Belum haid setelah gagal bayi tabung – Novi

Pada bulan Agustus kemarin saya sudah mendapatkan rapor utk proses bayi tabung yg saya lakukan di Penang. Pada tgl 16 Agustus saya melakukan tes darah Beta HCG dengan hasil GAGAL. Dan di hari yang sama saya mendapat haid sebagai bukti kegagalan bayi tabung tersebut. Haid tersebut berlangsung seperti biasa.

Dan seharusnya pada bulan September ini saya mendapat haid pada tgl 16 September. Akan tetapi, sampai dengan tgl 29 September, saya masih belum mendapatkan haid. Padahal sebelum-sebelumnya siklus haid saya sangat teratur.
Kemarin saya sudah periksa ke dokter di Jakarta untuk mendapat penjelasan mengenai keterlambatan haid saya. Akan tetapi, dokter pun tidak bisa memberikan jawaban pasti karena menurutnya hal ini bisa terjadi karena pengaruh obat2an selama proses bayi tabung kemarin.

Yang saya ingin tahu, apakah ada teman2 yg mengalami hal yang sama seperti saya?
Terima kasih untuk jawabannya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Bagi pengalaman dunk yang da pernah laparoskopi – Viney

Hi..salam kenal.. sy da 4 th blm pny anak dl pernah 2x hamil yg pertama dokter bilang BO, yg kedua br maret kmrn dikuret hamil kembar tapi dokter bilang janinnya meninggal didalem dan sy tanya kok bs spt itu? dokter bilang ya ini kemungkinan bibitnya sj yg ga bagus.

Stlh kejadian kuret maret kmrn akhirnya sy googling2 ttg bayi tabung ketemu d web ini, byk ya yg program bayi tabung dg dr ivan, akhirnya sy br minggu kmrn konsul ke dr ivan, dr ivan sih org nya enak buat diajak konsul, dia mau liat smua data treatment yg sy bawa pdhl banyak banget lho he2 maklum selama 4 taon da kebbrp dokter.

Sy penderita PCO dan dl pernah HSG hasil HSG menunjukkan rahim sy terbalik, sal tuba fallopi sebelah kiri mampet, tp stlh dicek ke bbrp dokter ternyata rahim sy tdk terbalik sy jg binggung, kmrn sy tanya lagi ke dr ivan utk meyakinkan bener ga sih rahim sy ga terbalik, ternyata bener ga terbalik dan dr smua dokter cm dr ivan yg meyakinkan dan menjelaskan dr hsl usg di tv kalo rahim sy normal kok ga kebalik.

Sy disarankan melakukan hsg ulang atau laparoskopi sj, dan sy tny ke dr ivan, lebih baik mana, dr ivan sih blg lebih baik laparoskopi krn sy bs liat langsung, kalo HSG soalnya cm ro foto dan hasilnya ya gt d bisa positif palsu krn wkt HSG qta tegang.. hiks2 takut banget nih mau laparoskopi,smp ga bisa tidur hehe..

Bagi pengalaman dunk yang da pernah laparoskopi, biar tambah mantep ni buat laparoskopi, suami soalnya msh ragu dia takut karena ini tindakan operasi, sy mau tanya dunk, kalo laparoskopi persiapan apa aja ya yg perlu dilakuin? mending yg langsung pulang apa nginep ya? soalnya dr ivan blg kalo bs yg langsung plg biaya lebih murah atau yg nginep.. sakit bgt ga sih abiz laparoskopi? sakit nya brp lama? soalnya deg2an banget.. he2 trs abiz laparoskopi brp lama bs aktivitas kembali? maklum keknya ga bs off kerja, oh ya abiz laparoskopi ga blh langsung hamil ya? brp lama stlh laparoskopi blh bayi tabung? soalnya kemarin dr ivan bilang abiz laparoskopi byk yg hamil normal lho, atau kalo mau langsung bayi tabung jg boleh.. karena ideal nya program bayi tabung itu laparoskopi, tq ya smua sory cerita nya kepanjangan.. smoga pengalaman kalian bisa membantuku, god bless..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Saya akan kasih obat2 secara cuma2 – Flowers

Ibu2 & Bapak2 di Bayi Tabung yg sedang berjuang,

Saya masih punya beberapa kotak/bungkus obat2 bayi tabung yg masih saya simpan & saya untuk sekarang ini tidak membutuhkannya. Saya ingin mengasihkan obat2 itu secara cuma2 pada anda yang memerlukan. Obat2 itu antara lain:

  • 6 kotak ESTRADIOL/PROVAMES tanggal kadaluarsa sampai thn 2014 (1 kotak berisi 28 pil.
  • 6 kotak CYCLOGEST/PROGESTAN 200 mg tanggal kadaluarsa sampai thn 2014 (1 kotak berisi 45 kapsul).

Obat2 itu belum saya pakai alias masih baru, hanya bungkusnya aja yg sedikit penyok karena perjalanan.

Obat2 itu mungkin bisa sya ksih kpada lebih dri satu orang, tergantung keperluannya & orang yg nelpon sya lebih dulu.

Obat2 itu akan di berikan secara langsung sama orang suruhan saya (ma’af tidak akan saya kirimkan karena saya belum siap identitas saya dikenali).

Tempat pertemuan Airport Soekarno Hatta bagian keberangkatan pda tgl 24 September 2012. Sedangkan tempat tepatnya, waktu & jam tepatnya akan saya beritahu melalui telepon/sms.

Silahkan kasih nomor telepon anda untuk saya hubungi nanti (ma’af email tidak akan saya terima). Bila anda tidak saya hubungi sampai tgl 24 September itu berarti obat itu sudah saya kasihkan ke orang lain.

Terima Kasih atas perhatian & pengertiannya
Salam Hangat

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.40 out of 5)
Loading...

Non-obstructive Azoospermia & hampir 40 tahun – Briana

Halo semua, salam kenal, kami sudah 7 tahun menikah tapi belum mendapatkan momongan. Suamiku NOA (Non-Obstructive Azoospermia: kerusakan pada pabriknya), semua dokter2 yg kami temui tidak menyarankan obat2an atau vitamin apapun untuk suami (sepertinya sudah tidak ada yg bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan suamiku) 🙁

Akhirnya kami menjalankan bayi tabung ICSI sebanyak 3x fresh cycle yang semua hasil test hamilnya negative :(. ICSI pertama & ke-2 dilakukan pada saat aku berusia 35 tahun, ICSI ke-3 pada saat aku berusia 37 tahun, saat itu pengambilan sperma suami pun dilakukan melalui TESA.

Sekarang kami bimbang apakah ingin mencoba bayi tabung lagi atau tidak, mengingat usiaku yang sudah 38 tahun lebih (kualitas telur semakin menurun). Aku takut kecewa lagi…

Ada beberapa cerita bayi tabung sukses dari pasangan suami azoospermia & istri yang berusia muda (dibawah 35 tahun), tapi apakah ada diantara teman2 yg memiliki pengalaman sukses bayi tabung dengan kondisi yg mirip seperti kami (suami azoospermia + istri yg berumur hampir 40 tahun)? Saya harap “ya” jawabannya.

Ditunggu ya sharing dari teman2 sekalian, terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

PCO dan Geopatis – Firman

Saya ingin share pengalaman saya dalam berusaha mendapatkan keturunan, mungkin bisa bermanfaat bagi pasangan yang memiliki problem yang sama seperti saya. Saya saat ini berusia 44 tahun dan isteri 39 tahun. Kami menikah tahun 2003, berarti sudah 9 tahun menikah belum juga diberi keturunan. Siklus haid isteri saya selalu mundur sampai 10 hari hingga 2 minggu.

Tahun 2005 kami pertama kali periksa ke Klinik Permata Hati di Jogja, kebetulan kami tinggal di Jogja, setelah melewati beberapa tes, hasilnya tidak ada kista, tuba juga lancar, dokter mendiagnosa sebagai PCO (Telur tidak dapat berkembang dengan baik), tidak ada obat yang pasti untuk menyembuhkannya dan kami pun merasa pernikahan baru 2 tahun sehingga tidak melanjutkan pengobatan.

Tahun 2008 kami kembali lagi karena tetap belum berhasil mendapat keturunan, kami ikut program Inseminasi Buatan (IB), 2 kali mencoba gagal semua, dokter menyarankan untuk Laparoskopi tapi karena biaya cukup besar dan juga itu bukan merupakan pengobatan tapi hanya untuk melihat isi rahim, isteri saya tidak mau.

Tahun 2011, setelah saya desak isteri untuk Laparoskopi akhirnya dia bersedia menjalaninya, hasilnya bagus semua, kista nihil, tuba lancar, endometriosis juga tidak, tapi kok telur tidak dapat berkembang dengan baik? Setelah Laparoskopi, kami coba lagi IB, tetap gagal juga, berarti sudah 3 kali IB gagal total.
Telur dalam rahim isteri tidak berkembang dengan baik, dan jumlahnya hanya sedikit sekali. Kami coba beberapa saran teman untuk coba makan otak kelinci, minum suplemen macam2, tetap gagal.

Pada Nopember 2011 kami diundang teman datang ke rumahnya karena ada seorang yang katanya mengerti masalah keturunan dan konsultasi mengenai rumah tangga, kami akhirnya bertemu dan dia mengatakan masalah kami terletak pada rumah kami, dia bilang bahwa dibawah rumah saya ada aliran air yang yang bergesekan dengan bebatuan dan pengaruh magma bisa mengeluarkan medan elektromagnetik yang bisa mempengaruhi kesehatan, biasa di kenal sebagai Geopetis, kami disarankan pindah rumah kalau ingin memperoleh keturunan, dia bilang kalaupun nanti bisa hamil, akhirnya akan keguguran kalau tidak pindah rumah, sayangnya saat konsultasi kami tidak membawa denah rumah sehingga dia tidak dapat memastikan daerah mana dalam rumah saya yang terkena Geopatis.

Kami sangat down saat itu dan setengah tidak percaya, orang tersebut hanya menggunakan pendulum (semacam lidi sebagai alat pendeteksi) dan tidak tahu rumah saya kok bisa mendeteksi hal itu.
Akhirnya saya searching di internet mengenai Geopatis atau Radiesthesi, ternyata memang benar ada medan elektromagnetik tersebut, secara ilmiah tidak dapat dibuktikan tetapi orang-orang tertentu yang punya kepekaan yang bisa merasakan, seperti halnya orang yang akan menggali sumur, mencari sumber air dibawah bumi, ternyata ada orang orang yang ahli dalam hal ini.

Medan elektromagnetik dapat mempengaruhi kesehatan orang yang dalam waktu lama duduk/tidur diatas medan itu, gejalanya dapat bermacam macam, dari badan merasa capek, sakit sampai mempengaruhi hormon seseorang bahkan penyakit kanker.
Kami menemukan di internet ada orang lain yang bisa melihat hal tersebut, kami kirim foto denah rumah kami, dan dia bilang memang di kamar tidur kami ada medan Geopatis tersebut dan disarankan untuk pindah kamar ke sudut yang lain dan di lantai 2
Kami akhirnya merenovasi rumah kami dan pindah kamar ke lantai 2 dengan sudut berbeda dari kamar kami yang semula.

Kami merencanakan akan ikut program bayi tabung setelah pindah kamar, setelah 3 bulan pindah kamar, kami akhirnya kembali ke Klinik Permata Hati untuk ikut program bayi tabung, kami putuskan langsung ikut program bayi tabung mengingat usia isteri yang sudah 39 tahun.
Kami datang ke klinik dan mengutarakan tujuan kami, dokter melihat rekam medik kami, dia mengatakan bahwa PCO memiliki kemungkinan paling kecil berhasil dalam program bayi tabung, ya sudah tidak apa, yang penting mencoba, haid hari ke 2 isteri di USG, terlihat ada 6 kantung telur, beberapa agak besar, sebelumnya tidak pernah seperti ini, waktu IB dulu paling hanya ada 2 atau 3 telur yang kecil2, isteri di beri suntikan GonalF selama sepuluh hari, plus CTR, akhirnya pada hari ke 10 ada belasan kantung telur dalam berbagai ukuran, hari ke 12 Ovum Pickup, sperma saya diambil, hari ke 15 Embrio Transfer (2 embrio ditanam, 1 embrio dibekukan), setelah itu isteri saya bed rest selama !4 hari, dan Puji Tuhan isteri saya dinyatakan positif hamil.

Mungkin pengalaman saya ini bisa berguna bagi pasangan yang memliki masalah yang sama dengan kami, yaitu isteri menderita PCO dan tidak tahu cara mengatasinya, mungkin bisa dicoba konsultasi rumah, coba pindah kamar, atau pindah tempat duduk di tempat kerja, mungkin memang medan elektromagnetk penyebabnya. Semoga share saya ini bisa berguna, terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.13 out of 5)
Loading...