Obat generik murah obat paten mahal
Siapa yang mau sakit? badan lemas, kurang tenaga, panas, muntah dan sebagainya… kita semua pernah merasakannya. Coba bayangkan sedang sakit seperti ini kita biasanya ke dokter kan, setelah diperiksa-periksa keluarlah uang puluhan ribu untuk jasa si dokter … bahkan ratusan ribu kalau dokternya dokter spesialis.
Keluar dari ruang praktek dokter kita ke apotik untuk tebus resepnya, keluarlah lagi uang puluhan ribu dari kantong tidak jarang pula ratusan ribu. Ini dia yang terakhir yang kadang-kadang malah buat kita makin sakit … obat… shock melihat harganya. Memang nasib, sudah sakit, badan tidak enak, keluar duit banyak pula.
Kenapa harga obat bisa ada yang mahal? biasanya yang mahal itu obat paten. Apa itu obat paten? dari namanya saja bisa ditebak, obat baru yang punya hak paten artinya tidak bisa di-copy. Obat paten biasanya dibuat oleh perusahaan farmasi besar seperti Pfizer dan Sanofi Aventis. Dibutuhkan sekitar 12 tahun untuk riset & pengembangan (R&D) sebuah obat dari penelitian penyakit, penemuan bahan kimia obat sampai registrasi obat.
Biaya R&Dnya tidak tanggung-tanggung, perusahaan besar ini mengeluarkan trilliunan rupiah (angka nolnya sampai ada 12 buah… kalkulator biasa tidak bisa hitung!). Tahun 2006 Pfizer mengeluarkan 70 triliun rupiah, sanofi-Aventis 55 triliun rupiah, Roche 50 triliun rupiah, Merck 45 triliun rupiah… untuk biaya R&D.
Mungkin Anda berpikir mereka mengeluarkan ratusan jenis obat setiap tahunnya. Dari ribuan calon bahan obat awalnya, hanya sekitar 10 yang biasanya berhasil disetujui dan dipasarkan perperusahaan pertahunnya. Bisa Anda bayangkan biaya yang harus mereka tutup supaya tidak bangkrut, semua dibebankan di harga obat… ya mahallah si obat paten itu.
Kadang-kadang saya mengeluh harga obat paten mahal, tapi kalau dipikir-pikir perlu juga perusahaan seperti ini yang tetap mengeluarkan obat baru yang lebih canggih dan manjur bahkan untuk penyakit baru. Kalau tidak ada mereka ya… siap-siap saja kita menghadapi penyakit secara alami.
Tidak selamanya obat dipasaran itu mahal. Bagi yang sudah sering berobat untuk inseminasi atau bayi tabung pasti sudah tahu berapa harga obat (atau tepatnya vitamin) folic acid, murah kan? Terakhir ini saya diberi obat kontrasepsi (pil KB) untuk mengatur jadwal haid, 21 tablet hanya 4000 rupiah! Coba kalau semua harga obat seperti ini, uueeeenak tenan…
Obat murah ini biasanya adalah obat generik, sering dengarkan? Obat generik adalah hasil copy-an obat paten yang habis masa patennya setelah 20 tahun dipatenkan. Masa paten ini dihitung dari penemuan bahan kimia obatnya bukan dari waktu pertama kali obat dijual. Paten habis kira-kira setelah 7-12 tahun pemasaran obat tersebut.
Kenapa murah? namanya juga copy-an … ya murah, perusahaan obat generik tidak perlu susah-susah melakukan R&D seperti perusahaan obat paten. Tinggal copy saja, biaya R&Dnya minimal sekali. Ada obat generik yang bermerek dan ada juga yang tidak bermerek. Yang bermerek agak mahal, karena perlu biaya pemasaran yang lebih besar, biaya kemasannya yang bagus dsb. Yang parah ada obat generik bermerek yang harganya hampir sama dengan obat paten! waduh sudah sakit dikuras pula kantongnya.
Kalau ke dokter minta diresepkan obat generik aja, lebih murah. Bagaimana dengan khasiatnya? rasanya sama saja, selama sudah disahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak perlu kuatir. Untuk kualitas memang perasaannya yang buatan pabrik aslinya lebih baik, sebaiknya konsultasi ke dokter aja deh …


(5 votes, average: 3.40 out of 5)
posted on September 13th, 2007 at 9:26 pm
posted on September 14th, 2007 at 6:27 pm
posted on February 26th, 2008 at 3:53 pm
posted on February 27th, 2008 at 10:57 pm
posted on April 14th, 2008 at 12:58 pm