Pacaran jarak jauh

Sebelum memutuskan untuk menikah seperti pasangan pada umumnya kami juga melewati masa-masa pacaran selama kurang lebih 4 tahun. Tetapi yang tidak umum adalah bahwa kami menjalani pacaran jarak jauh alias ‘long distance dating’.

Saat itu, handphone adalah barang mewah & belum sepopuler sekarang. Jadi pilihan satu-satunya bagi kami waktu itu untuk melepas kangen ya lewat telepon interlokal alias SLJJ. Bisa dibayangkan biaya telepon yeng membengkak tiap bulannya. Bekas pacar saya, suami saya sekarang, dua kali seminggu ke wartel menelpon yang rata-rata dua jam lamanya setiap telpon.

Orang bilang pacaran jarak jauh itu berat di ongkos, memang benar. Tapi itu tidaklah menjadi masalah bagi orang yang dilanda asmara, berani berkorban…

Hari libur menjadi momen yang sangat dinanti. Singkat cerita akhirnya kami menikah. Tidak ada lagi jarak yang memisahkan kami. Dunia serasa milik kami berdua… perkawinan membuat hidup lebih komplit…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*