Category Archives: PCO

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami – Alisya

Bagi calon ayah-bunda yang ingin atau sedang menjalani proses bayi tabung, saya ingin berbagi pengalaman keberhasilan kami.
Saya melakukan upaya bayi tabung pada tahun 2014 di Surabaya dibantu oleh dr Aucky Ginting beserta timnya. Kami memperoleh bayi kembar, dua laki2 alhamdulillah.
Kondisi media saya saat itu adalah PCOS dan gerak sperma suami yang kurang bagus (lebih banyak yang lambat).

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami adalah:

1. Memilih dokter dan rumah sakit yang sreg di hati. Ini krusial sekali karena rasa percaya kepada tim dokter akan berpengaruh pada kenyamanan hati saat menjalani proses IVF yang naik turun seperti roller coaster, bahkan kadang bungee jumping. Kalau sejak awal sudah tidak sreg dengan tim dokter, selanjutnya bakalan tidak nyaman menjalani prosedur ivf. Ini saya alami sendiri. Sebelumnya kami pernah ditangani tim dokter yang kurang sreg di hati untuk inseminasi, dan gagal. Lalu saat bertemu tim dokter yang sekarang, rasanya hati lebih lapang dan tenang menjalani proses berliku IVF, dan alhamdulillah berhasil.

2. Persiapan fisik. Saya rutin melakukan yoga sebulan sebelum menjalani prosedur IVF. Selain merasa lebih bugar, yoga juga membantu menambah ketenangan batin.

3. Persiapan pikiran. Saya beruntung menemukan hypnofertility dari bidankita. Saya dengarkan cd nya sehari-hari dan kira2 sebulan sebelum IVF dan saat IVF, saya semakin intens mendengarkan hypnofertility. Sehari bisa dua kali.

4. Ketenangan pikiran juga berasal dari mata dan telinga. Sebelum dan saat menjalani IVF saya sangat selektif dengan acara TV yang ada di rumah sekaligus bacaan saya. Dua acara yang saya banned total adalah acara berita (karena lebih banyak bad news dan kriminal nya), sinetron lokal dan mancanegara (selain, maaf, banyak yang ga bermutu juga back sound nya bikin tegang). Ibu saya sampai mengalah tidak nonton drama india kesayangannya hihihi. Begitu pula bacaan. Saya stop membaca koran, kanal berita, bahkan FB saya deactivated juga. Yang saya tonton sehari2 adalah tayangan yang menghibur seperti Upin Ipin hehehe dan membaca komik lucu2 seperti Shinchan dan Hai Miiko haha.

5. Saya juga mencoba akupunktur, kira2 sebulan sebelum IVF.

6. Saat menjalani prosedur IVF, saya memilih untuk berlangganan katering sehat, dan minum banyak2 air putih HANGAT.

7. Saat dan sampai dengan 2 minggu sesudah proses embryo transfer, saya hampir setiap saat memakai kaos kaki untuk menjaga agar kaki saya tidak dingin. Kalau telapak kaki kita hangat, uterus juga hangat, yang akan membuat embrio merasa betah. Katanya begitu…

8. Pada hari ketiga seelah embryo transfer, saya memakan nanas. Bisa dibaca disini ya… http://withgreatexpectation.com/ivf/three-days-post-transfer-plus-whats-the-deal-with-pineapple/

9. Dan tentunya banyak2 berdoa dan minta doa pada orang2 terdekat. Juga minta2 maaf pada orang2 di sekitar siapa tahu pernah saya sakiti tanpa sengaja atau sengaja.

10. Ini agak ekstrim sih…tapi bagi saya yang gampang terpengaruh sepertinya membantu. Saya sebisa mungkin menghindari obrolan tentang ivf dengan sesama pasien ivf. Bukan apa2, tapi karena itu tadi, saya orangnya gampang kepikiran haha…kalau nanti tahu telur orang lebih banyak dari saya, saya down. Atau kalau tahu riwayat prang yang sebelumnya pernah gagal, pasti akan kebawa pikirian juga sama saya. Jadi mendingan saya sibukkan diri dengan buku atau hp saat antri menunggu giliran di RS untuk menghindari perbincangan yang mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Mudah2an sharing ini ada manfaatnya. Semoga berhasil ya. Semangattt!!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung pertama yang (sepertinya) gagal – Dillah

Hi. Perkenalkan saya dillah umur 28 tahun, saya ingin sedikit bercerita disini, mengenai bayi tabung pertama saya.
Saya melakukan bayi tabung pertama saya di salah satu klinik infertilitas di jawa tengah. Kasus saya, saya penderita pco, dimana haid tidak teratur datang setiap bulan nya. Untuk suami tidak ada masalah. Pernikahan kami sudah 2 tahun 4 bulan, dan kami sudah pernah inseminasi 1x dan itupun gagal.
Hingga akhirnya kami mengambil keputusan besar utk mencoba bayi tabung.

Haid pertama – 10 april 2017
Hari ke 3 haid saya mulai suntik menopur hingga tanggal 20 ( hari ke 10 haid)
Tanggal 21 april saya OPU
Dari opu didapat 6 sel telur
Tgal 24 april saya Embrio transfer. Dari opu 6 sel telur hanya bisa dapat dibuah 3 embrio. Itu pun 1 embrio nya kualitas kurang bagus, sehingga hanya bisa transfer 2 embrio dengan kualis baik, dan tidak ada embrio freezing (disini saya sedikit sedih, karena tidak ada cadangan)
Akhirnya 2ww di mulai.

Seminggu setelah ET mulai terasa payudara nyeri, perut kram, dan sering kembung
Lalu h-1 test Bhcg, saya iseng untuk test pack dan hasilnya negative, saat itu pula saya nangis sejadi2nya. Dan malam hari nya saya keluar flek coklat. Disitu saya sudah mulai pasrah sepasrah2nya.
Dan tadi pagi saya baru saja tes darah bhcg, karena ini weekend , baru keluar hasil nya besok. Tapi saya sudah hopeless duluan, karena sudah kram dan flek nya berubah menjadi warna merah seperti haid.
Jujur, rasa nya kacau sekali, menangis pun ga bisa mengubah keadaan, hanya bisa pasrah.
Oke saya rasa segitu dulu cerita dari saya. Saya berharap dengan sedikit bercerita, saya bisa sedikit lega dan mencoba ikhlaskan segala nya, mempersiapkan hal terburuk sekali. Kalau ada rezeki lagi, saya ingin mencoba ikhtiar ivf lagi. Terimakasih ya sudah membaca cerita saya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Akhirnya berhasil hamil dengan program bayi tabung – Ani

Hai perkenalkan saya Ani 25 tahun. Saya ingin berbagi cerita mengenai program kehamilan yang saya jalani selama ini. Sebelumnya saya bersyukur menemukan website ini membuat saya tidak merasa sendiri, sangat banyak pasangan yg tidak dengan mudah di berikan momongan olehNya.

Saya didiagnosis PCO dan disarankan untuk inseminasi oleh dokter kandungan di kota saya, akan tetapi sayangnya hasilnya ternyata belum seperti yang diharapkan. Atas rekomndasi teman yang sudah berhasil pada akhirnya saya memutuskan untuk program bayi tabung di Surabaya. 6 bulan sebelum memulai program saya mengurangi minum kopi, 1 bulan sebelum memulai program saya berusaha rutin meminum asam folat terkdang suami saya minta minum asam folat juga apabila ingat, saya pernah membaca asam folat bagus dlm proses pembentukan sel telur dan sel sperma. Jadi saya berpikir tidak ada salahnya sebelum memulai program mengusahakan yang terbaik yang saya bisa lakukan. Selain itu sebelum memulai program saya berusaha menaikan berat badan saya, Karena saya sebelumnya memiliki BMI (body mask indeks) yang berada di bawah nomal alias terlalu kurus, hehe..

Saya berangkat ke Surabaya saat hari kedua menstruasi, sampai bandara siang hari dan langsung ke klinik farina untuk registrasi dan ketemu dokter di mintakan untuk langsung USG serta cek darah lengkap keesokan harinya karena saya dari daerah saya tidak ada membawa hasil lab apapun. Saat saya konsul pertama seharusnya diminta suami ikut karna kami seharusnya periksa darah d awal itu berserta suami+istri yang periksa, akan tetapi berhubung suami masih ada kerjaan baru bisa menyusul keesokan harinya saat menstruasi H4. Dokterpun setuju saya diperiksa terlebih dahulu, apabila ternyata hasil lab suami bermasalah saya siap di cancel di tengah2 program. Sore hari sepulang dari klinik saya menelfon cathering bu diny untuk ikut cathering bayi tabung. Sebenarnya cathering ini cuman opsional aja, tidak wajib, cathering yang berasal dari luar klinik bayi tabung. Kebetulan 2 orang teman saya yang berhasil program memakai cathering ini saya akhirnya juga ikutan latah untuk cathering juga, hehe..

Hari kedua saya di Surabaya (menstruasi H3) saya paginya sebelum sarapan langsung jam 7 pagi datang ke klinik untuk periksa darah lengkap, menunggu hasilnya saya sarapan dulu hingga siang dan setelah ada hasilny saya konsul kembali ke dokternya. Disana jelaskan mengenaik prosedur bayi tabung, dan mulai dari sore saya sudah bisa di suntik gonal F sebanyak 1,5 ampul (115,5mg) setiap hari selama 8 hari berturut2. Apabila hasilnya sesuai prediksi dokter maka hari ke 9 akan di suntik percah telur (injeksi ovidrel). Selain itu saya juga di berikan resep oleh dokternya asam folat yang diminum sekali sehari.

Hari ketiga kempat kelima merupakan jadwal saya suntik yang ke2,3,4. Tidak ada perubahan saat ini, mungkin saya sedikit enek aja sama cathering Karena saya bosan porsi makannya besar, setiap hari di kasih 6 butir telur, serta minum susu anmum maternal di campur peptisol (atas saran bu diny). Sebenernya tidak ada yang khas dari cathering, intinya makanan yang mengandung tinggi protein. Setiap hari di kasih ikan salmon, sayur yang mengandung kacang2n, danging, ikan, kacang ijo tanpa santan, jus alpukat, jus tiga diva (wortel tomat apel). Apabila saya lagi bosan terkadang terlurnya saya makan bagian putihnya saja memakai kecap atau saos.

Hari keenam saya di surabaya saya dilakukan USG dan cek hormon dan dikatakan untuk suntikan di tambah 1 macam suntikan lagi yang fungsinya agar sel telur yang ada tidak pecah duluan sebelum waktunya. Jadi mulai hari ini untuk suntikan ke5,6,7,8 ini saya di suntik cetrotide dan gonal F 115,5. Saya memilih menyuntik sendiri di rumah saudara dari pada setiap hari bolak balik ke farina.

Hari ketujuh dan kedelapan saya habiskan dengan shoping, jalan2, nyalon (refreshing) agar bs lbh rileks. 2 hari yang bener2 enjoy karna saya tidak perlu ke klinik.

Hari ke Sembilan di Surabaya, pagi saya kembali ke farina untuk jadwal cek hormone dan USG. Dari hasil USG dikatakan sel telur saya lumayan banyak. Dan di sarankan dokter kandungannya (waktu itu kena jadwal dr.Ashon) untuk meminum sari kutuk untuk membantu mengurangi resiko OHSS. Dari hasil homon di daparkan estradiol 3000 lebih. Dokter andrology (dr.hamdani) mengatakan saya bisa di ambil sel telurnya / OPU (ovum pick up). Akan tetapi untuk proses tanam embrio (ET/ embrio transfer) tunggu liat keadaan saya dulu. Dan untuk suntikan ke8 kali ini dosis gonal F diturunkan menjadi 1 ampul (75 mg).

Hari ke sepuluh saya mendapat suntikan terakhir yakni suntik pecah telur. Dan di rencanakan untuk OPU (di sambal sel telur) hari ke duabelas saya di Surabaya.

Hari kesebelas saya di Surabaya diisi dengan bersantai agar lebih rilek menghadapi hari esok (maaf rada lebay) hahaha..

Hari kedua belas saya di surabya di mana saya di lakukan OPU, malamnya saya diminta puasa terlebih dahulu. Untuk proses OPU sndiri di ferina tidak memakai bius seperti di Jakarta Malaysia maupun kota2 besar lainnya. Untuk skala sakitnya beda2 setiap orang, akan tetapi menurut saya sakitnya msih bisa di tahan ko. Dari OPU di dapatkan sel telur 17. Sama dokter di berikan pilihan untuk sel telur di simpan dan di tanam nanti atau mau di tanam sekarang tetapi dengan resiko OHSS. Saya memilih di tanam sekarang walau dengan resiko OHSS. Dokterpun akhirnya bilang “liat nanti yaa bu lusa kita USG dulu, apabila hasilnya bagus hari kelima dari hari ini kita tanam”. Setelah proses OPU saya pulang dan istrirahat di rumah saudara.

Hari ketiga belas di Surabaya saya berdoa semoga telur telur yang sudah d ambil pada sehat dan bisa membelah menjadi embrio, saya sadar karna kemampuan dokter cuman untuk mengambil sel telur dan sperma, untuk proses keberhasilan penyatuan antara sel telur dan sperma itu merupakan Kuasa-Nya.

Hari keempat belas di Surabaya saya ke farina untuk melakukan USG, melihat apakah saya mengalami OHSS atau tidak. Alhamdulillah ats KehendakNya saya tidak mengalami OHSS dan bisa melakukan ET (embrio transfer) pada hari ke lima nanti.

Hari kelima belas dan keenam belas di Surabaya saya bawa refreshing, berdoa, serta ziarah ke sunan ampel, berdoa dan lebih memasrahkan diri KepadaNya. Saya juga sudah pindah ke penginapan/hotel yang berada dekat klinik farina selama 2 minggu kedepan agar setelah proses penanaman embrio nanti saya tidak banyak gerak.

Hari ketujuh belas saya di Surabaya merupakan proses ET (embrio transfer) di lakukan, sebelum proses ET saya makan terlebih dahulu dengan porsi sedikit untuk mengganjal perut. Setelah saya selesai sarapan saya di minta untuk minum aqua satu botol tanggung (600ml) dan menahan untuk tidak pipis. Sambil menunggu rasa ingin pipis saya beserta suami di panggil ke ruangan dan di jelaskan suster dari 17 sel telur kemaren terdapat 8 sel telur yang membelah. 2 di tanam dan 6 bisa di simpan. Untuk ET sendiri sangat sebentar prosesnya paling hanya sekitar 5-10 menit dan tidak sakit. Setelah di lakukan penanaman kita dipakaikan pampers oleh suster dan posisi kaki di naikan. Setelah ET kita bisa istrahat di klinik ferina sampai malam, stelah malam kita bisa balik ke penginapan/hotel. Setelah proses ET ini saya bener2 berpasrah KepadaNya karna tugas dokter cukup sampai disini, penentu keberhasilan yg Maha Kuasa. Dokter sendiri tidak tau mengapa pada ibu A embrio bisa menempel dan pada ibu B tidak. Kita sebagai hamba cuman bisa melakukan sebaik dan semampu yang kita bisa.

Hari kedelapanbelas saya istrahat bedrest di hotel dan masih menggunakan pampers. Sebenarnya dokter bilang tidak masalah untuk jalan keWC atau aktivitas seperti biasa asal tidak kecapean, akan tetapi saya pribadi orangnya parnoan, dari pada saya parnoan dan saya stress sndiri makany saya memutuskan untuk bedrest total kecuali BAB ke WC.

Hari kesembilan belas di Surabaya saya jadwal suntik penguat. Pagi sebelum ke klinik ferina untuk pertama kali saya mandi setelah ET dan membersihkan badan, rasanya benar2 fresh. Di ferina saya menggunakan kursi roda mungkin rada lebay karna yang lainnya pada gak pakai kursi roda segala, akan tetapi tidak ada salahnya kita ingin berusaha semampu kita, untuk hasil kita serahkan kepada yang di Atas. Pulang dari ferina saya kembali pakai pakai pampers seperti hari sebelumnya.

Hari keduapuluh di Surabaya saya masih memakai pampers dan bedrest.

Hari keduapuluh satu di Surabaya saya memutuskan untuk berhenti memakai pampers Karena secara teori embrio sudah menempel di rahim pada hari ke 6-7 setelah proses penyatuan sel telur dan sperma. Hari ini saya ke WC seperti biasa, makan duduk seperti biasa, akan tetapi selebihnya saya lebih memilih berbaring di Kasur.

Hari keduapuluh dua saya juga masih seperti hari kemaren istrahat seharian di hotel.

Hari keduapuluh tiga di Surabaya jadwal suntik penguat ke ferina, saya kembali mandi dulu paginya sebelum ke ferina,, dan saya masih menggunakan kursi roda, akan tetapi sekarang saya sudah berani jalan2 di hotel menggunakan kursi roda dari pada saya bosan di kamar.

Hari keduapuluh empat sampai duapuluh enam saya masih berada di hotel, setiap pagi suami mengajak saya menggunakan kursi roda kelantai 2 balkon hotel untuk sarapan sembari menikmati udara luar, sangat beruntung saya memiliki suami yang sangat baik dan perhatian. Saya sempat pesimis gagal Karena saya tidak ada mual, dan tidak ada tanda2 seperti orang hamil, yang muncul malah gejala seperti mau menstruasi (payudara terasa lebih kencang). Akan tetapi suami saya menyuport saya agar berpikir optimis. Disini menurut saya dukungan suami sangat membantu menguatkan saya.

Hari keduapuluh tujuh di Surabaya merupakan hari yang menegangkan dimana saya paginya di periksa darah kemudian pulang, sore harinya kembali ke klinik untuk membacakan hasilnya. Menunggu sore hari merupakan hari yang sangat panjang bagi saya, menunggu antren dokter terasa begitu lama. Alhamdulillah setelah masuk ruang dokter di jelaskan dari hasil darah di dapatkan kadar HCG 222 yang artinya saya positif hamil. Saya langsung minta surat pengantar untuk pulang ke Kalimantan tapi dokter menyarankan menunggu 3 minggu untuk USG pertama. Dokter menyarankan saya pulang dulu untuk hari ini berdiskusi dengan keluarga, apabila memang ingin pulang ke Kalimantan boleh datang lagi besok untuk meminta surat pengantar.

Sekian cerita mengenai IVF saya selama di ferina Surabaya (klinik dr.aucky sp.And). Jangan pernah menyerah, semoga teman2 yang belum memiliki momongan segera dikasih momongan. Mohon doanya sekarang sedang hamil 17 minggu semoga dede yang dikandung selalu di beri kesehatan, sehat jasmani rohani dan lengkap sempurna sampai dede dewasa kelak. Amiin..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...

Terato dan PCO – Tsa

Dear all,
saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman dan kebahagian yang kami rasakan. Saya menikah dengan suami hampir 2,5th sampai akhirnya kami dianugrahi putri cantik. Saat awal 6 bulan menikah kami mencoba visit ke obgyn untuk cek apakah kondisi saya dan suami normal, kenapa sudah 6 bulan belum hamil juga? dan hasilnya saya dinyatakan PCO. Merasa belum yakin saya coba datangi 2 obgyn lainnya dan mereka mengatakan hal yang sama saya PCO.

Akhirnya di usia 1 tahun pernikahan saya ditreatment untuk minum obat pembesar sel telur di hari kedua haid dan dipantau pertumbuhan sel telurnya. Puji Tuhan banyak sel telur yang besar dan obgyn kami optimis akan berhasil hamil. namun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan, saya tidak berhasil hamil dan obgyn tersebut menyarankan agar suami saya di cek sperma.
Kami ikuti sarannya dan kami cek di Dr. Aucky Surabaya dan dinyatakan suami Terato. dokter Aucky cuma bilang chance untuk hamil normal dengan kondisi terato kecil dan beliau bilang silakan datang lagi apabila mau ikut program bayi tabung. Kami tidak langsung menyerah dan kami coba cek lagi di RS. Bunda dengan Dr. Indra Anwar dan hasilnya tetap sama saya PCO dan suami Terato. Dokter Indra katakan silakan mencoba dari inseminasi sebelum bayi tabung. masih belum yakin akhirnya kami coba ke RS. Permata Jogja untuk cek dengan kondisi kami apakah bisa hamil dan dokter bilang bisa dengan bayi tabung. Semua dokter yang kami datangi menyarankan untuk rajin olahraga dan hidup sehat.

Di dalam masa-masa penantian ini membuat kami lebih dekat lagi kepada Tuhan. Kami terus berdoa agar diberi kekuatan, hikmat dan agar kami menikmati masa penantian kami ini sambil kami menerapkan hidup sehat.
Tidak banyak jajan diluar, minum juice 3 diva setiap pagi dan rajin olahraga.
Akhirnya kami merencanakan untuk inseminasi namun sebelum kami inseminasi saya dapati saya hamil. Itu diusia pernikahan kami 2 tahun. kami bahagia sekali Tuhan menjawab doa-doa dan usaha kami. namun di usia kehamilan 12 minggu dikatakan janin kami tidak berkembang. Rasanya hancur sekali…bayi yang kami nantikan harus digugurkan. Saya mulai mempertanyakan “kenapa Tuhan?”
Rasanya ingin marah tapi tidak tahu siapa yang harus saya salahkan. Apakah karena saya PCO atau suami Terato? Lagi-lagi kejadian ini membuat kami lebih dekat kepada Tuhan. Kami mulai pasrah dan berserah kepada Tuhan. Suami menguatkan saya dan selalu berpikiran positif. Dia berkata “Ini berarti kita tidak perlu inseminasi atau bayi tabung” kita bisa mendapatkannya alami walaupun tidak berkembang di usia kehamilan 12 minggu.

Setelah kehilangan itu kami melanjutkan hidup, makin dekat dengan Tuhan dan tetap hidup sehat. Tidak disangka 3 bulan kemudian saya hamil alami lagi dan Puji Tuhan bayi kami sudah lahir kedunia dengan sehat dan sempurna. Putri kami sudah 4 bulan sekarang, Puji Tuhan!

Masa 2,5 tahun penantian ini makin melekatkan hubungan kami dan kami nikmati dengan traveling ke berbagai kota untuk bertemu dokter-dokter. kami juga jadi menerapkan hidup sehat sampai sekarang. jadi kami percaya semua ada maksud Tuhan.

Akhirnya yang ingin saya sampaikan adalah jangan menyerah namun serahkan segala perkaramu kepada Tuhan.

Gbu all

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Saat itu saya benar2 menikmati masa kehamilan – Emily

Haii…. temans semua 🙂
Saya newbie nich, slm ini cm pasif reader aja. Saya mau bagi pengalaman sm bunda semua. Saya br aja gagal pada program positif bayi tabung saya yang ke 2 melalui thawing cycle (1 embrio good, 1 moderate). Hasil TP positif, tp Bhcg rendah <50. Dktr tetap kasih obat penguat ( injeksi pregnyl, progynova, cygest, ultragestan, ascardia, folavit). Tapi sayangggg…. 🙂 Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, hasil akhirnya Tuhan lah yg punya kuasa, yg tau mana yg terbaik untuk umatnya. Setelah 1 minggu dinyatakan positif hari ini, saat menulis ini, saya mens. Sedih pasti iya. Tapi saya sudah siap dengan kesedihan ini krn saat dinyatakan positif saya tidak merasakan gejala hamil, dan setelah tahu hasil Bhcg rendah saya sudah gelisah dan takut jangan2 ini cuma kehamilan kimia/ chemical pregnant. Bayi tabung saya yg pertama berhasil, tapi sayang anak saya meninggal dlm kandungan saat memasuki usia kehamilan 6 bln. My baby boy. Dari awal hamil saya sering flek, dan sesekali kontraksi. Selama hamil saya dirawat 3x karna itu. Saya flek dan kontraksi dari setelah ET sampai hamil 4 bln. Dr hamil 4 bln itu saya sudah tidak pernah flek atau pun kontraksi lagi. Senangnya hati saya saat itu. Saya sudah PD kl bayi yg saya kandung InshaaAllah akan terlahir dengan sehat dan normal. Saat itu saya benar2 menikmati masa kehamilan saya. Kehamilan pertama saya, anak pertama saya, anak yang selama ini saya impikan, anak yang selalu saya rindukan di setiap mimpi indah saya, anak yang selalu saya sebut di setiap doa2 saya, anak pertama saya. Tapi lagi2 Tuhan berkata lain. Saat USG terakhir, dokter bilang kalau denyut jantung anak saya sudah tidak ada lagi. Dunia rasanya kiamat saya itu. Saya benar2 tidak terima, tapi pd akhirnya saya sadar. Munkin itu yang terbaik buat saya, suami, dan kelg besar kami. Apakah saya menyerah? Yang jelas untuk saat ini saya dan suami sudah sepakat kalo kami akan STOP SEMENTARA dari obat2an medis, ataupun herbal. Saat ini saya ingin memulihkan kondisi badan saya dulu. Mau olahraga teratur untuk ngurangin berat badan saya yang sudah naik 7 kg dr awal program2 dl. Olahraga jg bermanfaat untuk mendetoksifikasi semua efek2 obat dari dlm tubuh. Maklum…, selama program tubuh kita diBOM sama obat2an hormonal. Karna saya seorang muslim, dlm wktu dekat saya dan suami berencana melaksanakan ibadah umrah. Mau meminta dan memohon lagi sama Allah, memohon untuk dikasih yang terbaik. Apapun agama kita, berdoalah terhadap agama dan kepercayaan kita masing2. Yakin lah dengan kekuatan doa. Bagi teman yang sudah berhasil, saya ucapkan selamat y dan mohon doakan smg menular kpd saya dan teman2 lainya yg bulum memiliki anak. Buat teman2 yg masih berusaha SEMANGAATTTT YA 🙂 tp INGAT beri kesempatan tubuh untuk beristirahat dr obat2an dan tindakan medis. Berilah waktu selang beberapa bulan. Selamat berjuang y teman2 🙂

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Program Bayi Tabung Untuk Perbedaan Usia Pasangan – Vivi

Salam teman2, saya ingin berbagi pengalaman bayi tabung di BIC. Usia saya saat ini 32th dan suami lebih older 15thn, setelah menanti 3 thn akhirnya kami memutuskan untuk program bayi tabung. Dari hasil test suami ada Asthenozoospermia, sedangkan saya PCO (sel telur kecil) dan kondisi rahim bagus. Dr. Indra Anwar yang membantu kami. Berikut proses yang saya lalui :

  • 7 Nov Hari haid ke-2 screening test dan malamnya suntik pergoveris dosis 150 selama 4 hari.
  • 11 Nov Kontrol dokter, sudah ada 17 sel telur dengan ukuran kecil dan masih harus dilanjutkan dengan pergoveris 4 hari ke depan. Pada hari ke-5 mulai ditambah suntikan centrotide.
  • 15 Nov Kontrol dokter, ada 21 sel telur ukuran cukup besar dan siap panen. Malam hari di suntik pemecah telur superfact 0,3ml
  • 16 Nov Bebas suntikan….bisa jalan2 dan makan enak
  • 17 Nov Proses OPU, 1 jam sebelumnya disuntik dan perut langsung bereaksi seperti mules. 19 sel telur berhasil dipetik. Malam hari setelah OPU mulai pakai Crinone dan seterusnya.
  • 18 Nov Embriologist mengabarkan ada 10 sel telur yang dibuahi dan 7 embrio yang berkembang. Kami pun senang dan berharap semuanya baik.
  • 19 Nov Sesak nafas, pusing dan muntah2, perkiraan saya karena ini dikasih obat Zaldiar yang tidak cocok. Jadi kami memutuskan untuk ke RSIA Bunda dan dirawat untuk di infus + oksigen.
  • 20 Nov Pagi hari keadaan sudah lebih membaik dan info embriologist ada 2 embrio good dan 3 embrio lainnya moderate. Dokter sudah menjadwalkan kami pada hari ini untuk ET. Saran dari embriologist kalau kondisi saya memungkinkan sebaiknya transfer embrio dilakukan hari ini. Kalau menunggu hari minggu untuk blatosis belum tentu kondisi embrio bisa berubah2 bahkan menjadi poor. Tindakan ET dilakukan selama 15menit. Saya bisa melihat titik putih tersebut dilayar USG dan meneteskan air mata karena terharu. 2 embrio dimasukkan ke dalam rahimku. Setelah ET istirahat 1 jam di tempat tidur dan tidak boleh pipis.

2 weeks wait terasa lamaaaa dan setiap hari nya memakan putih telur 2-3 butir, juice alpukat, buah2an dan makan teratur kemudian minum obat. Saya diberi duphaston 2×1, salep oestrogel 2×1, asam folat 2×1. Pada hari ke-5 setelah ET mulai dirasakan nafsu makan bertambah, ingin makan daging sapi, minum susu, pokoknya bentar2 berasa laper dan lelah. Kadang juga sesak nafas, jantung berdetak keras. Perut terasa seperti mau haid dan pinggang pegal. Kalau tidur malam hari rasanya posisi balik kanan/kiri sangat tidak nyaman. Saya sangat senang karena baca pengalaman yang berhasil bayi tabung mengalami kondisi demikian.
Saya juga sempat makan mangga harum manis, pakai beberapa lotion kaki karena kulit kaki bersisik, coklat sesekali. Dan apakah itu tidak dibolehkan?

  • 2 Dec Selama penantian, saya tidak ada flek dan kalau malam tidak pipis. Berhub besok pembagian rapot, jadi saya test dipagi hari. Hasilnya negatif dengan garis yang sangat jelas, saya begitu kecewa dan menangis terus. Suami pun memandangi saya dengan mata berkaca tetapi berusaha menenangkan saya bahwa besok dipastikan dengan periksa darah. Saya pun browsing bahwa ada teman2 pengalaman beda sehari langsung bisa berubah positif. Saya berharap dan tetap berpasrah pada Tuhan.
  • 3 Dec Test darah bHCG & urine, setelah 5 jam dapat kabar bahwa hasil bHCG <1 dan rujukan kalau positif 5. Saya kembali menangis tiada henti sambil bertanya dalam diri. Apa yang salah dengan program bayi tabung? Apakah masalah sperma? Mengapa embrio yang ditanam tidak menempel salah satunya? Boleh dibilang problem kami tidak begitu sebesar teman2 lain yang ada masalah besar dengan reproduksi. Begitu banyaknya pertanyaan dan kami akan menemui dokter untuk mendapatkan penjelasan.

Dukungan suami begitu besar bahkan memanjakan saya selama embrio sudah ditransfer dan kami sudah berdoa setiap malamnya, membisikkan/mengobrol dengan embrio kami supaya sama2 kuat. Saya yang sudah membayangkan menggendong bayi, mencium wangi bayi dan akan berjuang selama kehamilan akan saya lakukan tanpa mengeluh. Namun keberuntungan belum berpihak pada kami.

Kami akan terus berusaha dan 3 bulan ini istirahat dulu untuk memulai program bayi tabung, mempersiapkan fisik, mental, dll.

Pengalaman di BIC dari dokter dan susternya semua baik dan berpengalaman, kami dapat berinteraksi dan menanyakan ke suster koordinator selama proses ini. Teman-teman boleh ada yang share pengalaman dgn Dr. Ivan Sini di BIC? Ketenaran Dr. Ivan meskipun usianya terbilang muda tidak diragukan dan banyak yang berhasil meskipun biaya konsultasi dgn Dr.Ivan terbilang mahal dari dokter lainnya yang ada di BIC. Apakah setiap kontrol dan pada saat ET dilakukan oleh Dr. Ivan? Saya dengar kadang karena begitu padatnya jadwal beliau suka dialihkan dengan asisten Dr. Agustin? Mohon infonya teman2.
Terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...