Category Archives: Proses

Proses-proses program bayi tabung

My IVF Story At LGLH Penang with Dr. Devindran – Jenny

Saya menikah pada akhir tahun 2013, 1,5 tahun pertama saya dan suami menunda mempunyai momongan. Jadi saya mulai cek kesuburan dan tes hormon kehamilan, HSG pada pertengahan tahun 2015. Dari hasil tes hormon dan HSG semuanya ok, cuman pas awal cek sel telur saya banyak yang kecil2 sehingga menstruasi berikutnya di kasih obat untuk memaksimalkan sel telur (maksimal boleh 3 kali menstruasi) kemudian setiap hari ke 12 ke dokter utk melihat ukuran sel telurnya. Sampai bulan akhir 2015, saya belum hamil dan harus rehat untuk obat tersebut. Pada saat rehat, ada teman yang menginformasikan pengobatan sin she.

Awal tahun 2016. saya dan suami juga mencoba minum ramuan sinshe kira2 2 bulan (dengan banyak pantangan yang tidak boleh di makan). Selama 2 bulan kira-kira 2 siklus menstruasi saya juga belum hamil maka saya putuskan untuk berhenti pada akhir Maret 2016, ternyata pada siklus ke 3 yng tidak minum obat sin she saya hamil untuk pertama kalinya perasaannya sangat senang sekali. 1 minggu telat menstruasi konsultasi ke dokter tetapi yang terlihat hanya ketebalan rahim, jadi di suruh balik 2 ato 3 minggu berikutnya. Pada saat konsultasi kedua, saat Dr. Handi Suryana bilang rahimnya kosong coba di transvaginal supaya lebih jelas. Hasilnya, janinnya ada di saluran tuba falopi yang kiri jadi harus digugurkan walaupun Dr. Handi S. membuat surat referensi ke Dr. Azen Salim utk USG 4 dimensi supaya lebih jelas dan hasilnya sama harus segera di gugurkan karena saya belum merasakan sakit dan baru sedikit pendarahan dan takutnya pecah saluran tuba falopinya sehingga membahayakan nyawa saya. Sore itu juga, saya ke Dr. Handi S. untuk digugurkan pakai obat terlebih dahulu, tetapi dia juga berpesan selama 1 minggu setelah suntik, jika tiba2 merasakan sakit perut yang hebat langsung ke UGD RS terdekat. Jika tidak ada apa2, minggu depan tes BHCGnya untuk melihat penurunannya.
Tetapi, 2 hari kemudian, saluran tuba falopinya pecah dan harus dioperasi. Pemulihan operasi 3 bulan, kemudian tes HSG lagi untuk melihat saluran tuba falopi yang kanan. Hasil HSG saluran tuba falopi yang kanan tersumbat juga. Dr. Handi menyarankan tiup rahim 3 kali siklus, hasilnya sih bagus semua tekanannya masuk dan tidak ada yang keluar kemudian saya dan suami minta HSG lagi hasilnya sama yg saluran tuba falopi yang kanan masih tersumbat sehingga jalan satu-satunya adalah IVF (bayi tabung).

Pada April 13, 2017, saya dan suami memutuskan untuk IVF di Penang dengan Dr. Devindran. Menurut informasi yang saya baca diinternet, sebaiknya konsultasi ke Dr. Devindran beberapa hari sebelum menstruasi jadi jika hasilnya semua ok bisa langsung mulai progam IVF-nya. Dengan membawa hasil HSG, kemudian saya melakukan tes darah dan suami analisis sperma sorenya sudah ada hasil dan dapat dilakukan suntikan Menopur 300iu. Jadi menstruasi saya datang ke cepat dari jadwalnya sehingga sebelum ke Dr. Devindran paginya saya mulai menstruasi sehingga pas sore hasilny keluar dan siklus saya terhitung pendek 26 hari, maka menstruasi hari pertama langsung mulai suntik Menopur dan makan putih telur 5-6 butir per hari. April 18, 2017 di suruh balik untuk memeriksa ukuran sel telurnya. Kemudian 2 hari lagi balik untuk diperiksa lagi, hasilnya sudah cukup besar dan di tambah 1 suntikan menahan supaya sel telurnya tidak pecah.

April 22, 2017, pengambilan OPU total yang diambil 6 sel telur dan pemakaian obat Utrogestan 100ml 3 kali sehari 2 butir. April 24, 2017, dari ke 6 sel telur yang dibuahi yang berhasil 4 embrio kemudian di transfer 2 embrio dan sisanya di simpan. ET nya tidak berasa sakit cuman nahan pipisnya yang berasa hehe.. Bed restnya cuman 2 hari sisanya dapat beraktifitas seperti biasa, tetapi saya bed rest sampai hari ke 4. Selanjutnya saya beraktifitas seperti biasa cuman tidak melakukan hal-hal yang capek cuman jalan-jalan dan nongkrong di mall. Dari hari pertama ET saya tidak merasakan apa – apa (maksudnya sakit perut bawah or kram, sedikit flek, dll). Justru saya ada sedikit fleknya di pagi hari sehari sebelum tes BHCG, sempat pesimis akan gagal IVF-nya.

Mei 6, 2017 hari yang ditunggu untuk tes BHCGnya. Setelah ambil darah nunggu hasil 2 jam dan bertemu Dr. Devindran, hasilnya saya positif hamil dengan hasil tes BHCGnya 51.1 mIU/mL. kemudian di suntik penguat janin karena hari itu juga saya balik ke Jakarta. Mei 18, 2017 saya balik konsultasi dengan Dr. Devindran tetapi paginya sebelum ke RS saya sempat ada flek-flek, sempat panik juga sesampai di RS setelah ambil no antrian langsung info suster Dr, Devindran. Menunggu giliran antrian dengan kecemsan yang sangat tinggi, setelah dokter USG, dia bilang terlihat 1 kantong janinnya dalam janin, fleknya kemungkinan kandungannya lemah karena kemarin naik pesawat jadi di suruh bed rest dan di suntik penguat janin dan 2 hari balik untuk konsultasi.
Mei 20, 2017 saya kembali ke Dr. Devindran, menurut dia ntar akan ada lagi flek-flek sedikit jadi jangan panik. Seminggu ke depan wajib bed rest dan pemakaian obatnya dan vitamin D dan kalsiumnya dilanjutkan sampai akhir trisemester pertama serta pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan di Jakarta dengan Dr. Handi Suryana. Saat ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 30, selama trisemester pertama saya hanya merasakan sedikit perasaan eneg-eneg tidak sampai muntah. Saya sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya juga. Semoga membantu dan tetap semangat ^^

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Berhasil bayi tabung pertama dokter Aucky RS Siloam – Wiwik

Awal mula memutuskan ikut program bayi tabung
Perkenalkan nama saya wiwik, usia saya 33 tahun. Saya sudah menikah sejak 2007 dan baru tahun ini (2016) diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk bisa hamil dengan bantuan program bayi tabung dengan Dr.Aucky RS Siloam Surabaya pada bulan Mei 2016.
Sebelumnya sejak tahun kedua pernikahan saya sudah mulai kontrol untuk mencari informasi apakah ada masalah dengan kandungan saya, hampir semua dokter (di cilegon, bandung dan Jakarta) yang saya datangi dan dari beberapa tes yang saya lakukan bersama suami dinyatakan tidak ada masalah dengan rahim saya, produksi sel telur kecil namun masih bisa kembali normal setelah dibantu dengan obat hormone, sperma suami kurang speednya namun bisa kembali normal setelah diberi vitamin, namun belum hamil juga hingga tahun pernikahan ke 5.

Ditahun 2012-2013 saya menjalani 3 kali program inseminasi di Klinik Morula Menteng Jakarta, 2 kali dengan Dr.Taufik dan sekali dengan Dr.Ivan, namun belum berhasil dan ketika kami tanyakan apa penyebabkan jawabannya selalu sama : unexplained caused. Dan selalu di akhir program dirujuk untuk bayi tabung. Terus terang kami masih berharap untuk bisa hamil alami, dan kami juga berpikir inseminasi saja gagal, dan gak ketahuan juga masalahnya dimana, gimana kl bayi tabung nanti ya jangan2 gagal juga.

Tahun 2014 saya pindah haluan berobat ke dokter cina di daerah pluit muara karang, metodenya menggunakan suhu tubuh, fertitest dan obat ramuan cina, disana kami akan dipandu dengan jadwal2 masa subur, kapan harus mulai pake fertitest dan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan dll, setiap hari kami laporkan hasil ukur suhu dan hasil fertitest via bbm. Setelah menjalani 5 bulan program, mens saya jadi lebih teratur 29-30 hari (sebelumnya 25-35 hari), sempat telat 10 hari tapi blm hamil juga. Kami berhenti ikut program karena ritme kerja saya yang meningkat sehingga agak sulit menepati jadwal2nya.

Tahun 2015 kami putuskan untuk menjalani program bayi tabung di kota kelahiran kami Surabaya tercinta, atas hasil browsing dan rekomendasi sodara dan teman2 kami langsung datang ke Dr.Aucky Hinting (dokter yang menangani bayi tabung inul daratista dan sangat terkenal di sby) di bulan maret, dokternya irit komunikasi, mungkin karena pasiennya sangat banyak, singkatnya setelah membaca beberapa hasil tes kami terdahulu, beliau langsung menyarankan bayi tabung dan memberi surat pengantar untuk tes persiapan program di hari ke 3-4 mens dan diberi estimasi biaya sekitar 40-50juta tergantung kondisi nanti.
Karena tidak mendapat penjelasan yang cukup, besoknya kita coba cari second opinion ke Dr.Samsulhadi (di sby terkenal juga dengan keberhasilan bayi tabungnya, praktek di ngagel jaya dan graham amerta).
Dokternya sangat kominikatif dan sabar menjawab semua pertanyaan kami, beliau mulai menjelaskan :
Kenapa semua dokter menyarankan kami utuk langsung program bayi tabung, karena :
Kami tidak ada riwayat kelainan dan rahim sehat, tapi 3 kali inseminasi gagal, salah satu kemungkinan adalah ada masalah di tuba falopi, yang mana hanya bisa dilihat melalui operasi laparoskopi yang memakan waktu dan biayanya 10 juta (jika tidak ada tindakan lanjutan), jika hasilnya ditemukan ada masalah, ada dua jalan :
A. masalah yang bisa diperbaiki saat itu juga, perkiraan biaya tambah 10 juta. Setelah masalah selesai butuh waktu untuk pemulihan dan treatment sampai akhirnya bisa hamil alami atau inseminasi lagi.
B. masalah yang tidak bisa diperbaiki, tidak ada jalan lain kecuali bayi tabung
Jika tidak ditemukan masalah akan butuh waktu untuk observasi dan treatment untuk hamil alami atau pake bantuan inseminasi lagi yang prosentase keberhasilannya kecil dan makan waktu lagi, maksimal 3 kali inseminasi lg blm berhasil juga, ujung-ujungnya ya pilihan terakhir bayi tabung.
Sedangkan Program bayi tabung tidak membutuhkan organ tuba falopi karena proses tersebut digantikan dengan bantuan manusia, mengingat usia kami sudah diatas 30 thn, that’s why dokter biasanya langsung by pass menyarankan bayi tabung, karena lebih hemat waktu dan biaya. Kalo di tempat Dr.Samsul beliau menjelaskan kisaran biaya bayi tabung 50 jt
Dari penjelasan panjang lebar tersebut maka kami menetapkan hati untuk bertekad melaksanakan bayi tabung. Berhubung estimasi biaya batab di Dr.Aucky lebih murah dibandingkan di Dr.Samsul hehehe maka kami memutuskan untuk bayi tabung di Dr.Aucky.

Proses Program bayi tabung
30 April 2015 : datanglah yang ditunggu tunggu yaitu mens… hahaha baru kali ini kita nunggu-nunggu mens cepet datang, biasanya berharap dia gak datang.. hehehe segera telpon ke Dr.Aucky (yang angkat susternya sih biasanya) untuk buat janji ketemu tanggal 2 Mei’15 (hari kedua mens).
2 Mei 2015 : jam 8 pagi datang ke Siloam (pintu masuk Siloam belok kanan mentok, belok kiri dikit di kanan jalan ada pintu bertuliskan Dr.Aucky hinting, disitulah tempat prakteknya). Datang langsung lapor ke suster sambil bawa pengantar cek darah dll yang pernah Dr.Aucky kasih pas kedatangan pertama kita Maret lalu, kemudian tunggu dipanggil.

Gak lama nama suami kita dipanggil dan kita langsung diminta test darah ke lab siloam, nanti diantar kok sama susternya. Saya dan suami diambil darah (tanpa puasa) – kira2 diambil 4 tabung kecil gitu.
Setelah ambil darah balik lg ke suster dr.aucky, nunggu giliran USG dan ambil sperma suami. Akhirnya USG sekitar jam 10, ambil sperma sekitar jam 11.00, jam 14.00 hasil tes lab sdh keluar, lanjut konsul dengn Dr.Hamdani (Tim Dr.Aucky juga), disuruh ttd surat pernyataan untuk ikut program batab dan dikasih resep vitamin untuk suami plus obat suntik untuk saya untuk s.d tgl 6 mei. Pasien bisa pilih mau disuntikkan suster tiap hari atau mau suntik sendiri tapi diajari dulu sama susternya sampai kita bisa suntikkan sendiri. Waktu itu saya pilih suntik sendiri karna saya kerja dan malas bolak-balik ke RS. Suntiknya di perut di bawah pusar agak samping kanan atau kiri bergantian tiap hari.
Hari ini total biaya sekitar 13 juta. Oh ya untuk di Dr.aucky bayarnya di susternya, kita gak bisa pake kartu kredit hanya bisa transfer dan cash (tapi boleh bayar mundur smp kedatangan selanjutnya heheheh). kl untuk test lab bayarnya di kasir lab bisa cash/kredit

7 Mei 2015 : balik ke Siloam pagi jam 08.00, istri tes darah lengkap + USG terus pulang dulu, jam 18.00 balik lagi untuk konsul Dr.Aucky, hasilnya hormone saya kurang bagus, telur belum berkembang sehingga harus ditambah dosis untuk obat suntinya + obat suntik anti pecah telor dan tunggu 3 hari lagi (suntiknya jadi tiap hari kanan kiiri oke, maknyuss). sedih tapi tetap semangat. Total biaya hari ini sekitar 11 juta.

11 Mei 2015 : pagi jam 08.00 ke siloam untuk ambil darah istri (tapi kali ini ambil darah denagn suster dr.aucky, bukan di lab) plus antri USG, hasilnya berkembang 5 telor, 1 saja yang besar, yang 4 kecil2 dan rahim bersih. Alhamdulillah Hasil tes darah menunjukkan hormone sudah sesuai yang diharapkan dan siap untuk diambil telornya tanggal 13 mei nanti. Istri diberi obat suntik pecah telor di pantat (suster yang suntikin). Total Biaya hari ini sekitar 1,5 juta.

12 Mei 2015 : Puasa makan minum mulai jam 23.00 untuk persiapan OPU (Ovum Pick Up) besok. Hari ini bebas suntik, lumayan…

13 Mei 2015 : Jam 07.00 stand by di Siloam, daftar dulu ke lobby depan, bilang aja mau OPU, nanti kita dikasih gelang rumah sakit. Kemudian tunggu giliran di ruang Dr.Aucky, lapor dulu ke susternya kl sdh daftar di lobby. Jam 07.30 mulailah proses OPU, kita masuk ke ruangan khusus, ganti pake baju RS yang semriwing, baring di kasur dikasih infuse dan obat pengurang rasa sakit yang dimasukkin dari dubur, rasanya bikin mules gak ketulungan tapi cuma sekitar 3 menitan terus ilang. Kalo disini OPU kita gak dibius jadi rasanya aduhai banget, kayak disuntik tapi didalam perut. Sebenernya kita bisa liat semua prosesnya lewat monitor USG, tapi karena saya sudah bingung kesakitan sendiri, jadi saja lebih banyak pejamkan mata untuk nahan sakit sambil banyak berdoa. Untung prosesnya gak lama sekitar 10 menitan. Alhamdulillah hasilnya ada 7 telor yang diambil. Setelah OPU kita disuruh berbaring dulu sampai infusenya habis dan sampai kondisi kita sudah mulai stabil (tidak pusing dan tidak mual) baru boleh langsung pulang. Biasanya pas kita lg proses OPU, suami kita diambil sperma, dan akan dipanggil oleh suster untuk menyelesaikan biaya paket proses bayi tabung (tindakan dan obat mulai OPU s.d ET ). Biayanya 16,5jt-19 jt, tergantung kondisi sperma katanya. Waktu itu saya kena biaya yang 19 jt (bisa cash/transfer/ nyicil sampai jadwal ET hehehe).
Untuk jadwal kapan kita melakukan ET akan diberitahu by phone tgl 15 Mei (estimasi jadwal ET 16-18 Mei), atau bisa telpon ke tempat Dr.Aucky sekitar jam 12.00, karena jadwal ET tergantung dari kesiapan embrio kita. Untuk selama masa menunggu sebenarnya dokter tidak memberikan saran2 khusus, tapi waktu itu saya putuskan untuk libur kerja dan bedrest dirumah.

15 Mei 2015 : karna gak sabar jam 10.30 saya sudah telpon ke Siloam untuk Tanya Jadwal ET, dan jadwalnya adalah tanggal 18 Mei jam 6.30 harus da sampai Siloam (tanpa harus puasa malam sebelumnya) dan bawa air putih min 600ml, saat itu usia embrio saya sdh 5 hari dan saya pernah di kasih info oleh ibu yang lagi program batab kedua (kenalan pas nunggu jadwal priksa), kl ditanam dihari ke 5 itu janin sdh matang, kemungkinan berhasil tingggi, tapi biasanya tidak ada simpanan, oh ya katanya lagi ada baiknya kta bawa cadangan pakaian ganti dan handuk kecil (untuk jaga2 kl baju dan rambut basah kena pipis karena kita harus bedrest sekitas 6 jam gak boleh turun kasur dan pake pampers).

17 Mei 2015 : tragedy terjadi, saya kena diare parah, seharian bisa smp 15 kali, akhirnya malam harinya saya ke UGD RS terdekat, Cuma dikasih obat ringan karna saya bilang kl mau tanam embrio besoknya, sambil terus berdoa biar mampet dan tidak menganggu jadwal besok, sempet lemes dan sedih .. takut besok gak mampet terus gimana dong sia2 lah kl bsk gak jadi ditanam.. dan ternyata sampai jam 2 malam saya masih diare… sabaaarrr..

18 Mei 2015 : baru bisa tidur jam 2 pagi jam 4 bangun lagi dan ternyata masih diare, tapi saya tetep nekat untuk datang ke siloam dan menjalankan ET. Jam 6.45 sampai siloam, daftar ke kasir lobby bilang aja mau ET, setelah dikasih gelang terus tunggu di ruang tunggu Dr.Aucky, jam 07.00 suster bagian pendaftaran sdh dtg, lgs saya lapor kl saya diare, kata susternya proses ET hanya sekitar 10-15 menit kl saya bisa nahan maka lanjut, saya bilang saya bisa tahan. Dan Alhamdulillah hasrat diare saya benar2 hilang seketika, Allah masih memberi saya kesempatan untuk melanjutkan progam batab ini. Jam &.30 saya mulai habiskan minuman saya yang 600ml dan jam 8.15 saya dipanggil untuk masuk ruang operasi. Seperti waktu OPU, saya ganti pake baju RS dan nunggu giliran di dalam sambil dijelaskan bahwa karena sperma suami yang bagus hanya 6, maka dari 7 telor yang diambil hanya 6 yang diinjeksi sperma, dan dari 6, hanya 3 yang sudah siap untuk ditanam, yang 3 lagi ditunggu sampai besok, jika tumbuh akan disimpan, dan jika mati akan dibuang dan artinya saya gak punya simpanan frozen embrio, its okey bismillah semoga dari 3 yang ditanam minimal salah satu bisa jadi rejeki saya amminn. Setelah tiba giliran kita baring di bed khusus lalu dimulailah proses ET, dipasang alat tensi dan USG perut, tidak sesakit waktu OPU, saya sedikit nyeri waktu memasukkan alatnya, dari layar USG kita ditunjukkan embrio kita masuk ke rahim, dan tampaklah titik2 putih sebanyak 3 biji berkedip-kedip di dekat dinding rahim, subhanallah, itulah bakal janin kita kata dokternya. Nempel yang cantik di rahim bunda ya nak ammmiinn..

Setelah proses ET, kita dipakekan pampers dan dipindah ke bed untuk di bawa ke kamar RS, dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki selama kurang lebih 6 jam berarti jam 8.30-14.30. Suami dan ibu mertua setia menungguku. Selama 6 jam kita disarankan untuk tidak turun dari bed dan tidak banyak gerak kecuali terpaksa jika sampai 2 jam gak bisa pipis, kl bisa ya biarkan di pampers saja, awalnya agak susah tapi pipis yang kedua Alhamdulillah lancer dan buanyak banget hehehe.. Oh ya untuk kamar kita gak boleh menginap, hanya maksimal smp 8 jam atau sampai diperbolehkan pulang, dan dipilihkan dari RS, ada yang sekamar 3 orang ada yang 5 orang tapi semua khusus pasien kandungan. Saya kebetulan dpt jatah yang sekamar 5 orang biayanya sama 190rb dapat makan siang untuk pasien aja. Resep obat tiap orang berbeda disesuaikan dengan kondisinya, wktu itu saya dpt obat penguat dengan suntik di pantat 2 jam setelah ET, tapi teman sebelah kamar dpt obat yang dimasukkan vagina dan dilakukan di rumah setelah pulang nanti. Saya sempet miring ke kiri 2 kali karna punggung saya sakit banget nahan dengan posisi seperti itu, tapi tetep semangat…
Oh ya teman sekamar saya ada yang gak bisa pipis sampai 2 jam dan akhirnya turun dari bed, bahkan sampai 3 kali turun, suster sdh mengingatkan tapi karna perutnya sakit jadi ya dia turun, sampai saya pulang pun dia belum bisa pipis, kasihan juga. Oh ya teman saya ini belum berhasil program batabnya, jadi saya sarankan sebisa mungkin jangan turun, walaupun kata dokter itu tidak berhubungan langsung dengan kegagalan, tapi ada baiknya kita berusaha untuk yang terbaik jika memungkinkan.

Jam 15.00 tet saya suruh suami saya panggil suster untuk menanyakan apakah sdh boleh pulang karna punggung saya sakit buanget.. ternyata boleh, suster lalu dating menyuruh saya untuk bangun perlahan, dr posiisi tidur, miring dulu, duduk, kl gak pusing baru berdiri.. Alhamdulillah saya gak pusing sama sekali (da ketutup sama rasa sakit punggung kayaknya heheh) saya lalu ganti baju di kamar mandi dalam kamar sementara suami saya disarankan oleh teman sebelah untuk pinjam kursi roda untuk saya, supaya tidak terlalu banyak gerak jalan. Untu biaya kamar bayarnya di lobby depan 190rb dan bayar biaya suntik penguat (prgenyl) 150rb + by registrasi 30rb di suster dr.aucky (semua sdh diurus suami saya sebelum kita pulang ), jd total biaya hr ini 270rb.
Oh ya waktu itu saya minta dibuatkan surrat istirahat sampai dengan tanggal pengumuman hasil batab 10 hari kedepan ( dr 18-28 mei). Sebenarnya selama 10 hari itu dokter hanya menyarankan untuk mengurangi aktivitas fisik, tidak melakukan perjalanan jauh dan tidak naik turun tangga, namun saya putuskan untuk bedrest total di rumah. Saya cuma bangun dari kasur untuk pipis, mandi dan makan, selebihnya banyak diatas kasur.
Untuk jadwal selanjutnya adalah suntik penguat di tanggal 21 dan 24 Juni di tempat Dr.Aucky jam 08.00 biaya per suntik 180rb.

Tanggal 19 mei saya telpon Siloam untuk menanyakan nasib 3 embrio saya yang tersisa, ternyata belum rejeki ketiganya mati sehingga saya tidak punya simpanan frozen embrio.. sedih tapi pasrah.
Oh ya untuk keluhan selama 10 hari itu yang saya rasakan hanya keputihan dan berasa seperti nyeri mau haid (sempet bikin sedih dan gerogi takut gagal dan mens) selain itu perut kembung sepanjang waktu, saya laporkan ke suster untuk keputihan dan nyeri seperti mau haids itu adalah gejala normal (selama keputihannya tidak berbau dan nyeri haid tidak berlanjut keluar flek) dan untuk perut kembung beberapa orang bereaksi seperti itu terhadap obat penguat yang diberikan, selama tidak menimbulkan sesak nafas tidak berbahaya, dan biasanya itu salah satu tanda bahwa embrio berhasil menempel ke rahim..ammiinn…

28 Mei 2015 : hari pengumuman, pagi jam 7.30 kita cek darah di suster dr.Aucky, setelah itu bisa puoang dulu kareena konsultasi dokter br bisa dilakukan jam 18.00 dan untuk hasil tes darah bisa ditanyakan via telfon sekitar jam 12.00. Karena gak tahan pengen tau jam 11.30 saya sdh telpon ke siloam, dan hasilnya bHCG : 217,92, progesterone >80, kata suster itu artinya hamil, Alhamdulillah,,, Jam 18.00 ketemu dengan dr.Aucky dan dengan singkat beliau bilang selamat anda hamil, tapi harus tetep dijaga, dan diberi pengantar untuk tes virus tanggal 11 Juni 2015, serta USG pertama tanggal 17 Juni 2015. selama itu saya diberi obat penguat untuk diminum (utrogestron 100gr) dan vitamin (promavit) diminum 2 kali sehari. Prut masih kondisi kembung, dan kata dokter kl tidak sesak nafas dinikmati saja aseeekk.. Besoknya saya sdh mulai kerja seperti biasa, hanya bawa makanan sendiri di rumah dan bawa masker kemana-mana dan sebisa mungkin saya menghindari keramain dan asap rokok. Oh ya, hari ini total biaya sekitar 1,2 juta,-

11 Juni 2015 : jam 08.00 langsung ke Lab RS siloam untuk ambil darah (tanpa puasa malam sebelumnya), setelah itu boleh langsung pulang, hasilnya akan langsung dijelaskan oleh dr.aucky waktu jadwal USG tanggal 17 nanti. Biayanya sekitar 2,3jt,- langsung bayar di kasir Lab.

17 Juni 2015 : hari pertama USG sdh gak sabar, jam 08.00 sdh sampai Siloam, daftar ke suster, eh ternyata dokternya ada tamu jadi jam 10.00 baru USG, kali ini USGnya dari perut (Alhamdulillah gak lagi merasakan nyeri USG transvaginal) sebelum USG kita disuruh minum yang banyak dan tahan pipis. Alhamdulillah hasilnya 1 telor menempel dan berkembang sehat dan sdh terlihat bakal janin kata dokternya (walaupun yang saya lihat cuma bulatan hitam keputihan dengan titik hitam ditengahnya hehehe).. Alhamdulillah Ya Allah

Note : Realisasi Total Biaya Bayi Tabung sekitar 50jt (belum termasuk biaya persalinan dan cek kehamilan)

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Akhirnya berhasil hamil dengan program bayi tabung – Ani

Hai perkenalkan saya Ani 25 tahun. Saya ingin berbagi cerita mengenai program kehamilan yang saya jalani selama ini. Sebelumnya saya bersyukur menemukan website ini membuat saya tidak merasa sendiri, sangat banyak pasangan yg tidak dengan mudah di berikan momongan olehNya.

Saya didiagnosis PCO dan disarankan untuk inseminasi oleh dokter kandungan di kota saya, akan tetapi sayangnya hasilnya ternyata belum seperti yang diharapkan. Atas rekomndasi teman yang sudah berhasil pada akhirnya saya memutuskan untuk program bayi tabung di Surabaya. 6 bulan sebelum memulai program saya mengurangi minum kopi, 1 bulan sebelum memulai program saya berusaha rutin meminum asam folat terkdang suami saya minta minum asam folat juga apabila ingat, saya pernah membaca asam folat bagus dlm proses pembentukan sel telur dan sel sperma. Jadi saya berpikir tidak ada salahnya sebelum memulai program mengusahakan yang terbaik yang saya bisa lakukan. Selain itu sebelum memulai program saya berusaha menaikan berat badan saya, Karena saya sebelumnya memiliki BMI (body mask indeks) yang berada di bawah nomal alias terlalu kurus, hehe..

Saya berangkat ke Surabaya saat hari kedua menstruasi, sampai bandara siang hari dan langsung ke klinik farina untuk registrasi dan ketemu dokter di mintakan untuk langsung USG serta cek darah lengkap keesokan harinya karena saya dari daerah saya tidak ada membawa hasil lab apapun. Saat saya konsul pertama seharusnya diminta suami ikut karna kami seharusnya periksa darah d awal itu berserta suami+istri yang periksa, akan tetapi berhubung suami masih ada kerjaan baru bisa menyusul keesokan harinya saat menstruasi H4. Dokterpun setuju saya diperiksa terlebih dahulu, apabila ternyata hasil lab suami bermasalah saya siap di cancel di tengah2 program. Sore hari sepulang dari klinik saya menelfon cathering bu diny untuk ikut cathering bayi tabung. Sebenarnya cathering ini cuman opsional aja, tidak wajib, cathering yang berasal dari luar klinik bayi tabung. Kebetulan 2 orang teman saya yang berhasil program memakai cathering ini saya akhirnya juga ikutan latah untuk cathering juga, hehe..

Hari kedua saya di Surabaya (menstruasi H3) saya paginya sebelum sarapan langsung jam 7 pagi datang ke klinik untuk periksa darah lengkap, menunggu hasilnya saya sarapan dulu hingga siang dan setelah ada hasilny saya konsul kembali ke dokternya. Disana jelaskan mengenaik prosedur bayi tabung, dan mulai dari sore saya sudah bisa di suntik gonal F sebanyak 1,5 ampul (115,5mg) setiap hari selama 8 hari berturut2. Apabila hasilnya sesuai prediksi dokter maka hari ke 9 akan di suntik percah telur (injeksi ovidrel). Selain itu saya juga di berikan resep oleh dokternya asam folat yang diminum sekali sehari.

Hari ketiga kempat kelima merupakan jadwal saya suntik yang ke2,3,4. Tidak ada perubahan saat ini, mungkin saya sedikit enek aja sama cathering Karena saya bosan porsi makannya besar, setiap hari di kasih 6 butir telur, serta minum susu anmum maternal di campur peptisol (atas saran bu diny). Sebenernya tidak ada yang khas dari cathering, intinya makanan yang mengandung tinggi protein. Setiap hari di kasih ikan salmon, sayur yang mengandung kacang2n, danging, ikan, kacang ijo tanpa santan, jus alpukat, jus tiga diva (wortel tomat apel). Apabila saya lagi bosan terkadang terlurnya saya makan bagian putihnya saja memakai kecap atau saos.

Hari keenam saya di surabaya saya dilakukan USG dan cek hormon dan dikatakan untuk suntikan di tambah 1 macam suntikan lagi yang fungsinya agar sel telur yang ada tidak pecah duluan sebelum waktunya. Jadi mulai hari ini untuk suntikan ke5,6,7,8 ini saya di suntik cetrotide dan gonal F 115,5. Saya memilih menyuntik sendiri di rumah saudara dari pada setiap hari bolak balik ke farina.

Hari ketujuh dan kedelapan saya habiskan dengan shoping, jalan2, nyalon (refreshing) agar bs lbh rileks. 2 hari yang bener2 enjoy karna saya tidak perlu ke klinik.

Hari ke Sembilan di Surabaya, pagi saya kembali ke farina untuk jadwal cek hormone dan USG. Dari hasil USG dikatakan sel telur saya lumayan banyak. Dan di sarankan dokter kandungannya (waktu itu kena jadwal dr.Ashon) untuk meminum sari kutuk untuk membantu mengurangi resiko OHSS. Dari hasil homon di daparkan estradiol 3000 lebih. Dokter andrology (dr.hamdani) mengatakan saya bisa di ambil sel telurnya / OPU (ovum pick up). Akan tetapi untuk proses tanam embrio (ET/ embrio transfer) tunggu liat keadaan saya dulu. Dan untuk suntikan ke8 kali ini dosis gonal F diturunkan menjadi 1 ampul (75 mg).

Hari ke sepuluh saya mendapat suntikan terakhir yakni suntik pecah telur. Dan di rencanakan untuk OPU (di sambal sel telur) hari ke duabelas saya di Surabaya.

Hari kesebelas saya di Surabaya diisi dengan bersantai agar lebih rilek menghadapi hari esok (maaf rada lebay) hahaha..

Hari kedua belas saya di surabya di mana saya di lakukan OPU, malamnya saya diminta puasa terlebih dahulu. Untuk proses OPU sndiri di ferina tidak memakai bius seperti di Jakarta Malaysia maupun kota2 besar lainnya. Untuk skala sakitnya beda2 setiap orang, akan tetapi menurut saya sakitnya msih bisa di tahan ko. Dari OPU di dapatkan sel telur 17. Sama dokter di berikan pilihan untuk sel telur di simpan dan di tanam nanti atau mau di tanam sekarang tetapi dengan resiko OHSS. Saya memilih di tanam sekarang walau dengan resiko OHSS. Dokterpun akhirnya bilang “liat nanti yaa bu lusa kita USG dulu, apabila hasilnya bagus hari kelima dari hari ini kita tanam”. Setelah proses OPU saya pulang dan istrirahat di rumah saudara.

Hari ketiga belas di Surabaya saya berdoa semoga telur telur yang sudah d ambil pada sehat dan bisa membelah menjadi embrio, saya sadar karna kemampuan dokter cuman untuk mengambil sel telur dan sperma, untuk proses keberhasilan penyatuan antara sel telur dan sperma itu merupakan Kuasa-Nya.

Hari keempat belas di Surabaya saya ke farina untuk melakukan USG, melihat apakah saya mengalami OHSS atau tidak. Alhamdulillah ats KehendakNya saya tidak mengalami OHSS dan bisa melakukan ET (embrio transfer) pada hari ke lima nanti.

Hari kelima belas dan keenam belas di Surabaya saya bawa refreshing, berdoa, serta ziarah ke sunan ampel, berdoa dan lebih memasrahkan diri KepadaNya. Saya juga sudah pindah ke penginapan/hotel yang berada dekat klinik farina selama 2 minggu kedepan agar setelah proses penanaman embrio nanti saya tidak banyak gerak.

Hari ketujuh belas saya di Surabaya merupakan proses ET (embrio transfer) di lakukan, sebelum proses ET saya makan terlebih dahulu dengan porsi sedikit untuk mengganjal perut. Setelah saya selesai sarapan saya di minta untuk minum aqua satu botol tanggung (600ml) dan menahan untuk tidak pipis. Sambil menunggu rasa ingin pipis saya beserta suami di panggil ke ruangan dan di jelaskan suster dari 17 sel telur kemaren terdapat 8 sel telur yang membelah. 2 di tanam dan 6 bisa di simpan. Untuk ET sendiri sangat sebentar prosesnya paling hanya sekitar 5-10 menit dan tidak sakit. Setelah di lakukan penanaman kita dipakaikan pampers oleh suster dan posisi kaki di naikan. Setelah ET kita bisa istrahat di klinik ferina sampai malam, stelah malam kita bisa balik ke penginapan/hotel. Setelah proses ET ini saya bener2 berpasrah KepadaNya karna tugas dokter cukup sampai disini, penentu keberhasilan yg Maha Kuasa. Dokter sendiri tidak tau mengapa pada ibu A embrio bisa menempel dan pada ibu B tidak. Kita sebagai hamba cuman bisa melakukan sebaik dan semampu yang kita bisa.

Hari kedelapanbelas saya istrahat bedrest di hotel dan masih menggunakan pampers. Sebenarnya dokter bilang tidak masalah untuk jalan keWC atau aktivitas seperti biasa asal tidak kecapean, akan tetapi saya pribadi orangnya parnoan, dari pada saya parnoan dan saya stress sndiri makany saya memutuskan untuk bedrest total kecuali BAB ke WC.

Hari kesembilan belas di Surabaya saya jadwal suntik penguat. Pagi sebelum ke klinik ferina untuk pertama kali saya mandi setelah ET dan membersihkan badan, rasanya benar2 fresh. Di ferina saya menggunakan kursi roda mungkin rada lebay karna yang lainnya pada gak pakai kursi roda segala, akan tetapi tidak ada salahnya kita ingin berusaha semampu kita, untuk hasil kita serahkan kepada yang di Atas. Pulang dari ferina saya kembali pakai pakai pampers seperti hari sebelumnya.

Hari keduapuluh di Surabaya saya masih memakai pampers dan bedrest.

Hari keduapuluh satu di Surabaya saya memutuskan untuk berhenti memakai pampers Karena secara teori embrio sudah menempel di rahim pada hari ke 6-7 setelah proses penyatuan sel telur dan sperma. Hari ini saya ke WC seperti biasa, makan duduk seperti biasa, akan tetapi selebihnya saya lebih memilih berbaring di Kasur.

Hari keduapuluh dua saya juga masih seperti hari kemaren istrahat seharian di hotel.

Hari keduapuluh tiga di Surabaya jadwal suntik penguat ke ferina, saya kembali mandi dulu paginya sebelum ke ferina,, dan saya masih menggunakan kursi roda, akan tetapi sekarang saya sudah berani jalan2 di hotel menggunakan kursi roda dari pada saya bosan di kamar.

Hari keduapuluh empat sampai duapuluh enam saya masih berada di hotel, setiap pagi suami mengajak saya menggunakan kursi roda kelantai 2 balkon hotel untuk sarapan sembari menikmati udara luar, sangat beruntung saya memiliki suami yang sangat baik dan perhatian. Saya sempat pesimis gagal Karena saya tidak ada mual, dan tidak ada tanda2 seperti orang hamil, yang muncul malah gejala seperti mau menstruasi (payudara terasa lebih kencang). Akan tetapi suami saya menyuport saya agar berpikir optimis. Disini menurut saya dukungan suami sangat membantu menguatkan saya.

Hari keduapuluh tujuh di Surabaya merupakan hari yang menegangkan dimana saya paginya di periksa darah kemudian pulang, sore harinya kembali ke klinik untuk membacakan hasilnya. Menunggu sore hari merupakan hari yang sangat panjang bagi saya, menunggu antren dokter terasa begitu lama. Alhamdulillah setelah masuk ruang dokter di jelaskan dari hasil darah di dapatkan kadar HCG 222 yang artinya saya positif hamil. Saya langsung minta surat pengantar untuk pulang ke Kalimantan tapi dokter menyarankan menunggu 3 minggu untuk USG pertama. Dokter menyarankan saya pulang dulu untuk hari ini berdiskusi dengan keluarga, apabila memang ingin pulang ke Kalimantan boleh datang lagi besok untuk meminta surat pengantar.

Sekian cerita mengenai IVF saya selama di ferina Surabaya (klinik dr.aucky sp.And). Jangan pernah menyerah, semoga teman2 yang belum memiliki momongan segera dikasih momongan. Mohon doanya sekarang sedang hamil 17 minggu semoga dede yang dikandung selalu di beri kesehatan, sehat jasmani rohani dan lengkap sempurna sampai dede dewasa kelak. Amiin..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Pengalaman Bayi Tabung pertama dengan embrio blastocyst – Charlize

Dear all…
Ini pengalaman pertama bayi tabung saya dan mudah mudahan bisa langsung memberikan kepercayaan buat hamil amien… Berhubung bagi rapor masih lama jadi nulis disini untuk sharing dengan teman teman sekalian sebelum lupa step step yang dijalani selama bayi tabung.

Problem kami ada di suami yaitu jumlah yg sedikit oligozoospermia. Untuk saya tidak ada masalah karena saya sudah pernah melahirkan satu anak dari suami pertama. Dan umur saya 34 tahun dan suami 36 tahun.

Tepatnya oktober 2016 yang lalu kami mencoba untuk program alami tapi tetep tak berhasil dengan dr arie polim rs family pluit dan terakhir di ketahui kalau ternyata yang bermasalah di suami. Dan pada bulan maret 2017 kami memutuskan untuk bayi tabung dengan dr ivan BIC Bunda.

So ini step by step proses bayi tabung kami:

29/03 Menstruasi hari pertama

30/03 Day 2 menstruation
Sms suster diana untuk mulai program bayi tabung

USG dengan dr irham (dr ivan sedang cuti)

Test lab hari ini hanya LH dan FSH karena pd bulan oktober saya dan suami sudah melakukan test seperti torch, hiv, amh, dll

Hasil test lab:
LH 5.69
FSH 8.16
Progesteron 0.28, Estradiol <20
Sorenya di kabarin suster yani untuk Start Suntik Gonal F 225 untuk 4 hari

Biaya lab 1.800.000
Usg Dr. Irham 620.000
Start suntik Gonal F 225 4 hari 7.777.400

03/04 Day 6 menstruation
Usg dengan dr irham (dr ivan masih cuti)
Lanjut suntik Gonal F 225 dan cetrotide 4 hari
Test lab Estradiol 463
Biaya 439.200
Usg dr irham 620.000
Biaya obat 10.498.000

07/04 Day 10 menstruation 
Usg dengan dr ivan (kali ini dr ivan sudah kembali)
Dr ivan menginstruksikan untuk suntik pemecah telur namanya ovidrel jam 20.45
Dan jadwal opu 08.45 tgl 09/04

Hasil Test lab:
1. Estradiol 2254
2. Progesteron 0.81
3. Glukosa puasa 91
4. Waktu pendarahan 2 menit
5. Waktu pembekuan
Total biaya 1.141.200

USG dr ivan 1.010.000
Ovidrel 765.600

09/04 Day 12 menstruation
Stand by di bunda 1 jam sebelum opu untuk persiapan jam 07.45 am
Jam 08.00 ganti baju dan masuk ruang operasi
Di pasang infus
08.30 mulai berbaring dan bersiap2 untuk anastesi
Opu di lakukan oleh dr reino
Sadar sadar sudah jam 10.30 di ruang pemulihan. Di kasih sarapan dan cabut infus deh sesudah makan.
Dan ada obat obatan yg di berikan untuk bawa pulang:
Utrogestan 200mg (penguat kandungan)
Crinone 8% vaginal gel (penguat kandungan)
Cefila 100 (antibiotik)
Analtram (penghilang nyeri)

Biaya:
IMSI 7.500.000 (kami memutuskan untuk metode imsi karena permasalahan ada di sperma suami)
IVF joining fee 1.750.000
IVF treatment fee 36.500.000

Utrogestan 200mg 10pcs 246.500
Crinone 8% vaginal gel 450.000
Cefila 100 10pcs. 280.000
Analtram 10 doos 112000

Dari hasil opu berhasil di ambil 11 folicle
R 8 L 3
Ocyte R 8 L 3

10/04
Dapet sms dr suster yani
Hasil dari opu di tgl 09/04/17 punya :
11 oocyte (sel telur)
1 imature (sel telur yg masih muda)shnga tdk di proses
10 imsi (sel telur yg di inject dengan sperma)
7 Fertilisasi (sel telur yg berkembang jadi embryo)

12/04
Di jadwalkan untuk embrio transfer jam 10 pagi
Dateng 1 jam sebelumnya untuk bertemu dengan embriologist
Dari hasil 7 fertilisasi: 4 good, 1 moderate n 2 poor
Kami di sarankan untuk ET di hari ke 5 sampai di tahapan blastocyst. Adapun syarat untuk blastocyst adalah minimal ada 3 embrio good

Kondisi embrio Day 3
1. Good
2. Good
3. Good
4. Poor
5. Good
6. Moderate
7. Poor

14/04
Berhubung hari ini tanggal merah di jadwalkan ET jam 8.30 untuk standby
Jam 9 ketemu embriologist dan ini lah kondisi embrio kami di hari ke 5 blastocyst 

Kondisi embrio day 5
1. Good
2. Poor
3. Moderate
4. Poor
5. Good
6. Poor
7. Excellent

Lalu kami memutuskan untuk mentransfer 2 embrio yg excellent dan good tapi dengan syarat kami harus mentandatangani surat pernyataan resiko2 yg akan terjadi seperti kehamilan kembar, premature dan tingkat keguguran lbh tinggi. Saran dr ivan lebih baik kita hanya mentransfer 1 embrio karena procedure mereka apabila usia <38 dan sudah tahap blastocyst hanya di perbolehkan transfer 1 embrio.

Jam 11.30 dr ivan setelah minum dan kencing berkali kali. Suami boleh ikut masuk untuk menemani proses ET dan tidak bius. Proses sangat cepat kurang lebih 10 menit.

Tibalah sekarang di masa penantian untuk menerima raport

Tgl 25 april jadwal untuk test bhcg

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.57 out of 5)
Loading...

Pengalaman keberhasilan bayi tabung gender selection – keluarga Andreuw

Pengalaman keberhasilan bayi tabung – keluarga Andreuw


Tidak menyangkah artikel diatas yang saya posting pertama kali di web ini sudah 6.5 tahun yang lalu?, kembar laki laki saya yang dari hasi bayi tabung yang pertama sudah mau genap berumur 6 tahun di tanggal 15 februari 2017 ini 😀
Di keberhasilan program bayi tabung pertama, saya dan istri melakukannya di mahkota hospital Malacca dengan dokter selva. Pada waktu proses bayi tabung pertama ini di masukan 2 embrio kwalitas terbaik dari 9 embrio yang berkembang. Dan masih ada sisa 7 embrio yang di bekukan, yang mana kami memperpanjang 7 embrio tersebut selama 5 tahun. Di karenakan maksimal penyimpanan embrio di mahkota hospital ini yang hanya bisa di simpan selama 5 tahun aja dan setelah 5 tahun harus di musnahkan.

Di waktu 5 tahun ini antara mau tambah lagi momongan atau tidak masih di rundingkan saya dan istri ?
Di waktu ini kami juga berharap bisa mempunyai momongan dengan hasil normal tanpa bayi tabung…berharap bisa mempunya anak dari hasil normal atau bersyukur bisa dapat anak wanita…saya dan istri sepakat mempunyai anak perempuan.
Di program bayi tabung di dr selva tidak bisa melakukan gender selection…makanya untuk memasukan 7 embrio yg tersisa masih di runding kan antara saya dan istri…kami pikir kalu dapat momongan anak laki laki lagi terasa terlalu banyak 😀
Setelah 5 tahun berlalu dan 7 embrio kami di musnahkan ?

Memasuki tahun ke 6…saya coba cari2 masukan dan juga menanyakan ked r selva…apakah di Malaysia sudah bisa ada program bayi tabung gender section…di sarankan dari dr selva bahwa di kuala lumpur di alpha fertility centre bisa melakukan gender selection ?
Secerca harapan baru bagi saya dan istri pengen memiliki momongan anak perempuan bertambah lagi…setelah coba contact pihak alpha fertility centre melalui massanger facebook…di ketahui gender selection buat pemilihan perempuan bisa mencapai akurasi 99% 😀
Setelah diskusi dengan operator alpha fertility centre sampai menanyakan biaya proses bayi tabung tersembut, saya dan istri setuju untuk melakukannya

Singkat cerita, kami malakukan kunjungan ke sana dan melakukan konsultasi sama dr tan, proses bayi tabung gender selection sama persis dengan bayi tabung biasa yang pernah kami lakukan…yang membedakan hanya ada proses pemilihan sperma dengan kromosom X untuk perempuan dan Y untuk laki laki, dan untuk telur kromosom pasti X, jadi XX perempuan dan XY laki laki
Dan setelah pengabungan antara telur dan sperma akan menjadi embrio…waktu jadi embrio, akan di pilih lagi yg mana embrio perempuan dan laki ?
Dari 25 telur yg di ambil dari istri…di lakukan pengabungan dan di hasilkan 6 embrio yang berkembang dengan kondisi baik semua. Dan di 6 embrio ini, terdapat 1 laki laki dan 5 laki laki
Kami bersedia memasukan 2 embrio perempuan :
Ada perbedaan proses memasukan embrio/ET yang di lakukan di alpha fertility centre dengan yang di mahkota hospital…sewaktu di mahkota, ET di lakukan kalau tidak salah di hari ke 4 setelah pengambilan telur. Kalau di alpha fertility centre mesti tunggu sampai 2 kali haid baru bisa di lakukan pemasukan embrio/ET
Alasan yang kami Tanya ke dr tan adalah…dalam waktu 2 kali haid ini…dr tan ingin kondisi istri pulih kembali ?

Memasuki haid ke 3 kisaran tanggal 3 februari, istri melakukan ET 😀 dan kami tinggal di hotel selama 3 hari trus pulang ke daerah
Kata dokter 10 hari lagi di lakukan di lakukan pengecekan darah…di hari ke 10 ini di check darah dengan hasil bhcg 216, yang mana dr tan pastikan istri berhasil hamil 😀 😀 😀
14 hari lagi di suruh melakukan usg lagi untuk memastikan yang berhasil kembar atau tidak…semoga dapat kembar perempuan lagi 😀 😀 😀
Ini artikel singkat saya mengenai proses bayi tabung ke dua kami 😀
Semoga bapak dan ibu yang lain juga berhasil :D:D:D

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Sharing pengalaman IVF di LWEH Penang (Dr. Ng Peng Wah) – Lyn

Hallo smua calon mommy.. Kenalkan nama saya Lyn. Umur 29thn, suami 31thn. Saya disini mau sharing pengalaman ivf saya. Semoga berguna buat para ivf fighter atau calon ivf fighter yg lagi mencari info sebanyak2 nya seputar ivf (bayi tabung).

Here we go…
Trip 1: january 2016
13january: mens hari ke 2 cek darah lengkap (suami+istri) rm469 dan AS rm80
Konsultasi 70, new reg 10, usg 60
14january: start suntik gonal F utk 5hari @112,5iu Rm706,2
19january: dosis gonal F naik jd 150iu/hari + konsul dan usg RM 612,6
22january: usg dan ternyata sel telur yg besar hanya ada 2 dan menurut dr Ng tidak max hanya dgn 2 telur jadi program BT nya di cancel untuk diulang pada next cycle.
Total cost trip 1: RM2015,4

Trip 2: April 2016
6april: H2 haid konsul 50, usg 60, puregon @175iu utk 4hari start tgl 7 april rm756
11april: konsul 50, usg 60, puregon @175iu utk 3hari + orgalutron 1ampul RM520,8
14april: konsul 50, usg 60, puregon 175iu & 150iu 1hari, orgalutron 2ampul Rm661,5
16april: konsul 50, usg 60, puregon @150iu utk 2 hari+ orgalutron 2ampul Rm380,8
Nah, dihari konsul trakhir ini dr Ng sdh memutuskan utk tidak melanjutkan ke tahap ET dikarenakan sel telur yg keliatan terlalu banyak dan sangat berpotensi utk OHSS, jadi embrio nantinya akan di freeze dan dilakukan FET
18april: suntik pecah telur 2ampul
20april: OPU telur yg diambil berjumlah 23 dan yg memenuhi syarat fertilized 12. RM5951.95
25april: embrio yg bertahan fase blastosis 5 dan dibagi 3. Utk bs digunakan 3kali FET. Biaya freezing embrio RM2500 (utk max 5tahun)
Total trip 2: 11.211,05

Trip 3: agustus 2016
3agst: balik ke dokter utk konsul karena siklus mens saya kacau dan langkah selanjutnya utk proses FET. Akhirnya dr Ng memutuskan utk tdk menggunakan siklus alami dan harus dibantu obat. Diresepkan pil Kb marvellon. Diminum mulai malam ini hingga tgl 14 agst. Rm 133,95
9agst: usg dan ambil obat zoladex 3,6mg inj(disuntikan oleh nurse tgl 10agst), progynova 3box(utk di bawa plg indo). Dan diberikan pengantar cek E2 tgl 25agst hasilnya di Wa ke nurse nya. Rm527,9
Total biaya trip 3: Rm661,85
Trip 4: september 2016
Setelah pemeriksaan E2 pada tgl 25/8 hasil nya <9pg/mol disuruh dtg kembali ke penang pada tanggal 8/9. Starting taking progynova 3×1 dimulai tgl 25agst malam.
8sept: konsul dan usg. Ketebalan dinding rahim diukur dan sdh mencapai 10, siap dilakukan FET pada tgl 14/9. Mulai tgl 9/9 diresepkan cyclogest 2×1 dengan jarak waktu 12jam per sekali pakai. Rm235,9
14/9: waktunya FET. Telpon 1 hari sebelumnya ke ivf centre utk janjian ET disuruh dtg jam 9 dengan minum air dan tahan kencing. Proses ET berlangsung skitar 15 menit dan sesudah itu bangun dan pindah ke ruangan sebelah berbaring 15 menit kemudian disuruh pulang dan dpt beraktifitas seperti biasa tidak perlu bedrest. Cost: Rm1389,6
24/9: tes bhcg 1.2 it means failed ?

So stlh menata hati dan pikiran di tahun 2017 ini mau nyoba FET lagi. Wish me luck!! (Pray pray pray)
Sekian sharing saya. Klo ada yg mau bertanya silahkan.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.20 out of 5)
Loading...