<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hamil di luar kandungan &#8211; Pengalaman Igie</title>
	<atom:link href="http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/</link>
	<description>Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 06:26:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: yunita</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-16093</link>
		<dc:creator>yunita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 05:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-16093</guid>
		<description>aku baru menikah 22 mei 2010 kemarin tapi pada tgl 8 agustus 2010 aku dioperasi karena aku ternya hamil diluar kandungan...saluran telurku yg kanan diambil karena infeksi dan pecah...sedih bgt karena aku pengen bgt punya anak...apa aku isa hamil lagi??? kapan waktunya aku boleh hamil lagi??? apa karena keputian atau lemak yg nyumbat saluran telurku???? sekarang apa yg harus aku lakukan selanjutnya setelah operasi...? aku bingung dan rumah sakit mana yg bagus untuk penanganan ini??? sampe sekarang aku blm mens juga...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku baru menikah 22 mei 2010 kemarin tapi pada tgl 8 agustus 2010 aku dioperasi karena aku ternya hamil diluar kandungan&#8230;saluran telurku yg kanan diambil karena infeksi dan pecah&#8230;sedih bgt karena aku pengen bgt punya anak&#8230;apa aku isa hamil lagi??? kapan waktunya aku boleh hamil lagi??? apa karena keputian atau lemak yg nyumbat saluran telurku???? sekarang apa yg harus aku lakukan selanjutnya setelah operasi&#8230;? aku bingung dan rumah sakit mana yg bagus untuk penanganan ini??? sampe sekarang aku blm mens juga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erma</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-15417</link>
		<dc:creator>erma</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 17:10:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-15417</guid>
		<description>Saya ibu dengan 2 anak. Anak ke 2 berumur 10 bulan. Kedua anak dilahirkan secara operasi cesara. Saat ini saya telat sudah 2 bulan. Setelah di tespek, ternyata positif. Lalu saya melakukan pemeriksaan pada dokter langganan. Setelah di USG ternyata menurut dokter saya, saya hamil diluar kandungan. Untuk hasil yang akurat, dokter saya menyarankan 2ns opinion dengan memberi surat pengantar ke dokter  lain. Saya sudah buat janji dengan dokter lain ini hari selasa depan. Tapi menurut dokter langganan saya, karena dilihat janin masih hidup dan detak jantungnya bagus, walaupun nanti di dokter lain dinyatkan positif hamil diluar kandungan, janin akan tetap dipertahankan. Yang membuat saya bingung di beberapa millist yang saya baca, hamil d luar kandungan harus dikeluarkan karena dapat membahayakan nyawa saya. untuk teman2 yang pernah melakukan pengeluaran janin karena hamil diluar kandungan, berapa biaa operasi tersebut. thanks before...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ibu dengan 2 anak. Anak ke 2 berumur 10 bulan. Kedua anak dilahirkan secara operasi cesara. Saat ini saya telat sudah 2 bulan. Setelah di tespek, ternyata positif. Lalu saya melakukan pemeriksaan pada dokter langganan. Setelah di USG ternyata menurut dokter saya, saya hamil diluar kandungan. Untuk hasil yang akurat, dokter saya menyarankan 2ns opinion dengan memberi surat pengantar ke dokter  lain. Saya sudah buat janji dengan dokter lain ini hari selasa depan. Tapi menurut dokter langganan saya, karena dilihat janin masih hidup dan detak jantungnya bagus, walaupun nanti di dokter lain dinyatkan positif hamil diluar kandungan, janin akan tetap dipertahankan. Yang membuat saya bingung di beberapa millist yang saya baca, hamil d luar kandungan harus dikeluarkan karena dapat membahayakan nyawa saya. untuk teman2 yang pernah melakukan pengeluaran janin karena hamil diluar kandungan, berapa biaa operasi tersebut. thanks before&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nartini</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-14794</link>
		<dc:creator>nartini</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 17:02:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-14794</guid>
		<description>hai smua salam kenal..
oktober 2009 sy menikah,sbulan kmudian sy telat 5 hari,tp kmudian haid lg,tp ga berhenti-henti.awalnya sy ga tau kalau sy ternyata hamil.tp,2 minggu kemudian saya merasakan sakit perut yg sgt hebat.ternyata saya positif hamil,seneng rasanya wktu itu.tp ternyata hamil diluar kandungan.lalu saya menjalani operasi,dan tuba kananku dipotong.
sy mau nanya,dokter menyarankan bisa hamil lg 1 tahun pasca operasi.kalau belum setahun sudah hamil,resikonya apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai smua salam kenal..<br />
oktober 2009 sy menikah,sbulan kmudian sy telat 5 hari,tp kmudian haid lg,tp ga berhenti-henti.awalnya sy ga tau kalau sy ternyata hamil.tp,2 minggu kemudian saya merasakan sakit perut yg sgt hebat.ternyata saya positif hamil,seneng rasanya wktu itu.tp ternyata hamil diluar kandungan.lalu saya menjalani operasi,dan tuba kananku dipotong.<br />
sy mau nanya,dokter menyarankan bisa hamil lg 1 tahun pasca operasi.kalau belum setahun sudah hamil,resikonya apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sisca</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-13765</link>
		<dc:creator>sisca</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 07:10:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-13765</guid>
		<description>KEHAMILAN DILUAR KANDUNGAN

 Kehamilan ini harus segera dihentikan karena bisa membahayakan nyawa ibu. Apa sebab dan bagaimana mengatasinya?

Pada pemeriksaan kehamilan pertama, biasanya dokter menyarankan untuk dilakukan USG. Salah satunya bertujuan melihat kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Hingga, bisa segera ditangani bila kehamilan terjadi di luar kandungan. Soalnya, kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik sangat membahayakan nyawa ibu.

Kehamilan ektopik, terang dr. Bambang Fadjar, SpOG dari RS International Bintaro, Tangerang, bisa terjadi di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut. Tentunya, dengan makin membesar janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu, bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan di dalam perut. &quot;Ini sangat membayakan jika perdarahan sampai tak diketahui.&quot;

KELAINAN SALURAN TUBA

Menurut Bambang, kehamilan ektopik bisa terjadi bila kita punya masalah di saluran tuba, entah berupa penyumbatan atau penyempitan. Saluran tuba merupakan jalan masuk sel telur dan sperma hasil konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur).

Kala masa subur, indung telur akan mengeluarkan telur matang ke dalam perut. Nah, bila kita berhubungan, sel sperma akan masuk ke rahim, lalu melewati saluran tuba dan keluar dari fimbrie (ujung luar saluran tuba) ke dalam perut, hingga bertemu sel telur yang matang itu. Hasil konsepsi itu akan masuk kembali ke dalam rahim lewat fimbrie dan saluran tuba, lalu tumbuh dan berkembang di dalam rahim sebagai janin.

Dengan demikian, jika terjadi kelainan di saluran tuba, hasil konsepsi tak bisa masuk ke dalamnya, hingga terjadilah kehamilan di luar rahim. &quot;Bisa saja hasil konsepsi dapat masuk ke saluran tuba tapi tak bisa sampai ke dalam rahim, hingga bercokol di sana dan tumbuh membesar; bisa juga masuk ke dalam indung telur, atau sama sekali tak bisa masuk ke saluran tuba hingga tumbuh di dinding perut.&quot;

Terjadinya penyempitan/ penyumbatan saluran tuba karena memang sejak kecil ada kelainan di saluran tuba atau karena terjadi infeksi seperti infeksi akibat penyakit GO (gonorrhea) ataupun radang panggul.

Tanda-tanda saluran tuba yang terkena infeksi ialah keputihan, tapi keputihannya tak seperti keputihan fisiologis biasa, melainkan disertai rasa sakit atau nyeri di perut, demam, dan dalam jumlah banyak. Bahkan, saking tak tertahankan akan sakitnya, si ibu bisa pingsan.

&quot;Jadi, bila ibu keputihan, harus diyakini betul, apakah keputihannya karena ada infeksi ataukah sekadar fisiologis biasa seperti yang terjadi kala hendak menstruasi,&quot; tegas Bambang. Bila tak yakin, tak ada salahnya untuk berkunjung ke dokter demi memastikannya.

CIRI-CIRI

Kehamilan ektopik tak bisa dideteksi dari luar. Yang jelas, bila 1-2 minggu si ibu telat menstruasinya, terus merasa nyeri di perut bagian bawah, waspadalah. &quot;Selemah-lemahnya tubuh orang hamil muda, tapi tak akan ada nyeri. Nah, jika terasa nyeri sedikit saja di perut bagian bawah perlu waspada. Jangan-jangan ada infeksi di saluran tuba atau bahkan sudah terjadi kehamilan ektopik.&quot;

Nyeri ini terjadi karena kehamilan telah pecah, hingga menimbulkan perdarahan. &quot;Si ibu tak akan tahu kalau ia mengalami perdarahan karena perdarahan itu terjadi di dalam perut. Hingga, yang ia rasakan hanya sakit yang hebat, lemas, sesak, dan tiba-tiba pingsan.&quot;

Memang tak semua kehamilan ektopik akan mengalami perdarahan. Soalnya, kehamilan ektopik ada 2 jenis, yaitu kehamilan ektopik belum terganggu (KEBT) dan kehamilan ektopik terganggu (KET). Pada KEBT, kehamilannya belum sampai pecah dan biasanya si ibu tak merasakan apa-apa.

Sementara pada KET, kehamilan ektopik itu sampai mengakibatkan saluran tuba pecah dan menimbulkan perdarahan. &quot;Di saluran tuba banyak terdapat pembuluh darah. Jadi, saat janin membesar sedikit saja, bisa mengakibatkan saluran itu pecah.&quot;

HARUS DIKELUARKAN

Itulah mengapa, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah, dokter pasti menyarankan untuk segera dikeluarkan. Sebab, tak ada gunanya janin itu tumbuh di tempat yang bukan tempatnya. Janin juga tak mungkin bisa membesar hingga usia 9 bulan. Baru beberapa minggu saja, &quot;tempat bersarangnya&quot; sudah tak tahan dan pasti akan pecah.

Jika sudah pecah, perdarahan yang terjadi dalam perut bisa hebat. &quot;Ada, lo, yang perdarahannya sampai 2 liter.&quot; Kalau sudah begini, si ibu akan mengalami anemia, pucat, lemas, bahkan bisa pingsan. Sebab, darah yang terkumpul di dalam perut bisa mengakibatkan sesak nafas. Bila perdarahannya dalam tingkat parah dan tak segera ditolong, si ibu bisa meninggal.

Pun jika kehamilan terjadi di dinding perut yang tempatnya relatif lebih lebar. &quot;Memang ada kehamilan ektopik di dalam perut yang bisa sampai membesar hingga janinnya cukup mampu untuk dilahirkan. Namun, tetap saja itu bukan tempat untuk tumbuh kembang bayi, hingga kualitas bayi juga pasti tak bagus.&quot; Selain itu, plasenta bisa menempel di usus perut kita, hingga sangat membahayakan. &quot;Pada si ibu pasti akan timbul keluhan sakit perut yang hebat.&quot;

Bukan berarti bahaya sudah hilang, lo, bila janin sudah dikeluarkan dari dinding perut. &quot;Plasenta yang menempel di usus tak bisa begitu saja diambil. Pasti akan merusak usus kita atau mengakibatkan robek. Jadi, biasanya janinnya dulu dikeluarkan lewat operasi. Beberapa hari kemudian, baru dilakukan operasi kembali untuk mengeluarkan plasenta.&quot; Dengan tak ada janin, berarti tak ada kehidupan, juga buat plasentanya, hingga ia takkan menempel kuat lagi di usus. Dengan demikian, saat diambil sudah tak membahayakan usus lagi.

TETAP WASPADA

Mengingat bahayanya yang besar itulah, pesan Bambang, ibu hamil jangan menolak jika dianjurkan untuk pemeriksaan USG di trimester I. Dengan demikian, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, bisa segera dihentikan kehamilannya atau dikeluarkan janinnya sebelum pecah.

Pada KEBT, penanganan cukup dilakukan dengan suntik pengobatan MTX (methotrexate) yang bisa menyerap hasil konsepsi tanpa merusak saluran tuba atau dinding perut. Selanjutnya akan dipantau lewat USG, kehamilannya bisa menghilang atau tidak. Jika belum terserap sempurna, cara ini akan diulang lagi.

Cara lain, dengan operasi laparoskopi, sejenis operasi besar tapi dengan invasi minimal. Jadi, dinding perut dilubangi sedikit untuk memasukkan alat dan teropong, lalu dilakukan operasi pemotongan janin atau saluran tuba. Pemotongan saluran tuba diusahakan sesedikit mungkin, hingga bisa diperbaiki kembali atau dilakukan tuba plastik (operasi plastik untuk memperbaiki saluran tuba). &quot;Namun bila letak janin tumbuh di tengah atau ujung bagian dalam saluran tuba, biasanya satu saluran tuba itu akan dipotong semua.&quot;

Pada KET, harus segera dilakukan operasi laparotomi, yaitu pembedahan perut. &quot;Darah di perut dikeluarkan dan saluran tuba yang pecah dipotong.&quot;

Meski satu saluran tuba telah dibabat habis, toh, ibu tak usah khawatir dirinya tak bisa hamil lagi. Bukankah saluran tubanya masih ada satu lagi dan indung telurnya masih utuh? Jadi, bila yang kiri dipotong, misal, yang kanan masih tetap berfungsi. Namun dengan syarat, saluran tersebut tak mengalami penyempitan/penyumbatan. Kalau tidak, ya, bisa terjadi kehamilan ektopik lagi.

Saran Bambang, jika ingin hamil lagi dan tak ingin kehamilan ektopik ini terulang, sebaiknya setelah pemotongan saluran tuba, periksalah saluran tuba yang satunya lagi dengan peneropongan HSG (histerosalpingografi). &quot;Jika ternyata ditemukan kasus yang sama pada saluran tuba satunya lagi, sebaiknya diperbaiki dulu. Infeksinya disembuhkan atau sumbatannya dibuka dengan jalan ditiup. Dengan demikian, kehamilan ektopik takkan terulang.&quot;

Walau begitu, hasil peniupan tetap perlu diwaspadai. Soalnya. saat ditiup, bisa jadi saluran itu membesar. Untuk masuknya sel sperma yang hendak menuju ke dalam perut, mungkin saluran ini cukup. Namun setelah sel sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi konsepsi, mungkin ukurannya jadi lebih besar, misal, 4 kali besar sel sperma.

Nah, kala ia hendak masuk lagi ke rahim melalui saluran tuba, saluran yang terbuka hasil ditiup tadi, tetap tak cukup besar untuk dilalui hasil konsepsi ini. Jadilah hasil konsepsi ini tak bisa sampai ke dalam rahim, melainkan hanya sampai di saluran tuba atau bahkan tak bisa masuk sama sekali atau ada di dinding perut.

Kewaspadaan ini juga perlu bagi ibu-ibu yang punya kasus infertility hingga perlu dilakukan peniupan di saluran tubanya. Jangan sampai terjadi kehamilan ektopik.

Indah Mulatsih
HAMIL DI LUAR KANDUNGAN

Saya seorang ibu (37 tahun), tujuh bulan lalu keguguran anak pertama ketika kehamilan berusia 7 minggu dan dilakukan tanpa kuret. Setelah istirahat 5 bulan, saya hamil lagi. Tapi setelah kehamilan berusia 10 minggu, kondisi badan saya melemah dan dua kali pingsan, lalu saya masuk RS. Setelah di USG oleh dokter, saya dinyatakan hamil di luar kandungan. Malam itu juga saya langsung dioperasi. Yang ingin saya tanyakan:

1. Kenapa dan apa sebabnya saya hamil di luar kandungan? Padahal saya tak menggunakan kontrasepsi apapun.

2. Masih bisakah saya hamil lagi secara normal?

3. Kira-kira berapa lama lagi saya boleh hamil?

Saya mohon penjelasan dan saran Dokter. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

T. Yati - Beji, Depok

Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik (KE) adalah suatu kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim. Pada KE umumnya kehamilan tak dapat berkembang terus karena tempat embrio tumbuh tak memadai. Pada KE yang telah mengalami perdarahan atau pecahnya tempat di mana embrio tersebut ditanam, disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Kadang kehamilan tersebut dapat berkembang terus dan janin dapat cukup besar sehingga dapat hidup layaknya seperti janin yang mengalami kehamilan normal, keadaan ini disebut kehamilan ektopik lanjut (KEL). Biasanya terjadi bila janin tumbuh di dalam rongga perut ibu.

Penyebab KE antara lain: a) Kerusakan pada saluran telur sehingga terjadi sumbatan sebagian saluran rongga tersebut dimana sperma dapat melewatinya tapi hasil pembuahan tak dapat melewatinya. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan infeksi, misalnya, infeksi dengan klamidia atau gonorrhea; b) Kelainan bawaan alat kandungan, misalnya, uterus septus (rahim dengan sekat), uterus bikornis (rahim dengan dua tanduk), dan lainnya; c) Tumor atau perlekatan-perlekatan dalam rongga perut yang mengakibatkan gangguan pada saluran telur; d) Riwayat pernah operasi KE atau bedah sesar.

Ibu masih bisa hamil secara normal meskipun pernah mengalami KE, waktunya kira-kira tiga bulan setelah operasi. Satu hal yang sangat penting harus Ibu lakukan, segera di-USG transvaginal begitu tes hamil Ibu positif. Dengan USG transvaginal dapat diketahui letak kehamilan, apakah normal atau di luar kandungan. Ibu juga harus selalu memohon kepada Tuhan YME agar kehamilan berikut yang Ibu rencanakan dapat berjalan baik dan normal. Saya turut berdoa semoga Ibu dapat segera memiliki keturunan. Terima kasih banyak atas pertanyaannya
USAI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN, HARUS JALANI HSG?

Saya (25) menikah awal Maret 2001. Oktober di tahun yang sama saya menjalani operasi dengan diagnosa hamil ektopik di adneksa/parametrium kiri. Sedangkan di adneksa/parametrium kanan tidak terlihat kelainan dan ovarium kanan pun terlihat normal. Setelah dioperasi dan minum pil KB selama setahun, saya dianjurkan dokter untuk menjalani pemeriksaan HSG.

Yang ingin saya tanyakan, apa itu HSG? Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apa? Bagaimana seandainya pemeriksaan HSG tidak dilakukan? Apa benar juga kalau pernah mengalami hamil ektopik, kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama? Bagaimana cara pencegahannya mengingat saya belum pernah punya anak? Apakah ini ada kaitannya dengan pekerjaan saya di bagian ADM (angkat, dorong, manggul)? Saya sangat menantikan jawaban Dokter dan terima kasih banyak atas perhatiannya.

Nina - Bandung
HSG atau histerosalpingografi adalah suatu alat bantu diagnostik yang memakai zat kontras tertentu yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, kemudian dibuat foto rontgen, sehingga dapat dinilai saluran mulut rahim, rongga rahim, saluran telur, dan keadaan di sekitar alat kandungan dalam (organ genitalia interna). Karena bersifat radiasi, maka pemeriksaan ini tidak boleh sering dilakukan. Waktu yang dianjurkan adalah sekitar hari ke 8­10 setelah haid hari pertama atau kira-kira 3­4 hari setelah haid bersih.

Sebelum HSG, jangan melakukan hubungan intim. Hal ini untuk mencegah terjadinya kehamilan segera pasca-HSG. Pada penderita bekas hamil di luar kandungan memang perlu dilakukan pemeriksaan HSG untuk menilai apakah saluran telur Ibu normal atau tidak. Bila ada sumbatan atau kerusakan, maka hal tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum Ibu hamil kembali. Bila tidak dapat diperbaiki, maka Ibu akan dianjurkan untuk menjalani program bayi tabung.
Memang benar Ibu memiliki risiko untuk berulangnya mendapat kehamilan di luar kandungan, angkanya sekitar 15%. Faktor risiko untuk terkena kehamilan di luar kandungan adalah infeksi (radang panggul, terutama karena klamidia), operasi saluran telur, program kehamilan dibantu (misalnya bayi tabung), dan kelainan bawaan rahim dan saluran telur. Sebelum hamil kembali, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter di Subbagian Infertilitas di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung.

semoga ini bermanfaat ya....bnyk temenku bisa terhindar dari hamil ektopik stlh menjln pengbtn alternatif+terapi pijat.perlu dicoba deh.....
sekian sharing dariku.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KEHAMILAN DILUAR KANDUNGAN</p>
<p> Kehamilan ini harus segera dihentikan karena bisa membahayakan nyawa ibu. Apa sebab dan bagaimana mengatasinya?</p>
<p>Pada pemeriksaan kehamilan pertama, biasanya dokter menyarankan untuk dilakukan USG. Salah satunya bertujuan melihat kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Hingga, bisa segera ditangani bila kehamilan terjadi di luar kandungan. Soalnya, kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik sangat membahayakan nyawa ibu.</p>
<p>Kehamilan ektopik, terang dr. Bambang Fadjar, SpOG dari RS International Bintaro, Tangerang, bisa terjadi di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut. Tentunya, dengan makin membesar janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu, bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan di dalam perut. &#8220;Ini sangat membayakan jika perdarahan sampai tak diketahui.&#8221;</p>
<p>KELAINAN SALURAN TUBA</p>
<p>Menurut Bambang, kehamilan ektopik bisa terjadi bila kita punya masalah di saluran tuba, entah berupa penyumbatan atau penyempitan. Saluran tuba merupakan jalan masuk sel telur dan sperma hasil konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur).</p>
<p>Kala masa subur, indung telur akan mengeluarkan telur matang ke dalam perut. Nah, bila kita berhubungan, sel sperma akan masuk ke rahim, lalu melewati saluran tuba dan keluar dari fimbrie (ujung luar saluran tuba) ke dalam perut, hingga bertemu sel telur yang matang itu. Hasil konsepsi itu akan masuk kembali ke dalam rahim lewat fimbrie dan saluran tuba, lalu tumbuh dan berkembang di dalam rahim sebagai janin.</p>
<p>Dengan demikian, jika terjadi kelainan di saluran tuba, hasil konsepsi tak bisa masuk ke dalamnya, hingga terjadilah kehamilan di luar rahim. &#8220;Bisa saja hasil konsepsi dapat masuk ke saluran tuba tapi tak bisa sampai ke dalam rahim, hingga bercokol di sana dan tumbuh membesar; bisa juga masuk ke dalam indung telur, atau sama sekali tak bisa masuk ke saluran tuba hingga tumbuh di dinding perut.&#8221;</p>
<p>Terjadinya penyempitan/ penyumbatan saluran tuba karena memang sejak kecil ada kelainan di saluran tuba atau karena terjadi infeksi seperti infeksi akibat penyakit GO (gonorrhea) ataupun radang panggul.</p>
<p>Tanda-tanda saluran tuba yang terkena infeksi ialah keputihan, tapi keputihannya tak seperti keputihan fisiologis biasa, melainkan disertai rasa sakit atau nyeri di perut, demam, dan dalam jumlah banyak. Bahkan, saking tak tertahankan akan sakitnya, si ibu bisa pingsan.</p>
<p>&#8220;Jadi, bila ibu keputihan, harus diyakini betul, apakah keputihannya karena ada infeksi ataukah sekadar fisiologis biasa seperti yang terjadi kala hendak menstruasi,&#8221; tegas Bambang. Bila tak yakin, tak ada salahnya untuk berkunjung ke dokter demi memastikannya.</p>
<p>CIRI-CIRI</p>
<p>Kehamilan ektopik tak bisa dideteksi dari luar. Yang jelas, bila 1-2 minggu si ibu telat menstruasinya, terus merasa nyeri di perut bagian bawah, waspadalah. &#8220;Selemah-lemahnya tubuh orang hamil muda, tapi tak akan ada nyeri. Nah, jika terasa nyeri sedikit saja di perut bagian bawah perlu waspada. Jangan-jangan ada infeksi di saluran tuba atau bahkan sudah terjadi kehamilan ektopik.&#8221;</p>
<p>Nyeri ini terjadi karena kehamilan telah pecah, hingga menimbulkan perdarahan. &#8220;Si ibu tak akan tahu kalau ia mengalami perdarahan karena perdarahan itu terjadi di dalam perut. Hingga, yang ia rasakan hanya sakit yang hebat, lemas, sesak, dan tiba-tiba pingsan.&#8221;</p>
<p>Memang tak semua kehamilan ektopik akan mengalami perdarahan. Soalnya, kehamilan ektopik ada 2 jenis, yaitu kehamilan ektopik belum terganggu (KEBT) dan kehamilan ektopik terganggu (KET). Pada KEBT, kehamilannya belum sampai pecah dan biasanya si ibu tak merasakan apa-apa.</p>
<p>Sementara pada KET, kehamilan ektopik itu sampai mengakibatkan saluran tuba pecah dan menimbulkan perdarahan. &#8220;Di saluran tuba banyak terdapat pembuluh darah. Jadi, saat janin membesar sedikit saja, bisa mengakibatkan saluran itu pecah.&#8221;</p>
<p>HARUS DIKELUARKAN</p>
<p>Itulah mengapa, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah, dokter pasti menyarankan untuk segera dikeluarkan. Sebab, tak ada gunanya janin itu tumbuh di tempat yang bukan tempatnya. Janin juga tak mungkin bisa membesar hingga usia 9 bulan. Baru beberapa minggu saja, &#8220;tempat bersarangnya&#8221; sudah tak tahan dan pasti akan pecah.</p>
<p>Jika sudah pecah, perdarahan yang terjadi dalam perut bisa hebat. &#8220;Ada, lo, yang perdarahannya sampai 2 liter.&#8221; Kalau sudah begini, si ibu akan mengalami anemia, pucat, lemas, bahkan bisa pingsan. Sebab, darah yang terkumpul di dalam perut bisa mengakibatkan sesak nafas. Bila perdarahannya dalam tingkat parah dan tak segera ditolong, si ibu bisa meninggal.</p>
<p>Pun jika kehamilan terjadi di dinding perut yang tempatnya relatif lebih lebar. &#8220;Memang ada kehamilan ektopik di dalam perut yang bisa sampai membesar hingga janinnya cukup mampu untuk dilahirkan. Namun, tetap saja itu bukan tempat untuk tumbuh kembang bayi, hingga kualitas bayi juga pasti tak bagus.&#8221; Selain itu, plasenta bisa menempel di usus perut kita, hingga sangat membahayakan. &#8220;Pada si ibu pasti akan timbul keluhan sakit perut yang hebat.&#8221;</p>
<p>Bukan berarti bahaya sudah hilang, lo, bila janin sudah dikeluarkan dari dinding perut. &#8220;Plasenta yang menempel di usus tak bisa begitu saja diambil. Pasti akan merusak usus kita atau mengakibatkan robek. Jadi, biasanya janinnya dulu dikeluarkan lewat operasi. Beberapa hari kemudian, baru dilakukan operasi kembali untuk mengeluarkan plasenta.&#8221; Dengan tak ada janin, berarti tak ada kehidupan, juga buat plasentanya, hingga ia takkan menempel kuat lagi di usus. Dengan demikian, saat diambil sudah tak membahayakan usus lagi.</p>
<p>TETAP WASPADA</p>
<p>Mengingat bahayanya yang besar itulah, pesan Bambang, ibu hamil jangan menolak jika dianjurkan untuk pemeriksaan USG di trimester I. Dengan demikian, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, bisa segera dihentikan kehamilannya atau dikeluarkan janinnya sebelum pecah.</p>
<p>Pada KEBT, penanganan cukup dilakukan dengan suntik pengobatan MTX (methotrexate) yang bisa menyerap hasil konsepsi tanpa merusak saluran tuba atau dinding perut. Selanjutnya akan dipantau lewat USG, kehamilannya bisa menghilang atau tidak. Jika belum terserap sempurna, cara ini akan diulang lagi.</p>
<p>Cara lain, dengan operasi laparoskopi, sejenis operasi besar tapi dengan invasi minimal. Jadi, dinding perut dilubangi sedikit untuk memasukkan alat dan teropong, lalu dilakukan operasi pemotongan janin atau saluran tuba. Pemotongan saluran tuba diusahakan sesedikit mungkin, hingga bisa diperbaiki kembali atau dilakukan tuba plastik (operasi plastik untuk memperbaiki saluran tuba). &#8220;Namun bila letak janin tumbuh di tengah atau ujung bagian dalam saluran tuba, biasanya satu saluran tuba itu akan dipotong semua.&#8221;</p>
<p>Pada KET, harus segera dilakukan operasi laparotomi, yaitu pembedahan perut. &#8220;Darah di perut dikeluarkan dan saluran tuba yang pecah dipotong.&#8221;</p>
<p>Meski satu saluran tuba telah dibabat habis, toh, ibu tak usah khawatir dirinya tak bisa hamil lagi. Bukankah saluran tubanya masih ada satu lagi dan indung telurnya masih utuh? Jadi, bila yang kiri dipotong, misal, yang kanan masih tetap berfungsi. Namun dengan syarat, saluran tersebut tak mengalami penyempitan/penyumbatan. Kalau tidak, ya, bisa terjadi kehamilan ektopik lagi.</p>
<p>Saran Bambang, jika ingin hamil lagi dan tak ingin kehamilan ektopik ini terulang, sebaiknya setelah pemotongan saluran tuba, periksalah saluran tuba yang satunya lagi dengan peneropongan HSG (histerosalpingografi). &#8220;Jika ternyata ditemukan kasus yang sama pada saluran tuba satunya lagi, sebaiknya diperbaiki dulu. Infeksinya disembuhkan atau sumbatannya dibuka dengan jalan ditiup. Dengan demikian, kehamilan ektopik takkan terulang.&#8221;</p>
<p>Walau begitu, hasil peniupan tetap perlu diwaspadai. Soalnya. saat ditiup, bisa jadi saluran itu membesar. Untuk masuknya sel sperma yang hendak menuju ke dalam perut, mungkin saluran ini cukup. Namun setelah sel sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi konsepsi, mungkin ukurannya jadi lebih besar, misal, 4 kali besar sel sperma.</p>
<p>Nah, kala ia hendak masuk lagi ke rahim melalui saluran tuba, saluran yang terbuka hasil ditiup tadi, tetap tak cukup besar untuk dilalui hasil konsepsi ini. Jadilah hasil konsepsi ini tak bisa sampai ke dalam rahim, melainkan hanya sampai di saluran tuba atau bahkan tak bisa masuk sama sekali atau ada di dinding perut.</p>
<p>Kewaspadaan ini juga perlu bagi ibu-ibu yang punya kasus infertility hingga perlu dilakukan peniupan di saluran tubanya. Jangan sampai terjadi kehamilan ektopik.</p>
<p>Indah Mulatsih<br />
HAMIL DI LUAR KANDUNGAN</p>
<p>Saya seorang ibu (37 tahun), tujuh bulan lalu keguguran anak pertama ketika kehamilan berusia 7 minggu dan dilakukan tanpa kuret. Setelah istirahat 5 bulan, saya hamil lagi. Tapi setelah kehamilan berusia 10 minggu, kondisi badan saya melemah dan dua kali pingsan, lalu saya masuk RS. Setelah di USG oleh dokter, saya dinyatakan hamil di luar kandungan. Malam itu juga saya langsung dioperasi. Yang ingin saya tanyakan:</p>
<p>1. Kenapa dan apa sebabnya saya hamil di luar kandungan? Padahal saya tak menggunakan kontrasepsi apapun.</p>
<p>2. Masih bisakah saya hamil lagi secara normal?</p>
<p>3. Kira-kira berapa lama lagi saya boleh hamil?</p>
<p>Saya mohon penjelasan dan saran Dokter. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.</p>
<p>T. Yati &#8211; Beji, Depok</p>
<p>Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik (KE) adalah suatu kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim. Pada KE umumnya kehamilan tak dapat berkembang terus karena tempat embrio tumbuh tak memadai. Pada KE yang telah mengalami perdarahan atau pecahnya tempat di mana embrio tersebut ditanam, disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Kadang kehamilan tersebut dapat berkembang terus dan janin dapat cukup besar sehingga dapat hidup layaknya seperti janin yang mengalami kehamilan normal, keadaan ini disebut kehamilan ektopik lanjut (KEL). Biasanya terjadi bila janin tumbuh di dalam rongga perut ibu.</p>
<p>Penyebab KE antara lain: a) Kerusakan pada saluran telur sehingga terjadi sumbatan sebagian saluran rongga tersebut dimana sperma dapat melewatinya tapi hasil pembuahan tak dapat melewatinya. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan infeksi, misalnya, infeksi dengan klamidia atau gonorrhea; b) Kelainan bawaan alat kandungan, misalnya, uterus septus (rahim dengan sekat), uterus bikornis (rahim dengan dua tanduk), dan lainnya; c) Tumor atau perlekatan-perlekatan dalam rongga perut yang mengakibatkan gangguan pada saluran telur; d) Riwayat pernah operasi KE atau bedah sesar.</p>
<p>Ibu masih bisa hamil secara normal meskipun pernah mengalami KE, waktunya kira-kira tiga bulan setelah operasi. Satu hal yang sangat penting harus Ibu lakukan, segera di-USG transvaginal begitu tes hamil Ibu positif. Dengan USG transvaginal dapat diketahui letak kehamilan, apakah normal atau di luar kandungan. Ibu juga harus selalu memohon kepada Tuhan YME agar kehamilan berikut yang Ibu rencanakan dapat berjalan baik dan normal. Saya turut berdoa semoga Ibu dapat segera memiliki keturunan. Terima kasih banyak atas pertanyaannya<br />
USAI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN, HARUS JALANI HSG?</p>
<p>Saya (25) menikah awal Maret 2001. Oktober di tahun yang sama saya menjalani operasi dengan diagnosa hamil ektopik di adneksa/parametrium kiri. Sedangkan di adneksa/parametrium kanan tidak terlihat kelainan dan ovarium kanan pun terlihat normal. Setelah dioperasi dan minum pil KB selama setahun, saya dianjurkan dokter untuk menjalani pemeriksaan HSG.</p>
<p>Yang ingin saya tanyakan, apa itu HSG? Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apa? Bagaimana seandainya pemeriksaan HSG tidak dilakukan? Apa benar juga kalau pernah mengalami hamil ektopik, kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama? Bagaimana cara pencegahannya mengingat saya belum pernah punya anak? Apakah ini ada kaitannya dengan pekerjaan saya di bagian ADM (angkat, dorong, manggul)? Saya sangat menantikan jawaban Dokter dan terima kasih banyak atas perhatiannya.</p>
<p>Nina &#8211; Bandung<br />
HSG atau histerosalpingografi adalah suatu alat bantu diagnostik yang memakai zat kontras tertentu yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, kemudian dibuat foto rontgen, sehingga dapat dinilai saluran mulut rahim, rongga rahim, saluran telur, dan keadaan di sekitar alat kandungan dalam (organ genitalia interna). Karena bersifat radiasi, maka pemeriksaan ini tidak boleh sering dilakukan. Waktu yang dianjurkan adalah sekitar hari ke 8­10 setelah haid hari pertama atau kira-kira 3­4 hari setelah haid bersih.</p>
<p>Sebelum HSG, jangan melakukan hubungan intim. Hal ini untuk mencegah terjadinya kehamilan segera pasca-HSG. Pada penderita bekas hamil di luar kandungan memang perlu dilakukan pemeriksaan HSG untuk menilai apakah saluran telur Ibu normal atau tidak. Bila ada sumbatan atau kerusakan, maka hal tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum Ibu hamil kembali. Bila tidak dapat diperbaiki, maka Ibu akan dianjurkan untuk menjalani program bayi tabung.<br />
Memang benar Ibu memiliki risiko untuk berulangnya mendapat kehamilan di luar kandungan, angkanya sekitar 15%. Faktor risiko untuk terkena kehamilan di luar kandungan adalah infeksi (radang panggul, terutama karena klamidia), operasi saluran telur, program kehamilan dibantu (misalnya bayi tabung), dan kelainan bawaan rahim dan saluran telur. Sebelum hamil kembali, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter di Subbagian Infertilitas di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung.</p>
<p>semoga ini bermanfaat ya&#8230;.bnyk temenku bisa terhindar dari hamil ektopik stlh menjln pengbtn alternatif+terapi pijat.perlu dicoba deh&#8230;..<br />
sekian sharing dariku&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ayu</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-13678</link>
		<dc:creator>ayu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 00:57:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-13678</guid>
		<description>hai all,slm kenal....
usiaku 24 th kmrin aq juga habis operasi hamil di luar kandungan usia janin y 3 minggu ini kehamilan yg pertama aq menikah baru 9 bln,awal y perut sblh bwh rasa y sakit banget ky kalian rasakan setelah di cek kata dokter hamil diluar kandungan n harus segera dioperasi kemudian saluran sblh kanan diangkat n aq masih usaha mau hamil lagi,mudah2n berhasil dan aq tetap optimis dan selalu berdoa kpd allah.amin.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai all,slm kenal&#8230;.<br />
usiaku 24 th kmrin aq juga habis operasi hamil di luar kandungan usia janin y 3 minggu ini kehamilan yg pertama aq menikah baru 9 bln,awal y perut sblh bwh rasa y sakit banget ky kalian rasakan setelah di cek kata dokter hamil diluar kandungan n harus segera dioperasi kemudian saluran sblh kanan diangkat n aq masih usaha mau hamil lagi,mudah2n berhasil dan aq tetap optimis dan selalu berdoa kpd allah.amin&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ika handayani</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-10003</link>
		<dc:creator>ika handayani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 02:40:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-10003</guid>
		<description>Hiall...
Salam kenal semua, seneng nich!bisa ikut gabung.
Usiaku 27Th sedangkan ... continued in post &lt;a href=&quot;http://bayi-tabung.com/berapa-harga-peniupan-ika-handayani/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Berapa harga peniupan&lt;/a&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hiall&#8230;<br />
Salam kenal semua, seneng nich!bisa ikut gabung.<br />
Usiaku 27Th sedangkan &#8230; continued in post <a href="http://bayi-tabung.com/berapa-harga-peniupan-ika-handayani/" rel="nofollow">Berapa harga peniupan</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: poetri</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-9481</link>
		<dc:creator>poetri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 03:05:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-9481</guid>
		<description>hi all...
salam kenal semua, seneng bisa ketemu website ini, jadi nggak merasa &quot;sendiri&quot;.

usiaku 27th, juli&#039;08 kemarin aku pernah keguguran, usia janij 12 minggu. selanjutnya bulan februari aku hamil lagi, ternyata diluar kandungan sebelah kanan, waktu itu diperkirakan jalan 5mgg, jadi masih bisa lewat terapi MTX 1 kali.

dan saat ini saya tengah terapi MTX lagi untuk kedua kalinya karena akhir mei kemarin saya juga di vonis dokter hamil diluar kandungan setelah pendarahan selama 1 bulan full.

ada yang punya informasi tentang terapi MTX ga ya?? tolong bisa berbagi. di Jok_ok@yahoo.com.

keep trying, praying, and fighting... semangat!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi all&#8230;<br />
salam kenal semua, seneng bisa ketemu website ini, jadi nggak merasa &#8220;sendiri&#8221;.</p>
<p>usiaku 27th, juli&#8217;08 kemarin aku pernah keguguran, usia janij 12 minggu. selanjutnya bulan februari aku hamil lagi, ternyata diluar kandungan sebelah kanan, waktu itu diperkirakan jalan 5mgg, jadi masih bisa lewat terapi MTX 1 kali.</p>
<p>dan saat ini saya tengah terapi MTX lagi untuk kedua kalinya karena akhir mei kemarin saya juga di vonis dokter hamil diluar kandungan setelah pendarahan selama 1 bulan full.</p>
<p>ada yang punya informasi tentang terapi MTX ga ya?? tolong bisa berbagi. di <a href="mailto:Jok_ok@yahoo.com">Jok_ok@yahoo.com</a>.</p>
<p>keep trying, praying, and fighting&#8230; semangat!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mommy 2B</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-9420</link>
		<dc:creator>Mommy 2B</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 08:36:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-9420</guid>
		<description>Dear All,

Hmmh ... kita senasib ... pernah mengalami kehamilan ektopik.  Tgl 23 Mei kemarin aku hamil 10 minggu di tuba kananku, dan setelah terbukti ada pendarahan di dalam juga waktu itu Dr. nya menyarankan untuk segera di angkat.  

Browsing sana sini ... semenjak itu ... saya lebih focus ke masalah pemulihan fisik dan mental.  Ah ... nikmati saja hidup kita dulu ... hidup ini indah ... :) ... 

Bulan September depan aku ada jadwal ISHG tuba kiriku ... inilah tugasku = tetap berikhtiar ... &quot;A&#039;ll do my parts and Allah will Do the REST ... 

Salam hangat, dan tetap semangat!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All,</p>
<p>Hmmh &#8230; kita senasib &#8230; pernah mengalami kehamilan ektopik.  Tgl 23 Mei kemarin aku hamil 10 minggu di tuba kananku, dan setelah terbukti ada pendarahan di dalam juga waktu itu Dr. nya menyarankan untuk segera di angkat.  </p>
<p>Browsing sana sini &#8230; semenjak itu &#8230; saya lebih focus ke masalah pemulihan fisik dan mental.  Ah &#8230; nikmati saja hidup kita dulu &#8230; hidup ini indah &#8230; <img src='http://bayi-tabung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8230; </p>
<p>Bulan September depan aku ada jadwal ISHG tuba kiriku &#8230; inilah tugasku = tetap berikhtiar &#8230; &#8220;A&#8217;ll do my parts and Allah will Do the REST &#8230; </p>
<p>Salam hangat, dan tetap semangat!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anies</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-8705</link>
		<dc:creator>Anies</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 09:25:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-8705</guid>
		<description>Aq (berumur 33 thn,hamil anak ke2-anak 1 lahir normal)sekarang dicurigai hamil diluar kandungan,mslhny stlh diusg itu janin berada dimana blm ketemu dan sy pendarahan terus selama hampir 2 mgg.perut bag bwh terasa nyeri,dokter msh menunggu perkembangan.yg sy tanyakan utk hamil diluar kandungan khan pendarahan didlm,tp knp sy pendarahan diluar jg?mhn klo ada advice buat sy,terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aq (berumur 33 thn,hamil anak ke2-anak 1 lahir normal)sekarang dicurigai hamil diluar kandungan,mslhny stlh diusg itu janin berada dimana blm ketemu dan sy pendarahan terus selama hampir 2 mgg.perut bag bwh terasa nyeri,dokter msh menunggu perkembangan.yg sy tanyakan utk hamil diluar kandungan khan pendarahan didlm,tp knp sy pendarahan diluar jg?mhn klo ada advice buat sy,terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sri wahyuningsih</title>
		<link>http://bayi-tabung.com/hamil-di-luar-kandungan-pengalaman-igie/comment-page-1/#comment-6658</link>
		<dc:creator>sri wahyuningsih</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 01:46:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bayi-tabung.com/?p=78#comment-6658</guid>
		<description>Mbak Igie,

pengalaman saya lebih ekstrem, Januari 2007 saya keguguran, Maret 2007 hamil diluar kandungan, oleh Dr.Wahyu RS YPK Menteng saluran tuba saya dipertahankan, operasi yang saya jalani laparoskopi (biayanya 15 juta), bulan Juni 2007 hamil di luar kandungan lagi, akhirnya Dr Wahyu memutuskan untuk memotong saluran tuba sebelah kanan,(biayanya 17 juta) lebih mahal karena prosesinya lebih lama dari operasi yang pertama, sampai sekarang saya belum hamil lagi, hanya kepada Allah saya berserah, Alhamdulillah saya masih kuat menghadapi cobaan ini karena saya beberapa kali menemukan beberapa pasien yang mengalami seperti saya, kondisi kejiwaan mereka terganggu (gila), cobaan yang berat yah. Tapi kita tidak boleh putus asa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Igie,</p>
<p>pengalaman saya lebih ekstrem, Januari 2007 saya keguguran, Maret 2007 hamil diluar kandungan, oleh Dr.Wahyu RS YPK Menteng saluran tuba saya dipertahankan, operasi yang saya jalani laparoskopi (biayanya 15 juta), bulan Juni 2007 hamil di luar kandungan lagi, akhirnya Dr Wahyu memutuskan untuk memotong saluran tuba sebelah kanan,(biayanya 17 juta) lebih mahal karena prosesinya lebih lama dari operasi yang pertama, sampai sekarang saya belum hamil lagi, hanya kepada Allah saya berserah, Alhamdulillah saya masih kuat menghadapi cobaan ini karena saya beberapa kali menemukan beberapa pasien yang mengalami seperti saya, kondisi kejiwaan mereka terganggu (gila), cobaan yang berat yah. Tapi kita tidak boleh putus asa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.333 seconds -->
