikan gonal dan crinone, dan sekitar 5% berhasil hamil alami setelah proses bayi tabung. Apabila ingin mencoba bayi tabung lagi, harus menunggu sekitar 3-4 bulan agar rahim dapat siap lagi.

Saya kembali ke Jakarta untuk beristirahat setelah kegagalan itu, dan saya mulai research klinik bayi tabung di Jakarta, sebagai opsi lain. Jujur, saya agak stress saat tinggal di Surabaya dan saya ingin menjalani bayi tabung yg ke-2 dengan lebih santai. Setelah mendatangi bbrp klinik, saya dan suami memutuskan untuk mencoba di Family Fertility Center RS.Family di Pluit. Disana kami bertemu dengan Dr. Muchsin Jaffar dan langsung merasa cocok. Karena pesimis dengan terjadi kehamilan alami, saya dan suami memutuskan untuk program bayi tabung lagi. Dokter menyemangati dengan kata2 positif untuk jangan putus asa dan terus mencoba selama menunggu siklus berikutnya, siapa tau bisa jadi katanya. Disana dokter menganjurkan untuk memulai program di bulan Januari dan sementara menunggu saya diberikan vitamin ovacare dan asam folat, terus disuruh tes HSG (saya blm pernah test HSG sebelumnya) sebagai salah satu syarat standar untuk mengikuti bayi tabung. Dijelaskan bahwa HSG bertujuan untuk mengetahui apakah ada penyumbatan, perlengketan, dan gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada saluran indung telur yang bisa menghalangi keberhasilan program bayi tabung. Suster juga mengatakan bahwa setelah HSG saluran telur akan menjadi lebih bersih dan siapa tau akan melancarkan jalan pertemuan sel telur dan sperma sehingga bisa terjadi kehamilan alami.

Sebagai tambahan, saya juga melakukan akupuntur 2x seminggu, tidak minum soda, minuman yang mengandung kafein spt teh dan kopi, dan atas saran tante saya, mulai minum jus (kata tante saya jus ini namanya jus femi, karena yang memperkenalkannya di Internet namanya ibu femi. Tante saya taunya dari temennya yang suaminya divonis spermanya 0. Kemudian dia minum jus ini secara teratur dan sekarang sdh dikaruniai 2 anak). Komposisinya untuk 1x minum (dibagi 2 untuk suami dan istri):
– 2 wortel import
– 1 apel malang
– 1 tomat
Saya menambahkan 1 sendok madu untuk menambahkan manis.
Saya dan suami minum juice ini 2x sehari, setiap hari.
Dan tentu saja disertai doa setiap harinya.

Puji Tuhan, sebulan sebelum memulai program bayi tabung lagi, saya berhasil hamil secara alami, mudah2an semuanya lancar dan saya berharap dengan sharing disini, ada pasangan lain yang dapat terbantu untuk mendapatkan buah hati.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Berhasil hamil, Pengobatan alternatif, Proses, Sperma bermasalah, Surabaya | 33 Comments


20th December 2014

Adakah yg berhasil hamil dengan adenomyosis? – Chrissy

Hi moms and moms to be, sy 37thn, 2x bayi tabung tetapi msh belum berhasil, so sad…batab yg pertama Des’13 blm berhasil krn tuba kiri hydrosalping sedangkan yg kanan buntu. April’14 laparaskopi, tuba kiri diangkat & tuba kanan dinyatakan buntu total. Agustus’14 batab yg ke 2, dr 10 telor yg oosyt, 2 berhasil di buahi dgn kualitas excellent, sangat berharap batab yg kedua berhasil, tp blm juga berhasil.

Awal bln Desember ini saat haid terasa sangat nyeri seperti di iris2 pisau, akhirnya cek ke dokter & di diagnosa adenomyosis (seperti miom tp berada di dlm rahim). Dktr menyarankan jika ingin batab lg, 3bulan seblm program di suntik tapros utk meminimalis ukuran adenomyosis. Sedangkan utk operasi sangat tdk mgkn krn akan sangat “melukai dan merusak” rahim yg akan berpengaruh pd program kehamilan.

Kira2 apa yg harus saya lakukan? Teman2 ada yg punya pengalaman dgn adenomyosis dan berhasil hamil?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Kista, Tuba fallopi bermasalah | 22 Comments


18th December 2014

Pengalaman bayi tabung di LWE Hospital – Selvy

Hallo, teman2 seperjuangan saya mau berbagi pengalaman saya melakukan bayi tabung di Lam Wah Ee Hospital dengan Dr Ng Peng Wah pada bulan Oktober 2014 kemarin..

Saya sudah menikah 4,5 tahun dengan permasalahan PCOS dan kedua tuba tersumbat, utk suami Puji Tuhan tidak ada masalah dengan spermanya..
Singkat cerita, kami melakukan kontrol pertama kali pada bulan September, dikarenakan Dr Ng tidak melihat sesuatu yang serius, beliau sempat menyarankan inseminasi. Namun karena saya belum pernah melakukan HSG sebelumnya Dr Ng meminta saya untuk HSG sebelum tindakan insem. Namun disini masalah dimulai, hasil HSG menunjukkan sesuatu yang kurang bagus, dimana dinyatakan kedua tuba non paten dan bentuk rahim yang abnormal.

Sore harinya, Dr Ng menawarkan 2 opsi untuk hasil tersebut, apakah laparoskopi (utk melihat tuba dan rahim) tetapi butuh waktu 4 bulan utk program berikutnya atau histeroskopi (hanya bisa melihat rahim) namun bisa langsung program di siklus selanjutnya. Kami berdiskusi bahwa kami tidak keberatan jika harus bayi tabung, maka Dr Ng memutuskan cukup histeroskopi jika ingin langsung bayi tabung dan tindakan dilakukan keesokan harinya.

Proses histeroskopi di LWE dibius total, ketika tersadar sudah sore dan saya bertemu lagi dengan Dr Ng, beliau mengatakan bentuk rahim normal (hati saya senang sekali) juga rahim saya bersih dari miom, polip, dll. Intinya tidak ada masalah dengan rahim saya. Dan Dr Ng meresepkan progynova utk mengatur siklus mens saya sehingga bisa diprogram bulan depan.

Karena mens yang tidak teratur, maka saya mendapat short protocol utk bayi tabung. Awal October (H2 Mens), saya kembali ke Dr Ng, dan beliau meresepkan Gonal F 112,5 iu utk 5 hari kedepan.

Setelah 5 hari, perkembangan sel telur cukup bagus dan cukup banyak karena saya PCOS, sehingga dosis diturunkan menjadi 100 iu utk 3 hari dan Cetrotide (penahan telur supaya tak pecah).

Setelah 3 hari, Dr Ng melakukan USG lagi, beliau mengingatkan akan bahaya OHSS dikarenakan sel telur yang cukup banyak dalam ovarium saya, sehingga terakhir suntik hanya diberikan Gonal 75 iu utk 1 hari + Cetrotide.

Lalu keesokan harinya saya disuntik pregnyl dan lusanya OPU. Proses OPU dibius sehingga tidak terlalu sakit, ketika sore harinya saya bertemu suster, ada berita buruk yang harus saya terima karena suster mengatakan sel telur saya banyak yang kosong. Dari 18 sel telur yang diambil hanya 6 yang ada isinya, 12 kosong. Jujur hati saya sedih sekali, tapi saya bersyukur memiliki suami yang setia mendampingi dan menguatkan saya dalam menjalani proses ini. Ditambah banyak teman2 yang saya jumpai ketika disana yang selalu saling berbagi dan menguatkan.

2 hari setelah opu, saya menjalani proses ET, menurut dokter dari 6 sel telur hanya 2 yang berhasil menjadi embrio dengan kualitas good dikarenakan kondisi sel telur yang kurang baik namun menurut dokter beruntung kondisi sperma suami sangat baik sehingga cukup menolong kualitas embrio. Saat itu saya tidak bertanya berapa sel dsb, karena ketika dokter berbicara pikiran saya melayang kemana-mana

Ketika selesai ET, saya beritahu suami hanya 2 embrio yang ditransfer dan tidak ada cadangan embrio buat kami. Namun lagi2 suami dengan optimis berkata bahwa kami akan punya anak kembar. Saya dikuatkan sekali dengan optimisme beliau..

Setelah pulang kami mencoba menjalani 2 minggu penantian dengan penuh sukacita.. 3 hari pertama setelah ET, perut terasa kembung membuat saya sering bertahak dan maaf k*ntut. Namun setelah 3 hari semua rasa itu hilang, seperti biasa saja, hanya payudara saja sakit seperti mau mens, mungkin ini efek dari cyclogest yang dimasukkan ke vagina sehari 2x…

Sampai saat H8 setelah ET, saat pipis pertama saya menemukan bercak setetes darah segar di tissue, jujur saat itu saya sudah lemas karena membayangkan akan mens. Ditambah keluar bercak2 coklat sampai malam (hanya tampak ketika Ms V dilap tissue). H9 setelah ET, bercak coklat masih berlanjut. Membuat saya makin pesimis dan berpikir bahwa program kami gagal.

Saat itu saya hanya bisa berdoa dan berkata Tuhan kalau memang anak ini milik kami, kuatkan mereka dalam rahimku, namun jika belum milik kami, berikan saya kekuatan untuk menghadapi kegagalan ivf ini. Luar biasa selesai berdoa seperti ada beban yang diangkat dari diri saya. Saya bisa kembali menonton TV, tidur siang, dan makan dengan lahap. Saya menggangap apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan…

Dan mujizat kembali terjadi H10, bercak coklat itu berhenti, tidak ada bercak sedikitpun yang keluar.. Namun kondisi tubuh tetap seperti biasa tidak ada rasa apapun, malah payudara tidak sekencang hari-hari sebelumnya. Namun seperti doa saya, ketika pikiran negatif datang, saya selalu berpikir apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan..

H11 setelah ET, kami memutuskan pergi ke Hatyai (Thailand) untuk memperpanjang ijin tinggal, suatu keputusan yang nekad, hehe karena ternyata jalannya cukup bergejolak ketika di mobil. Namun karena tidak terasa apapun jadi saya tidak merasa seperti habis ET, karena perut dll tidak ada rasa sedikitpun.

H13 kami kembali dari Hatyai dan lagi2 harus melewati jalan yang cukup bergejolak, saya hanya memegang perut saya dan terus berkata yang kuat ya nak…hehe karena saya percaya biar bagaimanapun sudah ada kehidupan dalam rahim saya… Sore hari ketika kembali dari Hatyai, saya tanpa beban melakukan testpack krn buat saya toh cepat atau lambat saya harus menerima kenyataan akan hasilnya besok. Puji Tuhan ketika testpack terlihat 2 garis (pertama kali dalam hidup saya melihat dua garis testpack). Saya langsung berlutut di kamar mandi dan menangis karena begitu bersyukur buat kebaikan Tuhan.

Esok harinya, pagi hari sebelum tes darah saya melakukan testpack lagi, dan Puji Tuhan 2 garis makin jelas, lalu kami tes darah BHCG. Siang hari kami berjumpa dengan Dr Ng, beliau mengatakan saya hamil..dengan BHCG 813, wow angka yang tinggi menurut saya..saat itu saya yakin bahwa iman suami saya digenapi bahwa Tuhan memberi kami anak kembar..

Singkat cerita tanggal 13 November kami melakukan USG pertama dan Dr Ng bilang benar ada 2 kantung janin, dan sudah terlihat detak jantung janin cukup sehat, dan kami bisa lanjut untuk pemeriksaan berikutnya di Indonesia..

Syukur yang tiada henti saya panjatkan kepada Tuhan, karena saya percaya Tuhan yang menjawab dan mengabulkan doa saya, bersyukur saya harus melewati proses bayi tabung ini karena dari sini saya jadi belajar apa itu arti berserah kepada Tuhan, bersyukur diberikan suami dan teman2 seperjuangan serta keluarga yang tak henti2 turut mendoakan keberhasilan saya.
Jadi saya menganggap keberhasilan saya ini, juga berkat doa2 yang tulus dari orang2 yang tulus menyayangi dan mendoakan saya…

Sekarang kandungan saya sudah memasuki 12 minggu, dan saya mau bilang untuk teman2 yang sedang berjuang semua,,tetap semangat..jangan menyerah dan andalkan Tuhan dalam setiap proses, percayakan ke Tuhan apapun hasilnya itu pasti yang terbaik..Jangan pakai logika karena ketika kita menggunakan logika kekhawatiran dan ketakutan yang akan menguasai kita, tapi ketika kita berserah mengangkat tangan disitu Tuhan turun tangan menolong, dan ini yang saya alami…

Tips : seperti yang teman2 sudah sharing, saya berterima kasih buat semua tips yang diberikan di website ini, dan saya mengikuti tips2 tersebut..
Saat suntik2, saya mengkonsumsi, putih telur ayam kampung 6-8 butir/hari, ikan salmon, alpukat (tidak pakai apapun), kiwi, jeruk, pepaya, sayuran hijau. Dan juga saya sempatkan berolahraga 2 hari sekali entah itu berenang, treadmill, jalan sore kurleb 30 menit – 1 jam..
Saya juga mengikuti akupuntur di Perubatan China sebelah LWE hospital mulai suntik2 sampai 1 hari sebelum ET..

Setelah ET : saya makan sayuran, salmon tetap, telur tapi tidak sebanyak saat suntik, dan mulai dimodifikasi seperti didadar, diceplok,dll.. Kacang hijau, susu kedelai, intinya saya makan apa yang saya suka supaya happy :)

Demikian sharing dari saya, semoga berguna dan bisa menguatkan untuk teman2 semua..God bless you all..

1Petrus 5 : 7 : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Berhasil hamil, Malaysia, Obat, PCO, Persiapan, Proses, Tuba fallopi bermasalah | 40 Comments


  • Recent Comments

  • Maryamah: Pin mbk brp? Nanti saya add :)
  • Mercy: Mbk Radifa, benar apa yg dikatakan Mbk Maryamah utk biaya pasti...
  • Radifa: Maaf tanda tanya nya (?) kepencet gak lihat hehe
  • Radifa: Mba mercy dan mba maryamah, mksh infonya ya… Dr tahun lalu...
  • rouli: Hi teman2.. Sorry lama baru update.. Hasil ivf aku sama dr irham...
  • ana: Hai mba sugih… Ikut prihatin ya… keep semangat..dg...
  • Maryamah: Mbk radifa: saya kebetulan pasien dr aucky. Usia saya kmrn...
  • Mercy: Kalo 19 juta utk OPU dan ET semua pasien sama biayanya, nanti...
  • Search

  • Polls

    • Menurut Anda, keberhasilan bayi tabung terutama disebabkan oleh: (pilih max dua)

      View Results

      Loading ... Loading ...