bayi tabung

Pengalaman bayi tabung dalam mengatasi masalah kesuburan untuk mendapatkan si buah hati

23rd October 2014

Info ttg pindahnya Dr Ng – Veronica

Sy Vero, 40 thn… sy rencana bln Feb 2015 mau program bayi tabung dgn Dr Ng di Lam Wha Ee Hospital di Penang. Tetapi akhir2 ini sy dengar kabar2i klo Dr Ng mau pindah RS ke Island Hospital dan biaya bayi tabung disana bisa 2x lipat dibandingkan di RS LWE.

Apa kira2 teman2 ada yg tau ttg kebenaran kabar tsb?

Mohon infonya bagi yg Saat ini ada di Penang untuk menanyakan Hal tsb ke Dr Ng.

Terima kasih.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Malaysia | 7 Comments


17th October 2014

Azoospermia – Mel

Sudah lama sy ingin ikutan sharing di bbrp blog tp baru skr tergugah ingin berbagi cerita dan pengalaman, setelah sekian lama (kurleb 5th) bersama suami menjalani pengobatan kesana kemari dr mulai pengobatan alternatif (pijat/urut,akupuntur) sampai pengobatan ke dokter..dari mulai bbrp dokter Obgyn, Androlog dan Urolog Alhamdulillah sdh dijalani dgn tekad dan semangat yg luar biasa demi mendapatkan keturunan..????

Kami menikah kurleb 6th, saat ini usia sy 30th dan suami 33th..Sejak awal diperiksa Alhamdulillah sy dlm kondisi yg baik, tetapi yg mengejutkan suami dlm kondisi yg tdk baik (azoospermia dgn sperma 0, hanya air mani katanya yg keluar????) itu berdasarkan hasil dari 4 dokter Androlog dan 1 dokter Urolog baik di Jakarta maupun di Bandung dan semua dokter itu menyarankan kami utk langsung ambil tindakan program bayi tabung, krn utk hamil normal atau inseminasi kemungkinannya sangat2 kecil (kecuali mukzizat dr Allah Yg Maha Kuasa ????)..???????????? dgn keyakinan tsb kami masih kekeuh ingin mencari alternatif2 lain dgn harapan msh ada kemungkinan bs memperoleh keturunan scr normal (tdk dgn proses bayi tabung)..akhirnya kami terus semangat browsing2 cari dokter yg recommended..

Singkat cerita pd th. 2010 suami sy coba berobat ke dokter andeolog (ini dokter ke 3) di salah satu rs di bandung (yg antrinya bs berjam2 krn pasiennya buanyak, wkt pertama dtg lumayan sekitar 6jam aja nunggunya????) dan setelah dicek2 slm bbrp bln suami di diagnosa varicocel bilateral (kanan-kiri) dgn hasil yg paling parah sblh kiri..saat itu jg kami memutuskan dlm wkt dekat utk segera operasi varicocel di rujuk di slh satu rs besar di bandung dan setelah 3 bln recovery suami coba test sperma dan ternyata hasilnya tdk ada perubahan tetap Azoospermia..????????????

Dan bln mei 2014 kmrn bismillah kami akhirnya memutuskan utk mulai program bayi tabung di slh satu rs. yg ckp terkenal di Jkt (menurut info, dokternya ckp terkenal bertgn dingin utk proses bayi tabung dan tingkat keberhasilannya jg lumayan tinggi) dgn harapan usaha kami bs membuahkan hasil..Setelah konsul dgn dokter tsb yg sblmnya cukup susah bikin schedule ketemunya (bth wkt 3bln baru akhirnya bs ktemu????) suami dirujuk utk konsul dgn dokter androlog di rs itu dan menjalankan bbrp test..hasil testnya LH: 2.33 FSH: 11.10 dan testosteron 532.30 (semua keliatannya msh normal) akhirnya krn sy tau permasalahan ada pd suami, sy memutuskan fokus utk suami dl yg menjalankan treatmentnya yaitu operasi PESA/TESE..sempet dagdigdug jg krn sejak awal dokter sdh memberikan wejangan, operasi PESA/TESE adl jalan terakhir utk pasangan suami istri memiliki keturunan, krn dgn operasi tsb kita bs tau ada atau tidaknya sperma utk bs lanjut ke program bayi tabung..

Di bulan Juni 2014 akhirnya suami menjalankan operasi PESA/TESA, operasi dilakukan dgn bius total dan krg dari 1-1,5 jam sdh bs keluar hasilnya dr dokter..hanya menunggu suami siuman dr bius yg agak lama..Sambil berdoa sy menunggu diluar ruang operasi (dgn jantung yg dagdigdug) dan jujur didlm hati insyaAllah sy kuat, sy sdh mengikhlaskan dan pasrahkan semuanya sm Allah apapun hasilnya walaupun terburuk sekalipun..Setelah 1,5 jam nunggu akhirnya dokter menjelaskan hasilnya dan dinyatakan bahwa sperma dr hasil PESA kanan & kiri dgn aspirasi 2x tidak ditemukan sperma, dilanjutkan TESE dgn biopsi 1x hasilnya yg ditemukan pd suami sy hanya 1 sperma dr sblh kanan itupun mati/Beberapa lapang pandang dan Non Motil dan harus diteliti lbh lanjut dgn dilakukan pengecekan lab UI di RSCM kemungkinan penyebabnya..???????????? Alhamdulillah beruntungnya sy ckp kuat dan tabah mendengar hasil tsb dan jd bs menegarkan hati suami yg hancur pd saat itu..dan sampai saat ini sy blm kembali utk konsul dan mengambil hasil lab tsb krn kondisi suami yg blm siap..????

Semua anak pasti diimpikan oleh setiap pasangan dan tiap pasangan punya rezeki yg berbeda terutama rezeki anak..Kalo Allah berkehendak apapun bs tejadi termasuk sy bs mendapatkan mukzizat mendapat keturunan..Buat sy skr bagaimana dgn keadaan spt ini sy dan suami ttp bahagia dan harmonis krn itu janji di awal penikahan kami..No big deal buat sy mengadopsi anak atau mengurus ponakan yg lucu2..????

Pesan sy tetep semangaaaat buat tmn2 yg msh berjuang semoga dilancarkan segalanya (termasuk rezekinya buat biaya berobat????) dan mdh2an mendapatkan hasil terbaik..Yg penting pasangan hrs punya semangat yg sama dan kesabaran tingkat tinggi juga jgn lupa berdoa pasrahkan dan ikhlaskan semuanya sm Yg Maha Kuasa..Gudluck!! ????

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Bandung, Jakarta, Sperma bermasalah | 16 Comments


31st August 2014

Pelajaran berharga saat bayi tabung – Cherry

Salam Kenal!
Saya 28thn dan suami 32thn. Usia pernikahan kami 1.5tahun saat memutuskan untuk program bayi tabung. Alasan kami mengikuti program ini adalah kondisi sperma suami yang OAT. Jumlah sedikit, bentuk tidak sempurna dan pergerakan yang jelek. Keadaan rahim saya normal, hormonal normal, mens teratur dan tidak ada kista atau kelainan lainnya.
PAda awalnya saya sempat syok atas keadaan suami, dan sempat marah dalam hati, kok bisa saya harus mengalami semua ini. Beberapa teman yang menikah setelah saya, langsung mendapat buah hati.
Apalagi saat divonis dokter bahwa kami hanya bisa memperoleh keturunan melalui proses bayi tabung. Saya marah pada suami, mengapa saya yang harus sakit disuntik, distimulasi dan menanggung semua proses padahal saya normal dan suami yang memiliki kelainan.
Ya, saya marah dan sedih. Tidak bisa menerima. Saya egois karena memikirkan diri sendiri. Dan saat itu saya belum siap menjalani proses bayi tabung. Seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa memiliki seorang anak adalah keinginan dan keputusan suami dan istri dan sebagai istri saya juga harus menyuport dan ikut menanggung beban mental keluarga.
Saya akhirnya sampai pada tahap ikhlas menjalani proses bayi tabung. Apalagi saya menyadari bahwa suami juga sangat terpukul dengan keadaannya dan sedih mengetahui bahwa proses bayi tabung adalah proses yang tidak mudah untuk saya.

Program bayi tabung kami dimulai bulan Juni 2014. Hari kedua mens, saya datang ke RS Siloam Surabaya untuk USG Transvaginal dan cek darah lengkap. Berdasarkan hasil lab, Dokter Aucky memutuskan saya ikut Short Protocol dan bisa langsung suntik Gonal F di hari ketiga mens. Suami diresepkan vitamin untuk dikonsumsi.
Saya bersyukur karena tidak ada kendala berarti sebelum memulai proses ini. Bahkan dokter berkata, kami masih muda dan tingkat keberhasilan diatas 50%.
Hari ketiga mens, jam 7 malam saya suntik Gonal F sebanyak 2 ampul. Harga terbaru Gonal F adalah 600rb per ampulnya. Karena saya suntik 2 ampul, maka sekali suntik adalah 1,2jt.
Saya suntik Gonal sebanyak 7 hari. Di sela-sela suntikan Gonal tersebut, dokter memantau perkembangan sel telur saya lewat USG Transvaginal dan cek hormon Estradiol. Hormon Estradiol harus naik bertahap untuk membuktikan bahwa tubuh saya merespon Gonal F dan stimulasi terhadap indung telur diterima dengan baik.
Saat suntik tidak sakit, bahkan kegiatan suntik menyuntik ini dilakukan oleh suami saya sendiri, jadi saya tidak perlu bolak balik ke RS Siloam.
Suami saya dengan sabar menyuntik dan menenangkan saya jika mood atau emosi saya naik turun setelah suntik obat hormon ini.
Suami menghibur dan mengajak saya menikmati makanan enak, memijit kepala dan pundak saya.
Sesaat setelah disuntik kepala saya selalu kliyengan, agak tidak nyaman. Tapi proses yang paling tidak enak adalah saat pengambilan darah, karena terlalu sering ditusuk jarum, nadi saya selalu nyeri. I hate the sensation.
Dokter Aucky mengganti suntikan Gonal F dengan suntikan Pergoveris di hari ke ?8 karena menurut beliau telur saya belom memenuhi ekspektasi.
SUntikan Pergoveris lebih mahal, 1.3juta sekali suntik. Belom rasanya sakittt banget ketika obat masuk ke dalam kulit. Sampe nangis pas disuntik!

Setelah 7x suntikan Gonal F dan 2x suntikan Pergoveris, saya dinyatakan siap untuk OPU. Lalu saya pun disuntik pecah telur. Saat OPU, saya tegang banget, takut sakit dan nervous. Saya datang pagi pagi lalu mendaftarkan diri. Suami selalu menemani dan berusaha menenangkan saya, beliau berkata, jika proses ini bisa diwakilkan dia dengan rela menggantikan saya. Sebelum OPU, saya diminta melepas semua baju dan pakaian dalam, dan berganti pakaian biru untuk operasi. Obat penghilang nyeri sebanyak 2 tube dimasukkan lewat anus, lalu jarum infus dipasang di pergelangan tangan kiri. Kata suster itu infus untuk memasukkan obat antobiotik. And, here we go!

Saya naik ke kursi lalu suster membuka lebar paha saya, tanpa ada penutup di area kemaluan. Duh, risih dan malu, apalagi banyak suster dan dokter sliweran. Tangan kanan saya disambungkan dengan alat tensi, sementara tangan kiri dipegangi oleh suster.
Kaki kanan dan kiri diikat dengan sabuk, tujuannya supaya saat OPU, kita tidak menggerakkan tubuh. Saya tegang dan takut, suster menggenggam tangan saya.
Lalu proses OPU dimulai. Suster menyiramkan gel dingin untuk membersihkan area luar kemaluan. Setelah itu, dokter mendekat, memasukkan alat untuk menyemprot cairan kedalam vagina lalu membersihkannya. Rasanya seperti disikat dengan sikat.
Dan, alat penyedot sel telur dimasukkan, saat dimasukkan, tidak terasa sakit, namun saat dokter menusukkan jarum menembus indung telur, rasanya ngilu dan tidak nyaman.
Ternyata sensasi sakitnya tidak semengerikan yang saya kira, hanya serasa perut diacak-acak dengan benda tumpul. Proses berlangsung selama 10 menit. Dan didapat 11 sel telur yang siap untuk dibuahi.
Suster berkata, jadwal ET akan ditentukan hari kedua setelah OPU. Jadi hari kedua setelah OPU saya harus menelepon RS. Saya berharap bisa transfer Blastocyst (embrio usia 5hari) karena embrio yang dapat bertahan hingga 5 hari memiliki kans yang lebih besar untuk bertahan dan menempel di dalam rahim.

Hari kedua setelah OPU saya menelepon RS dan ternyata ET akan dilakukan keesokan harinya, which is usia embrio 3 hari.
Saya agak kecil hati dan bertanya-tanya, apakah dari 11 sel telur tersebut hanya sedikit yang terbuahi? Sehingga embrio harus ditransfer di hari ketiga, bukan kelima..
Saya berasumsi, namun suami dan keluarga memberi kata-kata positif. ET berjalan lancar, hanya 5 menit dan tidak ada rasa sakit. Kecuali saya harus menahan kencing karena sebelumnya suster meminta saya minum 1 botol air dan tidak boleh pipis.
Setelah ET saya diharuskan istirahat di kamar RS selama 8 jam dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.. Dari 11 sel telur, hanya 6 sel telur yang memenuhi syarat untuk disuntik dengan sperma. Dari 6 sel telur yang disuntik, hanya 3 sel telur yang terus membelah.
Namun tidak ada yang berkualitas excellent. Dokter Hamdani hanya berkata “Bagus kok kualitasnya”. Semua embrio dimasukkan saat ET. Dan tidak ada cadangan. Saya pulang dengan optimis dan rasa syukur karena separo proses sudah saya jalani. Mulailah masa Two Week Wait saya.

Saya beristirahat, tidak bekerja dan hanya tidur-tiduran di kamar. Tidak naik turun tangga tetapi mandi dan buang air seperti biasa. Hari-hari saya jalani dengan optimis. Setiap malam tidak lupa saya memasukkan Crinon untuk penguat rahim.
KAdang perut terasa kembung, begah dan sedikit mulas. Kadang seharian tidak terasa apa-apa.
Setelah ET, saya rutin mengkonsumsi Sari Pati Ikan Kutuk untuk pemulihan dan stamina serta untuk mencukupi kebutuhan albumin agar tidak terserang OHSS.
Yang menyiksa saya saat masa penantian adalah pikiran negatif saya. Saya parno kalau tidak merasakan apa-apa di perut, padahal banyak wanita yang hamil muda secara alami tapi tanpa merasakan apapun sebelumnya.
Support suami sangat penting. Saya bersyukur punya suami yang support, pengertian, melayani dan cinta banget sama saya. 2minggu saya lalui, saya hanya keluar rumah saat harus suntik HCG di RS selama masa penantian.
Saat suntik HCG yang pertama, perut saya sempat kembung dan sakit. Saya takut terserang OHSS, tapi sehari kemudian semua rasa kembung hilang.

Lalu tiba saatnya cek darah untuk penentuan. Saat diambil darah, suster sampai mencoblos nadi saya 3x karena saat dicoblos nadi saya ciut sehingga darah tidak bisa mengalir keluar. Bukan karena tegang menunggu hasil tapi karena saya udah trauma dan males banget dengan kegiatan mengambil darah di nadi.
Jujur, beberapa hari sebelum pengumuman, saya dan suami udah yakin banget kalo program ini berhasil dan saya hamil. Saya merasa suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya dan detak jantung berdetak lebih cepat. SUami bahkan punya feeling kalo saya hamil kembar.
Jam 8 cek darah, jam 12 saya diminta telpon RS untuk mengetahui hasilnya.
Deg-degannya ini mengalahkan semua deg-degan yang pernah saya alami. Mendekati jam 12 makin takut.
Saya ga berani telpon RS, akhirnya suami yang nelpon.

Saat suami nelpon, saya memperhatikan dengan seksama raut mukanya, berusaha membaca situasi dan menebak jawaban suster.
Saya berharap suami berkata, “Puji Tuhan, jadi istri saya hamil ya sus?”
Tapi muka suami saya datar banget sambil berkata “Oh gitu, jadi bagaimana ya sus?” dengan suara bergetar. Seketika saya sadar bahwa bayi tabung kami gagal.
Suami menutup telpon dengan mata berkaca-kaca sambil berkata “Suster bilang hasil darahnya kurang bagus, HCG nya hanya 3,5″ then I said “Oh ya gagal itu”. Karena kadar minimum HCG untuk wanita hamil adalah 10.
Saya duduk dan tidak bisa berkata-kata. Suami sibuk dengan pikirannya sendiri. Saya lebih tegar, suami nangis karena sebenarnya dia yang pengen banget punya anak. He is the one who really want this works.

Kami berpelukan, tanpa berkata apapun. Karena malam sebelumnya kami saling berjanji, jika program ini batal, kami tidak boleh saling menyalahkan. Kami berdoa bersama, sambil menangis, kami mengucap syukur karena boleh melalui semua ini. Kami berterima kasih pada Tuhan.
Kami berusaha memahami, mengapa? apakah belum saatnya?
Saat yang berat, ketika malam hari setelah telpon pengumuman, kami harus tetap ke RS untuk evaluasi kegagalan program.
Dokter hanya berkata, penyebabnya adalah kualitas embrio yang kurang baik. Entah dari sel telur atau dari sel spermanya. Dokter tidak bisa menjawab.
Karena saat beliau memilih sel sperma, hanya dilihat sel sperma yang kepalanya bagus saja. Lalu disuntikkan ke sel telur.
Next time, kalau mau bayi tabung lagi, dokter menyarankan untuk ikut Long Protocol supaya sel telur lebih homogen.
Kami pulang dari ruang praktek bergandengan tangan, saling menguatkan tanpa mengeluarkan kata-kata.
Saya tahu, bukan uang 41 juta yang ditangisi suami setiap malamnya, tapi beliau sedih mengapa kami masih belom diberi kepercayaan untuk menimang seorang anak.
Tapi, saya percaya Tuhan itu baik. Dia benar-benar tahu waktu yang tepat untuk kami. Dia benar-benar mengerti kesiapan kami.
Setelah proses bayi tabung, saya jadi makin cinta sama suami. Hubungan kami makin dekat, makin mesra. Dan saya sangat bersyukur akan hal ini.
Saya bersyukur pada Tuhan karena proses ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Bagi saya terutama, pelajaran menerima suami, menerima kenyataan, menjalani dengan ikhlas dan ketika hasilnya belum sesuai harapan, saya dilatih untuk sabar dan berserah pada Tuhan.
Tidak lama setelah proses bayi tabung, suami mendapat rejeki pekerjaan dengan nominal yang sama dengan biaya bayi tabung kami. Tuhan mengganti biaya tersebut!
Saya sadar, apapun proses yang kita lalui dalam hidup ini, semuanya adalah kehendak Tuhan. Dia yang mmelihara hidup kita.
Tuhan mengijinkan kita menghadapi pencobaan ini dengan satu tujuan. Mari berpasrah dan jalani.

Pengkotbah 3:1-2 “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam”

Semoga Tuhan memberkati semua pasangan yang struggle dalam mendapat keturunan dan semoga kisah saya menguatkan dan menginspirasi anda.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Obat, Pengalaman di klinik/rumah sakit, Proses, Sperma bermasalah, Surabaya | 92 Comments


25th August 2014

Cadangan sel telur sedikit dan sperma oligoastheno (2) – Diani

Previous post Cadangan sel telur sedikit dan sperma oligoastheno.

Salam kenal semuanyaa, saya akan meneruskan pengalaman saya ke dokter obgyn…hehehe

23 Agustus 2014

Saya baru saja menjalani histeroskopi di RSCM Kencana Klinik Yasmin. Sebelumnya mendapatkan konfirmasi jadwal tanggal 22 Agustus 2014 disore hari. Pagi-pagi sekali saya sudah sampai RSCM Kencana sekitar pukul 07.00, parkirpun mendapatkan tempat yang enak yaitu di depan lobby RSCM Kencana..Sampai disana langsung ke bagian admin pendaftaran, baru setelah itu sarapan, maklum dari rumah sudah buru-buru, akhirnya bawa bekel dari rumah dan dimakan pas sudah sampai RSCM.

Wah, ternyata Klinik Yasmin yang letaknya di lantai 4 sudah rame dengan pasien.. Absen dulu dan tensi deh… Abis itu tunggu jadwal untuk Analisis sperma + Hallo dan Histeroskopi. Ternyata dr. Muharam sedang melakukan Embrio Transfer, waaaah gimana rasanya yaaa… saya ikut berdoa agar Embrio Transfernya sukses dan ada Baby…aamiiin.. Jadi saya menunggu lebih lama untuk histeroskopi. Suami saya sudah dipanggil duluan untuk analisis sperma + Hallo.. semoga hasilnya bagus dari hasil yang pertama.aamiiin.. Setelah suami seleseipun saya masih diruang tunggu..

Daaan setelah menunggu beberapa lama, giliran saya yang dipanggil.. sebelumnya saya diberikan obat anti nyeri lewat anus oleh perawat.. Ruangan tindakan ada disebelah pojok ruangan konsultasi..perawatnya ramah-ramah yaaaa…terus dr.Muharam datang dan senyum-senyum..langsung deh tindakan…prosesnya sebentar dan tidak sakit hanya mules-mules sedikit saja kok, yang mau histeroskopi jangan takut yaa.. kecuali histeroskopi operatif itu katanya seperti operasi dan menginap semalam. klo histeroskopi biasa sudah bisa langsung jalan-jalan ke mall setelah tindakan.hehehehe. Saya ada polip endo dan langsung digunting saat itu juga, suami saya pun dipanggil untuk masuk ruangan karena ada tindakan menggunting.. Oiya biaya semuanya sekitar 5jtan, histeroskopi dan Analisis sperma + Hallo. kata dokter polip saya tidak terlalu berbahaya..

Alhamdulillah, tidak ada masalah lain. masalahnya cuma satu sel telur sedikit tapi itu juga sudah menguras hati..huhuhuhu..setelah tindakan langsung konsultasi dengan beliau diruangan konsultasi.. Beliau tetap menyarankan Bayi Tabung segera yaitu bulan depan… tidak ada pemeriksaan lain terakhir menunggu hasil analisis sperma + Hallo dan analisis kromosom..bulan depan bisa langsung program bayi tabung.. Bismillah…kalau memang ini sudah jalan dari Allah insyaAllah saya ikhlas menjalaniNya..Dan semoga rencana kami dimudahkan..itulah doa-doa pasangan suami istri…Aamiin..Semangat berjuang semuanya…..

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Jakarta, Kista, Pengalaman di klinik/rumah sakit, Proses, Sperma bermasalah | 13 Comments


21st August 2014

Cadangan sel telur sedikit dan sperma oligoastheno – Diani

Menikah Desember 2012, sampai akhirnya di usia pernikahan memasuki tahun kedua memutuskan untuk program hamil ke dokter obgyn.

Selama satu tahun jika melihat haid rasanya seperti melihat aib.. dan terkadang saya menangis sesegukan diam-diam bahkan terkadang terlihat oleh suami dan dia hanya bisa bilang ya sabar, belum rezeki. Ya Allah, berikanlah saya kesabaran.

Sebelumnya pernah mendatangi dokter obgyn, tetapi saat itu belum terlalu serius mengingat usia pernikahan yang masih terbilang baru. ke dokter karena pernah sebulan haid dua kali. dan kata dokternya itu masih normal. saat itu hanya di USG dari luar dan katanya juga bagus. jadi semenjak itu saya lebih santai dan kesimpulannya mungkin saya salah memilh dokter!

13 Februari 2014

Betul, tanggal tersebut adalah hari pertama saya memulai program kehamilan. kali ini saya memilih RS Premier Bintaro dengan dr. Djoko Sekti Wibisono, SPOG, KFER. Hasil dari googling saya akhirnya memilih beliau. selain karena liat daftar pengalamannya, juga diliat karena beliau sepertinya sudah agak sepuh dan senior hehehehe. Pertama kali bertemu dengan beliau rasanya deg-degan sekaligus bingung. dan untungnya dokternya paham akan maksud kedatangan saya. Oiya, saya datang sendirian looh..tanpa suami. Secara kalau nunggu suami kapan mulai programnya?? saya harus memahami kondisi pekerjaannya yang super duper sibuk.

Setelah basa basi ngobrol sebentar, saya langsung di USG Transvaginal, waw banget rasanya. karena itu pertama kalinya. Dan dan ternyata dokter bilang ada kista (wajah langsung berubah pucat). Tapi dokternya menenangkan, sembari beliau menceklist daftar rujukan yang harus saya lakukan. waktu saya tanya apakah berbahaya dok? beliau menjawab “mbak ke lab aja dulu, test darah nanti hasilnya kita lihat sama-sama”. Baiklah nurut aja sama dokter yaaaa…. Bismillah

17 Februari 2014

Setelah kunjungan pertama kali ke dokter, masih dibayangi ada kista yang hinggap dan googling sana sini. Tetapi perasaan takut itu saya coba lawan dan selalu berdoa agar semuanya baik-baik saja. Hari ini saya ke Lab RS Premier Bintaro untuk menjalani test darah HEMA Lengkap, Anti Chlamydia IgG IgM, Toxo IgG IgM, Rubella IgG IgM, CMV IgG IgM, Anti HSV2 IgG IgM, ACA IgG IgM, Progresteron dan CA 125. Borongan yaa test labnya, borongan juga doong sama biayanya… Biayanya kira-kira habis 6jt. Hari itupun saya tetap datang sendiri, suami hanya support by phone.

27 Februari 2014

HSG = Histerosalpingografi
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi saluran telur. HSG ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zak kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina. kemudian dilakukan foto rontgen hingga akan terlihat apakah zat kontras tersebut masuk kedalam saluran telur atau tidak. bila masuk berarti bebas dari penyumbatan, sedangkan bila tidak masuk berarti ada penyumbatan atau non patent.

HSG ini dilakukan dihari 9,10 atau 11 dalam siklus haid. Sebelum melakukan HSG saya terus mencari informasi tentang HSG. Dari tanya RS sampai ke mbah google. Informasi dari RS Premier Bintaro, disana sedang tidak melayani dengan alasan alatnya tidak ada (belum datang alat yang baru). googling sana sini akhirnya pilihan saya mantap ke RS Pondok Indah. Telepon untuk bikin appoinment ke bagian radiologi dan lagi-lagi jaswalnya tidak cocok dengan suami saya. Karena berbarengan dia medcheck dikantornya. Oke fine, berangkat sendirian lagi, wanita mandiri harus berani sendiri..Hahahaha (padahal ngerep juga ditemenin). Kurang lebih saya menunggu 1jam. Sebenernya seh dokternya sudah datang tapi saya sengaja mengulur waktu sedikit sambil menunggu teman baru saya yang akan datang ke RS. teman yang saya kenal melalui grup program hamil disalah satu website. kopdarnya pun jadi di RS.heehe

Saya sudah dipanggil kedua kalinya dan teman saya masih belum datang juga dan saya memutuskan untuk masuk keruangan radiologi. Ya sudah, siap tidak siap harus saya jalani. Saya disuruh berganti pakaian dengan pakaian RS semacam kimono. Oleh perawatnya disuruh duduk dulu dan rileks. disana sudah ada surat perjanjian/surat tindakan yang harus saya tanda tangani dan sambil dijelaskan apa itu HSG. Perawatnya ramah banget, bikin tenang dan adem, murah senyum pula. Dia selalu menjelaskan semua kan baik-baik saja kalau mbak tetap rileks, begitu ucapnya. Tidak lama setelah itu, dokter radiologinya pun masuk ke ruangan yang saya bilang ruangan itu mirip kamar operasi mungkin yaaaa…dan posisi saya sudah siap seperti mau melahirkan. Baiklah diintip-intip lagi (mulai terbiasa). Rasanya seh tidak sakit, tapi rada mules gitu seperti mau haid. Dokterpun menyarankan saya tetap rileks sambil diajak ngobrol dan becanda. Prosesnya tidak lama hanya sekitar 5menit kata perawatnya kalau rileks prosesnya juga lancar. Selesei..Alhamdulillah. Saya disuruh rebahan dulu sampai 15 menit dan setelah itu baru bisa berganti pakaian.

Keluar dari ruangan sudah ada teman saya yang menunggu, walaupun kami baru saja bertemu untuk pertama kalinya tapi saya bisa menceritakan semua prosesnya kepadanya. Mungkin kita kenal karena kita satu tujuan yaa…ingin segera mendapatkan momongan. Hasilnya tidak lama, bisa ditunggu dalam 1-2 jam. Sambil menunggu hasil saya dan teman saya pergi ke kantin untuk makan siang dan mengobrol. Setelah makan siang kembali lagi ke bagian radiologi untuk menanyakan hasil. Nama sayapun dipanggil dan setelah itu saya langsung untuk membayar biayanya. Biaya HSG di RS Pondok Indah sekitar 1,3jt. Dalam perjalanan pulang saya baru membuka hasilnya dan hasilnya adalah PATENT artinya tidak ada penyumbatan. Alhamdulillah…. Sampai dirumah masih rada mules tapi tidak terlalu saya pikirkan. Blog yang bilang HSG itu sakit terbantahkan. dan kesimpulannya mungkin tergantung kondisi seseorang, padahal saya tidak diresepkan apa-apa oleh dokter. Hanya disuruh puasa berhubungan dua hari.

06 Maret 2014

Kedatangan kedua bertemu dr. Djoko Sekti Wibisono SPOG,KFER dengan membawa hasil lab yang sudah saya lakukan untuk pertama kalinya dalam hidup. Secara masuk kerja tidak pernah test kesehatan segala. Dibacalah oleh beliau hasil test lab tersebut dan saya positif Rubella dan Anti CMV tapi untungnya yang IgG, jadi masih aman dan tidak berbahaya. Dengan hasil lab tersebut juga saya akhirnya ketahuan ada Alergi bawaan.. Kalau itu seh sudah saya sadari dengan tiap pagi bersin-bersin, atau kena debu juga bersin, ada gatal juga. Jadi sudah tidak kaget lagi waktu dokternya berkomentar. Setelah itu saya minta USG Transvaginal (sudah mulai membiasakan diintip-intip), sayapun menanyakan kista yang bulan lalu dokter sempat melihatnya. Beliau berkata “Ohh…kistanya sudah hilang, itu kista biasa (kista fungsional)”. Alhamdulillah..do’a saya diijabah oleh Allah SWT agar selalu tetap sehat, walaupun sebelumnya sudah panik dan nangis-nangis darah sama suami. hehehehe. Setelah itu dikasih rujukan ke Lab lagi oleh dokter. Lagi??? Ya sudahlah, manut wae… Next saya harus cek hormon dan suami harus analisis sperma…

17 Maret 2014

Saya mendatangi Lab RS Premier Bintaro untuk melakukan test hormon yaitu LH, FSH, Prolaktin, Estradiol, dan Testosteron. Lagi-lagi saya berangkat sendiri ke RS. Dan beberapa hari kemudian hasilnya keluar dan menunjukkan nilai FSH saya tinggi. Hanya mengira-ngira sendiri tanpa tahu artinya. Saya lalu memutuskan untuk tdak segera ke dokter karena suami saya belum melakukan analisis sperma. Saya berpikir daripada saya bolak balik ke dokter dan beliau pasti menanyakan analisis spermanya, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu sambil terus membujuk suami agar segera melakukan analisis sperma.

01 Mei 2014

Akhirnya suami saya melakukan analisis spermanya… Alhamdulillah… Analisis sperma juga dilakukan di Lab RS Premier Bintaro. Tidak lupa saya terus mensupport dan berdoa agar prosesnya diberikan kelancaran serta hasilnya bagus. Aamiin. Setelah selesei kamipun langsung pulang kerumah, tetapi malam harinya saya mendapatkan telepon dari Lab RS Premier Bintaro, perawatnya bilang agar analisis sperma dilakukan ulang. Apa?? Saya terus menanyakan alasan kenapa harus diulang tetapi dari pihak Lab RS tersebut tidak begitu menjelaskan secara detail, mereka sepertinya tidak yakin dengan hasilnya,atau ada faktor lain. Diambil positifnya saja, mungkin ada kesalahan dari pihak lab atau hanya untuk memastikan. Tetapi setelah dilihat lagi jadwal suami saya ternyata sudah tidak punya waktu untuk melakukan analisis sperma ulang di bulan ini karena suami saya harus pergi bekerja di Kuala Lumpur sampai akhir bulan. Dan saya hanya bisa pasrah, tidak terlalu saya pikirkan karena saya juga excited diajak untuk mendampinginya. Ya hitung-hitung honeymoon kesekian. hahahaha. Dan suami saya berjanji sepulangnya kami dari Kuala Lumpur akan langsung ke Lab RS Premier Bintaro.

07 Juni 2014

Suami saya menepati janjinya sepulang dari Kuala Lumpur dia akan melakukan analisis sperma. Hasilnya juga sudah keluar. Kali ini saya mengunjungi dr. Djoko Sekti Wibisono SPOG KFER ditemani suami dan ini kali kedua. hehehe. Dengan membawa hasil lab sampai kertas-kertas dari lab itu saya kumpulkan dan rapikan ke dalam wadah map agar memudahkan mencarinya. Dokter bilang FSH saya tinggi, perlu di cek lagi untuk mencari tahu apa sebabnya tak kunjung mendapatkan momongan. Rujukan berikutnya adalah AMH dan Anti dsDNA.NcX. Hasil analisis sperma suami yaitu Oligoastheno dan diberikan resep vitamin Tribestan, Bio ATP dan Oligocare untuk dikonsumsi dalam 3 bulan, sehari satu kali. Untuk detailnya tidak akan saya ceritakan tanpa seizin beliau.Hihihihi.

09 Juni 2014

Jadwal test lab AMH tidak terbatas oleh waktu jadi kapan saja bisa di ambil sample darahnya. Kali ini test Lab dilakukan di Lab Klinik Prodia di daerah Pondok Indah. Dokter meyarankan saya untuk test lab diluar Lab RS. Toh darah saya juga dilempar ke Lab-lab lain. Jadi, mending langsung ke Prodia sendiri dan sample darahnya di analisa dalam keadaan fresh. hahahaha… Saya juga termasuk yang pasien yang penurut karena saya selalu menyetujui saran beliau.

14 Juni 2014

Kunjungan ke dokter lagi… Bawa hasil Lab lagi… Harus tetap semangat, kan sudah ditemani oleh suami lagi, Jadi kalau hasilnya tidak begitu baik saya tidak terlalu panik karena ada suami yang menenangkan hati saya. Dan jreeng,…jreeng…. apa yang dikatakan dokterpun membuat saya shock dan ketakutan. Dokter bilang cadangan sel telur saya sedikit. Saya pun bertanya kenapa bisa seperti itu? Beliau menjawab dengan tenang, Ya… itu sudah dari sanaNya, dari Allah sudah diberikan sel telur sedikit. Masuk akal seh, tapi tetap saja sedih. Mengherankan juga dengan kondisi AMH yang sangat rendah saya masih diberikan haid walaupun tidak teratur. Lalu dokter menyarankan untuk mengistirahatkan hormon saya dan diresepkan pil Diane 35 untuk melancarkan siklus haid saya, tetapi yang saya kaget lagi obat ini berfungsi juga sebagai pil KB. Ya Allah, program hamil malah disuruh KB. Kakak dan sahabat saya menyarakan untuk mencari second opinion dari dokter lain. Saya memutuskan untuk konsultasi dengan sepupu suami saya yang kebetulan dia juga dokter obgyn. Dia sependapat dengan dr. Djoko Sekti Wibisono SPOG KFER agar saya meminum pil tersebut. Katanya, jangan melihat itu pil KB tapi lihatlah dari sisi hormonalnya. Lagi-lagi saya hanya menurut, setelah bahasan mengenai pil tersebut, dia merekomendasikan salah satu dokter di RSCM Kencana Klinik Yasmin yaitu Dr. dr. H.R. Muharam SPOG (K) dan saya mengiyakannya. Setelah perbincangan dengan sepupu suami saya, saya memantapkan hati untuk meminum pil tersebut dengan ikhlas selama 3 siklus haid.

12 Agustus 2014

Setelah rehat dua bulan saya tidak ke dokter obgyn, akhirnya saya kembali ke “rutinitas” program hamil. Rehat karena bulan Ramadhan untuk fokus beribadah, dan kedua memang sengaja menghabiskan pil Diane 35 dua siklus haid. Iya, hanya dua siklus, masih ada satu siklus lagi saya sudah memutuskan untuk stop. Intinya adalah saya masih penasaran dan “tidak sabar” menantikan buah hati. Mengingat lebaran kami harus melihat banyak balita waktu kumpul keluarga besar. Kali ini saya ke RSCM Kencana Klinik Yasmin, rekomendasi dari sepupu suami saya. Jadwal appoinmentpun saya buat 3 hari sebelum hari kedatangan. Saya bertemu dengan Dr.dr H.R.Muharam SPOG (K) dengan membawa history kesehatan saya. Dan tidak lupa saya “diintip” dengan USG Transvaginal. Beliau bilang rahim saya bagus dan masalahnya sudah diketahui dari hasil lab yang kemarin yaitu cadangan sel telur saya sedikit dan suami Oligoastheno.

Rasanya seperti disambar petir waktu dokter bilang saya disarankan untuk mengikuti program Bayi Tabung. Padahal awalnya saya berencana untuk program Inseminasi dulu. Tetapi belum sempat mengutarakan niat saya ke beliau, beliau sudah membicarakan Bayi Tabung. Bagaimana tidak kaget, saya datang sendiri dan tidak terpikirkan akan sejauh ini. Walaupun kami pernah membicarakan masalah Bayi Tabung, benar-benar kaget saya mendengarnya. Dokter bilang Inseminasi hanya akan buang-buang waktu melihat sel telur saya sedikit dan ditambah suami Oligoastheno.

Pertemuan pertama dengan Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K), saya langsung diberi rujukan untuk melakukan test lab Hormon ulang,Analisa Kromosom dan Histeroskopi. Sedangkan suami diberi rujukan untuk test Lab Hormon juga dan Analisa Sperma plus HALO . Analisa Kromosom hanya bisa dilakukan di Klinik Genetika Lembaga Eijkman RSCM yang letaknya ada disebelah RSCM Kencana, dilingkungan bangunan tua RSCM. Setelah menenagkan diri sebentar tanpa buang-buang waktu saya langsung ke gedung tersebut untuk melakukan Analisa Kromosom. Dan yang saya kaget adalah disana juga saya harus bertemu dengan dokter terleih dahulu. Saya lupa nama dokternya kalau tidak salah namanya dr.Muna. Dia sepertinya wanita keturunan, dan sangat ramah. Didalam ruangan saya seperti diinterview tapi bukan interview masuk kerja melainkan mengenai kondisi saya menyangkut rujukan dari Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K). Tanya jawab lumayan lama sekitar 15menitan. Setelah itu saya baru bisa diambil sample darahnya untuk dianalisa.

Berdasarkan yang saya baca di Klinik Genetika tersebut, dengan analisa kromosom jumlah dan struktur kromosom janin/ bayi pada tiap selnya dapat dilihat, sehingga kelainan daripada jumlah kromosom dapat dideteksi sebelum bayi lahir. Jika memang ada kelainan kromosom keputusan untuk meneruskan kehamilan atau tidak berada ditangan pasien. Namun hasil dari analisa kromosom sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter obgyn atau konseler genetik sebelum membuat keputusan.

Hasilnya akan keluar sekitar 3 mingguan, lama yaaa…dan saya hanya bisa berdoa. Usaha sudah, tinggal doa yang banyak. Bismillah…Mudahkan jalan kami ya Allah…..

13 Agustus 2014

Ke Lab Klinik Prodia lagiiiiii….Untuk kedua kalinya sample darah saya diambil untuk diperika nilai AMH dan entah sudah berapa kali darah saya diambil. Sudah tidak takut lagi dengan jarum, bahkan sekarang sudah sangat terbiasa. Apalagi Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K) menyarankan saya dan suami untuk terapi suntik. Daaaaan hasil nilai AMH saya tidak banyak berubah, hanya naik 0,01 dari hasil AMH yang pertama, artinya memang cadangan sel telur saya sedikit.

15 Agustus 2014

Hari ini suami saya libur, jadwalnya ke Lab Klinik Prodia. Giliran suami saya yang diambil darahnya untuk test Lab Hormon, LH,FSH,Prolaktin, dan Testosteron. Menurut kacamata kami, hasil menunjukkan baik semuanya. Karena belum ada rencana ketemu Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K) lagi mengingat saya masih punya PR harus Hisretoskopi, test ulang Hormon dan suami punya PR untuk Analisa Sperma+HALO.

18 Agustus 2014

Dalam dua minggu saya sudah diambil darahnya sebanyak 3 kali. Rekor terbaru dalam hidup saya, rekor yang menurut saya menyakitkan tetapi saya ikhlas menjalaninya. LH, FSH, Prolaktin, dan Estradiol itu daftar testnya, dan saya sudah fasih melafalkan kata-kata tersebut. Saya lupa test itu dilakukan dengan syarat puasa 12 jam atau tidak. Akhirnya saya menjalani test tersebut tanpa berpuasa dan hasilnya memang beda dengan hasil Lab Hormon yang pertama. Tinggal tunggu pendapat Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K) dan harus sabar menunggu bertemu dengan beliau, jadi ingin cepat-cepat selesaikan PR. Semua usaha akan saya tempuh untuk segera mendapatkan momongan. Semenjak pertemuan pertama dengan Dr.dr. H.R.Muharam SPOG(K) saya juga berpikiran untuk Terapi Akupuntur. Awalnya saya meragukan karena yang menyarankan adalah mertua saya, apalagi melihat kartu nama dokter tersebut bukan dokter spesialis akupuntur medik. Bukan menyepelekan dokter tersebut ataupun tidak percaya. Tapi sepertinya saya sudah menemukan dokter akupuntur yang tepat dan saya mantap menjalaninya. Yaitu dr. Handaya Dipanegara, SpAK, MKes yang membuka Klinik di Bintaro dan praktek di RS Pondok Indah. Sambil menunggu haid selesai, saya terus browsing mengenai Histeroskopi dan Akupuntur yang akan saya jalani. Karena akupuntur dilakukan bila sedang tidak haid. Maka akupuntur akan saya jalani pada minggu terakhir bulan Agustus. Untuk minggu ini saya harus menyiapkan mental untuk Histeroskopi dan suami melakukan Analisa sperma plus HALO. Keep fighting….(menyemangati diri sendiri)… Bismillah… ditunggu yaa cerita selanjutnya….Doakan saya…..

Continued in post Cadangan sel telur sedikit dan sperma oligoastheno (2).

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading...Loading...

posted in Biaya, Jakarta, Kista, Obat, Pengalaman di klinik/rumah sakit, Pengobatan alternatif, Penyebab, Proses, Sperma bermasalah | 15 Comments


13th August 2014

PCO fighter :) – Kiky

Salam kenal semua :)

Saya newbie with PCO, nikah 2 tahun dan sedang dalam proses untuk kuret. setelah periksa beberapa kali di banyak RS, akhirnya saya dirujuk oleh Dr. Shirley di RSIA KMC ke Dr. Muharam RS. Asri. tapi setelah cek ternyata jadwal beliau hanya hari Jumat di tiap minggunya..akhirnya saya memutuskan untuk ke Klinik Yasmin RSCM (Dr. Muharam senin hingga sabtu disini). bsk saya akan konsul ke Dr. Muharam pertama kalinya…Bismillah Yaa Allah!

Jujur saya masih berharap PCO ini bisa sembuh tanpa kuret dan terapi lainnya. krn serem aja bayangin rahim saya yg belum pernah hamil tiba2 harus dikuret (perih bayanginnya)…tapi ya sudahlah sambil coba dgn medis mari qt coba juga dengan DOA dan POSITIVE THINKING, semoga ada jalan yaa :) satu hal yg pasti..saya bener2 harrrruuusss diet secepatnya dgn serius dan disiplin! krn penebalan rahim atau PCO ini terjadi jg krn obesitas yg terjadi pasca saya nikah (hahaha hepi bgt nikah sampe bablas rem makannya). Malu sih mengakui ini semua..tp saya berusaha untuk jujur dgn diri sendiri dan orang lain supaya saya bisa santai menjalani ini semua.

Semangat teman2 calon ibu semua:) Bismillah Yaa Allah…we’ll find the way:)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...Loading...

posted in Jakarta, PCO | 3 Comments


  • Recent Comments

  • diza: yaa tuhan, jadi takut mo jalanin test BT ny :( kenapa yaa harus...
  • Esther: Hai semuanyaa.. salam kenal. Mau tanya doong buat yg lg di...
  • diana: Salam kenal buat semua nya.. Saya diana.. Utk pertama x nya mau...
  • Ika Candra: Mbak Vero….jauh2 amat tiket nya Pebruari. Emang ga...
  • Leesang: Salam dok, Saya dan suami saya baru 8 bulan menikah, kami...
  • lina: Hi mom semuanya… saya cuma mau share des 2013 saya operasi...
  • Reza: Dear dr. Dicky, Suami saya baru seminggu yang lalu melakukan...
  • yanti: @ mba lulu, sy di kabupaten parigi moutong mba. Cuma sering...
  • Search

  • Polls

    • Menurut Anda, keberhasilan bayi tabung terutama disebabkan oleh: (pilih max dua)

      View Results

      Loading ... Loading ...