Melihat embrioku bertahan hidup

Sudah terbayang-bayang dalam pikiran lucunya punya anak kembar apalagi kalau kembar tiga, jadi langsung ramai keluarga dan semua kebutuhan jadi tiga kali lebih banyak… cukup sudah sekali saja melahirkan.

Saya dijadwalkan konsultasi ke dokter dan USG sekitar 3 minggu setelah dinyatakan hamil sehabis program bayi tabung thaw cycle. Ternyata saya harus datang lebih awal.

Benar-benar kalau ikut program bayi tabung itu jantung harus kuat dan harus bisa bertahan terhadap berbagai macam perasaan, sedih, takut, kuatir, gembira, penasaran, panik… dst.

Bayangkan kira-kira dua minggu setelah positive hamil saya keluar flek dan ini berlangsung selama 11 hari. Takut sekali kalau keguguran, perasaan yang tadinya gembira menjadi sedih, bayang-bayang negative langsung datang menyerang. Saat itu tidak tahu mau berbuat apa sedangkan jadwal USG masih lama. Saya langsung bed rest tidak banyak bergerak.

Karena tanda-tanda flek tidak berkurang akhirnya saya memutuskan ke klinik 24 jam di rumah sakit. Tidak enak perasaan jantung berdebar-debar waktu menunggu apa yang akan dikatakan oleh dokter jaga. Saya ceritakan kejadian flek-fleknya, si dokter ternyata sudah tahu kalau saya hamil karena program bayi tabung. Dia sudah melihat data saya di komputer rumah sakit sebelumnya. Tanpa berpikir panjang si dokter memutuskan untuk me-USG saya.

Muka dokter yang tadinya serius jarang berekspresi tiba-tiba tersenyum sambil berkata “embrio anda tidak ada masalah, ada satu dan detak jantungnya sudah kelihatan”. Dokter memperlihatkan TV monitor USG ke saya, tak terasa air mata keluar terharu bercampur gembira. Suamiku yang sedang menunggu saya panggil, dia datang dan melihat TV monitor USG. Saya lihat matanya berkaca-kaca dan tersenyum kepada saya.

Itulah pertama kalinya saya melihat langsung calon bayi saya setelah begitu lama menanti. Dari tiga embrio yang dimasukkan ternyata hanya satu yang kuat dan bertahan terus… ayo baby maju terus pantang mundur.

Umur embrio sekitar 6 minggu dan berukuran kurang lebih sekitar 1 inch (2,3 cm), kata si dokter. Bingung juga mendengar umurnya sudah 6 minggu, ternyata umur dihitung dari haid terakhir bukan dari waktu embrio transfer program bayi tabung.

Saya bertanya kedokter kenapa bisa ada flek. Katanya kadang memang bisa begitu mungkin salah satunya karena akibat dari proses penempelan embrio di dinding rahim, bisa juga karena infeksi dsb. Setelah memeriksa lebih lanjut dan menjelaskan ke saya supaya tidak perlu kuatir karena semua kelihatan ok kami dipersilahkan pulang… tanpa diberi resep atau obat apapun karena obat yang sedang saya minum sudah cukup, tidak perlu diganti atau ditambah.

Waktu saya tanya ke dokter apakah saya perlu bed rest, sambil tersenyum dia jawab … tidak perlu, yang penting jangan melaksanakan aktivitas berat.

Walaupun bayang-bayang punya anak kembar tidak menjadi kenyataan tapi dengan kehamilan satu embrio ini pun sudah sangat membahagiakan bagi kami.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (17 votes, average: 2.94 out of 5)
Loading...

8 thoughts on “Melihat embrioku bertahan hidup

  1. komang

    oo menghitung usia kehamilannya begitu.. (pertanyaanku udah terjawab disini 🙂 )
    brarti ngitungnya seperti hamil tanpa bantuan ya! thanks Yenni!

  2. esther_hasan

    hai…teman2….aku juga ada rencana nih mau ikut program bayi tabung..rencananya ama dr.ivan ….tapi aku bingungnya dr Ivan menyarankan untuk LO lagi karena endometriosis aku timbul lagi , jadi sebaiknya di bersihkan dahulu…sedangkan di dokter lain…kaga perlu operasi lagi…di harapan Kita ama Hermina Bandung….oh ya Ivf di KKH sekarang $ 9000-$10000…beda banget ama di Bunda….ada saran kaga ya teman2….Thanx ya sebelumnya

  3. Kelly

    Dear Esther, coba aja nyari Opini dokter lain ya, separah apa Endonya. Apakah akan mempengaruhi hasil program BT? aku jg berencana mo IVF sama Dr. Ivan… Mungkin bulan depan baru akan mulai cek darah….

  4. Lila

    mau ikut urun rembuk untuk mbak esther,
    Saya juga ikutan program IVF, saya melakukannya di Klinik PPH RS Dr. Sardjito yogyakarta. Sampai dengan proses ET, biaya yang saya keluarkan sekitar 32 juta rupiah. Sekarang saya sedang deg-degan, apa saya hamil dan berapa embryo yang berhasil berkembang.

  5. menik

    salam kenal..
    Lila di Dr sarjito pake dokter siapa..?
    Kalo boleh tau masalahnya apa koq musti bayi tabung..?
    Tks

  6. susy

    kita bisa pakai donor egg, bs pake sister kita yg lebih muda. Bagusnya umur berkisar 19-35thn. Biasanya klo sister umur lebih dan akan dianjurkan pakai niece. Persen keberhaislan sangat tinggi, klo di US bisa samapi 80%. Saya tidak tau klo persen keberhasilannya di Asia. Di US hampir semua Klinic selalu mencantu,kan tingkat keberhasilan dan golongan umur pasien. Klo umur udah mulai 42 keberhasilannya sangat tipis. Sayang nya di spore tidak mencantumkan keberhasilan mrk setiap tahunnya. Donor egg tidah diperkenankan di Indonesia. Malaysia di RS Damansara dan lainnya diperbolehkan.

  7. Eka

    Mbak Yenni, slama hamil pernah tdk merasa ada rasa sakit semacam kontraksi gt di rahim bag bwh?

  8. Yenni

    Hi Eka, benar selama hamil saya merasakan kontraksi di rahim bagian bawah. Waktu perut masih kecil sih belum begitu terasa, sekarang terasa banget. Itu normal kok kata dokter… kalau ga salah namanya kontraksi Braxton Hicks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*