Category Archives: Tuba fallopi bermasalah

Permasalahan di salura/tuba fallopi

Bayi tabung dengan dr. Devindran Muniandy – Ellie

Hingga 4 tahun usia pernikahan, saya dan suami masih santai2 saja. Wara wiri sana sini dan bekerja. Walaupun ada saja yang KEPO bertanya “kok belum hamil2 sih? sengaja ya ditunda?” dan pertanyaan sejenis yang menurut saya seharusnya ditujukan ke Tuhan.

Masuk tahun ke 5, kami memutuskan untuk periksa keadaan masing2. Akhirnya pergilah ke klinik kesuburan di jl. Wijaya. Saya menjalani pemeriksaan lengkap termasuk HSG (tindakan paling tidak nyaman dari semua tindakan yg pernah saya jalani)
Hasil yg didapat, tubafalopi kiri sedikit lebih sempit dibanding yang kanan. Suami juga cek sperma. Dari hasil pemeriksaan, kualitasnya kurang bagus dan jumlahnya sedikit+ada varises di saluran reproduksi. Lalu dilakukanlah operasi pengangkatan varises itu.
Setelah itu kami belum sempat lagi berkunjung ke klinik tersebut untuk pemeriksaan lanjutan karena masalah waktu dan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Kalau boleh jujur, kami kurang nyaman pada antrian yang berjam2, dan ketika bertemu dokter, beliau hanya membacakan hasil pemeriksaan kami dalam waktu tidak sampai 5 menit lalu bertanya: “ada pertanyaan?”
Laaahhhh, ini saja baru dibacakan dan kami sedang mencoba mencerna, langsung di tanya balik begitu ya kami bengong ??

Beberapa bulan kemudian, teman dekat saya memberitahu kalau salah satu teman kami berencana mau program bayi tabung di Penang. Saya langsung tertarik ikut juga. Untungnya suami antusias dan mendukung sekali keinginan saya.

Bulan februari kami konsultasi pertama kali ke Penang. Tepatnya ke dr. DEVINDRAN MUNIANDY di RS Loh Guan Lye Hospital. Baru kali ini kami bertemu dokter dan langsung merasa sreg. Beliau fasih berbahasa melayu (menguntungkan untuk yang kurang menguasai bahasa inggris), memiliki raut wajah yang tenang dan selalu tersenyum. Selama konsultasi, kami tidak ngerasa diburu2. Beliau menerangkan dengan nada yang tenang sehingga kami pun merasa lebih santai. Saya langsung di USG dan kami dirujuk ke lab untuk melakukan pemeriksaan darah dan sperma suami. Sore hari kami balik ke rumah sakit dan langsung dibacakan hasil lab yang Alhamdulillah semua hasilnya bagus (kalau di Indonesia bisa/tidak ya secepat itu?).

Selama jeda waktu itu, saya selalu “keep in touch” by email dengan dr. Devindran. Semua pertanyaan2 saya selalu dijawab langsung oleh beliau. Sebagai pasien, saya merasa diistimewakan. Belum pernah sekalipun bertemu dokter yang mau meluangkan waktu menjawab pertanyaan2 pasien (yang pasti bukan dari saya saja) secara langsung. Yang pernah saya jalani di Jakarta, saya selalu berkomunikasi via asisten dokter.

26 April 2015
Haid hari pertama, saya seorang diri berangkat ke Penang untuk memulai program (program yang dipilih: Short Protokol atau mereka menyebutnya Antagonist Protocol yang dimulai pada haid hari kedua). Suami belum bisa ikut karna tidak bisa ijin kantor terlalu lama dan belum dibutuhkan juga untuk menjalani program. Ketika saya tanya apa yang sebaiknya saya lakukan selama program ini, jawab dr. Devindran: “happy happy and go shopping”
Hihi.. Dokter yang satu ini sangat mengerti wanita pastinya ^o^

Antagonist Protocol (IVF)

27 April 2015
Suntikan pertama dilakukan pada haid hari kedua di daerah perut. Suntikan bertujuan untuk memperbanyak sel telur yang dilakukan setiap pagi sampai hari ke-10. Suster yang mengajari saya menyuntik super duper sabar. Sampai 2 hari berturut2 saya diajari (kebetulan penginapan dengan rumah sakit jaraknya dekat. Jadi setiap jam 9pagi saya ke RS hanya untuk belajar suntik dengan suster Jennifer) baru percaya diri menyuntik sendiri ?

28 April 2015
Saya mulai menyuntik sendiri (jujur, tadinya takut sekali membayangkan akan menyuntik sendiri). Tapi setelah dijalani, ternyata tidak sehoror yang diduga.

2 & 4 Mei 2015
Jadwal USG untuk melihat perkembangan sel telur. Hasil terakhir, terlihat ada 26 sel telur.

6 Mei 2015
Dilakukan Ovum Pick Up (OPU) atau pengambilan sel telur. Saya dibius lokal. Waktu yg sama dilain tempat, suami saya menyerahkan sperma nya ke lab.
Setelah itu, sperma suami di pertemukan dengan sel telur yang diambil tadi ke dalam tabung (IVF) dan ada juga yang di suntikkan ke sel telurnya langsung (ICSI). Lalu jadilah embrio2. Dipilih yang kualitasnya bagus saja.
Dokter menyarankan saya konsumsi putih telur 6-9butir/hari untuk mengurangi pembengkakan pasca OPU.

7&8 Mei 2015
Istirahat

9 Mei 2015
Embrio Transfer (ET). Diruang persiapan akan disuruh minum hingga kantung kemih penuh dan tahan untuk tidak BAK. Setelah tindakan, akan dipindah ke ruang recovery dan masih disuruh tahan untuk tidak BAK selama 1/2 jam ke depan. Setelah itu kita akan disediakan pispot oleh perawat karna saya harus tetap ditempat tidur. Di ruang recovery sekitar 2-3 jam baru boleh pulang.
Dari 26 sel telur yang saya hasilkan, yang berhasil jadi embrio sebanyak 9. Lalu 2 embrio dimasukkan ke rahim saya tanpa anastesi. Prosesnya tidak sakit sama sekali. Hampir sama seperti Pap Smear rasanya.

12 Mei 2015
Saya dan suami kembali ke tanah air

13-20 mei 2015
2 weeks wait (2ww) yang tadinya saya pikir akan terasa lama karna stay di rumah terus, ternyata tidak sama sekali. Entah kenapa seminggu pertama dirumah saya seperti kehilangan kekuatan untuk berktifitas. Sebagian besar waktu saya habiskan dengan tidur. Keadaan seperti ini tergantung kondisi fisik masing2. Jadi tidak semua seperti saya.
Di minggu kedua baru mulai menjelajah dalam rumah.

21 Mei 2015
Hari pembagian raport pun datang. Saya dan suami sudah pasrah. Karna begitu mau memulai program ini pun kami sudah siap untuk kemungkinan terburuk. Dan semua keluarga udah saya ingatkan untuk jangan berharap terlalu banyak (PENTING!)
Masuk ke ruang dr. Devindran setelah pemeriksaan darah di lab, saya berusaha sekali untuk terlihat santai. Padahal jantung serasa mau copot saking deg2annya -__-
Wajah dr. Devindran terlihat sumringah ketika saya masuk ke ruangannya. Lalu menjabat tangan saya sambil berkata:”congratulations! you’re pregnant”
Saya rasanya seperti mau lompat2 saking senangnya ?
Akhirnya saya di USG dan melihat embrio sebesar kacang hijau. Terimakasih ya Allah, terimakasih dr. Devindran, terimakasih keluarga dan tmn2 yang sudah support saya selama proses ini.

Di Jakarta, saya selalu konsultasi dengan dr. Handi Suryana di RS. PIK sesuai rekomendasi dr. Devindran. Sebelumnya saya dan suami berencana mencari dokter kandungan yang di dekat rumah saja. Tapi setelah bertemu dengan dr. Handi, kami langsung merasa sreg seperti yang kami rasakan ke dr. Devindran. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap ke dr. Handi.
Demikian pengalaman IVF kami..

Pesan penting sebelum mulai program bayi tabung:

  • Pasrah!! harus siap gagal. Kalau belum siap, lebih baik jangan bayi tabung dulu. Apalagi kalau masih ada masalah yang memberatkan pikiran.
  • Dan pesan ke keluarga dekat “dont’t expect too much”. Agar kita juga tidak tertekan ketika menjalani program.
  • Biaya memang tidak sedikit. Tapi kalau dibandingkan dengan biaya kami bolak balik ke dokter di Jakarta dan hasilnya tidak jelas, ya lebih murah di Penang. Dan yang penting, lebih memuaskan (buat kami)
  • jalani proses dengan sabar dan lapang dada
Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading...

Wanita hamil yg memiliki golongan darah A rhesus negatif – Diana

Dear all,
Saya diana, umur 24 tahun , menikah tahun 2011 saya ingin berbagi pengalaman.
Saya operasi ket tgl 18 nov 2014 dan tgl 30 sept 2015.. sekarang saluran tuba saya kedua nya sudah di angkat… sedih sekali mngetahui kenyataan kalau saya tidak bisa hamil lagi.. bersyukur saya masih di karunia anak perempuan tahun 2012… saya rencana mau melakukan progam bayi tabung tapi yg jadi masalah saya memiliki golongan darah A rhesus negatif apa mungkin bisa hamil lagi walau melakukan program bayi tabung? Soalnya saya membaca bayak pengalaman wanita hamil yg memiliki golongan darah rhesus negatif akan berdampak pada kesehatan janin.. apa teman2 semua pernah mengalami hal seperti saya? Atau pernah mendengar kasus seperti ini?

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bayi tabung fresh cycle di Daya Medika – Chacha

Halo.. perkenalkan namaku chacha, tanggal 2 Agustus 2015 kemarin saya baru memulai program bayi tabung saya. sebenernya permasalahan saya cukup bisa dibilang agak rumit sih.. permasalahan saya itu di
1. hidrosalping bilateral
2. AMH rendah (2,42)
3. suami astheno zoospermia
4. indung telur kiriku sudah tidak produksi telur
5. kista endometriosis bilateral

karna kondisi tersebut akhirnya saya dan suami memutuskan untuk bayi tabung.. oya saya berumur 27 th dan suami 28 th

hari 2 menstruasi saya ke dokter di daya medika dilihat indung telur kanan ada 3 folikel.. tapi anehnya dokter tidak melihat ada hidrosalping di kedua tubaku.. akhirnya dokter memutuskan untuk tidak melakukan operasi mengingat AMHku bisa dibilang rendah..dan apalagi indung telur kiri sudah tidak produksi telur lagi..dan di hari itu saya lgsg mendaftar paket gonal seharga 37 juta.. tetapi ga langsung bayar 37 juta.. melainkan DP dulu sebesar 22 juta.. dan langsung diresepkan Gonal dengan dosis 300.. dan aku memilih suntik jam 21.30 karna setau aku lebih baik sehabis suntik langsung istirahat.

suntik gonal sebanyak 4 hari, setelah 4 hari aku ke dokter ternyata telurku bertambah menjadi 2 telur.. jadi total ada 4 telur setelah suntik gonal.. teapi baru 2 yang ukurannya memenuhi syarat.. akhirnya dokter menurunkan dosis gonal menjadi 225 ditambah dengan injeksi pergoveris dan cetrotide.. efek suntik cetrotite memang agak gatal jadi jangan khawatir ya ibu-ibu..

hari ke 8 stimulasi aku ke dokter telur menjadi 5 tapi ukurannya masih kecil2.. jadi dokter menaikan dosis lagi menjadi gonal 300 + prgoveris + cetrotide.

day 9
telur masih kecil-kecil, akhirnya aku harus top up gonal, pergoveris dan cetrotide

day 11
alhamdulillah telur sudah bertambah menjadi 7 dan ukurannya besar

day 14
waktunya OPU.. aku dibius total.. dan 7 telurku dipetik.. oya ternyata disaat aku opu dokter sekalian sedot kistaku, alhasil setelah biusnya sudah hilang perutku sangat sakit.. disaat saya selesai opu suami mengeluarkan sperma. akhirnya istirahat 1 jam dan diperbolehkan pulang dan diresepak obat
1. duphaston
2. progynova
3. prednicort (radang)
4. ceradolan (antibiotik)
5. cygest

day 16 (18 agustus 2015)
saatnya ET.. tanpa bius.. dan tidak sakit.. sayangnya suami tidak diperbolehkan masuk.. ada 7 telur.. ternyata 4 poor.. 2 moderate (pembelahan 2 sel dan 7 sel) dan 1 good (pembelahan 8 sel) jadi yang ditransfer ke rahim ada 3 embrio.. soo aku ga punya cadangan untuk di frozen.. dan kembali diresepkan obat yang sama seperti setelah opu.. kecuali untuk antibiotiknya ya.. aku stay di klinik DM selama 4 jam untuk bedrest.

sekarang waktunya 2ww.. yang aku rasakan di

day 1 – 3
aku bedrest, perut agak keram..

day 4-6
perut keram bgt.. tapi anehnya pas masuk makanan rasa keram itu ilang.. walaupun timbul lagi sih beberama jam kemudian… pusing

day 7-8 ( 26 agustus 2015)
perut keram tapi sedikit.. badan cepat capai sekali

total yang sudah aku keluarkan dari stimulasi sampai perhari ini (26 agustus 2015) sebesar 60jt

oya selama stimulasi sampai sekarang PD ku nyeri seperti mens..

skrang lagi menunggu 1 minggu lagi untuk pembagian raport.. huhuhu.. hal yg aku pelajari selama 2ww.. jujur sih menyiapkan mental dan berusaha dibawa santai..
7 hari setelah et aku istirahat.. dan skrg kembali ke kantor,,, tapi agak membatasi gerak sih supaya ga cape..

ini ceritaku,, smoga bermanfaat..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Kegagalan bukan akhir sebuah perjuangan – Elia

Sebenarnya saya agak ragu untuk menulis pengalaman saya akan gagalnya bayi tabung yang saya jalani,mengingat usia saya 35th dan usia suami 41 th sehingga tanpa berpikir panjang saya dan suami langsung memutuskan untuk bayi tabung.kami pilih BIC- menteng dengan dr.Indra. pertama kali konsultasi dan di usg ternyata telurnya sedikit dan juga ada kista, dokter menyarankan supaya saya cek darah dan hsg.lagi-lagi masalah, ternyata tuba kiri non paten.

Akhirnya programpun dimulai hingga 6 – 9 maret saya mulai suntik gonal(suntik dua jari dibawah perut) dosis 300,tgl 10 maret di USG ternyata belum mencapai ukurannya. saya lanjut suntik gonal tgl 11-13, tgl 14 di USG lg tapi ternyata masih juga belum bisa dipetik, gonal f masih lanjut 2 hari lagi tapi dengan dosis 150. Seperti biasa cek lagi, di USG lagi dan alhamdulillah bisa dipanen, terus dokter kasih suntik anti pecah untuk sel telur (lupa nama). Kemudian cek ke dokter lagi dan seperti biasa di USG lagi dan siap untuk OPU tgl 18maret, tapi sebelum OPU say dikasih suntik untuk pemecah telur, suntiknya sama seperti gonal f persis dua jari bawah pusar, sayapun suntik sendiri dirumah. kemudian sampai pada hari H untuk OPU tgl 18 maret tapi malamnya disuru puasa dari jam 12 malam.

Tgl 18 pagi saya ditemani suami berangkat ke BIC, mengingat jakarta macet jadi kami berangkat jam 7pagi sebab waktu OPU jam 9.30 am. Jam 8 sudah di BIC dilantai 2 dan langsung dipanggil suru istirahat sambil tiduran terus deh dipasang jarum untuk bius dan jam 9 saya masuk ruang OPU, gak sampai 5menit ternyata saya sudah gak ingat apa-apa lagi dan saat saya sadar saya sudah diruang pemulihan. sel telur saya hanya ada 5 dan saya sempat kecewa karena saya gak punya telur yang banyak tapi harapan saya tetaplah sama semoga berhasil. kemudian dihari ke3 saya ET tepat 21 maret, parahnya harus nahan pipis, rasanya sakit tapi harus bagaimana mau gak mau harus ditahan, hari itu saya sedikit kecewa ketika ET ditangani oleh dokter lain karena dokter yang menangani saya lagi diluar kota, detik itu saya jadi pesimis dan merasa akan ada kegagalan.

Kemudian sampailah pada hari H untuk tes hbcg dan urin dan setelah 5 jam saya dapat sms dari suster bahwa dari hasil cek darah dan tes pack NEGATIF, seakan runtuh isi dunia bagaikan menghantam tubuh saya,saya menangis dan pedihnya hanya saya yang allah dan saya yang tahu. saya gak tahu cara memberitahukan berita itu kesuami saya, dan saya kasihkan hp kesuami dan suami saya langsung diam hingga akhirnya dia mengucap Astagfirullahaladzim dan Alhamdulillah. saya bersyukur suami bisa memahami dan menyadarkan saya bahwa meskipun 1000 tangan manusia menolong kalau belum ada izin dari Allah swt kita tak berdaya. Untuk biaya keseluruhan dari awal konsultasi hingga selesai Rp. 75.928.000.kegagalan ini memberi saya semangat bahwa sya tidak akan menyerah dan akan mulai lagi bayi tabung ke2 dibulan juni dan insyaallah semoga berhasil atas kehendakNya dan dengan izinNya,, amiiin

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Rencana Program Bayi Tabung di Graha Amerta – Rini

Hy aq udah nikah slma 3thn dr maret 2012 dan blm pernah hamil smpe sekarang. 3bln nikah aq udah check up ke dokter spog dg hasil aq dan suami normal..krn rutinitas aq yg srg keluar kota aq sllu gnti dokter spog di bbrpa kota besar di sulawesi..celakax tiap konsul beda dkter beda penanganan sehingga stiap aq konsul sllu dksh obat penyubur profertil/santa e/eturol..suamiku sllu tugas kluar kota dan krn q pikir biar subur jd aq sllu konsumsi penyubur mskipun suamiq g ada..stlh check up thn 2014 aq divonis kista endometriosis 2.4cm dg perlengketan tuba..dsaranin laparoskopy..stlh browsing di google aq milih laparoskopy dg dr.relly yg operasix tgl 23 feb 2015…

Now, aq dksh obat visanne 2mg utk dkonsumsi slma 3bln smbil nunggu jadwal bayi tabung bln agustus 2015 nnt..sambil nunggu jdwl bayi tabung aq rncna mw coba hamil alami dl..tlg share ya yg udah pnglman bt dgraha amerta lbh khususx dg dr.relly..utk program hamil alami stlh laparoskopy gmn ya persiapanx? ada yg tw pnginapan murah yg dekat graha amerta? maklum aq dr manado jd g pux keluarga di surabaya..
Maaf ya klo kata2x g teratur maklum bkn penulis hehehe ????

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading...

Hidrosalping dan Bayi Tabung – Yulia

Dear teman2 seperjuangan, saya Yulia, 34th. Sudah menikah 8thn, infertility sekunder, anak pertama saya sudah berumur 7thn. Masalah saya adalah hidrosalping dan kedua saluran tuba non patent. Akhir Des’14 yang lalu kami memutuskan ikut program bayi tabung di Siloam Surabaya. Pertama kali konsultasi dengan dr. Aucky saya sudah menunjukkan hasil HSG bahwa saya mengalami hidrosalping dan kedua saluran buntu, namun saat itu dr. Aucky mengatakan bahwa itu tidak masalah, karena dari hasil USG transvaginal saya tidak terlihat ada cairan, jadi hidrosalping tidak berbahaya lagi. Ketika saya bertanya tentang laparaskopi seperti yg dianjurkan dokter saya di Bali, dr. Aucky menegaskan lagi bhw tidak perlu LO karena sudah kering. Waktu itu saya dan suami percaya dan memutuskan lanjut proses bayi tabung, apalagi sebelumnya memang takut dengan yg namanya operasi termasuk LO.

Start proses bayi tabung berjalan lancar dari awal, respon tubuh terhadap suntikan dll bagus, OPU dengan 10 sel telur, 5 oocyte, hasilnya 4 embrio (2excellent, 2good) ditanam semua. Akhirnya saat pengumuman, saya dinyatakan gagal dengan bhcg <2. Sempat bengong gak percaya waktu diberitahu hasilnya, sedih, kecewa, campur aduk gak karuan. Buntut2nya yg jd penyesalan kami, ya si hidrosalping. Teman2 yg punya masalah sama, please share dong.. Ada gak teman2 yg mengalami hidrosalping dan berhasil bayi tabung tanpa laparoskopi sebelumnya..? Thanks a lot..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading...