bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

24th November 2009

Airmata saya terus mengalir – Dede

Kalian setidaknya masih beruntung ya suami/istrinya bisa saling support .. tp tidak halnya dngn aku. aku di vonis sama dokter kl saluran kandungan aku tertutup/rusak dan disarankan untuk program bayi tabung. sewaktu suamiku tau, dia marah2.. ya saya ngerti siy, pasti kecewa. saya jg kecewa tp ya apa mau dikata, toh ini memang jalan yg dikasih sama Allah Swt.

Dokter jg bilang kl saya cuma tidak beruntung saja untuk bisa hamil sec normal. Suami saya punya uang tp dia ga mau program bayi tabung, yg dia mau cuma alami. Dia ga mau capek2 pergi ke dokter katanya.. dia paling ga suka kyk begituan.

Jdnya setiap hr saya stres, selain suami yg marah2.. mertua dan ipar2 terus menyalahkan saya :-( , marah, menyindir. pdhl yg sya butuhkan cuma support.. ibu sayapun ikut2an marah2 sama saya.. airmata saya terus mengalir T_T
kita sudah menikah 6 thn dan bntr lg 7 thn.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...Loading...

This entry was posted on Tuesday, November 24th, 2009 at 5:27 pm and is filed under Kehidupan berkeluarga, Tuba fallopi bermasalah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There are currently 30 responses to “Airmata saya terus mengalir – Dede”

  1. 1 On November 24th, 2009, Rima said:

    Dear Ibu Dede,
    Saya prihatin dgn situasi Ibu terutama atas sikap suami & keluarga.Bersabar terus yg bisa dilakukan & berdoa utk mrk,agar bisa menerima bahkan menghibur Ibu.
    Saya sdh menikah 9thn,hampir 10thn.Belum mendpt keturunan.Tuba kiri sdh di tutup,akibat hamil-1,janin tumbuh di ujung tuba & pecah.
    Dan sdh mengikuti prog IVF 2x,tp belum berhasil.Tapi,Puji Tuhan, suami & kel semua menghibur & bisa menerima.Kami malah semakin menyadari,bhw kami hrs saling membahagiakan.Karena kami menyadari,masalah keturunan adalah berkat dari atas.Diluar kemampuan manusia.Coba bayangkan,saat embryo berkembang dlm rahim,dokter secanggih apapun tdk sanggup mencampuri.Itu kami sadari stlh mengikuti prog IVF.Jd tetap ada keterbatasan sekalipun mengikuti program.
    Ingin rasanya Ibu & terutama suami juga keluarga Ibu,bisa membaca spy mrk mengerti.Dan kembali kpd cinta mula2 Ibu & suami.Yg terpenting adl,kebahagian dlm hub sbg suami-istri,ingat kembali saat bertemu.Dan tdk saling menuntut,tapi saling melakukan tindakan cinta.
    Semoga tulisan saya ini,bisa menghibur & menguatkan Ibu.Tuhan memberkati.

  2. 2 On November 24th, 2009, Febiola said:

    Dede, sabar ya…saya sgt mengerti perasaaan Dede, pasti sangat kecewa ya, apalagi suami jg tidak mau mengerti dan support dalam keadaan seperti itu, padahal siapa yang mau mengalami kenyataan ini. Coba ya Dede terus berdoa, saya yakin Tuhan pasti mempunyai jalan yang lain utk membuat kehidupan kita menjadi indah. Saya percaya sekali bahwa Tuhan selalu mendengarkan apa yang kita minta dan Dia tahu semua kesulitan yang kita hadapi. Jadi jangan pernah menyerah ya. Sayapun sampai sekarang belum pernah mengandung, usia pernikahan sudah menuju tahun ke 10. Beruntung suami saya tidak pernah membuat saya putus asa, dia selalu mensupport saya. Kesalahan ada pada rahim saya, karena sel telor saya tidak bagus kualitasnya, begitu kata dokter, dan dikatakan bhw saya akan susah hamil, karena sel telornya itu jelek dan itu bawaan dari lahir, dan itu tidak ada obatnya. Pada saat mendengarkan apa vonis dokter, saya langsung down, dan stress…untungnya suami masih menyakinkan saya,katanya dimata Tuhan tidak ada yang tidak mungkin..oleh karena itu sampai dengan sekarang saya masih yakin, kalo saya pasti bisa hamil suatu hari nanti. So, Dede yakin ya..pasti bisa ada mukjijat yang akan terjadi dalam hidup kita.

  3. 3 On November 24th, 2009, Febiola said:

    To Dede :
    Betul apa yang dikatakan Rima, bahkan saya sendiri juga sudah pernah melakukan program inseminasi 5x dan ivf sebanyak 3x, namun dari sejumlah dana yang dikeluarkan,semuanya tetap saja gagal..Jadi semua itu harus terjadi berdasarkan Kehendak Tuhan bukan kehendak manusia. Tetap semangat dan Berdoa terus ya supaya Tuhan bisa mengubah suami dan keluarga utk bisa menerima dan sama-sama menjalankan cobaan ini.

  4. 4 On November 24th, 2009, Phoebe said:

    Dear Dede….berusaha untuk berpikir positif ya, karena masih banyak hal berguna lain yang bisa dikerjakan sambil kita terus berharap dan berusaha. Saya sendiri sudah 6 tahun menikah (sekarang umur 36), pernah hamil sekali namun tidak berkembang (belakangan diketahui kualitas sperma suami kurang baik). Saya tidak pernah sekalipun menyesali tahun2 yang sudah berlalu dimana kami belum dikaruniai anak, malahan bersyukur karena kami berdua dengan suami dapat fokus membangun fondasi yang kuat untuk keluarga kami saat ini dan untuk masa depan baik dari sisi pengertian dan kerjasama maupun dari sisi ekonomi. Nantinya saya juga berencana mencoba IVF bila kami sama-sama sudah siap. Sayangi, jaga dan hargai diri sendiri, kalau bukan kita, siapa lagi?

  5. 5 On November 25th, 2009, menik said:

    Amat sangat dimengerti kalo skrg mb’Dede ngerasa down banget.. aku yg cm baca kisahnya aja udah jd ikutan sedih… tp yang sabar ya jeng… percayalah seberat apapun ujian dari Tuhan, DIA tak pernah lupa menyertakan kekuatan pd kita utk menjalaninya.. Di saat merasa semua orang / keluarga memusuhimu atau meninggalkanmu, yakinlah bahwa Tuhan selalu bersamamu, menggandeng tanganmu, bahkan selalu siap menopangmu.. Hanya kepada Tuhanlah kita bisa bersandar & memohon pertolongan… Ajak suami untuk menghitung berkat yang ada, jangan hanya terpaku pada apa yg kita belum punya.. Punya anak akan menambah kebahagiaan, namun belum atau bahkan tidak punya anak tak akan mengurangi kebahagiaan yg telah ada.. Yang kuat ya jeng, Tuhan memberkatimu..

  6. 6 On November 25th, 2009, emmy said:

    Dearest Dede,

    Aq juga setuju banget dengan Rima & Febiola,
    Menurutku Orangtua, Mertua, Dokter atau siapapun itu boleh bilang apa saja, tapi serahkan masalahmu sama Tuhan karena Tuhan adalah dokter diatas segala dokter jadi kalau DIA bertindak maka segala sesuatu, apapun itu termasuk baby maka DIA akan berikan ke kita indah dan tepat pada waktuNYa. Tidak ada yang mustahil ya, De.

    Aq juga sudah 5 tahun married & belum diberikan baby tapi Aq & Suami yakin dan percaya dengan berdoa dan berusaha dan selalu saling mendukung satu sama lain, maka Yang Diatas tidak akan tinggal diam karena apa yang kita alami, tidak akan melebihi kemampuan kita so tetap saranku berdoa terus ya, De .. dan berikan airmatamu padaNya ..

    Untuk siapapun itu termasuk suami dan keluarga besar, please jangan diambil pusing ya De .. karena mereka memang tidak merasakan diposisimu dengan apa yang dirimu alami/rasakan saat ini, De … So, hidup ini harus terus berjalan dengan percaya padaNYa, berusaha dan selalu berharap padaNYa …

    De, jangan lupa berdoa ya terutama untuk suami, mertua, ipar dan orangtuamu agar hatinya digerakkan Tuhan
    untuk menerima semua kelebihan dan kekurangan-mu apa adanya.

    TUHAN Memberkatimu dan Keluarga besarmu …

  7. 7 On November 25th, 2009, rima said:

    buat dede…yang sabar ya bu..saya setuju dengan semua saran dari teman2x yang diatas, mudah2xan dede bisa melewati ini semua dengan katabahan dan keikhlasan..tiada yang mustahil bagi DIA, jika TUHAN berkehendak kita punya anak pasti kita bisa, banyak berdoa ya dede tetap semangat yah..aku juga udah 6 tahun belum diberi baby tapi aku yakin DIA akan memberikan kepada kita tepat waktuNYA dan indah pada waktuNYA…God Bless U friend…

  8. 8 On November 25th, 2009, riana said:

    saya ikut ber empati untuk mbak dede

    Cuma 1 hal yang harus mbak sadari seorang wanita menjadi sempurna tidak di ukur dari apakah dia bisa menghasilkan keturunan / tidak

    dan mengutip dari ucapan suami saya (saat hasil lab menunjukan bahwa saya mengalami penyumbatan kedua tuba falopi dan dokter memvonis bahwa saya tidak akan bisa punya anak secara normal juga)

    ” Bahwa inti sejati sebuah pernikahan itu adalah antara suami, istri, Tuhan dan hati kalian masing-masing…Anak itu hanyalah sebuah bonus dari Tuhan
    Jika suatu saat ada yang kasih komentar buruk ke mbak dede tentang keturunan Jangan diambil hati
    karena sebenarnya orang2 tersebut lah yang seharusnya kita kasihani… kenapa ??? Karena mereka tidak mengerti apa arti sejati sebuah pernikahan ”

    saya kadang2 suka miris dengan budaya masyarakat kita yang terlalu mendewakan anak,akhirnya mengutamakan kepentingan anak diatas kepentingan pasangannya..bukankah hal itu yang mengakibatkan banyak sekali kehancuran rumah tangga yang berujung perceraian

    tetap berusaha dan berdoa mbak…InsyaAllah akan ada jalan untuk mbak dan teman2 lain yang senasip

  9. 9 On November 25th, 2009, Medy said:

    Dearest Dede,
    saya sangat berempati atas keadaan ini ya, jangan pernah hilang pengharapan pada Tuhan ya mbak karena Dia tahu apa yang kita rasakan saat ini. Memang semua orang ingin memiliki keturunan (itu sangatlah manusiawi) tapi rencana Tuhan berbeda-beda untuk tiap orang, percayalah rencanaNYA itu indah dan manis kok (mungkin akan mbak rasakan dimasa kedepan, belum saat2 ini).
    Saya sangat percaya bahwa semua yang terjadi atas diri kita adalah sepengetahuanNYA, so jangan marah padaNYA kalo mbak dalam posisi ini, percayalah pasti DIA akan berikan kekuatan extra untuk menghadapinya.
    Saat ini memang aku sudah punya seorang anak 2 tahun, setelah menanti 7 tahun. Waktu itu rencana bayi tabung tapi kemudian program terhenti karena aku sudah hamil, suatu keajaiban disaat aku sudah capek berharap bisa hamil secara alami. Persiapan IVF membukakan mata hatiku dan membuat aku semakin percaya bahwa kita ini tak punya daya sedikitpun untuk memperoleh kehamilan, semua itu hanyalah berkatNYA saja. Dokter yang terkenal, peralatan canggih dan obat2an bukanlah jaminan untuk memperoleh kehamilan; semua berakar pada kehendakNYA saja.
    Karena itu mbak, tetap berharap pada TUHAN saja ya, semoga suami dan keluarga besar dapat segera menerima keadaan ini. Toh masih ada jalan untuk kehamilan kan….
    Aku doakan semoga mbak sekeluarga segera dipulihkanNYA dan segera menimang yach.
    GBU

  10. 10 On November 25th, 2009, kiara said:

    Mbak Dede,

    jangan putus asa ya.

    Saya sendiri kondisinya sama dengan mbak dede.
    Sekarang ini saya lagi berobat ke profesor He Kun dari beijing, beliau praktek di pluit village , lantai 4, Nomor 10B. Beliau dapat membuka saluran yang tersumbat, waktu yang diperlukan sekitar 6 bulan (tergantung kondisi dan tepat nya kita minum obat dan tusuk jarum). Pengobatan tusuk jarum tidak seperti tusuk jarum untuk menguruskan badan (tidak ada getaran apapun) jadi benar2 tusuk jarum dari China.

    Saya sendiri sudah sekitar 4 bulan tetapi tidak full time artinya tidak seminggu dua kali dan minum obat teratur karena kadang2 terganggu jadwal kerja di luar kota.

    Mbak, kalau bisa, mbak coba saja ya , siapa tau bisa membuka saluran yang tersumbat.

    Semoga kita sama2 berhasil ya… XOXO
    Kiara 70282215

  11. 11 On November 25th, 2009, olif said:

    mbak dede….tetep sabar & berdoa, moga suami mbak suatu saat mendapat hidayah dr Alloh shgg sadar bahwa tak ada sesuatu yg terjadi di luar kehendak Nya

    coba mbak cari artikel2 ttg infertilitas & ketika suami hatinya lg happy diajak diskusi ttg artikel2 itu…..kalo perlu kasih tau ttg keberadaan blog ini… pelan2 aja mbak … sekeras apapun hati manusia bila ditetesi dg lembut perlahan2 Insyaalloh akan lunak….moga membantu, ok

  12. 12 On November 25th, 2009, dyah said:

    saya gak bisa berkata apa2 dengan masalah yang ibu dede alami…saya turut prihatin bu,dengan sikap keluarga ibu,terutama suami ibu….tapi bagaimanapun saya tau ibu bisa menghadapi semua cobaan itu dengan baik…ibu dede,hidup mati,sehat sakit,susah senang itu adalah rencana Tuhan…kita hanya bisa menghadapi semuanya ….dengan kuat,tegar dan tabah…apalagi kalau itu yang namanya cobaan…sakit atau cobaan belum dikasih keturunan..tetaplah semangat bu dan yakin…dibalik cobaan ibu pasti ada rahasia Tuhan / jalan Tuhan yang lebih baik buat ibu….

  13. 13 On November 25th, 2009, Viva said:

    Dear Dede,

    Halo… salam knl… saya adalah salah seorg yg gagal dlm program bt d penang…

    selain kondisi fisik dan batin, smua ini jg diluar dugaan kita walau kita sudah berusaha keras slm ini…apalagi kita tlh berbuat maksimal dgn segenap kemampuan kita baik materi ataupun mental….

    saya jg tiada yg mendukung kcuali pihak keluarga saya sendiri slm ini… jadi saya hrp Dede hrs lbh memikirkan kesehatan diri sendiri, itu yg terutama.. krn down terus jg tidak ada gunanya…

    walau pahit, tp kita hrs sll melihat k dpn..

  14. 14 On November 26th, 2009, Wienda said:

    Dear Dede.. salam kenal ya De..
    Aku turut prihatin dg apa yg terjadi sama kamu. Tapi bener kata teman2 di atas bhw sebaiknya kita tidak tenggelam dalam kesedihan ini. Dede harus tetap jaga kesehatan dan jangan down, tetap semangat. Dengan semangat dan ketegaran hati Dede, insyaallah akan menularkan kekuatan dan semangat pada seluruh keluarga, terutama suami. Kemarahan wajar terjadi, mungkin respon awal dari kekecewaan yg tak dapat disembunyikan. Tapi apakah kemarahan menyelesaikan masalah? Saya pikir tidak, malah saling menyakiti dan makin memperkuat energi negatif. Kita harus kuat Dede…
    Punya anak bukan prestasi kok, itu semata-mata kemurahan hati Yang Kuasa. Jadi jangan putus doanya. Kata orang bijak, bagaimana kita mau dikasih sesuatu kalo kita tidak minta?
    Bangkit ya sayang…semangatlah hadapi hidup ini. Banyak kok yang masih bisa kita lakukan dan bisa kita kontribusikan. Dan kalo kita merasa tidak ada lagi yang sayang dan mendukung kita, satu-satunya jalan ya sayangi diri kita dan kuatkan hati kita sendiri.
    Ok say…:)

  15. 15 On November 30th, 2009, ira said:

    Salam kenal tuk mbak DEde…
    Mbak dede yg baik, jgn putus asa ya! ak ikut sedih dg keadaan mbak dede. tp ak ndak bs bantu apa2 hy bs ksh suport, krn di dunia msh byk org2 yg spt kt. conthny ak mbak ak kmrn jg di vonis dokter hrs Bt,sempat dunia serasa runtuh. Tp alhamdulilah ak diksh suami yg pengertian krn ap yg kualami (TUBA PALOPI BUNTU) atau mbak dede alami kan bukan kehendak kita tp memang cobaan dari ALLAH.Semoga ALLAH selalu memudahkan jalan mbak dede dan menjdkan mbak dede insan yg tawakal!!!!!!!! AMIEN……..

  16. 16 On November 30th, 2009, noor said:

    Dear sister Dede

    Aku sudah 7 tahun menikah & belum juga dikaruniai anak karena kedua saluran telurku tersumbat…kita semua mengalami ujian hidup yang sama…mungkin bagi sebagian orang ujian ini sangat berat untuk dihadapi…tapi bagi sebagian yang lain mungkin mereka mengalami ujian hidup yang lebih berat & Allah subhanahu wata’ala tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya…aku turut merasakan kesedihan yg mba alami, di saat kita mendapat ujian…dukungan & hiburanlah yang sangat kita butuhkan, justru mba malah mendapatkan respon yg sangat negatif dari suami & keluarganya…Masya Allah…berat memang…tetapi ini adalah episode hidup yang harus kita terima dgn ikhlas…seperti apa yg sudah diungkapkan oleh teman2 di atas bahwa tujuan utama perkawinan memang bukan utk mendapatkan keturunan..tetapi bagi aku perkawinan adalah sarana utk meraih pahala & ridho-Nya. Dalam situasi ini menurutku yang pasti adalah mba harus selalu bersabar, berdoa & meningkatkan ketakwaan agar Allah membukakan hati suami & keluarganya utk menerima kenyataan ini dgn lapang dada. Yang kedua buktikan kepada suami & keluarganya bahwa mba adalah seorang istri yg baik & berbakti kepada suami sehingga lambat laun kekerasan hati mereka akan melunak & menyadari bahwa keutamaan seorg istri tdk semata2 pada kemampuannya utk memberikan keturunan tetapi jauh lebih luas & dalam dari itu. Mudah2an sharing-ku ini bisa meringankan beban di hati mba…saling mendoakan ya mba agar kita bisa kuat menghadapi ujian ini…
    “Harta & anak2 adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan2 yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik utk menjadi harapan” [QS 18:46]

  17. 17 On December 5th, 2009, vinie said:

    dear, dede

    yg sabar yach,yg penting kita tetap percaya sama yg diAtas pasti akan memberikan yg terbaik buat kita….

  18. 18 On December 7th, 2009, Dimdim said:

    Dear mbak Dede,

    yang sabar ya mbak, saya juga sdh 7 thn menikah tp blm dikaruniai momongan. saya sdh pernah inseminasi tp gagal, sudah 3 kali ganti dokter,sampai sekarang dokter blm menyarankan untuk bayi tabung, ‘kita coba secara alami dulu’ katanya.Berbagai pengobatan alternatif jg sdh sy coba. tp sepertinya saya mulai lelah, mulai minggu lalu saya mulai berhenti ke dokter dan alternatif.

    Ada keinginan untuk ikut bt, tp belum 100% yakin. makanya saya senang sekali membaca saran & masukan dari teman2 senasib disini, menjadikan saya merasa tidak sendiri menghadapi masalah ini.

    terima kasih semuanya, mari kita sama2 saling mendoakan.

  19. 19 On December 20th, 2009, Aegner said:

    Dear mbak dede

    salam kenal yach mbak

    penderitaan kita sama mba dede ,aku4 tahun menikah belum juga di karunia anak
    tahuin2008 aku melaksanakan laparascopi karena kedua saluran ku tertutup
    sekarang kita masih menjalan kan program buat hamil tapi ga erasa sudah mau 1 tahu program kita tapi tak membuah kan jasil
    alhasil dokter memberikan alternatif untuk menjalankan program plan B yaitu inseminasi
    dari para pengalaman temen teman ku inseminasi banyak sekali yang gagal
    sedang paln C ADALAH BT DAN BIAYA UNTUK BT BUKAN LAH HAL YANG SANGAT MURAH
    ENTAHLAH BAGAIMANA KELAJUTAN KAMI NANTI NYA
    INTINYA MUNGKIN KITA HARUS SALING SABAR DAN GA PERDULI ENGAN OMONGAN RANG
    UNTUNG NYA KU TINGGAL DI NEGARA ORANG YG HIDUP NYA GA MAU TAHU URUSAN ORANG JADI AKU MASA BOOH AJA DI SINI
    TAPI TAHUN DEPAN HARUS PULANG KE NEGARA KU SENIRI JAI AA RASA BATHIN MULAI TERASA HAMPA .
    SEMOGA SABAR YA JENG DEDE
    KALAU SALURAN TUBA ANDA KE TUTUP ITU BISA I LAPARCOPI UNTUK I BUKA NYA
    KARENA SAYA PUN BEGITU MENGALAMI PENUTUPAN PADA KEDUA TUBA SAYA
    TAPI SEKARANG SUDAH TERBUKA .
    AKU DOAKAN AGAR SEMUANYA AKAN MENJADI SESUAI DENGAN HARAPAN ANDA AMIEN

  20. 20 On December 28th, 2009, weeya said:

    dear mbak dede’
    sabar yah mbak’…aQ ngerti bgt keadaan mbak.pd keadaan sperti itu support dr kluarga t’utama dr suami sgt penting.tapi sdhlah,,intinya mbak hrus tetap semangat dan ga boleh putus asa.
    mbak udh jlani metode terapi belum??aQ udh nikah hmpir 1,5 th, umurQu 26 th.dlu stelah aQ mjalani tes HSG,aQ divonis bahwa kedua saluran tubaQu t’tutup.dan parahnya kedua sumbatan ada dipangkal,jd kemungkinan t’buka tipis skali.oleh dokter tersebut aQ direkomendasikan utk operasi laparoskopi.saat aQ menanyakan jalan alternatif lain,dokter bilang cm bayi tabung.rasanya sedih sekali…laparoskopi memakan biaya yg besar.apalg bayi tabung…smentara tingkat keberhasilan msih t’gantung….aQ sempat stress mikirinnya.
    ga mau nyerah,,aQ minta pendapat kedokter lain,,sampe ke dokter ke tiga…aQ disarankan utk m’jalani hidrotubasi,wlau kemungkinan itu kecil.hidro pertama aQ dinyatakan gagal.lalu aQ direkom utk fisioteraphy namanya diatermy (dihangatkan) sampai 10X setiap hari,tiga hari dari sana aQ dihidro lg.alhamdulillah,,karena Kuasa ALLAH menurut dokter sumbatan sdh t’buka…baru minggu lalu aQ m’jlani hidro ke dua,sblum hidro, selain terus b’doa, aQ mmg minta didoakn oleh seorang kerabat…
    mudah2an cerita Qu ini m’inspirasi mbak dan yg lainnya bhwa dlam keadaan sesulit apapun Qta ga boleh putus asa dan menyerah..tetap usaha dan b’doa..krna Dia lah Yg Maha Punya…Tidak Ada Yg Mustahil Bagi-NYA.
    stelah keberhasilan hidro minggu lalu,hari ini aQ konsul lg.skr aQ lg program hamil…kata dokter klo mmg belum hami sebulan ini,aQ hrus jlani hidro lg,spya saluran ga tertutup kembali.minta do’a nya yah mbak2 Qu skalian,semoga aQ bs scepatnya hamil…amiiiin,heheee…

  21. 21 On December 29th, 2009, Dwi Endah said:

    Mbak dede…
    sabar ya, saya yakin, Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuannya. Dan dibalik kesedihan mbak dede, saya yakin akan ada hikmah yang dapat dipetik.
    Pasrahkan semua ke Allah dan jangan berhenti berdoa serta terus berusha karena Allah menurunkan penyakit pasti ada obatnya. tetap semangat..

  22. 22 On December 30th, 2009, Aan said:

    Mba Dede jangan berkecil hati. Kalau mmg tak ada support dari suami n keluarga, mba berobat aja sendiri mgkn dgn cara alternatif yang biayanya agak murah tapi hrs pilih yang aman n tdk macem2 mslnya akupuntur, pijet refleksi, atau sengat lebah dll. Barengi dg cek dokter, ga mesti beli obatnya kan yg penting tahu perkembangan mba, krn mba punya masalah. Saya jg gitu bermasalah dgn endometriosis, suami rada pesimis dgn dokter n males anter2 jadi sy yang bergerak sendiri tapi jgn nyalahin suami (agar kita tdk diliputi kemarahan terus mba)mgkn tabiat laki2 itu kurang sabaran. Walaupun kita sgt mengharapkan dukungan mrk. Keep trying ya mba.

  23. 23 On January 11th, 2010, Michelle said:

    Mbak Dede,

    Sebetulnya masih ada jalan keluar. Kalau mau ngomong jujur, dalam program BT, suami cuma diperlukan untuk dua hal, satu: sumbang sperma, dua: bayar biayanya. Memang kedengarannya jahat, tetapi kenyataannya begitu.

    Saya menjalani proses BT tanpa didampingi suami, karena dia sangat sibuk. Saya maklum dan tidak mau mengganggu kesibukan dia, karena toh dia sibuk cari uang juga buat saya. Pokoknya saya minta sama dia untuk melakukan tiga hal:

    Pertama: datang untuk konsultasi awal, jadi dia tahu prosesnya melibatkan apa saja dan biayanya berapa

    Kedua: melakukan test darah untuk keperluan pengobatan

    Ketiga: mengantar waktu Ovarium Pick Up, karena saat itu spermanya harus diambil.

    Saya masih nyetir sendiri selama proses suntikan, sampai setelah embrio transfer. Setelah itu, suami saya jadi panik dan akhirnya mengajukan diri untuk selalu mengantar saya kemana saja saya pergi (tanpa diminta, dan kadang-kadang sampai harus ditolak berkali-kali karena saya nggak tega membuat dia menunda meeting hanya karena saya mau beli sayuran dan daging segar buat dimakan saya).

    Jadi intinya, Mbak Dede harus paham bahwa bagi suami, menunggu di tempat praktek dokter kandungan itu sangat menyebalkan dan membuang-buang waktu. Daripada menyesali dan tidak bisa berbuat apa-apa karena suami tidak mau ikutan susah menunggu di dokter, lakukan saja saran saya diatas. Siapa tahu dia bisa tergerak hatinya dan mau mendampingi sesudahnya, apa lagi setelah USG dan melihat jabang bayi di kandungan Mbak Dede.

    Semoga berhasil dan tabah selalu yaa

    PS: Suami saya bahkan tidak bisa melihat USG pertama jabang bayi kami, karena dia ada meeting di Surabaya. BTW, saya program di Bunda International Clinic…sangat nyaman dan tidak perlu tunggu lama-lama untuk kontrol ke dokter.

  24. 24 On January 12th, 2010, Raini said:

    @Dede
    Hai Dede yg sabar ya… aku mau share tentang pengalamanku ni, mudah2 saja allah membukakan mata hati suami serta keluarga mu yg tdk bisa menerima keadaan kamu ini. Sebenarnya kalau ditanya siapa sih manusia yg kepingin terlahir kedunia ini dengan kekurangan, pasti jawabnya “TIDAK” nah demikian juga dengan kita semua yg kebetulan letak kekurangannya adalah kesuburan, tapi biar bagaimana pun kita harus tetap bersyukur dengan semua kekurangan itu, karena kita harus yakin di baik ini semua masih banyak jalan untuk memperoleh keturunan. Kalau menurut saya suami kamu masih lebih beruntung dari pada saya karena masih mempunyai biaya untuk ikut program BT. terus terang kondisi keuangan kami justru tdk seberuntung suami kamu tapi kami tetap semangat untuk mempunyai keturunan walaupun sebagian uang yg kami gunakan untuk ikut BT ini adalah dapat pinjam dari bank ( alias hutang ) walau pun dengan hasil yg tdk pasti positive or negatif tapi kami tetap semangat & pasrah kepada allah yg penting kami tetap berusaha. kondisi kamu sama dengan aku kedua tuba tersumbat. Dede yg sabar ya coba suami di beri pengertian terus & kembalikan kondisi seperti ini kepada dia, seandainya ini terjadi pada diri kamu yg spermanya 0/ tidak bagus apakah kamu bisa menolaknya? Ingat ilmu kedokteran sekarang ini sdh canggih kalau masalah uang bisa dicari selagi kita masih mau berusaha. semoga share ku ini bisa membatu kamu.

  25. 25 On January 29th, 2010, Harry said:

    Dear Dede,

    Jangan pernah untuk berkecil hati ya mbak, Aq sendiri dan istriku skrng mau masuk tahun ke 4 nikah.
    Hampir segala macam cara telah kita ber-2 lakukan, mulai dari insem, alternatif, sampai terakhir krmn coba untuk BT.
    Kalau diingat2 terus sih pasti stress juga, apalagi Aq dan istriku sama2 punya masalah (Aq bermasalah dengan sperma, sedangkan istriku punya masalah di saluran, indung telur, + punya endometriosis)
    Tapi Alhamdullillah selama menjalani itu semua kita ber-2 malah jadi tambah sayang, mungkin karena kita merasa senasib dan sepenanggungan, makanya kita ber-2 selalu saling support.
    Beruntungnya lagi para orang tua kami dan keluarga juga mendukung, jadi semuanya bisa dijalani dengan kesabaran.
    Memang kalau dipikir2 semuanya itu kembali kepada Allah SWT, kita sudah berusaha dengan cara apa pun juga hasil akhirnya harus kita serahkan sama Allah SWT.

    Mudah2an suami mbak dede bisa mengerti kondisi yang mbak dede alami, karena memang yang bisa menghibur kita itu ya dukungan dari pasangan dan keluarga.

  26. 26 On April 10th, 2010, yanti said:

    Dear mbak dede..
    Aku ikut prihatin dengan kondisi mbak, tp mbak hrs tetep bersemangat, betul saran temen2 sebelumnya, mbak hrs kuat.
    mudah2an suami mbak dibukakan mata hatinya, bahwa anak adalah titipan Allah, kita semua tidak tau apa yg akan diberikan Allah kpd kita kedepannya. Hidup, mati, rejeki semuanya sdh diatur, yg kita bisa hanya berdoa dan berusaha mbak.
    Klo mbak muslim, perbanyak sholat malam ya mbak, minta ampun sama yg Diatas, memohon petunjuk-Nya agar selalu diberi jalan yg terbaik. Allah tidak akan menutup mata mbak, mbak hrs percaya Allah akan membantu mabk.
    Anggap kami semua adalah saudara mbak, tempat mbak berkeluh kesah agar pikiran mbak tidak stress.
    Terus semangat ya mbak, jangan putus asa.

  27. 27 On April 22nd, 2010, rita said:

    mba sama juga punya masalah yang sama dengan mba, mang suami saya pertama marah2 terus tapi lahamdulillah skarang suami sudah sangat mendukung jingga karang saya sedang menjalani bayi tabung. berdoa saja mba dan saran saya coba suami mba dipertemukan dengan dokter yang benar2 bisa untuk komunikasi yang baik dan tukar pikiran cara ini berhasil untuk suami saya uda skitar 3 kali suami saya tidak bisa terima vonis dokter tapi setelah ketemu dokter yang lebih bsa untuk komunikasi akhirnya suami saya bisa menerima dengan baik

  28. 28 On June 8th, 2010, Rini said:

    dear mba Dede…

    sabar ya mba aku ikut prihatin…semua pasti ada jalannya…coba diomongin lg baik2 sm suami…yang pasti kita harus kuat n jangan menyerah ya…berusaha n berdoa…

    Aku jg sebenernya lg stress bgt krn hasil LO ku menunjukan kalo Endo aku berat…jadi kemungkinan untuk hamil alami kecil…sedangkan aku n suami maunya alami…untuk coba insem or bayi tabung kynya takut bgt..aku dah 2 tahun nikah umurku dah 26thn…sekarang aku cm bisa pasrah…besok aku suntik tapros semoga setelah tapros 3x aku bisa program n punya baby…

  29. 29 On July 30th, 2010, Thevie said:

    dEAR IBU DEDE

    aku turut sedih mendenger kisah bu dede ..tapi tabah lah aku yakin pasti ada jalan keluarnye
    aku menikah sejak tahun 2006 ,dan hingga sekarang … continued in post Rasanya indah jika aku dapat dipanggil mama.

    kepada ibu dede ,,cobalah di HSG
    JIKA DI HSG TIDAK BISA D BUKA BARU DI LAPARASCOPI
    KARENA HANYA DENGAN OPERASI SAJALAH SATU SATUNYA JALAN
    KALAU EMMANG SUAMI ANDA TIDAK ADA MASALAH MUDAH MUDAHAN SETELAH LAPARASCOPI ANDA BISA HAMIL NORMAL
    MEMang bukan hal yg muda bagi kaum pria untuk buang waktu di rumah sakit
    karena semua perlu fisik yg kuat dan kesabaran
    alhamdulilah suami ku sangat sport sekali pada ku walaupun 2 tahun sebelum nya dia tidak mau memiliki anak dari ku ,

    semoga aja ada jalan keluarnye ibu dede
    ‘salam kenal
    thevie

  30. 30 On November 2nd, 2010, Dina said:

    Buat ibu Dede,
    Emang mudah buat ngomong sabar tapi sulit untuk ngejalaninnya. Saya sendiri udah banyak jalan yang saya tempuh. Tuba sebelah kanan harus dipotong karena KET sebenarnya ga rela cuma waktu itu ga ada pilihan harus dipotong karena kondisi saya yang drop karena pendarahan di dalam akhirnya setelah operasi saya kontrol ke dokter dan dokter bilang saya tidak bisa hamil karena ada pelengketan, akhirnya saya ganti dokter dan ikut program inseminasi, tapi bukan hamil malah ada kista yang membesar dan harus dioperasi dan suntik tapros. Sedih banget, pernah suatu ketika saya down sampai bilang bahwa suami boleh menikah lagi, tapi suami malah Suami memang selalu menghibur cuma keluarganya dan keluarga saya selalu menghakimi itu yang kadang bikin down. Sabar and kalau ada waktu santai diskusikan karena belum tentu juga suami ga bermasalah kan perlu ditest juga.
    Semoga selalu ada stock sabar untuk ibu Dede

Leave a Reply

*
  • Recent Comments

  • nita: Dear Chrissy, Saya punya pengalaman adenomyosis dan pernah batab...
  • mila: Hi mbak, Salam dr saya, group ini jarang aktif. Mending gabung di...
  • asti: Hai aida.. saya baru baca kisahnya.. semoga sudah move on dan...
  • tentry: Assalamualaikum bunda-bunda semua,saya mau berbagi pengalaman...
  • julia: Waah yg comt smua anggota BD ya plug…hehehe…mbem km...
  • Devina Alvania: Yuni yg cantik alias makcik pimbem.. Tetap semangat dan...
  • Yuni: Iya nih Ciplug menghilang rupanya nulis di sini toh? Hihii Jd...
  • julia: Hi plug….dasar…menghilang seharian kmrn ternyata...
  • Search

  • Polls

    • Menurut Anda, keberhasilan bayi tabung terutama disebabkan oleh: (pilih max dua)

      View Results

      Loading ... Loading ...