Category Archives: Berhasil hamil

Pengalaman berhasil hamil lewat program bayi tabung

Pengalaman pertama bayi tabung – Wu

Sejak pertama hendak ikut program bayi tabung saya sudah mulai membaca banyak sekali pengalaman di website ini, saya sangat tertolong dengan adanya web ini dimana menjadi tempat teman2 seperjuangan saling berbagi cerita dan pengalaman.

Pertama saya ikut program bayi tabung pada bulan November 2016, start suntik gonal dan tiba pd saat OPU dokter berhasil mengambil 20 sel telur tapi pada akhirnya yang berhasil hanya 1 dgn kualitas good dan 2 moderate. mendekati tanggal ET, kondisi saya tidak memenuhi syarat, karena kata dokter saya over stimulasi. ET saya ditunda pada siklus haid bulan Desember 2016. 3 embrio saya di frozen.

Tepat hari pertama haid saya kembali konsultasi ke dokter dan besokannya langsung mulai diberikan obat-obatan untuk persiapan ET (obat yg di beri progynova diminum 3x sehari pada jam yang sama) setiap 4 hari USG transvaginal dan 8 hari setelah minum obat ukuran rahim saya 7.3mm, dokter meminta saya melanjutkan obat hingga 4 hari kedepan, namun hingga 4 hari berikutnya ukuran rahim saya belum juga mencapai batas minimum syarat utk ET (minim 8mm) saat itu tgl 30 Des 2016 ukuran rahim saya hanya 7.4mm (bertambah sangat sedikit dari 4 hari sebelumnya) dokter akhirnya menyarankan menambah 4 hari lagi untuk minum obat bila hingga batas waktu yg diharapkan (tgl 2 Jan 2017) ukuran rahim belum mencapai target maka proses ET ditunda pada siklus haid berikutnya. Dokter meresepkan tambahan obat (oestrogel) untuk dioles ke tangan untuk merangsang pembesaran rahim yg dipakai setiap jam 9 mlm tapi krn ngotot mau cepat ET, sy oleskan juga pd jam 9 pagi (jadi 2x sehari).
saya sudah sempat down krn sangat berharap bulan ini proses ET bisa berjalan sesuai harapan karena bulan lalu sudah tertunda. Jadwal kontrol saya yang seharusnya jatuh pada tanggal 2 Januari 2017 saya tunda dengan meminta ijin pada dokter untuk mengundur hingga pd tanggal 4 Januari 2017 karena saya masih di Singapore untuk merayakan Tahun baru. Syukurnya dokter menginjinkan karena melihat history ukuran rahim saya terakhir yg msh 7.8mm dan msh aman untuk minum obat hingga tanggal 4.

Tanggal 4 pagi saya ke dokter dan setelah USG syukurlah ukuran rahim saya naik pesat hingga 8.8mm dengan kata lain ET saya bisa dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2017. Sejak hari itu dokter meresepkan tambahan obat Cygest yang harus di masukan melalui vagina setiap jam 9 pagi dan 9 malam.
Tepat tanggal 8 pagi saya sudah ke dokter dan melakukan persiapan-persiapan FET (frozen embyo transfer), FET dilaksanakan sekitar jam 9.50. Pada proses thaw ketiga embrio saya berhasil survive. Deangan begitu semua embrio saya ditransfer kedalam rahim, setelah FET saya diminta bedrest diruang pemulihan selama 3 jam, saat itu saya hanya boleh kencing setelah 30 menit setelah FET, namun karena saya tidak mau pipis di pispot dan pampers, saya meminta suster utk memasang kateter. setelah 3 jam, suami membawa saya keluar menggunakan kursi roda hingga ke mobil, karena totalitas, saya memutuskan menginap di hotel selama 2ww.
singkat cerita 2ww saya, selama 2 hari setelah FET saya tidur terlentang, dan mengganjal bantal dipantat selama tidur, hanya turun dr tempat tidur utk pipis dan mandi, mandi pun saya sambil duduk. makan ditempat tidur sambil duduk dengan menggunakan meja khusus untuk di kasur. hari-hari pertama setelah FET jadi sering kentut. kata dokter itu normal. hingga seminggu saya benar-benar bedrest, tidak stress, enjoy main game, mandi sambil duduk, makan dibawa ketempat tidur, kecuali tidur saya mulai miring kanan kiri. setelah melewati minggu pertama saya mulai agak sering jalan ke mall untuk makan dan nonton bioskop. 9 Hari setelah FET saya mulai penasaran pengen test pack, hasilnya negatif :’) pastilah batinku, terlalu dini untuk di test skrg. hari ke 11 saya test lagi msh negatif, saya agak worry, tapi sesaat aja karena mmg saya tekat harus kuat-kuatin batin apapun hasilnya saya doa ke Tuhan “not my will, but Yours be done.”LUKE 22:42.

Hari ke 12 pagi (19 Jan 2017) sehari sebelum jadwal tes darah untuk mengetahui hasil, saya iseng lagi test pack pakai sensitif, muncul 1 garis merah dan 1 garis pink yg sangat-sangat samar (perlu mata batin dan mata iman utk melihat dgn jelas), saya langsung foto dan kirim WA dokter dan bertanya apa boleh tes darahnya dimajuin aja jadi hari ini juga, jawaban dokter BISA! YESSSS! dokterpun mengirim org lab utk datang ke hotel mengambil sampel darah. setelah menunggu sampai sore, dokter menelpon saya dan mengabari hasil tes bhcg saya 148.2 yang artinya saya positif HAMILLL:D
Praise the Lord!!!
mungkin saran yang bisa saya bagikan, untuk proses bayi tabung yg pertama teman-teman perlukan adalah berserah dan bersandar penuh hanya kepada kehendak Tuhan saja, kedua kuat2in mental, jangan sampai terlalu larut dlm kegalauan, kuatir, pesimis selama masa 2ww ini. ketiga jangan sampai stress, kalau bedrest membuat teman-teman stress coba cari kegiatan yg bs buat happy lg hingga ga kepikiran atau berasa 2ww ini lamaaa banget.
Semoga apa yg teman-teman impikan bisa menjadi kenyataan di tahun ini. God bless You.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Berhasil bayi tabung suami azoospermia – Kartika

Hallo salam kenal semuanya nama saya Kartika, saya salah satu pasien dr Aucky di Rs siloam surabaya. Saya dan suami adalah salah satu yang berhasil melakukan program bayi tabung pd thn 2015 lalu. Dengan kasus suami saya mempunyai masalah Azoospermia. Yaitu dimana sperma tidak ditemukan di air mani, alias bisa dibilang sperma 0 (zero) aka bisa dibilang mandul…..

Akhirnya kami berobat ke dr aucky, dicek oleh dr nya lalu di test darah dll….. Ternyata suami saya hsgnya masih bagus . Kalo hsgnya mash bagus berarti adanya sperma di buah zakar . Kalo hsgnya persennya semakin tinggi dan jelek, berarti spermanya rusak…. PUJI Tuhan, Tuhan masih baik sama saya karena persen hsg suami saya masih bagus yg dinyatakan ada sperma tp mungkin tidak keluar atau mampet.
Saat proses pengambilan telur, suami saya harus ke ruangan atas karena spermanya harus disuntik/disedot dr buah zakar.
Ternyata betul hasil darah hsg itu benar, rupanya suami saya spermanya ada dan lebih untuk membuahi telur yang di ambil dari saya. Rupanya sperma suami tersumbat.
Singkat cerita, akhirnya saya dimasukkan 2 telur sekaligus. Yang berhasil cuman 1 yang jadi. Anak saya skg seorang perempuan 🙂
Kalo ada yang mau tanya dan mempunyai masalah kasus yang sama dengan suami azoospermia bisa menghubungi saya. Saya senang sekali membantu memberikan informasi 🙂 apalagi dengan kasus yang sama seperti suami saya. Ingat, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan semua akan diberikan tepat pada waktunya. semangat untuk keluarga yang sedang Berjuang!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading...

Terato dan PCO – Tsa

Dear all,
saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman dan kebahagian yang kami rasakan. Saya menikah dengan suami hampir 2,5th sampai akhirnya kami dianugrahi putri cantik. Saat awal 6 bulan menikah kami mencoba visit ke obgyn untuk cek apakah kondisi saya dan suami normal, kenapa sudah 6 bulan belum hamil juga? dan hasilnya saya dinyatakan PCO. Merasa belum yakin saya coba datangi 2 obgyn lainnya dan mereka mengatakan hal yang sama saya PCO.

Akhirnya di usia 1 tahun pernikahan saya ditreatment untuk minum obat pembesar sel telur di hari kedua haid dan dipantau pertumbuhan sel telurnya. Puji Tuhan banyak sel telur yang besar dan obgyn kami optimis akan berhasil hamil. namun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan, saya tidak berhasil hamil dan obgyn tersebut menyarankan agar suami saya di cek sperma.
Kami ikuti sarannya dan kami cek di Dr. Aucky Surabaya dan dinyatakan suami Terato. dokter Aucky cuma bilang chance untuk hamil normal dengan kondisi terato kecil dan beliau bilang silakan datang lagi apabila mau ikut program bayi tabung. Kami tidak langsung menyerah dan kami coba cek lagi di RS. Bunda dengan Dr. Indra Anwar dan hasilnya tetap sama saya PCO dan suami Terato. Dokter Indra katakan silakan mencoba dari inseminasi sebelum bayi tabung. masih belum yakin akhirnya kami coba ke RS. Permata Jogja untuk cek dengan kondisi kami apakah bisa hamil dan dokter bilang bisa dengan bayi tabung. Semua dokter yang kami datangi menyarankan untuk rajin olahraga dan hidup sehat.

Di dalam masa-masa penantian ini membuat kami lebih dekat lagi kepada Tuhan. Kami terus berdoa agar diberi kekuatan, hikmat dan agar kami menikmati masa penantian kami ini sambil kami menerapkan hidup sehat.
Tidak banyak jajan diluar, minum juice 3 diva setiap pagi dan rajin olahraga.
Akhirnya kami merencanakan untuk inseminasi namun sebelum kami inseminasi saya dapati saya hamil. Itu diusia pernikahan kami 2 tahun. kami bahagia sekali Tuhan menjawab doa-doa dan usaha kami. namun di usia kehamilan 12 minggu dikatakan janin kami tidak berkembang. Rasanya hancur sekali…bayi yang kami nantikan harus digugurkan. Saya mulai mempertanyakan “kenapa Tuhan?”
Rasanya ingin marah tapi tidak tahu siapa yang harus saya salahkan. Apakah karena saya PCO atau suami Terato? Lagi-lagi kejadian ini membuat kami lebih dekat kepada Tuhan. Kami mulai pasrah dan berserah kepada Tuhan. Suami menguatkan saya dan selalu berpikiran positif. Dia berkata “Ini berarti kita tidak perlu inseminasi atau bayi tabung” kita bisa mendapatkannya alami walaupun tidak berkembang di usia kehamilan 12 minggu.

Setelah kehilangan itu kami melanjutkan hidup, makin dekat dengan Tuhan dan tetap hidup sehat. Tidak disangka 3 bulan kemudian saya hamil alami lagi dan Puji Tuhan bayi kami sudah lahir kedunia dengan sehat dan sempurna. Putri kami sudah 4 bulan sekarang, Puji Tuhan!

Masa 2,5 tahun penantian ini makin melekatkan hubungan kami dan kami nikmati dengan traveling ke berbagai kota untuk bertemu dokter-dokter. kami juga jadi menerapkan hidup sehat sampai sekarang. jadi kami percaya semua ada maksud Tuhan.

Akhirnya yang ingin saya sampaikan adalah jangan menyerah namun serahkan segala perkaramu kepada Tuhan.

Gbu all

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung Penang, pola makan setelah ET – Nay

Hi semua
Saya menulis blog ini untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman semua yang ingin atau dalam proses bayi tabung.
Saya (30 tahun) dan suami (32 tahun) sudah menikah 3 tahun dan belum dikaruniakan anak.
masalahnya asthenoteratozoospermia.
Kami tinggal di Surabaya. Kami memutuskan untuk bayi tabung dengan dokter Ng Peng Wah di Lam Wa Ee hospital Penang.

Banyak orang bertanya kenapa tidak ke Dr Auky yang di Surabaya.
Pertama-tama kami rutin ke dr Auky dan pernah 1x inseminasi gagal. Terakhir, team dokter USG pernah secara spontan mengatakan ada kista di rahim saya. Walau pada akhirnya dia memperbaiki perkataannya dan mengatakan kalau itu telur yang belum luntur dari bulan sebelumnya.

Atas saran teman-teman dan keluarga, akhirnya kami berangkat ke Penang untuk meminta second opinion dari Dr Ng. Tidak disangka, kami merasa nyaman dan percaya dengan Dr Ng, suster-susternya, dan memutuskan untuk bayi tabung di Penang saja.

Begini details-nya

LONG PROTOCOL
30-Mar-16 Biaya konsultasi 50
Blood test 353
medical supplies 30
suprefact 479
semen analysis 80
USG 60
patient registration fee 10

25-Apr-16 Blood test – estradiol 36
jarum suprefact 127

4-May-16 Blood test – estradiol 36
medical supplies 1
USG 60

5-May-16 E lab – cyst aspiration 120
embriology lab 200
antibiotic – unasyn 375 mg 17.4

6-May-16 Biaya konsultasi 50
medical supplies 11
Suntikan menopur 1664
USG 60

16-May-16 Biaya konsultasi 50
medical supplies 3
pharmacy (drugs) – menopur 562.5
USG 60

20-May-16 Biaya konsultasi 50
blood test – progresterone 36
clinical bed roll 1
bisacodyl 5 mg 1.2
ovidrel 250 MCG 95.5
pharmacy (drugs) – menopur 75IU 269.5
USG 60

23-May-16 Biaya konsultasi 200
(OPU) embryology lab supplies 49
ICSI disposables 2800
medical supplies 96.7
nursing care 50
oocyte recovery – NPW 2420
pharmacy (drugs) – zinnat tab 250 mg (antibiotics), cyclogest, tramadol 50 MG 153.45
pulse oximeter 15
Kamar deluxe (2 orang per kamar) 130
USG 60
admission fee 50

26-May-16 Biaya konsultasi 50
(ET) embryo replacement 800
PGP – 101 A PERI-GYNAE PACK, steri 49
CSSD itesm 5
cyclogest 400 mg PESS 319.6
ultrasound O&G 60

total 11940.85

Cyst aspiration itu dilakukan dokter karena sel telur saya masih belum luntur dari bulan sebelumnya. Jadi ini bukan proses umum.

saya juga cuma suntik suprefact dan menopur, sementara orang laen bisa lebih banyak suntikannya, ini tergantung dokternya. semakin besar dosis suntikan, makin sakit. Suntik suprefact tidak ada sakit, tapi suntikan yang selanjutnya agak sakit karena jarumnya lebih tebal. Kita akan diajarkan suntik sendiri, tapi kalau masih tidak berani, suster Dr Ng bisa suntikan (tapi kita mesti tiap hari ke rumah sakit pada jam tertentu)

1 minggu setelah ET, saya pulang ke Indonesia. Test hormon dan detak jantung dilakukan di Sby.

Banyak orang bertanya tentang pola makan saya selama program. Tapi yang bisa saya share menurut pengalaman saya di Penang, makanan itu penting tapi yang lebih penting tidak boleh stress (ini lebih ngaruh). Ada yang jaga makan, tapi negatif. ada juga yang tidak jaga makan tapi positif.

1 bulan sebelum ET, saya tetap makan seperti biasa tapi sebisa mungkin menambah asupan makanan ber protein tinggi seperti alpukat, putih telur kampung, salmon, susu ensure.

Setelah ET (menerima info dari Dr Ng kalau sel telur tidak bagus dan kemungkinan hamil kecil), saya menerapkan pola makan seperti dibawah ini (keep reading ya…).

Puji Tuhan positif yeay!

Saya sudah test darah dan bhcg 338. saya juga sudah cek detak jantung. Puji Tuhan, dari 2 embrio yang dimasukkan, ada 1 yang berkembang.

Sebelum mendengar hasil ini, Menurut Dr Ng, dari 9 sel telur yang diambil pas OPU,. 5 sel telurnya tidak berkembang dan 2 sel telurnya tidak bagus, dan dimasukkan 2 embrio ke rahim saya.

Dr Ng setelah ET memberikan informasi ke saya kalau sel telur saya itu tidak bagus, dan karena ini IVFx1,dia coba masukkan saja X2 embrio. Jadi kemungkinan hamil ada tapi tidak besar.

yang penting yang mau saya share disini pola makan setelah ET, dokter bilang kemungkinan hamil tidak besar, tapi saya menerapkan pola makan sebagai berikut setiap hari beberapa hari setelah ET (atas saran teman saya yang sudah berhasil dengan sel telur yang juga di vonis dokter tidak bagus)…selain Tuhan yang memberikan kesempatan embrio itu berkembang, saya merasa itu karena pola makan ini…saya harap bisa membantu kalian semua yang punya masalah yang sama

Setiap hari, demikian menu dan aktifitasnya,
MENU
x10 butir putih telur kampung
ensure 3x sehari
buah naga
jus 3 diva (apel, tomat, wortel)
air kacang hijau belum pecah kulit (kalau kuat makan sama biji2nya, silakan). sekali rebus 250g untuk dapat kira-kira2 gelas
sayur-sayur seperti bayam 1 ikat, toge, brocoli
alpukat
tim ikan, udang, pokoknya protein
AKTIFITAS
setiap pagi jemur di matahari pagi
setiap sore saya jalan -jalan santai

Saya juga tidak selalu bisa ikut target pola makan seperti itu, kadang ada bolong, kadang saya paksa makan walau tidak enak…tapi demi hasil yang baik, saya berusaha positif dan persisten saja…hasilnya saya positif hehe.

Oh ya, bukan Dr Ng yang menganjurkan pola makan ini, cuma pola makan ini diterapkan teman saya yang sudah berhasil dengan sel telur tidak bagus juga, tapi menurut saya, ini sangat pengaruh.

AT LAST,
Saran saya, keep positif dan jangan stress?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Dia mengganti masa duka saya dengan kebahagiaan – Rara

Hai moms dan teman2 seperjuangan,
Sudah lama saya menjadi silent reader situs ini. Dan akhirnya kali ini saya ingin membagikan cerita saya berjuang dengan bayi tabung, semoga menginspirasi dan memberikan semangat kepada ibu ibu pejuang bayi tabung dimanapun berada.

Nama saya Rara. Usia saya 33 thn. Sudah menikah dr sejak 26 thn. Jadi saya kosong selama 5 thn. Permasalahan terdapat pada saluran tuba falopi saya yg non patent di sebelah kanan. Sementara di saluran tuba sebelah kiri jg salurannya kurang lancar. Saya dan suami berkomitmen setelah di thn ke 3 kami on off berkonsultasi dg obgyn, di thn ke 5 kami harus seriusi. Langkah pertama adalah saya resign dr pekerjaan. Saya dulu adalah pasien dr. Ivan Sini di Morula IVF dan hampir memulai proses inseminasi sampai akhirnya saya diajak oleh teman untuk ikut seminar bayi tabung yg diadakan oleh klinik Daya Medika bersama dr. Budi Wiweko. Setelah mengikuti seminar dan tergiur dengan harga yg cukup melegakan dibanding di RS sebelumnya, saya dan suami memutuskan untuk langsung program di Daya Medika.

Setelah berkonsultasi dg beberapa obgyn yg bertugas disana (beda hari beda obgyn), kami melakukan inseminasi. Namun gagal.
Setelah berkonsultasi lg, kami memutuskan untuk langsung bayi tabung saja instead of mencoba coba inseminasi ulang.

Kami memulai pd bulan Juni 2015. Tgl 10 Juni pd waktu haid hari ke dua.
Setelah melewati proses 8 kali visit dokter dan review perkembangan telur2 saya, tentu saja jg setelah melewati drama perkembangan telur yg kadang bagus kadang tidak, rangkaian suntikan2 dan obat2 hormon yg harus dikonsumsi, saya sudah bisa melakukan OPU (ovum pick up) pd tanggal 26 Juni 2015.
OPU dilakukan oleh dr. Budi Wiweko. Masuk ruang tindakan jam 6 pagi pas. Jam 7 saya sadar dr bius total dan diberi tau ada 20 telur yg diambil. 10 dr kanan dan 10 dr kiri. Fiuhh lega.

3 hari setelahnya saya harus melakukan ET (embrio transfer). Tepatnya pada tgl 29 Juni 2015.
Sedihnya, mendapati kenyataan dr 20 telur hanya disaring 13 yg bagus. Dan setelah dibuahi sperma, hanya tinggal tersisa 3! Iya 3!!
3 pun tidak ada yg blastocyst. 2 kualitasnya good dan 1 medio. Jd saya tidak mempunyai cadangan untuk dibekukan. Rasanya hancur saat itu. Jika gagal maka kami harus memulai proses ini dr awal lg.
But the show must go on. Saya coba untuk menata hati. Breath in breath out. Relax. Dan sayapun memasuki ruangan utk ET. Kali ini tindakan dilakukan oleh dr. Shanty Olivia.
Disitu saya melihat sendiri melalui layar tv, 3 embrio dimasukkan ke rahim saya. Mereka menyerupai titik2 kecil putih berpendar pendar seperti cahaya.
Sayapun menyapa mereka lirih “Pegangan yang kuat didalam ya nak…” sambil meneteskan air mata. Sungguh sangat emosional sekali momen itu. Saya dipasangkan kateter dan ditinggal selama kurang lebih 1 jam diruangan itu dengan posisi kaki yg blm berubah dr sejak ET td. Terlentang keatas dg posisi hip yg lbh tinggi dr kepala saya.
Setelah 1 jam saya kembali keruang istirahat dan sudah gak tahan minta dicopot kateter. Bahkan setelah dicopot saya langsung jalan ke kamar mandi utk pipis walopun gak keluar jg. Tapi memang rasanya gak nyaman sekali pasca dilepas kateter.

Here we go, 2 WW.
Saya mostly baring dikasur dan hanya bangun untuk ke kamar mandi.
Untuk suntikan pregnyl tiap 2 hari sekali kami panggil bidan deket rumah utk bantu suntikin dirumah. Krn ini suntik dipantat tidak bisa dilakukan sendiri oleh suami seperti ketika suntik gonal,cetrotaid ataupun pergoveris diperut.
Ternyata selama 2WW saya terkena OHSS dg keluhan perut membesar, sesak napas dan nyeri di ulu hati. Jalan harus membungkuk dan tidur harus posisi setengah duduk.
Di hari ke 10 setelah ET saya beranikan utk pergi menemui dr. Budi Wiweko tapi di klinik Yasmin RSCM yg lbh dkt dengan rumah saya. Beliau praktek disini tiap hari. Menurut beliau OHSS saya masih ringan. Namun suntikan pregnyl distop.
Oya di hari ke 8,9 dan 10 tiap tengah malam saya terbangun krn perut sakit sekali seperti haid tapi menurut saya ini 2x lipat lbh sakit. Durasi sekitar 10 menit. Di hari ke 9 dan 10 pagi ada lendir di celana saya berwarna coklat keruh dan baunya seperti darah.

Hari ke 14 terima raport dan puji Tuhan bhcg saya cukup tinggi 308,71. Saya dan suami tak kuasa menahan airmata bahagia waktu itu. Luar biasa rasanya. Bahkan suster2 di Daya Medika menduga ini pasti kembar. Kami kembali menemui dokter dikehamilan minggu 6 pagi hari dan dikonfirmasi bahwa sudah terlihat di usg saya positif hamil namun cuma 1. It’s okaaay. Praise The Lord for that. 1 pun sudah sangat bahagia.

Tapi ternyata kebahagiaan kami msh teruji dengan adanya pendarahan disiang harinya setelah pulang dr klinik tadi pagi. Pukul 2 siang waktu itu dg panik luar biasa saya telp suami utk pulang. Sambil berpikir kerumah sakit mana sebaiknya kami pergi. Mengingat pendarahan yg terus keluar. Mau ke daya medika kok jauh sekali dr rumah saya, kelapa gading ke kedoya. Mau ke RSCM jg msh cukup jauh pikir kami. Akhirnya saya coba telp klinik teratai di RS Gading Pluit dan ternyata yg sedang praktek saat ini dr. Indra Anwar dan sudah pasien terakhir. Tapi sungguh baik beliau mau menunggu sampai saya datang. 10 menit kami tiba dan langsung diperiksa. Di usg transv dan detak jantung bayi kami masih ada. Fiuuuhhhhhhhhh… Puji Tuhaan.. Lega sekali rasanya sampai saya menangis.
Beliau menyarankan untuk opname dan bedrest total. Total dlm artian BAK dan BAB dilakukan diatas kasur. Seminggu saya dirawat sampai akhirnya boleh pulang.

Bedrest berlanjut dirumah. Saya masih tetap BAK dan BAB diatas kasur.
Sampai akhirnya pada kehamilan minggu 10 terulang lg terjadi pendarahan. Dan kali ini jauh lebih banyak. Jam 2 siang sampai 7 malam saya sudah mengganti pembalut 2x dan sangat penuh. Dunia rasanya runtuh. Hati saya hancur berkeping2. Saya hanya bisa menangis dan menangis. Saya kembali opname dan pulang lagi msh melanjutkan bedrest total sampai total 6,5 bulan kehamilan saya, saking takutnya terjadi pendarahan kembali.
Total lamanya bleeding ini adalah sampai kehamilan minggu 16 atau 4 bulan. Jadi saya hamil tapi seperti tdk hamil krn seperti sedang menstruasi, pakai pembalut sampai kehamilan 4 bulan. Sungguh masa masa kelam bagi saya. Tiada hari tanpa air mata. Setiap hari hanya berharap segera esok pagi dan pendarahan berhenti ketika bangun.

Tapi Tuhan menggantikan masa masa sulit itu dengan kebahagiaan diakhir mada kehamilan saya. Pada trimester ke3 kehamilan saya sungguh tdk merasakan pegal2 yg berarti. Rasanya nyaman sekali. Saya bahagia bisa kembali berjalan, keluar rumah bahkan pergi ke mall! Hahaha
Pertama kali keluar rumah, kami merayakan anniversary ke 6thn pernikahan kami dg menginap di hotel. Sungguh perayaan yg tak terlupakan bagi kami.

Anyway, beruntung kami bertemu dgn dr. Indra Anwar. Kami akhirnya melanjutkan proses kontrol dan konsultasi sampai melahirkan dengan beliau. Beliau sungguh sabar. Menjelaskan dg detail dan sejelas2nya setiap pertanyaan kami. Tidak pernah terburu2. Dan sangat realistis. Bahkan beliau mengatakan saya bisa melahirkan secara normal. Walaupun diawal proses bayi tabung di daya medika dl saya sudah diberitahu untuk caesar, demikian pula ketika bertanya dg suster2 di llinik yasmin RSCM, mereka semua mengatakan hampir 100% kehamilan bayi tabung melahirkan melalui c section.

Dan tibalah saat melahirkan. Tgl 18 Maret 2016, dikehamilan minggu ke 40. Jam 3 dini hari saya mulai merasakan kontraksi yg berulang secara teratur. Jam 6 pagi saya cek ada flek merah dicelana saya. Jam stgh 7 kami berangkat ke rumah sakit ( RS Gading Pluit), dan jam 8.20 putri kami tercinta lahir kedunia dengan sehat secara persalinan normal. Sungguh sangat sangat cepat prosesnya. Tuhan baik. Dia mengganti masa masa duka saya dengan kebahagiaan yg luar biasa.
Kini anak kami sudah 3 bulan dan sehat.

Sungguh saya ingin menginspirasi teman2 seperjuangan semua untuk terus berusaha, tetap yakin, semangat dan berdoa.
Semoga sharing saya ini bermanfaat.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading...

Pengalaman keberhasilan bayi tabung keluarga Yan

Salam kenal semuanya. Saya dan istri ingin berbagi pengalaman bayi tabung kami. Usia kami skrg 33. Sy didiagnosa OAT spermia karena varicocele dan sedangkan istri baik2 saja. Untuk pengobatan secara medis kami ke alm prof dr noekman (1thn) tetapi tidak ada hasil. Untuk secara alternatif kami pernah ke sinshe mutiara sakti, dr sidi di cibitung, sinshe sindhu tomang, dll. Tetapi tetap belum ada hasil.

Maka tahun 2012, saya dan istri sepakat ingin mencoba proses bayi tabung. Kami memilih dr karel maanary di rs abdi waluyo. Stimulasi telur dilakukan dengan obat oral.

Saat OPU didapat 7 telur matang. Setelah ICSI di hari ke3 ada 6 good embryo. ET pertama 4 embryo, hasilnya failed. Sempat shock. Lalu kami beristirahat 3 bulan sambil istri akupuntur di dr melya di harapan kita. Kemudian kita melakukan FET 2 embryo hasilnya kembali failed. Kali ini kita shock berat. Tetapi kamipun berusaha menerima kenyataan. Total biaya di dr karel sekitar 50jt.

Setelah itu kami melakukan refleksi alternatif di daerah alam sutera. Dan kali ini di sperma sy mengalami peningkatan hasil. Tetapi tetap belum bisa hamil alami.

Kami juga sempat bertemu dr selva di rs mahkota di malacca, malaysia. Beliau mengatakan dengan hasil sperma skrg seharusnya sudah bs hamil alami. Tetapi setelah beberapa bulan mencoba, tetap belum berhasil.

Setelah beberapa lama, banyak teman yang menyarankan untuk ke dr colin lee di alpha KL malaysia. Kami sempat ragu karena kami dengar bahwa biaya IVF di dr colin lumayan tinggi. Tetapi setelah kami browsing dan tanya sana sini akhirnya kamipun sepakat untuk IVF di dr colin.

Saat pertama usg, dr colin menemukan polyp 7cm di rahim istri. (Padahal semua dokter di jakarta bilang rahim istri bersih dan baik2 saja). dr colin memutuskan untuk melanjutkan program IVF. Lalu embryo difreeze. Kemudian dilakukan hysteroscopy polypectomi untuk membuang polyp. Baru setelah itu dilakukan FET.

Bagi kami ini tidak biasa, karena biasanya kan polyp dibersihkan dulu baru dilakukan proses IVF. Tetapi kami memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya kepada ahlinya.

Setelah stimulasi short protocol gonal f 225 didapat 11 telur matang. Setelah ICSI di hari ke3 ada 10 embryo yang survive (1 excellent, 5 good, 2 so so good, 2 abnormal). Lalu di tahap blastocyst di hari ke5 ternyata ada 2 good (top grade) blastocyst yang bisa difreeze, yang lain tidak bisa difreeze karena kualitasnya kurang bagus.

Sambil menunggu waktu FET kamipun lebih banyak hidup sehat dan berolah raga. Selain itu kami lebih banyak berdoa, karena kita boleh berusaha tetapi Tuhan yang menentukan.

Pada tgl 6 maret 2016, kami berangkat ke Alpha untuk usg endometrium. Setelah usg, dr colin mengatakan polyp sudah bersih dan ketebalan endo 10mm (triple layer). Beliau mengatakan kami punya kesempatan 75-80% keberhasilan.

Tgl 16 maret dilakukan FET 2 blast. Dalam masa menunggu ternyata istri mengalami batuk lumayan berat. Sehingga istri harus mengkonsumsi obat batuk (dengan merek sesuai rekomendasi dokter colin).

Akhirnya tgl 28 maret tiba saatnya test Beta Hcg, setelah menunggu beberapa lama ternyata dokter langsung menyalami kami dan mengatakan hasil test beta adalah 2097 ! Lonceng di alpha pun langsung berbunyi.

Tgl 11 maret dilakukan usg detak jantung baby. Ternyata kami mendapat anugrah baby twins!

Total biaya untuk IVF+FET sekitar 125jt. Freezing di alpha cukup mahal dibanding jkt karena mereka menggunakan cryotech dimana embryo pasti 100% survive. Polypectomi sekitar 25jt. (Di luar akomodasi dan tiket).

Beberapa hal kami bisa pelajari adalah di FET persentase keberhasilan cukup besar karena rahim diberi waktu beristirahat. Dan batuk di saat 2WW tidak perlu dikhawatirkan akan membuat embryo lepas. Just relax.

Semoga pengalaman kami bisa membantu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...