Histeroskopi miom, laparoskopi kista atau lanjut ke bayi tabung – Uki

Dear All
Salam kenal, saya ingin dapat banyak saran terkait dengan hal yang membuatku gundah.
Saya 32 tahun dan hampir 4 tahun menikah. Saya sempet dua kali keguguran tanpa tahu sebab yang jelas, kata dokter pembuahan tidak sempurna. Setahun ini saya intensif periksa mulai dari ACA, HSG, TORCH dan sperma untuk suami. Dari semua pemeriksaan hasilnya OK (g ada masalah), tapi dr pemeriksaan terakhir ditemukan ada miom di cervic canalisa dan kista di ovarium kanan. Dokter pertama yang kami temui merujuk saya untuk dilakukan histeroskopi terhadap miom, menurut dia kista saya tidak masalah.

Tapi dokter yang dirujuk tidak melakukan histeroskopi karena menurut dia miom saya tidak menganggu justru kista yang harus diangkat melalui laparoskopi. Karena dua dokter ini beda saya pindah k dokter lain yang justru menurut dia baik miom maupun kista saya tidak masalah, sehingga dia memberi saya penyubur. Menurut dokter terakhir ini bila 3 bulan setelah minum penyubur ini blm hamil, bisa dilanjutkan ke bayi tabung atau inseminasi.
Minta Masukan untuk masalah saya ini, pilihan mana yang harus saya pilih
Terima kasih

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

19 thoughts on “Histeroskopi miom, laparoskopi kista atau lanjut ke bayi tabung – Uki

  1. Laras

    Dear Uki… Salam kenal.. Sy Laras.. Sy bkn Ahli bgt mslh kandungan… Tp sy pernah alami punya miom & kista.. Mungkin pengalaman sy bs jd informasi berguna utk dirimu.. Kalau mnrt sy.. dibersihkan dulu semua Miom & Kista nya… jd ketika mulai program sdh bersih.. & program yg Lbh efektif mnrt sy..sebaik nya Lgsng ke program BT..
    Uki bs konsul ke dokter yg pengalaman mslh BT.. Ada byk klinik di Jkt..kalau dirimu domisili di Jkt…sebaiknya programnya di Jkt..dekat keluarga..& tdk stres atau tertekan krn sendirian,
    Semoga info nya bermanfaat yaa… Semangatttt ya… GBU dear

  2. widya

    Halo Uki, setuju dengan Laras. Sebaiknya bersihkan semua masalah dulu baru mulai inseminasi atau BT. Bisa saja kegagalan hamil kemarin memang karena kista atau miom tadi, jadi jangan ambil resiko menghabiskan uang sebelum membereskan masalah yang ada. Setelah lapascopy juga harus langsung dilakukan proses memiliki anak karena rahim sudah bersih 🙂 maaf kalau ada salah kata ya.

    Salam, widya

  3. Rini

    Hi Uki,

    Saya juga setuju dengan Widya dan Laras. Mending laparoskopi dulu deh sebelum ambil action lanjutan.

    Pengalaman saya, kalau rahim belum bener2 clear, inseminasi ataupun BT akan gagal. Sebelum laparoskopi, saya diprogram oleh dokter mulai dari program alami (diatur berhub masa subur), minum obat penyubur, hidrotubasi, sampe insem 2x …. tapi gagal semua pdhal hormon, sperma, dll OK. Kista /miom, penyumbatan ga ada.

    Singkat cerita, saya memutuskan laparoskopi ke Penang … baru ketauan ada infeksi yg nyebabin sy susah hamil. Memang usg, test darah dll tidak bisa membuktikan keberadaan infeksi tsb, cuma laparoskopi yg bisa melihat sedetail mungkin problem di rahim kita & sekalian bisa diberesin.

    Sy nyesel bgt agak telat memutuskan laparoskopi … tau2 sudah habis waktu 1,5 tahun tanpa hasil & habis uang mayan banyak dgn test ini itu. Skrg saya lg nunggu apakah bisa hamil alami setelah LO, kalau dalam 3-6 bln ga hamil juga, baru saya akan coba BT.

    Good luck ya Uki.

  4. widya

    Halo Rini, kamu gak coba test asa? Siapa tau kaya saya yang ternyata alergi sperma suami.. 10th menikah udah coba ini itu ternyata percuma karena saya alergi sperma suami. Setelah LO saya terapi menurunkan alergi sperma dan dalam 6bulan alhamdulillah berhasil hamil alami.

    Salam, widya

  5. Rini

    Hi Widya,

    Ga semua dokter pro dengan test alergi sperma karena katanya sih (gatau ya bener apa ga) belum ada belum ada patennya, jadi hasil penelitiannya dianggap belum resmi untuk diterima oleh dokter. Kalau saya baca blog luar negeri juga ga ada discuss soal alergi sperma deh, di Indo aja denger soal itu.

    Dokter saya di Penang pun bilang ga perlu. Tapi memang LO memperbesar kemungkinan hamil alami karena rahim jadi kembali sehat dan yg mengganggu dibuang /dibersihkan, yg saluran mampet dibuka jalannya dsb. Jadi sy ga tau dlm 6 bulan itu kamu hamil alami karena LO atau terapi alergi sperma itu.

    Anyway, keyakinan masing2 dokter tak tau juga saya. Saya sendiri sudah kecewa dan udah ga gitu percaya lagi sama dokter Jkt yg rata2 komersil, saya prefer ke Penang.

  6. uki

    Dear All
    Terima kasih masukannya.
    Untuk uji alergi memang belum, tapi bisa gak diartinya dengan dulu saya sempat 2X hamil meskipun tidak lanjut berarti saya tidak alergi dengan sperma suami ?

    Trus bisa minta informasi kalo biaya LO sekarang sekitar berapa y

    Terima kasih

  7. Sisca

    dear rini…..
    kalimatmu yg terakhir sy setuju kok…..ada titipan pesanan dr pabrik obat tuh…..
    mknya sy ambil BT di jogja…..BT di jogja mirip sm di malay lho…
    tetap semangat…..

  8. widya

    Hai Rini, betul kata kamu mmg gak semua spog satu kata soal asa. Waktu itu saya ikut krn pengobatannya masuk logika dan tanpa obat2an hormon. Hanya menyuntikkan lekosit suami ke tubuh saya. Anyway lakukan apapun yg kamu yakini insyaallah semua berjalan lancar ya.

    Salam, widya

  9. Laras

    @ dear Uki… Oh ya sy pernah alami punya miom & kista..Trus dipacu obat hormon utk hamil.. Malah membesar miom & kista nya.. Pernah smp ukuran 15 cm, kagettt bgt sy wkt itu…pdhl sdh sempat hamil 3 week, baru2 telat.. Lgsng dikuret sekalian di ambil semua Miom & kista nya.. Krn mengganggu kantung janin… Sedihhh bgt… Tp demi keselamatan anak & ibu.. Suami sy gak mau ambil risiko, stlh bersih semuanya.. Baru mulai program BT.. Skrg sdh berhasil Hamil. Tentunya stlh semua bersih tanpa ada mslh apa2.. Jd tenang jalaninnya.. Paling2 kekentalan darah yg tetap hrs di pantau.. Krn itu jg salah satu mslh yg tdk boleh di anggap remeh utk ibu hamil.
    Semoga bermanfaat utk Uki ya… GBU dear..

  10. ina

    hi all,
    mau sharing kalau saya sudah hampir semua dilakukan tapi belum berhasil, sebelum 1 thn nikah, pertama ke dok yang menganut teori ASA, saya terapi suntik PLI 6-7 kali dan ikuti semua aturan (byk sekali pantangan makanan) sampai dinyatakan “normal”. Waktu itu belum terpikir insem, apalagi IVF tapi berusaha hamil alami. Setelah 6 bln kemudian tidak kunjung hamil baru terpikir inseminasi. Insem pertama gagal. Setelah itu kumpulin dana & tenaga utk bayi tabung. Dpt rekomendasi bayi tabung yg murah karena metode konvensional, tidak byk suntikan. Eh pertama coba hanya ada 1 telur yang memenuhi syarat utk IVF jd disarankan insem saja. Insem kedua gagal. Karena belum mau cepat gonta ganti dok kami lanjutkan utk program IVF konvensional. Kemudian diperoleh 4 sel telur saat OPU dan 3 embryo berhasil ditransfer. Tapi IVF pertama gagal juga. Setelah itu kami istirahat kira2 1 tahun. Saat ada cukup dana kami coba IVF kembali ke dok yang berbeda dengan metode yg sepertinya lebih mantap. Saat OPU diperoleh 11 sel telur, tapi hanya 6 yang berhasil sampai jadi embryo. ET pertama dilakukan utk 3 embryo dengan metode ICSI. 3 embryo lagi dibekukan. Ternyata IVF ini pun belum berhasil. Kemudian dok menyarankan laparoskopi sebelum frozen embryo transfer, kami pikir sudah lah ikuti saran dok. LO dijalani dan tidak ditemukan masalah yg berarti jd dok hanya membersihkan kista/miom yg kecil dimn seharusnya tidak mengganggu kehamilan. Beberapa bulan setelah LO dilakukanlah ET. Dan..ternyata belum juga berhasil.. Jadi menurut saya, apapun yang kita usahakan, tidak ada salahnya karena manusia yang memang harus berusaha tapi ada bagian Tuhan yang akan menentukan. Jangan menyesalkan usaha2 yg telah dijalani… Di semua dok yang saya jalani itu ada yang berhasil (makanya saya kesana krn rekomen dari yg berhasil hehe..) tapi tetap ada juga yang tidak berhasil. So don’t give up and don’t regret. Semua akan indah pada waktuNya..

  11. Arini

    Dear Rini,

    Mau nanya, waktu LO baru ketahuan kalo ada infeksi yang mana nggak kedeteksi dengan USG vaginal biasa. Kalo boleh tahu apakah rini mengalami nyeri nggak di perut bawah ? atau nggak berasa apa apa.

    Ohya, aku ada sedikit info untuk mereka yang ada masalah dengan alergi sperma atau penyakit autoimun lainya. Konsumsi nenas membantu embryo menempel dirahim, karena nenas mengandung enzim bromelain yang membantu embryo menangkal serangan sel yang menyerang dirinya. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Randine Lewis dalam bukunya.

    Ini ada sedikit kutipan kisah orang yang sukses IVF setelah konsumsi nenas, semoga membantu :

    Sukses Bikin Bayi Tabung Setelah Diberi Ramuan Khusus

    Pasangan ini sudah melakukan 4 kali proses bayi tabung yang melelahkan dan mahal. Tapi kini berhasil memiliki bayi kembar setelah melakukan proses bayi tabung kelima yang ditambah dengan diet khusus.

    Sara dan Matthew Conyers merasa takut bahwa mereka tidak akan pernah bisa memiliki keluarga sendiri. Namun proses bayi tabung kelima berhasil memberikan bayi kembar berkat perawatan tambahan berupa diet khusus yang dikonsumsi Sara yaitu gabungan antara kuning telur dan minyak kedelai.

    Dokter percaya diet khusus ini bisa membantu lebih banyak perempuan mewujudkan mimpinya untuk memiliki anak, karena beberapa penelitian menunjukkan ramuan ini sukses mengatasi masalah sistem kekebalan tubuh yang mana ‘sel pembunuh’ menyerang embrio yang dibuahi.

    Sara (33 tahun) seorang guru dan Matthew (40 tahun) seorang penasehat keuangan mulai mencoba perawatan in vitro fertilisation (IVF) setelah 2,5 tahun menikah tanpa kehamilan. Namun berkali-kali upayanya gagal dan diberitahu sel dalam sistem kekebalan tubuh Sara menyerang embrio yang dibuahi.

    Sara kemudian ditawarkan intralipid infusion theraphy, yaitu campuran minyak kedelai dan produk telur yang tinggi kalori dan asam lemak esensial. Terapi ini biasanya digunakan untuk mendorong nutrisi pasien setelah operasi dan bayi prematur.

    Dokter mengungkapkan diperkirakan campuran ini memiliki efek stabilitas pada membran sel sehingga membuat sel-sel pembunuh lebih sulit untuk menyerang embrio yang sudah dibuahi. Meski Sara sudah melakukan terapi ini pada IVF keempatnya, tapi ia baru berhasil hamil saat melakukan IVF kelima.

    “Kami tidak memiliki liburan selama 5 tahun, tapi semua itu terasa tidak sia-sia ketika aku tahu bisa hamil pada Oktober tahun lalu. Kami merasa sedikit lebih senang,” ujar Sara dari Solihull, West Midlands, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (19/5/2012).

    Hingga akhirnya pada tanggal 4 April 2012 Sara berhasil melahirkan bayi kembar laki-laki di Worcestershire Royal Hospital dengan kondisi 2 bulan prematur. Bayi yang lahir pertama diberi nama William dengan berat 1,4 Kg, diikuti 2 menit kemudian bayi yang diberi nama Ben dengan berat 1,6 Kg.

    “Pada IVF keempat saya diberikan minyak kedelai dan kuning telur, saya pikir itu agak aneh tapi pada saat itu saya bersedia emncoba apapun agar bisa hamil dan memiliki anak,” ungkapnya.

    Sara mengungkapkan ‘diet khusus’ yang diberikan itu seperti memasukkan tetesan normal di tangan, biasanya seorang perawat akan datang ke rumah dan melakukannya. Terapi ini juga kadang digunakan untuk membantu perempuan hamil secara alami tanpa memerlukan proses bayi tabung.

    Juru bicara CARE Fertility menuturkan terapi ini biasanya ditawarkan pada perempuan yang memiliki masalah dengan sistem imun yang terlalu aktif sehingga sulit hamil. Terapi ini selalu dikelola oleh seorang perawat yang sudah dikualifikasi dengan baik di bawah instruksi dokter.

    “Saya akan merekomendasikan siapa saja yang sedang berjuang dengan IVF untuk mencoba terapi ini, kondisi ini telah membuat mimpi kita menjadi kenyataan,” ujar Sara.

  12. Arini

    Sorry , nggak nyambung, maksud aku selain nenas , juga kuning telur dan minyak kedelai

    Regards

  13. Rini

    Hi Arini,

    Ga pernah berasa sakit apa2, mens aja saya ga pernah sakit. Lancar dan tepat waktu tiap bulan. Keputihan juga engga. Jd shock juga dibilang ada infeksi krn ga ada indikasi apa2 secara fisik, ga tau juga karena saya org awam mungkin ga sepeka itu membaca gejalanya.

    Setuju dengan Ina. Dulu saya masih suka denial … bertanya salah saya apa, sebab gue susah hamil apa, suka kecewa terapi dokter yg ga bisa bikin saya hamil juga … malah stress.

    Saat ini, saya udah di titik pasrah tp ga putus usaha semampu yg saya bisa lakukan. Hasilnya terserah Tuhan aja deh. Ga dikasih anak ya sudah, hidup tetap indah dengan suami baik & tetap sayang sy apa adanya. Saya tetap punya alasan untuk hidup sesehat mungkin spy bisa growing old dengan suami. Kl dikasih anak ya bonus !

    Mending dibawa sibuk kerja & haha hihi sama temen2 daripada nungguin mens apa ga tiap bln haha.

    Good luck ladies !

  14. wati

    Salam kenal buat UKI,
    Kl mnrtku bl kt masih diberikan rejeki yg lbh oleh yg di atas, tdk salah kl kt beresin aja dulu semua kelainan yg ada di daerah rahim & sekitarnya walaupun itu bukan jaminan 100% bs hml, setidaknya kt udah usah semaksimal mungkin. Stlh beres baru dech, mau coba alami, inseminasi atau bayi tabung. Aku jg termasuk org yg susah hml, udah menikah hampir 5th, & hml dg BT. Sebelumnya sdh coba insem 2x gagal, 1x BT pertama gagal, & coba lg BT kedua kebetulan berhsl kembar, skrg usia masuk 28mgg.Memang rasanya capek, kdg putus asa kl blom berhsl. Kondisi awalnya kualiras sperma kurang baik, tp stlh diterapi baik tetap gak hamil.Kedua tubaku jg ok, hormon jg ok. Aku ada miom tp cuma kecil 1cm & letaknya di luar jd tdk terlalu mengganggu. Aku jg sempat di Laporoskopi-histeroskopi hslnya ok2 aja. Terakhir aku di periksa ACA. ACAku positif intermediate, tp dokter baru priksa 1x, selanjutnya aku dipriksa dimernya saja. Wkt BT yg kedua aku diberikan suntikan lovenox (utk pengencer darah) slm 3 bln stp hr. Rasa gak enak suakit banget tp apa boleh buat demi keberhasilan BTku tetap kulakukan. Jadi jgn menyerah, yg penting yakin & tetep berdoa minta ama Tuhan smoga diberikan kelancarn. Mau di Indo atau di luar itu tergantung keyankinan kt masing2 & kenyamanan kt. Slamt berjuang yaaaaaaaaaaaaaa

  15. uki

    Dear All
    Senang dapat masukan dan sharing dari semua.
    Memang semua harus kita nikmati dengan tetap penuh keiklasan terus berjuang.

    Saya sedikit cerita dr ketiga yang aku kunjungi saat aku bilang soal histeroskopi dan laparoskipi dia bilang sayang. Karena kata dia rahimku bagus dan bila harus dilakukan akan ada resiko. Entah resiko apa yang dia maksud.

    Terkait dengan BT, ada yang bisa sharing tahapannya apa saja, dan umumnya memakan waktu berapa lama hingga kita dinyatakan berhasil/gagal ?

    Maaf banyak tanya, karena saya belum tahu tentang hal ini.
    Salam

  16. Koralle

    Dear Uki,
    Saya pernah dihisteroskopi. Sebelum memulai program BT di histeroskopi dulu sm Prof nya. Dilihat tuba fallopi, indung telur, rahim, semuanya lalu di hydro. Kemudian diliat di dinding rahim mana yang bagus untuk ditempel embrio.
    Histeroskopinya sendiri tidak ada resiko. Tapi mungkin resiko bs dari bius total nya.
    Kalau laparaskopi saya belum pernah mengalaminya. Tapi teman baik saya baru saja dilaparskopi 6bln yang lalu untuk dilihat miom dan endo. Dengan laparaskopi lebih jelas dan detil ada berapa miom nya dan seberapa besar. Lalu ditemukan ada miom yg ukurannya cukup besar dan tidak akan bersih dioprasi dgn sistem laparoskopi.
    Bulan April kemarin dia oprasi membersihkan miom dengan sistem Laparotomi. skg dia sedang dalam pemulihan. Bulan November dia mau mulai program BT.
    Semoga sharing saya membantu.
    salam

  17. Devina

    Dear Uki…

    Dear All…saya sudah 3th menikah dan belum juga dikaruniai anak..saya sdh berapa kali kedokter kata Dokter A saya ada kista dan miom saya diberi obat penyubur untuk 10 hari..saya pergi ke dokter B pada saat itu saya terlambat 1 minggu pinggang saya terasa panas ternyata setelah di USG tidak ada apa2.tidak ada kista juga..kemudian saya konsul lg ke dokter C saya ceritakan hasil diagnosa dokter2 tersebut..dan memang ada kista sebesar 2,1 dan saya diberi obat untuk terapi kista nama obat dan jumlah saya lupa dan harganya pun yang lumayan saya minum obat2 tersebut dengan sederet catatan makanan yg di pantang (jumlahnya jg tdk sedikit dari kacang2an smp makanan enak sekaligus) dan di terapi perutnya menggunakan alat yang terasa hangat di bagian perut..bulan berikutnya saya tidak haid. lewat 1 minggu saya sudah GR aja seminggu berlalu saya coba test pack ternyata hasilnya Negatif..saya kembali lg ke dokter C saya utarakan yg terjadi kemudian saya di beri obat dalam 10 hari untuk mengeluarkan haid yg sekaligus mengeluarkan kista nya berupa gumpalan darah seperti cendol..dan kembali lg setelah darah haid bersih. kemudian saya ke dokter C lg dan saya diberi obat2an lg yg lumayan banyak kali ini untuk sy dan suami..tp bulan berikutnya blm ada tanda2 jg(setiap saya ke dokter C obat2annya lumayan mahal dan tidak ada di apotik luar)..sy coba ke dokter D saya ceritakan kista saya..saya utarakan maksud untuk pengangkatan kistaanya tp dokter D blg posisi kista tidak menghambat jlnnya sperma karena di belakang..dan kalaupun diangkat belum tentu kista itu tdk dtg lg..ke dokter E jg sama..saya di beri obat penyubur saja..sampai saya bosan..berat badan saya smp naik 14kg karena obat2 penyubur itu..

    Sekarang ini saya jd takut untuk pengangkatan kista…Tapi saya pingin sekali punya anak mengingat umur saya yg sudah 35 th..saya ada baca di internet obat2 untuk mengeluarkan kista dan miom..apakah itu aman ya??…sudah terlalu sering saya di beri obat2an membuat saya bosan..
    Mohon Sharing nya ya sista…email saya adhystitaba@yahoo.com
    Terima Kasih
    Salam…

  18. pipit

    Saya pipit usia 29th.. sy punya polip dan miom.. kemudian saya krmh sakit hermina dan dokter mnyuruh saya curret tapi saya coba curet di rmh sakit lain trnyata dokternya merujuk ke rmh sakit lain ada histeroskopinya..karena polip saya sdh tebal..saya ingin tanya dengan kalian s3mua yg pernah histeroskopi ..gmn sih prosesnya dan apa saja yg dilakukan sblm histeroskopi itu…
    Saya sdh 9 tahun blum punya anak.. kt dokter mngkin yg selaama ini m3nutupi jln sperma dari polipnya.. tp dulu setiap konsul ke dokter yg lama blum pernah ke deteksi …dan skrng saya bingung untuk berbuat…karena histeroskopi itu mahall katanya.. saya baru hari ini rencananya akan ke fatmawati.. mdh2an disana bisa dicafer sama bpjs.. karena saya punya bpjs..tolong share yaaa….

  19. reny

    Dear mbak Pipit, anyway gimana mbak sudah jadi histeroskopi belum ? saya baru saja menjalani histeroskopi sebulan lalu, prosesnya cepat kok mbak, saya juga didiagnosis polip endometrium, setelah dilakukan histeroskopi jadi keliatan smua dan ada infeksi juga didinding rahim. untuk biayanya sekitar 26 juta di RS Pluit dengan Dr Cindy Rani W. munkin info dari saya bisa sedikit membantu mbak pipit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*