Maaf embrionya tidak bertahan hidup sebelum ditanam – Sriyati
Pengalamanku ikut bayi tabung di RSU dr.Sarjito jogjakarta. Usiaku saat ini 40 tahun dan udah menikah 2kali dan sampai sekarang belum punya anak. Usia perkawinanku dengan suami kedua udah lima tahun. Beberapa usaha untuk punya anak belum membuahkan hasil, dan hasil hsg di kedua tubaku buntu dan satu-satunya jalan untuk dapat punya anak melalui bayi tabung (dr Zaen Alkaf).
Sebelum bayi tabung aku hrs menjalani laparaskopi karena dimungkinkan ada virus yang dapat mempengaruhi program bayi tabung. Mens hari kedua setelah laparaskopi aku mulai diusg dan menunjukan kalau telor dan hormonku baik, kemudian langsung menjalani suntikan gonal sampai 7 kali (7 hari berturut-turut).
Usg terakhir ada 2 telor sebelah kiri dan 4 telor sebelah kanan, yang terbesar dengan ukuran 17 inci dan terkecil 12 inci, hormonku normal. akhirnya sehari kemudian saya diambil telurnya melaui operasi, operasi berjalan lancar, dari telur yang saya sebutkan di atas saya tanya ke dokter dan perawat jawabnya ada perbedaan yang sedikit membuat saya bingung dan terakhir kata petugas telur baik sehingga dilanjutkan pengambilan seperma. Setelah itu saya dikasih obat yang diminum dan obat yang dimasukan vagina untuk penanaman telur yang rencanaya 3 hari kemudian.
Saya udah senang sekali dengan harapan tinggal penanaman embrio. Satu hari kemudian saya ditilpu dr.RSU Sarjito dengan diawali kata “MAAF”, saya udah lemas dan gak mau terima berita selanjutnya, suami yang saya serahi terima berita. Betapa lemasnya aku karena embrionya tidak bertahan hidup sebelum ditanam.
Saya menangis dan sangat menderita karena BT yang saya harapkan dapat mempertahankan rumahtanggakupun belum berhasil padahal biayanya untuk ukuran aku tinggi sekali (Aku dan suami hanya PNS golongan rendah. Aku kecewa sekal, tapi kemudian aku menyadari bahwa semua usaha akan saya lakukan untuk itu. Keluarga dari pihak aku juga mendukung usahakau untuk mempertahankan rumahtangga diamana suami pernah mengancamku bercerai kalau aku tidak bisa punya anak. Keluarga dari pihaku sampai berkata usahalah selagi mampu diusakan sehingga tidak akan menyesal suatu hari.
Oh ya saya juga minta keringanan biaya untuk mengulang bayi tabung di RSU Sarjito, tapi Rumah sakit tidak bisa memberi keringanan. Saya mulai usaha BT lagi dan diberi waktu 3 bulan dari BT pertama. Doain ya semoga BT Keduaku berjalan seperti yang saya inginkan. (Sriyati cilacap- Jawa Tengah). Trims


(4.75 out of 5)
posted on January 19th, 2010 at 3:44 am
posted on January 19th, 2010 at 9:02 pm
posted on January 20th, 2010 at 9:02 am
posted on January 20th, 2010 at 12:33 pm
posted on January 20th, 2010 at 9:06 pm
posted on January 21st, 2010 at 12:56 am
posted on January 26th, 2010 at 2:53 am
posted on February 7th, 2010 at 1:45 pm
posted on February 8th, 2010 at 8:16 pm
posted on February 12th, 2010 at 10:31 pm
posted on February 25th, 2010 at 10:44 pm
posted on March 11th, 2010 at 8:25 am
posted on June 24th, 2010 at 2:29 pm
posted on July 8th, 2010 at 11:12 am
posted on July 8th, 2010 at 1:57 pm
posted on October 20th, 2010 at 2:16 pm
posted on May 10th, 2011 at 1:45 pm
posted on May 12th, 2011 at 6:43 am
posted on September 21st, 2011 at 10:03 am
posted on September 22nd, 2011 at 4:00 pm
posted on September 22nd, 2011 at 4:35 pm
posted on September 23rd, 2011 at 8:14 am