Category Archives: Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik, kehamilan diluar kandungan

Apa lebih baik nabung dulu sampe cukup langsung bayi tabung – Kiki

Dear all…. salam kenal semuanya.. butuh saran niy, aq hamil setelah 4 bln menikah yg ternyata KET stlh usia kandungan 5 mgg.. diangkat sebelah kiri thn 2009 rasanya sedih n sempet stress ringan sich…. dorongan suami bt aq lebih semangat n langsung program ke dr spog di Palembang… sdh 2 thn program n berganti2 dr spog belum berhasil jg pdhal sdh HSG, hydr0 n smua test lainnya kujalani alhamdulillah sebelah kanan tuba qu oke@ aj.

Sempet konsul ke dr Irvan Sini Spog di Rs Bunda Klinik Morula disaranin bayi tabung, katanya sih ga ada alat atau tes yg bisa memastikan kl tuba sebelah lagi berfungsi sebagaimana mestinya , apalagi dengan kasus sebelah kiri dulu ada masalah. Setelah konsul disepakati kl qt mencoba normal dulu 6 bln kemudian kl g berhasil inseminasi dan kl blm berhasil jg bayi tabung.

Sudah lebih 6 bln normalnya g berhasil padahal sempet dibantu dr spog di Palembang. sekarang bingung pengen ke tahap selanjutnya inseminasi tp masih rada ragu harus dilakuin di Palembang or Jakarta.. selain itu jg ragu kadar keberhasilan inseminasi soalnya biaya inseminasi jg lumayan ditambah akomodasi di jakarta.. dipikir2 apa lebih baik nabung dulu sampe cukup langsung bayi tabung.. butuh saran temen2 niy apa yg sebaikny aq jalanin.. Thanks n semangat bt semuanya..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.80 out of 5)
Loading...

Pengalaman program bayi tabung ku – Christina

Hai semuanya, namaku Christina. Aku mau share pengalaman bayi tabung yang baru aja aku jalanin. Aku nikah sudah 3,5 tahun, awal pernikahan sempat hamil tapi KET, gak dioperasi hanya suntik MTX. Karena KET itu tuba kananku tersumbat (sikatrik) jadi gak bisa diapa2in.

Aku baru mulai program untuk punya anak 2 tahun belakangan ini. Pertama terapi konservatif, tapi belon berhasil. Masalahnya saluran tuba kananku tersumbat, jadi cuma bisa ngandalin ovarium kiri aja. Sementara telor kiri ku kayaknya agak males berkembang. Jadi setiap dikasih profertil, yang bertelur rata2 yang kanan. Mau insem pun akhirnya gak bisa. Akhirnya dokterku yg dulu ngarahin untuk coba bayi tabung.

Setelah coba untuk ngumpulin uang dulu (secara biayanya puluhan juta..hiks ='( ) aku dan suami pergi ke dr Taufik Jamaan di BIC. Alesan ke dr Taufik, karena dari beberapa temen suamiku, berhasil bayi tabung dan insem sama beliau. Masalahku selain tuba kanan tersumbat, menku agak gak teratur. Waktu berobat ke BIC aku lagi telat mens 3 bulan.

Setelah diperiksa, aku dicurigai PCO. Di kasih metformin (utk sebulan) sama cycloproginova (untuk ngelancarin mensnya). Setelah mens mulai teratur barulah dr Taufik jadwalin untuk program bayi tabung. Dimulailah hari suntik menyuntik gonal 225iu. Karena telorku bayak bgt (3 hari post suntik ada 16 telor) dosis gonal diturunin 150, terus turun lagi 75. Turns out telorku terus nambah banyak. 2 hari sebelum OPU, Telor ku ada 25 ukuran 18-19mm, tp estradiol ku gak sesuai cuma 826 ( 1 telor diharapkan 100-200 kadar estradiolnya). OPU tetep dilakukan sesuai jadwal.

Sesudah OPU aku harus diinfus albumin karena takut hiperstimulasi. Beberapa jam sesudah OPU mulailah aku sesek napas, dan maag ku kambuh. Jadilah aku harus dirawat karena hampir pingsan gara2 maag ku itu dan dr Taufik minta observasi utk hiperstimulasi. Sampai jadwal ET aku dirawat di Bunda. Telor ku cuma dapet 8, dan yg bisa dibuahi 3. ET berjalan baik, tapi sesudah ET aku susah untuk buang air kecil. Kata perawat gak boleh ngeden, tp karena sakit bgt, aku ngeden akhirnya dipasang kateter. Sesudah ET pun aku dirawat 1 hari.

Menjelang pengumuman, aku istirahat di rumah. Gak bedrest total, tapi aku gak pergi kemana2, cuma di sekitar kamar dan kamar mandi aja. Makan juga biasa, cuma disuruh minum peptisol aja 2x sehari. Yang aku rasain perut begah dan kram seperti mau mens. Saat hari pengumuman aku udah pasrah, karena gak ngerasa apa2 jadi mikirnya udah gagal aja.

Puji Tuhan, tes Urine ku (+) dgn bHCG 516,60. Perjalanan masih panjang, masih banyak ketakutan2. Sampe sekarang aja masih gak percaya kalo (+). Tapi Tuhan itu memang luar biasa baik, Dia buat semuanya indah pada waktunya. Semoga temen2 yang lagi program juga jgn menyerah ya. Berserah penuh aja pada Tuhan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...

Pernah KET ingin coba bayi tabung – Susan

Hai, aku mau ikutan sharing ya…
Namaku susan, umur menjelang 30 dan usia pernikahan hampir 3 th. 8 bulan pernikahan aku mengalami flek2, tapi ga sebanyak haid, akhirnya aku cek ke dr. Dr bilang hormonku ga stabil, jadi dikasih obat terapi hormon. Sebulan makan obat penghenti haid, malah ada kista di ovarium. Sesudah itu program hamil menggunakan profertil pada haid hari ke-3 selama 5 hari. Kira2 terapi 6 bulan dinyatakan gagal, harus ulang.

Aku berhenti karena lelah, 4 bulan kemudian aku sakit perut di kanan bawah. Opname di rs dan dinyatakan ada kista, dr menyarankan untuk operasi tapi saya ga mau.
Akhirnya terapi pakai obat supaya kistanya hilang. Bulan berikutnya aku hsg untuk mencek saluran tuba karena kista sudah mengecil, jadi boleh program hamil. 5 hari setelah hsg, saya muntah2 dan sakit perut, langsung masuk ugd dan dr menyatakan aku KET, saat itu juga operasi. Tuba kananku diangkat karena sudah pecah & pendarahan. Tapi ovarium kanan masih dipertahankan.

Selesai operasi, aku masih kontrol selama 3 bulan dan hsg juga, dr bilang aku masih bisa hamil alami.
Setelah 3 bulan itu aku berhenti ke dr, istirahat selama 6 bulan. Aku kembali lagi ke dr, kali ini ke dr spesialis fertilitas, dan dinyatakan aku ga mungkin hamil alami, persentasenya cuma 8%. Dr bilang tuba kiri yang tersisa pun kondisinya ga bagus, fimbrae-nya udah gundul malah. Saran dr, laparoskopi untuk melihat tuba secara pasti, kemudian ikut bayi tabung. Aku pindah ke dr lain yang masih mau coba tanpa bayi tabung. Aku ditiup alias dihydro, dr bilang hasilnya bagus karena obatnya masuk semua tanpa tersisa. 3 bulan aku program hamil masih belum berhasil sampai akhirnya ada kista udah 7 cm di ovarium kiri.

Setelah sebulan makan obat, aku coba cari alternatif lain ke dr di penang. Dr menyarankan aku untuk bayi tabung karena masalah tuba.
Yang saya bingungkan sekarang, kalau mau bayi tabung, lebih baik di mana? Pilihanku di penang dengan dr Ng, atau di surabay dengan dr Aucky? Aku tinggal di bandung, mengingat perjalanan bandung-penang atau bandung-surabaya sama aja.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

Hamil lagi setelah melahirkan dengan program bayi tabung – Kusmawati

Hai, Salam kenal, saya ingin sharing disini dan memberi semangat kepada teman-teman yang belum dikarunia anak.

Sebelum punya anak sendiri, kami menikah sudah 13 tahun dari tahun 1996, dalam kurun waktu tersebut saya sudah pernah hamil 2 kali, yang pertama dinyatakan tidak berkembang dan harus dikuret. Hamil kedua diluar kandungan, karena adanya perlengketan di saluran indung telur saya yang kanan, yang mengharuskan saluran tersebut dipotong karena janin membesar disaluran tersebut, dan saya terus-terusan pendarahan. Setelah itupun saluran satunya lagi yang sebelumnya dinyatakan sehat juga mengalami perlengketan sehingga tidak ada harapan untuk hamil alami.

Sebelum memutuskan untuk melakukan proses bayi tabung, saya sering membaca pengalaman teman-teman di situs ini, sambil mengumpulkan semangat, mental, dan biaya tentunya. Setelah membaca pengalaman teman-teman yang pernah ikut program di Surabaya, saya tertarik untuk kesana, karena biayanya lebih murah dari di Jakarta.

Di Bulan Juli. pertama kali saya ke RS. Siloam Surabaya dan bertemu dengan Dr. Aucky Hitting. Setelah pemeriksaan, saya diberikan obat suprefak untuk disuntikkan sampai haid berikutnya, harganya tidak sampai 2jt. Karena rumah dan pekerjaan saya di Jakarta maka saya langsung pulang berbekal obat tersebut. Setiap hari saya menyuntik sendiri obat tersebut ke perut saya sampai haid berikutnya.

Bulan Agustus pada saat haid pertama saya kembali ke Surabaya untuk diperiksa kembali, hasilnya saya bisa langsung masuk ke program dan diberikan obat Gonal F, 1 X suntik 4 ampul, satu ampulnya waktu itu 500rb, jadi sekali suntik 2jt, kalo tidak salah 9-10 kali suntik. Alhamdullillah pada saat pengambilan telur berhasil diambil 8, setelah ditunggu sekitar 3 hari, embrio yang bagus ada 4 sisanya tidak bagus.4 Embrio tersebut di tanam dirahim saya.

Proses penanamannya tidak terlalu sakit dibandingkan pada saat pengambilan telur (walaupun sudah dibius lokal). Tapi setelah penanaman itu, saya diharuskan berbaring tidak bergerak selama beberapa jam. Perut saya sampai sakit menahan pipis karena saya tidak bisa pipis ditempat tidur, walaupun sudah disuruh suster. Setelah itu saya menginap semalam dirumah sakit, besoknya pulang ketempat menginap. Oh iya biaya dari mulai pengambilan telur sampai penanaman 13,5jt (pake ICSI).

3 hari kemudian saya kembali lagi kerumah sakit untuk diberikan obat penguat, dan sorenya saya langsung pulang ke Jakarta dengan Kereta Api (takut kalo naik pesawat program bisa gagal). Setelah 2 minggu kemudian saya test darah dan dinyatakan positif, walaupun sebelumnya sempat nangis karena sebelum test darah, keluar darah agak banyak, dan saya pikir keluar lagi.

Alhamdulillah kehamilan saya lancar sampai melahirkan anak perempuan berat 3,8 kg panjang 52 cm dengan caesar karena posisinya miring. Total biaya untuk mengikuti program sekitar 40 jt belum termasuk ongkos PP Jakarta-Surabaya.

Pengalaman saya selama mengikuti program ini berusaha sesantai mungkin dan selalu yakin bahwa saya akan berhasil sambil terus Sholat Hajat meminta kepada Allah agar program ini berhasil. Dan untuk teman-teman saya harapkan untuk selalu berfikiran positif dan yakin apapun yg kita dapatkan itu pasti sudah direncanakan oleh Allah. Dan dukungan suami jg sangat penting, walaupun saya sendiri didukung dengan tidak terlalu bersemangat oleh suami saya, malah terkesan memaksa dia datang ke surabaya untuk pengambilan sperma.

Jgn putus asa, ingatlah keputusan untuk mengikuti program bayi tabung ini penting untuk suami istri, tapi untuk para istri semangatlah ini lebih penting untuk anda sendiri bahwa anda akan menjadi seorang ibu. Jadi jangan kecil hati kalo suami anda cuek, tetap semangatlah. Sekarang saya hamil lagi sudah masuk usia 3 bulan (si Kakak sekarang 1 tahun), hamil alami. Sungguh anugerah dari Allah, semoga teman-teman diberi kesabaran yang lebih besar dari saya, dan memetik hasil yang manis juga. Sabar dan semangat ya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 3.65 out of 5)
Loading...

Berapa harga peniupan – Ika Handayani

Hi all… Salam kenal semua, seneng nich!bisa ikut gabung.

Usiaku 27 Th sedangkan usia pernikahanku 4Th. Agustus 2005 aku mengalami keguguran dengan kehamilan etopik. akhirnya dokter memotong saluran tuba aku sebelah kiri.

Belum genap 1th di saluran tuba sebelah kanan tubuh kista ukuran 7cm. Di tahun 2007 kista tersebut setelah USG berukuran 4cm. Akhirnya dokter menyarankan aku untuk program hamil, tapi sebelumnya menyuruh untuk HSG. dan hasil nya terjadi penyempitan/penyumbatan saluran uterus sebelah kanan. Putus sudah harapanku memperoleh momongan karena dokterku mengatakan hanya dengan BT aja aku bisa hamil. Padahal biaya BT sangatlah mahal.

Aku mau mencoba peniupan kira-kira biayanya berapa ya?
Makasih

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.14 out of 5)
Loading...

Minta referensi dokter bagus di Jakarta – Dewi

Ellow ibuers & calon ibuers,

Namaku dewi 33 tahun, suamiku 35 thn, kita da merit 3,5 tahun. 10 bulan setelah pernikahan aku berobat ke dr. Jacoeb di Sam Marie, cek sana sini sampe kebal dengan suntikan buat ambil darah, hehehe… ketahuan aku punya antibodi thd sperma n Rubella. Untuk yang trakhir itu dikasih obat yang harus diminum 3 bulan setiap hari, yang harganya lumayan mahal pas mo bayar2 ke kasir kek3.. Karena suami mo pindah tugas n juga dokternya ga asik buat diajak ngomong (perasaan kayak buru2 pengen kita selesai nanya), tapi demennya langsung suruh ikut tes ini itu termasuk hidrotubasi n 1 lagi lupa namanya tanpa kasih penjelasan lebih lanjut, akhirnya aku berhenti konsultasi maret 2007.

Ga lama kemudian aku nyusul suamiku, n november 2007, aku telat mens seminggu, setelah check dengan 3 tespak yg beda merk, aku positif hamil. Sayangnya lon sempet ke dokter, karna mo ke dokter yang bagus kudu waitlist 2 minggu. Tapi, beberapa hari kemudian aku ngerasain sakit perut bagian bawah tuh kayak kram, yang sangking sakitnya, aku ga bisa jalan, mpe harus merangkat ke tempat tidur. Pas suamiku pulang kantor, aku dibawa ke dokter kandungan laen, diUSG trus dikasih obat2.

Ternyata 2 hari kemudian, aku flek coklat2 persis seperti mau mens, aku jadi ragu apa benar hamil ato enggak yaa?? Dan lama2 bener warnanya jadi merah. Sambil konsultasi via telp dengan dokter yang laen itu, aku bedrest. Akhirnya setelah 2 hari aku ke pergi ke laboratorium cek darah, bener hasilnya aku positif hamil n nekad datengin klinik dokter yang terkenal itu, dengan mengiba ama sekretarisnya bilang, aku bleeding n this is my 1st pregnancy! Alhamdulillah dikasih masuk.

Setelah diperiksa dokter dengan USGnya baru ketahuan, ternyata aku hamil diluar kandungan.. Aduh rasanya gimana gitu… Hancur berkeping2. Anugrah ini yang kutunggu2 dari awal perkawinan. Sampai dengan polosnya aku tanya, dok bisa ga janinnya dipindahin ke dalam rahim??? Hari itu juga, aku masuk RS untuk persiapan laparoskopi besoknya.

Dan sampai saat ini aku masih lon hamil lagi, kmaren da sempet berobat ke RSPI dengan dokter budianto barnas, cek USG dalem ma luar, trus HSG, bagus smua.

Lagi niat pengen Bayi Tabung, denger2 banyak yg sukses dengan dr. Aucky – Siloam, tapi sebelum taraf itu pengen coba insem dulu. Ada yang bisa kasih referensi dokter yang bagus dimana di jakarta?

Makasih yaaa…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.17 out of 5)
Loading...