Dia mengganti masa duka saya dengan kebahagiaan – Rara

Hai moms dan teman2 seperjuangan,
Sudah lama saya menjadi silent reader situs ini. Dan akhirnya kali ini saya ingin membagikan cerita saya berjuang dengan bayi tabung, semoga menginspirasi dan memberikan semangat kepada ibu ibu pejuang bayi tabung dimanapun berada.

Nama saya Rara. Usia saya 33 thn. Sudah menikah dr sejak 26 thn. Jadi saya kosong selama 5 thn. Permasalahan terdapat pada saluran tuba falopi saya yg non patent di sebelah kanan. Sementara di saluran tuba sebelah kiri jg salurannya kurang lancar. Saya dan suami berkomitmen setelah di thn ke 3 kami on off berkonsultasi dg obgyn, di thn ke 5 kami harus seriusi. Langkah pertama adalah saya resign dr pekerjaan. Saya dulu adalah pasien dr. Ivan Sini di Morula IVF dan hampir memulai proses inseminasi sampai akhirnya saya diajak oleh teman untuk ikut seminar bayi tabung yg diadakan oleh klinik Daya Medika bersama dr. Budi Wiweko. Setelah mengikuti seminar dan tergiur dengan harga yg cukup melegakan dibanding di RS sebelumnya, saya dan suami memutuskan untuk langsung program di Daya Medika.

Setelah berkonsultasi dg beberapa obgyn yg bertugas disana (beda hari beda obgyn), kami melakukan inseminasi. Namun gagal.
Setelah berkonsultasi lg, kami memutuskan untuk langsung bayi tabung saja instead of mencoba coba inseminasi ulang.

Kami memulai pd bulan Juni 2015. Tgl 10 Juni pd waktu haid hari ke dua.
Setelah melewati proses 8 kali visit dokter dan review perkembangan telur2 saya, tentu saja jg setelah melewati drama perkembangan telur yg kadang bagus kadang tidak, rangkaian suntikan2 dan obat2 hormon yg harus dikonsumsi, saya sudah bisa melakukan OPU (ovum pick up) pd tanggal 26 Juni 2015.
OPU dilakukan oleh dr. Budi Wiweko. Masuk ruang tindakan jam 6 pagi pas. Jam 7 saya sadar dr bius total dan diberi tau ada 20 telur yg diambil. 10 dr kanan dan 10 dr kiri. Fiuhh lega.

3 hari setelahnya saya harus melakukan ET (embrio transfer). Tepatnya pada tgl 29 Juni 2015.
Sedihnya, mendapati kenyataan dr 20 telur hanya disaring 13 yg bagus. Dan setelah dibuahi sperma, hanya tinggal tersisa 3! Iya 3!!
3 pun tidak ada yg blastocyst. 2 kualitasnya good dan 1 medio. Jd saya tidak mempunyai cadangan untuk dibekukan. Rasanya hancur saat itu. Jika gagal maka kami harus memulai proses ini dr awal lg.
But the show must go on. Saya coba untuk menata hati. Breath in breath out. Relax. Dan sayapun memasuki ruangan utk ET. Kali ini tindakan dilakukan oleh dr. Shanty Olivia.
Disitu saya melihat sendiri melalui layar tv, 3 embrio dimasukkan ke rahim saya. Mereka menyerupai titik2 kecil putih berpendar pendar seperti cahaya.
Sayapun menyapa mereka lirih “Pegangan yang kuat didalam ya nak…” sambil meneteskan air mata. Sungguh sangat emosional sekali momen itu. Saya dipasangkan kateter dan ditinggal selama kurang lebih 1 jam diruangan itu dengan posisi kaki yg blm berubah dr sejak ET td. Terlentang keatas dg posisi hip yg lbh tinggi dr kepala saya.
Setelah 1 jam saya kembali keruang istirahat dan sudah gak tahan minta dicopot kateter. Bahkan setelah dicopot saya langsung jalan ke kamar mandi utk pipis walopun gak keluar jg. Tapi memang rasanya gak nyaman sekali pasca dilepas kateter.

Here we go, 2 WW.
Saya mostly baring dikasur dan hanya bangun untuk ke kamar mandi.
Untuk suntikan pregnyl tiap 2 hari sekali kami panggil bidan deket rumah utk bantu suntikin dirumah. Krn ini suntik dipantat tidak bisa dilakukan sendiri oleh suami seperti ketika suntik gonal,cetrotaid ataupun pergoveris diperut.
Ternyata selama 2WW saya terkena OHSS dg keluhan perut membesar, sesak napas dan nyeri di ulu hati. Jalan harus membungkuk dan tidur harus posisi setengah duduk.
Di hari ke 10 setelah ET saya beranikan utk pergi menemui dr. Budi Wiweko tapi di klinik Yasmin RSCM yg lbh dkt dengan rumah saya. Beliau praktek disini tiap hari. Menurut beliau OHSS saya masih ringan. Namun suntikan pregnyl distop.
Oya di hari ke 8,9 dan 10 tiap tengah malam saya terbangun krn perut sakit sekali seperti haid tapi menurut saya ini 2x lipat lbh sakit. Durasi sekitar 10 menit. Di hari ke 9 dan 10 pagi ada lendir di celana saya berwarna coklat keruh dan baunya seperti darah.

Hari ke 14 terima raport dan puji Tuhan bhcg saya cukup tinggi 308,71. Saya dan suami tak kuasa menahan airmata bahagia waktu itu. Luar biasa rasanya. Bahkan suster2 di Daya Medika menduga ini pasti kembar. Kami kembali menemui dokter dikehamilan minggu 6 pagi hari dan dikonfirmasi bahwa sudah terlihat di usg saya positif hamil namun cuma 1. It’s okaaay. Praise The Lord for that. 1 pun sudah sangat bahagia.

Tapi ternyata kebahagiaan kami msh teruji dengan adanya pendarahan disiang harinya setelah pulang dr klinik tadi pagi. Pukul 2 siang waktu itu dg panik luar biasa saya telp suami utk pulang. Sambil berpikir kerumah sakit mana sebaiknya kami pergi. Mengingat pendarahan yg terus keluar. Mau ke daya medika kok jauh sekali dr rumah saya, kelapa gading ke kedoya. Mau ke RSCM jg msh cukup jauh pikir kami. Akhirnya saya coba telp klinik teratai di RS Gading Pluit dan ternyata yg sedang praktek saat ini dr. Indra Anwar dan sudah pasien terakhir. Tapi sungguh baik beliau mau menunggu sampai saya datang. 10 menit kami tiba dan langsung diperiksa. Di usg transv dan detak jantung bayi kami masih ada. Fiuuuhhhhhhhhh… Puji Tuhaan.. Lega sekali rasanya sampai saya menangis.
Beliau menyarankan untuk opname dan bedrest total. Total dlm artian BAK dan BAB dilakukan diatas kasur. Seminggu saya dirawat sampai akhirnya boleh pulang.

Bedrest berlanjut dirumah. Saya masih tetap BAK dan BAB diatas kasur.
Sampai akhirnya pada kehamilan minggu 10 terulang lg terjadi pendarahan. Dan kali ini jauh lebih banyak. Jam 2 siang sampai 7 malam saya sudah mengganti pembalut 2x dan sangat penuh. Dunia rasanya runtuh. Hati saya hancur berkeping2. Saya hanya bisa menangis dan menangis. Saya kembali opname dan pulang lagi msh melanjutkan bedrest total sampai total 6,5 bulan kehamilan saya, saking takutnya terjadi pendarahan kembali.
Total lamanya bleeding ini adalah sampai kehamilan minggu 16 atau 4 bulan. Jadi saya hamil tapi seperti tdk hamil krn seperti sedang menstruasi, pakai pembalut sampai kehamilan 4 bulan. Sungguh masa masa kelam bagi saya. Tiada hari tanpa air mata. Setiap hari hanya berharap segera esok pagi dan pendarahan berhenti ketika bangun.

Tapi Tuhan menggantikan masa masa sulit itu dengan kebahagiaan diakhir mada kehamilan saya. Pada trimester ke3 kehamilan saya sungguh tdk merasakan pegal2 yg berarti. Rasanya nyaman sekali. Saya bahagia bisa kembali berjalan, keluar rumah bahkan pergi ke mall! Hahaha
Pertama kali keluar rumah, kami merayakan anniversary ke 6thn pernikahan kami dg menginap di hotel. Sungguh perayaan yg tak terlupakan bagi kami.

Anyway, beruntung kami bertemu dgn dr. Indra Anwar. Kami akhirnya melanjutkan proses kontrol dan konsultasi sampai melahirkan dengan beliau. Beliau sungguh sabar. Menjelaskan dg detail dan sejelas2nya setiap pertanyaan kami. Tidak pernah terburu2. Dan sangat realistis. Bahkan beliau mengatakan saya bisa melahirkan secara normal. Walaupun diawal proses bayi tabung di daya medika dl saya sudah diberitahu untuk caesar, demikian pula ketika bertanya dg suster2 di llinik yasmin RSCM, mereka semua mengatakan hampir 100% kehamilan bayi tabung melahirkan melalui c section.

Dan tibalah saat melahirkan. Tgl 18 Maret 2016, dikehamilan minggu ke 40. Jam 3 dini hari saya mulai merasakan kontraksi yg berulang secara teratur. Jam 6 pagi saya cek ada flek merah dicelana saya. Jam stgh 7 kami berangkat ke rumah sakit ( RS Gading Pluit), dan jam 8.20 putri kami tercinta lahir kedunia dengan sehat secara persalinan normal. Sungguh sangat sangat cepat prosesnya. Tuhan baik. Dia mengganti masa masa duka saya dengan kebahagiaan yg luar biasa.
Kini anak kami sudah 3 bulan dan sehat.

Sungguh saya ingin menginspirasi teman2 seperjuangan semua untuk terus berusaha, tetap yakin, semangat dan berdoa.
Semoga sharing saya ini bermanfaat.

FacebookTwitterGoogle+Share
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Kegagalan Thaw Cycle berujung dengan Sonohystogram – Rita

Hello perkenalkan nama saya Rita. Saya ingin menanyakan apakah ada teman2 yang berhasil program bayi tabung setelah melakukan pengecekan dengan Sonohystogram (SHG) ?

Sebelumnya pengalaman saya barusan gagal dengan Thaw Cycle di bulan juni ini setelah pengalaman gagal juga dengan yg Fresh Cycle di bulan febuari thn ini juga.

Sempat menjadi tanda tanya besar karna saya baru berusia 30thn dan tdk ada history polip, miom, kista, tersumbat dll. semua hasil USG sy normal. Hingga menghasilkan 7 Blastocyst dari 12 buah Sel Telur yang di Pick Up. dari 7 3 fresh dan 4 di freeze 1 yg mengalami penurunan grade. Maka ditanam di program fresh sebanyak 3 dengan grade satu diantaranya Blastocyst Expanded namun 3 ini tidak berhasil menempel dan Haid sy datang tepat waktunya 2 hr setelah dinyatakan gagal dengan Bhcg 7,8.

Setelah kegagalan di Fresh saya melakukan Thaw Cycle dibulan Juni. tgl 16 Mei sy haid tgl 31 sy di USG dan cek Estradiol, hasilnya belum ovulasi. kemudian tgl 2 Juni kembali cek dan msh belum ovulasi dan di cek kembali tgl 4 sudah Ovulasi dan Estradiol sudah Turun Progesteron sudah naik maka diputuskan oleh Dr, Aucky (Klinik Utama Ferina, Sby) tanam di tgl 9 Mei. Setelah tanam malamnya sy mengalami flek sempat ragu juga antara penempelan atau luka bekas Et yg pasti kl penempelan menurut sy terlalu dini, tapi ttp berpikir positif. Namun Pikiran Negative muncul di tgl 13 sy mengalami keputihan padahl sy tdk diberi obat crinone (Gel yg dimasukan lewat Miss V) sy hanya diberi Utragestan 100mg (oral) yg membuat sy berpikir negative dikarenakan ini mendekati waktu sy haid yg harusnya jatuh di tgl 16 karena Haid sy selalu teratur selama 4 bln ini yaitu 30hr. yg sempat membuat sy bingung ovulasi sy terlambat dihari ke 19 jadi masih sedikit berharap krn kemungkinan haid sy pun harusnya terlambat kalo berdasarkan pikiran sy, maka keputihan itu sedikit tdk sy hiraukan. Namun di tgl 14 sy mengalami flek di tissue setiap habis BAK, sy mulai panik dan putus harapan semakin sy panik darah itu semakin banyak di tgl 16 hingga di tgl 17 banjir lah sudah padahal belum waktunya untuk cek BHCG krn di schedulkannya tgl 20 Juni. maka saya putuskan untuk tdk cek lagi krn sy sudah fix-kan ini haid. Namun sy tetap ingin bertanya pada Dokter Aucky mengenai solusi dan evaluasi dr kegagalan ini dan sy disarankan utk cek Sonohystogram (SHG) krn dia pun bingung 6 buah blastocyst dengan grade yg baik tdk ada yg mau menempel.

Kuasa Tuhan mmg tdk dpt diselami oleh kita manusia makhluk kecil dr alam semesta ini, saya yakin banyak kejadian-kejadian yg tidak dpt kita selami dan mengerti. Namun sy merasa perlu untuk melakukan evaluasi dr kegagalan ini. Sekarang sy sedang mempertimbangkan untuk ikut program lagi 3 bulan kedpn karna saya pun sangat penasaran, intinya kegagalan ini makin membuat sy penasaran. Oleh karnanya sy ingin bertanya kepada Teman2 seperjuangan di bayi tabung adakah kiranya teman-teman yg juga menjalankan Sonohystogram ini atau yg disebut SHG ini. Terima Kasih.

Salam,
Rita

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...

Cuman 2 hari aku bahagia – Diandhee

Haiii slm kenal smwnya.. Bagi yg berhasil hamil aq ucapin slamat y, bwt yg blm smgttttt smw pst indah pd wktnya.. Aamiinnn..
Aq mau cerita ne ttg program bayi tabungku.. Aq dr palembang, n aq program bayi tabungnya utk ET dijakarta, dipalembang aq cm utk pengobatan dr mulai haid hr pertama n hr k 11 aq ke jkt bwt ET d daya medika jakarta. Bayi tabung yg pertama bln des 2015 lalu, aq kebetulan OHSS embrio yg d dpt ada 13, di ET 2 embrio, tp hsl b-hcgnya cm 0,1. Sediiihhhh bgt rasanya.. Tp krn simpanan embrioku msh ada 11 aq FET lg d bulan april 2016 lalu.. Tgl 31 april aq tes b-hcg n progesteron, alhamdulillah 4,5th menikah akhrnya bayi tabungku berhasil, hsl b-hcgku 104,9 tp progesteron aq hanya 10 katanya si rendah tp itu biasa tjd bagi org yg FET jd kata dokterku d palembang bs d xtra joss kan dg crinone, duphaston, proginova.. Hehee..

Tp sygnya cm 2hr aq bahagia krn kehamilan pertamaku, krn 2 hr kemudian aq pendarahan skitar 1 sendok teh d, hehe.. Lgsg d rawat inap, smpt berhenti drahnya, tp bsknya alias hr k3 stlh b-hcg 104,9 itu d tes b-hcg lg hsilnya sdh turun jd 36,5.. Aq lgsg nangis sejadi2nya alhasil perutku kenceng bnr, bsknya flek lg.. 2 hr d rawat inap aq putusin bwt bedrest d rmh ja, tp bru blk dr RS lgsg pendarahan lg, bsknya flek, bsknya pendarahan lg, trs bsknya flek lg dst.. Dan akhrnya aq haid.. Hrsnya aq kontrol lg k dokter, tp mengingat dokter blg kl usia kandungan bru 1bln blm ad kantongnya n g prlu d kuret kl gagal lg yah jd aq g k dokter lg krn menurutku percuma krn udah haid jg..

Smp skrg aq msh bertanya2 knp bs pendarahan, apa memang hsl b-hcg n progesteron yg rendah itu mmbuat janinku lemah, ato krn aq g terlalu bedrest total.. Wallahu’alam.. Aq cm bs pasrah wl msh suka galau.. Hehe..
Bwt yg lg promil smgt y qt.. Smoga slanjutnya qt ba naek kls.. Aamiinn..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Pengalaman keberhasilan bayi tabung keluarga Yan

Salam kenal semuanya. Saya dan istri ingin berbagi pengalaman bayi tabung kami. Usia kami skrg 33. Sy didiagnosa OAT spermia karena varicocele dan sedangkan istri baik2 saja. Untuk pengobatan secara medis kami ke alm prof dr noekman (1thn) tetapi tidak ada hasil. Untuk secara alternatif kami pernah ke sinshe mutiara sakti, dr sidi di cibitung, sinshe sindhu tomang, dll. Tetapi tetap belum ada hasil.

Maka tahun 2012, saya dan istri sepakat ingin mencoba proses bayi tabung. Kami memilih dr karel maanary di rs abdi waluyo. Stimulasi telur dilakukan dengan obat oral.

Saat OPU didapat 7 telur matang. Setelah ICSI di hari ke3 ada 6 good embryo. ET pertama 4 embryo, hasilnya failed. Sempat shock. Lalu kami beristirahat 3 bulan sambil istri akupuntur di dr melya di harapan kita. Kemudian kita melakukan FET 2 embryo hasilnya kembali failed. Kali ini kita shock berat. Tetapi kamipun berusaha menerima kenyataan. Total biaya di dr karel sekitar 50jt.

Setelah itu kami melakukan refleksi alternatif di daerah alam sutera. Dan kali ini di sperma sy mengalami peningkatan hasil. Tetapi tetap belum bisa hamil alami.

Kami juga sempat bertemu dr selva di rs mahkota di malacca, malaysia. Beliau mengatakan dengan hasil sperma skrg seharusnya sudah bs hamil alami. Tetapi setelah beberapa bulan mencoba, tetap belum berhasil.

Setelah beberapa lama, banyak teman yang menyarankan untuk ke dr colin lee di alpha KL malaysia. Kami sempat ragu karena kami dengar bahwa biaya IVF di dr colin lumayan tinggi. Tetapi setelah kami browsing dan tanya sana sini akhirnya kamipun sepakat untuk IVF di dr colin.

Saat pertama usg, dr colin menemukan polyp 7cm di rahim istri. (Padahal semua dokter di jakarta bilang rahim istri bersih dan baik2 saja). dr colin memutuskan untuk melanjutkan program IVF. Lalu embryo difreeze. Kemudian dilakukan hysteroscopy polypectomi untuk membuang polyp. Baru setelah itu dilakukan FET.

Bagi kami ini tidak biasa, karena biasanya kan polyp dibersihkan dulu baru dilakukan proses IVF. Tetapi kami memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya kepada ahlinya.

Setelah stimulasi short protocol gonal f 225 didapat 11 telur matang. Setelah ICSI di hari ke3 ada 10 embryo yang survive (1 excellent, 5 good, 2 so so good, 2 abnormal). Lalu di tahap blastocyst di hari ke5 ternyata ada 2 good (top grade) blastocyst yang bisa difreeze, yang lain tidak bisa difreeze karena kualitasnya kurang bagus.

Sambil menunggu waktu FET kamipun lebih banyak hidup sehat dan berolah raga. Selain itu kami lebih banyak berdoa, karena kita boleh berusaha tetapi Tuhan yang menentukan.

Pada tgl 6 maret 2016, kami berangkat ke Alpha untuk usg endometrium. Setelah usg, dr colin mengatakan polyp sudah bersih dan ketebalan endo 10mm (triple layer). Beliau mengatakan kami punya kesempatan 75-80% keberhasilan.

Tgl 16 maret dilakukan FET 2 blast. Dalam masa menunggu ternyata istri mengalami batuk lumayan berat. Sehingga istri harus mengkonsumsi obat batuk (dengan merek sesuai rekomendasi dokter colin).

Akhirnya tgl 28 maret tiba saatnya test Beta Hcg, setelah menunggu beberapa lama ternyata dokter langsung menyalami kami dan mengatakan hasil test beta adalah 2097 ! Lonceng di alpha pun langsung berbunyi.

Tgl 11 maret dilakukan usg detak jantung baby. Ternyata kami mendapat anugrah baby twins!

Total biaya untuk IVF+FET sekitar 125jt. Freezing di alpha cukup mahal dibanding jkt karena mereka menggunakan cryotech dimana embryo pasti 100% survive. Polypectomi sekitar 25jt. (Di luar akomodasi dan tiket).

Beberapa hal kami bisa pelajari adalah di FET persentase keberhasilan cukup besar karena rahim diberi waktu beristirahat. Dan batuk di saat 2WW tidak perlu dikhawatirkan akan membuat embryo lepas. Just relax.

Semoga pengalaman kami bisa membantu.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Azospermia dan memilih dokter yang sreg – TwinsMom

Halo para perempuang pejuang …

Saya sudah lama menjadi reader website ini. Terus terang artikel-artikel dalam website ini sangat membantu saya dalam mempersiapkan dan menjalankan program IVF saya. Namun baru kali ini saya berani untuk menceritakan pengalaman saya selama persiapan dan menjalani program ivf. Memang program sudah lama saya jalankan yaitu pada tahun 2013, akan tetapi saya rasa tidak ada kata terlambat untuk berbagi dengan para pembaca semua.

Saya menikah pada tahun 2010 pada usia saya dan suami sama-sama 25 tahun. Satu tahun setelah menikah saya dan suami belum juga ada tanda tanda kehamilan sehingga kami memutuskan untuk memeriksakan diri kami ke dokter kandungan. Pilihan kami jatuhkan ke pada Prof. dr. T.Z Jacob, spok di klinik Sam Merie wijaya karena memang lokasinya dekat dengan kantor kami dan dengan memertimbangkan beberapa referensi dari teman-teman kami. Pada tahun 2011, saya dinyatakan tidak ada masalah apa-apa kecuali Rubella IGG (lampau) saya dinyatakan positif dan diberikan obat untuk menurunkannya. Sedangkan suami saya dinyatakan azospermia (sperma kosong). Pada tahun itu juga, Prof. Jacob menyatakan bahwa kami hanya dapat memiliki keterunanan melalui program ivf. Sedih pasti tapi kami tidak putus asa, kami tanyakan diaknosa Prof. Jacob ke beberapa teman kami yang dokter dan mereka menyatakan hal yang sama. Suami kemudian dirujuk ke dokter specialis urologi di klinik yang sama, namun suami saya kurang sreg dengan penjelasan dokter tersebut yang menurut suami saya kurang ada hasil penelitiannya. Akhirnya kami memutuskan untuk break dahulu program memiliki keturunan secara medis di Prof. Jacob.

Selama akhir tahun 2011-2012 kami mencoba santai dan kalau ada temen atau sudara yang merekomendasikan untuk pengobatan alternatif kami sesekali mengituinya. Sampai pada suatu tahap kami merasa bahwa pengobatan alternatif tidak ilmiah dan logis serta tidak ada tolak ukurnya yang jelas. Kesimpulannya kami merasa pengobatan alternatif memberi harapan palsu. Hikmah yang kami ambil selama satu tahun itu malah menyakinkan kami untuk kembali ke program medis.

Pada tahun 2011 juga suami pernah berkonsultasi dengan Prof. Akmal Taher, Spu di RS Carolus dan RSCM Kencana. Kalau sebelumnya pemeriksaan harus dengan lap, maka karena Prof. Akmal adalah suhu nya dokter Urologog maka hanya melalui pemeriksaan fisik maka suami saya dinyatakan azospermia karena adanya fasektomi alami. Prof. Ake (Panggilan kami ke beliau) langsung menuruh kami melakukan program IVF di RSCM Kencana.

Tahun 2013 awal saya dan suami sudah menetapkan hati untuk melakukan program IVF. Beberapa pertimbangan kami karena usia kami dibawah 30 tahun saat itu memperbesar peluang keberhasilan. Selain itu kami memang secara mental dan finansial sudah siap. Bahkan saya sudah pindah profesi diawal tahun 2013. Sebelumnya saya bekerja sebagai lawyer dimana saya selalu pulang malam dan seminggu dua kali saya ke luar kota untuk sidang. Saya beralih profesi sebagai dosen di PTS di Jakarta dengan waktu kerja yang terbatas dan fleksibel.

Pada saat itu kami sudah mempertimbangkan empat tempat untuk melakukan program IVF. RS Sam Marie, RSCM Kencana, RS ASIH Duren Tiga dan BIC Morula IVF. Setelah melihat lokasi, dokter, kualitas pelayanan rumah sakit, biaya, pengalaman teman yang telah melakukan program IVF di keempat rs tersebut, pilihan kami jatuh ke BIC Morula IV Menteng.

Kami kemudian konsultasi ke dr. Ivan Sini, Spog. Di BIC Morula IVF Jakarta. Memang antri untuk ketemu dr. Ivan, Spog selama 2 bulan dan pada hari h kami mengantri masuk selama 3 jam dan hanya konsul selama 5 menit saja. Tapi kami anggap itu sebagai ujian kesabaran dan selama menunggu di BIC kami lakukan dengan membuka laptop sambil menyelesaikan pekerjaan kantor kami masing-masing. Setelah membaca hasil pemeriksaan kami dari Prof. Jacob sebelumnya yang amat sangat lengkap, suami saya diminta untuk melakukan test sperma sekali lagi dan hasilnya masih sama suami saya dinyatakan azospermia. Kemudian dr. Ivan merujuk suami saya dirujuk ke urolog, dr. Ponco Birowo, SpU, Phd di RSU Bunda Menteng.

Berbeda dengan dokter urolog sebelumnya, dr. Ponco (murid dari Prof. Ake) dapat menyakinkan suami saya mengenai tindakan yang akan dijalani. Penjelasan sebab, tindakan dan resiko mengenai azospermia suami saya sangat detil dan berdasarkan penelitian yang jelas dan yang paling penting tidak pernah memberikan keberhasilan. Akhirnya diputuskan suami saya harus operasi verikokel terlebih dahulu karena hal ini akan mengganu hormone pembentukan sperma yang bagus dan tiga bulan kemudian baru dilakukan operasi TESA/PESA untuk mengambilan sperma. Operasi verikokel dilakukan bulan Mei 2013 dan bulan September 2013 dilakukan operasi TESA. Selama itu pula saya dan suami mulai hidup sehat dan mengatur pola makan kami. Suami juga diberikan obat hormone dalam dosis normal. Hasilnya sperma suami saya dapat 3 ampul dengan kualitas sangat bagus dan dibekukan untuk program IVF bulan berikutnya.

Bulan September itu pula kami kembali ke dr. Ivan dan beliau menyatakan kami diminta untuk menghubungi suster Diana untuk menjelaskan mengenai program IVF yang akan kami jalani. Begitu mendengar penjelasan dari suster Diana saya langsung jeper dan minta supaya program diundur karena saya tidak merasa hidup saya tidak cukup sehat dan banyak pantangan yang saya harus persiapkan.

Bulan Oktober akhir kami mulai program IVF dan Allhamdulilah bulan itu ada program 1000 bayi tabung dengan potongan harga sampai Rp. 5 Juta (Program obat dan tindakan sekitar Rp. 42 Juta). Kami diminta untuk tes darah kemudian USG telor. Disini kami bertemu dengan dr. Aryando Pradana, Spog (dr. Nando yang melakukan program IVF artis Tya Aristia, namun waktu itu beliau baru lulus Spog nya heheh dan ternyata kakak kelas suami saya waktu SMA) yang melakukan USG telor selama program. Selama 7 hari saya disuntik (obatnya dan dosisnya lupa tapi standart karena kami tidak tambah biaya obat lagi dari paket). Ada 8 telor yang siap dipanen, namun pada saat OPU hanya 5 telor saja yang berhasil dipanen oleh dr. Ivan. Hasil embrio logis hanya 3 embrio yang jadi dengan 2 kuliatas excellent, dan 1 good. Kami minta supaya dimasukan semuanya, namun dr. Ivan dan embrio logis hanya mengijinkan 2 untuk di transfer (1 excellent dan 1 good) dan 1 lainnya di bekukan sebagai cadanagan. ET berlangsung berhasil dengan baik dan saya tidak menginap.

Selama 2 minggu waktu tunggu saya lakukan biasa, saya tidak cuti mengajar dan masih kerja di rumah. Hal tersebut saya lakukan untuk menghindari stress dank arena saya sudah biasa kerja. Saya hanya izin mengajar pada hari OPU dan ET saja. Namun memang saya membatasi diri kalau mengajar duduk dan tidak menyetir kalau pergi.

Singkat cerita hari pembagian rapot HCG saya diatas 100 dan saya dinyatakan hamil kembar laki-laki dan perempuan. Sekarang mereka mau berusia 2 tahun pertengahan Juni nanti. Oiya dr. Ivan hanya melakukan tindakan saya sedangkan selama kehamilan dan melahirkan semua dilakukan oleh dr. Nando.

Yang saya bisa bagi tips nya adalah pasrah, temukan dr dan RS yang sreg, persiapkan pola hidup sehat paling tidak 2 bulan sebelumnya, dibawa santai lakukan aktivitas seperti biasa namun harus tau batas kemampuan dan kesehatan diri kita.

Kiranya itu saja yang saya mau bagi …. Semoga membantu dan dapat menginspirasi.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading...

Berhasil hamil dgn kualitas telur moderate – Nabila

Kenalin saya Nabila usia ku waktu program 29..saya program d lam wah ee penang dengan dokter Ng….awalnya saya datang buat med check smua..hasilnya dr tes lab hormonku nggak ada masalah..suami juga hasil tes sperma nggak ada masalah juga..truz saya d suruh tes HSG alhamdulillah juga nggak ada masalah..jd unexplained kenapa dlm 4thn pernikahan kami..saya blm hamil juga..saya emang gemuk siy..hehehe..dan posisi kerjaan swami pindah pindah truz..dalam waktu sehari itu lgsng d putuskan hasilnya..kata dokter ng sebaiknya saya mencoba hamil normal saja krn saya dan swami nggak ada masalah..

Tp kami sudah sampai penang masak ya udah gt ajah..akhirnya dr.ng kasih kita challenge buat inseminasi..okay saya d suntik puregon 100iu dan kejadian parah harus suntik pemecah telor ehhh obatnya yg berupa kaca itu pecah separo..nggak bilang sama dr ng krn bingung ngomongnya..dan singkat cerita dlm wkt 1mgg selesailah proses insem..kami lgsng pulang indonesia dan akhirnya gagal..mgkn krn obat pemecah telornya itu pecah dan bisa jg krn saya tnp istirahat setelah proses inseminasi lgsng pulang indonesia..

Akhirnya bbrp bulan kmudian kami k penang kembali untuk program bayi tabung..kenapa pilihan kita k arah bayi tabung pertama kami sudah capek program program alami yg sdh kami lakukan 2 thn lbh..dan pernikahan kami jg sudah 4thn lbh usia saya mau masuk 30th..drpd berpikir lama tnpa hasil kami memutuskan bayi tabung walo dr ng bilang saya bisa hamil alami..akhirnya mens ketiga saya k penang swami masih d indonesia hnya saya bwa hasil tes lab hiv dll syarat buat bayi tabung..ow iya sblmnya saya sering email2 an ma miss low buat liat jdwal dr ng apa cuti ato tdk..

Setelah sampai penang saya usg tranvaginal dan akhirnya suntik pake gonal f 130iu okay nnt 5hari liat telor..ternyata hai ternyata telornya blm cukup besar hikss sedihh mpe nangis sayanya..akhirnya d kasih lagi suntikan obat hormon apa gt 2x suntik..sama menopour 75iu..dan skrg suntiknya sama suster d rs.lwee krn takut pecah kayak insem dulu..ow iyak sblmnya wkt sblm k penang tiap hari saya makan telor ayam sehari 10butir mpe 20butir telor ayam kampung alay banget pokoknya dan makan sehat sayur buah salmon, daging ..olah raga sepeda setiap hari. Pas sdh sampai penang pun masih telor 10-20 butir telor ayam kampung per hari dan makanan sehat protein tinggi olah raganya jalan kaki k pasar penang..hehehe..

Truz lanjut lagi akhirnya 3 hari kmdn saya USG transvaginal lgi Alhamdulillah sudah besar dan siap panen..eh cepet bgt udah lgsng jdwal opu..biasanya nunggu 5hari saya 3 hari lgsng d suruh opu sama dr.ng okay swami yg barusan pulang indonesia balek lagi k penang..3 hari kemudian opu..suntik anastesi tp hanya dosis kecil jd masih melek dan sadar..dr hasil opu dpt 12 telur..9yg bisa d buahi..setelah 1 hari kami telp RS dan d kasih tau jdwal ET..pagi2 sekali jam stg7 kami sudah sampai ruang ivf trnyata kami paling pagi heheheehe..deg deg an jg brp yg d tanam..setelah ET yg nggak sakit sama sekali rebahan 15mnt dokter ng jelasin ternyata kualitas telor saya jelek hanya berkembang 6 sel dan 4 sel jd moderate dan 2 poor..sedih campur aduk pasrah sdh..dr.ng pesen klo mau nyoba lagi 3 bln off dulu nnt k penang lagi dan dokter ng bilang tau brp dosis yg tepat buat saya supaya telor saya bagus kualitasnya..okay smua d ET 1moderate 2 poor..dan nggak ada frezze jelas..setelah et istirahat 15mnt lgsng d suruh pipis selesai pulang k apartemen..klo di lwee penang prosedur setelah ET nggak harus lama berbaring dikasur rumah sakit apalagi sampai rawat inap..selesai lgng istiraht 15mnt lalu pipis dan pulang..so simple dan efisien..

Udah nunggulah 2ww..saya dan swami hanya pasrah..entah apa itu kami nggak ada kepikiran beban bahkan saya sdh planning buat bayi tabung lagi 3 bulan lagi..dan swami juga meng iyakan..hari berlalu saya juga masak dan nonton tipi keluar kamar tiap hari bahkan saya sempet turun k bawah apartemen buat cari sinar matahari pgi..sempet juga k bandara ngurusin kakak yg kena imigrasi..okay saya emang dah pasrah dan nganggep program ini gagal..krn dr.ng sudah pesimis..dan kami pun herannya tetep nunggu d penang nggak balek indonesia sampai tgl tes bhcg..entah kenapa saya tnpa beban sama sekali..saya anggap saya lagi jalan2 k penang saja..nnt lanjut program lagi..

Singkat cerita bbrp hari sblm pengumuman saya pusing2 seperti masuk angin badan nggak enak bgt..akhirnya kerokan..hahahhaa..santai luar biasa..ow iya pas 2ww saya tetep makan putih telor 10-20butir telor ayam kampung mAkan yg protein tinggi salmon daging susu ensure kacang ijo buah sayur juga kadang saya juga makan char kwietiau pecel bahkan bakso juga…bandelnya saya..pasrah bgt emang saya nya wkt itu..ow iya saya d kasih obat cygest dr dr.ng buat penguat kandungan..obat tsb d masukkan k vAgina..

Lanjut cerita .H-1sblm pengumuman swami datang k penang..okay dia bawain saya tes pack..nah deg deg an juga..tes nggak ya tes nggak ya..sblm tes saya nggak tau kenapa mual mual setiap cium bau handuk basah..ahh tp saya nggak ngeh apa2..malamnya saya nekad tes udahlah klo negatif jg sdh biasa dan sdh siapp..hbs d tespack masih satu garis..ow ya sdhlah gagal dech..dari sblmnya bbrp hari emang sya suka pipis truz nah malam itu .abiz tes tadi tespacknya saya taroh ajah d meja..saya pipis lagi..lalu saya liat lagi tespack d meja kok ada 2 garis ya..samar2 gt yg satunya..saya bangunin swami swami malahan iya nanti lah tes darah ajah yg psti..eh dasar tukang ngorok..hahahhaa..pagi2nya kami k lab d RS lam wah ee pake mobil yg punya apartemen..nunggu mpe jam stg1..rasanya mual mual nggak ketulungan nggak tau kenapa badan nggak enak smua..okay jam 1 tiba d pnggillah oleh suster..sdh masuk ruang dr ng yg dingin..tangan dingin kaki dingin hati juga deg deg an nggak karuan..masih jg nunggu stgjam krndokter ng ada pasien d ruang sblh..okay dr ng datang dan bilang okay ibuk congratulations ibuk hamil..whhaaaa..saya dan swami speechless nggak tau mau bilang apa..kata dokter ng bhcg saya 258..tinggi juga pdhl kwalitas embrio saya hanya moderate paling tinggi..subhanallah Allahuakbar memang klo Allah sudah kasih rejeki ya apapun keadaannya d kasih..kami keluar menangis berdua menangis bahagia..kami sehari kemudian pulang indonesia..

Singkat cerita alhamdulillah kehamilan saya berjalan lancar saya melahirkan pas 38week lwt sesar lahir my baby boy yg unyu dan imut…sekarang usia my babyboy 5bulan..dan gemesiinnn bangettt..ini pengalaman dari saya semoga memberikan motivasi dan semangat bagi teman smua untuk tetap tdk menyerah krn dlm agama saya ikhtiar itu tdk ada habisnya krn suatu saat ikhtiar itu pasti ada hikmahnya krn Allah maha Adil maha segala galanya..salam semangat dr saya..???

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...