Category Archives: Jakarta

Tempat bayi tabung di Jakarta

Azospermia dan memilih dokter yang sreg – TwinsMom

Halo para perempuang pejuang …

Saya sudah lama menjadi reader website ini. Terus terang artikel-artikel dalam website ini sangat membantu saya dalam mempersiapkan dan menjalankan program IVF saya. Namun baru kali ini saya berani untuk menceritakan pengalaman saya selama persiapan dan menjalani program ivf. Memang program sudah lama saya jalankan yaitu pada tahun 2013, akan tetapi saya rasa tidak ada kata terlambat untuk berbagi dengan para pembaca semua.

Saya menikah pada tahun 2010 pada usia saya dan suami sama-sama 25 tahun. Satu tahun setelah menikah saya dan suami belum juga ada tanda tanda kehamilan sehingga kami memutuskan untuk memeriksakan diri kami ke dokter kandungan. Pilihan kami jatuhkan ke pada Prof. dr. T.Z Jacob, spok di klinik Sam Merie wijaya karena memang lokasinya dekat dengan kantor kami dan dengan memertimbangkan beberapa referensi dari teman-teman kami. Pada tahun 2011, saya dinyatakan tidak ada masalah apa-apa kecuali Rubella IGG (lampau) saya dinyatakan positif dan diberikan obat untuk menurunkannya. Sedangkan suami saya dinyatakan azospermia (sperma kosong). Pada tahun itu juga, Prof. Jacob menyatakan bahwa kami hanya dapat memiliki keterunanan melalui program ivf. Sedih pasti tapi kami tidak putus asa, kami tanyakan diaknosa Prof. Jacob ke beberapa teman kami yang dokter dan mereka menyatakan hal yang sama. Suami kemudian dirujuk ke dokter specialis urologi di klinik yang sama, namun suami saya kurang sreg dengan penjelasan dokter tersebut yang menurut suami saya kurang ada hasil penelitiannya. Akhirnya kami memutuskan untuk break dahulu program memiliki keturunan secara medis di Prof. Jacob.

Selama akhir tahun 2011-2012 kami mencoba santai dan kalau ada temen atau sudara yang merekomendasikan untuk pengobatan alternatif kami sesekali mengituinya. Sampai pada suatu tahap kami merasa bahwa pengobatan alternatif tidak ilmiah dan logis serta tidak ada tolak ukurnya yang jelas. Kesimpulannya kami merasa pengobatan alternatif memberi harapan palsu. Hikmah yang kami ambil selama satu tahun itu malah menyakinkan kami untuk kembali ke program medis.

Pada tahun 2011 juga suami pernah berkonsultasi dengan Prof. Akmal Taher, Spu di RS Carolus dan RSCM Kencana. Kalau sebelumnya pemeriksaan harus dengan lap, maka karena Prof. Akmal adalah suhu nya dokter Urologog maka hanya melalui pemeriksaan fisik maka suami saya dinyatakan azospermia karena adanya fasektomi alami. Prof. Ake (Panggilan kami ke beliau) langsung menuruh kami melakukan program IVF di RSCM Kencana.

Tahun 2013 awal saya dan suami sudah menetapkan hati untuk melakukan program IVF. Beberapa pertimbangan kami karena usia kami dibawah 30 tahun saat itu memperbesar peluang keberhasilan. Selain itu kami memang secara mental dan finansial sudah siap. Bahkan saya sudah pindah profesi diawal tahun 2013. Sebelumnya saya bekerja sebagai lawyer dimana saya selalu pulang malam dan seminggu dua kali saya ke luar kota untuk sidang. Saya beralih profesi sebagai dosen di PTS di Jakarta dengan waktu kerja yang terbatas dan fleksibel.

Pada saat itu kami sudah mempertimbangkan empat tempat untuk melakukan program IVF. RS Sam Marie, RSCM Kencana, RS ASIH Duren Tiga dan BIC Morula IVF. Setelah melihat lokasi, dokter, kualitas pelayanan rumah sakit, biaya, pengalaman teman yang telah melakukan program IVF di keempat rs tersebut, pilihan kami jatuh ke BIC Morula IV Menteng.

Kami kemudian konsultasi ke dr. Ivan Sini, Spog. Di BIC Morula IVF Jakarta. Memang antri untuk ketemu dr. Ivan, Spog selama 2 bulan dan pada hari h kami mengantri masuk selama 3 jam dan hanya konsul selama 5 menit saja. Tapi kami anggap itu sebagai ujian kesabaran dan selama menunggu di BIC kami lakukan dengan membuka laptop sambil menyelesaikan pekerjaan kantor kami masing-masing. Setelah membaca hasil pemeriksaan kami dari Prof. Jacob sebelumnya yang amat sangat lengkap, suami saya diminta untuk melakukan test sperma sekali lagi dan hasilnya masih sama suami saya dinyatakan azospermia. Kemudian dr. Ivan merujuk suami saya dirujuk ke urolog, dr. Ponco Birowo, SpU, Phd di RSU Bunda Menteng.

Berbeda dengan dokter urolog sebelumnya, dr. Ponco (murid dari Prof. Ake) dapat menyakinkan suami saya mengenai tindakan yang akan dijalani. Penjelasan sebab, tindakan dan resiko mengenai azospermia suami saya sangat detil dan berdasarkan penelitian yang jelas dan yang paling penting tidak pernah memberikan keberhasilan. Akhirnya diputuskan suami saya harus operasi verikokel terlebih dahulu karena hal ini akan mengganu hormone pembentukan sperma yang bagus dan tiga bulan kemudian baru dilakukan operasi TESA/PESA untuk mengambilan sperma. Operasi verikokel dilakukan bulan Mei 2013 dan bulan September 2013 dilakukan operasi TESA. Selama itu pula saya dan suami mulai hidup sehat dan mengatur pola makan kami. Suami juga diberikan obat hormone dalam dosis normal. Hasilnya sperma suami saya dapat 3 ampul dengan kualitas sangat bagus dan dibekukan untuk program IVF bulan berikutnya.

Bulan September itu pula kami kembali ke dr. Ivan dan beliau menyatakan kami diminta untuk menghubungi suster Diana untuk menjelaskan mengenai program IVF yang akan kami jalani. Begitu mendengar penjelasan dari suster Diana saya langsung jeper dan minta supaya program diundur karena saya tidak merasa hidup saya tidak cukup sehat dan banyak pantangan yang saya harus persiapkan.

Bulan Oktober akhir kami mulai program IVF dan Allhamdulilah bulan itu ada program 1000 bayi tabung dengan potongan harga sampai Rp. 5 Juta (Program obat dan tindakan sekitar Rp. 42 Juta). Kami diminta untuk tes darah kemudian USG telor. Disini kami bertemu dengan dr. Aryando Pradana, Spog (dr. Nando yang melakukan program IVF artis Tya Aristia, namun waktu itu beliau baru lulus Spog nya heheh dan ternyata kakak kelas suami saya waktu SMA) yang melakukan USG telor selama program. Selama 7 hari saya disuntik (obatnya dan dosisnya lupa tapi standart karena kami tidak tambah biaya obat lagi dari paket). Ada 8 telor yang siap dipanen, namun pada saat OPU hanya 5 telor saja yang berhasil dipanen oleh dr. Ivan. Hasil embrio logis hanya 3 embrio yang jadi dengan 2 kuliatas excellent, dan 1 good. Kami minta supaya dimasukan semuanya, namun dr. Ivan dan embrio logis hanya mengijinkan 2 untuk di transfer (1 excellent dan 1 good) dan 1 lainnya di bekukan sebagai cadanagan. ET berlangsung berhasil dengan baik dan saya tidak menginap.

Selama 2 minggu waktu tunggu saya lakukan biasa, saya tidak cuti mengajar dan masih kerja di rumah. Hal tersebut saya lakukan untuk menghindari stress dank arena saya sudah biasa kerja. Saya hanya izin mengajar pada hari OPU dan ET saja. Namun memang saya membatasi diri kalau mengajar duduk dan tidak menyetir kalau pergi.

Singkat cerita hari pembagian rapot HCG saya diatas 100 dan saya dinyatakan hamil kembar laki-laki dan perempuan. Sekarang mereka mau berusia 2 tahun pertengahan Juni nanti. Oiya dr. Ivan hanya melakukan tindakan saya sedangkan selama kehamilan dan melahirkan semua dilakukan oleh dr. Nando.

Yang saya bisa bagi tips nya adalah pasrah, temukan dr dan RS yang sreg, persiapkan pola hidup sehat paling tidak 2 bulan sebelumnya, dibawa santai lakukan aktivitas seperti biasa namun harus tau batas kemampuan dan kesehatan diri kita.

Kiranya itu saja yang saya mau bagi …. Semoga membantu dan dapat menginspirasi.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading...

Pengalaman bayi tabung RS. Abdi Waluyo – MS

Hai Ibu-ibu seperjuangan. Saya mau berbagi pengalaman program bayi tabung pertama saya di RS. Abdi Waluyo sembari menunggu rapot dan sharing aja mudah2an bisa membantu buat mereka yg lagi cari-cari info krn saya banyak sekali dpt bantuan dr tulisan-tulisan sebelumnya.
Saya sudah menikah 4th. Saya umur 30 dan suami 37. Krn belum mendapatkan keturunan kita mulai lah ke dokter untuk cek2. Hasilnya, Rahim saya bentuknya agak nunduk ke depan (kata dokter sih gakpapa, cm variasi bentuk rahim aja) tuba kiri paten, kanan ada penyumbatan dikiiit. Nah suami saya Asthenoteratozoospermia yang artinya adalah si Sperma bentuknya gak normal dan kurang pandai berenang jadi pastilah dia kesulitan buat berenang menuju sel telur apalagi menembus masuk. Setelah baca2 dan browsing2 sepertinya kok arahan solusinya Bayi Tabung, jadilah kita mulai nabung menuju bayi tabung dan cari2 RS yg paling pas.

Lalu saya percaya tdk ada yg kebetulan, di akhir 2015 tiba2 teman di FB yg posting baru BT di RS Abdi Waluyo dan sedang hamil. Lgsg deh saya msg. Setelah nanya cerita pengalaman dia dan berapa total biaya yg hrs dia keluarkan kok kayaknya reviewnya lumayan ya (saat itu dia bilang total biaya sekitar 50jt-an). Baiklah akhirnya saya dan suami doakam dan decide untuk coba di RS Abdi Waluyo. Nah Dokter yg dia sarankan adalah Dr. Karel dan Dr. Sigit. Dr.Karel itu udah senior bgt, gak banyak ngomong sih, tp klo ditanya dijawab ramah ko;Nah kalo Dr.Sigit ramah sekali, informatif biar gak ditanya pun, dan klo saya sms sedrama gak penting apapun pasti disempetin bales dgn ramah.

Sebelum program saya dan suami tiap minggu minum jus tomat pake madu (krn katanya tomat bagus kan yaa), sama makan tumis toge seriing bgt karena emang doyan jg sih haha. Gak makan gorengan, fast food, indomiii seminiim mungkin(pdhl indomi enak bgt yahh hadeh). Pokoknya makanan yg sesehat mungkin dan banyak air putih.

Then it all begins,

9Apr – Konsul pertama dgn Dr.Sigit
. Tdnya mau Dr.Karel, tp tyt hr itu Dr.Karel banyak tindakan, jd beralihlah k Dr. Sigit. Dan memang gaada yg kebetulan ya, Dr.Sigit tyt bener2 ramah, suami jg lgsg sreg. Pulangnya saya dan suami sama2 dikasi resep buat anti bakteri dll krn dr awal kita uda blg mau lgsg Bayi Tabung kalau memang memungkinkan. Lalu disuruh kembali saat mens hr ke-2 untuk cek rahim dan sel telur

14 Apr – Mens hr ke-2. Ketemuan Dr.Karel kali ini dan dpt tambahan bbrp obat. Oia klo mau konsul Dr. Karel musti telp bikin appointment dulu pas hari H jam 7pagi ya. Soalnya ktnya pasien dia dibatasi. Doi praktek hari Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu jam 5 sore. Dan kalau konsul dgn dia bayar duluan br konsul, kebalikan Dr.Sigit yg konsul dulu br bayar (gangerti jg knp).

21 Apr – Dr.Sigit lagi. Cek ketebalan rahim. Thank God udah oke. Nah abis cek ini dikasih obat2an hormon yg bikin pusing, pandangan berbayang, emosi gak stabil, gak bs berpikir jernih, dan dramaa selama 5hr smp obatnya abis tgl 26

26 Apr – Dr. Karel. Cek Telur-telur. Kali ini keliatan ada 8yg mulai gede. Dikasi obat lagi, tp katanya obat yg ini gak berefek separah yg kmrn, dan tyt bener gak papa kali ini. Masih bisa mikir jernih kali ini.

28 Apr – Dr.Karel. Ini last check sebelum OPU. Thank God si 8 telur bagus sudah mencapai ukuran yg diinginkan. Jd lah lgsg mlm itu jam 20.00 disuntik dan dpt resep salep Oestrogel yg katanya baik untuk penebalan/penguatan rahim (awalnya bingung sih kok dikasih salep).

29 Apr – Pkl 02.00 balik k IGD RSAW buat suntik Ovidrel lalu 02.05 lanjut suntik f-Gonal di perut. Suntik yg pertama biasa aja, si yg kedua agak sakiit soalnya katanya cairannya lbh kental. Ini keduanya suntikan pemecah telur ya klo gak salah.
Pkl 10.30 balik lagi buat ambil darah dgn Dr.Titiek. Jadi ternyata darah yg diambil ini akan diambil ekstraknya buat dijadikan medium pertemuan sel telur dan sperma besok.

(3 hari ini decide buat nginep di Hotel deket2 RSAW biar gak bolakbalik, lumayan soalnya perjalanan rumah-RS anak yg tinggal di suburb smp 2jam-an sekali jalan. Saya dan suami nginep di Ibis budget Cikini, mayan 300r an/mlm trs depan ada 7eleven)

30 Apr – Pkl 12.30 saatnya Panen telur – OPU. Saya dibius total, bangunbangun setengah teler lgsg cerewet “Dpt brp dokk?”. Kata dokter dapet 10. Horee nambah 2. Thank God. Tp bangun-bangun tyt efeknya gaenak diperut, sempet kesakitan krn keteken angin gt, mungkin krn sblomnya kan puasa trus masuk angin sih ya dan gakbs pupi, tp sorean udah mendingan.

1 Mei – Perut masih agak kram (td pagi akhirnya berhasil pupi dikit biarpun sakit bgt, katanya efek stlh OPU emang sembelit gini). Siang jam 12 dpt whatsapp dr Dr.Titiek: “Selamat siang ibu, ada 7 pembuahan dr 10 sel telur”. Wahh Puji Tuhan seneng dengernya.

2 Mei – Dr.Sigit. Konsul sebelum Embrio Transfer-ET. Hari ini dpt info klau telur yg berkembang baik ada 6. Horee. Jd besok dijadwalkan ET jam 15.30, tp disarankan dtg untuk cek in 13.30.

3 Mei – di RS ini pasien program bayi Tabung disuruh nginep 1 malem krn mereka msh mengikuti metode konservatif katanya biar aman ajah, yauda ngikut aja, enak jg di RS obat uda disiapin tiap jam2nya, makanannya lumayan enak, hehe ya dinikmati aja ada suster2 yg ngurusin hehe). 13.30 check-in dpt makan siang. 15.30 jalan deh ke ruang tindakan ET. Nunggu sebentar lalu Dr. Karel dateng dan saya ditunjukin si 6 telur yg berkembang itu di layar. Tp sayang suami gabole masuk, jd saya masuk bw HP buat foto-foto si telur-telur calon bayi. Stlh itu akhirnya diputuskan kita mau coba tanam 2 Embrio, sisanya 4 akan di-Frozen. Proses ET ini tanpa bius, saya sambil ngobrol sm dokter-dokter plus wasap2an sama suami update lg diapain aja hehehe, santai sih Thank God. Cm 15menitan selesai, trs tinggal rebahan aja gabole gerak 1 jam. Sejam kemudian pindah kasur dibawa ke kamar untuk istirahat. Saya tdk bole duduk, pipis atau pupi smp 5 jam kedepan. Gapapa. Tyt abis ET itu legaa, sebelomnya kan gak bisa tidur semaleman, eh ini lgsg tidurr smp jam 8an mlm saatnya bs pipis horee. Tp krn gabole berdiri pipisnya either pake pispot or pake pampers. Saya pilih pampers deh, kapan lagi hahaha. Lumayan 1st attempt agak rembes (belom jago), berikutnya sih udah canggih haha.

4 Mei – Pagi ini jam 6 sudah bole duduk, suda bole pipis, mandi, dan aktivitas biasa lainnya asal pelan-pelan. Hore.. Lalu pulang.

Dan hari penantian pun dimulai. Si dua minggu yg kata orang-orang sungguh lama itu ternyata sungguh berjalan super seloww. 1 hari aja lama bgt rasanya. Saya pulang-pulang Flu Batuk-Pilek jd lah bed rest. Tp ini hari ke 5 Flu udah mendingan krn minum Vit C dan banyak Makan dan Minum. Ya semoga saja si dua embrio yg ditanem boleh menempel bertumbuh dan berkembang jd calon bayi2 anugerah Tuhan. Amin. Just keep waiting, and praying, hoping, and be joyful. Doakan saya yaa, rapot 19Mei nii. Have a great day semuanya 😉

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Berhasil bayi tabung setelah LO dan suami azoospermia – Bunga

Hai smua salam kenal aku mau berbagi pengalaman ku slama berjuang untuk bisa hamil.umur pernikahan ku 8 tahun aku berhasil hamil melalui bayi tabung di bic dgn dr.ivan sebelumnya suamiku melakukan operasi pesa tesa dan baru kami lanjut dgn program bayi tabung dengan embrio yg di hasilkan 4 embrio dari et yg pertama gagal dan dokter memberi opsi untuk laparascopy karena ada miom sebesar 8 cm. Tgl 2 dec 2015 dari LO tersebut selain miom di temukan jg endometiosis dan perlengketan (lengkap y booo) bulan ke 3 setelah LO aku lanjut et yg kedua dan alhamdullilah berhasil hamil dng bhcg 101 sekarang uk 6w tgl 17 Maret 2016 besok usg pertamaku gk sabar rasanya buat liat makhluk mungil dalam rahimku. sebelum et yg ke2 aku juga melakukan akupuntur untuk melancarkan peredaran darah di rahim yg fungsinya membantu menempelnya embrio.

Mudah2an pengalamanku jd inspirasi penyemangat untuk para pejuang Ivf .oh y menurut aku dlm Ivf harus ada keyakinan berhasil dan berpikir positif program akan berhasil maka hasilnya mudah2an berbanding lurus karena itu yg aku terapkan di diriku .

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Laparoscopy untuk persiapan bayi tabung – Vivi

Salam hangat, dengan website ini kita bisa berbagi pengalaman. Kali ini saya mau berbagi pengalaman laparoscopy. Saya sudah pernah mengikuti program bayi tabung pada Nov 2015 di BIC dengan dokter senior disana tetapi gagal dan tidak ada embrio yang bisa disimpan….hikkkss. Dokter menduga sel telur kecil, kualitasnya tidak bagus dan sperma pun juga astheno zoospermia. Oleh karena itu kami disarankan laparoscopy (Lo.) untuk mengetahui hambatan, Lo dilakukan pada tanggal 2 Feb 2016 dengan biaya yang cukup besar sekitar 31jt. Hasil dari Lo yaitu tuba kanan paten (di test dengan memasukkan cairan tapi cairan tsb tidak keluar) sedangkan yang kiri bagus, endometriosis ringan (endometriosis dibakar), indung telur dilubangi supaya dapat memperbaiki kualitas sel terus serta mengurangi hormone yang tinggi (saya lupa nama hormonnya, sepertinya progesterone). Pasca Lo perutnya sedikit sakit dan tidak nyaman karena ada bekas jahitan benang di tiga titik dan dikasih obat asam folat, anti oxydan, fertilovit plus 35 untuk diminum. Saya dan suami berusaha untuk hamil secara alami karena banyak pengalaman yang saya baca bisa berhasil hamil.

Tanggal 19 Feb saya haid dan masih terasa kram sakit, biasanya setiap haid juga saya mengalami kram sakit dan maaf darah yang keluar benar2 fresh merah dan banyak. Hari ke-12 periksa ke dokter dengan transvaginal, telur masih kecil dan yg paling besar berukuran 10mm dan tidak tumbuh. Normalnya pada masa subur itu sekitar 17-18mm. Olahraga tetap saya lakukan seminggu 3x, makan telur kampong, buah dan susu putih. Hehehe Apa ada resep dan tips dari teman2 untuk memperbaiki telur dan kualitasnya? Rasanya sedih dan kecewa, pada masa ini kami masih berharap untuk bisa hamil dan berserah kepada Tuhan. Apakah teman2 ada yang punya pengalaman seperti saya?

Wahh membayangkan tangan kaki bayi yang mungil, baju2 yang kecil lucu dan wangi bayi rasanya senang sekali, kebahagian seorang ibu yang tak ternilai.

Dengan pertimbangan usia kami yang cukup jauh dan sudah berumur (hmm sekitar 20th) mungkin kami akan mengikuti program bayi tabung lagi bulan depan. Tetapi sekarang ada keraguan dan pertimbangan, dokter yang menangani kami di BIC rasanya tidak benar2 fokus mungkin karena banyak pasien. Oh yaa program bayi tabung yang gagal pada waktu itu pasca ET tidak dikasih suntik penguat (kalau crinone tetap dipakai), apa ini salah satu penyebab gagal? Apakah teman2 ada pengalaman pasca ET dikasih suntik penguat embrio?

Sekarang saya jadi berpikiran, kalau keadaan telur saya seperti ini dan hanya dikasih obat asam folat dan fertilovit apakah benar2 bisa memperbaiki sel telur jika kami mengikuti program bayi tabung lagi. Hikkss worry and I’m not ready for failed again. Apakah kami harus cari klinik bayi tabung di tempat lain? Teman2 ada yang punya pengalaman bayi tabung di RS. Family Pluit? Kami sadar bahwa segalanya Tuhan yang berikan, kami tetap berusaha dan berdoa untuk mendapatkan seorang bayi.

Terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Positif hamil dan masih terus berjuang – Nadia

Halo semua,
ikutan share cerita ya. Setelah 2x keguguran, aku dan suami memutuskan untuk ikut program hamil di BIC, setelah cek HSG, Tuba aku non paten kiri dan kanan dan akhirnya mutusin utk bayi tabung, di BIC kami di handle sama Dr. Caroline. Setelah suntik gonal 11 hari, akhirnya kita opu, dapet hanya 5 telur dan hanya 1 yang berhasil jadi good quality embrio, 1 moderate, 1 very poor. Kita ET hari ke 3, ditransfer 2 embrio. Dan gak punya cadangan untuk difreeze. Berharap banget yang 2 ini ada yang berhasil.

Setelah 2 minggu, cek hcg pertama Alhamdulillaah positif dgn nilai hcg 152, dokter nganjurin tes ACA, ternyata ddimernya 1900-an, alhasil harus suntik lovenox setiap hari. Hcg ke-2 hasilnya bagus: 1968, tapi hasil usg minggu ke 5 kehamilan masih baru kelihatan kantungnya aja. Kita disuruh cekup seminggu sekali untuk memantau perkembangan kehamilan ini.
Minggu ke 6 dicek, masih belum kelihatan janinnya. Kantung kehamilan sudah berkembang, dokter masih nyuruh kita bersabar, dan nunggu sampai minggu ke tujuh.

Hari ini (minggu ke 7) saya baru cek lagi…. Dengan sedihnya… Janin belum terlihat juga, kantung kehamilan sudah besar tapi janin masih gak kelihatan. Dokter dengan sangat hati2 ngasih tau kemungkinan terburuk, yaitu BO. Lemes rasanya…. Pasti disini pada ngerasain ya perjuangan bay tabung itu gak gampang scr fisik dan emosi. Dokter nyuruh dateng lagi minggu depan untuk penentuan, ngeliat klo beneran gak ada perkembangan, harus dikeluarin. Deep down aku masih berharap, janinku tumbuh… Dan menyapa kita minggu depan. Mohon doanya yaaa 🙂

Untuk yang lain, semangat Berjuang. Ikhtiar harus maksimal walaupun yang nentuin Allah swt. Yakin aja…mapapun yang terjadi pasti yang terbaik buat kita ( semangatin diri sendiri juga. Hehehe

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Yakin dengan proses bayi tabung – Femi

Hai, Salam Kenal.
Saya senang baca sharing teman2 disini yang sangat memotivasi. Terima kasih atas sharing2nya ya.
Sekarang sy 36 thn dan suami 45 thn. Kami pertama kali melakukan bayi tabung tahun 2011 dengan dr. Budi Wiweko di Yasmin Kencana. Sperma suami bagus tidak ada masalah, masalah ada pada sy dimana tuba falopii mampet 2-2nya akibat infeksi TB rahim. Setelah TB diobati selama 1 tahun dan dinyatakan sembuh, masalah lain yg muncul adalah rahim saya terlalu tipis dan tidak merespon obat2 hormonal yg diresepkan untuk menebalkan endometrium. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan transplantasi amnion untuk merangsang endometrium menebal. Amnion tersebut diperoleh dari Ibu yg baru melahirkan dan sudah melalu proses screening. Setelah amnion dipasang dan dibantu obat2 hormon, kami dinyatakan siap untuk bayi tabung.

Pada waktu OPU diperoleh 11 sel telur dan yang berhasil menjadi embrio ada 7 tetapi hanya 2 yang ditanam mempertimbangkan rahim sy yang tipis. Alhamdulillah proses bayi tabung fresh cycle berhasil dan saya melahirkan bayi laki2 dengan proses normal via waterbirth. Kami berhasil punya anak setelah 8 tahun menikah. Oya, karena waktu itu di Yasmin tidak disarankan melahirkan normal sementara saya yakin bgt saya bisa melahirkan normal, pada usia kandungan 7 bulan saya pindah ke Bunda dgn dr. Irham. Sebelumnya saya pamit dulu ke dr. Budi kl sy mau melahirkan normal dan pindah dokter.

Setelah anak sy berusia 2 thn, akhir tahun lalu kami memutuskan utk FET walaupun saat itu sy masih blm comfort dgn bgmn hukumnya secara agama mengenai embrio yg di freeze selama 3 thn krn sy pernah baca ada jg negara yg melarang frozen embrio (cmiiw, maaf kl salah ya). FET yg pertama dilakukan dgn mentransfer 2 embrio tp belum berhasil. FET lagi dengan 3 embrio tapi belum berhasil jg. Atas kedua kegagalan itu kami tidak melakukan review dgn dokter tetapi sy yakin hal tsb terjadi krn sy gak comfort dengan FET yg menurut sy kelamaan itu??, semesta merespon.

Saat ini sy sedang proses bayi tabung lg di BIC dengan dr. Irham. Tgl 21 Des sdh OPU dengan hasil dari 11 oocyte, ada 10 yg fertilized tp blm tau kualitasnya. Besok pagi tgl 24 Des insya Allah sy akan proses ET.
Semoga Allah memberi kelancaran bagi saya dan teman2 yang sedang proses bayi tabung, ya.

Total biaya yg sudah kami keluarkan:
Biaya program promo 43,500k
tambah obat 14,000k
lab 6,000k
biaya konsul dokter sekitar 4x: 2,000k

suster bilang yg bisa pake harga sesuai promo biasanya kl dibawah 30 thn, untuk yg diatas 30 thn biasanya ada tambahan obat hormon dikarenakan kualitas sel telur sdh menurun.

Demikian share pengalaman sy menjalani bayi tabung.
Dari pengalaman2 itu sy menjadi tambah yakin bahwa selain hanya kuasa Allah yang menentukan, kita jg harus yakin dengan proses yg kita jalani, sabar-termasuk nungguin dokter berjam2, ikhlas, dan merasa beruntung krn gak semua perempuan dikasih kesempatan utk jalanin proses bayi tabung- it’s kinda distribution of wealth, isnt it??

oya, pas OPU yg pertama sy bahkan cuma ijin sebentar dr ktr dan langsung kerja lg walopun jd oon krn pengaruh obat bius msh ada ?. Dan saat fresh cyle yg pertama sy cuma cuti ktr 2 hari dan beraktivitas seperti biasa lg. Baru setelah dinyatakan hamil, sy lebih berhati2.

Semangat ya teman2..

Sy selalu ingat pesen dokter ahli paru2 sy, dr Handoko Gunawan, waktu sy mengungkapkan kekhawatiran gak bs punya anak krn TB rahim: “gak ada yg gak mungkin buat Tuhan, kamu kayak gak punya agama aja!”

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...