Bayi tabungku yang pertama sukses – Cici

Assalamualaikum, bunda dan ayah. Kami adalah pasangan yg telah menikah selama 5 th. Di tahun pertama kami tak khawatir belum peroleh momongan, tp semakin tahun bertambah rasa khawatirpun datang, apalagi setiap bulan tamu bulanan dtg terus, tak pernah telat.

Saat ini umur kami 32th. Setelah mencoba berobat jalan walau tak serius, diagnosa aku PCO, HSG tupa patent (alhamdulillah) sedang suami astenoteratospermia, dokter di HARKIT sarankn langsung Bayi tabung, sebab sperma yg tak mencukupi utk inseminasi.

Setelah mempersiapkan dana dan kesungguhan kami akhirx putuskn segera bayi tabung. Atas saran teman kami, program bayi tabung di Kuala lumpur dengan dr. Ariza Mohammed di RS. Ampang Putri. Alhamdulillah semua berjalan lancar program di mulai haid ke 2 dg suntikan Gonal F 150mg selama 12 hari, hari ke 10, 11 tambah orgalutran, hari ke 12 pregnil, hari ke 14 dilakukan Ovum Pick up dengan bius total, habis biusx nyerix perut ini, alhamdulillah dapat 20 telur, 19 yg matang, bersamaan itu suami keluarkan sperma, kemudian dilakukan ICSI hasilkan 13 embrio, tapi hanya 4 embrio yg sampai blastokista, yg lain langsung disimpan beku.

Tibalah embrio transfer, ternyata menurut pertimbangan embriolog cukup 2 sj yg ditransfer jd 2 embrioku yg cantik di simpan beku lagi, katanya sayang kalau langsung 4..yah aku pasrah sj mana yg terbaik. Setelah ET setengah jam baring sdh boleh pulang, tp kuputuskan bedrest sampe 2 jam, itupun dg bolakbalik pipis di kamar mandi.

14 hari kemudian disuru dtg periksa b HCg, tp baru baru 12 hari perutku yg memang sering kembung akibat suntikan gonal F, hari itu semakin membesar, apalagi kalau abis jalan2, padahal hanya ke mall 2 jam an. Dr. Ariza langsung suru periksa ternyata di perut banyak cairan dan sel telur masih banyak yg besar, akhirx harus dirawat 2 hari masukkan cairan infus, alhamdulillah membaik, dan yg lebih membahagiakan aku dikabarkan positif mengandung, alhamdulillah. ..setelah 5 minggu usg, janin sdh nampak, alhamdulillah semoga sehat dan selamat sampe lahiran.. Inilah info yg bisa kami berikan sebagai blsn info yg selama ini kami dapatkn dari web ini.

FacebookTwitterGoogle+Share

Tuba non patent menjadi terbuka tapi slow spilled – Intan

Dear all, nama saya Intan – 39 tahun. Saya ikut IVF 2007 & 2010. Alasan ikut IVF adalah tersumbatnya tuba falopi kanan, sedangkan tuba kiri diangkat karena KET. Saya sudah mencoba berbagai cara utk membuka tuba tersumbat, mulai dari operasi, accupressure sampai akupuntur tp kelihatannya belum berhasil.

Terakhir saya accupressure ke Sinshe Sukimin, nah di sana saya diurut di kaki sakiiit sekali dan sinshe bilang walau tersumbat tp kelihatannya msh ada harapan. Selang bbrp bulan sakit mulai hilang, ktnya sumbatan “mulai longgar”. Tetapi krn kesibukan kerja saya tidak sempat lagi meneruskan accupressure.

Singkat cerita saya akhirnya memutuskan utk ikut IVF lagi, tp dr bilang hrs laporoskopi dulu utk melihat ada problem apa di rahim saya. Saya menjalani laporoskopi Jan lalu, dan ternyata ada endometriosis ringan (stadium 2) yg kemudian dibakar/dieksisi oleh dr. Yang saya cukup shock, hasil laporoscopy menunjukkan tuba falopi saya terbuka tapi “slow spilled”, kt dr waktu di’test’ cairannya masuk tetapi lambat. Mendengar ini sempat saya heran krn selama ini tuba kanan saya selalu non patent apabila di HSG.

Skrg wlpun saya tetap berencana akan ikut IVF lagi krn usia, saya ingin tanya apakah ada teman2 yang memiliki pengalaman sama dengan saya, yaitu tuba yang non patent menjadi patent? saya cuma bisa menduga ini hasil accupressure yg saya jalani dgn sinshe sukimin. Cuma kesimpulan “slow spilled” membuat saya ragu untuk menempuh jalan selain IVF, misalnya IUI. Apakah ada teman2 yang tuba falopinya juga slow spilled tp bisa hamil natural atau tanpa IVF? moho masukan ya.. terimakasih sebelumnya

Ada yg pernah ke sana Tropicana Medical Center di KL – Michelle

Saya Michelle. Saya pernah posting ttg ikut program bayi tabung di BIC dgn dr. Taufik Jama’an, dimana kemudian saya mendapatkan seorang bayi perempuan yg sekarang usianya sudah 17 bulan. Saya berencana untuk mengambil program bayi tabung di BIC lagi. Akan tetapi krn 2 anak saya sdh perempuan, saya bermaksud mencoba untuk memilih jenis kelamin embrio yg akan ditanam.

Oleh dr. Taufik saya ditawarkan untuk melakukannya di klinik Tropicana Medical Clinic di Dhamansara, Kuala Lumpur. Dari situs webnya, saya melihat bahwa klinik ini baru saja memiliki fasilitas untuk melakukan PGD (kalau gak salah Pre-Pregnancy Genetic Detection), yg berguna untuk mendeteksi kelainan genetis dari embryo yg akan ditanam dlm proses bayi tabung. Kebetulan sejarah kehamilan saya bisa diterima untuk melakukan PGD (usia mendekati 40 tahun, sejarah keguguran/blank ovum lebih dari sekali).

Saya ingin tahu apakah ada yg pernah melakukan terapi di TMC. Bagaimana dengan akomodasi yg tersedia di sana, dokter yg direkomendasikan dan info-info lainnya. Terima kasih sebelumnya!

Michelle

Azoospermia, varikokel dan spermatokel – Sandra

Halo teman – teman seperjuangan ­čśÇ

Saya ingin sharing pengalaman saya dan suami, sekaligus ingin bertanya juga.
Kondisi yang kami alami yaitu suami azoospermia, varikokel grade 3 (kiri) grade 1 (kanan) serta spermatokel (kiri). Kmrn pada tgl. 17 jan sudah dilakukan operasi varikokel (sekaligus pembuangan kistanya) dan TESE.

Tadinya kami berencana langsung masuk ke program bayi tabung setelah operasi ini selesai (FYI kami mrpkn pasien BIC). Namun setelah operasi kemarin, dr spesialis urologinya, dr.Ponco menyarankan utk melihat perkembangan dr ops. Varikokel nya dl, krn ada peluang sumbatan penyebab Azoo nya bisa terbuka, peluangnya sekitar 40%. Oleh karena itu, bayi tabung nya dipending dl, selama 3 bln. Oiya, hormon suami saya dalam range normal smuanya. KMrn dari ops. TESEnya jg sperma sudah difreezing.

Pertanyaan saya ke forum, apakah ada yang berhasil mengalami peningkatan sperma setelah diops.varikokelnya? Dan apakah ada saran utk konsumsi utk meningkatkan sperma?

Pertanyaan kedua, kmtn itu saya tdk lgsg diberi tau jumlah sperma yg didapat utk difreezing. Ktnya setelah 1 minggu br diberi tau. Apakah memang spt itu prosedurnya? Krn saya berpikir, klo tdk tau brp jmlhnya, bagaimana lab menentukan jumlah yg hrs difreez?

Sekian pengalaman dari saya dan suami teman2..

Duka dan suka ikut program kehamilan di Belanda – Evelyne

Tanggal 17 januari 2012, Saya ikuti saran dari dokter salah satu rumah sakit di rotterdam. saya konsultasi dengan dokter di rumah sakit erasmus. Saya begitu kaget karena semua di mulai di awal kembali. Karena dokter dari rumah sakit maastad yang merujuk kami ke rumah sakit besar erasmus, rotterdam. Terpaksa kami harus menjalani wawancara kembali, scho kembali dan 2 minggu lagi baru di lihat hasil rapat para dokter untuk memutuskan apakah kami berhak atau tidak.

Saya berumur 34 tahun sedangkan suami berumur 74 tahun, mungkin mailers pasti tertawa membaca umur suami yang sudah Tua usia. Tapi kami berdua masih semangat untuk bisa memperoleh buah hati. Sedihnya, si dokter justru mengatakan “suami ibu sudah tidak muda lagi?” pikir saya…masalah mati dan hidup itu hanya Tuhan yang punya otoritas.saya tetap tersenyum menanggapi pertanyaan-pertanyaan mereka. Yang ada di dalam hati saya “apakah salah jika saya menginginkan seorang anak?” sempat sedih sekali mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut. kalau saya bisa hamil alami saya bersyukur sekali. Tapi tetap kami harus berusaha, berharap dan Tuhan yang menjadikan semuanya. Berharap keajaiban itu datang kepada kami berdua :(

Yang paling menyedihkan adalah ketika kami tahu bahwa dokter yang merujuk kami tidak mengirimkan berkas-berkas lama saya dan suami ke rumah sakit yang di rujuk.

Saya selalu baca tulisan-tulisan mailist di sini. semuanya cukup menguatkan saya untuk terus bersabar dan berharap.
tanggal 31/1/2012 kami ingin mendengarkan berita apakah program bayi tabung bisa di lanjutkan atau tidak bisa.

salam, evelyne