Jarang mens bisa menyebabkan kanker endometrium
Lumayan terkejut saya pada saat dokter yang menangani bayi tabung memberitahu kalau saya punya resiko kanker endometrium karena jarang mens atau haid. Sedih saya mendengarnya, bukan hanya karena saya ada resiko kanker tapi juga karena setelah lama berobat mengatasi ketidaksuburan baru belakangan ini ada dokter yang menjelaskannya… kenapa tidak dari pertama kali berobat. Kenapa ya banyak dokter yang tidak informative, pelit informasi kalau ditanya baru menjelaskan… mungkin banyak pasiennya dan time is money jadi maunya buru-buru… komersil.
Ok… balik lagi ke masalah kanker endometrium ini, saya di’cap’ tidak subur karena mengidap kelainan polycystic ovary syndrome (PCOS). PCOS adalah kelainan endokrin (hormonal) yang dialami 5-10% wanita usia produktif… termasuk saya
(. Kelainan ini tidak mngenal ras ataupun warna kulit, sehingga menjadi penyebab utama ketidaksuburan pada wanita usia produktif.
PCOS ini yang membuat saya tidak subur alias infertil. Dalam setahun mens jarang sekali, setahun hanya sekitar 4 kali malah pernah hampir setahun tidak mens/haid. Awal-awalnya sih senang aja tidak perlu repot-repot pakai pembalut. Tapi saat mulai mengerti resikonya jadi khawatir juga. Terus tanda-tanda lain yang saya alami… tumbuh rambut yang agak berlebihan… he he he saya punya kumis sedikit, bulu kaki juga lumayan banyak. Ini karena hormon maskulin androgen berlebihan bagi pengidap PCOS.
Terus kenapa bisa resiko kanker? seperti kita semua ketahui setiap bulan wanita normal haid atau mens. Dalam siklus mens di rahim terbentuk lapisan endometrium yang siap untuk menerima telur yang sudah dibuahi, terus kalau embrionya tidak menempel alias tidak terjadi kehamilan maka lapisan endometrium ini akan luruh dan terjadilah mens… lapisan ini ‘hilang’ keluar lewat mens.
Kalau saya ini dan penderita PCOS umumnya kan haidnya jarang, jadi lapisan endometrium ini bisa berbulan-bulan di rahim dan semakin lama semakin tebal. Istilah mudahnya mungkin seperti barang yang sudah lama menempel bisa ‘mengerak’ atau bisa juga seperti barang tidak dipakai perlu dibuang kalau tidak bisa membusuk atau karatan. Nah ini dia yang katanya bisa menyebabkan kanker endometrium.
Setelah mendengar hal ini wah langsung saja saya minta obat haid kalau sudah tiga bulan tidak mens dan rajin melakukan pap smear.
Selain ketidaksuburan (infertil) dan kanker endometrium, resiko kesehatan pengidap PCOS katanya beresiko kena diabetes (kencing manis), kelesterol tinggi, sakit jantung, stroke… wah memang nasib lagi tidak mujur… Saya konsentrasi buat anak dulu ah… lewat bayi tabung.


(4.75 out of 5)
posted on January 17th, 2009 at 6:35 pm
posted on January 23rd, 2009 at 5:31 pm
posted on January 28th, 2009 at 3:36 am
posted on February 7th, 2009 at 7:33 am
posted on April 23rd, 2010 at 6:33 pm
posted on January 27th, 2011 at 10:14 pm
posted on August 8th, 2011 at 10:48 pm
posted on September 21st, 2011 at 7:22 am
posted on September 22nd, 2011 at 11:51 am