Biarpun pakai donor telur usaha saya …… – Flowers

Salam sejahtera,
Ibu2 & Bapak2 seperjuangan untuk sebelumnya saya mohon maaf kalau identitas saya rahasiakan.
Saya tinggal selama 14 thn di IBU KOTA di salah satu negara di EROPAH. Suami saya WNA Eropah. Lama menikah 7 thn. Thn 2005 saya pernah operasi untuk angkat Endometrios di rahim sebelah kiri. 1 thn saya dilarang hamil biar jahitan bekas operasi sembuh benar. Sampai thn 2007 buah hati belum datang juga, kami memutuskan bayi tabung dng protocole yg sangat panjang & sangat rinci untuk kami berdua.

Waktu pengecekan ternyata Endometrim saya tumbuh lagi malah di 2 tabung tersumbat semua + sperma suami tidak begitu TANGGUH padahal waktu itu kami BERUMUR 34 thn jadi belum begitu tua.
Prof.dr juga menerangkan bahwa keadaan rahim saya lebih tua dari umur saya, Kami tak tahu kenapa kami punya kelemahan itu, Padahal kami pasangan dg berat badan ideal, rajin berolah raga malah itu Hoby kami. POLA makan juga selalu kami perhatikan rata2 Organic Food, Kami tidak perokok & peminum, Siklus haid saya teratur dari dulu, tapi entahlah…. Prof.dr bilang itu penyakit Misteri semua orang bisa terkena tak pandang bulu.

Saya tak perlu menjelaskan seluruh protokol bayi tabung secara rinci karena, pil2 & obat2 suntik semuanya HAMPIR = yang di Indonesia & juga di negara lainnya, hanya waktu pertama kali program bayi tabung, kami harus tanda tangan surat persetujuan untuk segala macam a/l : ambil darah yg akan digunakan untuk segala macam test vaksin imunisasi juga DNA yg hasilnya 2 bln kemudian, harus konsultasi dg Psikiatri juga psikolog di tambah pengobatan alternatif saya a/l: Akupuntur, Homeopathy, Jamu/Madu, Pijit…Peramal… dls….semua saya lakukan.

3 kali saya bayi tabung dng cara yg canggih & maksimal dari thn 2007 sampai thn 2009 sampai lemari obat2an saya penuh dg obat2 untuk bayi tabung. Setiap program bayi tabung Prof. dr kasih resep obat untuk 4 bln inseminasi jadi saya ambil berpak-pak obat2 itu di apotek. Sayangnya semua bayi tabung saya gagal total biarpun dosis obat2an tinggi, saya hanya bisa menghasilkan 1/ 3 telur dan semuanya tak bertahan hidup = tak sempat di buahi sperma suami. Sedih hati saya tiap kali gagal saya hanya menangis & meratap (suami saya menangis secara sembunyi di kamar mandi).
Tapi kami tak patah niat karena kalau masih memungkinkan kami mau coba lagi, untungnya semua program bayi tabung ini ditanggung oleh ASKES kami jadi semuanya GRATIS 100% .
Tapi apa daya pihak Prof.dr2 di RS itu memutuskan kami tak BERHAK bayi tabung lagi karena lihat SITKON telur saya jadi kami disarankan untuk DONOR TELUR (DT).

Kesal & sedih hati saya saking kesalnya obat2an sisa bayi tabung saya buang ke tempat sampah (tapi saya benar2 MENYESAL setelah obat2 itu jauh ) saya pikir bisa kasih orang yg senasib dg saya untuk amal apalagi banyak obat2 yg tersisa tapi masih baru & belum saya buka, saya tahu harga obat2an itu berjuta2.
Waktu itu saya putus asa & kesal sekali karena untuk ikut DT di negara ini kami harus menunggu 3 s/d 5 thn karena banyak peminta tapi tak banyak pendonor kecuali kalau kami bawa donor sendiri (syaratnya seorang ibu berumur di bawah 36 thn & sudah beranak) maka program DT saya langsung di laksanakan.
Saya meminta adik & ponakan saya di DESA (semuanya masih muda, berkeluarga & punya anak) kalau mereka bersedia jadi donor tentunya mereka saya bawa ke Eropa. Sayangnya setelah saya jelaskan apa itu inseminasi dari awal sampai akhir (DT protokolnya sama dg bayi tabung cuma berakhir sampai OPU), mereka ketakutan apalagi untuk OPU pake anestesi segala mereka tak mau biarpun saya kasih imbalan.
Tak ada pilihan lain saya cari2 di internet kalau ada wanita yg bersedia jadi DT, tentunya saya kasih imbalan meskipun di negara ini imbalan dilarang & bisa di hukum penjara/denda tapi saya tak perduli. Saya cari dulu di negara ini kalau tak ketemu, kami bertekad DT di negara lain. Informasi RS2 & klinik2 fertilitas di negara2 Eropah & lainnya saya catat & simpan.

Untungnya saya menemukan 2 ibu yg bersedia jadi donor, Saya sebut saja ibu A & ibu S.
* Ibu A berumur 28 thn & sudah punya 3 anak, tinggal di kota L sebelah utara (300 km dari kota saya) tapi dia masih menyusui anak terakhirnya, jadi saya harus nunggu sampai dia selesai masa menyusuinya.
Ibu A ini tak mau IMBALAN SEPESERPUN dia bercerita dulu dia pernah keguguran saat usia kehamilannya baru 4 bln, Sejak kejadian itu DIA berjanji dg TUHANNYA bahwa kalau dia beruntung hamil lagi & punya anak dia mau jadi pendonor telur untuk menolong orang2 seperti saya. Saya jadi terharu membaca @nya.
* Ibu S berumur 19 thn, punya anak 1 & lagi hamil 7 bln dia tinggal di kota SM sebelah selatan (150 km dari kota saya) & saya juga harus nunggu sampai dia melahirkan. Dia meminta imbalan tapi tak perduli berapa saja katanya. Saya juga tidak perduli yg penting siapa yg pertama siap jadi donor itu yg saya pilih.

Hampir 1 thn saya tunggu, saya selalu rajin minta kabar dari ibu2 itu, kami malah sempat tukeran foto & kartu pos. Tapi akhirnya Ibu S mengundurkan diri karena dia mengalami pendarahan banyak waktu dia melahirkan & dokter ginekolognya menganjurkan dia untuk membatalkan jadi DT karena banyak resikonya, jadi harapan saya hanya ibu A.
Akhirnya Bulan Februari 2010 Ibu A siap untuk program DT untuk saya, tapi dia tak mau di kota saya alasanya karena dia punya 3 anak yg masih BALITA jadi repot untuk perjalanan PP 300 km.
Tak ada solusi lain saya & suami pindah program DT di RS di kota L, semua program baik kami & ibu A semuanya GRATIS hanya ongkos kereta api PP bayar sendiri tapi nanti dikembalikan oleh ASKES kami. Ibu A mulai melakukan test dari A sampai Z di RS di kotanya & selesai +- 6 bln kemudian. Waktu OPU ibu A menghasilkan 30 telur yg semuanya sangat bagus.

Dan menurut UU di negara ini TELURNYA BUKAN UNTUK SAYA tapi untuk pasangan2 lain yg bermasalah = saya, Tapi juga yg RASnya = ibu A yg bermata hijau kelabu & berambut pirang. Setiap pasangan hanya berhak 5 telur untuk dicampur dg sperma suaminya masing2, (identitas pasangan2 itu & identitas ibu A sangat DIRAHASIAKAN oleh pihak RS, jadi mereka tidak bakalan saling kenal). Sebagai gantinya karena saya bawa pendonor (ibu A) program DT kami di nomer satukan malah kami berhak ikut 2x DT (tanpa harus bawa pendonor lagi) kalau programme DT yg pertama kami gagal.

Hanya sayangnya di kota L ini belum ada dlm daftar pendonor yg RASnya seperti saya (RAS ASIA) semua identitas pendonor untuk saya ini di RAHASIAKAN oleh pihak RS, mereka hanya menjelaskan saja. Saya sudah menduga sebelumnya karena saya tahu di kota L ini, rata2 penduduknya berkulit sangat putih dg bintik2 coklat di kulitnya, bermata biru, hijau, kelabu & coklat terang dg rambut asli yg berwarna kuning emas atau pirang. Sedangkan saya bermata sipit dg kulit sawo matang & suami saya berkulit putih biasa bermata coklat terang & berambut pirang.
Prof.dr kasih 2 pilihan kepada saya, solusi pertama : tunggu, mungkin kalau beruntung ada pendonor RAS ASIA mungkin 1s/d 5thn tunggu atau mungkin tidak ada sama sekali, Solusi ke 2 : menerima pendonor yg RASnya seperti SUAMI saya (jadi kalau saya beruntung hamil & melahirkan, anak saya berwajah 100% Eropah). Saya kecewa sekali mendengarnya tapi karena saya pingin punya anak dari rahim sendiri saya tak mau tunggu lagi, solusi ke2 saya terima. Kamipun mulai siapkan dokumen2 yg di minta oleh UU negara ini untuk protokol DT, a/l : kami harus bikin surat perjanjian yg isinya macam2, disaksikan & di tanda tangani oleh NOTARIS, konsultasi dg psykolog & test DNA lagi.
Cuma enaknya hanya Pihak pendonor yang harus inseminasi total & komplet, Sedangkan inseminasi saya (sebagai pihak penerima Embrio) hanya sedikit,Cuma 21 hari sesudah haid harus suntik Enantone 1x, terus 2 minggu kemudian folice acid, Provames, Progesterone (tiap hari sampai usia hamil 3 bln).

Bln Mei lalu kami ke kota L untuk ET, sehari sebelumnya saya harus minum Xanak & Spasfon. Waktu tunggu giliran di ruang tunggu itu, saya perhatikan ada 9 PASANGAN yg istri / suaminya RASnya mirip dg suami saya, MUNGKIN untuk giliran ET seperti kami dg pendonor yg sama. Di ruang tunggu itu semuanya berwajah beku / sedih seperti kami, tak ada keinginan untuk menyapa/ngobrol.
Dari 5 telur pendonor yg di campur dg sperma suami saya, hanya 3 yg jadi (1 Blastocyst). Yg di masukan ke rahim saya hanya SATU, saya hanya BERHAK SATU-SATU menuruti peraturan RS di sini, Penyebabnya ukuran tinggi badan (menurut ukuran negara ini saya termasuk pendek, jadi berbahaya & beresiko tinggi kalau kembar). Yg 2 embrio lainnya di simpan di RS di kota L tidak bisa di TRANSFER ke kota saya.

Kembali ke kota saya, 2 minggu kemudian saya cek darah & positif hamil, herannya Perasaan kami biasa2 aja, bahagia sih tapi dlm hati kecil kami menduga enggak bakalan bertahan, kami memutuskan untuk tidak membicarakan kehamilan dlm rumah. Malah sudah bertahun2 kami menghindari dari segala perkumpulan & pergaulan baik dari pihak suami juga dari pihakku.
Karena tiap kali ada undangan atau acara2 di KEDUTAAN pertanyaan orang2 selalu seputar kehidupan pribadi kami :….berapa lama menikah ?…..punya anak berapa ?…..dsl…Jadi kami merasa sedih & enggak enak sendiri.
Untungnya selama masa hamil itu saya tak pernah punya rasa muntah2, pening, lelah, dls….semua oke2 aja seperti saya tak hamil saja, saya pikir mungkin karena obat2an yg saya konsumsi tiap hari. Kegiatan sehari2 saya lakukan seperti biasa cuma olah raga saya stop. Satu bln setelah ET saya echographic, embrio saya baik2 aja, detakan jantungnya juga lancar kami terharu melihatnya biarpun hanya sebesar udang.
Waktu konsultasi lagi dg dr Gynekolog di dekat rumah saya, dia kasih surat perintah untuk echographic kalau usia kehamilan mencapai 12 minggu untuk melihat apakah organ tubuh, tulang & Syaraf bayi sudah membentuk, Katanya penting untuk test TRISOMY 21, test itu untuk mengetahui apakah jabang bayi kami cacat mental & fisiknya atau enggak. Nanti terserah kami kalau bayi itu mau terus disimpan atau digugurkan.

Tgl 12 Juli saya ecographic 12 minggu kehamilan untuk test TRISOMY 21 itu & dugaan saya jadi kenyataan, jabang bayi saya sudah tak bergerak lagi, tapi saya masih penasaraan 3 hari kemudian saya echo ulang, lagi2 hasilnya IDEM. Gynekolog menyarankan saya untuk menyetop semua obat2 yg saya konsumsi untuk memperlancar proses keguguran.

Kami tak bisa menjelaskan emosi sedih kami tapi kami tak kapok2 biarpun jatuh bangun & jatuh lagi yg jelas kami tetap berusaha selama masih ada kemungkinan. Kami merencanakan ET ke2 bln November ini.
Sekarang umur kami sudah 38 thn & sebenarnya saya sendiri sudah MUAK juga LELAH dg segala teknologie canggih yg membuai harapan tapi blm tentu nyata, tapi apa daya hasrat untuk punya anak melebihi segalanya maklum saya manusia biasa.
Memang kami beruntung semuanya GRATIS tapi masalah sedih & perasaan tak bisa diganti dg UANG.
Saya sering membandingkan dg 3 orang teman2 main kecil (sekelas waktu SD) yg tinggal di desa, mereka jg tak dikaruniai anak tapi mereka tak SE STRES saya, karena mereka tak pernah tahu apa itu Bayi Tabung, Donor Telur, Surrogate Mother, Donor Sperma….dls

Nyatanya biarpun teknologi canggih kalau TUHAN belum menentukan tak ada yg mampu menandingi kehendaknya. Kami hanya BERDOA & BERDOA hanya itu yg bikin hati kami sedikit tentram. Kami turut merasakan perasaan Ibu2 & Bapak2 yg situasinya = kami, kami tak bisa memberi saran hanya jangan henti berdoa dari semua kegagalan mungkin ada rahasia untuk kabahagiaan mendatang.
Kalau semuanya tak memungkin lagi kami merencanakan untuk adopsi, Biarpun persyaratan untuk adopsi LEGAL bagi saya WNI & suami saya WNA EROPAH ternyata EXTRA RUMIT dari DT tapi kami akan mencobanya.
Salam Sejahtera Selalu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (21 votes, average: 4.05 out of 5)
Loading...

113 thoughts on “Biarpun pakai donor telur usaha saya …… – Flowers

  1. Flower

    Dear Maria thx tuk support nya….Pr dr menyarankan klo dpt mens di bln septembre hrus suntik GONAPEPTYL 3,75 mg tiap 28 hri smpe operasi tiba.

    Sya sarankan klo hrapan kmu cuma 5% lngsung donor telur aja .

    Kmi lgi ada di Indo smpe akhir September ini klo mo ketemu email sya aja flwlys@gmail.com

  2. Maria

    Dear Mba Flower.

    You are such a strong woman. You probably didn’t realise that when you wrote this blog you also give us a hug, huge hug, and there is sense of presence. I felt someone is there and feel me, not to say “everything is going to be alright” but saying “we are here, you are not alone” And that is a mental booster.

    When doctor “cleans” my endomeriosis, he gave me Zoladex implant injection once a month. Is it possible to treat it with injection first instead of operation?

    I wish all the best for you and your loved ones.
    Remember, you are strong, for me you are a hero, Cut Nyak Dien aja kalah hehehe….

    Love,
    Maria

  3. Flower

    Hello Maria mksih tlh mmpir di sini…sekarang sya dah off semua nya Karena endrometrime dah ganas n mnyebar ke sluran pncernaan ke anus n alat kemaluan. Jdi Pr dr menyarankan sya hrus di operasi total dng penganktan rahim juga. Insya Allah akhir November ini operasi kn di laksnakan. Kita berdoa sma2 aja y. GBU

  4. Maria

    Dear mba,
    Salam kenal semuanya, saya Maria, usia saya 35thn. Saya juga punya masalah dengan fasilitas. Setelah operasi pengangkatan Dermoid cyst dan emdometrioma dan terapi hormon dr bilang kerusakan yang disebabkan oleh cyst /kista +operasi cukup besar sehingga mengurangi produksi sel telur. Kt dokter saya hanya bisa produksi 1 sel telur /bulan, dan kemungkinan succes IVF hanya 5%. Saya dan suami akan mencoba untuk IVF walaupun chance nya kecil. Jika nanti tidak berhasil maka saya harus mencari egg donor. Saya sangat sedih dan hati saya rasanya remuk. Saya dan suami sangat ingin memiliki momongan. Saya hanya bisa pasrah dan berusaha dan berdoa.

    Salam
    Maria

  5. irine indrawati

    dear mbk Liana dan mbk Flower….nama saya Irine saya dari Jember, Jawa Timur usia saya 39 thn dengan kondisi sehat tb 155 cm dan bb 45 kg saya seorang ibu dengan 3 orang putri….saya bersedia menjadi pendonor telur mbk liana dan mbk Flower. kontak saya di 082144621775

  6. Liana

    Dear flower….
    Makasih bnyk atas sarannya,sbtolnya Aku blom pernah BT. Krn ssuatu alasan sama kang Arjuna n usia ku juga,pas tahun kmarin konsul ke klinik Aussie n menjalankan smua pemeriksaan n hasilnya bagus.amin. Tapi hormon ku tinggi bnget!!! Kisaran 20-30. Jadi indung telur ku nggak menghasilkan telur.so, dokter langsung mengusulkan langsung pakai DT n kbetulan Aku dah curhat ke adik n dia bersedia mendonorkannya. Tapi slama treatment stahun kmarin aku cuman disuruh minum pil kb scara teratur n stiap 6 minggu’x check darah buat liat hormon ku n Aku nggak dikasih obat lain. Anyway, jujur nich aku sangat salut akan perjuangan mu n mudah2an do’a n harapan kita smua terkabulkan di tahun ini,Amin. Flower yg cantik n smua temen2 disini marilah kita slalu smangat ” jika kita mengikutin impi semoga jadi kenyataan” di iringgi Do’a, Usaha n Iktiar. Nawaittu n Insa Allah…..

  7. Flower

    Dear Nana ,
    Mkasih atas supportnya, alhamdullilah udah umroh n insya allah thn 2016 mnunaikan ibadah Haji ^_^

    Sya dah ikhlas apapun kputusan Allah, skarang enjoy aja, btul skali smua Allah yg mnghendaki.

  8. nana

    salam kenal ; panjangnya perjuanganx mb flower… menurut saya sich tidak ada salahnya refresing dulu deg pergi umroh n berdoa disana, tidak ada yg mustahil baginya jika allah swt menghendaki

  9. Flower

    Dear Liana
    Klo BT bsa di Indo tpi klo DT di indo mustahil lah, sebaiknya ke Thailand atau ke Malaysia aja.

    Klo mau bnyak yg komentar mndingan kamu bikin artik trepisah , sya jamin pasti bnyak yg ngasih komentar.

    Slamat brjuang yah

  10. Liana

    Selamat malam semuanya buat mbak2 yang cantik. Ikutan gabung doang…. Lagi nyesek nich dadah ku, kaget n bingung mau cerita. Bingung mau ikut BT di Indonesia tapi nggak tau nama kliniknya tapi klo bisa di bali or Jakarta biar deket dari Aussie. Aku butuh DT n adik ku bersedia.klo BT di Aussie rumit n ribet urusannya jadi pengen di Indonesia aja biar gampang n mudah2an juga urus2an prosedurnya nggak seruwet n semumet Di Aussie. Tolong dong siapa yang tau cara2nya, kasih aku saran. Terima kasih sebelumnya.

  11. Flower

    Dear All
    Sampai saat ini saya masih jatuh bangun n jatuh lagi, sekarang adalah ke 6 kalinya program donor telur dengan 3 wanita pendonor yg berbeda (sebelomnya berkali2 dng BT) masih gagal terus …tapi saya n suami masih semangat 100% biarpun tubuh saya udah seperti mesin yg di kasih banyal oli untuk kesuburan ..LOL.
    Salam hangat tuk semuanya GBU

  12. lina

    hi para bunda,, ketika saya belum hamil dalam hati selalu berkata Tuhan beri aku kesabaran dan selalu bisa tersenyum untuk menjawab semua pertanyaan mereka walau kadang hati kecilku berkata apa mereka tidak liat keadanku,, tapi itulah hidup Tuhan mampukan Semua untuk terjadi dalam keluarga kecilku, karena jika mungkin Dia yang mengalami apa bisa Sekuat aku,,, jadi tetap bersyukur ya Bunda karena kita Pribadi yang ISTIMEWA dihadapan TUHAN

  13. santa

    Salut untuk semangat Mbak. Saya juga sudah menikah selama hampir 4 tahun, tapi belum bisa punya baby. Tapi ini adalah pernikahan kedua saya, dan dari suami pertama, saya sudah punya 3 anak laki-laki. Saya dan suami ingin sekali punya bayi, tapi ada masalah dengan suami saya. Kayaknya, masalah kita itu, malah kebalik ya mbak? Semoga mbak cepet punya bayi, lewat proses apapun juga. Saya juga…semangat ya MBak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*