Asuransi bayi tabung
Masih ingat di kepala pengalamanku yang satu ini… kira-kira terjadi pada awal tahun lalu saat mulai bayi tabung pertama di KKH Singapore. “Kamu mau melahirkan di Singapore atau di Indonesia?” tanya suster klinik bayi tabung. Bingung juga kenapa si suster menanyakan hal ini, mau melahirkan dimana? Boro-boro mikir melahirkan … proses bayi tabungnya aja baru mulai.
Setelah berpikir sebentar, mau di Indonesia atau Singapore ya? Kalau di Indonesia enak banyak yang bisa menemani.. semua keluargaku ada disana. Tapi ada satu family member yang terpenting yang mungkin tidak bisa temani… suamiku. Maklumlah suami sudah pindah kerja di Singapura jadi kemana dia pergi ya saya buntuti.
Lalu saya jawab aja “kemungkinan besar di Singapore suster, emangnya kenapa?’ Sambil tersenyum dia jelaskan, ‘kalau mau melahirkan di Singapore harus bayar asuransi sesuai dengan peraturan sini’. Setelah dijelaskan panjang lebar barulah saya ngerti maksudnya.
Seperti yang diketahui kalau ikut program bayi tabung kemungkinan besar kita bisa dapat kembar 2 atau lebih… dibandingkan dengan kehamilan normal. Nah data statistik menunjukkan kalau kehamilan kembar itu chance prematur dan masuk ruang ICU lumayan besar. Terus karena biaya ICU di Singapore mahal dan banyak yang langsung bangkrut setelah melahirkan bayi prematur maka keluarlah peraturan yang ikut bayi tabung di Singapore dan akan melahirkan di Singapore harus ikut asuransi bayi tabung.
Dalam formulir asuransi tertulis biaya atau premi yang harus dibayar. Bayarnya sekali saja, jumlah tergantung banyaknya embrio yang ditransfer, satu embrio SGD50, dua embrio SGD105, tiga embrio SGD698, empat embrio SGD1958. Semakin banyak jumlah embrio yang ditransfer semakin besar jumlah premi yang harus dibayar mengingat resikonya yang semakin besar pula. Karena peraturannya begitu dan sepertinya akan membantu nantinya, ya akhirnya saya ikut asuransi bayi tabung.
Waktu itu ada 2 embrio yang ditransfer jadi asuransinya SGD105… karena program bayi tabungnya gagal ya melayanglah preminya.
Saat program bayi tabung yang terakhir ada 3 embrio yang ditransfer. Sebenarnya agak kaget juga waktu suster bilang harus bayar asuransi sebesar SGD711… pertama karena saya dah lupa kalau ada asuransi yang harus diikuti, kedua beda preminya lumayan jauh dengan premi dua embrio, ketiga premi dah naik sedikit karena pajak naik dari 5% jadi 7%… dan pas waktu itu sehabis suster tanya ‘mau berapa embrio yang dimasukkan, karena thaw cycle change lebih kecil tiga embrio lebih baik tapi karena umur belum 35thn 2 embrio juga ga masalah’. Setelah mempertimbangkan sana-sini akhirnya saya putuskan 3 embrio… terus datanglah tuh premi asuransi yang lumayan mahal.
Ada sesuatu yang menurut saya agak aneh… bayarnya harus pakai cek, ga terima cash, credit card atau debit card. Cek harus ditulis atas nama si perusahaan asuransi. Cek boleh dikirim nanti selama belum embrio transfer.
Berapa keuntungan yang ditanggung asuransi? hahaha dah ga sabar ya… Benefitnya asuransi bisa nanggung biaya rawat inap SGD300/hari/bayi untuk level 3 (saya kurang begitu tahu apa itu level 3), SGD100/hari/bayi untuk level 2, dengan total claim maksimum SGD54000/bayi atau umur bayi dah 180 hari.
Boleh juga ya asuransi ini karena sangat membantu mengurangi beban biaya apabila terjadi komplikasi melahirkan nantinya, betul tidak?


(23 votes, average: 3.30 out of 5)
posted on April 30th, 2008 at 4:02 pm
posted on May 25th, 2008 at 10:48 pm
posted on May 27th, 2008 at 8:30 pm
posted on September 5th, 2008 at 10:30 pm
posted on September 23rd, 2010 at 10:54 am
posted on September 28th, 2010 at 10:14 pm
posted on May 17th, 2012 at 10:05 pm