Non-obstructive Azoospermia & hampir 40 tahun – Briana

Halo semua, salam kenal, kami sudah 7 tahun menikah tapi belum mendapatkan momongan. Suamiku NOA (Non-Obstructive Azoospermia: kerusakan pada pabriknya), semua dokter2 yg kami temui tidak menyarankan obat2an atau vitamin apapun untuk suami (sepertinya sudah tidak ada yg bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan suamiku) 🙁

Akhirnya kami menjalankan bayi tabung ICSI sebanyak 3x fresh cycle yang semua hasil test hamilnya negative :(. ICSI pertama & ke-2 dilakukan pada saat aku berusia 35 tahun, ICSI ke-3 pada saat aku berusia 37 tahun, saat itu pengambilan sperma suami pun dilakukan melalui TESA.

Sekarang kami bimbang apakah ingin mencoba bayi tabung lagi atau tidak, mengingat usiaku yang sudah 38 tahun lebih (kualitas telur semakin menurun). Aku takut kecewa lagi…

Ada beberapa cerita bayi tabung sukses dari pasangan suami azoospermia & istri yang berusia muda (dibawah 35 tahun), tapi apakah ada diantara teman2 yg memiliki pengalaman sukses bayi tabung dengan kondisi yg mirip seperti kami (suami azoospermia + istri yg berumur hampir 40 tahun)? Saya harap “ya” jawabannya.

Ditunggu ya sharing dari teman2 sekalian, terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

PCO dan Geopatis – Firman

Saya ingin share pengalaman saya dalam berusaha mendapatkan keturunan, mungkin bisa bermanfaat bagi pasangan yang memiliki problem yang sama seperti saya. Saya saat ini berusia 44 tahun dan isteri 39 tahun. Kami menikah tahun 2003, berarti sudah 9 tahun menikah belum juga diberi keturunan. Siklus haid isteri saya selalu mundur sampai 10 hari hingga 2 minggu.

Tahun 2005 kami pertama kali periksa ke Klinik Permata Hati di Jogja, kebetulan kami tinggal di Jogja, setelah melewati beberapa tes, hasilnya tidak ada kista, tuba juga lancar, dokter mendiagnosa sebagai PCO (Telur tidak dapat berkembang dengan baik), tidak ada obat yang pasti untuk menyembuhkannya dan kami pun merasa pernikahan baru 2 tahun sehingga tidak melanjutkan pengobatan.

Tahun 2008 kami kembali lagi karena tetap belum berhasil mendapat keturunan, kami ikut program Inseminasi Buatan (IB), 2 kali mencoba gagal semua, dokter menyarankan untuk Laparoskopi tapi karena biaya cukup besar dan juga itu bukan merupakan pengobatan tapi hanya untuk melihat isi rahim, isteri saya tidak mau.

Tahun 2011, setelah saya desak isteri untuk Laparoskopi akhirnya dia bersedia menjalaninya, hasilnya bagus semua, kista nihil, tuba lancar, endometriosis juga tidak, tapi kok telur tidak dapat berkembang dengan baik? Setelah Laparoskopi, kami coba lagi IB, tetap gagal juga, berarti sudah 3 kali IB gagal total.
Telur dalam rahim isteri tidak berkembang dengan baik, dan jumlahnya hanya sedikit sekali. Kami coba beberapa saran teman untuk coba makan otak kelinci, minum suplemen macam2, tetap gagal.

Pada Nopember 2011 kami diundang teman datang ke rumahnya karena ada seorang yang katanya mengerti masalah keturunan dan konsultasi mengenai rumah tangga, kami akhirnya bertemu dan dia mengatakan masalah kami terletak pada rumah kami, dia bilang bahwa dibawah rumah saya ada aliran air yang yang bergesekan dengan bebatuan dan pengaruh magma bisa mengeluarkan medan elektromagnetik yang bisa mempengaruhi kesehatan, biasa di kenal sebagai Geopetis, kami disarankan pindah rumah kalau ingin memperoleh keturunan, dia bilang kalaupun nanti bisa hamil, akhirnya akan keguguran kalau tidak pindah rumah, sayangnya saat konsultasi kami tidak membawa denah rumah sehingga dia tidak dapat memastikan daerah mana dalam rumah saya yang terkena Geopatis.

Kami sangat down saat itu dan setengah tidak percaya, orang tersebut hanya menggunakan pendulum (semacam lidi sebagai alat pendeteksi) dan tidak tahu rumah saya kok bisa mendeteksi hal itu.
Akhirnya saya searching di internet mengenai Geopatis atau Radiesthesi, ternyata memang benar ada medan elektromagnetik tersebut, secara ilmiah tidak dapat dibuktikan tetapi orang-orang tertentu yang punya kepekaan yang bisa merasakan, seperti halnya orang yang akan menggali sumur, mencari sumber air dibawah bumi, ternyata ada orang orang yang ahli dalam hal ini.

Medan elektromagnetik dapat mempengaruhi kesehatan orang yang dalam waktu lama duduk/tidur diatas medan itu, gejalanya dapat bermacam macam, dari badan merasa capek, sakit sampai mempengaruhi hormon seseorang bahkan penyakit kanker.
Kami menemukan di internet ada orang lain yang bisa melihat hal tersebut, kami kirim foto denah rumah kami, dan dia bilang memang di kamar tidur kami ada medan Geopatis tersebut dan disarankan untuk pindah kamar ke sudut yang lain dan di lantai 2
Kami akhirnya merenovasi rumah kami dan pindah kamar ke lantai 2 dengan sudut berbeda dari kamar kami yang semula.

Kami merencanakan akan ikut program bayi tabung setelah pindah kamar, setelah 3 bulan pindah kamar, kami akhirnya kembali ke Klinik Permata Hati untuk ikut program bayi tabung, kami putuskan langsung ikut program bayi tabung mengingat usia isteri yang sudah 39 tahun.
Kami datang ke klinik dan mengutarakan tujuan kami, dokter melihat rekam medik kami, dia mengatakan bahwa PCO memiliki kemungkinan paling kecil berhasil dalam program bayi tabung, ya sudah tidak apa, yang penting mencoba, haid hari ke 2 isteri di USG, terlihat ada 6 kantung telur, beberapa agak besar, sebelumnya tidak pernah seperti ini, waktu IB dulu paling hanya ada 2 atau 3 telur yang kecil2, isteri di beri suntikan GonalF selama sepuluh hari, plus CTR, akhirnya pada hari ke 10 ada belasan kantung telur dalam berbagai ukuran, hari ke 12 Ovum Pickup, sperma saya diambil, hari ke 15 Embrio Transfer (2 embrio ditanam, 1 embrio dibekukan), setelah itu isteri saya bed rest selama !4 hari, dan Puji Tuhan isteri saya dinyatakan positif hamil.

Mungkin pengalaman saya ini bisa berguna bagi pasangan yang memliki masalah yang sama dengan kami, yaitu isteri menderita PCO dan tidak tahu cara mengatasinya, mungkin bisa dicoba konsultasi rumah, coba pindah kamar, atau pindah tempat duduk di tempat kerja, mungkin memang medan elektromagnetk penyebabnya. Semoga share saya ini bisa berguna, terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.13 out of 5)
Loading...

Perjalanan panjang IUI dan IVF – Siti

Salam kenal, Saya tinggal di Belanda menikah 7 tahun. saat ini kami dalam proses percobaan bayi tabung yang ke tiga dan terakhir. Saya mulai suntik decapeptyl dari hari rabu kemarin. hari senin minggu depan USG pertama. Kalau hasil nya bagus saya bisa memulai suntik Puregon.

Kami memulai proses panjang untuk mendapatlan buah hati pada November 2007 dengan mengunjungi dokter keluarga kami. Beliau memberikan rujukan kepada dokter ahli kandungan di RS terdekat di mana kami tinggal.
Kami harus menunggu 4 minggu untuk bisa mendatangi ahli kandungan.

Proses pertama adalah pemeriksaan darah kami berdua dan sperma suami, alhamdulillah hasilnya baik. Dokter memberi kami kesempatan selama 6 bulan untuk mencoba hamil secara alami. Karena tidak berhasil dokter melakukan tes dimana diambil cairan untuk melihat apakah sperma bisa bekerja sama dengan baik dengan cairan di dalam uterus? hasil nya bagus.
Dokter memberikan kesempatan lagi selama 6 bulan untuk hamil secara alami. Belum berhasil juga dan proses selanjut nya adalah HSG, yaitu saluran indung telur di suntik kontras untuk mengetahui apakah saluran indung telur tersumbat atau ada masalah lain. Hasil bagus.
Dokter mengatakan bahwa kami tidak berhasil hamil secara alami dan penyebab nya tidak bisa di nyatakan.

Proses IUI di mulai, 4X semua gagal
Yang membuat saya kesal selama proses IUI ke 1 dan 2, saya di tangani 11 dokter ahli kandungan. Ini di karenakan departemen kandungan tidak mempunyai sub departemen yg secara khsus menangani proses IUI.

Dokter kandungan saya merujuk saya ke RS akademis tidak jauh dari rumah kami tinggal.
KIta tidak langsung ke departemen IVF melainkan harus ke departemen kandungan umum setelah mereka melakukan tes darah dan sperma dan wawancara, kami berhak mendapatkan pelayanan dan perawatan IVF atau bayi tabung, ini terkait dengan asuransi kesehatan yang akan membayar proses IVF.

Perlu di ketahui bayi tabung di Belanda di bayar sepenuh nya oleh pihak asuransi. Kita berhak mendapat pelayanan dan perawatan IVF sebanyak 3X. Biaya yang tercantum dlm brosur RS adalah Euro 2800-3300 sudah termasuk biaya obat, dokter dan laboratorium.

Proses bayi tabung pertama oktober 2010
Dimulai dengan meminum pil anti konsepsi selama 3 minggu. Disini di mulai proses secara buatan. Empat hari sebelum pil anti kosepsi berakhir saya mulai suntik hormon Decapeptyl sampai pada cyclus ke 16. Decapeptyl berfungsi untuk menahan pembuahan secara berlebihan. saya datang untuk USG pada waktu yg telah di tentukan. Hasil USG bagus saya memulai suntik Puregon setiap pagi sampai dengan cyclus ke 16. Seminggu kemudian saya datang untuk USG selanjutnya USG di lakukan seminggu 2X sampai follikels berdiameter 20mm. Pada cyclus ke 18 puctie yaitu pengambilan sel telur, saya mendapatkan bius lokal sejam sebelum proses di mulai.
Dua hari kemudian embryo di kembalikan ke dalam rahim. Nasib belum beruntung, 9 hari kemudian saya menstruasi.
Life goes on, next time better.

Proses ke dua pengembalian Frozen embryo mei 2011
pada bayi tabung pertama berhasil menyimpan 1 embryo. Proses yang tidak kalah melelahkan, harus banyak meminum obat dalam hal ini Progynova dan Progestan. Tidak berhasil.

Bayi tabung yang ke dua mei-juni 2011
Dengan semangat 45 kami memulai percobaan bayi tabung ke dua. Saya memulai langsung karena pada saat pertemuan terakhir dengan dokter menjelang menstruasi. Saya hadir untuk USG dan langsung memulai suntik Puregon sampai cyclus 13, pada cyclus ke 7 saya suntik Orgalutran.
Saya merasa lebih optimis di banding dengan percobaan bayi tabung pertama karena lebih sedikit obat dan saya lebih relax karena waktu punctie(pengambilan sel telur) jatuh pada hari jumat yang berarti ada waktu istirahat 2 hari di akhir pekan sebelum pengembalian sel telur hari senin. Selama proses percobaan bayi tabung kedua, di temukan kista, dan pada saat punctie kista di keluarkan juga. Dokter lupa memberikan instruksi kapan saya harus minum antibiotika. Malam setelah punctie badan saya demam. Hari sabtu saya telpon RS, tes darah dan pap smear. Hari senin pagi proses pengembalian embryo. Senin malam dokter menelpon saya bahwa saya harus datang ke RS dan ada kemungkinan opname. Laboratorium menemukan bakteri yang resistant dengan antibiotika yg saya minum. Saya harus di beri antibiotica melalui infus. Ternyata setelah sehari opname saya boleh pulang dengan obat jalan.
Hari sabtu dalam minggu yang sama saya ke RS karena demam.
Hari selasa minggu depannya saya ke RS untuk kontrol. hasil tes darah mengatakan kadar infeksi terlalu tinggi 260. Kadar infeksi orang sehat berkisar antara 0-10. Dokter memutuskan saya untuk opname lagi saat ini benar-benar 10 hari bahkan 3 minggu. Dua hari menjelang saya di perbolehkan pulang, saya demam lagi. Kali ini mencapai 40,3 derajat celcius.
Saya di bawa ke ruang scan dengan badan menggigil, hasil nya ada semacam bisul dan harus di matangkan, dokter bilang tidak bisa berbuat apa. Demam tidak turun akhirnya dokter menyarankan operasi. Dalam hati saya jangan-jangan terlambat dan saya harus kehilangan indung telur saya. Tapi alhamdulillah operasi selama 3 jam dan dokter berhasil menyelamatkan indung telur saya. setelah operasi deman saya berangsur turun.
Saya sampai trauma pergi ke RS.

Empat minggu setelah saya pulang dari rawat inap, suami saya kena serangan jantung. Badan saya yang belum sepenuh nya pulih, harus bolak balik ke RS mengunjungi suami yang rawat inap selama 2 minggu. Alhamdulillah selama saya sakit, atasan saya baik dan saya boleh libur selama mungkin demikian juga ketika suami saya jatuh sakit. Doa dan perhatian teman, teman kerja dan atasan sangat membantu. Terima kasih banyak.

Percobaan bayi tabung ke dua tidak berhasil. Saya mendapat menstruasi pada hari keenam setelah pengembalian embryo ke rahim.

Setiap individu unik. Percobaan bayi tabung sangat berlainan proses nya tergantung individu, RS, baik dalam teknis maupun dalam hal penggunaan obat.

Ibu mertua saya bilang dan pernyataan beliau benar adanya,
” kita manusia, dokter dan semua yang terlibat dalam proses bayi tabung pintar namun pada akhir nya Tuhan yang maha Pemurah yang memutuskan apakah kita berhak untuk di berikan kepercayaan”

Marilah berdoa dengan tidak putus nya.

Salam, Siti Landgraaf-Belanda

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Persiapan mental dibutuhkan selama mengikuti program bayi tabung – Isl

Salam kenal buat semua…ini kali pertama aku tulis di bayi-tabung.com ini. Meskipun baru pertama kali tapi jauh sblmnya saya selalu ikuti perkembangan yang ada di web ini. Sebelumnya aku ucapkan selamat buat teman2 smua yang sudah berhasil dalam program bayi tabung atau inseminasi dan buat yang belum berhasil meski sudah matian2 berusaha aku pesan tetap semangat, jangan patah arang, jangan pernah menyesal dengan apa yang telah terjadi dan tetap bangun semangat buat masa depan.

Oya..kebetulan aku juga ikut bayi tabung di PH RSUP Dr Sardjito…ini kali pertama aku ikut bayi tabung ini. Aku bersyukur sekali karena awalnya aku berhasil hamil.. bahkan aku sempat mendengar degup jantung calon baby-ku…bahagiaaaa skali rasanya… tu adalah kali pertama aku hamil setelah 8 tahun menikah. Alhamdulillah…Allah SWT ternyata mengabulkan doa2 ku selama ini…..

Tapi….tepat tanggal 6 Agustus 2012 kmarin.. setelah ku merasakan bagaimana bahagianya hamil selama 11 minggu 5 hari.. dokter bilang ternyata janinku tidak berkembang…Ya Allah ujian apalagi ini. Baru saja ku merasakan bahagianya bisa hamil..tapi ternyata Allah telah mengambilnya kembali. Betapa sedih & pedihnya hatiku menerima kenyataan ini….
Hanya doa, doa, doa dan istighfar yang terus selalu ku ucapkan pada-Nya. Aku masih yakin Dia pasti akan menolongku, aku yakin Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Penolong hamba-Nya.

So buat temen2, aku cuma ingin berpesan disini bahwa mental yang benar2 siap yang dibutuhkan selama mengikuti program bayi tabung; jangan pernah terus merasa bahagia dan berharap skali terhadap program yang kita ikuti, karena kita manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan lah yang menentukan, smua adalah kuasanya. Jangan sombong dan merasa “kita sudah berhasil” ketika kita sudah dinyatakan positif hamil..karena di depan jalan masih sangat pajang dan berliku. Sudah hamil sekian minggu belum pasti bahwa kita “berhasil” dan kelak akan bisa melahirkan anak2 kita, karena aku mengalaminya sendiri ternyata pada usia kandunganku 3 bulan kurang 2 hari.. Tuhan telah mengambilnya kembali.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Info bayi tabung di MMC – Wincen

Hi all,
Bagi yang punya informasi mengenai proses bayi tabung di MMC Melaka, mohon bantuannya untuk beberapa info di bawah ini:

  1. Untuk penyuntikan tahap awal apakah memungkinkan obat suntikannya dibawa pulang ke Indonesia sehingga proses awal dapat saya jalani di rumah (lebih menghemat biaya menginap dan untuk ketenangan pikiran karena dekat dengan keluarga). Kalau memungkinkan, apa saja yang harus saya persiapkan sebelumnya (sebagai contoh: apakah diperlukan tempat khusus seperti ice box untuk membawa obat tersebut dan bagaimana prosedur yang harus saya jalani ketika melewati pemeriksaan di bandara).
  2. Untuk proses selanjutnya, apakah memungkinkan apabila saya memilih untuk meneruskan rencana pulang pergi hingga saat OPU & ET (saya bertempat tinggal di Bandung)?
  3. Adakah rekomendasi hotel yang bersih dan harga terjangkau untuk long-term stay?
  4. Apakah saya perlu mengurus visa apabila kondisi saya diharuskan menetap disana lebih lama dari yang diijinkan (30 hari)?

Atas sharing nya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Saya dan suami berencana untuk menempuh program bayi tabung di MMC setelah hampir 6 tahun pernikahan kami yang masih belum dikaruniai momongan. Sebelumnya kami sudah pernah menjalani program bayi tabung di Bandung namun belum berjodoh. Mudah-mudahan program bayi tabung kami selanjutnya dapat diberi kelancaran ya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...