Karena tumor besar salah satu ovarium diangkat, sedang bayi tabung – Jessy
Hi semua..
Nama saya Jessy, umur 28 tahun.. sudah sejak setahun yang lalu saya mencari informasi tentang bayi tabung di sini dan banyak sekali info dan masukan yang saya dapat, terima kasih untuk bayi-tabung.com. Sekarang saya ingin sharing, berbagi pengalaman, mudah2an bisa membantu teman-teman semua..
Saya sedang menjalani program IVF di Thomson Fertility Centre (TFC), Thomson Medical Hospital, Singapore dengan Dr. L.C. Cheng.
Saya mempunyai masalah dengan tuba falopi yang tersumbat, waktu saya umur 20 tahun, dioperasi untuk tumor ovarium, dokter yang menangani saya juga mengangkat salah satu ovarium saya karena tumor yang besar. Setelah patologi diputuskan untuk kemoterapi karena ditemukan jaringan kanker, selain itu tuba falopi saya juga dipotong karena lengket dengan jaringan tersebut.
Waktu itu saya masih sangat muda, sempat down dan stress, tapi saya bisa tetap positif menjalani pengobatan dan keinginan untuk sembuh yang sangat kuat. Saya berpikir untuk masalah reproduksi nanti saya dipikirkan kalau waktunya tiba. And here I am, saya sudah 2 tahun menikah dan akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menjalani bayi tabung sejak bulan Juni 2009.
Kenapa di singapore? sebenarnya masalah cocok2an.., seperti yang banyak teman-teman disini sudah sharing.. Biaya bayi tabung di Indonesia dan disini hampir sama, tergantung kondisi masing-masing, karena dosis dan banyaknya obat2an yang dipakai sesuai kebutuhan kita masing-masing. Selain itu, saya beruntung karena ada teman yang sedang bekerja di singapore yang memperbolehkan kami tinggal di apartmennya, jadi biaya akomodasi bisa ditekan.
Pertama konsultasi dengan Dr.Chen, beliau melihat semua medical record saya, dan pertama kalinya discan melalui USG transvaginal. Ovarium saya yang tinggal satu dalam kondisi bagus dan rahim saya juga baik. Besoknya saya bisa langsung suntik Gonal F, mereka kasih yang 300iu, karena dengan 1 ovarium, hormon estrogen saya harus dipush lebih besar.. selama 12 hari suntik Gonal F, hari ke-6 ditambah injection centrotide dan rutin discan untuk liat perkembangan telur. Sempat up and down juga, karena telur saya tidak terlalu banyak dan perkembangannya tidak merata, ada yang besar sekali, yang sedang dan yang lain masih kecil, dokter sempat diskusi juga, karena yang besar mungkin akan terlalu matang dan yang kecil ditakutkan tidak akan berkembang. Sedih, tapi saya tetap positif menjalaninya. Folic Acid sudah saya konsumsi tiap hari sejak awal tahun, saya juga menjaga diet saya, makan putih telur untuk sarapan untuk kebutuhan proteinnya dan lain-lain.
Saya menjalani OPU bulan juni akhir, dan waktu itu tidak bisa langsung ditanam (fresh cycle) karena di rahim saya tumbuh polip, dokter berasumsi itu reaksi dari suntik hormon dan obat2an atau it has always been there, karena sejarah saya yang pernah tumor di ovarium ada kemungkinan badan saya memang sensitif. Jadi setelah OPU tidak bisa langsung transfer embrio. saya dikasih obat untuk dapat keluar menstruasi, dan mudah2an polipnya keluar dengan darah mentruasi. Waktu OPU diambil 13 ovum, 11 fertilised dan yang jadi ada 9 embrio. 9 embrio ini dibekukan, ada 3 batch, masing-masing 3 embrio.
Menstruasi datang bulan juli, saya discan dan polip terlihat mengecil, walaupun tidak hilang, sempat ada rencana untuk dioperasi kalau memang tidak hilang. Bulan agustus rencana akan dioperasi ternyata polip lebih kecil lagi, nyaris tdk keliatan.., akhirnya dokter memutuskan langsung program thaw cycle. Akhir agustus saya mulai minum birth control, awal september mulai disuntik Lucrin dan ditambah progynova 14 hari kemudian, obat crinone mulai dikasih 4 hari sebelum embrio transfer. Saya baru saja menjalani embrio transfer akhir bulan september (2 hari yang lalu).
Oh ya, sebelum ET, kami berdiskusi dulu mengenai berapa batch embrio yang akan dithawing, akhirnya dithawing 2 batch (6 embrio), jd kami msh ada 3 embrio sisa untuk another attempt (mudah2an sih another attempt for 2nd child ya). Hari kedua dithawing kami diberitahu dari 6 embrio yang dithawing, hanya ada 1 yang survive.. It was really emotional, karena terus terang saya prepare untuk ditanam 2 (sesuai dengan peraturan disini untuk pasien di bawah 30th), siap kalau ternyata terjadi kehamilan kembar dan rasanya ada perasaan aman kalau ada dua ditanam.. Well, we could end up with nothing, jadi kami sangat bersyukur karena dokter bilang embrionya berkualitas bagus. Hari ET saya juga diberi injection Proluton, yang akan diberi lagi seminggu kemudian.
Memang akhirnya saya harus menjalani long protocol karena kondisi ini. Awal ikut program, sempat berpikir cuma 1 bulan di singapore dan bulan depannya Insya Allah saya sudah hamil, tapi ternyata memang harus lebih bersabar dan pasrah sama kehendak Allah SWT. Memang cape 4 bulan ini bolak-balik untuk periksa, belum biaya yang membengkak. Tapi yang penting jangan putus asa dulu, bersyukur sama yang sudah ada, bersyukur masih dikasih kesempatan untuk menjalani program ini dan saling support dengan pasangan. Sekarang sih waktunya banyak-banyak berdoa, dan istirahat saja. Mudah2an hasilnya positif. Mohon doanya juga ya..


(4.75 out of 5)
posted on October 2nd, 2009 at 9:27 am
posted on October 2nd, 2009 at 2:00 pm
posted on October 2nd, 2009 at 4:16 pm
posted on October 2nd, 2009 at 7:56 pm
posted on October 2nd, 2009 at 8:15 pm
posted on October 2nd, 2009 at 9:36 pm
posted on October 2nd, 2009 at 10:31 pm
posted on October 3rd, 2009 at 7:59 am
posted on October 4th, 2009 at 7:49 pm
posted on October 8th, 2009 at 4:15 pm
posted on October 12th, 2009 at 4:33 pm
posted on October 13th, 2009 at 10:47 am
posted on October 16th, 2009 at 6:48 pm
posted on October 20th, 2009 at 1:03 pm