Bulan madu berkepanjangan

Masih jelas teringat bulan madu di Bali setelah menikah. Dunia terasa indah sekali, siapa yang tidak setuju…
Hari demi hari kami lewati dengan bahagia, waktu berlalu dengan cepat. Walaupun kami menjalani kehidupan perkawinan yang bahagia selama ini, tapi terasa ada yang kurang. Setelah setahun menikah, orang di sekeliling pun mulai bertanya-tanya “kapan punya momongan”. Sebenarnya kamipun sangat menginginkan hal itu, terutama para orang tua kami yang mengharapkan cucu pertama.

Tahun demi tahun terus berlalu, hingga saat ini memasuki sepuluh tahun usia perkawinan kami. Selama ini, kami sudah menjalani begitu banyak hal, tetapi impian dan kerinduan untuk punya momongan semakin menguatkan ikatan cinta kami berdua. Anggaplah kami terus diberi kesempatan berbulan madu… bulan madu yang berkepanjangan. Dan semoga penantian ini segera berakhir dengan penuh kebahagiaan.

Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.80 out of 5)
Loading...

3 thoughts on “Bulan madu berkepanjangan

  1. nununk

    hi mba..salam kenal..begitupun diriku mba menjalani bulan madu berkepanjangan..cita2 untuk memberi cucu pertama buat orang tua belum kesampaian..beruntung suami selalu memberi dukungan..kalo menyaksikan berita di TV tentang bayi yang dibuang..pyuh rasanya hatiku..daku yg pengen malah blum diberi..yang ga pengen malah diberi..rahasia Tuhan kita ga akan pernah tau ya..dan semoga penantian kita yg panjang ini akan berbuah yang manis ya mba…aamin..

  2. Dedew

    hi mba… salam kenal, aku seneng banget bisa masuk dalam millis ini. gak kerasa aku juga hampir 4 taun ngerasain hal yang sama, tapi aku yakin kalau Allah ga akan kasih sesuatu yang belum waktunya. jadi aku pikir kita nikmatin aja kebahagiaan keberduaan dengan suami dan jangan pernah berputus asa !!!! amin….

  3. Mia

    Halo, semuanya…
    Semoga tetap semangat menanti saat indah itu tiba yaa.
    Sy pernah mengalami hal yg sama, 3 tahun menanti si kecil, pernah sampai putus asa, karena berbagai usaha sudah dilakukan.
    Akhirnya pada saat sudah pasrah, dan mencoba menikmati hidup berdua dengan suami, si kecil datang juga di perut sy.
    Semoga, rekan2 semuanya tetap semangat dan tetap berbaik sangka pada Tuhan.
    Perjuangan sy untuk menjemput si kecil bisa dibaca di sini: http://littlebee.blogsome.com/
    Semoga bermanfaat!!
    Salam untuk semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*