Ivf ke 2 berhasil – Hapsari

Haiii..

Sudah lama jadi silent reader disini hehhe kemarin-kemarin janji dalam hati kalo program bayi tabung ke-2 ini berhasil mau sharing disiniii…

Saya dan suami sudah 6 tahun menikah dan belum di karuniai anak,,tidak mudah perjalanan kami untuk mendapatkan keturunan sudah kami tempuh baik secara medis ataupun secara alternative tapi semuanya masih gagal..Ivf pertama saya dilakukan di rs loh guan lye,penang dengan Dr.Devindran pada tahun 2015 dan hasilnya negative:(( saya sempat terkena OHSS setelah OPU dilaksanakan tp ET tetap dilaksanakan karena saya baru tau kalo kena OHSS setelah kodisi nya semakin parah..

Saya pulang ke jakarta dengan hasil negative dan airmata yg tidak berhenti menangis karena sudah berharap banyak akan berhasil pada program bayi tabung,..rasa trauma untuk memulai lagi tentu ada,mental saya benar benar droop sehingga setiap mendengar bayi tabung saya seperti ketakutan hehehehe

Ketika saya masih larut dalam sedih,suami berusaha menghibur hati saya,,dia berkata “kita coba normal dl yah setelah ivf ini,kalo smp bulan mei 2016 kamu belum berhasil hamil juga,coba yuk kita adopsi anak” kata katanya sungguh menenangkan batin saya yang sedang hancur…

Seiring berjalan waktu..seperti orang orang tua bilang bahwa ucapan adalah doa itu adalah benar..rencana untuk mengadopsi anak benar terjadi pada bulan mei 2016 dimana saya mendapatkan info bahwa ada ibu tidak mampu mau menyerahkan anaknya untuk di adopsi..dan mungkin memang anak tersebut berjodoh dengan kami maka anak ini telah bersama kami selama 1 tahun 5 bulan dan menjadi anak penghilang sedih dan luka saya,cerianya memberi kami semangat untuk terus berjuang memperoleh keturunan dari rahim saya sendiri..

Pada september 2017 disaat saya benar benar siap memtal melakukan program bayi tabung lagi maka saya dan suami memutuskan mengikuti program bayi tabung di jakarta yaitu tepatnya di Klinik morula di BIC,jakarta dengan dokter irham suhaemi..

Kenapa ga sama dokter ivan??bunda kan identik sm Dr.ivan..pengen bgt sih cuma liat antrian nya ngga d..suami ga suka yg terlalu antri atas rekomendasi teman makan saya putuskan dengan dokter irham,dengan membawa file file kami terdahulu kami konsultasi dengan dr irham..dan karena saya dtg pada mens hari ke-2 maka saya bisa langsung di cek kondisi telur saya Dan screening test suami dan istri..hasil akan di peroleh besok dan akan di kabari oleh suster coordinator pasien apakah bisa lanjut untuk mulai suntik stimulasi telur..

Esoknya mendapat WA dr suster dahlia bahwa hasil lab oke dan saya bisa lsg untuk memulai suntikan..dosis yg di berikan puregon 150,dosis pertama diberikan secara perlahan karena saya cerita pernah punya pengalaman OHSS

kegiatan suntik memyuntik berlangsung selama kurang lebih 2 minggu..dan setelah dirasa cukup makan tindakan OPU dilaksanakan..pada saat Opu di dapat 16 telur dan yang berhasil menjadi embrio sebanyak 4 dengan kualitas 2 good dan 2 moderate di hari ke 3 setelah OPU,maka tindakan ET dilaksanakan pada hari ke-3 setelah Opu, embrio yg di masukan 2 buah yaitu kualitas good dan moderate.

Setelah tindakan ET dilaksanakan pd tgl 26 september 2017 maka 14 hari kedepan akan menjadi masa 2ww saya sampai dengan tanggal bagi raport tanggal 9 oktober 2017..selama masa 2ww saya tidak bedrest total,saya tetap melakukan aktivitas sholat serta bab dan bak kekamar mandi cuma ga ngelakuin apa apa memang jd maen maen sm anak saya dan mewarnai buku anti stress he3

4 hari sebelum penerimaan raport saya terkena OHSS dan terpaksa harus menginap di rumah sakit selama 2 hari,,tp OHSS kali ini membawa berkah hehe mungkin memang kepingin dr si adek bayi yah ketemu sama yg namanya dokter ivan sini nah jodoh banget pas di rawat pas dokter irham cuti jd dokter penggantinya dokter ivan hahah ga perlu antri tapi beliau yg dtg ke ruangan saya wkwkwk

Tanggal 9 yg di nanti nanti datang juga jam 6 pagi saya sudah ambil darah untuk cek bhcg saya di lab rs bunda,supaya hasil diterima lsg oleh dokter irham 4 jam kemudian…dan hasil yg dinanti tiba pukul 11 saya dan suami sudah ada di BIC mengambil hasil lab dan mendapatkan hasil BHCG saya di angka 130.30 dan dokter menyatakan saya positif hamil 4 minggu…tanggal 23 oktober ini akan menjadi Usg pertama kali untuk melihat kantung janin dan sekaligus hari ulang tahun saya..

Tuhan memang tidak pernah tidur,akan memberi disaat dan waktu yang paling tepat mungkin yg special di hidup saya yaitu tepat di hari ulang tahun saya nanti saya akan memdengarkan detak jatung dr bayi yg sudah kami nantikan selama 6 tahun lamanya…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...

Berhasil bayi tabung pertama dokter Aucky RS Siloam – Wiwik

Awal mula memutuskan ikut program bayi tabung
Perkenalkan nama saya wiwik, usia saya 33 tahun. Saya sudah menikah sejak 2007 dan baru tahun ini (2016) diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk bisa hamil dengan bantuan program bayi tabung dengan Dr.Aucky RS Siloam Surabaya pada bulan Mei 2016.
Sebelumnya sejak tahun kedua pernikahan saya sudah mulai kontrol untuk mencari informasi apakah ada masalah dengan kandungan saya, hampir semua dokter (di cilegon, bandung dan Jakarta) yang saya datangi dan dari beberapa tes yang saya lakukan bersama suami dinyatakan tidak ada masalah dengan rahim saya, produksi sel telur kecil namun masih bisa kembali normal setelah dibantu dengan obat hormone, sperma suami kurang speednya namun bisa kembali normal setelah diberi vitamin, namun belum hamil juga hingga tahun pernikahan ke 5.

Ditahun 2012-2013 saya menjalani 3 kali program inseminasi di Klinik Morula Menteng Jakarta, 2 kali dengan Dr.Taufik dan sekali dengan Dr.Ivan, namun belum berhasil dan ketika kami tanyakan apa penyebabkan jawabannya selalu sama : unexplained caused. Dan selalu di akhir program dirujuk untuk bayi tabung. Terus terang kami masih berharap untuk bisa hamil alami, dan kami juga berpikir inseminasi saja gagal, dan gak ketahuan juga masalahnya dimana, gimana kl bayi tabung nanti ya jangan2 gagal juga.

Tahun 2014 saya pindah haluan berobat ke dokter cina di daerah pluit muara karang, metodenya menggunakan suhu tubuh, fertitest dan obat ramuan cina, disana kami akan dipandu dengan jadwal2 masa subur, kapan harus mulai pake fertitest dan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan dll, setiap hari kami laporkan hasil ukur suhu dan hasil fertitest via bbm. Setelah menjalani 5 bulan program, mens saya jadi lebih teratur 29-30 hari (sebelumnya 25-35 hari), sempat telat 10 hari tapi blm hamil juga. Kami berhenti ikut program karena ritme kerja saya yang meningkat sehingga agak sulit menepati jadwal2nya.

Tahun 2015 kami putuskan untuk menjalani program bayi tabung di kota kelahiran kami Surabaya tercinta, atas hasil browsing dan rekomendasi sodara dan teman2 kami langsung datang ke Dr.Aucky Hinting (dokter yang menangani bayi tabung inul daratista dan sangat terkenal di sby) di bulan maret, dokternya irit komunikasi, mungkin karena pasiennya sangat banyak, singkatnya setelah membaca beberapa hasil tes kami terdahulu, beliau langsung menyarankan bayi tabung dan memberi surat pengantar untuk tes persiapan program di hari ke 3-4 mens dan diberi estimasi biaya sekitar 40-50juta tergantung kondisi nanti.
Karena tidak mendapat penjelasan yang cukup, besoknya kita coba cari second opinion ke Dr.Samsulhadi (di sby terkenal juga dengan keberhasilan bayi tabungnya, praktek di ngagel jaya dan graham amerta).
Dokternya sangat kominikatif dan sabar menjawab semua pertanyaan kami, beliau mulai menjelaskan :
Kenapa semua dokter menyarankan kami utuk langsung program bayi tabung, karena :
Kami tidak ada riwayat kelainan dan rahim sehat, tapi 3 kali inseminasi gagal, salah satu kemungkinan adalah ada masalah di tuba falopi, yang mana hanya bisa dilihat melalui operasi laparoskopi yang memakan waktu dan biayanya 10 juta (jika tidak ada tindakan lanjutan), jika hasilnya ditemukan ada masalah, ada dua jalan :
A. masalah yang bisa diperbaiki saat itu juga, perkiraan biaya tambah 10 juta. Setelah masalah selesai butuh waktu untuk pemulihan dan treatment sampai akhirnya bisa hamil alami atau inseminasi lagi.
B. masalah yang tidak bisa diperbaiki, tidak ada jalan lain kecuali bayi tabung
Jika tidak ditemukan masalah akan butuh waktu untuk observasi dan treatment untuk hamil alami atau pake bantuan inseminasi lagi yang prosentase keberhasilannya kecil dan makan waktu lagi, maksimal 3 kali inseminasi lg blm berhasil juga, ujung-ujungnya ya pilihan terakhir bayi tabung.
Sedangkan Program bayi tabung tidak membutuhkan organ tuba falopi karena proses tersebut digantikan dengan bantuan manusia, mengingat usia kami sudah diatas 30 thn, that’s why dokter biasanya langsung by pass menyarankan bayi tabung, karena lebih hemat waktu dan biaya. Kalo di tempat Dr.Samsul beliau menjelaskan kisaran biaya bayi tabung 50 jt
Dari penjelasan panjang lebar tersebut maka kami menetapkan hati untuk bertekad melaksanakan bayi tabung. Berhubung estimasi biaya batab di Dr.Aucky lebih murah dibandingkan di Dr.Samsul hehehe maka kami memutuskan untuk bayi tabung di Dr.Aucky.

Proses Program bayi tabung
30 April 2015 : datanglah yang ditunggu tunggu yaitu mens… hahaha baru kali ini kita nunggu-nunggu mens cepet datang, biasanya berharap dia gak datang.. hehehe segera telpon ke Dr.Aucky (yang angkat susternya sih biasanya) untuk buat janji ketemu tanggal 2 Mei’15 (hari kedua mens).
2 Mei 2015 : jam 8 pagi datang ke Siloam (pintu masuk Siloam belok kanan mentok, belok kiri dikit di kanan jalan ada pintu bertuliskan Dr.Aucky hinting, disitulah tempat prakteknya). Datang langsung lapor ke suster sambil bawa pengantar cek darah dll yang pernah Dr.Aucky kasih pas kedatangan pertama kita Maret lalu, kemudian tunggu dipanggil.

Gak lama nama suami kita dipanggil dan kita langsung diminta test darah ke lab siloam, nanti diantar kok sama susternya. Saya dan suami diambil darah (tanpa puasa) – kira2 diambil 4 tabung kecil gitu.
Setelah ambil darah balik lg ke suster dr.aucky, nunggu giliran USG dan ambil sperma suami. Akhirnya USG sekitar jam 10, ambil sperma sekitar jam 11.00, jam 14.00 hasil tes lab sdh keluar, lanjut konsul dengn Dr.Hamdani (Tim Dr.Aucky juga), disuruh ttd surat pernyataan untuk ikut program batab dan dikasih resep vitamin untuk suami plus obat suntik untuk saya untuk s.d tgl 6 mei. Pasien bisa pilih mau disuntikkan suster tiap hari atau mau suntik sendiri tapi diajari dulu sama susternya sampai kita bisa suntikkan sendiri. Waktu itu saya pilih suntik sendiri karna saya kerja dan malas bolak-balik ke RS. Suntiknya di perut di bawah pusar agak samping kanan atau kiri bergantian tiap hari.
Hari ini total biaya sekitar 13 juta. Oh ya untuk di Dr.aucky bayarnya di susternya, kita gak bisa pake kartu kredit hanya bisa transfer dan cash (tapi boleh bayar mundur smp kedatangan selanjutnya heheheh). kl untuk test lab bayarnya di kasir lab bisa cash/kredit

7 Mei 2015 : balik ke Siloam pagi jam 08.00, istri tes darah lengkap + USG terus pulang dulu, jam 18.00 balik lagi untuk konsul Dr.Aucky, hasilnya hormone saya kurang bagus, telur belum berkembang sehingga harus ditambah dosis untuk obat suntinya + obat suntik anti pecah telor dan tunggu 3 hari lagi (suntiknya jadi tiap hari kanan kiiri oke, maknyuss). sedih tapi tetap semangat. Total biaya hari ini sekitar 11 juta.

11 Mei 2015 : pagi jam 08.00 ke siloam untuk ambil darah istri (tapi kali ini ambil darah denagn suster dr.aucky, bukan di lab) plus antri USG, hasilnya berkembang 5 telor, 1 saja yang besar, yang 4 kecil2 dan rahim bersih. Alhamdulillah Hasil tes darah menunjukkan hormone sudah sesuai yang diharapkan dan siap untuk diambil telornya tanggal 13 mei nanti. Istri diberi obat suntik pecah telor di pantat (suster yang suntikin). Total Biaya hari ini sekitar 1,5 juta.

12 Mei 2015 : Puasa makan minum mulai jam 23.00 untuk persiapan OPU (Ovum Pick Up) besok. Hari ini bebas suntik, lumayan…

13 Mei 2015 : Jam 07.00 stand by di Siloam, daftar dulu ke lobby depan, bilang aja mau OPU, nanti kita dikasih gelang rumah sakit. Kemudian tunggu giliran di ruang Dr.Aucky, lapor dulu ke susternya kl sdh daftar di lobby. Jam 07.30 mulailah proses OPU, kita masuk ke ruangan khusus, ganti pake baju RS yang semriwing, baring di kasur dikasih infuse dan obat pengurang rasa sakit yang dimasukkin dari dubur, rasanya bikin mules gak ketulungan tapi cuma sekitar 3 menitan terus ilang. Kalo disini OPU kita gak dibius jadi rasanya aduhai banget, kayak disuntik tapi didalam perut. Sebenernya kita bisa liat semua prosesnya lewat monitor USG, tapi karena saya sudah bingung kesakitan sendiri, jadi saja lebih banyak pejamkan mata untuk nahan sakit sambil banyak berdoa. Untung prosesnya gak lama sekitar 10 menitan. Alhamdulillah hasilnya ada 7 telor yang diambil. Setelah OPU kita disuruh berbaring dulu sampai infusenya habis dan sampai kondisi kita sudah mulai stabil (tidak pusing dan tidak mual) baru boleh langsung pulang. Biasanya pas kita lg proses OPU, suami kita diambil sperma, dan akan dipanggil oleh suster untuk menyelesaikan biaya paket proses bayi tabung (tindakan dan obat mulai OPU s.d ET ). Biayanya 16,5jt-19 jt, tergantung kondisi sperma katanya. Waktu itu saya kena biaya yang 19 jt (bisa cash/transfer/ nyicil sampai jadwal ET hehehe).
Untuk jadwal kapan kita melakukan ET akan diberitahu by phone tgl 15 Mei (estimasi jadwal ET 16-18 Mei), atau bisa telpon ke tempat Dr.Aucky sekitar jam 12.00, karena jadwal ET tergantung dari kesiapan embrio kita. Untuk selama masa menunggu sebenarnya dokter tidak memberikan saran2 khusus, tapi waktu itu saya putuskan untuk libur kerja dan bedrest dirumah.

15 Mei 2015 : karna gak sabar jam 10.30 saya sudah telpon ke Siloam untuk Tanya Jadwal ET, dan jadwalnya adalah tanggal 18 Mei jam 6.30 harus da sampai Siloam (tanpa harus puasa malam sebelumnya) dan bawa air putih min 600ml, saat itu usia embrio saya sdh 5 hari dan saya pernah di kasih info oleh ibu yang lagi program batab kedua (kenalan pas nunggu jadwal priksa), kl ditanam dihari ke 5 itu janin sdh matang, kemungkinan berhasil tingggi, tapi biasanya tidak ada simpanan, oh ya katanya lagi ada baiknya kta bawa cadangan pakaian ganti dan handuk kecil (untuk jaga2 kl baju dan rambut basah kena pipis karena kita harus bedrest sekitas 6 jam gak boleh turun kasur dan pake pampers).

17 Mei 2015 : tragedy terjadi, saya kena diare parah, seharian bisa smp 15 kali, akhirnya malam harinya saya ke UGD RS terdekat, Cuma dikasih obat ringan karna saya bilang kl mau tanam embrio besoknya, sambil terus berdoa biar mampet dan tidak menganggu jadwal besok, sempet lemes dan sedih .. takut besok gak mampet terus gimana dong sia2 lah kl bsk gak jadi ditanam.. dan ternyata sampai jam 2 malam saya masih diare… sabaaarrr..

18 Mei 2015 : baru bisa tidur jam 2 pagi jam 4 bangun lagi dan ternyata masih diare, tapi saya tetep nekat untuk datang ke siloam dan menjalankan ET. Jam 6.45 sampai siloam, daftar ke kasir lobby bilang aja mau ET, setelah dikasih gelang terus tunggu di ruang tunggu Dr.Aucky, jam 07.00 suster bagian pendaftaran sdh dtg, lgs saya lapor kl saya diare, kata susternya proses ET hanya sekitar 10-15 menit kl saya bisa nahan maka lanjut, saya bilang saya bisa tahan. Dan Alhamdulillah hasrat diare saya benar2 hilang seketika, Allah masih memberi saya kesempatan untuk melanjutkan progam batab ini. Jam &.30 saya mulai habiskan minuman saya yang 600ml dan jam 8.15 saya dipanggil untuk masuk ruang operasi. Seperti waktu OPU, saya ganti pake baju RS dan nunggu giliran di dalam sambil dijelaskan bahwa karena sperma suami yang bagus hanya 6, maka dari 7 telor yang diambil hanya 6 yang diinjeksi sperma, dan dari 6, hanya 3 yang sudah siap untuk ditanam, yang 3 lagi ditunggu sampai besok, jika tumbuh akan disimpan, dan jika mati akan dibuang dan artinya saya gak punya simpanan frozen embrio, its okey bismillah semoga dari 3 yang ditanam minimal salah satu bisa jadi rejeki saya amminn. Setelah tiba giliran kita baring di bed khusus lalu dimulailah proses ET, dipasang alat tensi dan USG perut, tidak sesakit waktu OPU, saya sedikit nyeri waktu memasukkan alatnya, dari layar USG kita ditunjukkan embrio kita masuk ke rahim, dan tampaklah titik2 putih sebanyak 3 biji berkedip-kedip di dekat dinding rahim, subhanallah, itulah bakal janin kita kata dokternya. Nempel yang cantik di rahim bunda ya nak ammmiinn..

Setelah proses ET, kita dipakekan pampers dan dipindah ke bed untuk di bawa ke kamar RS, dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki selama kurang lebih 6 jam berarti jam 8.30-14.30. Suami dan ibu mertua setia menungguku. Selama 6 jam kita disarankan untuk tidak turun dari bed dan tidak banyak gerak kecuali terpaksa jika sampai 2 jam gak bisa pipis, kl bisa ya biarkan di pampers saja, awalnya agak susah tapi pipis yang kedua Alhamdulillah lancer dan buanyak banget hehehe.. Oh ya untuk kamar kita gak boleh menginap, hanya maksimal smp 8 jam atau sampai diperbolehkan pulang, dan dipilihkan dari RS, ada yang sekamar 3 orang ada yang 5 orang tapi semua khusus pasien kandungan. Saya kebetulan dpt jatah yang sekamar 5 orang biayanya sama 190rb dapat makan siang untuk pasien aja. Resep obat tiap orang berbeda disesuaikan dengan kondisinya, wktu itu saya dpt obat penguat dengan suntik di pantat 2 jam setelah ET, tapi teman sebelah kamar dpt obat yang dimasukkan vagina dan dilakukan di rumah setelah pulang nanti. Saya sempet miring ke kiri 2 kali karna punggung saya sakit banget nahan dengan posisi seperti itu, tapi tetep semangat…
Oh ya teman sekamar saya ada yang gak bisa pipis sampai 2 jam dan akhirnya turun dari bed, bahkan sampai 3 kali turun, suster sdh mengingatkan tapi karna perutnya sakit jadi ya dia turun, sampai saya pulang pun dia belum bisa pipis, kasihan juga. Oh ya teman saya ini belum berhasil program batabnya, jadi saya sarankan sebisa mungkin jangan turun, walaupun kata dokter itu tidak berhubungan langsung dengan kegagalan, tapi ada baiknya kita berusaha untuk yang terbaik jika memungkinkan.

Jam 15.00 tet saya suruh suami saya panggil suster untuk menanyakan apakah sdh boleh pulang karna punggung saya sakit buanget.. ternyata boleh, suster lalu dating menyuruh saya untuk bangun perlahan, dr posiisi tidur, miring dulu, duduk, kl gak pusing baru berdiri.. Alhamdulillah saya gak pusing sama sekali (da ketutup sama rasa sakit punggung kayaknya heheh) saya lalu ganti baju di kamar mandi dalam kamar sementara suami saya disarankan oleh teman sebelah untuk pinjam kursi roda untuk saya, supaya tidak terlalu banyak gerak jalan. Untu biaya kamar bayarnya di lobby depan 190rb dan bayar biaya suntik penguat (prgenyl) 150rb + by registrasi 30rb di suster dr.aucky (semua sdh diurus suami saya sebelum kita pulang ), jd total biaya hr ini 270rb.
Oh ya waktu itu saya minta dibuatkan surrat istirahat sampai dengan tanggal pengumuman hasil batab 10 hari kedepan ( dr 18-28 mei). Sebenarnya selama 10 hari itu dokter hanya menyarankan untuk mengurangi aktivitas fisik, tidak melakukan perjalanan jauh dan tidak naik turun tangga, namun saya putuskan untuk bedrest total di rumah. Saya cuma bangun dari kasur untuk pipis, mandi dan makan, selebihnya banyak diatas kasur.
Untuk jadwal selanjutnya adalah suntik penguat di tanggal 21 dan 24 Juni di tempat Dr.Aucky jam 08.00 biaya per suntik 180rb.

Tanggal 19 mei saya telpon Siloam untuk menanyakan nasib 3 embrio saya yang tersisa, ternyata belum rejeki ketiganya mati sehingga saya tidak punya simpanan frozen embrio.. sedih tapi pasrah.
Oh ya untuk keluhan selama 10 hari itu yang saya rasakan hanya keputihan dan berasa seperti nyeri mau haid (sempet bikin sedih dan gerogi takut gagal dan mens) selain itu perut kembung sepanjang waktu, saya laporkan ke suster untuk keputihan dan nyeri seperti mau haids itu adalah gejala normal (selama keputihannya tidak berbau dan nyeri haid tidak berlanjut keluar flek) dan untuk perut kembung beberapa orang bereaksi seperti itu terhadap obat penguat yang diberikan, selama tidak menimbulkan sesak nafas tidak berbahaya, dan biasanya itu salah satu tanda bahwa embrio berhasil menempel ke rahim..ammiinn…

28 Mei 2015 : hari pengumuman, pagi jam 7.30 kita cek darah di suster dr.Aucky, setelah itu bisa puoang dulu kareena konsultasi dokter br bisa dilakukan jam 18.00 dan untuk hasil tes darah bisa ditanyakan via telfon sekitar jam 12.00. Karena gak tahan pengen tau jam 11.30 saya sdh telpon ke siloam, dan hasilnya bHCG : 217,92, progesterone >80, kata suster itu artinya hamil, Alhamdulillah,,, Jam 18.00 ketemu dengan dr.Aucky dan dengan singkat beliau bilang selamat anda hamil, tapi harus tetep dijaga, dan diberi pengantar untuk tes virus tanggal 11 Juni 2015, serta USG pertama tanggal 17 Juni 2015. selama itu saya diberi obat penguat untuk diminum (utrogestron 100gr) dan vitamin (promavit) diminum 2 kali sehari. Prut masih kondisi kembung, dan kata dokter kl tidak sesak nafas dinikmati saja aseeekk.. Besoknya saya sdh mulai kerja seperti biasa, hanya bawa makanan sendiri di rumah dan bawa masker kemana-mana dan sebisa mungkin saya menghindari keramain dan asap rokok. Oh ya, hari ini total biaya sekitar 1,2 juta,-

11 Juni 2015 : jam 08.00 langsung ke Lab RS siloam untuk ambil darah (tanpa puasa malam sebelumnya), setelah itu boleh langsung pulang, hasilnya akan langsung dijelaskan oleh dr.aucky waktu jadwal USG tanggal 17 nanti. Biayanya sekitar 2,3jt,- langsung bayar di kasir Lab.

17 Juni 2015 : hari pertama USG sdh gak sabar, jam 08.00 sdh sampai Siloam, daftar ke suster, eh ternyata dokternya ada tamu jadi jam 10.00 baru USG, kali ini USGnya dari perut (Alhamdulillah gak lagi merasakan nyeri USG transvaginal) sebelum USG kita disuruh minum yang banyak dan tahan pipis. Alhamdulillah hasilnya 1 telor menempel dan berkembang sehat dan sdh terlihat bakal janin kata dokternya (walaupun yang saya lihat cuma bulatan hitam keputihan dengan titik hitam ditengahnya hehehe).. Alhamdulillah Ya Allah

Note : Realisasi Total Biaya Bayi Tabung sekitar 50jt (belum termasuk biaya persalinan dan cek kehamilan)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami – Alisya

Bagi calon ayah-bunda yang ingin atau sedang menjalani proses bayi tabung, saya ingin berbagi pengalaman keberhasilan kami.
Saya melakukan upaya bayi tabung pada tahun 2014 di Surabaya dibantu oleh dr Aucky Ginting beserta timnya. Kami memperoleh bayi kembar, dua laki2 alhamdulillah.
Kondisi media saya saat itu adalah PCOS dan gerak sperma suami yang kurang bagus (lebih banyak yang lambat).

Hal-hal yang menurut kami berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung kami adalah:

1. Memilih dokter dan rumah sakit yang sreg di hati. Ini krusial sekali karena rasa percaya kepada tim dokter akan berpengaruh pada kenyamanan hati saat menjalani proses IVF yang naik turun seperti roller coaster, bahkan kadang bungee jumping. Kalau sejak awal sudah tidak sreg dengan tim dokter, selanjutnya bakalan tidak nyaman menjalani prosedur ivf. Ini saya alami sendiri. Sebelumnya kami pernah ditangani tim dokter yang kurang sreg di hati untuk inseminasi, dan gagal. Lalu saat bertemu tim dokter yang sekarang, rasanya hati lebih lapang dan tenang menjalani proses berliku IVF, dan alhamdulillah berhasil.

2. Persiapan fisik. Saya rutin melakukan yoga sebulan sebelum menjalani prosedur IVF. Selain merasa lebih bugar, yoga juga membantu menambah ketenangan batin.

3. Persiapan pikiran. Saya beruntung menemukan hypnofertility dari bidankita. Saya dengarkan cd nya sehari-hari dan kira2 sebulan sebelum IVF dan saat IVF, saya semakin intens mendengarkan hypnofertility. Sehari bisa dua kali.

4. Ketenangan pikiran juga berasal dari mata dan telinga. Sebelum dan saat menjalani IVF saya sangat selektif dengan acara TV yang ada di rumah sekaligus bacaan saya. Dua acara yang saya banned total adalah acara berita (karena lebih banyak bad news dan kriminal nya), sinetron lokal dan mancanegara (selain, maaf, banyak yang ga bermutu juga back sound nya bikin tegang). Ibu saya sampai mengalah tidak nonton drama india kesayangannya hihihi. Begitu pula bacaan. Saya stop membaca koran, kanal berita, bahkan FB saya deactivated juga. Yang saya tonton sehari2 adalah tayangan yang menghibur seperti Upin Ipin hehehe dan membaca komik lucu2 seperti Shinchan dan Hai Miiko haha.

5. Saya juga mencoba akupunktur, kira2 sebulan sebelum IVF.

6. Saat menjalani prosedur IVF, saya memilih untuk berlangganan katering sehat, dan minum banyak2 air putih HANGAT.

7. Saat dan sampai dengan 2 minggu sesudah proses embryo transfer, saya hampir setiap saat memakai kaos kaki untuk menjaga agar kaki saya tidak dingin. Kalau telapak kaki kita hangat, uterus juga hangat, yang akan membuat embrio merasa betah. Katanya begitu…

8. Pada hari ketiga seelah embryo transfer, saya memakan nanas. Bisa dibaca disini ya… http://withgreatexpectation.com/ivf/three-days-post-transfer-plus-whats-the-deal-with-pineapple/

9. Dan tentunya banyak2 berdoa dan minta doa pada orang2 terdekat. Juga minta2 maaf pada orang2 di sekitar siapa tahu pernah saya sakiti tanpa sengaja atau sengaja.

10. Ini agak ekstrim sih…tapi bagi saya yang gampang terpengaruh sepertinya membantu. Saya sebisa mungkin menghindari obrolan tentang ivf dengan sesama pasien ivf. Bukan apa2, tapi karena itu tadi, saya orangnya gampang kepikiran haha…kalau nanti tahu telur orang lebih banyak dari saya, saya down. Atau kalau tahu riwayat prang yang sebelumnya pernah gagal, pasti akan kebawa pikirian juga sama saya. Jadi mendingan saya sibukkan diri dengan buku atau hp saat antri menunggu giliran di RS untuk menghindari perbincangan yang mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Mudah2an sharing ini ada manfaatnya. Semoga berhasil ya. Semangattt!!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading...

AMH Low berhasil IVF – mrs.ISS

Hi all,
Saya 31th, ini riwayat saya :
1 x BO bulan Oktober 2014
Ectopic kiri April 2015
Ectopic kanan Juli 2015
2 x IVF di Loh Guan Lye Penang, Nov 2015 & Feb 2016
2 x IVF di Bunda Jakarta, Agustus & Des 2016

Sedikit cerita ya mom, saya & suami tidak memiliki masalah kesuburan. Saya hamil normal 3x tapi terjadi di luar kandungan, ectopic kanan & kiri tuba saya pun harus di potong dua2 nya. Sedih, kecewa campur semuanya >.<.. saat itu saya perlu menguatkan diri untuk memulai program IVF. Dan saya langsung milih ke Penang, Malaysia. Kenapa di Penang? Karena saya butuh dokter dan team nya yg “care” akan kondisi kita baik fisik maupun psikis, bukan hanya ahli di bidang medis nya saja.

IVF Penang
Dengan membawa semua file kesehatan saya, ditambah pengecekan lab, diketahui kalau AMH saya LOW dikarenakan pasca operasi ectopic. Bahkan saya pun sempat di informasikan alternatif donor egg. Mendadak semua seperti gelap bagi saya dan suami saat itu….
Awalnya saya datang ke penang dengan semangat baru, tapi mendengar semua perkataan Dr. Devindran justru bikin saya kecewa. Singkat cerita IVF ke-1 tetap jalan dengan short protocol dan hasilnya telur saya tidak merespon dengan baik semua suntikan hormon, jadi tidak sampai ke proses ET (ternyata IVF tidak segampang yang saya pikirkan..hehehe)
Setelah break 2 siklus haid saya mulai lagi IVF yg ke-2 menggunakan Long protocol dengan suasana yg jauh lebih tenang dan siap menerima semua hasilnya apa pun itu. Dapat 4 folikel 2 embrio, hanya saja setelah 2ww hasilnya negative.

IVF Jakarta
Setelah break 5 siklus haid ditambah desakan dari keluarga akhirnya saya coba lagi untuk program di Bunda Jakarta. Kali ini adalah IVF saya yang ke-3 dimana saat itu saya memilih dengan Dr. xxx. Sesuai dengan apa yang saya duga selama ini adalah bahwa dokter di Jakarta luar biasaaa ramenya dan beberapa susternya pun kurang ramah. Dengan mempertimbangkan riwayat saya, Dr.xxx menggunakan long protocol ditambah dengan pemberian suplemen dll. Setelah selama 1 bulan minum berbagai suplemen, saya mulai dengan suntikan homon lagi dan hasilnya dari 5 telur *) hanya dapat dipetik 3 telur dimana semuanya immature , sehingga proses ET tidak dapat dilakukan. .. hiks hiks
*)Padahal sebelumnya saya juga ikut akupuntur di Senayan selama kurang lebih 1½ bulan.
Saat itu tidak ada penjelasan yang memuaskan dari Dr.xxx, beliau hanya bilang kalau dia juga bingung penyebabnya apa. Waduh, kecewalah saya dengan beliau… Kalau dia aja tidak tahu penyebabnya, lalu saya harus tanya siapa lagi?? Tanpa pikir panjang, sore itu juga saya minta suster koordinator (Sus Rima) untuk daftarkan saya konsultasi dengan Dr.Ivan Sini.

IVF ke-4
Setelah didaftarkan oleh Sus Rima, hanya dengan antri sekitar 30menit saya dan suami langsung dapat bertemu dengan Dr.Ivan. Kenapa akhirnya saya putuskan untuk konsultasi dengan Dr Ivan? Logika saya bahwa Morula adalah identik dengan Dr Ivan, dikarenakan beliau juga adalah ownernya jadi sudah seharusnya lebih “hebat” dibanding dokter yg lain.
Kesan pertama, luar biasa memuaskan!!! Dokter yang santai, care sama pasiennya meskipun antrian diluar masih panjang. Dengan melihat riwayat saya, dia bisa berikan jawaban kenapa bisa immature, yang sangat masuk akal bagi saya dan suami. Awalnya saya pikir, Dr. Ivan kan dikenal sebagai dokter artis, jadi pasti susah untuk ketemunya dan antriannya pasti berjam2, lalu ketemunya pasti akan terburu2 (ini berdasarkan pengalaman saya ya mom, dimana setiap saya ke dokter yang hebat dan terkenal di Jakarta, pasti antri minimum 2 jam kemudian konsultasinya tidak sampai 5 menit, ditambah dengan jawaban datar dan dingin). Tetapi ternyata tidak demikian kenyataannya dengan Dr. Ivan Sini.
Saya istirahat 2 siklus haid, dimana selama masa tersebut, saya dan suami hidup santai (masih minum wine, hangout seperti kebiasaan kami sebelum mengikuti program IVF, dimana saat itu Dr.Ivan juga berikan “lampu hijau”,hehe…), juga dengan pikiran yang santai dan rileks. Saya mengikuti short protocol, dan dari 9 folikel, yang matang dapat 7 dan jadi 5 embrio. Thanks God!!!

Karena ini adalah IVF yg ke-4, Dr Ivan putuskan untuk ET di hari ke 5. Harap2 cemas tapi tetap pasrah apa pun hasilnya pasti menjadi yang terbaik untuk saya dan suami. Day-5 embrio saya yang berkembang menjadi blastosis ada 3, waaaa luarr biasa senangnya. Hari itu juga saya langsung ET 1 embrio dengan Dr.Ivan.
Saat ini, saya sudah masuk 35w mom. .. Semua yg masih berjuang tetap semangat ya!!! AMH Low bukan akhir dari segalanya!!

Saran Saya:
– Nggak perlu terlalu ngikutin cara orang lain dalam melakukan program IVF, karena permasalahan kita beda2..
Contohnya, pada IVF ke-1 dan 2, sebelum program, saya selama 1 bulan penuh hidup sehat. Olahraga dan makan teratur, jus, salmon dkk,
Bahkan di IVF ke-3 , sebelum mulai program saya selama 1 bulan minum suplemen + akupuntur. Tapi hasil juga masih negative.
Di Ivf ke-4, saya lebih santai, relax, jalanin hari-hari seperti biasa dan siap menerima hasilnya apa pun itu.
– Saya makan putih telur pada saat suntik sampai 2ww.
– Pada saat sebelum proses ET, kita akan disuruh minum air putih yang banyak. Saran saya, minumlah perlahan saja, jangan langsung sekaligus
– Setelah proses ET, saya tahan pipis sampe 1 jam dengan harapan supaya embrio benar2 menempel, hehehe.. (saya dan teman saya yang juga IVF dan berhasil telah jalanin pola ini)

Saya share disini karena sudah janji sama diri sendiri kalau berhasil akan share sama yg lainnya. Bagi yang mau bertanya , dikarenakan saya sangat jarang ol disini, silakan untuk langsung follow atau message saya di
Ig : baby.khs

Big Hug…

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading...

Selamat Idul Fitri 1438H

bayi-tabung.com mengucapkan

Selamat Idul Fitri 1438H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga ketabahan Anda mencari keturunan membuahkan hasil yang membahagiakan hati

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Bayi tabung pertama yang (sepertinya) gagal – Dillah

Hi. Perkenalkan saya dillah umur 28 tahun, saya ingin sedikit bercerita disini, mengenai bayi tabung pertama saya.
Saya melakukan bayi tabung pertama saya di salah satu klinik infertilitas di jawa tengah. Kasus saya, saya penderita pco, dimana haid tidak teratur datang setiap bulan nya. Untuk suami tidak ada masalah. Pernikahan kami sudah 2 tahun 4 bulan, dan kami sudah pernah inseminasi 1x dan itupun gagal.
Hingga akhirnya kami mengambil keputusan besar utk mencoba bayi tabung.

Haid pertama – 10 april 2017
Hari ke 3 haid saya mulai suntik menopur hingga tanggal 20 ( hari ke 10 haid)
Tanggal 21 april saya OPU
Dari opu didapat 6 sel telur
Tgal 24 april saya Embrio transfer. Dari opu 6 sel telur hanya bisa dapat dibuah 3 embrio. Itu pun 1 embrio nya kualitas kurang bagus, sehingga hanya bisa transfer 2 embrio dengan kualis baik, dan tidak ada embrio freezing (disini saya sedikit sedih, karena tidak ada cadangan)
Akhirnya 2ww di mulai.

Seminggu setelah ET mulai terasa payudara nyeri, perut kram, dan sering kembung
Lalu h-1 test Bhcg, saya iseng untuk test pack dan hasilnya negative, saat itu pula saya nangis sejadi2nya. Dan malam hari nya saya keluar flek coklat. Disitu saya sudah mulai pasrah sepasrah2nya.
Dan tadi pagi saya baru saja tes darah bhcg, karena ini weekend , baru keluar hasil nya besok. Tapi saya sudah hopeless duluan, karena sudah kram dan flek nya berubah menjadi warna merah seperti haid.
Jujur, rasa nya kacau sekali, menangis pun ga bisa mengubah keadaan, hanya bisa pasrah.
Oke saya rasa segitu dulu cerita dari saya. Saya berharap dengan sedikit bercerita, saya bisa sedikit lega dan mencoba ikhlaskan segala nya, mempersiapkan hal terburuk sekali. Kalau ada rezeki lagi, saya ingin mencoba ikhtiar ivf lagi. Terimakasih ya sudah membaca cerita saya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading...