Category Archives: Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik, kehamilan diluar kandungan

My IVF Story At LGLH Penang with Dr. Devindran – Jenny

Saya menikah pada akhir tahun 2013, 1,5 tahun pertama saya dan suami menunda mempunyai momongan. Jadi saya mulai cek kesuburan dan tes hormon kehamilan, HSG pada pertengahan tahun 2015. Dari hasil tes hormon dan HSG semuanya ok, cuman pas awal cek sel telur saya banyak yang kecil2 sehingga menstruasi berikutnya di kasih obat untuk memaksimalkan sel telur (maksimal boleh 3 kali menstruasi) kemudian setiap hari ke 12 ke dokter utk melihat ukuran sel telurnya. Sampai bulan akhir 2015, saya belum hamil dan harus rehat untuk obat tersebut. Pada saat rehat, ada teman yang menginformasikan pengobatan sin she.

Awal tahun 2016. saya dan suami juga mencoba minum ramuan sinshe kira2 2 bulan (dengan banyak pantangan yang tidak boleh di makan). Selama 2 bulan kira-kira 2 siklus menstruasi saya juga belum hamil maka saya putuskan untuk berhenti pada akhir Maret 2016, ternyata pada siklus ke 3 yng tidak minum obat sin she saya hamil untuk pertama kalinya perasaannya sangat senang sekali. 1 minggu telat menstruasi konsultasi ke dokter tetapi yang terlihat hanya ketebalan rahim, jadi di suruh balik 2 ato 3 minggu berikutnya. Pada saat konsultasi kedua, saat Dr. Handi Suryana bilang rahimnya kosong coba di transvaginal supaya lebih jelas. Hasilnya, janinnya ada di saluran tuba falopi yang kiri jadi harus digugurkan walaupun Dr. Handi S. membuat surat referensi ke Dr. Azen Salim utk USG 4 dimensi supaya lebih jelas dan hasilnya sama harus segera di gugurkan karena saya belum merasakan sakit dan baru sedikit pendarahan dan takutnya pecah saluran tuba falopinya sehingga membahayakan nyawa saya. Sore itu juga, saya ke Dr. Handi S. untuk digugurkan pakai obat terlebih dahulu, tetapi dia juga berpesan selama 1 minggu setelah suntik, jika tiba2 merasakan sakit perut yang hebat langsung ke UGD RS terdekat. Jika tidak ada apa2, minggu depan tes BHCGnya untuk melihat penurunannya.
Tetapi, 2 hari kemudian, saluran tuba falopinya pecah dan harus dioperasi. Pemulihan operasi 3 bulan, kemudian tes HSG lagi untuk melihat saluran tuba falopi yang kanan. Hasil HSG saluran tuba falopi yang kanan tersumbat juga. Dr. Handi menyarankan tiup rahim 3 kali siklus, hasilnya sih bagus semua tekanannya masuk dan tidak ada yang keluar kemudian saya dan suami minta HSG lagi hasilnya sama yg saluran tuba falopi yang kanan masih tersumbat sehingga jalan satu-satunya adalah IVF (bayi tabung).

Pada April 13, 2017, saya dan suami memutuskan untuk IVF di Penang dengan Dr. Devindran. Menurut informasi yang saya baca diinternet, sebaiknya konsultasi ke Dr. Devindran beberapa hari sebelum menstruasi jadi jika hasilnya semua ok bisa langsung mulai progam IVF-nya. Dengan membawa hasil HSG, kemudian saya melakukan tes darah dan suami analisis sperma sorenya sudah ada hasil dan dapat dilakukan suntikan Menopur 300iu. Jadi menstruasi saya datang ke cepat dari jadwalnya sehingga sebelum ke Dr. Devindran paginya saya mulai menstruasi sehingga pas sore hasilny keluar dan siklus saya terhitung pendek 26 hari, maka menstruasi hari pertama langsung mulai suntik Menopur dan makan putih telur 5-6 butir per hari. April 18, 2017 di suruh balik untuk memeriksa ukuran sel telurnya. Kemudian 2 hari lagi balik untuk diperiksa lagi, hasilnya sudah cukup besar dan di tambah 1 suntikan menahan supaya sel telurnya tidak pecah.

April 22, 2017, pengambilan OPU total yang diambil 6 sel telur dan pemakaian obat Utrogestan 100ml 3 kali sehari 2 butir. April 24, 2017, dari ke 6 sel telur yang dibuahi yang berhasil 4 embrio kemudian di transfer 2 embrio dan sisanya di simpan. ET nya tidak berasa sakit cuman nahan pipisnya yang berasa hehe.. Bed restnya cuman 2 hari sisanya dapat beraktifitas seperti biasa, tetapi saya bed rest sampai hari ke 4. Selanjutnya saya beraktifitas seperti biasa cuman tidak melakukan hal-hal yang capek cuman jalan-jalan dan nongkrong di mall. Dari hari pertama ET saya tidak merasakan apa – apa (maksudnya sakit perut bawah or kram, sedikit flek, dll). Justru saya ada sedikit fleknya di pagi hari sehari sebelum tes BHCG, sempat pesimis akan gagal IVF-nya.

Mei 6, 2017 hari yang ditunggu untuk tes BHCGnya. Setelah ambil darah nunggu hasil 2 jam dan bertemu Dr. Devindran, hasilnya saya positif hamil dengan hasil tes BHCGnya 51.1 mIU/mL. kemudian di suntik penguat janin karena hari itu juga saya balik ke Jakarta. Mei 18, 2017 saya balik konsultasi dengan Dr. Devindran tetapi paginya sebelum ke RS saya sempat ada flek-flek, sempat panik juga sesampai di RS setelah ambil no antrian langsung info suster Dr, Devindran. Menunggu giliran antrian dengan kecemsan yang sangat tinggi, setelah dokter USG, dia bilang terlihat 1 kantong janinnya dalam janin, fleknya kemungkinan kandungannya lemah karena kemarin naik pesawat jadi di suruh bed rest dan di suntik penguat janin dan 2 hari balik untuk konsultasi.
Mei 20, 2017 saya kembali ke Dr. Devindran, menurut dia ntar akan ada lagi flek-flek sedikit jadi jangan panik. Seminggu ke depan wajib bed rest dan pemakaian obatnya dan vitamin D dan kalsiumnya dilanjutkan sampai akhir trisemester pertama serta pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan di Jakarta dengan Dr. Handi Suryana. Saat ini usia kehamilan saya memasuki minggu ke 30, selama trisemester pertama saya hanya merasakan sedikit perasaan eneg-eneg tidak sampai muntah. Saya sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya juga. Semoga membantu dan tetap semangat ^^

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

AMH Low berhasil IVF – mrs.ISS

Hi all,
Saya 31th, ini riwayat saya :
1 x BO bulan Oktober 2014
Ectopic kiri April 2015
Ectopic kanan Juli 2015
2 x IVF di Loh Guan Lye Penang, Nov 2015 & Feb 2016
2 x IVF di Bunda Jakarta, Agustus & Des 2016

Sedikit cerita ya mom, saya & suami tidak memiliki masalah kesuburan. Saya hamil normal 3x tapi terjadi di luar kandungan, ectopic kanan & kiri tuba saya pun harus di potong dua2 nya. Sedih, kecewa campur semuanya >.<.. saat itu saya perlu menguatkan diri untuk memulai program IVF. Dan saya langsung milih ke Penang, Malaysia. Kenapa di Penang? Karena saya butuh dokter dan team nya yg “care” akan kondisi kita baik fisik maupun psikis, bukan hanya ahli di bidang medis nya saja.

IVF Penang
Dengan membawa semua file kesehatan saya, ditambah pengecekan lab, diketahui kalau AMH saya LOW dikarenakan pasca operasi ectopic. Bahkan saya pun sempat di informasikan alternatif donor egg. Mendadak semua seperti gelap bagi saya dan suami saat itu….
Awalnya saya datang ke penang dengan semangat baru, tapi mendengar semua perkataan Dr. Devindran justru bikin saya kecewa. Singkat cerita IVF ke-1 tetap jalan dengan short protocol dan hasilnya telur saya tidak merespon dengan baik semua suntikan hormon, jadi tidak sampai ke proses ET (ternyata IVF tidak segampang yang saya pikirkan..hehehe)
Setelah break 2 siklus haid saya mulai lagi IVF yg ke-2 menggunakan Long protocol dengan suasana yg jauh lebih tenang dan siap menerima semua hasilnya apa pun itu. Dapat 4 folikel 2 embrio, hanya saja setelah 2ww hasilnya negative.

IVF Jakarta
Setelah break 5 siklus haid ditambah desakan dari keluarga akhirnya saya coba lagi untuk program di Bunda Jakarta. Kali ini adalah IVF saya yang ke-3 dimana saat itu saya memilih dengan Dr. xxx. Sesuai dengan apa yang saya duga selama ini adalah bahwa dokter di Jakarta luar biasaaa ramenya dan beberapa susternya pun kurang ramah. Dengan mempertimbangkan riwayat saya, Dr.xxx menggunakan long protocol ditambah dengan pemberian suplemen dll. Setelah selama 1 bulan minum berbagai suplemen, saya mulai dengan suntikan homon lagi dan hasilnya dari 5 telur *) hanya dapat dipetik 3 telur dimana semuanya immature , sehingga proses ET tidak dapat dilakukan. .. hiks hiks
*)Padahal sebelumnya saya juga ikut akupuntur di Senayan selama kurang lebih 1½ bulan.
Saat itu tidak ada penjelasan yang memuaskan dari Dr.xxx, beliau hanya bilang kalau dia juga bingung penyebabnya apa. Waduh, kecewalah saya dengan beliau… Kalau dia aja tidak tahu penyebabnya, lalu saya harus tanya siapa lagi?? Tanpa pikir panjang, sore itu juga saya minta suster koordinator (Sus Rima) untuk daftarkan saya konsultasi dengan Dr.Ivan Sini.

IVF ke-4
Setelah didaftarkan oleh Sus Rima, hanya dengan antri sekitar 30menit saya dan suami langsung dapat bertemu dengan Dr.Ivan. Kenapa akhirnya saya putuskan untuk konsultasi dengan Dr Ivan? Logika saya bahwa Morula adalah identik dengan Dr Ivan, dikarenakan beliau juga adalah ownernya jadi sudah seharusnya lebih “hebat” dibanding dokter yg lain.
Kesan pertama, luar biasa memuaskan!!! Dokter yang santai, care sama pasiennya meskipun antrian diluar masih panjang. Dengan melihat riwayat saya, dia bisa berikan jawaban kenapa bisa immature, yang sangat masuk akal bagi saya dan suami. Awalnya saya pikir, Dr. Ivan kan dikenal sebagai dokter artis, jadi pasti susah untuk ketemunya dan antriannya pasti berjam2, lalu ketemunya pasti akan terburu2 (ini berdasarkan pengalaman saya ya mom, dimana setiap saya ke dokter yang hebat dan terkenal di Jakarta, pasti antri minimum 2 jam kemudian konsultasinya tidak sampai 5 menit, ditambah dengan jawaban datar dan dingin). Tetapi ternyata tidak demikian kenyataannya dengan Dr. Ivan Sini.
Saya istirahat 2 siklus haid, dimana selama masa tersebut, saya dan suami hidup santai (masih minum wine, hangout seperti kebiasaan kami sebelum mengikuti program IVF, dimana saat itu Dr.Ivan juga berikan “lampu hijau”,hehe…), juga dengan pikiran yang santai dan rileks. Saya mengikuti short protocol, dan dari 9 folikel, yang matang dapat 7 dan jadi 5 embrio. Thanks God!!!

Karena ini adalah IVF yg ke-4, Dr Ivan putuskan untuk ET di hari ke 5. Harap2 cemas tapi tetap pasrah apa pun hasilnya pasti menjadi yang terbaik untuk saya dan suami. Day-5 embrio saya yang berkembang menjadi blastosis ada 3, waaaa luarr biasa senangnya. Hari itu juga saya langsung ET 1 embrio dengan Dr.Ivan.
Saat ini, saya sudah masuk 35w mom. .. Semua yg masih berjuang tetap semangat ya!!! AMH Low bukan akhir dari segalanya!!

Saran Saya:
– Nggak perlu terlalu ngikutin cara orang lain dalam melakukan program IVF, karena permasalahan kita beda2..
Contohnya, pada IVF ke-1 dan 2, sebelum program, saya selama 1 bulan penuh hidup sehat. Olahraga dan makan teratur, jus, salmon dkk,
Bahkan di IVF ke-3 , sebelum mulai program saya selama 1 bulan minum suplemen + akupuntur. Tapi hasil juga masih negative.
Di Ivf ke-4, saya lebih santai, relax, jalanin hari-hari seperti biasa dan siap menerima hasilnya apa pun itu.
– Saya makan putih telur pada saat suntik sampai 2ww.
– Pada saat sebelum proses ET, kita akan disuruh minum air putih yang banyak. Saran saya, minumlah perlahan saja, jangan langsung sekaligus
– Setelah proses ET, saya tahan pipis sampe 1 jam dengan harapan supaya embrio benar2 menempel, hehehe.. (saya dan teman saya yang juga IVF dan berhasil telah jalanin pola ini)

Saya share disini karena sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya. Bagi yang mau bertanya , dikarenakan saya sangat jarang ol disini, silakan untuk langsung follow atau message saya di
Ig : baby.khs

Big Hug…

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.83 out of 5)
Loading...

Pengalaman 3 thaw cycle di SG – Eecvin

Saat ini saya lagi proses thaw cycle yg ke-3 di NUH-SG. sblmnya saya sdh melakukan 2xiui- gagal, 1kali bayi tabung fresh cycle- dg 7 good embrio, krn di Sg hanya boleh max 2 embrio di masukan & saya msh Ada 5 embrio di frozen. &proses ET dilakukan &singkat cerita sy positif hamil. Tapi akhirnya tdk berkembang & hrs di gugurkan. Pd saat fresh cycle ini jg saya OHSS dokter meyarankan utk Thaw Cycle tapi tdk bisa langsung hrs menunggu sekitar 3 bln, kmdn saya melakukan kembali 6 bln kemudian utk thaw cycle dg 2embrio-singkat cerita positif hamil dan Kali ini ectopic pregnancy saya nangis Bombay, Dan harus digugurkan.

Singkat cerita saya coba lagi utk thaw cycle yg ke-2 Kali ini saya berharap byk krn byk pengalaman yg sdh saya alami, dimasukan kembali 2embri Kali ini gagal total. Saya menangis dan benar2 sakit hati ini rasa nya.krn sy tdk menyangka gagal total. Skg embrio saya tinggal 1 & saya Akan melakukan thaw cycle yg ke-3 dg 1 embrio. Hope everything smoth. O ya sblm saya proses yg ke-3 ini dokter melakukan hyteroscopy utk mengecek kegagalan ini.stlh di cek semuanya kt dokternya baik. Skg saya lg menjalanin proses thaw cycle. Mohon doa nya teman2. Krn saya tahu bagaimana rasa nya utk memiliki momongan,sprt teman2 disini.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Estradiol rendah – Sashy

Umur saya 25 tahun , saya menikah pada maret 2011 dan dalam jangka waktu satu tahun saya hamil diluar kandungan sebanyak dua kali dan keduanya menyebabkan saya harus operasi pengangkatan saluran telur (tuba falopi) kanan dan kiri. Harapan untuk hamil normal sudah pasti tidak ada lagi dan itu membuat saya down, sampai saya pernah menyuruh suami untuk menikah lagi.

Akhirnya tahun ini saya mencoba program bayi tabung di salah satu rumah sakit swasta di Denpasar, proses bayi tabung pun dimulai. Setelah beberapa kali suntik Gonal F dan menopur , hasil test estradiol saya dibawah harapan, estradiol saya hanya 596 dari yang seharusnya 2000. Akhirnya dokter menaikkan dosis suntikan saya menjadi 3 Amp Gonal F dan 2 amp Menopur. Saya jadi agak cemas knapa tingkat estradiol saya naiknya tidak begitu banyak setelah beberapa kali suntikan, apakah ini mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung ? bagi teman2 yang pernah mengalami masalah yang sama , apakah ada solusi untuk meningkatkan estradiol ? apakah ada makanan yg bisa membantu ? Mohon infonya . Terimakasih

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

3 kali bayi tabung gagal dan hamil normal tp ektopik – Ayu

Hallo semua…salam hangat utk semua pembaca website ini.. senang sekali ada website yg mengulas tentang bayi tabung ini.. dulu pertama sy melakukan program bayi tabung di bic oleh dr indra saat itu sy sudah mulai mmbaca2 website ini,tp blm berani tulis.hehe

Oya usia sy 28th sy sudah menikah 5th tp blm dikaruniai momongan, saat progran bayi tabung pertama sekitar 2thn lalu sy gagal pdhal sangat berharap sekali tp anehnya dr indra yg menangani sy tdk mmberikan support apapun.. program kedua sy mau pindah ke dr ivan msh di bic juga ktnya beliau ramah ternyata benar pertama consult ramah sekali, tp kt suamiku krn dr awal sudah dr indra maka tanggung kalau pindah dokter lg, maka sy putuskan program bayi tabung kedua dgn dokter indra lg kira2 sekitar 6 bulan setelah kegagalan pertama sy lngsng mlakukan program ke2 dan setelah et nunggu msh degdegan walau kedua saat test hancur lg hati sy krn negative lg. setelah et sy sempat demam, mungkin itu sebabnya kegagalan bayi tabung nya…

Akhirnya sy stop bbrp bulan sy hanya berolahraga rutin drmh dan betapa kagetnya ternyata 2 bulan sirklus means setelah kegagalan ke2 sy bisa hamil normal.. betapa bahagianya sy saat itu dan bangga krn sy merasa bs hamil normal so sy pergi ke dr indra lg dan anehnya saat usia kandungan sy 6 minggu saat di usg tidak nampak apapun didalam rahim sy, pdalah saat test darah bthcg sy tinggi sekali,dan dr indra meminta sy melakukan usg di dokter rujukannya utk ush yg lebih mendetail, setelah usg betapa kagetnya sy ternyata sy mengalami hamil ektopik atau diluar rahim, dan 2 hari kemudia sy datang buan dgn darah yg begitu banyak…

Ya tuhan begitu berat cobaan ini,tp sy yakin sy dan suami bs menjalani ini semua. 6 bulan pasca keguguran hamil ektopik sy, maka sy melakukan program bayi tabung yg ke 3 msh dengan dr.indra spog seperti yg sudah2 perut sy kembung krn disuntik gonal dan setelah et sy hanya bedrest krn kali ini sy tdk mau gagal lg, krn ini sudah yg ketiga kalinya, saat pada waktunya sy test dan ternyata kembali negative… masa allah sy begitu kecewa krn waktu dan biaya yg sudah sy keluarkn sudah lumayan bnyak..tp sy masih semangat.hehhe hanya sj yg mmbuat sy kecewa saat kegagalan bayi tabung sy pertama, kedua dan ketiga gagal tdk ada suport yg diberikan oleh dr indra. mungkin jika suatu hari nanti sy mencoba program bayi tabung kembali akan mencoba dokter lain… apa diantara anda semua ada yg mengalami kegagalan bayi tabung yg berturut2 atau pegalaman ditangani oleh dr indra spog.. terima kasih semua..

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading...

Tuba kanan terkoyak oleh pertumbuhan embrio – Denok

Dear all,

Baru pertama kali ini saya mampir di website ini, dan saya ingin sekali berbagi perasaan :)

Kebetulan pagi ini saya merasa sedih sekali ketika mendengar kabar bahwa temen dekat saya sedang hamil 6 minggu, senang sekaligus sedih.

Saya sudah menikah hampir 7 tahun, sudah pernah hamil 2 kali tetapi tidak ada yang berhasil selamat sampai menjadi janin. Kehamilan pertama saya bertepatan dengan saya diterima kerja, setelah saya istirahat di rumah selama kurang lebih 1 tahun dari pekerjaan sebelumnya. Sengaja resign karena ingin konsentrasi hamil. Alhamdulillah waktu itu saya diberi kesempatan hamil. Namun, karena baru diterima kerja, dan harus melewati wawancara dan segala macam proses recruitment, saya kecapekan. Akhirnya saya flek. Akhirnya saya konsultasi ke dokter dan diberi obat penguat kandungan sampai 2 strip (saya lupa nama obatnya). Namun akhirnya embrio saya jatuh juga.

Selang 6 bulan kemudian saya hamil lagi, tetapi kali ini di saluran indung telur sebelah kanan. Selama 6 minggu saya tidak merasakan gejala kehamilan sama sekali. Hingga pada jam 10 pagi, saya berada di kantor, perut bawah bagian kanan terasa sakit. Awalnya saya kira masuk angin, saya minum hangat dan makan roti. Jam 1 siang tiba-tiba terasa sakit yang teramat sangat, sampai saya tidak bisa bergerak dan hanya keluar air mata.

Dengan tertatih-tatih saya ke RS. Sampai RS, didiagnosa usus buntu dan hanya diberi suntukan anti nyeri dosis tinggi. Disarankan test darah, tetapi harus antri panjang *sementara saya sudah meringkuk menahan sakit yang teramat sangat*. Akhirnya saya memutuskan beralih ke RS lain. Tindakan yang sama diambil, dikasih suntikan anti nyeri dan obat anti nyeri oral. Saya pulang ke rumah, dan besoknya bersiap USG Abdomen. Besoknya hasil USG Abdomen bagus semua, tidak ada masalah dengan perut saya. Malam harinya saya bolak balik RS sampai 3 kali. Kali yang terakhir baru dokter jaga UGD meminta saya test urine, dan dari situ ketahuan saya positif. Saya harus opname, dan semalaman obat anti nyeri tidak berdampak sama sekali, saya tetap kesakitan. Keesokan harinya, saya ditangani SpOg, jam 2 siang operasi pengangkatan tuba kanan karena telah terkoyak oleh pertumbuhan embrio.

Jadi, sekarang saya cuma punya 1 tuba sebelah kiri. Disarankan untuk HSG tapi saya takut sekali, kalau seandainya terjadi infeksi. Akhirnya saya sekarang ikut terapi alternatif dengan bekam.

Semoga saya dan teman-teman yang belum dikaruniai “babies” bisa tetap beriman, sabar dan ikhtiar. Amin…

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...