Category Archives: Singapore

Tempat bayi tabung di Singapore

Rekomendasi dokter kandungan – Anna

Hai,
Saya baca blog ini sudah berbulan-bulan, sekedar ingin tahu pengalaman langsung yang ikut program IVF.saya sendiri ikut IVF di singapore karena usia saya (36 tahun) dan suami (42 tahun) membuat kami memutuskan program IVF.

Kenapa memilih singapore? Karena kami ingin tenang selama proses, kalau di jakarta ke klinik bayi tabung terkenal kadang antri nya sudah bikin kesel duluan :).

Saya ikut program IVF mulai november 2015, lalu diberi suntikan selama 14 hari selama ini saya dan suami harus stay di singapore karena bolak balik ke dokter lalu setelah itu egg collection day dan ada 21 eggs yang matang melalui program ICSI hasilnya embryo yang bagus ada 10 Tapi setelah dilakukan pencampuran hanya ada 2 blastocyst dimana 1 excellent dan 1 good. Dokter minta kita ulang cycle lagi untuk ambil eggs yang lebih banyak untuk persediaan tapi kita ingin pakai yang ini dulu.

Prosedur dokter saya Recommended thaw cycle jadi saya datang setelah 1x cycle mens, balik akhir januari 2016 lalu dicek pada saat setelah mens ternyata ada polip kecil yang takut menganggu lining nya maka dokter menyarankan untuk melakukan hysteroscopy, setelah itu menunggu mens 1x cycle lagi dan saya kembali ke singapore bulan maret ini, saya telah melakukan embryo transfer dan sedang menunggu hasil tanggal 21 maret ini oh ya yang dimasukan ke rahim saya hanya 1 blastocyst karena yang 1 back up kalau ini gagal dan melihat umur saya dokter menyarankan 1 saja agar chance nya lebih besar, saya tadinya mau dua cuma nanti tidak ada back up kalau terjadi apa-apa jadi ini benar-benar penantian yang mendebarkan.
yang saya ingin tanyakan ada tidak rekomendasi dokter untuk penanganan setelah saya hamil dan proses kehamilan sampai melahirkan di jakarta? Saya sudah tanya dokter saya Dr. Kelly Loi cuma beliau tidak ada rekomendasi karena sekolah nya di harvard dari awal sekolah dokter sampi spesialis jadi mungkin tidak kenal dokter di jakarta.
Terima kasih

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Endometriosis Stadium Empat – Kimberly

Hai teman2 saya disini ingin berbagi pengalaman saya,semoga bermanfaat buat teman2.

Saat ini usia saya 28th dan suami usia 30th. pertama2 saya akan menceritakan awal permulaan endometriosis yang sangat menyiksa setiap kali haid itu datang.

Pertama x saya datang haid ketika umur 13th. setelah bbrp bulan haid, ketika bulan keberapa saya lupa, darah mens bukan keluar melalui lubang yang tepat, tetapi melaui (*maaf, anus), dan rasa sakit dibawah perut yang saya rasakan sungguh luar biasa sakitnya. tetapi saya anggap ini merupakan gejala datang mens biasa, ini terjadi hanya 1x saja, setelah itu udah seperti biasa.

Ketika sma saya lagi datang haid, ketika mau BAB, rasa sakit yang saya rasakan lagi ketika feses mau keluar dan ini bukan ambeien, tapi karena adanya perlengketan endometriosis yang sudah mengenai usus besar saya, sehingga saya akan merasakan sakit ketika BAB, dan lagi lagi saya menggangap ini hal yang biasa.

Tahun 2010 saya sedang jalan2 di singapore, dan kebetulan nyokap mau check kandungan di gleneagles hospital dengan Dr Peter Chew, dan saya juga ikut masuk didalam untuk nemenin nyokap. dan saya tanyakan kepada dokter, kenapa setiap kali haid, saya mengalami sakit perut yang sangat sakit sekali sampai tidak bisa berdiri, Dokter langsung memeriksa saya melalui USG, dan disana di temukan endometriosis, dokter menyarankan untuk scan agar lebih detail lagi, dan ditemukan endometriosis kiri dan kanan sebesar 3cm dan sudah termasuk stadium 4, dokter menyarankan untuk segera operasi laparascopy, jika ditunda maka bahaya, karena takut endometriosis ini dapat pecah dan bahaya buat saya.

Akhirnya Nov 2010 saya melakukan laparascopy dengan Dr Peter Chew, Dokter Chew sangat baik skali, saya merasa nyaman untuk konsultasi sama beliau. Operasi hanya memakan waktu 1 jam dan tidak perlu nginap di rumah sakit, Setelah obat bius hilang maka saya sudah diperbolehkan pulang, saya disuntik tapros selama 6 bulan agar virus dapat benar2 mati.

Dokter menyarankan agar saya segera punya anak (NB: pacar saja tidak ada), karena endometriosis saya termasuk yang sudah gawat dan sewaktu2 dapat timbul lagi walau sudah disuntik tapros, dan dengan stadium 4 ini, saya dikatakan akan sulit punya anak.

Tahun 2013 saya menikah, selama 6 bln saya belum juga hamil, saya kembali lagi untuk mengecek ke Dr Peter Chew, ditemukan kembali endometriosis, dan saya laparascopy lagi dengan suntikan 6x tapros, dan setelah bbrp bulan saya belum kunjung hamil dan takut kalau sewaktu2 endometriosis muncul lagi maka saya mencari alternatif lain.

Sebelum saya melakukan operasi laparascopy yang kedua, saya mencoba dengan cara alami dengan dokter memberikan obat untuk agar telor nya besar, 2 minggu pasca minum obat, saya mengalami sakit perut dimana tidak dapat BAB dan BAK, lalu saya ke dokter umum dan dokter umum dijakarta bil bahwa saya kena infeksi kantung kemih dan ambeien dan diberikan bbrp obat, obat sampai habis tapi tidak kunjung sembuh juga, saya lalu ke dokter penyakit dalam, dokter USG dan menyarankan ke dokter kandungan karena ada permasalahan dengan kista saya, besok paginya saya ke dokter kandungan di jakarta di salah satu rumah sakit, setelah USG tranvaginal, dokter langsung mengambil keputusan untuk melakukan operasi dan pengangkatan setengah rahim saya karena kista membesar sehingga menekan usus saya.

Saya tidak mau melakukan operasi, besok paginya saya langsung ke singapore untuk di cek sama Dr Chew, dan dokter mengatakan bahwa saya alergi sama obat sehingga kista membesar, saya dikasi suntikan sehingga kista dapat mengecil dengan sendirinya, besoknya saya udah sembuh dan dapat BAB serta BAK.

Progam untuk mendapatkan anak terus saya lakukan tanpa menyerah, karena saya bekerja dan tidak bisa ambil cuti terus sedangkan ke singapore memakan waktu yang tidak sedikit dan juga dollar singapore naik terus maka saya mencari dokter di jakarta yang lebih dekat. Setelah saya browsing dan baca di web bayi-tabung.com maka saya memutuskan untuk konsultasi sama Dr Ivan di BIC.

Dr Ivan sangat friendly sekali, dan ketika di usg tranvaginal, ditemukan lagi endometriosis. sempat depresi, kenapa ini endo muncul sangat cepat skali. Dokter langsung menyarankan untuk melakukan inseminasi atau bayi tabung.

Saya mencoba untuk inseminasi Jan 2015 dan gagal, lalu Februai 2015 langsung program bayi tabung, dengan suntikan gonal dll, didapatkan 12 sel telur (8 yang akan jadi calon embrio , 1 abnormal dan 3 belum matang). Ketika hari kelima blastocyct hanya terdapat 4 embrio dengan kualitas good.

Februari dilakukan embrio transfer dengan 2 embrio dan setelah 2 minggu bhcg saya 28 dan kemungkinan kelainan kromoson, bayi tabung pertama dengan fresh embrio gagal. Setelah 3 bln ketika mau dilakukan embrio transfer dengan Frozen embrio, saya sempat menanyakan dokter, apa mungkin saya harus laparascopy lagi, agar endometriosis ini tidak akan menganggu ketika embrio di transfer, Dr Ivan mengatakan bahwa beliau cukup yakin dengan 2 frozen embrio karena dapat mencapai blastocyct.

11 Mei 2015 saya melakukan embrio transfer di BIC. dan setelah 2 minggu saya tes darah bhcg 577,42 dan positif hamil. Sekarang telah memasuki usia kurang lebih 10 minggu, semoga janin sehat terus dan dapat berkembang dengan sempurna didalam rahim saya.

Bagi teman2 seperjuangan, jangan mengenal kata lelah karena semua sudah di tentukan oleh Tuhan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Pengalaman 3 thaw cycle di SG – Eecvin

Saat ini saya lagi proses thaw cycle yg ke-3 di NUH-SG. sblmnya saya sdh melakukan 2xiui- gagal, 1kali bayi tabung fresh cycle- dg 7 good embrio, krn di Sg hanya boleh max 2 embrio di masukan & saya msh Ada 5 embrio di frozen. &proses ET dilakukan &singkat cerita sy positif hamil. Tapi akhirnya tdk berkembang & hrs di gugurkan. Pd saat fresh cycle ini jg saya OHSS dokter meyarankan utk Thaw Cycle tapi tdk bisa langsung hrs menunggu sekitar 3 bln, kmdn saya melakukan kembali 6 bln kemudian utk thaw cycle dg 2embrio-singkat cerita positif hamil dan Kali ini ectopic pregnancy saya nangis Bombay, Dan harus digugurkan.

Singkat cerita saya coba lagi utk thaw cycle yg ke-2 Kali ini saya berharap byk krn byk pengalaman yg sdh saya alami, dimasukan kembali 2embri Kali ini gagal total. Saya menangis dan benar2 sakit hati ini rasa nya.krn sy tdk menyangka gagal total. Skg embrio saya tinggal 1 & saya Akan melakukan thaw cycle yg ke-3 dg 1 embrio. Hope everything smoth. O ya sblm saya proses yg ke-3 ini dokter melakukan hyteroscopy utk mengecek kegagalan ini.stlh di cek semuanya kt dokternya baik. Skg saya lg menjalanin proses thaw cycle. Mohon doa nya teman2. Krn saya tahu bagaimana rasa nya utk memiliki momongan,sprt teman2 disini.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Berhasil hamil alami setelah 2x gagal bayi tabung – Indira

Saya menikah akhir 2007, tahun 2008 saya mulai program baby karena belum hamil setelah menikah 1 tahun. Diagnosa dokter kandungan menyatakan bahwa telur saya kecil-kecil (PCO), dimana saya diresepkan metformin yang harus diminum setiap hari untuk membesarkan telur. Kemudian saya program dengan obat-obatan untuk inseminasi natural. Setelah mencoba dan tidak berhasil hamil, maka saya mencoba inseminasi buatan 2x yang semuanya gagal. Hasil tes sperma suami saya adalah asthenoteratozoopermia, dan ada varikokel. Sementara dari HSG test, diketahui tuba kanan saya tersumbat.

Karena ada problem di suami juga, maka saya memutuskan ke dr Aucky di Siloam Hospital karena beliau androlog. Dari hasil pemeriksaan saya disarankan untuk inseminasi yang ketiga, dimana saya diresepkan suntik gonal 3 hari sambil dicek perkembangan sel telur saya. Ternyata ada 5 sel telur yang besar, sehingga saya ditawari untuk bayi tabung karena jika dilakukan inseminasi ada resiko ke 5 telur tersebut terbuahi semua sehingga menjadi embryo dimana kehamilan kembar 5 sangat beresiko. Akhirnya saya menjalani program bayi tabung (short protocol) dimana dari 5 sel telur ada 3 embryo yang bagus dan ditanam.

Dua minggu kemudian, tepat hari pengumuman – saya menstruasi. bayi tabung pertama di tahun 2010 tersebut gagal. Dengan sedih saya asumsikan kegagalan tersebut karena saya tidak bedrest setelah embryo transfer, namun dari dr Aucky sendiri menyatakan bahwa semuanya baik tetapi untuk proses menempelnya embryo ke rahim adalah suatu hal yang masih diluar kuasa manusia.

Setelah kegagalan tersebut akhirnya saya rutin browsing di website ini, dan menemukan dr Ng Peng Wah di Lam Wah Ee Hospital Penang. Pebruari tahun 2011 saya konsultasi ke dr Ng di Penang, dan beliau menyarankan saya untuk melakukan laparoskopi. Di bulan Oktober akhirnya saya menjalankan laparoskopi dimana dinyatakan bahwa tuba kanan saya tersumbat, sementara tuba kiri saya separuh tersumbat. Dimana sudah dilakukan hidrotubasi, tetapi air tidak bisa tembus saluran tuba kiri tersebut. Dengan kata lain, harapan saya untuk memiliki anak adalah dengan bayi tabung dan kecil untuk normal. Sempat shock mendengar hasil laparoskopi tersebut, untunglah saya berkonsultasi dengan Ms. Low Bin Kee dimana beliau menjelaskan prosedur bayi tabung dengan jelas, telaten dan cukup membesarkan hati saya. Menurut saya ini keunggulan bayi tabung di Lam Wah Ee, jadi di awal lebih punya bayangan akan prosedur bayi tabung. Biaya bayi tabung di Penang dan Surabaya saya hitung-hitung hampir sama (saat itu ringgit masih 3ribu), tetapi saya perlu biaya ekstra untuk tiket pesawat dan kos di Penang.

Karena saya bekerja, maka saya ijin cuti sekalian 1 bulan pada Pebruari 2012 dan menjalani bayi tabung long protocol di Lam Wah Ee. Sebenarnya kunjungan ke dokter untuk suntik gonal dan USG untuk cek ukuran telur adalah 3-5 hari sekali, tetapi karena sulit dan akan lebih mahal jika saya PP Sby-Penang dimana tidak tiap hari juga ada flight maka saya stay di rumah petak dekat Lam Wah Ee. Saya kira dengan stay di Penang akan lebih focus menjalani program bayi tabung, saya ditemani kakak yang berobat juga di Penang. Dimana suasana kota Penang sangat tenang, transportasi kemana-mana dengan menggunakan bus mudah, dan dari kos ke pasar juga dekat.

Akhirnya dari OPU, bedanya OPU di Lam Wah Ee dilakukan dalam keadaan bius total jadi tidak terasa sakit sama sekali didapatkan 15 telur. Dari 15 telur diseleksi, tinggal 6 yang bagus dan jadi 4 embryo yang semuanya moderate tidak ada yang good. Malam hari setelah OPU saya sempat mengalami sesak napas dimana dada saya sakit sekali, sehingga jam 11 malam saya harus ke UGD. Kemungkinan sakit dada saya ini akibat PCO, dimana rongga tempat sel telur saya yang diambil saat OPU terisi cairan. Hal ini membuat saya tidak mantap sebenarnya meneruskan program bayi tabung, tetapi dr Ng tidak bilang apa-apa.

Akhirnya hari ke 4 setelah OPU dilakukan ET, dan dimasukkan 4 embryo. Saat itu ekspresi dr Ng agak suram, sehingga saya tanya kenapa – beliau bilang kalau telur saya kurang bagus. Perasaan saya campur aduk, namun saya mencoba menenangkan diri. Saya bedrest selama seminggu, dimana banyak menghabiskan waktu diatas ranjang dan hanya turun untuk ke kamar mandi. Setelah seminggu saya pulang ke Indonesia, dan seminggu kemudian saat pengumuman ternyata saya menstruasi lagi.

Kegagalan kedua ini sangat membuat saya stress, karena saya merasa telah berusaha lebih baik dari program pertama. Saya cukup terpukul, dan banyak menangis bahkan suami saya pun tak bisa berkata-kata dan ikut menangis. Apalagi mengingat di rumah petak yang saya tinggali selama di Penang, ada 4 kamar yang semuanya ikut program. Ketiga housemate saya itu berhasil hamil dengan kembar 3, kembar 2 dan satu kehamilan tunggal. Saya sendiri adalah yang gagal. Cukup sedih karena saya tidak bisa ikut bergembira bersama mereka. Salah satu penguat saya adalah saat browsing dan membaca ternyata banyak juga yang berhasil setelah 1-2 kali gagal bayi tabung, bahkan ada juga yang baru berhasil setelah 6 kali. Saya sempat korespondensi dengan yang berhasil hamil setelah 6x bayi tabung, dan disarankan untuk ke konsultasi dengan dokter di Singapore.

Kegagalan kedua ini terasa lebih berat dari bayi tabung pertama, dan saya butuh waktu lebih lama untuk recovery termasuk saya sempat konsultasi dengan psikater dimana beliau memberikan masukan yang cukup berharga. Dimana menurut beliau kondisi kejiwaan (tidak boleh stress saat program bayi tabung) itu sangat penting, karena saat kita khawatir dan cemas berlebihan maka tubuh kita akan memproduksi hormone pertahanan diri yang memiliki efek samping antara lain “melawan” semua benda asing dimana embryo juga dianggap benda asing sehingga tidak bisa menempel di rahim. Penjelasan ilmiah mengenai stress ini sangat membuka pikiran saya, walaupun memang tidak mudah untuk mengatur agar tidak merasa stess, merasa takut, cemas maupun kecewa. Saya sempat down dan hampir menyerah untuk program baby, ketika saya email dokter di Singapore menceritakan masalah saya dan diberi informasi bahwa saya kemungkinan kena hydrosalphinx yang meracuni sehingga embryo tidak bisa menempel. Solusinya adalah dipotong saluran tubanya, tetapi dengan dipotong saluran tubanya berarti tidak ada kemungkinan sama sekali saya hamil normal.

Januari 2013, akhirnya saya mengikuti saran teman saya yang berobat ke NUH Singapore. Disana saya bertemu dengan dr Ng Ying Woo yang ahli robotic surgery, dimana saya menanyakan apa benar ada hydrosalphinx dan apakah tuba saya perlu dipotong. Selain itu saya juga konsultasi dengan dr PC Wong yang merupakan kepala departemen fertility center. Beda lagi dengan di Penang, di Singapore pemeriksaan lebih detil dan untuk program bayi tabung disediakan pendampingan psikolog. Bahkan saat saya kesana, ada seminar gratis untuk program bayi tabung yang menjelaskan secara lebih detil lagi dan peserta dipersilakan bertanya apapun. Dari hasil tes masih sama, saya ada PCO dan sperma suami saya asthenoteratoozoopermia untuk tuba falopii tidak diketahui adanya infeksi/hydrosalphinx sehingga dr Ng tidak menyarankan untuk pemotongan tuba. Menurut beliau lebih baik saya langsung program bayi tabung saja. Selain itu dr Ng menyarankan saya untuk : BE HAPPY! Istirahat dari berbagai upaya saya untuk mendapatkan bayi (sejak 2008). Mengingat biaya program bayi tabung di Singapore 12ribu dollar. Saya benar-benar tidak mau memikirkan program bayi tabung, saya putuskan untuk istirahat dulu. Sambil menimbang kemungkinan saya mencoba bayi tabung di Singapore atau kembali lagi mencoba dengan dr Aucky.

Selain ke dokter upaya saya adalah minum obat tradisional, pijat, hypnotherapy, dan saya rutin akupuntur selama kurang lebih 2 tahun termasuk saat saya menjalani program bayi tabung di Penang. Tahun 2013 itu saya putuskan untuk berhentikan semuanya, dan kebetulan tahun itu saya punya banyak agenda bepergian karena dapat tiket pesawat murah. Bulan Pebruari saya dengar teman saya yang sudah 2 tahun menikah dan belum punya anak, berhasil hamil karena minum obat sinshe. Sebenarnya saya sudah pernah ke sinshe tersebut dan minum obatnya di tahun 2008, tapi tidak ada hasilnya. Iseng saya kembali ke sana dan dikasi pil minum yang sekali minum 16 biji, dulunya ternyata saya salah dosis saya minum hanya 4 biji. Setelah resep habis saya tidak kembali kesana lagi. Bulan Mei saat rekreasi ke Macau saya sempat flek kecoklatan yang saya kira mens selama 3 hari, karena dalam kondisi liburan saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Sebelumnya saya juga pernah minum obat herbal/tradisional tersebut dan tidak mens selama 2 bulan. Sepulang berlibur dari Macau, saya sempat bulutangkis 2x. Pada minggu ketiga karena harus keluar kota, saya iseng aja beli test pack dan hampir tak percaya ketika hasilnya positif. Saya beli test pack lagi merek lain, hasilnya tetap sama. Akhirnya saya ke dokter dan dinyatakan hamil 7 minggu, bahkan detak jantungnya sudah terdengar. Saya dan suami sampai tidak percaya, dan besoknya saya periksa lagi ke dokter kandungan lain. Benar! Saya dinyatakan hamil 7 minggu. Benar-benar mujizat Tuhan saya rasa, karena disaat saya menyerah dan berserah (setelah mencoba semua cara) ternyata saya dinyatakan hamil. Saat tahu hamil saya sempat khawatir takut terjadi apa-apa, tapi saya pegang saran dr Ng Ying Woo – be happy (don’t worry). Jadinya saya upayakan hati selalu senang, dan tidak mengkhawatirkan segala sesuatu.

Selama hamil 9 bulan, saya hanya 2 kali muntah itupun karena maag. Kehamilan saya jalani dengan senang, saya bahkan sempat beberapa kali jalan-jalan keluar negeri. Untuk makan saya juga makan biasa, tidak menjaga secara khusus atau bagaimana – hanya menghindari yang sewajarnya saja. Akhirnya bulan Pebruari lalu saya melahirkan bayi laki-laki yang sehat, dengan berat 3,8kg dan panjang 50cm. Sharing saya ini untuk semua pasangan yang sedang berupaya memperoleh momongan, tetap semangat ya – terkadang hal yang paling mustahil pun mungkin terjadi. Saran saya sebaiknya jika sudah berusaha beberapa waktu secara normal, dengan obat-obatan, belum berhasil sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh. Kemudian bisa mencoba inseminasi, dan jika belum berhasil – Anda memiliki tabungan bisa mencoba bayi tabung. Jangan menunda, karena semakin tua usia maka obat-obatan yang dibutuhkan semakin banyak (makin mahal). Jika Anda mencoba semua dan belum berhasil, Anda juga harus belajar pasrah dan ikhlas. Terkadang disaat kita pasrah dan berserah, Tuhan turun tangan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung dgn donor telur di Malaysia/Singapore? – Sur

Selamat kenal Ibu dan teman seperjuangnan .. 😀 ..
Saya berumur 39 dan suami 40. Saya dan suami sudah menjalani proses bayi tabung bbrp kali dan gagal. Dokter bilang kualitas telor saya sudah agak menurun dan disarankan mencari donor telor. karena sulitnya mencari donor telor, Ipar saya ada yg bersedia menjadi donor. Karena di jkt belum boleh melakukan bayi tabung dgn menggunakan donor telor. Apakah ada teman2 yg tahu prosesnya di malaysia atau di Singapura ? apakah keuntungan dan kerugiannya melakukan bayi tabung di dua negara tersebut ? Apakah bisa memberikan kontak person yg bisa di hubungin ? berapakah kira2 perincian biayanya ?

Ipar sedang menggunakan spiral, berapa lama waktu yg di perlukan utk menunggu dari proses pencabutan spiral sampai proses bayi tabung ?
Saya sangat berharap teman2 disini ada yg bisa berbagi cerita dan pengalaman mengenai proses bayi tabung dgn menggunakan donor telor di kedua negara tersebut.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Tanda tanda setelah embrio transfer – Ms.Tan

Hi all, ibu ibu semua yang sedang galau mengenai masalah keturunan, saya salah satunya, cerita dikit ya :

Married status : 8 years
Problem : Pcos
Done : iui 6 kali, laparascopy,

2012- october kami berdasarkan keyakinan dari agama kami,saya dan suami saya melaju ke dokter LC CHENG di thomson medical centre singapore mengenai masalah kami, setelah ditelusuri selama 1 jam ; well I think you should go for baby tube alias bayi tabung, tampa berpikir panjang kami pun setuju,

Mulai la saya di tgl 11-12-2012 untuk penyuntikan gonal f selama 8 hari, karena saya pcos, maka terjadilah OHSS (over stimulasi) alhasil dihari ke 13 dokter berhasil mengeluarkan 29 telur (hasil yg sangat menakjubkan, apabila > dari 30 maka saya harus ikut thawn cycle instead of fresh cycle) puji tuhan, setelah sehari difertilisasi, 20 telur yg bisa dikawinkan, dan hari 3 hasilnya keluar – 17 embrio , dan 2 embrio dimasukan kedalam rahim saya, 15 di freeze,

Mulailah perjalanan terpanjang dalam hidup saya 2WW is relly killing me

D1-pulang dengan hati senang – prut kembung
D2-kembung juga
D3-agak berkurang-karena diharuskan makan putih telur 10 biji per hari
D4-sedkit capek- ga tau apa karena kepengen capek,
D5-kayaknya beneren capek neh
D6-K0, relly capek sekali
D7-cramp
D8-stil cramping
D9-suntik penguat, neh sudah tidak cramp, dan tidak capek
D10-semangat 45
D11-sama semangatnya
D12- nah tunggu saya rasakan besok baru saya post ya semuanya

Saya belum tau berhasil apa ga bayi tabungku, cuma saya mau sharing aja kepada ibu ibu yg lagi ikut ataupun yg mau ikut bayi tabung, biar kita semua ga bingung, ga worried, ga menebak2, memang semua ga bisa dipastiin sebelum hari 14 , paling tidak kita bisa saling berbagi pengalaman kita

Nah semuanya kita yg berjodoh disini, we must think positiv,saling mendukung, karena 2ww ??? saya tau sangatlah merisaukan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.14 out of 5)
Loading...