Category Archives: PCO

Berhasil hamil berkat IVM – Tetty

Puji Tuhan sudah dinyatakan hamil pada hari ke 14 setelah ET… semoga sehat2 dan berkembang sempurna sampai 9 bln ke depan..

Program bayi tabung yang saya jalankan secara pasrah soalnya saya terindikasi PCOS dan sudah macam obat masuk seltelur saya ga berkembang tp program ini dikenalkan oleh Dr. Prima, mungkin karena dia dah kehabisan akal makanya menyarankan ke arah situ kali ya.. program bayi tabung dengan teknologi baru yaitu mengembangkan sel telur diluar ovarium…
prosesnya c sama seperti IVF tp saat pengambilan sel telur tidak sampai matang namun hanya berukuran sekitar 9 – 12 mm…
Setelah ET (embrio transfer pada tanggal 1 februari 2015 saya disuruh tiduran selama 2 jam dan setelah itu bedrest seharian tp karna suami aga takut juga akhirnya minta dirawat 2 hari di RS Family Pluit… oh iya saya lupa perkenalkan tim dokternya.. ketuanya itu Dr. Muchsin Jaffar dia yg dr awal menerangkan IVM ini… dan dia juga yang menerangkan hasil pengambilan telur. telur yang waktu diambil itu ada 12 semua berkembang tapi yang menjadi embrio ada 5 dan 3 yang paling bagus kualitasnya jadi tiga tersebut ditransfer ke rahim… dan dokter yang usg dan lain2 yaitu dr. malvin orgnya asik bgt plus gaul bingitz… haha..

Balik lagi, setelah embrio transfer dan akhirnya bedrest di RS 2 hari di rumah 3 hari, saya kembali kerja dan melakukan aktivitas spt biasa tp ya itu pelan2 cantik deh semuanya…
11 hari setelah ET, namanya penasaran ya susah kali ya dihilangin.. saya coba tespek di pagi hari dan hasil negative,, sedihnya minta ampun n pasrah lah…
tanggal 14 saya ke dokter dengan rasa pasrah kemungkinan terburuk eh ternyata malah diselamatin suster bahwa saya hamil… luar biasa senengnya..mpe nangis deh waktu itu…

Setelah itu dikasih obat banyak aja.. sampe ada yg dimasukin dr vagina lg.. ya apa aja deh di lakuin… sampe skrg c blh tau gmn2nya karna lom usg.. mudah2an c berkembang dgn baik…
tp dah mulai nih mual2 ga nafsu mkn ya gtu lah,,, yg pasti setelah ET.. saya ga pernah tidur nyenyak bless mpe pagi… pasti bgn2 atau kecepetan bangun… oh iya karna penasaran lg hari ke 20 saya tespek lg n makin terang aja garisnya.. hihi… iseng bgt ya… tapi di nikmatin aja deh… dan skrg nunggu hsl usg pada tgl 28 feb…

yang saya pgn tau c hitungan minggunya gmn ya setelah ET.. bunda2 ada yg tau ga ya???

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Pengalaman bayi tabung Klinik Teratai Gading Pluit Jakarta – Stephanie

Hai teman-teman, saya mau bercerita mengenai pengalaman saya selama menjalani bayi tabung di Klinik Teratai oleh Dr. Irsal Yan.
Umur saya 29 tahun ketika menjalani bayi tabung, saya sangat merindukan anak. Saya pernah keguguran 1x di usia 6 minggu tepat 2 hari setelah tespak saya positif, dan itu menimbulkan kepahitan bagi saya, karena saya sempat minum kopi, sushi, masih pilates, lari naik turun tangga, dan lainnya sehingga saat saya keguguran pun saya tidak begitu sadar sedang keguguran. Dan itu menimbulkan penyesalan yang sangat dalam di hati saya kenapa tidak lebih berhati-hati saat hamil. Ketika muncul setetes darah saat beraktivitas beberapa hari sebelumnyapun saya tidak curiga. Suami saya hanya bilang itu normal. Mulas-mulas dan pusing pun saya tidak curiga. Walaupun dokter mengatakan itu lebih karena persoalan telur yang terbentuk tidak sempurna, tapi saya tetap merasa sebagian kesalahan saya. Doa saya hanya Tuhan anak saya yang pertama ini tanamkanlah kembali pada rahim saya sebagai anak saya yang ke2, saya akan lebih baik menjadi seorang ibu.

Setengah tahun kemudian saya tidak kunjung hamil, saya mulai konsultasi kepada dokter, di Jakarta maupun di Bandung, diagnosanya mengenai tuba falopi saya tersumbat 1, yang menjadikan kesempatan saya berkurang 50 persen dari wanita normal lainnya. Kemungkinan tertutupnya karena infeksi lama atau saat saya dikuret menyebabkan tertutup. Selain itu saya didiagnosa PCOs, dimana telur saya sangat banyak sehingga nutrisi yang masuk ke telur kurang. Telur saya kecil-kecil. Biasanya supaya terjadi kehamilan butuh ovum berukuran 18 mm ke atas, sedangkan di saat matang telur saya berukuran kurang lebih 11 mm. Semakin saya berusaha dengan makan yang baik, relax dengan suami dll malah telur saya semakin kecil. Mungkin tanpa sadar saya masih stress. Kalau orang bilang jangan stress, sebenarnya malah tambah membuat stress, karena saya tidak tahu bagaimana caranya supaya tidak stress. Program hamil itu butuh mental yang kuat. Dan saya akui saya kurang penyerahan kepada Tuhan saat itu.

Setengah tahun kemudian, saya memutuskan untuk ikut bayi tabung saat sedang promo di Klinik Teratai Kelapa Gading. Suami saya sangat baik, dia mendukung apa keinginan saya yang dapat membuat saya bahagia. Uang kami tidak berlebihan dan bayi tabung akan menghabiskan tabungan kami, saya memikirkan apakah saya harus jalani atau tidak program ini. Kantor saya barusan tutup dan merugi, saham yang kami mainkan kecil-kecilan nilainya jeblok. Saya berdoa sungguh-sungguh pada Tuhan. Kemudian di hari terakhir promo, malamnya teman saya memberikan buku berjudul “Nothing is Impossible” oleh Ps. Juan Mogi, buku yang lama dia janjikan untuk berikan kepada saya, hanya saja saya tidak mengetahui isinya. Beliau juga menjalani bayi tabung, dan mempunyai pengalaman iman yang luar biasa. Saya mengamini dan menganggap itu jawaban Tuhan untuk saya, dan kami mantap menjalani bayi tabung. Saya dan suami pun mendaftar di Klinik Teratai dengan Dr.Irsal Yan. Kami memilih klinik yang dekat rumah supaya dekat bolak baliknya. Dokter ini tegas, kebapakan dan berpengalaman. Orangnya cukup berhati-hati. Mula-mula dia juga menganjurkan supaya kami menjalani program tradisional dulu daripada langsung bayi tabung. Tapi kami tetap ingin menjalani bayi tabung, karena lebih tidak bersifat invasif dibandingkan laparoskopi untuk membuka penyumbatan. Dalam tes hormon diketahui hasil hormon saya berkebalikan (tidak pada umumnya) saya juga kurang mengerti. Dokter Irsal bilang orang asia itu aneh–aneh kasusnya. Sedangkan suami saya puji Tuhan hasilnya baik.

Sungguh bayi tabung membutuhkan kesiapan mental dan sikap yang positif. Disini kita harus menyuntik diri sendiri dalam proses penipisan rahim dan penyuburan telur. Rasa sakit akan terobati saat membayangkan si mungil yang akan berada di rahim kita. Doa dan kepasrahan harus mengiringi proses ini. Saat proses penipisan, terbentuk kista/ myom di rahim saya. Saya tidak tahu apakah ini pengaruh dari obat suntikannya atau tidak. Sayapun harus menjalani penyedotan kista. Biayanya sekitar 6 juta rupiah. Kemudian ternyata telur saya yang jumlahnya banyak itu menimbulkan akibat positif negatif. Ketika diberi penyubur, menimbulkan OHSS. Reaksi berlebihan terhadap penyubur. Jumlah telur subur saya banyak sekali dan besar-besar, akan tetapi setiap hari saya harus mengonsumsi 15 putih telur ayam kampung dan pujimin(pil ikan gabus), juga susu tinggi protein. Semuanya untuk pencegahan OHSS, yang ternyata kurang berhasil juga. Saat OPU, ovum yang berhasil diambil berjumlah 38, dan oositnya 23 buah. Saat hendak penanaman embrio/ ET, badan saya mengalami gejala OHSS seperti mual, kembung, perut penuh dan kencang, sesak nafas. Dokter tidak berani memastikan apakah hendak ET sesuai jadwal, karena takutnya kondisi saya semakin parah. Saya sedih juga, karena bagaimanapun juga lebih baik proses dengan first cycle daripada thaw cycle. Selama 3 hari kami berdoa, dan saat hari ET kami harap-harap cemas apakah dokter membolehkan. Hasil tes labnya baik dan kembali normal. Embrio kami ada 10 yang excellent, 4 good, 2 moderate, kami bersyukur sekali untuk kejadian Tuhan yang baik. Dokter pun memutuskan ET sesuai jadwal, 2 embrio dimasukkan dalam rahim saya. Ketika dimasukkan embrio saya sudah mulai batuk-batuk. Tapi dalam proses ET,saya berdoa lagi. Dokter berkata saat ET kita harus sangat tenang, karena itu akan mempengaruhi hasilnya. Setelah 2 jam istirahat di kamar, saya dan suami pun pulang. Kaki lupa saya naikkan ke atas sesuai pesan suster, malah saya tertidur di kamar tindakan.

Setelah ET, tidak terjadi apa-apa sampai hari ke 7,setelah itu tubuh saya memburuk dengan cepat. Saya batuk-batuk luar biasa sampai muntah-muntah, perut saya kembung maksimal, ulu hati saya sakit. Ternyata efek OHSS itu terjadi juga. Karena batuk tidak diperbolehkan karena akan mengganggu penempelan embrio ke rahim, saya dirujuk ke internist. Tapi internist tidak berani memberikan obat apa-apa. Setelah 3 hari perut saya semakin membesar, saya semakin susah bernapas saya pun harus diopname di rumah sakit. Selama di rumah sakit, perut saya membesar dari 67 cm menjadi 94 cm (seperti hamil 6 bulan). Meskipun memakai bantuan selang oksigen, tapi saya tetap susah bernapas. Saya juga jadi susah bicara. Walaupun hasil tes hamil belum ketahuan, saya tetap harus menjalani fungsi paru-paru dahulu (pengeluaran cairan dari paru-paru) dan itu harus dilakukan tanpa bius lokal, supaya calon bayi yang belum ketahuan menempelnya tidak terkena efek biusnya. Sakit suntiknya luar biasa sehingga saya memutuskan supaya yang satunya dilakukan setelah hasil tes. Puji Tuhan, pagi itu tespak saya positif dengan nilai HcG 200an. Saya heran juga, karena saya batuk2 demikian parah, flek- flek dan muntah-muntah setiap hari tapi calon anak saya tetap mau menempel. Suster bilang moga-moga ya Bu, karena hasil garisnya bukan garis jelas agak samar, tapi bagaimanapun juga saya tetap senang. Sayapun menjalani fungsi paru yang satunya lagi. Total air yang dikeluarkan dari paru-paru saya sekitar 1,5 liter an. Setelah 8 hari dirawat di rumah sakit, saya diperbolehkan keluar rumah sakit. 10 hari kemudian, ternyata ada 2 janin yang berkembang. Kami ber2 sangat kaget dan bersyukur. Sungguh baik Tuhan bagi kami.

Menjalani kehamilan kembar buat kami bukan hal yang mudah, sepanjang kehamilan saya batuk.Jeruk nipis dan madu bahkan obat batuk menjadi konsumsi saya sehari-hari. Banyak sekali pantangan makanan yang saya jalani supaya tidak batuk. Menjadi pelajaran juga supaya yang punya alergi batuk supaya menjalani pengobatan terlebih dahulu sebelum program hamil. Beberapa kali saya harus masuk rumah sakit karena flek atau yang saya kira flek, juga kontraksi dini. Puncaknya ketika di minggu ke 17 saya pendarahan di tengah malam. Mimpi buruk kehamilan saya yang pertama rasanya terulang lagi, hari itu saya cuma duduk makan siang merayakan ulang tahun sahabat kami, dan pulangnya memang agak mulas, tapi saya tetap paksakan naik tangga untuk masuk ke kamar.Suami saya masih main bola dan pulangnya saya dimarahi karena terlalu kuatir kenapa masih mulas juga. Ternyata ada darah menempel di ranjang dan di tangan saya. Sambil menangis dan juga berdoa, saya imani, saya terus mengulang doa dengan suara keras di mobil agar ke 2 bayi kami selamat. Puji Tuhan, bayi saya detak jantung masih ada. Sudah terjadi pembukaan, dan dokter bilang saya harus bedrest total di rumah sakit. Semua obat anti kontraksi, anti pendarahan dimasukkan. Setelah 3 hari darah baru berhenti.Puji Tuhan mulut rahim kembali menutup dan disitu saya rasakan gerakan bayi saya pertama kali. Sungguh dalam setiap langkah, harus ada doa dan nyanyian syukur kita, untuk menguatkan diri kita sendiri dan bayi kita, itu yang saya pelajari. Ternyata kehamilan saya itu plasenta previa(ari-ari di bawah) sehingga rawan pendarahan. Dari kehamilan 17 minggu hingga 7 bulan saya bedrest total di tempat tidur. Pispot saya sediakan di sebelah ranjang. Untuk yang lainnya saya andalkan orang lain yang begitu baik. Selebihnya saya masih berani berjalan hanya di dalam rumah saja. Saat ini 2 anak yang cantik sudah lahir dalam kehidupan kami. Terimakasih untuk Dr. Irsal dan Dr. Andrie dan semua suster yang menangani kelahiran bayi-bayi kami.

Teman-teman, jika ada pertanyaan dan dukungan doa jangan sungkan untuk hubungi saya di dearlucia84@gmail.com. Mengenai telur-telur saya yang banyak dan kondisinya baik saya ingin share apa yang saya konsumsi selain putih telur ayam kampung. Saya membaca artikel yang bagus di internet juga banyak membaca di bayi-tabung.com. Saya mengikuti diet mediterania dimana saya mengonsumsi minyak zaitun/minyak bunga matahari, dan salmon. Selain itu makanan saya adalah: jus 3 diva(wortel, tomat,apel-tiap pagi), kiwi, ikan kukus, brokoli kukus, sayur, seafood selain kerang, ayam tim/ kukus, madu. Yang saya kurangi: pedas, msg, air es, mentega, daging merah, makanan kaleng, tahu, tempe, tauco, bebek, ayam broiler, bihun/mie putih, bakmi, kopi, keju, coklat, soda,pepaya, nangka, cempedak, mangga, nenas, durian, suplemen, jamu-jamu. Setelah ET yang saya hindari : vetsin, fastfood, daging kambing, jamu, nangka, cempedak, durian, kerang, makanan mentah, makanan gosong. Saya juga sempatkan jogging setiap pagi dan tidur lebih cepat daripada biasanya.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading...

Pengalaman bayi tabung di LWE Hospital – Selvy

Hallo, teman2 seperjuangan saya mau berbagi pengalaman saya melakukan bayi tabung di Lam Wah Ee Hospital dengan Dr Ng Peng Wah pada bulan Oktober 2014 kemarin..

Saya sudah menikah 4,5 tahun dengan permasalahan PCOS dan kedua tuba tersumbat, utk suami Puji Tuhan tidak ada masalah dengan spermanya..
Singkat cerita, kami melakukan kontrol pertama kali pada bulan September, dikarenakan Dr Ng tidak melihat sesuatu yang serius, beliau sempat menyarankan inseminasi. Namun karena saya belum pernah melakukan HSG sebelumnya Dr Ng meminta saya untuk HSG sebelum tindakan insem. Namun disini masalah dimulai, hasil HSG menunjukkan sesuatu yang kurang bagus, dimana dinyatakan kedua tuba non paten dan bentuk rahim yang abnormal.

Sore harinya, Dr Ng menawarkan 2 opsi untuk hasil tersebut, apakah laparoskopi (utk melihat tuba dan rahim) tetapi butuh waktu 4 bulan utk program berikutnya atau histeroskopi (hanya bisa melihat rahim) namun bisa langsung program di siklus selanjutnya. Kami berdiskusi bahwa kami tidak keberatan jika harus bayi tabung, maka Dr Ng memutuskan cukup histeroskopi jika ingin langsung bayi tabung dan tindakan dilakukan keesokan harinya.

Proses histeroskopi di LWE dibius total, ketika tersadar sudah sore dan saya bertemu lagi dengan Dr Ng, beliau mengatakan bentuk rahim normal (hati saya senang sekali) juga rahim saya bersih dari miom, polip, dll. Intinya tidak ada masalah dengan rahim saya. Dan Dr Ng meresepkan progynova utk mengatur siklus mens saya sehingga bisa diprogram bulan depan.

Karena mens yang tidak teratur, maka saya mendapat short protocol utk bayi tabung. Awal October (H2 Mens), saya kembali ke Dr Ng, dan beliau meresepkan Gonal F 112,5 iu utk 5 hari kedepan.

Setelah 5 hari, perkembangan sel telur cukup bagus dan cukup banyak karena saya PCOS, sehingga dosis diturunkan menjadi 100 iu utk 3 hari dan Cetrotide (penahan telur supaya tak pecah).

Setelah 3 hari, Dr Ng melakukan USG lagi, beliau mengingatkan akan bahaya OHSS dikarenakan sel telur yang cukup banyak dalam ovarium saya, sehingga terakhir suntik hanya diberikan Gonal 75 iu utk 1 hari + Cetrotide.

Lalu keesokan harinya saya disuntik pregnyl dan lusanya OPU. Proses OPU dibius sehingga tidak terlalu sakit, ketika sore harinya saya bertemu suster, ada berita buruk yang harus saya terima karena suster mengatakan sel telur saya banyak yang kosong. Dari 18 sel telur yang diambil hanya 6 yang ada isinya, 12 kosong. Jujur hati saya sedih sekali, tapi saya bersyukur memiliki suami yang setia mendampingi dan menguatkan saya dalam menjalani proses ini. Ditambah banyak teman2 yang saya jumpai ketika disana yang selalu saling berbagi dan menguatkan.

2 hari setelah opu, saya menjalani proses ET, menurut dokter dari 6 sel telur hanya 2 yang berhasil menjadi embrio dengan kualitas good dikarenakan kondisi sel telur yang kurang baik namun menurut dokter beruntung kondisi sperma suami sangat baik sehingga cukup menolong kualitas embrio. Saat itu saya tidak bertanya berapa sel dsb, karena ketika dokter berbicara pikiran saya melayang kemana-mana

Ketika selesai ET, saya beritahu suami hanya 2 embrio yang ditransfer dan tidak ada cadangan embrio buat kami. Namun lagi2 suami dengan optimis berkata bahwa kami akan punya anak kembar. Saya dikuatkan sekali dengan optimisme beliau..

Setelah pulang kami mencoba menjalani 2 minggu penantian dengan penuh sukacita.. 3 hari pertama setelah ET, perut terasa kembung membuat saya sering bertahak dan maaf k*ntut. Namun setelah 3 hari semua rasa itu hilang, seperti biasa saja, hanya payudara saja sakit seperti mau mens, mungkin ini efek dari cyclogest yang dimasukkan ke vagina sehari 2x…

Sampai saat H8 setelah ET, saat pipis pertama saya menemukan bercak setetes darah segar di tissue, jujur saat itu saya sudah lemas karena membayangkan akan mens. Ditambah keluar bercak2 coklat sampai malam (hanya tampak ketika Ms V dilap tissue). H9 setelah ET, bercak coklat masih berlanjut. Membuat saya makin pesimis dan berpikir bahwa program kami gagal.

Saat itu saya hanya bisa berdoa dan berkata Tuhan kalau memang anak ini milik kami, kuatkan mereka dalam rahimku, namun jika belum milik kami, berikan saya kekuatan untuk menghadapi kegagalan ivf ini. Luar biasa selesai berdoa seperti ada beban yang diangkat dari diri saya. Saya bisa kembali menonton TV, tidur siang, dan makan dengan lahap. Saya menggangap apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan…

Dan mujizat kembali terjadi H10, bercak coklat itu berhenti, tidak ada bercak sedikitpun yang keluar.. Namun kondisi tubuh tetap seperti biasa tidak ada rasa apapun, malah payudara tidak sekencang hari-hari sebelumnya. Namun seperti doa saya, ketika pikiran negatif datang, saya selalu berpikir apapun hasilnya nanti itu pasti yang terbaik dari Tuhan..

H11 setelah ET, kami memutuskan pergi ke Hatyai (Thailand) untuk memperpanjang ijin tinggal, suatu keputusan yang nekad, hehe karena ternyata jalannya cukup bergejolak ketika di mobil. Namun karena tidak terasa apapun jadi saya tidak merasa seperti habis ET, karena perut dll tidak ada rasa sedikitpun.

H13 kami kembali dari Hatyai dan lagi2 harus melewati jalan yang cukup bergejolak, saya hanya memegang perut saya dan terus berkata yang kuat ya nak…hehe karena saya percaya biar bagaimanapun sudah ada kehidupan dalam rahim saya… Sore hari ketika kembali dari Hatyai, saya tanpa beban melakukan testpack krn buat saya toh cepat atau lambat saya harus menerima kenyataan akan hasilnya besok. Puji Tuhan ketika testpack terlihat 2 garis (pertama kali dalam hidup saya melihat dua garis testpack). Saya langsung berlutut di kamar mandi dan menangis karena begitu bersyukur buat kebaikan Tuhan.

Esok harinya, pagi hari sebelum tes darah saya melakukan testpack lagi, dan Puji Tuhan 2 garis makin jelas, lalu kami tes darah BHCG. Siang hari kami berjumpa dengan Dr Ng, beliau mengatakan saya hamil..dengan BHCG 813, wow angka yang tinggi menurut saya..saat itu saya yakin bahwa iman suami saya digenapi bahwa Tuhan memberi kami anak kembar..

Singkat cerita tanggal 13 November kami melakukan USG pertama dan Dr Ng bilang benar ada 2 kantung janin, dan sudah terlihat detak jantung janin cukup sehat, dan kami bisa lanjut untuk pemeriksaan berikutnya di Indonesia..

Syukur yang tiada henti saya panjatkan kepada Tuhan, karena saya percaya Tuhan yang menjawab dan mengabulkan doa saya, bersyukur saya harus melewati proses bayi tabung ini karena dari sini saya jadi belajar apa itu arti berserah kepada Tuhan, bersyukur diberikan suami dan teman2 seperjuangan serta keluarga yang tak henti2 turut mendoakan keberhasilan saya.
Jadi saya menganggap keberhasilan saya ini, juga berkat doa2 yang tulus dari orang2 yang tulus menyayangi dan mendoakan saya…

Sekarang kandungan saya sudah memasuki 12 minggu, dan saya mau bilang untuk teman2 yang sedang berjuang semua,,tetap semangat..jangan menyerah dan andalkan Tuhan dalam setiap proses, percayakan ke Tuhan apapun hasilnya itu pasti yang terbaik..Jangan pakai logika karena ketika kita menggunakan logika kekhawatiran dan ketakutan yang akan menguasai kita, tapi ketika kita berserah mengangkat tangan disitu Tuhan turun tangan menolong, dan ini yang saya alami…

Tips : seperti yang teman2 sudah sharing, saya berterima kasih buat semua tips yang diberikan di website ini, dan saya mengikuti tips2 tersebut..
Saat suntik2, saya mengkonsumsi, putih telur ayam kampung 6-8 butir/hari, ikan salmon, alpukat (tidak pakai apapun), kiwi, jeruk, pepaya, sayuran hijau. Dan juga saya sempatkan berolahraga 2 hari sekali entah itu berenang, treadmill, jalan sore kurleb 30 menit – 1 jam..
Saya juga mengikuti akupuntur di Perubatan China sebelah LWE hospital mulai suntik2 sampai 1 hari sebelum ET..

Setelah ET : saya makan sayuran, salmon tetap, telur tapi tidak sebanyak saat suntik, dan mulai dimodifikasi seperti didadar, diceplok,dll.. Kacang hijau, susu kedelai, intinya saya makan apa yang saya suka supaya happy 🙂

Demikian sharing dari saya, semoga berguna dan bisa menguatkan untuk teman2 semua..God bless you all..

1Petrus 5 : 7 : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading...

Ikut program bayi tabung di Morulla – Shinta

Hi bunda, mau ikut gabung ini saya sudah hampir 3 th menikah dan blm mempunyai baby, sya pcos ya mgkin karna trlena jd berat badan smakin naik tanpa di sadari.
Saya sempat sakit pharase nervus6 slma 3 bulan konsumsi kortikosteroid ini mmbuat sya makin bengkak and moon face jdnya
Semenjak mnikah haid sya ga pernah tratur. Sudah coba sgala mulai jamu obat ini itu smpai capek sendiri rasanya Kebetulan suami seorang dokter kulit , stidaknya pemahaman dia ttg riwayat pnyakit sdkit mmbantu.
Sempat hamil 5 minggu tapi abortus, ya mgkin karna PCOS mmbuat sel telur itu ga good quality tp sya ttp sabar

Setelah akhirnya sya di kenalkan oleh teman sejawat suami sya untuk ke morulla Jakarta waktu itu awal november, dgn dokter mengatakan saya PCOS. Tidak harus laparoskopi krn klau d laparoscopic akan kehilangan byk sel telur jika mau bayi tabung nantinya syg sekali. Jadi kita langsung pintas jalan tanpa di laparoskopi dgn bayi tabung.

Awalnya saya sudah 2 bulan tidak haid di kasih obat untuk haid. Kebetulan kami dari kaltim jd harus stay lama. Haid hari 2 sudah harus di jakarta.
Saya ambil apartement sudirman park yg lumayan deket kalau k rs bunda ,, kebetulan biaya charges di sini katanya klaau tidak promo 70 jt. Tp trgantung dokternya mau kasih paket atau tidak. Trtnyata saya ga bisa dpt paket ya sudah mau di apa

Saya 30 nov sudah menjalani suntikan pergoveris 150 ini hari ke 6 dgn di tambah suntikan anti pecah. Alhamdulilah saya dapat byk sel telur yg sudah lumayan ukuran. Tinggal menunggu sedikit lagi untuk OPU.
Besok kontrol ke 3 untuk melihat kondisi sel telurnya karna di khwtrkan OHSS. Kata dokter mnggu 1-2 bln baru bokeh di tanam
Rada sedih sih tp smoga ada jln yg trbaik
Sampai sini dulu ya
Jikalau ada yg lg program boleh sharing bareng ya bundaa

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

PCO fighter :) – Kiky

Salam kenal semua 🙂

Saya newbie with PCO, nikah 2 tahun dan sedang dalam proses untuk kuret. setelah periksa beberapa kali di banyak RS, akhirnya saya dirujuk oleh Dr. Shirley di RSIA KMC ke Dr. Muharam RS. Asri. tapi setelah cek ternyata jadwal beliau hanya hari Jumat di tiap minggunya..akhirnya saya memutuskan untuk ke Klinik Yasmin RSCM (Dr. Muharam senin hingga sabtu disini). bsk saya akan konsul ke Dr. Muharam pertama kalinya…Bismillah Yaa Allah!

Jujur saya masih berharap PCO ini bisa sembuh tanpa kuret dan terapi lainnya. krn serem aja bayangin rahim saya yg belum pernah hamil tiba2 harus dikuret (perih bayanginnya)…tapi ya sudahlah sambil coba dgn medis mari qt coba juga dengan DOA dan POSITIVE THINKING, semoga ada jalan yaa 🙂 satu hal yg pasti..saya bener2 harrrruuusss diet secepatnya dgn serius dan disiplin! krn penebalan rahim atau PCO ini terjadi jg krn obesitas yg terjadi pasca saya nikah (hahaha hepi bgt nikah sampe bablas rem makannya). Malu sih mengakui ini semua..tp saya berusaha untuk jujur dgn diri sendiri dan orang lain supaya saya bisa santai menjalani ini semua.

Semangat teman2 calon ibu semua:) Bismillah Yaa Allah…we’ll find the way:)

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Berhasil hamil alami setelah 2x gagal bayi tabung – Indira

Saya menikah akhir 2007, tahun 2008 saya mulai program baby karena belum hamil setelah menikah 1 tahun. Diagnosa dokter kandungan menyatakan bahwa telur saya kecil-kecil (PCO), dimana saya diresepkan metformin yang harus diminum setiap hari untuk membesarkan telur. Kemudian saya program dengan obat-obatan untuk inseminasi natural. Setelah mencoba dan tidak berhasil hamil, maka saya mencoba inseminasi buatan 2x yang semuanya gagal. Hasil tes sperma suami saya adalah asthenoteratozoopermia, dan ada varikokel. Sementara dari HSG test, diketahui tuba kanan saya tersumbat.

Karena ada problem di suami juga, maka saya memutuskan ke dr Aucky di Siloam Hospital karena beliau androlog. Dari hasil pemeriksaan saya disarankan untuk inseminasi yang ketiga, dimana saya diresepkan suntik gonal 3 hari sambil dicek perkembangan sel telur saya. Ternyata ada 5 sel telur yang besar, sehingga saya ditawari untuk bayi tabung karena jika dilakukan inseminasi ada resiko ke 5 telur tersebut terbuahi semua sehingga menjadi embryo dimana kehamilan kembar 5 sangat beresiko. Akhirnya saya menjalani program bayi tabung (short protocol) dimana dari 5 sel telur ada 3 embryo yang bagus dan ditanam.

Dua minggu kemudian, tepat hari pengumuman – saya menstruasi. bayi tabung pertama di tahun 2010 tersebut gagal. Dengan sedih saya asumsikan kegagalan tersebut karena saya tidak bedrest setelah embryo transfer, namun dari dr Aucky sendiri menyatakan bahwa semuanya baik tetapi untuk proses menempelnya embryo ke rahim adalah suatu hal yang masih diluar kuasa manusia.

Setelah kegagalan tersebut akhirnya saya rutin browsing di website ini, dan menemukan dr Ng Peng Wah di Lam Wah Ee Hospital Penang. Pebruari tahun 2011 saya konsultasi ke dr Ng di Penang, dan beliau menyarankan saya untuk melakukan laparoskopi. Di bulan Oktober akhirnya saya menjalankan laparoskopi dimana dinyatakan bahwa tuba kanan saya tersumbat, sementara tuba kiri saya separuh tersumbat. Dimana sudah dilakukan hidrotubasi, tetapi air tidak bisa tembus saluran tuba kiri tersebut. Dengan kata lain, harapan saya untuk memiliki anak adalah dengan bayi tabung dan kecil untuk normal. Sempat shock mendengar hasil laparoskopi tersebut, untunglah saya berkonsultasi dengan Ms. Low Bin Kee dimana beliau menjelaskan prosedur bayi tabung dengan jelas, telaten dan cukup membesarkan hati saya. Menurut saya ini keunggulan bayi tabung di Lam Wah Ee, jadi di awal lebih punya bayangan akan prosedur bayi tabung. Biaya bayi tabung di Penang dan Surabaya saya hitung-hitung hampir sama (saat itu ringgit masih 3ribu), tetapi saya perlu biaya ekstra untuk tiket pesawat dan kos di Penang.

Karena saya bekerja, maka saya ijin cuti sekalian 1 bulan pada Pebruari 2012 dan menjalani bayi tabung long protocol di Lam Wah Ee. Sebenarnya kunjungan ke dokter untuk suntik gonal dan USG untuk cek ukuran telur adalah 3-5 hari sekali, tetapi karena sulit dan akan lebih mahal jika saya PP Sby-Penang dimana tidak tiap hari juga ada flight maka saya stay di rumah petak dekat Lam Wah Ee. Saya kira dengan stay di Penang akan lebih focus menjalani program bayi tabung, saya ditemani kakak yang berobat juga di Penang. Dimana suasana kota Penang sangat tenang, transportasi kemana-mana dengan menggunakan bus mudah, dan dari kos ke pasar juga dekat.

Akhirnya dari OPU, bedanya OPU di Lam Wah Ee dilakukan dalam keadaan bius total jadi tidak terasa sakit sama sekali didapatkan 15 telur. Dari 15 telur diseleksi, tinggal 6 yang bagus dan jadi 4 embryo yang semuanya moderate tidak ada yang good. Malam hari setelah OPU saya sempat mengalami sesak napas dimana dada saya sakit sekali, sehingga jam 11 malam saya harus ke UGD. Kemungkinan sakit dada saya ini akibat PCO, dimana rongga tempat sel telur saya yang diambil saat OPU terisi cairan. Hal ini membuat saya tidak mantap sebenarnya meneruskan program bayi tabung, tetapi dr Ng tidak bilang apa-apa.

Akhirnya hari ke 4 setelah OPU dilakukan ET, dan dimasukkan 4 embryo. Saat itu ekspresi dr Ng agak suram, sehingga saya tanya kenapa – beliau bilang kalau telur saya kurang bagus. Perasaan saya campur aduk, namun saya mencoba menenangkan diri. Saya bedrest selama seminggu, dimana banyak menghabiskan waktu diatas ranjang dan hanya turun untuk ke kamar mandi. Setelah seminggu saya pulang ke Indonesia, dan seminggu kemudian saat pengumuman ternyata saya menstruasi lagi.

Kegagalan kedua ini sangat membuat saya stress, karena saya merasa telah berusaha lebih baik dari program pertama. Saya cukup terpukul, dan banyak menangis bahkan suami saya pun tak bisa berkata-kata dan ikut menangis. Apalagi mengingat di rumah petak yang saya tinggali selama di Penang, ada 4 kamar yang semuanya ikut program. Ketiga housemate saya itu berhasil hamil dengan kembar 3, kembar 2 dan satu kehamilan tunggal. Saya sendiri adalah yang gagal. Cukup sedih karena saya tidak bisa ikut bergembira bersama mereka. Salah satu penguat saya adalah saat browsing dan membaca ternyata banyak juga yang berhasil setelah 1-2 kali gagal bayi tabung, bahkan ada juga yang baru berhasil setelah 6 kali. Saya sempat korespondensi dengan yang berhasil hamil setelah 6x bayi tabung, dan disarankan untuk ke konsultasi dengan dokter di Singapore.

Kegagalan kedua ini terasa lebih berat dari bayi tabung pertama, dan saya butuh waktu lebih lama untuk recovery termasuk saya sempat konsultasi dengan psikater dimana beliau memberikan masukan yang cukup berharga. Dimana menurut beliau kondisi kejiwaan (tidak boleh stress saat program bayi tabung) itu sangat penting, karena saat kita khawatir dan cemas berlebihan maka tubuh kita akan memproduksi hormone pertahanan diri yang memiliki efek samping antara lain “melawan” semua benda asing dimana embryo juga dianggap benda asing sehingga tidak bisa menempel di rahim. Penjelasan ilmiah mengenai stress ini sangat membuka pikiran saya, walaupun memang tidak mudah untuk mengatur agar tidak merasa stess, merasa takut, cemas maupun kecewa. Saya sempat down dan hampir menyerah untuk program baby, ketika saya email dokter di Singapore menceritakan masalah saya dan diberi informasi bahwa saya kemungkinan kena hydrosalphinx yang meracuni sehingga embryo tidak bisa menempel. Solusinya adalah dipotong saluran tubanya, tetapi dengan dipotong saluran tubanya berarti tidak ada kemungkinan sama sekali saya hamil normal.

Januari 2013, akhirnya saya mengikuti saran teman saya yang berobat ke NUH Singapore. Disana saya bertemu dengan dr Ng Ying Woo yang ahli robotic surgery, dimana saya menanyakan apa benar ada hydrosalphinx dan apakah tuba saya perlu dipotong. Selain itu saya juga konsultasi dengan dr PC Wong yang merupakan kepala departemen fertility center. Beda lagi dengan di Penang, di Singapore pemeriksaan lebih detil dan untuk program bayi tabung disediakan pendampingan psikolog. Bahkan saat saya kesana, ada seminar gratis untuk program bayi tabung yang menjelaskan secara lebih detil lagi dan peserta dipersilakan bertanya apapun. Dari hasil tes masih sama, saya ada PCO dan sperma suami saya asthenoteratoozoopermia untuk tuba falopii tidak diketahui adanya infeksi/hydrosalphinx sehingga dr Ng tidak menyarankan untuk pemotongan tuba. Menurut beliau lebih baik saya langsung program bayi tabung saja. Selain itu dr Ng menyarankan saya untuk : BE HAPPY! Istirahat dari berbagai upaya saya untuk mendapatkan bayi (sejak 2008). Mengingat biaya program bayi tabung di Singapore 12ribu dollar. Saya benar-benar tidak mau memikirkan program bayi tabung, saya putuskan untuk istirahat dulu. Sambil menimbang kemungkinan saya mencoba bayi tabung di Singapore atau kembali lagi mencoba dengan dr Aucky.

Selain ke dokter upaya saya adalah minum obat tradisional, pijat, hypnotherapy, dan saya rutin akupuntur selama kurang lebih 2 tahun termasuk saat saya menjalani program bayi tabung di Penang. Tahun 2013 itu saya putuskan untuk berhentikan semuanya, dan kebetulan tahun itu saya punya banyak agenda bepergian karena dapat tiket pesawat murah. Bulan Pebruari saya dengar teman saya yang sudah 2 tahun menikah dan belum punya anak, berhasil hamil karena minum obat sinshe. Sebenarnya saya sudah pernah ke sinshe tersebut dan minum obatnya di tahun 2008, tapi tidak ada hasilnya. Iseng saya kembali ke sana dan dikasi pil minum yang sekali minum 16 biji, dulunya ternyata saya salah dosis saya minum hanya 4 biji. Setelah resep habis saya tidak kembali kesana lagi. Bulan Mei saat rekreasi ke Macau saya sempat flek kecoklatan yang saya kira mens selama 3 hari, karena dalam kondisi liburan saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Sebelumnya saya juga pernah minum obat herbal/tradisional tersebut dan tidak mens selama 2 bulan. Sepulang berlibur dari Macau, saya sempat bulutangkis 2x. Pada minggu ketiga karena harus keluar kota, saya iseng aja beli test pack dan hampir tak percaya ketika hasilnya positif. Saya beli test pack lagi merek lain, hasilnya tetap sama. Akhirnya saya ke dokter dan dinyatakan hamil 7 minggu, bahkan detak jantungnya sudah terdengar. Saya dan suami sampai tidak percaya, dan besoknya saya periksa lagi ke dokter kandungan lain. Benar! Saya dinyatakan hamil 7 minggu. Benar-benar mujizat Tuhan saya rasa, karena disaat saya menyerah dan berserah (setelah mencoba semua cara) ternyata saya dinyatakan hamil. Saat tahu hamil saya sempat khawatir takut terjadi apa-apa, tapi saya pegang saran dr Ng Ying Woo – be happy (don’t worry). Jadinya saya upayakan hati selalu senang, dan tidak mengkhawatirkan segala sesuatu.

Selama hamil 9 bulan, saya hanya 2 kali muntah itupun karena maag. Kehamilan saya jalani dengan senang, saya bahkan sempat beberapa kali jalan-jalan keluar negeri. Untuk makan saya juga makan biasa, tidak menjaga secara khusus atau bagaimana – hanya menghindari yang sewajarnya saja. Akhirnya bulan Pebruari lalu saya melahirkan bayi laki-laki yang sehat, dengan berat 3,8kg dan panjang 50cm. Sharing saya ini untuk semua pasangan yang sedang berupaya memperoleh momongan, tetap semangat ya – terkadang hal yang paling mustahil pun mungkin terjadi. Saran saya sebaiknya jika sudah berusaha beberapa waktu secara normal, dengan obat-obatan, belum berhasil sebaiknya lakukan pemeriksaan menyeluruh. Kemudian bisa mencoba inseminasi, dan jika belum berhasil – Anda memiliki tabungan bisa mencoba bayi tabung. Jangan menunda, karena semakin tua usia maka obat-obatan yang dibutuhkan semakin banyak (makin mahal). Jika Anda mencoba semua dan belum berhasil, Anda juga harus belajar pasrah dan ikhlas. Terkadang disaat kita pasrah dan berserah, Tuhan turun tangan.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...