8 hari nginap di rumah sakit

Perut saya mulai membesar sehari setelah dokter mengeluarkan sel telur saya untuk dibuahi, tapi sayangnya besar bukan karena hamil. Ini karena efek samping OHSS saat mengikuti program bayi tabung.

Karena semakin hari makin besar & akibatnya bisa fatal kalau didiamkan saja, akhirnya saya harus check-in di rumah sakit. Tidak tanggung-tanggung sampai 8 hari terkapar tak berdaya serasa seperti tahanan, tidak bebas. Cairan infus & protein di sebelah kiri, alat keteter & alat untuk mengeluarkan cairan di perut ada di sebelah kanan.

Seakan belum cukup penderitaan saya, setiap hari harus ambil darah untuk tes labolatorium. Syukur-syukur pas ketemu dokter jaga yang berpengalaman, sekali tusuk bisa langsung ketemu nadi. Tapi kalau ketemu yang kurang berpengalaman… ya nasib tusuk sana tusuk sini… tarik ulur jarum suntik, dikira saya ini sudah mati rasa kali. Ya saya cuman bisa pasrah.

Untung saja perawatnya baik dan ramah, benar-benar mereka berperan penting dan berjasa. Bisa membuat keadaan pasien semakin stress kalau cerewet dan pelayanan kurang baik atau membuat pasien senang … bisa cepat sembuh.

Ada juga pelayanan ala restorannya, pagi siang malam makanan datang terus. Makanannya lumayan enak… tapi saya tidak bisa menikmatinya dan tidak bisa makan banyak. Kok tahu makananya enak? … he he he suami saya yang kasih tahu karena dia yang sering menghabiskan makannya.

Hanya satu hal yang membuat saya tetap tabah dalam mengalami semuanya ini… saya ingin punya anak! pantang menyerah.

Mudah-mudahan pengalaman saya di atas tidak membuat Anda ragu untuk ikut program bayi tabung… menurut statistik hanya 1% yang mengalami hal demikian.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.57 out of 5)
Loading...

3 thoughts on “8 hari nginap di rumah sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*