Azospermia dan memilih dokter yang sreg – TwinsMom

Halo para perempuang pejuang …

Saya sudah lama menjadi reader website ini. Terus terang artikel-artikel dalam website ini sangat membantu saya dalam mempersiapkan dan menjalankan program IVF saya. Namun baru kali ini saya berani untuk menceritakan pengalaman saya selama persiapan dan menjalani program ivf. Memang program sudah lama saya jalankan yaitu pada tahun 2013, akan tetapi saya rasa tidak ada kata terlambat untuk berbagi dengan para pembaca semua.

Saya menikah pada tahun 2010 pada usia saya dan suami sama-sama 25 tahun. Satu tahun setelah menikah saya dan suami belum juga ada tanda tanda kehamilan sehingga kami memutuskan untuk memeriksakan diri kami ke dokter kandungan. Pilihan kami jatuhkan ke pada Prof. dr. T.Z Jacob, spok di klinik Sam Merie wijaya karena memang lokasinya dekat dengan kantor kami dan dengan memertimbangkan beberapa referensi dari teman-teman kami. Pada tahun 2011, saya dinyatakan tidak ada masalah apa-apa kecuali Rubella IGG (lampau) saya dinyatakan positif dan diberikan obat untuk menurunkannya. Sedangkan suami saya dinyatakan azospermia (sperma kosong). Pada tahun itu juga, Prof. Jacob menyatakan bahwa kami hanya dapat memiliki keterunanan melalui program ivf. Sedih pasti tapi kami tidak putus asa, kami tanyakan diaknosa Prof. Jacob ke beberapa teman kami yang dokter dan mereka menyatakan hal yang sama. Suami kemudian dirujuk ke dokter specialis urologi di klinik yang sama, namun suami saya kurang sreg dengan penjelasan dokter tersebut yang menurut suami saya kurang ada hasil penelitiannya. Akhirnya kami memutuskan untuk break dahulu program memiliki keturunan secara medis di Prof. Jacob.

Selama akhir tahun 2011-2012 kami mencoba santai dan kalau ada temen atau sudara yang merekomendasikan untuk pengobatan alternatif kami sesekali mengituinya. Sampai pada suatu tahap kami merasa bahwa pengobatan alternatif tidak ilmiah dan logis serta tidak ada tolak ukurnya yang jelas. Kesimpulannya kami merasa pengobatan alternatif memberi harapan palsu. Hikmah yang kami ambil selama satu tahun itu malah menyakinkan kami untuk kembali ke program medis.

Pada tahun 2011 juga suami pernah berkonsultasi dengan Prof. Akmal Taher, Spu di RS Carolus dan RSCM Kencana. Kalau sebelumnya pemeriksaan harus dengan lap, maka karena Prof. Akmal adalah suhu nya dokter Urologog maka hanya melalui pemeriksaan fisik maka suami saya dinyatakan azospermia karena adanya fasektomi alami. Prof. Ake (Panggilan kami ke beliau) langsung menuruh kami melakukan program IVF di RSCM Kencana.

Tahun 2013 awal saya dan suami sudah menetapkan hati untuk melakukan program IVF. Beberapa pertimbangan kami karena usia kami dibawah 30 tahun saat itu memperbesar peluang keberhasilan. Selain itu kami memang secara mental dan finansial sudah siap. Bahkan saya sudah pindah profesi diawal tahun 2013. Sebelumnya saya bekerja sebagai lawyer dimana saya selalu pulang malam dan seminggu dua kali saya ke luar kota untuk sidang. Saya beralih profesi sebagai dosen di PTS di Jakarta dengan waktu kerja yang terbatas dan fleksibel.

Pada saat itu kami sudah mempertimbangkan empat tempat untuk melakukan program IVF. RS Sam Marie, RSCM Kencana, RS ASIH Duren Tiga dan BIC Morula IVF. Setelah melihat lokasi, dokter, kualitas pelayanan rumah sakit, biaya, pengalaman teman yang telah melakukan program IVF di keempat rs tersebut, pilihan kami jatuh ke BIC Morula IV Menteng.

Kami kemudian konsultasi ke dr. Ivan Sini, Spog. Di BIC Morula IVF Jakarta. Memang antri untuk ketemu dr. Ivan, Spog selama 2 bulan dan pada hari h kami mengantri masuk selama 3 jam dan hanya konsul selama 5 menit saja. Tapi kami anggap itu sebagai ujian kesabaran dan selama menunggu di BIC kami lakukan dengan membuka laptop sambil menyelesaikan pekerjaan kantor kami masing-masing. Setelah membaca hasil pemeriksaan kami dari Prof. Jacob sebelumnya yang amat sangat lengkap, suami saya diminta untuk melakukan test sperma sekali lagi dan hasilnya masih sama suami saya dinyatakan azospermia. Kemudian dr. Ivan merujuk suami saya dirujuk ke urolog, dr. Ponco Birowo, SpU, Phd di RSU Bunda Menteng.

Berbeda dengan dokter urolog sebelumnya, dr. Ponco (murid dari Prof. Ake) dapat menyakinkan suami saya mengenai tindakan yang akan dijalani. Penjelasan sebab, tindakan dan resiko mengenai azospermia suami saya sangat detil dan berdasarkan penelitian yang jelas dan yang paling penting tidak pernah memberikan keberhasilan. Akhirnya diputuskan suami saya harus operasi verikokel terlebih dahulu karena hal ini akan mengganu hormone pembentukan sperma yang bagus dan tiga bulan kemudian baru dilakukan operasi TESA/PESA untuk mengambilan sperma. Operasi verikokel dilakukan bulan Mei 2013 dan bulan September 2013 dilakukan operasi TESA. Selama itu pula saya dan suami mulai hidup sehat dan mengatur pola makan kami. Suami juga diberikan obat hormone dalam dosis normal. Hasilnya sperma suami saya dapat 3 ampul dengan kualitas sangat bagus dan dibekukan untuk program IVF bulan berikutnya.

Bulan September itu pula kami kembali ke dr. Ivan dan beliau menyatakan kami diminta untuk menghubungi suster Diana untuk menjelaskan mengenai program IVF yang akan kami jalani. Begitu mendengar penjelasan dari suster Diana saya langsung jeper dan minta supaya program diundur karena saya tidak merasa hidup saya tidak cukup sehat dan banyak pantangan yang saya harus persiapkan.

Bulan Oktober akhir kami mulai program IVF dan Allhamdulilah bulan itu ada program 1000 bayi tabung dengan potongan harga sampai Rp. 5 Juta (Program obat dan tindakan sekitar Rp. 42 Juta). Kami diminta untuk tes darah kemudian USG telor. Disini kami bertemu dengan dr. Aryando Pradana, Spog (dr. Nando yang melakukan program IVF artis Tya Aristia, namun waktu itu beliau baru lulus Spog nya heheh dan ternyata kakak kelas suami saya waktu SMA) yang melakukan USG telor selama program. Selama 7 hari saya disuntik (obatnya dan dosisnya lupa tapi standart karena kami tidak tambah biaya obat lagi dari paket). Ada 8 telor yang siap dipanen, namun pada saat OPU hanya 5 telor saja yang berhasil dipanen oleh dr. Ivan. Hasil embrio logis hanya 3 embrio yang jadi dengan 2 kuliatas excellent, dan 1 good. Kami minta supaya dimasukan semuanya, namun dr. Ivan dan embrio logis hanya mengijinkan 2 untuk di transfer (1 excellent dan 1 good) dan 1 lainnya di bekukan sebagai cadanagan. ET berlangsung berhasil dengan baik dan saya tidak menginap.

Selama 2 minggu waktu tunggu saya lakukan biasa, saya tidak cuti mengajar dan masih kerja di rumah. Hal tersebut saya lakukan untuk menghindari stress dank arena saya sudah biasa kerja. Saya hanya izin mengajar pada hari OPU dan ET saja. Namun memang saya membatasi diri kalau mengajar duduk dan tidak menyetir kalau pergi.

Singkat cerita hari pembagian rapot HCG saya diatas 100 dan saya dinyatakan hamil kembar laki-laki dan perempuan. Sekarang mereka mau berusia 2 tahun pertengahan Juni nanti. Oiya dr. Ivan hanya melakukan tindakan saya sedangkan selama kehamilan dan melahirkan semua dilakukan oleh dr. Nando.

Yang saya bisa bagi tips nya adalah pasrah, temukan dr dan RS yang sreg, persiapkan pola hidup sehat paling tidak 2 bulan sebelumnya, dibawa santai lakukan aktivitas seperti biasa namun harus tau batas kemampuan dan kesehatan diri kita.

Kiranya itu saja yang saya mau bagi …. Semoga membantu dan dapat menginspirasi.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading...

24 thoughts on “Azospermia dan memilih dokter yang sreg – TwinsMom

  1. Dian

    Salam mbak.. saya melihat postingan ini awal tahun, dan baru berani email sekarang. Terimakasih atas share nya. Saya pernah keguguran dg bayi tabung the 2012 hasil fresh cycle dan yang disimpan di rscm. Dulu jg suami sdh azospermia namun di treat nya dg dr andrologi, jg akupuntur. Mau tanya mbak, selama menunggu proses tesa apakah ada terapi akupuntur atau herbal lainnya? Atau dari dr Ponco saja? Dan biayanya berapa ya? Oya, tahun 2009 suami sempat operasi varicocele grade 2 dg dr Ponco.. saat ini saya dan suami sdh 41 tahun, tapi kami masih mendambakan momongan dan adik utk anak adopsi kami. Oleh Dr Muharam disarankan lgs ke urologi, Tidak ke andrologi lagi.. terima kasih banyak sebelumnya.

  2. rizka

    @twin mom Maaf saya telat baru ketemu artikel ini.
    mb saya mau tanya. Suami dlu jg pernah didiagnosa dr. Andrologi azoosperma dg fsh & testosteron tinghi. Setelah biopsi pabriknya yg rusak. Jd bs ejakulasi tp tdk kluar sperma. Tp wktu baligh ketika suami mimpi basah kluar sperma. Yg sya mau tnyakan:
    1. Apakah suami saya sdah tdk bs disembuhkan krn pabriknya yg rusak? Tp jika hormon normal apa masih bs disembukan bunda?
    2. Apakah itu sdah dinyatakan azosperma permanen?
    Mohon pencerahannya. Krn kbetulan skrh sya bru pindah dijkrta. Mau cari dr Androlog yg sreg
    Krn suami sdah putus asa dg dr yg dlu jika suami sya sdah tdk ada harapan. Mhon pencerahannya bunda…

  3. Twinmom

    Hallo Nuni,

    1. Mungkin saja coba ditanyakan ke urolog nya
    2. Operasi verikolel terpisah dilakuka 3 bulan selul PESA/TESA
    3. Kalau di BIC tidak bisa karena PESA/TESA dilakukan sebelum proses bayi tabung krn dokter tidak mau reseiko ketika ovu ternyata sperma tidak ada dan tidak baik sehingga hasil IVF nya tidak sempurna

    Semoga membantu

  4. Nuni

    @twins mom : saya berayukur sekali bisa membaca pengalaman mba disini krn spt nya mirip sekali dgn kasus saya dan suami.
    Setelah divonis azoospermia, Thn 2015 lalu kami memutuskan utk program BT di Siloam Surabaya. Pengambilan sperma melalui PESA tdk didapatkan sperma, shg dilakukan tindakan TESE (diambil sampel jaringan) tanpa bius. Namun rupanya sperma yg didapat pun krg baik kualitasnya shg program BT pertama kami gagal krn embrio sempat menempel tapi sgt lemah. Sy agak heran juga sebenarnya krn di awal dr. Aucky menyatakan hormon normal sehingga peluang berhasil sampai 80%. Krn dokter bgtu optimis maka kamipun terbawa sgt optimis dan yakin akan berhasil.
    Sebenarnya suami agak trauma dgn program BT krn proses pengambilan sperma kmrn yg bgtu sakitnya utk dia, dan recovery nya pun lumayan lama smpai 3bln.
    Tapi akhir2 ini suami merasakan sakit pada buah zakar sblh kirinya. Apakah ini pengaruh dr varicocele ya? Krn memang dr hsl USG testis thn lalu memang ada varicocele di sblh kiri namun tdk teraba dan tdk mengganggu jg shg kata dr. Urolog tdk perlu dioperasi (sblm program ke dr. Aucky kami sempat bbrp kali konsul ke urolog).
    Lalu yg mau sy tanyakan lg mba, apakah operasi varicocele dilakukan terpisah dgn tindakan PESA/TESE ya? Lalu apakah di BIC morula utk kasus spt kita tdk bisa menggunakan fresh sperma? Krn pengalaman sy di Siloam kmrn menggunakan sperma yg fresh. Demikian mohon pencerahannya ya mba.. trims

  5. Twinmom

    Dear Tata,

    Hallo .. Kalau menurut saya bisa saja karena azoosperma bisa disebabkan oleh saluran yang terbok atau memang pabriknya tidak memproduksi sperma. Dulu sebelum operasi pesa tesa juga urolog nya tidak menjanjikan akan ada sperma sampai memang benar ditemukan sperma dari operasi tersebut.

    Semoga membantu.

  6. Tata

    Dear twinmom

    Suami saya divonis azoospermia. Kemudian kita melakukan test hormon dengan hasil LH 6,99 ; FSH 7,71 ; Testosteron 391,60 dan hasilnya dinyatakan normal.
    Selanjutnya kami disarankan utk operasi PESA TESE oleh dr urology. Dengan hasil test hormon di atas, apa ada harapan ditemukan sperma utk bayi tabung? Soalnya dr. Urology kami mengatakan hasil test hormon tidak berpengaruh dgn ada atau tidaknya sperma nanti. Apa ada kemungkinan dgn test hormon normal tetap tidak ditemukan sperma nya ya?

    Terimakasih.

  7. Twinmom

    Hallo pak Deddy

    Iya di morula.

    Untuk bayi tabungnya sekitar 40-45 juta itu standar paket kalau sedang promo (obat (125iut untuk sekali untuk untuk kurang lebih 7 hari, opu, et, freezing embrio 3 bulan, biaya embriologis dan biaya dokter) belum termasuk biaya lab untuk cek darah dll dan pemeriksaan awal. Sekarang ada metode PGS untuk menganalisa embrio supaya tingkay keberhasilannya lebih tinggi harganya sekitar 35-40 juta di luar biaya ivf nya. Tapi ini bisa diskip dilihat dari kondisi keuangan pasien.
    Biaya akan berbeda beda dan bisa lebih mahal tergantung kondisi ibu dan suami nya.
    Kalau saya tahun 2013 sudah termasuk suami (operasi verikokel, tessapessa dan tearpi) program paket ivf dan test darah sampai dinyatakan hamil dll 80 juta. Diluar melahirkan dan biaya si kembar di nicu.
    Untuk program ivf sendiri biasanya bunda menteng ada program paket bayi tabung di awal tahun sekitar bulan mei dan akhir tahun oktober. Silakan cek ke website nya bunda saja atau hub bundanya biasanya akan dijelaskan.

  8. Deddy Sihombing

    @TwinMom

    Itu 12jt biaya TESA/PESA di IVF Morula?Kalo biaya paket BT sndiri totalnya habis brp?
    Lalu untuk ikut program tsb apakah nantinya akan dipandu?
    Mohon pencerahannya ya.

    Trims

  9. Twinmom

    Hallo deddy …

    Tidak sampai 9 – 12 juta pak persisnya lupa itu sudah termasuk biaya frezzing sperma 3 bulan. Tapi itu harga tahun 2013 mungkin ada kenaikan.

    Semoga sukses

  10. Deddy Sihombing

    @TwinsMom

    Hallo sis,,saya mau tanya pada saat melakukan operasi tesa pesa dan program ivf di morula kemarin total biayanya kena brp ya?
    Lagi plan untuk ivf,makanya ingin kumpul dana dl dr skrg.

    Kebetulan saya juga baru selesai operasi varikokel dgn dr. Ponco di RS.Asri.

  11. Twinmom

    Hai mel,

    Maaf baru baca … Tergantung tingkat keparahan verikokelnya dan seberapa besar mempengaruhi kualitas sperma. Ada beberapa dokter yg ok aja tanpa operasi verikokel tapi ada dokter yg menyarankan operasi verikokel agar hasil ivf nya nanti lebih besar tingkat keberhasilannya.

  12. mel

    @twins mom,, saya baru konsultasi dg dr Muharam klinik yasmin RSCM, hasil saya ada miom dan disuruh operasi, setelah cari referensi, kalo miom diibaratkan tidak terlalu parah seperti kista , saya sudah HSG juga hasil tuba semua paten jadi masalah miom saya saimpan dulu, Yg menjadi masalah adalah suami saya kryptozoospermia ( hanya 1 sperma yg di temukan per ejakulasi), dan hasilnya pro ivf, dirujuk ke dr ponco .
    sekarang sedang menunggu hasil cek darah suami dulu, Yg saya mau tanyakan, apakah operasi varikokel itu perlu untuk program bayi tabung? sementara saat ivf kan bisa langsung operasi TESE? ,,atau memang diharuskan operasi varikokel ? saya tunggu jawabannya ya jeng, thanks

  13. yusna

    Halo Mbak…terima kasih banyak ya atas penjelasannya. Waktu itu stlh suami saya dioperasi pesa/tesa dan dokter bilang sperma ga bergerak saya memutuskan untuk stop karena kalo saya teruskan menurut saya itu sia2. Karena saya lihat di mikroskop nya sperma nya diam entah itu mati atau hidup saya ga tau. Tp dokter bilang seandainya ekornya bergerak meskipun dia diam ditempat mungkin masih ada change.
    waktu itu saya membuat pilihan suami saya dulu yg dioperasi untuk melihat jumlah sperma yg didapat stlh itu baru saya.
    jadi kita ga melakukan pengambilan telur karena saya memutuskan untuk stop saat itu.

  14. TwinsMom

    Hallo mbak Yusna,

    Sedih dengernya ya mbak mungkin belum rejeki tapi jangan nyerah dan terus berusaha ya …

    Allamdulilah kami dapet dokter yang cocok dan teliti, ketika analisa sperma menujukan azospermia kami langusng dirujuk ke urolog dan sampai proses di urolog selesai baru program IVF dapat dilaksanakan. Terkait pertanyaan mbak saya coba jawab ya :

    1. Iya dr. Ponco memberikan vitamin penambah hormon pra dan pasca operasi verikokel selama kurang lebih 3 bulan pasca operasi sampai dengan saat operasi tessa/pesa namun suami saya juga menerapkan pola hidup sehat jadi membantu pembentukan hormon. Mengenai vitaminnya kami lupa namanya tapi pembeliannya harus dengan resep dokter.

    2. Pada tahun 2013 belum ramai paling dalam 1 hari ada sekitar 5 pasien, namun kalau sekarang saya tidak tahu. Mengenai jadwal praktek bisa di cek di web resmi RSU Bunda http://bunda.co.id/rsubundajakarta/ dan RS ASRI http://urologi-asri.com/ . Setau saya dokter tidak ada yang praktek atau menerima konsultasi pada hari minggu atau hari libur karena mereka libur.

    3. Tergantung dari tingkat keseriusan verikokel tersebut, bisanya kalau grade 1 dan hanya di salah satu sisi saja (kanan atau kiri) tidak terlalu berpengaruh, namun sebaiknya dikonsultasikan saja ke dokter. Dalam kasus suami saya 1 bulan sebelum operasi verikokel sudah diberikan vitamin peningkat hormon , kemudian dievaluasi tes darah hormon dan hasilnya hormonnya tetap rendah sehingga diputuskan untuk operasi verikokel.

    Semoga dapat membantu. Kalau boleh tahu dengan hasil sperma yang kurang baik tersebut, bagaimana kualitas embrio yang dihasilkan? dan apakah masih ada cadangan embrio yang di freezing?

  15. Yusna

    Halo Mbak…sebelumnya terima kasih atas info nya.
    Suamiku juga azospermia, sebenernya kita udah pernah proses BT pada bulan Desember 2015 yang lalu tapi belum berhasil. Tapi dari proses itu yang saya sesalkan Dr yang menangani kami hanya konsen di saya saja padahal yang bermasalah suami saya, sampai cek ke Dr Urolong kita yang minta (Saya ga perlu nyebutin dimana ya proses BT nya ..ga enak…hehehe)
    Dan akhirnya pad saat proses Pesa/Tesa emang ada sperma nya tapi ga bergerak entah deh kenapa.
    Padahal saat tes hormon normal semuanya, emang cuma hormon testosteronnya yang rendah.
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa Suami mbak dikasih vitamin oleh Dr. Ponco supaya mendapatakan sperma yang bagus? vitamin nya apa ya mbak?
    2. Apakah untuk konsul ke Dr. Ponco antrinya lama ya mbak? bisa ga ya mbak konsul di hari sabtu atau minggu atau hari libur gitu?
    3. Emang verikokel itu bisa menganggu pembentukan sperma yang bagus ya mbak?

    Maaf sebelumnya ya mbak kalau saya tanya nya kepanjangan…terima kasih sebelumnya…

  16. TwinsMom

    Dear Pak Indra,

    Sakira semua rumah sakit/klinik fertiliasasi yang melakukan program ivf/bayi tabung memiliki standart dan kualitas yang sama untuk mengatasi permasalahan azospermia. Memang semua kembali apakah kita sreg dengan metode dan diaknosa dari dokter urolognya,

    Dalam memilik program bayi tabung ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan di luar biaya ya pak:

    1. Dokter yang sesuai dan sreg dengan kita
    2. Alat / teknologi yang dipergunakan dan lab embriologi nya
    3. Track record keberhasilan
    4. Pelayanan
    5. Lokasi

    Sebagai gambaran saja pak sebelum kami memutuskan program di BIC Morula (Bunda) Menteng khusus untuk permasalahan azospermia suami saya lebih sreg untuk melakukan operasi tesa/pesa di RS ASRI Duren Tiga Jakara Selatan karena memang center urologi dan semua dr ulog yang praktek di RSCM praktek disana termasuk dr Ponco dan karena swasta maka pelayanannya lebih baik. Oiya pada saat operasi virokolel juga kami melakukan di RS ASRI. Namun kami akhirnya memilik ke BIC Morula karena operasi pesa/tesa dan program bayi tabung satu paket dan tidak mungkin dipisah. Kami kurang sreg dengan RS ASRI karena baru tahun itu (2013) melakukan program bayi tabung dan belum ada treck record keberhasilan. Beruntung dr Ponco, urolog kami praktek di BIC juga.

    Satu hal pak azospermia bukan harga mati tidak bisa memiliki keturunan (kecuali memang kerusakan permanen pada pabrik sehingga memang tidak ada produksi sperma sama sekali) insyallah bisa diatasi tetapi memang harus ada kerjasama antara suami istri.

    Kira kira gitu saja semoga berhasil program nya pak …

  17. indra

    salam kenal…prkenalkan saya indra. Saya sdh 2 tahun menikah dan 2 bln lg mau program BT di siloam surabaya. saya mngalami azospermia..yg ingin saya tanyakan apa ada rumah sakit yg lbh baik untuk program BT untuk kasus azospermia sprti saya..

  18. Twinmom

    Hallo yusna:

    Langsung sudah bs beraktifitas kembali besoknya. Karena operasinya malam jadi malamnya dan malm itu langsung pulang dan istirahat di rumah masih pengaruh bius total. Total persiapan operasi sampai recovery di ruang tunggu pasca operasi cmn 4 jam setelah itu langsung pulang ke rumah.

  19. yusna

    Halo….selamat ya mbak atas keberhasilannya. Kalo boleh tau setelah suami operasi verikokel apakah bisa langsung beraktifitas seperti biasa atau perlu istirahat beberapa hari? Terima kasih

  20. TwinsMom

    Dear Anita,

    Kalau menurut dr Urolog kami (dr. Ponco) alternatif lain waktu itu dioperasi untuk mencari sumbatannya kemudian dibuka sumbatan tersebut. Namun cara ini sangat sulit dan kemungkinan kalaupun ketemu sumbatannya dan berhasil dibuka belum tentu terjadi kehamilan juga,

    Semoga membantu.

  21. anita

    subehanallah sangat membantu sekali infonya ..

    klo menurut pemeriksaan dokter azo dikarenakan ada sumbatan sehingga tdk ada sperma yang kluar sehingga saran dari dokter adalah bayi tabung ..

    ada cara lain dengan mmbuat saluran namun ini sangat sulit dan biaya yang sama dengan bayi tabung .

    .terima kasih atas bantuannya 🙂

  22. TwinsMom

    Hallo Setya:
    Hidup sehat mulai dari jaga pola makan, jam tidur dan olah raga.

    Untuk Pola makan saya mulai 3 bulan sebelumnya tujuannya bukan hanya untuk memperbaiki hormon tapi yang paling penting untuk membiasakan dir. Pola makannya kira-kira seperti ini:

    1. Saya makan makanan sehat nasi tdk apa apa bebas, sayur setiap hari dan protein ikan laut saya makan salmon, gindara, tuna secara selang seling setiap harinya mulai dari 1 bulan sebelum program. Oiya selama program saya tidak makan telor ayam setiap hari tp kadang kadang aja kalau pingin dan saya makan semuanya bukan hanya putihnya.
    2. Saya berhenti minum kopi dan teh, saya cuman minum air putih dan setiap pagi saya dan suami minum jus wortel tomat.
    3. Saya tidak meminum susu khusus dan kadang kadang saja minum susu freash.
    4. Saya minum vitamin setiap hari vitamin c untuk jaga kondisi badan, omega 3, dha, vitamin e (menurut temen saya yang dokter dan pernah ivf juga vit e akan membantu penempelan embrio ke rahim) semua saya minum 2 bulan sebelum program
    5. Saya tidak makan tahu tempe dan kedelai 2 bulan sebelum program karena berdasarkan penelitian kecil saya itu akan mempersulit penempelan embrio dan tidak diajurkan juga kalau suami yang memiliki masalah sperma karena kedelai tidak bagus untuk pembentukan sperma
    6. Saya tidak makan junkfood dan softdrink sejak 3 bulan sebalum program dan tidak makan mie instans 1 tahun lebih sebelum program.

    Pola tidur saya perbaiki, jika sebelumnya saya tidur jam 12 malam lebih maka 3 bulan sebalum program saya tidur jam 10 malam dan tidur selama 8 jam.

    Olah raga saya lakukan rutin selama 2 tahun sebalum program saya yoga dan berenang. Tetapi ketika saya mulai program (mulai penyuntikan) saya berhenti olah raga dan saya baru mulai lagi ketika hamil 4 bulan sampai 1 minggu sebelum lahiran.

    Sebelum program saya juga periksa ke dr gigi untuk melihat apakah ada yang bisa menggagu selama program kehamilan dan konsultasi ke dr umum apakah perlu untuk tes potensi CA dll.

    Yang paling penting tidak stress dan tetap menjalani aktifitas seperti biasa namun porsinya dikurangi dan disesuaikan dengan keadaan badan kita saja.

    Itu saja sih, tetapi semua kembali ke badan masing-masing maka sebaiknya kita mengenali badan kita dahulu kemudian tentukan pola hidup sehat yang cocok bagi kita.

    Sedih memang mengetahui kalau program kita gagal, tapi jangan patah semangat dan tetap harus berusaha. apakah dari dokternya sudah diketahaui penyebab kegagalannya? jika sudah dari sana kita bisa evaluasi kira kira mana saya yang dari kita musti diperbaiki.

    Hallo Anita,
    Suami saya sejak umur 17 tahun sudah memiliki varikokel grade 1 di selah kanan namun pada saat itu tidak menggangu. Pada tahun 2011 periksa verikokel tersebut sudah ada di kanan kiri. Tahun 2013 malah naik grade nya. Dilihat dari test hormon juga rendah jadi dr. Ponco menyimpulkan bahwa verikokel ini mempengaruhi hormon dan selain itu suami saya juga sering nyeri karena verikokel ini. Jadi kami setuju agar verikokel ini dioperasi terlebih dahulu. Dan memang benar 3 bulan setelah itu test hormon hasilnya langung bagus.

    Verikokel berhubungan dengan kualitas sperma, sedangkan azo disebabkan oleh 2 hal 1) vasektomi alami (salurannya sempit atau buntu sehingga sperma tidak bisa keluar) dan 2) pabriknya tidak memproduksi sperma. Kalau untuk kasus yang pertama bisa program hamil hanya dengan bayi tabung namun kalau yang kedua tidak ada harapan sama sekali.

    Dalam beberapa kasus operasi verikokel tidak perlu dilakukan kalau memang hormon dan produksi spermanya bagus. Sepupu suami saya punya verikokel grade 1 namun tidak azospermia dan bisa langsung program bayi tabung. Pada awalnya dr. Ponco kasih 2 alternatif pertama operasi verikokel, evaluasi hormon dan pengambilan sperma melalui TESA/PESA. Kedua langsung pengambilan sperma melalui TESA/PESA namun dengan hasil yang gambling. Kami pilih yang kedua.

    Baik operasi verikokel dan TESA/PESA semua tidak perlu menginap. untuk verikokel biaya operasi dan dokter 16 juta sedangkan TESA/PESA 20juta. Biaya tersebut belum termasuk obat bawa pulang dan konsul dokter jadi semuanya sekitar 40 juta.

    Sedangkan biaya bayi tabungnya sekitar 42 juta (tindak dan obat) diluar lab dan biaya dokter tambahan jadi kalau dihitunng pada saat itu sekitar 90 jutaan untuk kami berdua.

    Saran saya kalau memang diagnosanya azo karena vasektomi alami jika ada rezeki langsung saja program bayi tabung meningat umur dan yang paling besar kemungkianan dan hasilnya. Dalu dr. Ponco bilang ke kami kalau program bayi tabung kami gagal bisa dilakukan usaha kalain dengan operasi mencari saluran sperma yang tersumbat tersebut dan membukanya namun sangat sulit sekali dan ada kemungkinan gagal.

    Kira kira seperti itu Anita … semoga tetap semangat ya …

  23. setya

    Selamat yaa bu… senangnya dpt 2 skaligus…
    Bu mohon berbagi info hidup sehatnya seperti apa krn saya pernh gagal BT tahun lalu…
    Apa aja yg di makan dan tidak di makan…
    Trimkasih sblmnya….

  24. anita

    selamat pagi.

    sy anita dr malang 🙂
    sy mnikah 2th dan sdh hampir 2th pula kami mngetahui bila suami sy azosperma ..

    mohon bantuannya ,
    sy ingin mnanyakan ttg ‘operasi verikokel terlebih dahulu karena hal ini akan mengganu hormone pembentukan sperma yang bagus dan tiga bulan kemudian baru dilakukan operasi TESA/PESA untuk mengambilan sperma’

    operasi tsb dilakukan karena azony ? atau bgmn?
    boleh kami tahu total biaya keseluruhan ?

    terima kasih bantuannya,mbaca artikel ini sy mnjadi lebih semangat ttg diagnose tsb 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*