Category Archives: Adopsi anak

Saya putuskan jual mobil utk program bayi tabung – Henny

Hi friends, senang dapat teman2 seperjuangan. saya 37 taun dan suami 42. tadinya dah give up. Karena saya memiliki anak adopt 7 tahun, seorang gadis kecil yg sangat kami sayang. tapi ketika dapat blog ini….semangat saya bangkit 150 persen. ternyata saya tdk sendiri dan ternyata perjuangan saya blm berakhir.

Saya menderita kista endometriosis dan adenomiosis. sdh 2 kali operasi laparatomi. setelah baca pengalaman teman2, saya mau mencoba setelah 10 tahun saya blm dikasih momongan (selain anak angkat)…ada ga teman2 yg punya pengalaman sprt saya? saya stay in bogor, di bogor ada ga Rmh sakit yg melayani bayi tabung? Klo di jakarta yg bagus dan harga terjangkau dimana?

Kebetulan saya ada mobil, saya putuskan jual mobil utk program bayi tabung, dan kali ini suami saya sgt mendukung. ibaratnya kami rela menjual apa saja, urusan uang gampang dicari. tp soal anak rasanya cuma butuh waktu pendek, mengingat faktor Usia.

Oh ya, kira2 ada yg pengalaman ga? kalo hamil bayi tabung and melahirkan… dicover asuransi ga ya?? ya…itung2 utk hemat biaya gitu…pl infonya ya friends ..semangat!!

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 2.94 out of 5)
Loading...

Akhirnya sekarang saya pasrah dan rencana mengadopsi anak – Lukisa

Dear All, Salam kenal untuk mba Jernih dan semua. Sungguh ada keharuan setelah menemukan dan membaca website ini. Saya ingin berbagi pengalaman pribadi.

Kebetulan sekali saya adalah salah satu dari anda yg bernasib sama ”Ingin memiliki momongan”. Umur 37 tahun, sudah menikah selama 13 tahun… belum juga di karunia anak. 2x Program BT, yang 1 di Bunda-Jkt dan BT 2 di South Africa-Agustus 2009 (kebetulan jg kami tinggal/tugas disini saat ini), 2x insiminasi (di Bangkok, kebetulan suami tugas disana).

BT 2 kami ternyata gagal lg….. 2 minggu setelah embrio di tanam kembali ternyata saya datang bulan… Ya Allah….sedih sekali rasanya. Kami menangis/marah… sejenak…astagfirulloh, Syukur alhamdulliah …. sedihnya tidak berkepanjangan (masih berkaca2 nih bu waktu tulis ini).

Problem ada di sperma suami yg nol, maka sperm donor jalan satu2nya. Jadi untuk semua ibu2… salut dan marilah kita berpasrah diri dan jangan berhenti berdoa memohon yang terbaik untuk kita, semoga doa2 kita tersampaikan. amieen.

Sekedar informasi BT, barangkali berguna untk semua, Saya tidak tahu berapa biaya BT di Indo skrng ini, karena 7-8 tahun yg lalu saja sudah 35-50 jt kl ga salah. Tapi biaya BT di South Africa ternyata tidak semahal di Indonesia lho…..sekitar US$ 3000-3500 Agust 2009, mana tahu anda punya family disini…. sambil liburan sambil BT. Donor sperma juga bisa tersedia.

Akhirnya sekarang saya pasrah dan rencana mengadopsi anak… setelah kami pulang nanti… December ini.. mudah2 an diberikan rejeki dan kemudahan dalam prosesnya. baik melalui yayasan ataupun kontak langsung dengan ibu bayi.

Sekali lagi ibu2…mari kita semangat dan terus berdoa..semoga apa yg kita rencanakan adalah yang terbaik…. dan tidak lupa bersyukur dengan nikmat yg ada skrng..suami yg penyayang dan penuh kasih, ibu mertua yg baik, orang tua dan handai tolan yg tidak hentinya memberi dorongan semangat…. dan segala nikmat yg telah diberikan..amieeeeeeen.

PS : Ibu2..yg pernah bayi tabung…. mengalami proses perut kembung ga ya? karena aku sempat sakit banget waktu telur udah di ambil… aduh ampun… perut kembung/keras… kenceng bener… terus waktu embrio ditransfer (karena memang masih kembung)… rasanya perut tambah sakit bukan kepalang… (aku ga bisa tidur malamnya… nangis gitu). Barangkali pengalaman anda berbeda.. sharing boleh ya bu…

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (17 votes, average: 3.53 out of 5)
Loading...

2 kali mencoba belum berhasil, berniat ingin mengadopsi anak – Dianee

Salam kenal untuk semua! Ingin bergabung untuk berbagi pengalaman… Saya menikah th.2000. Karena kasus azoosperma, kami memutuskan BT th.2005 di Surabaya (dr. Aucky Hinting). Akhir cerita, kami belum ditakdirkan Tuhan untuk hamil! kenapa saya bilang gini, krn scr medis kualitas sperma setelah mll OPU banyak & bagus, gt jg telurku bagus, embrio jg grade I semua (4 embrio yang ditanam).

Selanjutnya kami pantang menyerah mencoba lg, BT di Yogya (Klinik Permata Hati) awal 2009. dari 4embrio yang terjadi. Pada penanaman pertama belum berhasil hasil. Pada penanaman kedua, Alhamdulillah Berhasil hamil! Pada minggu ke6 dinyatakan kantung kehamilan sdh terbentuk. Namun pada minggu ke 9 embrio tdk berkembang dgn baik. Pada saat ini kami masih mencoba untuk berfikir positif dan terus berdoa mendpt keajaiban smg janin bs berkembang. namun ternyata minggu ke 10 saya keguguran! Sedih…kecewa…Nyesek bgt deh! Persis H-1 sebelum puasa Ramadan.

Tapi Alhamdulillah, insya Allah bulan Ramadhan ini menjadi bulan ‘obat’ bagi kami berdua…semoga luka ini terobati seiring Ramadan ini… Saat ini kami sedang membuat rencana baru. Karena sudah 2kali mencoba dan belum berhasil, kami berniat ingin mengadopsi anak. Kami sedang ‘hunting’, syukur kalo ada bayi yatim yang bisa diasuh… Toh semua yang ada di dunia ini hanya titipan Tuhan…yang sewaktu-waktu harus siap untuk kembali kepada Yang Maha Memiliki.

Dalam hidup ini yang terpenting adalah ‘ikhtiar’, meski rupiah yang sdh dikeluarkan ckp besar, insya Allah bernilai pahala di mata Allah SWT. Untuk teman-teman yang akan memulai program BT! meski klise, tapi yang benar2 dibutuhkan adalah ketenangan hati dan kepasrahan diri kpd Tuhan yang luar biasa. Jangan sekalipun kita protes dengan apa yang telah ditentukan Tuhan. Dan ikhtiar tidak akan sia-sia di mata Tuhan. Tuhan yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, meski terkadang itu menyakitkan menurut mata awam kita.

Setidaknya cinta kami berdua semakin kuat, kami menjadi pribadi yang saling menyemangati, penuh kasih dan saling menyejukkan hati. Say ‘I love U’ every morning, and keep ’smile’ everytime… Mencoba melihat permasalahan hidup tidak hanya dari 1 sisi. Cobalah kita melihat setiap hal dari berbagai sudut. Sehingga pada saat keinginan kita belum terwujud, kita tetap kuat, tidak berputus asa!

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 3.20 out of 5)
Loading...

Apakah bayi tabung merupakan jalan terakhir?

Sering terbayang selama berusaha untuk hamil ‘bagaimana kalau saya tidak berhasil?’. Apakah harus terus berusaha sampai berhasil yang belum diketahui sampai kapan padahal umur tetap bertambah, apakah saya akan stop sampai umur tertentu, atau saya stop sekarang.

Pemikiran ini sering saya diskusikan dengan suami. Pada beberapa tahun pertama tidak begitu serius saya pikirkan dan tidak ada jawaban yang tetap, terus terang saya tidak akan berhenti berusaha sampai berhasil semampu saya.

Kira-kira setelah 8 tahun menikah, saya mulai berpikir untuk membuat backup plan. Maklumlah saya sudah berusaha kesana-kesini tapi tidak berhasil juga, takut segala usaha tidak akan berhasil dan akhirnya tidak ada kegembiraan yang saya dapatkan.

Memang secara tehnis bayi tabung merupakan jalan akhir atau harapan akhir untuk punya anak dan sayangnya tingkat keberhasilannya tidak 100% yang berarti kita harus siap untuk gagal.

Akhirnya saya buat planning, kalau umur sudah mencapai 40 tahun saya akan mengadopsi anak …tapi usaha untuk hamil tetap berjalan sampai sudah tidak ada jalan lagi. Kenapa umur 40 bukan 45 atau 50? ya hitung-hitung nanti saya akan pensiun umur 65 pada saat anak berumur sekitar 25 tahun yang diharapkan sudah mandiri.

Dalam keluarga kami dan teman-teman ada banyak contoh pasangan suami istri yang mengadopsi anak dan mereka hidup bahagia. Dan sudah banyak yang menganjurkannya kepada kami. Apakah kita memang sudah ditakdirkan untuk menolong orang lain dengan membesarkan anaknya?

Coba bayangkan sudah berapa kali kita dengar orang yang tidak ingin punyak anak tapi malah hamil, orang yang tidak mampu malah punya banyak anak, orang buang anak, anak terlantar di panti asuhan dll … kasihan kan mereka. Lebih baik anaknya kita urus kan?

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.67 out of 5)
Loading...