Agenesis Vas Deferens – Anda

Halo semua, salam kenal dari saya dan suami 🙂

perkenalkan saya anda, ini pertama kali saya memberanikan diri untuk berbagi di media online. sebelum sebelumnya saya hanya silent reader dari blog ini.

saya sudah menikah selama 1 tahun 2 bulan, karena ingin cepat memiliki momongan, di usia pernikahan yang baru 6 bulan kami memeriksakan diri ke dokter. awalnya hanya saya yang ingin memeriksakan diri, dokterpun belum menganjurkan suami untuk tes sperma, karena usia pernikahan yang masih tergolong baru, jadi hanya konsen ke diri saya. tapi suami ingin lakukan tes juga, akhirnya suami dirujuk ke prof. dr. nukman moeleok.

setelah melakukan pemeriksaan, kami berdua sama sama dikagetkan dengan hasilnya, suamiku dinyatakan azoospermia (tidak diketemukannya sel spermatozoa). sedih memang, antara menyesal dan tidak, melakukan pemeriksaan terlalu dini. menyesal karena yg seharusnya di awal awal perkawinan seharusnya kami bahagia, ini malah sedih sedihan. bersyukur karena kita diberi petunjuk seawal mungkin.

lanjut cerita, kami mengikuti beberapa terapi di nukman moeloek, suami diberi gel tostrex, obat obatan selama selang waktu tertentu. ketika dilakukan tes sperma untuk mengetahui pengaruh dari obat obatan yang diberi, tes menunjukan hasil yang sama yaitu masih tidak ditemukan sel spermatozoa di dalam semen.

akhirnya dokter menyarankan untuk bayi tabung jika ingin memiliki keturunan. karena dari hasil pengecekan hormon suami semuanya normal. sehingga diduga pabrik sperma diproduksi tetapi tidak bisa keluar akibat adanya penyempitan saluran, suami saya pun terindikasi ada varikokel grade dini dari hasil USG. Nukman moeloek merekomendasi rs bunda, karena rs ini sudah cukup berpengalaman dengan program bayi tabung.

selama hampir 6 bulan kami istirahat dulu, sambil mengumpulkan biaya dan informasi untuk program bayi tabung. dan sampailah saya pada blog yang informatif ini.

di awal bulan kami membuat janji dengan dr. ivan sini, dengan berbekal semua hasil pemeriksaan dari prof noekman muluk. dari hasil pemeriksaan dengan dr ivan, alhamdulilah rahim saya baik, tidak ada kista, jumlah telurpun banyak. sehingga kami hanya fokus pada kondisi suami. dikarenakan belum siap dengan kondisi finansial untuk bayi tabung, dr ivan menganjurkan untuk menyelamatkan spermanya dulu dengan sperma frezzing. dirujuklah kami ke dr ponco (masih di rs bunda).

baru tadi malam kami bertemu dr ponco, dari hasil pemeriksaan fisik, beliau mengindikasikan ada peningkatan grade di varikokel suami, sehingga kami dianjurkan untuk USG ulang. jika ada varikokel dr ponco menyarankan memperbaiki varikokelnya dulu sebelum melakukan PESA/TESA. namun ada satu yang saya masih belum plong dan dokter tidak transparan terhadap kami. dari hasil obrolan kami dengan dokter, dokter menduga suami tergolong AGENESIS VAS DEFERENS, hanya beliau tidak berkenan menjelaskannya. kami diminta cari sendiri. lalu ketika kami bertanya kapan waktu ideal untuk dilakukan perbaikan varikokel jika ada, dr balik bertanya kapan suami terakhir menggunakan tostrex? karena efek tostrex akan hilang setelah 6 bulan. ketika kami bertanya apa efek sampingnya, lagi lagi dokter tidak mau menjelaskan dan kami diminta untuk membacanya sendiri. seingat saya efek samping penggunaan tostrex hanya ruam.

nah di kesempatan kali ini, saya ingin bertanya kepada forum, adakah yang tau arti dari AGENESIS VAS DEFERENS dan memang sebetulnya efek samping dari tostrex itu apa ya?

terimakasih sebelumnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

21 thoughts on “Agenesis Vas Deferens – Anda

  1. me

    aku coba utk jawab arti dari AGENESIS VAS DEFERENS dr google, artinya penyebab azoospermia itu cystic fibrosis di saluran

    kamu bisa google aja smua yg kamu pengen tau, kl dalam bahasa inggris lebih banyak pengetahuannya.

  2. Sisca

    dear anda….lam kenal aq sisca di jogja
    cb konsul sm dokter dicky di blog ini…..beliau baik bngt dan pasti mau menjlskan semua hal ttg problem jeng anda….suamiku jg pasien dokter dicky kok….
    jk mau tahu bnyk ttg dokter dicky dan mau konsul lbh lanjut aq akan berikan info sm jeng anda via email sj ya…..kirim ke emailku roby8889@gmail.com
    tetap semangat ya jeng

  3. anda

    halo mba sisca.. makasih ya mba, nanti aku email mba ya. matur nuwun sanget mba.

    semangaaaattt

  4. Sisca

    dear anda….
    aq tunggu emailmu ya….agar jeng anda bs konsul “langsung” sm dokter dicky deh….
    tetap semangat ya

  5. via

    hi anda

    suami saya juga azoospermia, dan skrg saya sedang hamil 19 minggu hasil BT pertama dengan dokter Ivan di BIC. Memang di BIC untuk pengecekan sperma dialihkan semua ke Dokter Ponco karena Dokter Ivan hanya konsen di sisi wanitanya, mungkin karena beliau sudah terlalu full yach. Untuk kondisi azoo memang tidak ada cara lain memastikan ada tidaknya sperma selain dengan TESA/PESA, meskipun kondisi hormon semuanya normal. Untuk operasi memperbaiki varikokel, Dokter Ponco juga sempat menawarkan karena suami saya ada varikokel grade 2 tapi kita sudah putusin untuk tidak diapa2kan, langsung ke TESA, karena dari yang saya baca dan penjelasan Dr POnco sendiri, memperbaiki varikokel tidak menjamin munculnya sperma,saya belum pernah nemu kasus yang akhirnya bisa hamil normal yach untuk kasus azoospermia. Di web ini juga sudah banyak kok yang posting kasus azoo dan bisa hamil lewat BT, tentunya dengan catatan hasil TESA nya ditemukan sperma yach. Semangat yach Anda, kecanggihan dunia kedokteran skrg ini membuat yang tadinya seems impossible jadi possible, meskipun tetap saja tergantung kuasa Yang Di Atas.

  6. anda

    [at] mba sisca : aku udah kirim email ya mba.. 🙂

    [at] mba via : selamat atas kehamilannya ya mba Via, semoga aku bisa cepat menyusul. Mba Via, di BIC juga toh mba, wah boleh dong mba dishare pengalamannya. Senin/Selasa besok suamiku rencananya mau tes lab + USG testis lagi di Bunda, semoga hasilnya bagus ya 🙂

    oya, waktu mba via dan suami memutuskan ga operasi varikokel, apa komentar dr. Ponco mba? bisa dishare? boleh diinfo juga ga mba, kira kira biaya untuk PESA/TESA dengan dr. Ponco habis berapa ya?

    terimakasih loh mba

    [at] me : makasih masukannya ya. setelah baca beberapa literarur, memang betul agenesis vas deferens lebih mudah ditemukan dalam literarur bahasa inggris.
    dari yang saya baca, agenesis itu artinya perkembangan yang belum lengkap/sempurna dari suatu bagian tubuh manusia. sementara vas deferns artinya saluran sperma, jadi : dokter menduga suami saya mengalami perkembangan yang tidak sempurna pada saluran spermanya sehingga tidak ada sperma yang keluar alias azoo. yaah semoga yang Maha Pencipta tau apa yang terbaik buat kami.

    SEMANGAAATTTT!!!!

  7. via

    @ anda : kmrn suami saya hanya ambil sperma di saluran luar saja, gak sampe dalem, saya lupa itu namanya TESA atau PESA, semakin dalem dapet spermanya semakin mahal dan semakin sakit post operasinya. Kalo kayak suami saya kmrn habis 20-an juta seinget saya. Operasinya sich hanya 10 menit, bius total, hanya lama tunggu sadarnya saja, setelah operasi dikasih pain killer karena agak ngilu tapi besoknya dah aktifitas biasa kok.
    Untuk kasus suami anda, Vas Deferens itu setau saya salah satu nama saluran yang ada di scrotum, dulu pernah dijelasin cara sperma keluar sama dokter sebelum Dokter Ponco.
    Masalah operasi varikokel, Dr Ponco sich hanya sekedar menawarkan opsi ya, keputusan tetap di kita, ada yang mutusin untuk coba operasi dan pernah share di web ini, coba cari d namanya Sandra, pasien di BIC juga…Saya sich sudah saklek aja bilang ke dokternya, kalo cuma sekedar coba2 dan tidak ada jaminan menyembuhkan lebih baik tidak usah dan dokternya ngerti kok…

  8. via

    @leny, maksudnya ambil spermanya disedot tidak terlalu dalem, umumnya dokter ambil dari saluran yang terluar, kalo masih tidak ketemu sperma baru disedot makin ke dalem, makanya makin sakit setelah itu

  9. itha

    @hi Jena.. salam kenal, semoga proses BT di BIC lancar ya, maaf kalo utk istilah itu saya blm pernah dengar..

    @hi Via salam kenal, Congrats ya sdh berhasil hamil semoga lancar sd lahiran ya, kalo boleh tahu usia km brpa dan brp biaya BT di BIC sekrg ini….dan apakah Dr ponco itu Androlog ya, kalo boleh tau jadwal Dr Ponco hari apa aja ya..trims ya

  10. anda

    @ itha : kalau ga salah dr. Ponco itu praktek di BIC setiap hari senin dan Jumat, di jam 16:00 sampai dengan selesai. (untuk pastinya buka aja website http://www.rsbunda.co.id)

    @ Via : mba via, bisa diceritain lebih detail ga proses TESA/PESA nya. apa aja yang harus dipersiapkan mba? apakah ini prosesnya one day care atau harus rawat inap? suamiku deg degan mba.. aku juga 😉

  11. via

    @ itha : umur saya 30 thn, dokter ponco itu urolog rasanya bukan androlog, biaya di BIC coba dicek saja langsung di web nya, saya ikut BT pas program naga akhir tahun lalu, kalo gak salah abis 40-an, di luar biaya TESA PESA ya

    @ anda :proses TESA PESA cepet kok, pasti dapet jadwalnya pagi jam 7 ato jam 8 gitu karena setelah itu biasanya jatah org yang mau ET dan OPU, dateng langsung dibius, 10 menit dokternya dah keluar ngabarin hasilnya ada sperma atau tidak, kalo ada sperma pasti langsung dibekukan untuk 3 bulan, sudah termasuk di biaya operasinya. Yang penting jangan stres karena pengaruh banget ke kondisi sperma. TESA PESA gak ada apa2nya dibanding kita yang cewek harus OPU ET dll ^^

  12. anda

    @via : mba via, aku mau nanya dong, minta saran sekaligus..
    aku udah diskusi dengan suami, suami keberatan untuk operasi varikokel. jadi maunya langsung TESA/PESA saja. sementara dr Ponco menyarankan suami untuk USG skortum lagi karena pas periksa kemarin, katanya ada penambahan grade varikokel. trus kita dijadwalkan USG dengan dr. Pamela + tes lab (lengkap) + thorax. nah kalo kami juga jalankan tes lab dan thoraxnya tanpa USG skortum, terus ketemu lagi sama dr Ponco untuk jadwalkan TESA/PESA. gimana ya menurut mba vi (secara sudah berpengalaman dari kami 🙂 ) mohon sarannya ya.. (tidak hanya untuk mba via, kalo ada yang mau saran suara, dengan senang hati saya terima).

    terimakasih

  13. via

    @ anda : mnrt saya gini yach :
    1. USG : saya pas dateng ke Dr Ponco sudah lengkap bawa USG ( di dokter lain sich, kalo gak salah 2 bulan sblm nya ) dan hasil tes hormon ( di dokter lain juga ). Mungkin suami anda belom pernah tes USG plus hormon nya yach makanya diminta tes ulang sama Dr Ponco. Kalo saya kan sudah pernah tes meskipun gak di BIC tapi tesnya belom lama jadi masih valid. Kalo sudah pernah tes di tmpt lain, dibawa aja, selama masih belum terlalu lama, Dr Ponco gak keberatan kok.
    2. Thorax : suami saya gak diminta tes ini, mgkn beda case dgn suami Anda ya, maybe ada hubungan nya dgn kasus Agenesisnya yach
    3. Kasus azoo itu memang complicated ya, mnrt saya sich kalo memang diminta tes ini itu diikuti saja, mgkn dokter punya pertimbangan sendiri sblm decide untuk go ahead dgn TESA PESA nya, karena toh biayanya kan tidak sedikit, drpd pasien nya kecewa sudah keluar uang gak sedikit tapi hasilnya nihil. Ini just my opinion yach

  14. anda

    Hai all…
    saya kembali lagi dengan kabar gembira.. setelah serangkaian tes yang suami lakukan atas saran dr. Ponco (USG, tes lab lengkap dan thorax), dimana tesnya menunjukan hasil yang baik, jadilah Sabtu kemarin suami dilakukan PESA. Awalnya deg deg-an banget, karena inget pesen dr.Ponco yang bilang kalau PESE/TESE itu bukan untuk mengambil sperma melain melakukan pengecekan ada atau tidaknya sperma, jika ada ya sekalian diambil, jadi selain finansial yang paling harus disiapkan adalah mental.

    Singkat cerita, jam setengah 6 pagi kami berangkat ke RS Bunda, lantai 4. Tindakan dilakukan jam 7 pagi, suami usempet nervous, mendadak pengen BAB, padahal waktu operasi udah mepet. Begitu suami masuk ruangan operasi, aku nyempetin buat touch up sebentar di ruang tunggu, karena kan masih sepi, selesai pake maskara, aku dipanggil suster.. kirain kan mau nyelesaikan administrasi, taunya begitu duduk di ruangan, dr.Ponco dateng, dan bilang selamet, spermanya ada, dan bukan agenesis vas deferens (saluran terputus) tapi ada sumbatan, ini yang menyebabkan azoospermia. dr.Ponco bilang peluang untuk memiliki bayi dengan cara normal masih ada, hanya perlu dilakukan pembenahan di sumbatan vas deferens suami, tindakannya cukup lama, bisa sampai 3 jam opersi, atau jika mau diteruskan metode IVF, spermanya suah siap. Alhamdulilah… seneng banget denger kabar ini.. dan syukurnya tindakannya hanya PESA, karena di epididimis sperma sudah ditemukan, jadi tidak ada luka, hanya bekas tusukan saja, begitu efek obat biusnya sudah habis, suami sudah boleh pulang. Malah dr.Ponco bilang kalo mau jalan jalan ke mall juga sudah boleh. operasinya sendiri kurang lebih cuma 10 menit. spermanya hanya diambil dari testis kanan, sebanyak 4 straw.

    Selesai dari rumah sakit, kita ga langsung pulang, tapi makan bareng keluarga Sambil mengekspresikan rasa syukur. setelah makan, kami pulang ke rumah mertua, alamaaak begitu turun dari mobil, suamiku ga bisa jalan, kantung skrotumnya bengkak, besaaaarrr, dan menghitam. Panik saya langsung menghubungi dr.Ponco, beliau menyarankanuntuk dikompres, kata beliau lagi, hal ini memang tergolong tidak wajar, tetapi ada beberapa kasus yang membengkak, karena kemungkinan pada saat tindakan, pembuluh darah disekitar epididimis tertusuk, dan kantung skortum dialiri darah sehingga membengkak. karena dr.Ponco mau keluar negeri untuk 2 minggu, kami diminta ke RS terdekat dimana dr.Ponco juga praktek, jadilah kami kembali ke RS Asri Duren 3, disana suami dianjurkan rawat inap untuk diobservasi. Ya Alloh, ada ada saja ya.. cuma tetap walaupun pemulihannya sekarang jadi jauh lebih lama.. kami tetap bersyukur, setidaknya impian kami untuk memiliki momongan masih terbuka. Mohon doanya kepada teman-teman semua, semoga proses selanjutnya, yaitu proses di bagian saya dapat berjalan lancar tidak ada hambatan, amin.

  15. via

    Hi anda

    Glad to hear the good news …. Suami saya juga diambil 4 straw waktu itu tapi karena telor saya gak banyak, baru kepake 2 straw di BT pertama, sisanya untuk bikin dedek ke 2 nanti ^^…. Semoga anda cepet nyusul saya yach ….all the best for u and ur husband

  16. Holly

    Halo salam kenal smua suami jg azoosperm dgn hormon normal katanya jg ada kelainan pd salurannya …. Enaknya brobat kmn y? Saya sungguh” down …

  17. via

    Hi holly,

    Azoospermia is not the end of the world, memang agak susah untuk bisa membuahi secara alami yach tapi dengan teknologi bayi tabung, udah banyak yang berhasil hamil. Suami saya juga azoo dengan hormon normal dan varikokel grade 2, skrg saya sedang hamil 6 bulan. Di web ini juga sudah banyak yang posting cerita berhasil BT dengan kondisi suami azoo. So tetap semangat ya, wajar saat kita sebagai istri tau pertama kali kondisi sperma spt itu, tapi suami juga pasti lebih down, so tetap disupport. Cari dokter yang bisa bikin holly dan suami comfort ngejalanin the whole process, itu yg terpenting

  18. Sandra

    Hai Anda..Kapan mo mulai programnya? Udh mutusin sm dr siapa blm di BIC? Aku insya Allah abis lebaran. Spermanya suami januari kmrn udh di freeze. Tinggal aku nya nih..

    @Via : hai Via..Udh 6 bulan yaa. Anaknya cowo or cewe? Dpt brp? 😀

    SUkses bwt tmn2 semuaaa…

  19. via

    Hi sandra

    Good luck sama BT nya yach nanti…saya hamil tunggal,ini aja anaknya ngulet di dalem tiap hari, gak kebayang kalo ada lebih dari 1 hehehe, sptnya cowok ^^ sengaja gak pengen tau biar suprise aja nanti…..

  20. Nuni

    Haii all.. salam kenal. Saya nuni, suami sy jg azoospermia. Kami sdh pernah program bayi tabung bln september 2015 lalu di Siloam surabaya dg dr.aucky tapi msh blm berhasil. Mau maju program lg rasanua msh galau pilih RS dan dokter nya.
    @ Anda : gimana hasil BT nya? Maaf, krn sy penasaran tingkat keberhasilan bayi tabung di BIC morulla dgn case azoos spt kita..
    @ Via : selamat ya..anaknya udh besar nih skrg.. berhasil bayi tabung di morulla jg ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*